Chronicles of Primordial Wars Prologue Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Eliane

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

Shao Xuan duduk di bistur dan sambil melihat-lihat beraneka ragam gunung yang menjulang diluar jendela. Siklus Musim Panas Solstice baru saja berlalu dan gunung-gunung mulai memancarkan hijaunya warna kehidupan. Setelah cukup lama tinggal di kota pemandangan seperti itu membuat hatinya yang putus asa karena kegagalan agak sedikit terobati. Awalnya, Shao Xuan berencana untuk mengajak teman-temannya melakukan perjalanan untuk membuatnya sedikit lebih tenang, tetapi dia tidak sengaja bertemu dengan teman sekelasnya yang belajar arkeologi, Shi Qi, yang kemudian mengajaknya untuk mencoba perjalanan bersejarah.

Sekarang, mereka sedang menuju desa kecil yang cukup terpencil. Katanya banyak benda-benda zaman batu ditemukan di sana. Banyak orang telah sudah pergi ke sana, dan saat ini, mereka berada di rombongan kedua.

Shao Xuan mendengarkan penjelasan temannya itu mulai dari tengkorak manusia primitive, alat-alat batu apa saja yang mereka gunakan, hingga ukiran-ukiran di bebatuan. Dia bahkan mengambil beberapa foto dan menjelaskan mereka – para peneliti telah melakukan ini dan itu . . . . setelah pengeboran, agak sulit untuk menariknya . . . . Meskipun Shao Xuan tidak mengerti apa yang dikatakan temannya itu, dia tetap memperhatikan dan mendengarkannya dengan seksama.

Di selembar kertas ukiran yang ditemukan oleh para peneliti.Shao Xuan menengoknya, dan bergumam itu bahkan tidak lebih bagus daripada keponakannya yang belum masuk TK. Garis-garis pada gambar mereka semua hampir terbilang cukup sederhana, seseorang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang menggunakan alat untuk berburu, dan sebagian gambar dari beberapa jenis binatang. Untuk sisanya, dia tidak tahu lagi apa itu.

“Ini gambar seekor kambing?Tapi ini terlalu besar untuk seekor kambing,” Shao Xuan mengatakannya sambil menunjuk ke arah sebuah gambar.

Di satu gambar, gambarnya seekor kambing dengan tanduk panjang besar yang melengkung.Di sebelahnya, ada seseorang yang memegang busur dan anak panah.Namun, ada sesuatu yang tampak tidak wajar.Kepala orang itu hanya sampai bagian punggung kambing.Beberapa gambar lainpun hampir sama: bentuk tubuh kelinci yang mirip seperti singa, dan di sebelah kiri, ada gambar seperti kuda, meskipun ekornya terlalu pendek.

Tentu saja, tidak semua gambar seperti itu.Sebagian ukiran berbeda karena ditemukan di provinsi yang berbeda. Di bagian belakang, pola yang  digambarkan sedikit lebih mirip seperti kenyataan. Di satu gambar, kau dapat melihat sekelompok orang membawa anjing untuk berburu.Dia terus membalik halaman, dan menemukan beberapa gambar yang berwarna, memberikan gambaran lebih jelas kepada orang primitif itu.“Hoh, gambar ini bahkan lebih konyol. Tanduknya terlalu besar! Dan orang ini . . . orang ini hanya setinggi punggung kambing, tapi di gambar ini, orang ini hanya sebatas kaki kijang! Apa-apaan itu yang berada di pojok kanan bawah. . . . Seekor buaya yang berkaki delapan ?!” Shao Xuan tidak dapat memberikan komentar kepada gambaran manusia primitive.

“Mereka mungkin tidak terlalu berfokus kepada hal-hal seperti ini” kata Shi Qi

“Jadi maksudmu ketika menggambar, mereka tidak memiliki selera realistis dalam hal proporsi, tetapi malah menggunakan cara yang berlebihan?” Tanya Shao Xuan

“Mungkin demikian.”Shi Qi menjawab sambil menggaruk kepalanya.“Pada dasarnya, manusia pada waktu itu belum mengerti hal-hal seperti keindahan”.Gambar-gambar itu hanyalah sebuah simbol yang memaknai sesuatu.Ada seorang peneliti, ketika dia mempelajari ukiran, berasumsi bahwa alasan mengapa manusia saat itu menggambar ukiran yang berhubungan dengan berburu di dinding goa dan batu adalah untuk memberikan gambaran di pikiran seorang pemburu sebelum keluar berburu.Atau, sepertinya ada semacam upacara yang kita tidak ketahui – terutama ukiran yang digambar oleh para “Shaman”.

Para “Shaman” huh. . . .” Dalam pikiran Shao Xuan, gambaran seorang penipu tua yang sangat aneh pun muncul.

“Ahh, mengapa kau membuat wajah seperti itu? Biar ku jelaskan ini: ‘Shaman’ saat itu tidak selalu memiliki posisi yang rendah dalam sebuah suku manusia. Tetapi sebaliknya, mereka sangat mungkin memegang posisi yang sangat tinggi”.

“Ya aku tau, seorang penipu bukan?”Shao Xuan mengangguk.

Shi Qi melambaikan telunjuknya kekiri dan kekanan, lalu mengeluarkan berkas.Di dalamnya ada beberapa salinan gambar yang sudah dipindai.Sambil menunjuk beberapa gambar dan karakter, Shi Qi berkata pada Shao Xuan, “Jika rupa dari Totem adalah gambaran dari manusia akan alam dan kesatuan mereka, itu berarti gambaran Shaman adalah kemurnian manusia. Posisi Shaman sebenarnya sudah muncul sejak zaman batu. . .”

Shi Qi kemudian mulai berbicara mengenai perkembangan kedudukan Shaman mulai dari masa lampau hingga masa sekarang dan tak memperdulikan Shao Xuan.Penggunaan istilah-istilah aneh dan bahkan mengutip beberapa karya klasik, menyebabkan Shao Xuan yang sedang mendengarkan menjadi sakit kepala.

Shao Xuan tidak terlalu fanatik di bidang tersebut, dan dia juga tidak begitu tertarik.Andai dia tidak memiliki teman lama dan teman sekelas yang belajar arkeologi, mungkin Shao Xuan tidak pernah tau dan terganggu dengan hal-hal itu.Sebelumnya, ketika dia mendengar seseorang membicarakan tentang arkeolog, yang terlintas di pikirannya adalah barang antik yang tak ternilai harganya. Akan tetapi, jurusan yang diambil Shi Qi bahkan lebih antik daripada benda antik itu sendiri! Itu sangat kuno sehingga tidak terlalu banyak orang yang tertarik dengan topik tersebut. Beberapa hari yang lalu, Shao Xuan sempat mendengarkan diskusi siaran langsung tentang sesuatu seperti “ Teori Revolusi Charles Darwin” mungkin, atau “ Hipotesis Alien menciptakan kehidupan” mungkin. Karena dia tidak mempunyai sesuatu yang ia dengar lagi, Shao Xuan pun mendengarkan itu. Setelah mendegarkan, ia mengabaikannya dan tak mempelajarinya lebih dalam.

Sebaliknya, Shao Xuan tau jika dia memiliki ketertarikan tentang spesies manusia purba sejak kecil.Waktu itu, saat di sekolah menengah, dia sering berdiskusi mengenai beberapa penemuan manusia bersejarah yang masih belum ditemukan di era moderen.

“Kau takkan mengerti jika aku berbicara panjang lebar, jadi akan ku persingkat!Lihat!”Shi Qi menunjuk beberapa lokasi di peta.“‘Shaman’ dideskripsikan dalam prasasti kuno seperti layaknya memakai tulang sapi, tempurung kura-kura, dan aksesoris perunggu.  Melainkan seperti ini . . .”

Shao Xuan melihat kearah yang ditunjukan Shi Qi.Itu adalah simbol, terlihat seperti dua simbol yang tersambung dan dapat diartikan sebagai “Kerja” (工).

“Pada beberapa guci dan patung kuno, simbol kata “kerja” ganda ini muncul beberapa kali.Pada point ini, para ‘Shaman’ juga mengatur bagian-bagian seperti berburu, ritual, dan penyembuhan.Terlihat dari beberapa aspek, ‘Shaman’ dapat dihitung sebagai dokter pada saat itu.Namun, ini hanya berupa spekulasi saja.Dan jika itu catatan dari zaman kuno, mungkin tak sepenuhnya benar.Lagipula, mereka suka melebih-lebihkan sesuatu.Bukankah ada pepatah yang mengatakan ‘Sejarah tidaklah selalu benar’?Ilmu arkeologi hanya menggali beberapa bagian dan sudut saja.Jikapun itu benar, tidak ada yang mengetahuinya dengan pasti.

“Penemuan gua yang satu ini juga masih ada kaitannya dengan para Shaman.Beberapa foto yang kau lihat sebelumnya adalah kumpulan simbol-simbol dari ekspedisi sebelumnya.Di dalam gua, juga ditemukan beberapa simbol ganda.Jadi, dapat disimpulkan bahwa itu mungkin adalah area tempat tinggal seorang Shaman.Bulan lalu, terjadi gempa yang tidak begitu besar di sekitar wilayah desa.Kemungkinan besar, karena gempa itu, gua ini muncul ke permukaan.Sebelum gempa terjadi, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.”

Ketika sedang berbicara, Shi Qi menutup berkas dan melihat sekelilingnya dengan hati-hati. Melihat instruktur dan siswa lain tidak memperhatikan mereka, dia memelankan suaranya, dan diam-diam berbisik kepada Shao Xuan, “Aku mendengar bahwa yang awalnya menemukan goa itu adalah seorang anak kecil. Selain itu, aku mendengar dari beberapa siswa, anak yang menemukan goa itu secara tidak sengaja melihat sesuatu sejenis serangga aneh sebesar semangka yang merangkak keluar dari tembok halamannya.Anak itu curiga, jadi dia mengikuti serangga itu.Akan tetapi, serangga itu menghilang di goa itu; lalu anak kecil itu kembali, dan memberitahukannya ke orang dewasa, dan begitulah bagaimana goa itu dapat ditemukan.”

“Serangga yang besarnya seukuran buah semangka?”Shao Xuan berpikir bahwa itu sangatlah tidak masuk akal.Terlepas dari itu, ketika mereka mendengarnya untuk yang pertama kalinya, mereka pikir itu berita palsu.“Apakah anak itu berbohong?”

Shi Qi menggelengkan kepalanya.“Yang membuatnya aneh adalah, menurut kelompok pertama ekspedisi yang pergi ke sana, disana ditemukan fosil kuno berbentuk seperti makhluk hidup yang digunakan untuk membangun dinding.”Shi Qi berhenti sejenak, mengusap bulu kuduknya yang merinding, lalu melanjutkan ceritanya, “Ada beberapa fosil organisme seranggadi bebatuan yang mengeluarkan telur seukuran buah semangka, seperti yang dikatakan oleh anak kecil yang menemukan goa itu.”Tetapi, itu tidak begitu rinci.Itu hanya sebagian dari beberapa bukti lainnya.Meskipun begitu, menurut teori para ilmuan, organisme itu masih hidup, dan mereka memang bisa tumbuh sebesar buah semangka.Selain itu, penampilannya juga hampir sama dengan apa yang dikatakan oleh anak kecil itu.”

“ . . . Kedengarannya luar biasa; Tetapi, apakah hanya anak kecil itu yang melihatnya, dan tidak ada seorangpun selain dia melihat serangga itu merangkak keluar dari dinding?”Shao Xuan sedikit tertarik dengan cerita itu.

Shi Qi menggelengkan kepalanya.“Aku tidak tau. Mari kita bertanya beberapa hal ketika tiba di sana. Sepertinya kita hampir sampai.

Ketika beberapa kelompok orang sampai di tujuan, saat itu sudah siang, sekitar pukul 11.Shao Xuan mengikuti Shi Qi dan rombongan lainnya sedang makan siang, lalu kembali ke bis.

Shi Qi dan yang lainnya sudah tidak sabar.Setelah makan siang, mereka tidak beristirahat dan langsung berencana untuk bekerja.

Shi Qi sudah memberi tau Shao Xuan tentang apa saja yang harus dia perhatikan; seperti hal-hal yang tidak boleh disentuh, tempat mana yang tidak boleh dikunjungi, harus kemana ketika dia membutuhkan seseorang, dan lain-lain. Shao Xuan mempunyai rencana dalam benaknya.

“Aku akan menyapamu sehabis bekerja hari ini. Untuk sekarang kau bebas ingin pergi kemanapun! Pemandangan di sini cukup bagus; Pegunungan yang hijau, langit yang biru, dan sungai jernih . . . Bersihkan pernafasanmu yang kotor itu akibat terlalu lama tinggal di kota yang berpolusi!”

Setelah berbicara, Shi Qi mengambil peralatan kerjanya dan mengikuti instrukturnya. Shao Xuan tidak diizinkan untuk pergi ke sana. Tetapi dia juga tidak terlalu tertarik untuk pergi ke sana.

Hanya Shao Xuan yang masih berada di dalam bis.Setelah menutup jendela dan pintu bis, suasananya menjadi cukup tenang.Dalam beberapa hari terakhir, Shao Xuan tidak bisa tidur nyenyak, dan ketika diperjalanan, dia sibuk mendengarkan cerita Shi Qi.Sekarang suasananya sangat sunyi, dia mulai mengantuk.

Ketika ia bangun, jam sudah hampir menunjukan jam 2 siang. Shao Xuan berencana pergi keluar untuk jalan-jalan.Ketika ingin pergi untuk melihat sekitar, dia melihat Shi Qi yang sedang memakai pakaian pekerja lewat. Dia bergegas masuk ke dalam bis dan mengambil dokumen. Setelah itu, dia bergegas melanjutkan pekerjaannya.

Namun, sebelum meninggalkan bis, Shi Qi mengeluarkan sebuah batu seukuran telur ayam dan melemparnya kea rah Shao Xuan.“Aku mengambilnya saat berada di goa, karena mereka tidak memperhatikanku, jadi aku mengambilnya.Kurasa, batu itu tidak begitu penting.Aku tidak bisa membawakanmu barang ‘Antik’, tapi bagaimanapun juga, itu adalah batu yang ditemukan di dalam goa. Itu bahkan terlihat cukup mulus! Seseorang mungkin menjatuhkannya di sana, tetapi aku akan memberikannya kepadamu sebagai kenang-kenangan.”

Batu itu ditemukan dekat pintu masuk goa, dan agak jauh dari inti goa.Batu itu juga memiliki kualitas yang berbeda dari benda hasil penggalian lainnya, dan tidak ada tanda di atasnya.Jadi, rombongan yang pertama hanya berfokus untuk mencari symbol dan “Barang” antik dari zaman batu.Tidak ada yang peduli dengan bongkahan batu kecil di dekat pintu masuk goa, dan demi kesenangan belaka, Shi Qi memungutnya tanpa kesulitan.

Setelah menangkap batu yang dilempar tadi, Shao Xuan melihatnya dengan teliti.Perasaannya tidak jauh berbeda dengan batu-batu biasa hanyalah batu hijau-gelap, berbentuk seperti telur, permukaannya agak ramping, dan seolah-olah itu dipoles dengan sangat teliti.Pertamanya tidak ada hal aneh dari batu itu, meskipun bukan benda “antik”, batu itu hanya bagaikan mainan kecil, atau sebagai hiasan.

Shao Xuan juga tidak terlalu memikirkannya.Setelah memainkan batu itu di tangannya untuk beberapa waktu, dia merasa bahwa batu itu tidak terasa hangat. Setelah cukup lama ditangannya, batu itu masih terasa sedikit dingin. Terganggu oleh hal itu, Shao Xuan mengeluarkan korek api dan mulai membakar batu itu. Berbicara masalah hal logis, sesuatu yang bersentuhan dengan api seharusnya panas meskipun sedikit. Tetapi kenyataannya setelah dibakar, batu itu masih terasa dingin seperti sebelumnya.

Sambil melihat sekelilingnya, Shao Xuan mengambil pisau buah dari meja dan selembar kertas.Dia berencana menggunakan pisau itu untuk mengikis beberapa bagian dan membawanya ke bagian arkeologi untuk membantunya memeriksanya.Namun, setelah mengikis batu itu dengan pisau, tidak ada sedikitpun goresan yang tertinggal.Bahkan tidak ada goresan saat dia menusuknya dengan ujung pisau.

Tidak bisa dipanaskan dengan api, tidak bisa digores dengan pisau . . . itu adalah batu yang benar-benar aneh.

Shao Xuan turun dari bis dengan batu di tangannya, dan berencana memberikannya kepada Shi Qi untuk melihatnya nanti.

Bis itu berhenti di jarak yang cukup dekat dari desa. Hanya saja jalannya tidak terlalu cocok untuk berjalan.

Beberapa penduduk desa telah pergi untuk bekerja, dan mereka yang memiliki waktu luang pergi ke goa yang baru ditemukan untuk melihat-lihat.Karena hal itu, ketika Shao Xuan memasuki desa itu, dia hanya melihat beberapa orang berjalan-jalan.

Di sekitar desa ada dinding setinggi dua meter yang terbuat dari batu dan tanah. Katanya dinding itu dibangun beberapa puluh tahun yang lalu untuk berlindung dari hewan buas.Batu-batu itu berasal dari gunung; Namun, tidak ada bentuk yang besar baru-baru ini, jadi tidak ada seorangpun yang merawat dinding batu itu.

Sambil memandangi, dia melihat batu-batu besar di dinding itu, dinding itu sepertinya memiliki sejarah yang panjang, dan membawa perasaan sedih.

Shao Xuan bermain-main dengan batu itu, sambil melihat batu itu.Mendengar perbincangan tentang penemuan fosil organisme kuno di dinding batu, Shao Xuan teringat “serangga seukuran semangka” yang pernah dibicarakan Shi Qi.

Dia hanya berencana untuk memalingkan pandangannya sebentar tiba-tiba, Shao Xuan melihat sesuatu yang seperti ular muncul di dinding.Itu bahkan menggeliat. Setebal termos kecil, dan pola sisiknya memancarkan pancaran yang dingin. Itu masih beberapa meter jauhnya, tapi Shao Xuan merasakan dingin di punggunnya, dan semua bulu kuduknya berdiri.Itu membuatnya sangat ketakutan sampai-sampai membuatnya melompat. Namun, saat Shao Xuan menengok kebelakang, dia sama sekali tidak menemukan apa apa. Dinding batu itu masih terlihat seperti dinding batu rusak yang termakan oleh waktu dan cuaca.

Halusinasi belaka?

Shao Xuan melihat dinding yang lain. Setelah itu pandangannya tertuju pada sebuah lubang di dinding. Ada sebuah batu besar di sana, ditinggalkan karena dinding di daerah itu runtuh. Bagian-bagian kecilnya telah diambil oleh warga desa untuk membangun dinding rumah mereka, yang berukuran besar masih berada di sana, tidak tersentuh sama sekali. Dan, pada saat itu juga, Shao Xuan melihat tunas hijau muncul dari batu. Tunasnya dengan cepat menumbuhkan daun dan bertambah tinggi.Pada saat yang bersamaan, beberapa akarnya merambat ke segala arah. Lubang setinggi tiga meter langsung terselubungi oleh akar dan daun. Aroma yang berasal dari tanaman itu bahkan terasa di udara sekitar.

Shao Xuan pun mundur beberapa langkah, menarik nafas dalam-dalam.Dia memfokuskan matanya dan melihat kebelakang, dia menyadari akar dan ranting tanaman itu telah menghilang. Dinding batu itu kembali sama seperti sebelumnya, tetapi tanah di sekitarnya penuh dengan batu-batu besar yang mulus.

Merasakan sesuatu yang aneh bergerak ditangannya, Shao Xuan melihat batu yang ada di tangannya.

Batu yang awalnya tida bisa memanas tidak bisa tergores itu seketika menjadi pasir.Mereka jatuh kebawah melalu celah jari-jari Shao Xuan.

Ketika butir terakhir pasir itu jatuh, penglihatan Shao Xuan mendadak berubah menjadi gelap.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded