Dungeon Seeker Volume 1 Chapter 6 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
  • Translator : Skywalker_II
  • Editor : Scraba

BAB 6 – Raja Hama

▼ ▼ ▼

Malam.

Apa yang dia rasakan pada awalnya adalah sesuatu yang aneh. Perasaan itu segera berubah menjadi nyata.

Ia mulai terkejut pada perubahan suhu yang mendadak.

Baginya yang berasal dari daerah tropis, suhu yang berada di atas 30 C° sedikit terasa biasa.

Tapiーーsuasana kering ini seperti panas gurun yang tidak bisa ditahannya.

Dia harus terus menjalani hidupnya di tempat yang sama seperti biasanya, tetapi ketika dia menyadarinya, dia berada di dunia yang berbedaーーdia tidak menyadari itu, itu adalah teleportasi dimensi …… dengan kata lain, itu yang disebut perjalanan menuju dunia lain.

Walaupun begitu, setidaknya dia bisa menemukan tempat yang nyaman untuk tidur dengan cepat.

Di dalam lubang batu besar, tempat dia akan tidur, disana terdapat genangan air, jadi dia juga bisa menemukan sumber air.

Tapi, di genangan air, ada kotoran serangga yang luar biasa banyaknya.

Air yang busuk, dan itu mengeluarkan bau busuk ke sekitarnya.

“In benar-benar tidak nyaman”, dia menyerah, dan mulai bergerak mencari makanan.
Dia pergi keluar sambil merangkak dari ruang tidurnya.

Dan, dia fokus pada makhluk hidup dalam jumlah yang tak terhitung yang ada disekitarnya, yang dia rasakan sejak awal.

ーーitu adalah, makhluk hitam yang tak terhitung jumlahnya menyelimuti seluruh tanah.

*GasaGasa*, ia bergerak, dan menerima cahaya redup dari lumut di malam hari, tempurungnya yang berminyak menebarkan kilau hitam.

Sementara berjalan di dalam jangkauan kecoak itu, perasaan bahagia yang dirasakannya sejak saat berdiri di sini berubah menjadi kenyataan.

Dibandingkan dengan wilayah tempat tinggalnya, ada lebih banyak kecoak di sini.

Dengan kata lainーーada banyak makhluk hidup yang bisa menjadi makanan larva.

Emerald Cockroach Bee (Kecoa lebah hijau)

Serangga dari daerah tropis, dan itu terkenal sebagai lebah parasit dalam sebuah kelompok dengan perilaku aneh yang dilakukannya selama berkembang biak.

Langsung ke pokok permasalahannya, diaーーlebah itu meletakkan telurnya didalam kecoak.

Ukuran lebah tidak begitu berbeda dari kecoak, jadi lebah secara individu tidak bisa membawa kecoa kedalam sarangnya.

Ada kebutuhan bagi mereka untuk memanipulasi kecoak menggunakan racun mereka, dan membiarkan mereka berjalan ke lubang sendiri.

Itu sebabnya, bisa dikatakan pertarungan mereka bergantung pada kecepatan ketika melakukan kontak.
Dijelaskan dengan detail …… selama bertelur, Emerald Cockroach Bee menangkap kecoa yang ditargetkan, dan menyuntikkan racun ke bagian dadanya.

Kecoak itu akan mati jika racunnya terlalu banyak, tetapi ia bisa melarikan diri selama periode pertumbuhan panjang larva jika racunnya terlalu sedikit, jadi ini adalah pekerjaan yang sensitif.

Jika mereka mampu menyuntikkan racun dengan benar, mereka menggigit antena kecoa, dan seolah-olah seorang necromancer, mereka menempatkan kecoa di bawah kendali mereka seperti zombie.

Dan setelah mereka memasukkannya ke dalam lubang, mereka bertelur di dalam kecoa.

Lubang pintu masuk akan ditutup sepenuhnya menggunakan batu-batu kecil dan benda-benda lain, dan itu akan berubah menjadi ruang tertutup.

Dan dengan begitu, setelah beberapa hari berlalu, telur menetas dan menjadi larva.

Larva secara bertahap tetapi perlahan memakan bagian dalam dari kecoa, dan memakan bagian-bagian tubuhnya.

Dalam waktu sekitar delapan hari, bagian dalam kecoa sudah dilahap, tetapiーーterus hidup karena racun yang disuntikkan …… tidak bisa di apa-apakan.

Hidup delapan hari sementara isi perutnya dimakan. Daya hidup kecoa itu mengejutkan, tetapi bisa juga dikatakan bahwa itu karena larva yang menyesuaikan bagaimana memakannya sehingga tidak akan mati.

Untuk sebagian besar, pada masa itu, kecoa adalah keberadaan yang lebah sendiri akan merasa terganggu jika mereka mati.

Bagimanapun, makhluk hidup akan membusuk sangat cepat di wilayah tropis. Kesegaran daging selama periode pertumbuhan panjang, harus dipertahankan sampai batasnya.

Dan begitulah, kecoak itu secara bertahap kehilangan kekuatan hidupnya saat dibiarkan terus bertahan oleh lebah itu.

Pada akhirnya, setelah sekitar delapan hari berlalu, lebah itu akan menjadi pupa.

Emerald Cockroach Bee yang telah berubah menjadi pupa, akan membuat jalan keluar dari kecoaーー seolah-olah, ia dilahirkan oleh kecoa, ia akan terbang ke dunia luar.

Dan.

ーーdia tiba-tiba terlempar ke tempat yang jauh dari daerah tempat dia tinggal.

Namun, lebah tidak berpikir sedalam manusia.

Selama bisa makan dan bereproduksi, terus terang, itu tidak masalah.

Dengan alasan itu, dia merasa khawatir tentang suhu yang lebih rendah, tetapi dia sangat puas dengan lingkungannya saat ini.

ーーlagipula, tidak ada kekurangan makanan.

Seolah ingin menarik tubuhnya, dia mencari yang memiliki lemak di dalamnya, kecoa yang memiliki ukuran besar mungkin.

Disamping itu, serangga adalah makhluk hidup yang berada pada posisi dekat dengan udang dan kepiting secara biologi.

Untuk itu, tidak terbatas pada kecoak, dikatakan bahwa sebagian besar serangga, jika kau tidak keberatan dengan wujudnya, sebenarnya mereka terasa lezat.

Dengan kata lain bahwa dia yang memiliki kecoak sebagai tuan rumah ketika dia masih menjadi larva, dia hanya bisa melihat kecoak sebagai makanan yang lezat.

Dan setelah ini dan itu, dia menemukan kecoa yang sangat gemuk dan bulat.

Dia menyerang kecoa seperti yang dilakukan nenek moyangnya, dan mencoba menyuntikkan racun ke kecoa seperti yang dilakukan nenek moyangnya.

Tapi pada waktu ituーーtarget baru, seekor kecoak muncul.

Itu sangat jauh dan sangat bulat. Tidak, itu terlalu besar.

Pada saat itu, keenam indra alaminya memberi suar peringatan.

Dan akhirnya, dia menyadari ke khususan yang sebenarnya dari tempat ini.

ーーini adalah wilayah yang berbahaya …… pikirnya. Dan…… untuk menanggapi itu …… sudah terlambat.

Apa yang muncul di depannya, memiliki tinggi 30 cm, dan panjang 3 m, Kecoa…… raksasa.

Mereka telah mengubah posisi antara pemburu dan pemangsa.

ーーperbedaan ukuran.

Baik itu pemangsa, entah itu herbivora, perbedaan itu tidak bisa ditentang … hanya memiliki tubuh besar adalah keuntungan absolut di alam liar.

Emerald Cockroach Bee ditelan langsung oleh kecoa raksasa, danーーbanyak kecoak yang menggeliat, semuanya juga ditelan oleh kecoa raksasa.
Itu benar, di dunia ini dan di dunia itu, dan dari dimensi lantai lima Interstice dan dimensi Labirin.

ーーitu adalah lantai tempat Raja Hama tinggal.

▼ ▼ ▼

Hyaha …… a ……

Apakah kau bersemangat…… hari ini juga ……

Yah〜, lantai ini benar-benar menyedihkan …… lagi pula, seluruh lantai adalah sarang kecoak tepatnya ……

Meskipun, satu-satunya keselamatan adalah area aman yang saat ini tidak akan membiarkan kecoak besar atau kecil memasukinya.

Dan, untuk saran dilantai ini.

Hal yang disebut kecoa adalah makhluk hidup yang biasanya tidak akan mendekati manusia.

Misalnya, dapat dikatakan bahwa itu adalah sesuatu yang sudah biasa jika memasuki rumah manusia.

Dan, bahkan di lantai ini sifat mereka juga seperti itu tanpa memandang ukuran mereka.

Kau akan mengetahuinya setelah berjalan, bahwa kau tidak akan mengatakan itu …… tapi untuk sementara waktu, jumlah kecoak kecil terlalu banyak hingga kau bisa memikirkan bahwa itu seperti sesuatu yang special.
Itu benar, tentang lantai berikutnya.

Pergi ke arah timur. Kau seharusnya sampai setelah berjalan selama tiga puluh menit.

Dan …… aku tidak tahu apakah kau sudah melihatnya, tetapi sepertinya lantai ini memiliki bos.

Ukurannya terlalu besar, tapi ini kabar bagus.

Mungkin sekitar sepuluh meter? Bahkan jika kau mendekat, yang besar itu tidak akan datang menghampirimu.
Tapi, di wilayahnya …… ketika kau memasuki jarak tertentu, sepertinya kecoak besar itu akan segera berubah.

Ketinggian 30 cm, dan panjang 3 meter …… bukan hanya sebagai hama, tetapi juga makhluk berbahaya sebagai monster.

Jika diserang dari tempat ini akan sia-sia …… Aku tidak bisa menjamin hidupmu bro.

Area aman.

Sepatu bot Junpei dibasahi dengan cairan tubuh dari kecoak yang dia injak.

Dan tidak ada kehidupan pada ekspresi wajah Junpei, saat telanjang, hanya satu yang dipikirkannya, menyeka tubuhnya dengan kain dan air hangat.

Itu bukan salahnya.

Beberapa saat yang lalu, banyak sekali kecoak yang merayap di sekujur tubuhnya.

Walaupun itu bukan celana boxer yang pendek, tapi celana yang penuh dengan celah …… Junpei merasa merinding.

Itu adalahーーperjalanan yang mengerikan yang hanya mengingatnya saja membuat rambutnya berdiri hingga.

「Oi oi, tidak mungkin …… yang benar saja ……」

Itu adalah kata-kata pertamanya ketika dia mencapai lantai ini.

Sekilas melihat, itu adalah area hutan.

Tapi, permukaannya ditutupi oleh pesona hitam.

Dan ketika sampai di jalan tanah, itu bahkan terlihat seperti karpet. Dan yang anehnyaーーwarna hitam itu bergerak, tidak, itu menggeliat.

* KasaKasaKasaKasa *

Ribuan, mungkin puluhan ribu, atau mungkin ratusan ribu.

Jika kau melihat ke arah kanan, kecoa. Jika kau melihat ke kiri, kecoa. Jika kau melihat ke atas, kecoa. Jika kau melihat ke belakang, kecoa.

* KasaKasaKasaKasa *

Walaupun hanya satu suara yang tidak menyenangkanーーsuara itu dimainkan seperti orkestra yang megah, jadi tidak bisa disalahkan jika Junpei kehilangan kata-katanya.

Bagaimanapun, itu juga benar bahwa dia harus maju ke depan.
* PuchuPuchi *

Setiap langkah maju ada suara.

Itu adalah suara cairan tubuh yang menyemprotkan cairan dari kecoa yang dia injak.

「……」

Setelah maju sebentar, ia menemukan genangan air dengan bau busuk.

Sepertinya sisa-sisa kecoa dan kotorannya dapat membuat cocktail yang sempurna, membuat sebuah fermentasi yang sangat bagus.

[T/N : Cocktail, dari yang gua tahu, itu seperti bahan untuk membuat minuman]

Dan, itu adalah adegan mimpi buruk di mana para kecoa hidup berkerumun di Cocktail itu.

Sambil menahan muntahannya, Junpei terus maju.

Dan di sana, Junpei memperhatikan.

Di dalam permukaan hitam, dan terkadang putih bercampur di dalamnya. Ketika dia melihat dengan hati-hati, itu adalah salah satu kecoak.

ーーjika aku perhatikan, ternyata kecoak akan berubah menjadi putih setelah berganti kulit ……

Dalam video yang dia lihat di internet, ada satu ketika pembasmi serangga memusnahkan kecoa yang ada di lubang dekat distrik restoran.

Ada video ketika setelah beberapa saat  pestisida dibuang di lubang got itu, kecoak meluap dari tanahーーaku pikir pada saat itu, ada yang putih.
Pada saat itu, dia telah melakukan penelitian tentang itu, dan dia menemukan bahwa kulit* kecoa putih itu lembut sehingga tidak akan copot dari sarangnya segera setelah itu dilepaskan.

Benar.

Selama itu bukan keadaan darurat, kecoa putih tidak keluar dari sarangnya.

ーーitu berarti …… tempat ini bagaimanapun …… seluruh lantai itu sendiri adalah sarang kecoa ya ……

Dan …… ketika Junpei memikirkan itu, “Hya”, dia mengeluarkan suara bernada tinggi yang menyedihkan.

Seakan digelitik, atau agak kesal, dia merasakan perasaan itu dari pergelangan kaki kirinya, dan dalam sekejap, perasaan itu mencapai pahanya.

Tubuhnya tiba-tiba menggigil.

Dia segera menghancurkan kecoa yang masuk ke dalam bajunya.

*Puchi*

Itu masih bisa dipertahankan dengan menginjak mereka dengan sepatunya, tetapi suara itu pada jarak nol dan bersentuhan dengan kulitnya, terlalu membuatnya putus asa.

「…………」

Setelah dia menghela nafas sangat, sangat, sangat dalam, dia mengabaikan kecoa yang masuk ke dalam pakaiannya setelah itu.

“Dibandingkan dengan waktu ketika Cerberus memakan lenganku ……”, dia kembali tenang, tetapi meskipun demikian, sesuatu yang menjijikan tetap saja menjijikkan.

Dan setelah berjalan beberapa saat, dia entah bagaimana menemukan area aman, dan itulah yang terjadi.

「Walaupun demikian……」

Junpei yang selesai menyeka tubuhnya, berbicara pada dirinya sendiri sambil mencuci pakaiannya.

Dengan tak adanya jalan lain, dia menuju ke lantai berikutnya, jadi dia harus melalui jalan Shura itu sekali lagi.

Itu sebabnya, tidak ada artinya mencuci sampai dia melewati lantai ini …… tapi alasan mengapa dia masih mencucinya, adalah karena dia orang Jepang.

Dan, dia mendapatkan banyak pakaian dari desa Katrina.

Pakaian asli yang compang-camping sudah ditempatkan di dalam item box-nya, dan ada banyak stok pakaian yang dalam kondisi bagus.

Tapi, alasan dia mencuci itu untuk menggunakannya lagi daripada membuangnyaーーdan itu juga, karena dia orang Jepang.

「Kecoa dengan tinggi 30 cm, dan panjang 3 meter ya ……」

Sangat terkenal bahwa ketika semua makhluk hidup di Bumi dikonversi menjadi manusia, yang terkuat adalah serangga.

Misalnya, semut bisa menarik beban hingga ton-an yang melebihi berat badannya sendiri, dan lompatan belalang bisa mencapai lebih dari seratus meter dengan satu lompatan.
ーーdan, kecoak akan berlari dalam 300km/jam.

Ini adalah adegan mimpi buruk yang tidak ingin kau bayangkan …… tapi untuk beberapa alasan, Junpei tersenyum di sana.

「Cerberus …… seharusnya lebih cepat」

Itu benar, bahwa ketika dia berhadapan dengan binatang mitologis di lantai sebelumnya, Cerberus melepaskan dan menyerangnya dengan kecepatan suara, menciptakan gelombang kejut.

Dan kecepatannya jauh lebih cepat dari waktu itu.

Di sana, Junpei mulai berpikir setelah membuat item box-nya muncul.

「Serangga ini pasti memiliki exoskeleton yang keras. Sangat diragukan jika anjing Cerberus dan kekuatan lenganku bisa menusuknya …… tidak, lebih baik berpikir bahwa itu sudah cukup 」

Dan, dia melanjutkan sambil mempersempit alisnya.

「…… jadi, karena itu, aku hanya bisa menggunakan sifat serangga sebagai keuntungan …… un, persyaratannya sudah lengkap. Tapi, masalahnya adalah apakah ini sudah cukup atau tidak 」

Dan di sana, dia menepuk tinjunya sambil menggelengkan kepala ke samping.

「Dalam kecepatan, aku mungkin lebih cepat. Jika itu tidak mungkin, maka ketika itu …… kalau memang seperti itu …… Aku harus mengerahkan semua yang aku bisa dan melarikan diri 」

Dan kemudian, dia mengambil beberapa seprai dari item box-nya dan meletakkannya di tanah.

Dia menjejerkan banyak pot kecil yang dia ambil di atas sebelumnya.
Setelah berjalan di sekitar hutan yang penuh dengan kecoak, akhirnya dia melihat itu.

「Oi oi, itu berubah menjadi …… putih ya」

Kecoak berwarna putih yang memiliki tinggi 30 cm, panjang 3 meter, dan baru saja muncul, berada di tempat 20 meter di depan Junpei.

*PuchiPuchiPuchi*, dengan suara itu, para kecoa di sekitar, sedang dilahap oleh kecoa raksasa itu.

ーーkanibalisme.

Rantai makanan di lantai ini dengan raja kecoa yang berada di atasnya.

Tapi, bagaimanapun, Junpei mengeluarkan pisau yang sangat berkarat yang dia ambil dari desa Katrina.

Dan dia melemparkan itu ke arah kecoa raksasa.

*Gururi*, antena berputar, dan *Gishishishishi*, kecoa mengeluarkan suaranya.

「Karena warnanya putih, karena exoskeletonnya lemah …… kupikir pisau dapat merusaknya」

Setelah mengkonfirmasi bahwa kecoa telah menggigit itu, dia pun berbalik.

「Ya, kurasa aku berpikir terlalu positif ya. Baiklah, mari kita mulai …… ini adalah satu lawan satu」

Dengan waktu akselerasi hampir nol, kecoa raksasa mencapai kecepatan maksimum 300 km / jam.

ーーyosh, mungkin dengan ini.

Dia menghindari tubuh kecoa dengan memutar tubuhnya ke samping pada saat-saat terakhir.

Dan, dia melompat dan meraih cabang pohon. Dia melompat dari cabang ke cabang seperti monyet.

Junpei membuat statusnya mengkhususkan dalam penghindaran.

Kekuatan berlarinya benar-benar termasuk dalam kategori tercepat, jadi dia tidak akan bisa menang jika berpacu dengan kecoak itu. Tetapi jika itu adalah bermain akrobat yang menggunakan area sekitar …… ada peluang bagus untuk menang.

「Hehe …… kau terlalu lambat !!」

Kecoa melonjak, dan terbang ke arah Junpei yang berada di atas pohon, tapi Junpei menertawakannya sambil menghindar dengan mudah.

ーーaku pasti semakin kuat. Seperti yang kuduga, dengan kecepatanku, itu pada tingkat aman bahkan di labirin ini.

Setiap kali Junpei melompat dari pohon ke pohon, kecoa itu juga melompat, atau mungkin terbang, dan melompat ke tubuh Junpei sambil membuka rahangnya yang besar.

Meski, lawannya bergerak dari segala arah dengan kecepatan seperti Shinkansen. Mampu dengan mudah menghindarinya, tidak sama dengan mampu menghindarinya terus-menerus. [T/N : Shinkansen, kereta tercepat dijepang]

Sebagai bukti, tidak diketahui berapa kali itu, tapiーーsetiap kali dia menghindar, salah satu bagian pakaiannya tergigit.

Itu membuat Junpei berkeringat dingin, tapi dia segera tersenyum, dan melompat ke arah cabang pohon berikutnya.
Dan kecoak juga mengejar Junpei dengan kecepatan penuh.

Junpei melompat ke dahan pohon, dan dari sana, dia melompat lurus ke atas.

Melewati ruang di mana dia berada, kecoa itu melompat ke pohon berikutnya seolah-olah meluncur tanpa melambat.

「Inilah akhirnya!」

Banyak bagian seprei yang tergantung di antara cabang-cabang pohon.

Seprai yang mengeluarkan bau menyengat adalah yang direndam dengan alkohol 80%.

Kecoa raksasa yang jatuh langsung ke tempat yang ditutupi dengan seprei ituーーitu berarti bahwa sekarang ditutupi dengan alkohol.

Bukan hanya kecoak, tetapi banyak serangga menggunakan organ yang disebut spiracle untuk memungkinkan oksigen masuk ke tubuhnya.

Dan, tubuh kecoa tertutup oleh minyak, dan alkohol memiliki efek yang melelehkan minyak itu.

Minyak meleleh memblokir spirakel.

Akibatnya, kecoak tidak akan bisa membiarkan oksigen masuk ke tubuhnya lagi. Teori ini sering digunakan untuk semprotan pembasmi kecoa, dan itu juga merupakan cara pemusnahan yang memiliki efek pada banyak serangga.

Singkat cerita, itu membuatnya mati lemas.

「Sekarang, menarilah…… kau serangga sialan!」

Sementara ditutupi oleh seprei, kecoa berguling-guling seperti orang gila, dan memutar-mutar antenanya.

Dan setelah puluhan detik, kecoa itu berhenti bergerak, dan antenanya terkulai ketanah.

Dari pohon, Junpei melompat ke tanah, dan berbicara pada dirinya sendiri.

「Baiklah, aku akan menyalakan api untuk mengakhirinya ya. Itu adalah kecoak, jadi seharusnya lemah jika bakar」

Itu direndam dalam alkohol dosis tinggi, jadi jika ada percikan api itu akan langsung terbakar.

Ketika dia mengeluarkan batu dari item box-nya, antena kecoa itu bergerak.

*Shu*, dengan suara yang membelah angin, antena melakukan serangan telak kearah rahang Junpei.

*Dawan* dia merasakan otaknya bergetar, dan Junpei jatuh dengan satu lututnya.

ーーini …… benar-benar buruk. Serangga yang padahal sudah sekarat, selain itu dengan antena … Aku benar-benar … terlalu berlebihan dalam menilai seprei itu…

Dia tidak bisa mendapatkan keseimbangannya, dan dalam kesadaran yang mungkin akan hilang bahkan sekarang, dia membakar kecoa dengan batu api.

Pada saat yang sama, *Kii*, kecoa meraung dan berlari kearahnya secara diagonalーーdari awal, serangan terakhir yang dilakukannya terhadap Junpei adalah perlawanan terakhirnyaーー dan kecoak itu pun roboh.

Itu bukan damege yang mematikan, tetapi merasa pusing setelah otakmu terguncang, dalam anatomi manusia, itu adalah kondisi yang tidak bisa dihindari.

Junpei yang mengkonfirmasi bahwa kecoa itu telah mati, menjatuhkan punggungnya seolah telah lega, dia ingin menutup matanya. Tapi, matanya terbuka lagi.

「Haha …… itu tidak adil」

Dia melihat bukan putih, tapi hitam, enam kecoa raksasa.

Seperti pepatah mengatakan bahwa jika kau menemukan satu di rumahmu, berpikirlah ada dua puluh disana, dan juga kecoa ukuran raja …… keberadaannya dilantai ini rupanya tidak sendirian.

Dia memfokuskan kekuatannya di lengannya dan mencoba untuk berdiri, tetapi tubuhnya tidak mau mendengarkan.

Danーーkesadarannya berubah menjadi setengah sadar.

*Gishishishishi*, para kecoa dari jauh merasa senang.

Mereka akan bisa mendapatkan 60kg protein berkualitas tanpa kesulitan.

Mereka mendekati Junpei perlahan, dan ketika salah satu dari kecoak akan menggerogoti dirinya, itu terjadi begitu saja.

「Sàn」 (散)

*Pon*, dengan suara itu, kecoa yang hendak menggerogoti Junpei meledak, dan menyebarkan bagian dalamnya ditempat. Organ-organ yang tersebar segera berubah menjadi kabut hitam dan menghilang, dan tidak ada setitik pun yang tersisa.

「…… sudah lama. Un …… benar-benar, sudah lama 」

Pandangan Junpei terlihat hampa, dan dia tidak bisa memastikannya dengan jelasーーtetapi usianya hampir sama dengan Junpei, itu adalah seorang gadis dengan rambut hitam dan kulit putih yang cerah.

Dia mengirimkan tatapannya ke arah Junpei.
Dia mengatakan sesuatu padanya, tetapi kesadarannya sudah berada di tempat yang jauh, jadi dia tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

「Manusia adalah …… ■■■■■. Karena mereka lemah, mereka dapat menyebarkan ■■■ dan ■■■ dengan ■■ …… itu benar, seperti yang telah kau ceritakan kepadaku. Dan itu karena kata-katamu bahwa aku bisa menjadi ■■■ 」

Dan, dia melanjutkan.

「Tapi, kemungkinan besar …… apa yang aku bisa ■■ labirin itu sendiri, akan berada di batas lantai bawah ini …… ini adalah yang terakhir kalinya. Sampai lantai yang lebih dalamーーtidak ■■■ oke? Orang yang akan membunuhmu adalah aku, atau mungkin ■■■■■ terserah」

Dan di sana, kesadaran Junpei benar-benar hilang.

Dia menyempitkan alisnya dan berbicara dengan Junpei.

「Oi …… apakah kau benar-benar tertidur ……? Fu〜 …… baiklah, pokoknya. Jika itu masalahnya, aku harus memusnahkan hama 」

Jika Junpei tersadar, dan jika dia melihatnya, dia pasti akan sangat terkejut.

ーーbagaimanapun juga, dia ……

Akhirnya, di dalam kegelapan malam, mata kanannya mulai bersinar samar.

Dan dia mengatakan ini setelah melihat sekitar lima kecoak tersisa di sekitarnya.

「Melihat kondisi : Menghabisi Kecoa dan Tanpa Cedera. Selain itu, hindari kontak langsung dengan kecoak selama mungkin 」

Dan, “Un”, dia mengangguk.

「Mengonfirmasi solusi optimal hingga kondisi selesai. Mulai sekarang, dengan enam gerakan, kau akan membusuk hingga ketingkat molekul dan mati 」

Dan, dia melanjutkan sambil meremas kepalan tangannya.

「Yang pertama, langkah pertama …… sebuah pidato. Takdir yang ditentukan dari dua puluh empat juta pola – tidak ada yang bisa menolakku, orang yang memiliki mata sihir yang melihat masa depan. Baiklah, mari kita mulai? Kentang goreng mini? 」

Dan.

Ketika Junpei terbangun, semua itu telah berakhir …… satu-satunya yang tersisa di sana adalah bangkai yang terbakar dari seekor kecoak yang dia bunuh.

「…… apakah itu …… mimpi?」

Bahkan jika dia mengumamkan itu, tidak ada yang menjawab.

「…… tidak ada gunanya memikirkannya …… ya. Walaupun tidak apa-apa …… menerima banyak damege dari satu serangan antena …… benar-benar buruk …… 」

Sambil membuat wajah tidak percaya diri, Junpei mulai berjalan menuju lantai berikutnya.

*Buchari*, *Buchari*, sambil mendengar suara tidak menyenangkan karena menginjak kecoak.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded