Emperor Domination Chapter 11 – Arogan Bagian 1 – Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Meskipun Nan Huairen bukanlah seorang jenius, bukan berarti dia tidak punya kemampuan. Kalau tidak, dia tidak akan menjadi pemimpin ruang di antara semua murid lainnya. Dia telah membaca manual “Invisible Dual Blades” sebelumnya. Di matanya, itu hanya teknik bela diri yang biasa, tetapi di tangan Li Qiye, itu memiliki kekuatan yang menakutkan.
Dia dengan hati-hati menatap Li Qiye. Sebagai orang yang cerdik, ia mampu membedakan karakteristik dan emosi dari seseorang dalam sekejap. Namun, dia tidak bisa melihat melalui Li Qiye yang berusia tiga belas tahun di depannya. Usia tiga belas tahun adalah ketika kaum muda bergabung dengan sekte; itu adalah usia di mana mereka akan secara emosional terprovokasi. Namun, Li Qiye memiliki aura tenang yang sedalam lautan. Sulit untuk mendeskripsikan dengan kata-kata.

Fisik fananya, roda kehidupan yang fana, dan istana takdir fana membuat para tetua dan Nan Huairen meragukannya. Kenyataannya, Nan Huairen berpikir bahwa Li Qiye memiliki penyakit mental selama kontak pertama mereka, penyakit mental yang membuat seseorang bertindak arogan dan tanpa beban dalam semua keadaan. Namun, setelah beberapa hari terakhir ini, dia mulai memahami bahwa arogansi dan ketenangan yang secara alami muncul merupakan bagian dari siapa Li Qiye sebenarnya.

“Ini adalah bencana besar!” Pelindung Mo panik karena dia tidak bisa menemukan solusi: “Ujian sudah berakhir! Kita harus kembali ke sekte!”

Tinggal di sini sekarang sama dengan berlama-lama di gua singa atau gua naga. Satu-satunya pikiran dalam benaknya saat ini adalah melarikan diri.

“Ini hanya masalah kecil, mengapa kita harus lari?” Sebagai pelakunya, Li Qiye dengan malas duduk di kursinya. Dia perlahan-lahan berbicara: “Bagi saya, tidak ada tempat yang lebih aman daripada Gerbang Iblis Sembilan Utusan .”

Pelindung Mo dengan marah menatap Li Qiye. Dia benar-benar ingin menamparnya beberapa kali. Namun, dia kemudian ingat bahwa bencana telah mendekat dan kehilangan semua keinginannya untuk mengajarkan anak nakal ini sebuah pelajaran.

“Apa yang kau tahu!” Seseorang yang biasanya pendiam dan dingin seperti Pelindung Mo dengan putus asa menegur Li Qiye: “Apakah kau pikir kau tidak tertandingi di bawah langit setelah kau dengan beruntung membunuh Du Yuanguang? kau tidak tahu kekuatan Gerbang Iblis Sembilan Utusan . Belum lagi Raja Iblis, bahkan seorang tetua mereka saja sudah cukup untuk berurusan dengan semua ke-enam tetua kita. Gerbang Iblis Sembilan Utusan yang berusaha menghancurkan kita sama seperti mereka membunuh semut.”

Kata-katanya sederhana tetapi realistis. Pada kenyataannya, jika enam tetua diberi gelar, mereka hanya akan disebut Pahlawan, setara dengan pelindung Gerbang Iblis Sembilan Utusan . Para tetua dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan semua berada di tingkat Bangsawan Kerajaan, dan Raja Iblis adalah salah satu yang telah menciptakan keajaiban dan legenda yang tak terhitung jumlahnya dalam tiga puluh ribu tahun terakhir. Kekuatannya dalam tanpa celah.

“Pelindungku Mo, jangan terlalu khwatir.” Li Qiye berbicara dengan sikap menyendiri: “Jika masalah ini ada di tempat lain, aku akan sedikit terganggu, tapi kita di sini di Gerbang Iblis Sembilan Utusan . Kita akan melihat siapa yang akan membunuh siapa. Pahlawan Bernama? Bangsawan Kerajaan? Orang bodoh itu tidak bisa mencapai puncak!”

“Kau…” Pelindung Mo kehabisan kata-kata. Anak kecil ini telah berkata bahwa Pahlawan Bernama dan Bangsawan Kerajaan tidak akan bisa mencapai puncak ketika tetua mereka hanya berada di tingkat Pahlawan Bernama.

Saat ini, ada sesuatu yang terdengar di luar. Ekspresi Nan Huairen langsung memburuk. Dia pergi keluar untuk memeriksa dan dengan cepat berlari kembali ke dalam sambil berteriak dengan histeris: “Ini buruk! Ada blokade di luar gedung!”

Kerumunan memasuki gedung, dipimpin oleh Pemimpin Sekte Fu. Ekspresinya, sekarang, sangat jelek.

Melihat ekspresi Fu, Pelindung Mo tahu bahwa seseorang tidak bisa bersembunyi dari matahari selamanya. Dia mengambil napas dalam-dalam dan pergi untuk menyambutnya: “Saudara Fu, ini hanya sedikit kesalahpahaman.”

“Salah paham? Kalau begitu kau bisa menjelaskannya pada junior kita, Xu Hui!”

Pemimpin Sekte Fu berdiri di samping dan seorang pria muda datang di sampingnya.

Pemuda ini mengenakan jubah emas. Tubuhnya dikelilingi oleh aura berdarah dan cahaya emas tembus pandang terletak di atas kepalanya. Dia baru berusia dua puluh tahun, tapi auranya sudah sangat kuat.

Ketika dia melihat pemuda itu, Pelindung Mo hanya bisa menggigil. Pria di depannya kemungkinan besar mencapai tahap Mandat Surga. Itu cukup luar biasa; Pelindung Mo butuh lima puluh tahun untuk mencapai Mandat Surga.

Pemimpin Sekte Fu dengan dingin berkata: “Ini adalah Xu Hui, murid pertama Pelindung Hua. Du Yuanguang adalah murid terakhir Pelindung Hua, tetapi dia sekarang sudah mati. Junior Xu Hui menginginkan reparasi.”

Xu Hui melangkah maju. Matanya memancarkan cahaya keemasan, membuatnya tampak seperti pedang yang telah terhunus. Dia memiliki aura tirani, aura yang rasanya ingin melahap orang lain.

Xu Hui, tentu saja, jauh lebih kuat daripada Du Yuanguang. Bahkan jika dia bukan jenius tertinggi, dia dianggap mapan di dalam sekte, begitu banyak tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

“Pembunuh sudah pasti harus dihukum mati; perseteruan yang melibatkan darah harus dibayar dengan darah. Tidak ada ruang untuk diperdebatkan.”Xu Hui menatap Li Qiye seperti binatang yang ingin merobek mangsanya menjadi bagian-bagian kecil.
Pelindung Mo dengan cepat memediasi: “Junior Xu, ini adalah kesalahpahaman. Murid sekte kami tidak ingin membunuhnya, itu hanya kecelakaan.”

Xu Hui dengan serius menjawab: “Tidak ada ruang untuk berdebat. Serahkan penjahatnya sekarang, jangan melakukan kesalahan lain. Kalau tidak, Kalian semua hanya akan mencari kematian. Jika kau tidak berhati-hati, ini mungkin akan membawa akhir bagi sektemu.”

“Tidak heran…” Li Qiye perlahan bangkit dari kursinya dan dengan anggun berjalan ke depan sambil memelototi Xu Hui: “Tidak heran mengapa suasana Gerbang Iblis Sembilan Utusan begitu suram, itu karena idiot sepertimu.”

Baik Nan Huairen dan Pelindung Mo menelan air liur mereka. Nan Huairen berteriak di dalam hatinya: “Ya Tuhan, wahai leluhurku, berbicara satu atau dua kalimat tidak akan membunuhmu sekarang, kan? kau memanggilnya idiot dihadapannya sama dengan menuangkan minyak kedalam api.”

“Kata-kata itu saja membuatmu layak dibunuh seribu kali !”

Niat membunuh Xu Hui meletus saat dia dipenuhi kemarahan; dia bergerak menuju Li Qiye.

Pelindung Mo menghalangi. Dia meraih tangan Xu Hui untuk menghentikannya dari mengamuk.

“Pelindung Mo, jangan membuat kesalahan lagi!” Pemimpin Sekte Fu menyalurkan energinya; tubuhnya mulai memancarkan cahaya keemasan. Ketika dia melangkah maju, auranya sendiri membuat sulit bagi Pelindung Mo untuk bernapas.

“Pemimpin Sekte Fu, apakah ini bagaimana Anda memperlakukan tamu Anda di Gerbang Iblis Sembilan Utusan ?” Pelindung Mo terkejut oleh perbedaan kekuatan antara dia dan Fu. Fu adalah Pahlawan Bernama, kecuali Tetua ada di sini untuk melawannya, tidak ada seorang pun di sini yang bisa menghentikannya.

Pemimpin Sekte Fu tidak menunjukkan emosi saat dia menyatakan: “Jika kau menyerahkan penjahat ini, kau akan tetap dianggap sebagai tamu terhormat dari sekte kami. Namun, jika kau berpikir sektemu memiliki kekuatan untuk menjadi musuh kami dan terus menyembunyikan penjahat, maka bukan hanya hidupmu yang akan hilang, seluruh sektemu akan menemui kehancurannya!”

“Demise?” Li Qiye, yang sedang dilindungi oleh Pelindung Mo, sedikit tertawa dan berkata: “Gerbang Iblis Sembilan Utusan telah menjadi terlalu arogan. Jika ada bahaya kehancuran sekte, itu adalah sektemu!”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded