Emperor Domination Chapter 22 – Gua Suci Bagian 2 – Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Sembilan Utusan Virtuous Paragon tidak hanya seekor ayam yang berhasil mengolah tingkat dao, ia juga salah satu dari makhluk yang disebut Virtuous Paragon (Makhluk Berbudi Luhur) yang paling kuat di zamannya. Pada satu titik, ia telah dengan mulia menyapu Ke-Sembilan Dunia; namanya terkenal dan dengan arogan menyebar ke empat penjuru dunia. Namun, ia masih kalah dari Li Qiye pada akhirnya dan tidak punya pilihan selain menjadi pelindung nasib Kaisar Abadi Min Ren.

“Hanya Iblis yang berada di bawah langit” adalah slogan Virtuous Paragon sementara “Hanya Ayam yang berada di atas bumi” adalah garis kata Li Qiye untuk menggodanya.

Banyak dari generasi master sekte dan para jenius dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan yang mencoba untuk menyelesaikan kalimat kedua, tetapi mereka selalu gagal. Tidak ada yang akan menduga bahwa itu adalah garis kata yang konyol.

Li Qiye memanggil pendiri sekte mereka, seekor ayam tua, itu sangat kasar. Namun, jika seseorang benar-benar memikirkannya, itu juga bisa dikatakan benar.

“Mari kita lihat apakah nenek moyangmu meninggalkan sesuatu yang bagus.” Li Qiye dengan senang tersenyum dan masuk ke gua, tidak mempedulikan para tetua.

Para tetua kembali fokus dalam kesadaran mereka dan segera mengikutinya masuk.

Hanya satu ruangan yang berada di dalam gua suci. Di dalam, lampu yang mempesona bersinar cemerlang dari semua harta. Ada harta yang terlihat hidup, logam abadi, dan perhiasan surgawi di daerah pusat. Di sebelah kanan ada manual budidaya yang tak ternilai harganya yang berupa gulungan-gulungan kuno. Seluruh ruangan, dihiasi dengan harta yang kuat, yang membutakan para tetua.

Mata Li Qiye menyapu setiap sudut gua saat dia bergumam, “Harta dari ayam tua itu sangat melimpah.” Reputasi Sembilan Utusan Virtuous Paragon sangat pantas; harta karun seumur hidupnya sangat menakutkan.

Seorang tetua terdekat mendengarnya berbisik dan bertanya: “Apa yang kau katakan?”

Li Qiye menggelengkan kepalanya dan menjawab: “Tidak ada, aku hanya berbicara sendiri.”

Jawaban ini membuat semua tetua curiga menatap Li Qiye; bahkan para tetua masih berpikir bocah itu terlalu misterius.

” Pedang Ganda Naga Ungu!” Seorang tetua melihat banyak harta karun yang mengambang di udara dan tidak bisa tidak berseru: ” Iblis Penghancur Pagoda, Sembilan Cabang Galaxy, Kapal Kayu Surgawi – ini adalah semua harta yang telah tercatat dalam sebuah gulungan kuno sekte.”

“Ini adalah Papan Kuno Qing Mu…” Seorang tetua lainnya sedang melihat manual budidaya dan menemukan teknik kuno yang mengejutkan.

Pada saat ini, para tetua dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan tengah terpesona. Tampaknya pendiri sekte mereka hanya meninggalkan setengah dari harta karunnya kepada sekte dengan benar ketika dia meninggal.

“Harta… Harta Suci Kaisar Abadi!” Pada saat ini, mata tetua pertama bergerak menuju meja berbatu giok di tengah ruangan. Ada yang mencurigakan dari kotak kuno yang disegel itu, tapi aura Kaisar Abadi itu masih bocor keluar dari kotak.

Meskipun itu hanya mengungkapkan seuntai kekuatannya, itu bisa dibandingkan dengan kekuatan langit yang tinggi. Kekuatan ini membuat mereka merasa seolah-olah ditekan oleh sembilan langit. Aura Kehendak Surga dapat ditemukan di sekitarnya. Semua makhluk duniawi harus tunduk pada sisa-sisa napas Kaisar Abadi ini.

“Harta Suci Kaisar Abadi!” Sisa dari para tetua yang akhirnya melihat item itu terguncang dengan rasa ketertarikan. Ini adalah Harta Suci Kaisar Abadi yang ditinggalkan oleh Kaisar Abadi yang diciptakan oleh Min Ren sendiri.

Saat para tetua tenggelam dalam kegembiraan mereka, Li Qiye membuka mulutnya: “Jangan lupa, aku yang memiliki hak untuk memilih item pertama.” Kata-kata ini seperti melemparkan seember air dingin ke seluruh kepala mereka.

Mata yang merah menyala menatap Li Qiye. Jika dia mengambil harta ini, bukankah impian mereka akan hancur seketika?

Meskipun banyak tatapan kematian, Li Qiye tetap berdiri di sana dengan santai. Dia tidak takut mereka berubah pikiran. Bahkan jika semua tetua hadir, dia masih akan bertindak sama.

Pada akhirnya, tetua pertama mengambil nafas dalam dan menyatakan: “Gerbang Iblis Sembilan Utusan kami akan melakukan apa yang kami katakan; jika Raja Iblis telah membuat kesepakatan denganmu, kami pasti tidak akan menelan kata-kata kami kembali!”

Setelah selesai, mulutnya terasa pahit karena penyesalan. Ini adalah Harta Suci Kaisar Abadi, tapi dia tidak bisa menentang keputusan master sektenya.

“Tampaknya kalian masih memiliki kehormatan.” Li Qiye masih setenang air sambil perlahan-lahan berbicara: “Aku benar-benar menghargai Raja Iblis kalian, Lun Ri.”

Kata-kata arogan ini membuat para tetua tidak bisa berkata apa-apa. Raja Iblis mereka adalah pahlawan tiada tara. Seluruh hidupnya dipenuhi dengan banyak prestasi tidak hanya di Wilayah Pusat Dunia, tetapi diseluruh Dunia Kekaisaran Fana sekalipun .

Namun, di sini ada seorang anak laki-laki berumur tiga belas tahun membicarakannya. Dia bahkan dengan berani mengatakan bahwa dia “menghargai” Raja Iblis Lun Ri! Jika orang luar mendengar ini, mereka akan tertawa sampai gigi mereka rontok. Namun, ini bukan pertama kalinya para tetua mendengar Li Qiye mengatakan sesuatu yang keterlaluan, jadi apa yang bisa mereka lakukan selain diam?
“Clap, clap, clap.” Li Qiye menepuk tangannya tiga kali dan kotak kuno misterius dari lemari segera terbang ke tangannya. Li Qiye memelototi para tetua dan menyimpan kotak di bajunya sebelum berkata: “Itu hanya Harta Suci Kaisar Abadi, tidak perlu begitu khawatir.” Selesai berbicara, dia berbalik dan pergi.

Para tetua dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan terkejut karena dua alasan. Yang pertama adalah karena Li Qiye hanya bertepuk tangan tiga kali untuk membuat kotak kuno terbang ke tangannya – kejadian ini sangat aneh. Itu juga terjadi terlalu cepat; mereka tidak dapat melakukan apa pun kecuali hanya melihat dan ingin tahu tentang apa yang ada di dalam kotak. Kedua, ucapan yang keluar dari mulut Li Qiye, Harta Suci Kaisar Abadi adalah sesuatu yang tidak penting. Itu adalah Harta Suci Kaisar Abadi, semua orang tahu hal apa yang diwakili dari itu, tetapi ucapan Li Qiye, jenis harta ini mirip dengan awan di langit.

Karena para tetua masih menyesuaikan diri dengan peristiwa yang baru saja terjadi, Li Qiye sudah meninggalkan gua. Para tetua dengan cepat menghitung semua harta dan mulai bersiap untuk menyimpannya di Gerbang Iblis Sembilan Utusan.

Butuh tiga hari bagi mereka untuk menyelesaikan tugas. Yu He, sekali lagi, harus membawa Li Qiye di punggungnya. Namun, dia tidak lagi malu atau marah kali ini; dia tahu betapa pentingnya Li Qiye bagi sekte itu.

Di Ruang Langit, semua tetua hadir. Hanya Raja Iblis Lun Ri yang tidak ada di sana. Ketika Li Qiye duduk di kursinya, suara Lun Ri muncul di ruangan: “Aku masih berada di tengah-tengah meditasi terpencilku. Sungguh disayangkan aku tidak bisa bertemu dengan anda.”

Meskipun kuat dan berpengaruh, Raja Iblis Lun Ri sangat sopan terhadap bocah tiga belas tahun ini.

Li Qiye dengan tenang menjawab: “Kami masih punya banyak waktu, tidak perlu terburu-buru.”

Raja Iblis Lun Ri terdiam sesaat, lalu dia bertanya: “Tuan Muda Li, apakah Anda bersedia tinggal di Gerbang Iblis Sembilan Utusan? Apa pun yang bisa diberikan oleh Sekte Kuno Dupa Suci, kami bisa melakukan hal yang sama!”

Para tetua tidak terkejut dengan kata-kata Raja Iblis mereka. Seolah-olah mereka sudah mendiskusikan situasi ini.

Usulan ini membuat Li Qiye merenung untuk beberapa saat. Gerbang Iblis Sembilan Utusan pasti memiliki keuntungan besar daripada Sekte Kuno Dupa Suci, bahkan berkali-kali lipat. Setiap pembudidaya, terutama yang lebih muda, akan memilih Gerbang Iblis Sembilan Utusan tanpa keraguan.

“Terima kasih untuk niat baikmu, tapi aku memiliki hubungan yang sangat penting dengan Sekte Kuno Dupa Suci. Karena aku saat ini murid utama, aku akan selamanya menjadi murid dari Sekte Kuno Dupa Suci.”Li Qiye memiliki terlalu banyak keterikatan emosional pada Sekte Kuno Dupa Suci, bahkan jika dia tidak suka semua master sektenya, terutama Murid utama pertama Min Ren. Inilah mengapa setelah Kaisar Abadi Min Ren meninggal, dia tidak pernah kembali ke sekte.

Faktor kunci untuk keputusannya adalah bahwa ia ingin membangun kembali Sekte Kuno Dupa Suci. Jika dia tidak bisa memilih Istana Pelindung Langit ( TL Note : Sekte dari Raja Naga Hitam dari chapter awal), maka itu bahkan lebih tidak mungkin bahwa dia akan memilih Gerbang Iblis Sembilan Utusan.

Seorang Tetua tidak senang dengan respon dan dengan dingin berseru: “Hmmph, itu hanya Sekte Kuno Dupa Suci, bagaimana bisa membandingkannya dengan Gerbang Iblis Sembilan Utusan?!”

Banyak orang ingin bergabung dengan Gerbang Iblis Sembilan Utusan karena itu adalah sekte yang paling kuat di Negeri Bagian Old Ox. Namun, Li Qiye menolak undangan pribadi Raja Iblis – ini membuat mereka tidak senang.

Li Qiye menyeringai sebelum menjawab: ”Seorang master sejati yang tak tertandingi tidak akan peduli apakah sebuah sekte itu kuat atau lemah. Puncak itu tidak mempedulikan apakah seseorang berasal dari kaum jelata atau bangsawan!”

Jawaban ini membuat para tetua menggigit lidahnya karena itu adalah respons yang luar biasa alami, namun itu mengandung keyakinan dan kekuatan.

Semua orang menatap bocah laki-laki berusia tiga belas tahun yang baru saja berbicara sebaris kata yang berisi kebijaksanaan dan kemauan yang diperlukan untuk mencapai puncak.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded