Dungeon Seeker Volume 1 Epilogue Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
  • Translator : SkyWalker_II
  • Editor : Scraba

EPILOGUE ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼

Saat ini, tempat di mana Junpei berada, adalah ruang misterius berwarna putih.

Dan didepannya yang memiliki wajah takjub, adalah Dewa Shota yang sedang berdiri.

「Hei, Takeda Junpei-kun. Awalnya, lantai ini penuh dengan kapsul homunculusーーpemandangan memuakkan terus berlanjut, tapi kita lewati saja itu. Jadi, sebaliknya, aku menukarnya menjadi ruang tempat kau bisa berbicara denganku」

「Aku tidak benar-benar mengerti apa yang kau bicarakan, tapi……Ok, sudah lama, Kami-san yo」

Seorang anak laki-laki berambut emas yang muncul di depannya ketika dia sadar.

Dari penampilannya, sekitar 12-13 tahun, seorang anak lelaki yang memiliki wajah sangat androgini* membuka mulutnya.
*jantan

「Hahaha!! Ya, itu benar, tetapi dipanggil sebagai Dewa secara langsung, seperti yang kukira, itu sedikit memalukan」

Dewa menaruh jari tengah dan jari jempolnya dengan penuh semangat, dan *Pachiri*, membuat suara jentikan.

「Oi!!」

Junpei dengan spontan meringkuk, dan berjongkok disana sambil memegangi kepalanya.

ーーsebelumnya, Kido dibuat jadi potongan daging oleh si Dewa itu, dan dia bahkan pulih kembali.

Dia terlihat seperti anak laki-laki tampan yang normal……tapi dia adalah inkarnasi dari transendental*, kekejaman, dan kepolosan.
*tdk msk akal. (sumber: wikipedia)

Lebih dari itu, dia orang yang sangat tidak sopan karena dia tidak merasa bersalah terhadap apapun yang dia lakukan.

Dihadapan Junpei yang sepertinya ketakutan, Dewa mengangguk sangat puas.

「Tidak perlu sewaspada itu, kau bisa lega sekarang」

「Lega……kau bilang?」

「Kau bisa menganggapnya sebagai hak istimewa. Bagiku, saat ini kau hanyalah sebuah kerikil dijalanan? Itu benar, dari jalananーーkau memiliki nilai yang patut untuk diambil. Setidaknya, jika aku membunuhmu, harus ada alasan untuk melakukannya」

「Sudah sekian banyak kau melakukan pembunuhan tanpa alasan, itu sedikit membuatku agak terkejut」

Karena sindiran tajam Junpei, Dewa memiringkan kepalanya seolah dia tidak peduli.

「Jadi, levelmu hampir mencapai 1000 kan?」

「Ahh, apa kau tidak tahu?」

「Yah, itulah mengapaーーmulai sekarang, untukmu, aku bisa menggunakan kekuatan dewa, dan mampu merubah tubuhmu sendiri sampai taraf tertentu」

「……?」

Dengan senyum yang terkesan dipaksakan, Dewa tertawa jahat.

「Ya, keadaan itu terlalu awal ya. Dalam festival diwaktu iniーーKarnaval masih belum dimulai, jadi. Ngomong-ngomong, apakah kau sudah bertemu dengannya? 」

「Mengatakan hal-hal buruk yang tidak bisa dipahami dari tadi……jadi, kenapa, untuk alasan apa kau muncul?!!」

「Ahh, itu, itu, tentang itu. Jadi, alasanku adalah memihakmu……, ada sesuatu yang aku sangat ingin tahu」

「Ingin tahu tentang……?」

「ーーaku ingin melihat permainan balas dendammu. Itulah hal yang membuatku tertarik sekarang 」

Junpei yang memiliki ekspresi tercengang, membuka mulutnya dengan lebar.

「……permainan balas dendam?」

*UnUn*, Dewa mengangguk secara berelebihan.

「Aku terus terang saja. Aku tidak begitu keberatan jika kau mati. Bahkan jika kau mati di labirin, bahkan jika kau mati di Karnaval, atau bahkan jika kau terbunuh oleh orang-orang di luar. Jika itu menyenangkan, mana yang bagus. Tapi, kau yang telah mencapai tingkat yang berbeda dari manusia sekarang, untuk teman sekelasmu sebelumnya, dan orang-orang biasa di dunia luar, tentang bagaimana kau akan memperlakukan merekaーーhanya memikirkannya, itu benar-benar membuatku tertarik, kau tahu!」

「Terserah jika kau bersemangat, tapi, sayangnya, aku adalah penghuni labirin sialan ini. aku tidak bisa keluar」

「Tidak, itu benar. Tapi aku ingin kau mengamuk……begitulah caramu mengatakannya, yah, aku ingin melihat bagaimana kau akan mengamuk 」

「Itu sebabnya aku beritahu kau, aku adalah tawanan dilabirin ini……kau pasti orang yang paling mengerti itu」

「Un. Betul. Tetapi aku ingin melihat」

「Itu sebabnya aku bilang padamu mustーー」

Dewa menghentikan Junpei yang hampir mengatakan itu dengan tangannya.

「Bukankah sudah kubilang, ‘lebih dari itu’?」

「Artinya……apa yang ingin kau katakan?」

「Hei, kau? 」

「Aa?」

*Nikkori*, Dewa tertawa dengan senyum yang sangat polos.

「Apakah kau ingin aku membiarkanmu keluar?」

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded