Emperor Domination Chapter 24 – Puteri Sembilan Utusan Bagian 2 – Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Jika ini terungkap, itu akan menjadi tindakan pengkhianatan terhadap sekte. Hanya orang gila atau orang bodoh yang melakukan hal seperti itu. Pelindung Mo merasa dia termasuk salah satu dari dua kelompok itu. Namun, intuisinya mengatakan kepadanya bahwa di masa depan, mereka akan memiliki potensi yang tidak terbatas jika mereka mengikuti anak laki-laki berusia tiga belas tahun ini. Namun, pada akhirnya, ini hanya berdasarkan pada intuisi.

Jantung Nan Huairen juga kaget. Ini adalah pilihan hidup yang sangat penting, dan tuannya telah memilih takdirnya. Nan Huairen tahu apa jawabannya: “Dengan hanya satu kata dari senior, dan aku akan melompat melalui api dan air tanpa ragu-ragu!”

Nan Huairen berkata dengan cara yang paling serius setelah menghirup nafas berat.

Sebelumnya, ketika dia menyebut Li Qiye “senior”, itu memiliki arti yang berbeda. Karena itu adalah bagian dari kebiasaan sekte. Sekarang, kata “senior” memiliki konotasi yang berbeda.

Seorang pemuda berumur tiga belas tahun hampir membalikan seisi Gerbang Iblis Sembilan Utusan, ia berani meremehkan para Tetua yang berada pada tingkat bangsawan kerajaan, dan ia mampu berbicara dengan tenang di depan Raja Iblis! Orang lain akan berpikir Li Qiye terlalu arogan, atau dia orang yang tidak tahu kekuatannya sendiri; Namun, itu karena mereka tidak melihat ketika dia melintasi Hutan yang Gundah dan membunuh Pelindung Hua dan muridnya. Nan Huairen mengerti bahwa persepsi orang lain tentang Li Qiye benar-benar tidak akurat.

Li Qiye, sebagai Murid Utama dari Sekte Kuno Dupa Suci, berani membunuh seorang Pelindung dan meminta putri Gerbang Iblis Sembilan Utusan menjadi seorang pembantu. Dia sudah merencanakan segalanya sebelum melangkah ke Gerbang Iblis Sembilan Utusan, yang mana ia tahu bahwa ia bisa berjalan tanpa cedera.

Nan Huairen sangat pintar, dan dia memikirkannya dengan hati-hati. Bahkan jika dia mencoba sekuat nyawanya, puncaknya hanya akan menjadi Tetua Sekte Kuno Dupa Suci. Mungkin sosok Li Qiye akan mengubah nasibnya.

Melihat kedua orang ini bergabung menjadi kelompoknya, Li Qiye menganggukkan kepalanya dan dengan berani mengumumkan: “Suatu hari, kalian berdua akan memahami betapa bijaksananya keputusan yang telah kalian buat hari ini.”

“Apa yang harus kita laporkan ketika kita kembali ke sekte?” Pelindung Mo bertanya dengan hati-hati. Peristiwa yang terkait dengan ujian dan pernikahan memiliki terlalu banyak arti; dia tidak tahu apa yang boleh dikatakan.

Li Qiye tersenyum pada Pelindung Mo dan menjawab: “Jika Tetua Yun ingin berbicara denganmu, maka menurutku, kau harus melakukan hal ini…”

Apa yang Li Qiye katakan padanya membuat Pelindung Mo merasa tidak nyaman. Sebelum keberangkatan mereka, Tetua Pertama dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan telah bertemu dengannya dan meminta agar cerita tentang Pelindung Surgawi dirahasiakan. Pada saat itu, Pelindung Mo belum menyetujui permintaan tersebut.

“Aku mengerti.” Pelindung Mo tahu apa yang seharusnya dan yang tidak boleh dia katakan selama retorika yang dipilih untuk menguntungkan dia dan Li Qiye.

Akhirnya, mereka bertiga meninggalkan Gerbang Iblis Sembilan Utusan. Pelindung Besar Yu He secara pribadi pergi untuk melihat keberangkatan mereka. Baru-baru ini, tidak ada satu pun dari Sekte Kuno Dupa Suci yang pernah menerima kehormatan seperti itu.

Gerbang dibuka, dan portal antara Sekte Kuno Dupa Suci dan Gerbang Iblis Sembilan Utusan diaktifkan. Akhirnya, kelompok tiga orang tersebut telah kembali ke rumahnya. Setelah meninggalkan kuil, mereka mengambil napas dalam-dalam dan menikmati roh surgawi dari Sekte Kuno Dupa SUci; mereka berpikir tentang peristiwa yang terjadi dan merasa seperti mereka baru saja terbangun dari mimpi.

***

Kembali ke Sekte Kuno Dupa Suci, sebagai orang yang memimpin perjalanan untuk pengujian diantara dua sekte, Pelindung Mo segera pergi menemui Ke-Enam Tetua untuk memberikan laporannya. Li Qiye kembali ke puncak gunungnya.

Li Qiye berdiri dengan tenang di atas puncaknya, menghadap ke keseluruhan Sekte Kuno Dupa Suci. Dia ingat ketika Kaisar Abadi Min Ren masih hidup; daerah sekte membentang satu juta mil, dan energi yang dimurnikannya sama luasnya dengan lautan.

Sekarang, tidak hanya daerah yang diatur oleh Sekte Kuno Dupa Suci berkurang, tetapi energi halus dari sekitarnya perlahan-lahan mengering. Siapa pun yang berdiri di tanah ini akan merasakan bahwa esensi dunia dari sekte itu telah menjadi sangat tipis.

Hari ini, Sekte Kuno Dupa Suci seperti lilin berkelap-kelip redup yang tertiup angin atau seorang pria tua yang bisa menemui ajalnya kapan saja.

Li Qiye mendesah dalam hatinya. Dia tidak memilih Kota Pelindung Surgawi atau Kuil Dewa Perang; bahkan Gerbang Iblis Sembilan Utusan. Dia akhirnya memilih Sekte Kuno Dupa Suci yang tengah merosot.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, dia tidak menyukai Master Sekte Kuno dari Sekte Kuno Dupa Suci. Tahun itu, dia berharap bahwa Min Ren akan memilih murid yang berbeda untuk menjadi Master Sekte berikutnya, bahkan ketika bakat murid itu tidak sekuat murid utama. Li Qiye sangat menghargainya karena karakternya. Sayangnya, setelah dia bangun dari tidur nyenyaknya, dia menemukan bahwa murid utama telah menjadi Master Sekte yang baru dan memproklamasikan sektenya untuk menjadi sekte tradisional ortodoks.

Li Qiye tidak pernah menyukai tipe orang yang menganggap diri mereka sebagai satu-satunya yang ortodoks, yang mengapa dia tidak pernah kembali ke Sekte Kuno Dupa Suci atau peduli tentang pasang surutnya.
[TL Note: Ortodoks = Ajaran Kuno]

Namun, di era ini, di mana dia telah mendapatkan kembali tubuh aslinya, sangat penting untuk tau bahwa orang pertama yang dia temui adalah Iblis Tua dari Sekte Kuno Dupa Suci. Li Qiye telah mengajar sendiri Min Ren; dalam arti, dia adalah pendiri sejati dari Sekte Kuno Dupa Suci. Dia yakin bahwa dia bisa menyalakan kembali kejayaan lamanya. Suatu hari, Sekte Kuno Dupa Suci, di bawah komandonya, akan menyapu langit dan bumi, memerintah atas Sembilan Dunia.

Li Qiye begitu tenggelam dalam pikirannya sehingga dia tidak memperhatikan kedatangan Nan Huairen.

“Senior, Tetua ingin melihatmu.” Nan Huairen menunggu sampai Li Qiye selesai merenung sebelum dia berbicara.

Li Qiye sedikit mengangguk dan mengikuti Nan Huairen ke Ruang Besar. Enam Tetua telah berkumpul di sana sebelumnya, dan mereka semua memiliki mata tertuju pada Li Qiye.

Suasana di Ruang Besar tiba-tiba menjadi aneh dan tenang. Setiap orang punya pemikiran mereka sendiri.

Enam Tetua sebelumnya telah mendengar laporan Pelindung Mo tentang peristiwa yang menyangkut pengujian, tetapi Pelindung Mo tidak mengungkapkan semuanya. Dia berkonsentrasi pada Li Qiye yang melewati Hutan yang Gundah, dia sengaja melaporkan pertarungan dengan Xu Hui dengan tidak jelas, dia tidak menyebutkan Tongkat Penghukum Ular, atau kontrol Li Qiye terhadap empat Pelindung Surgawi. Pada akhirnya, dia bahkan menyimpulkan bahwa kemenangan Li Qiye atas Xu Hui adalah murni keberuntungan.

“Kau telah berhasil melewati pengujian bukan?” Tetua Pertama secara resmi bertanya pada Li Qiye. Sebenarnya, Ke-Enam Tetua tidak memiliki keyakinan mengenai pertunangan ini, tetapi hal yang mustahil telah terjadi. Li Qiye melewati persidangan, tetapi detail yang lebih mengejutkan adalah dia bisa pergi melalui Hutan yang Gundah.

Li Qiye mengabaikan suasana serius di ruangan itu, dan berseru: “Tetua Yang Terhormat, itu benar! Sepertinya saya harus mendapatkan imbalan yang dijanjikan kepada saya, bukan?”

“Tentu saja akan ada hadiah, tapi aku ingin kau menjelaskan satu hal.” Tetua Pertama bertanya: “Dari apa yang aku dengar, Xu Hui adalah murid muda yang terkenal dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan. Budidayanya sama dengan pemimpin sekte di sekte kita. Kau baru saja bergabung dengan sekte kami dan tidak pernah membudidaya sebelumnya, bagaimana kau berhasil mengalahkannya?”

“Tetua Yang Terhormat, Hukum itu rumit; dan seni bela diri itu sederhana. Saya berlatih teknik “Invisible Dual Blade” dengan cara yang aneh; selama lawan mengungkapkan kelemahan dalam pertahanan mereka, dia akan segera menerima serangan kematian. Ketika datang kedalam pertempuran antara hidup dan mati, orang yang berani akan menang.”Li Qiye menjawab dengan tenang.

“Omong kosong!” Seorang Tetua bernama Xiong tiba-tiba berteriak dan dengan dingin melanjutkan:

“Seorang manusia yang memproklamasikan bahwa dia telah membunuh seorang pembudidaya tingkat Mandat Surga melalui teknik bela diri biasa adalah konyol.” Tetua Xiong yang sebelumnya telah mendukung Li Qiye; Namun, hari ini, dia berbicara dengan dingin, dan dia bahkan tidak senang; sebelum dan sesudahnya seperti langit menentang sebuah kedalaman.

Li Qiye menatap Tetua Xiong dan berbicara perlahan: “Tetua yang terhormat, saya hanya berbicara kebenaran. Apa yang orang lain tidak bisa lakukan bukan berarti saya tidak bisa juga.”

Dia kemudian melihat Tetua yang tersisa di ruangan: “Tetua yang Terhormat, hari ini, saya adalah pahlawan dari Sekte Kuno Dupa Suci. Jika Tetua benar-benar berpikir bahwa saya telah menipu dengan beberapa cara, maka kalian dapat mempertanyakan orang-orang yang melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri; orang-orang seperti Pelindung Mo atau orang-orang dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan.”
“Semua Tetua tahu, di dalam hati, dalam perjalanan ke Gerbang Iblis Sembilan Utusan itu berbahaya dan tidak menyenangkan. Dengan pergi ke Gerbang Iblis Sembilan Utusan, kami pada dasarnya hanya berjalan kepada kehancuran kami sendiri. Namun, karena reputasi Sekte Kuno Dupa Suci, bahkan jika saya kehilangan hidup saya, saya akan melakukan hal yang sama lagi. Hari ini, saya kembali sebagai pahlawan. apa alasan dibalik kecurigaan kalian pada saya? Ini cara kalian memperlakukan seorang pahlawan? Jika ini adalah kenyataan, maka hati orang-orang akan menjadi dingin; siapa yang ingin mengorbankan diri mereka untuk sekte itu lagi?”Li Qiye berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan:”Sebelum keberangkatan kami, kami memiliki perjanjian; apakah Anda para Tetua yang terhormat ingin menarik kembali kata-kata kalian sendiri? Jika itu masalahnya, maka saya hanya bisa mengatakan bahwa saya bergabung dengan sekte ini adalah sebuah kesalahan. Peraturan dari Sekte Kuno Dupa Suci adalah hukum yang berasal dari garis keturunan Kaisar Abadi untuk banyak era; jika para tetua tidak jujur dengan kata-kata mereka, lalu bagaimana kita bisa tetap dipercaya sebagai sebuah sekte?”

“Apakah sekte kami dapat dipercaya atau tidak, itu bukan berarti kau bisa berbicara seenaknya.” Seorang Tetua berteriak keras.

Li Qiye mengabaikan reaksi Tetua ini dan terus melanjutkan: “Saya mempertaruhkan hidup saya pergi ke Gerbang Iblis Sembilan Utusan dan keluar dengan kesuksesan. Jika Tetua melakukan janji dari hari itu tanpa menuduh saya berbohong, saya tidak akan mengkritik apapun. Kalau tidak, saya akan menangis ‘tidak adil’ karena keberhasilan perjalanan ini berpotensi untuk membunuh saya.”

Selesai berbicara, Li Qiye dengan dingin memelototi Enam Tetua.

“Kau terlalu banyak bacot!” Pada saat ini, Tetua terbatuk. Ekspresinya mengandung sedikit rasa malu.

Tetua Pertama mulai berbicara: “Li Qiye, bukan karena kami ingin menuduhmu, masalahnya, semua ini hanya sedikit aneh. Mari kita kesampingkan hal-hal mengenai Xu Hui; Aku ingin mendengar bagaimana kau berhasil lolos dari Hutan yang Gundah. “

Mata Tetua Pertama bersinar dan menatap Li Qiye seolah ingin melihat kebenaran melalui anak kecil itu.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded