Emperor Domination Chapter 32 – Dua belas Fisik Keabadian Bagian 2 – Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Patung di dalam gudang Senjata dan Armor bukanlah Kaisar Abadi Min Ren atau Tetua yang memiliki kontribusi luar biasa untuk sekte, tetapi dibuat dengan bentuk gagak hitam raksasa.

Patung gagak melebarkan sayapnya seolah ingin terbang melintasi sembilan langit. Cakar-cakarnya mencengkeram dua bilah pedang yang terbuat dari baja. Keduanya adalah tipe yang sama yang digunakan untuk berlatih “Pedang Ganda Tak Terlihat [Invisible dual blade]”.

Tidak ada yang tahu berapa lama pedang ganda ini ada di sini. Mereka tidak bertahan dari siksaan waktu; karat menutupi tepi pedang ganda, dan itu tampak seperti kedua bilah berada di ambang patah setiap saat.

Li Qiye menatap patung itu dengan bingung. Mungkin dia telah melupakan pose ini, tapi Kaisar Abadi Min Ren tidak pernah melakukannya. Nan Huairen, melihat momen khusyuk Li Qiye, dia berbisik: “Senior, ini adalah patung Dewa Gagak di legenda. Ketika pendiri sekte kami masih muda, Dewa Gagak telah mengajarinya di puncak ini. Inilah mengapa sekte kami didirikan di sini; patung ini didirikan setelah kenaikan pendiri sekte kami sebagai peringatan.”

Li Qiye tersenyum mendengar cerita itu. Tentu saja, dia tahu ini karena Dewa Gagak dan dia adalah makhluk yang sama. Dia juga tahu bahwa seluruh cerita itu bohong; alasan sebenarnya mengapa sekte didirikan di sini adalah rahasia yang hanya dia sadari.

Namun, tindakan yang digambarkan oleh patung ini tidak salah. Pertama kali dia bertemu bocah kecil pemberani yang menyukai seni bela diri, dia menggunakan cakarnya untuk mencuri pisau dari tangan anak itu.

Meskipun dia telah menjadi Kaisar Abadi, Min Ren tidak pernah melupakan pertemuan pertama mereka.

“Mari kita masuk ke dalam.” Li Qiye mendapatkan kembali ketenangannya dan masuk ke dalam Gudang Senjata dan Armor.

Di dalam gudang senjata dan armor, ada semua jenis Harta Suci yang berbeda dan Harta Berumur Panjang. Tingkat pertama memiliki sepuluh ribu senjata yang berbeda, tetapi ini hanya terbuat dari baja yang dicampur dengan logam tingkat rendah. Ini adalah harta dengan nilai yang relatif rendah.

Senjata pembudidaya dibagi menjadi empat jenis: pertama, senjata biasa; kedua, senjata berumur panjang; ketiga, senjata kehidupan; dan terakhir, senjata sejati.

Senjata biasa dimaksudkan untuk murid baru. Senjata-senjata ini sangat umum karena terbuat dari baja fana dicampur dengan logam magis; mereka tidak terbuat dari materi yang sangat langka. Meskipun senjata-senjata ini, di mata manusia, akan dianggap sebagai senjata surgawi yang dapat menembus baja seperti lumpur, para pembudidaya tidak berpikir banyak dari mereka. Mereka tidak bisa sepenuhnya memanfaatkan kekuatan kebenaran misterius yang berasal dari Grand Dao.

Secara teknis, senjata berumur panjang tidak dianggap sebagai senjata tradisional. Mereka agak, seperti harta lainnya, sebaliknya; bahkan jika mereka mengambil bentuk senjata. Mereka dimaksudkan untuk memperpanjang umur seseorang dan memberi makan energi darah penggunanya. Bisa dibilang, setiap pembudidaya akan memiliki setidaknya satu Harta Berumur Panjang karena akan memberi makan Roda Kehidupan mereka. Itu juga bisa memiliki peran pendukung yang sangat penting dalam pertempuran karena bisa dengan cepat mengisi Roda Kehidupan yang habis selama pertempuran.

Senjata Kehidupan dan Sejati adalah kekuatan nyata untuk para pembudidaya. Mereka memiliki penggunaan yang sangat baik dalam cara bertahan dan menyerang.

Dalam jangka hidup seorang pembudidaya, mereka bisa memiliki banyak HartaSuci yang berbeda dan bahkan mewarisi HartaSuci dari orang lain. Namun, mereka hanya bisa memiliki satu Harta Sejati karena harta ini terhubung langsung dengan Jiwa Sejati mereka; Harta Sejati dan Jiwa Sejati secara langsung diperkuat dan mendukung satu sama lain, dan Harta Sejati, yang pernah dikaitkan dengan seorang pembudidaya, tidak dapat diwarisi oleh pembudidaya lain.
(TL Note : Harta Suci setara dengan Senjata Kehidupan dalam tingkat)

Meskipun seorang pembudidaya harus menciptakan Harta Sucinya sendiri dan menggunakannya untuk sisa hidupnya, kekuatan Harta Sejati sangat melebihi Harta Suci biasa. Bahkan jika itu adalah kelas yang sama, Harta Sejati akan memusnahkan Harta Suci dalam sekejap mata.

Beberapa senjata dari tingkat pertama adalah senjata Biasa seperti Pedang Baja Terdalam, Sabre Bulan Es, dan Cakar Meteorik, sementara senjata kehidupan berkisar dari Pagoda Shan He dan Iblis Pembunuh Lingkaran, Hingga tongkat Jiang Jiao.

Ada juga beberapa senjata sejati seperti Batu Dewa Surgawi, Tali Langit Berdarah, dan Pena Kaligrafi Tebasan Matahari.

Semuanya dari Harta Suci dan Harta Sejati memiliki nilai yang sangat rendah; dengan demikian, murid generasi ketiga manapun dapat memilih mereka. Para murid dengan kontribusi mampu memilih dari tingkat kedua sebagai gantinya.

Sambil berjalan di tingkat pertama, Li Qiye memperhatikan aura pembunuh dari harta suci ini dan kemampuan mereka untuk menyerap energi dari Grand Dao.

Dia mengambil waktu untuk melihat masing-masing, dan dia kemudian dengan santai pergi ke tingkat kedua. Tingkat kedua hanya berisi senjata kehidupan dan sejatinya dengan peringkat yang lebih tinggi dari tingkat pertama.

Namun, Li Qiye juga hanya melihat setiap senjata sekali. Dia tidak memilih salah satu dari mereka, dan mereka naik ke tingkat tiga.
Melihat Li Qiye memasuki tingkat ketiga, banyak murid yang memilih senjata mereka melihatnya dengan cemburu. Seseorang tidak bisa tidak mengatakan: “Aku pergi ke gunung selatan dan memenggal dua Roh Panjang Umur dan memberikan banyak kontribusi kepada sekte ini, dan aku hanya bisa memilih di tingkat kedua dari Harta Sejati. Kenapa dia bisa naik ke tingkat tiga?”

Tingkat tiga dari gudang senjata dan armor disediakan untuk murid dengan kontribusi besar untuk sekte. Kemampuan Li Qiye untuk memasukinya membuat murid lain merasa tertipu. “Dia memiliki order dari tetua.”

Li Qiye berbalik ke arah para murid yang marah dan perlahan berkata: “Jika kalian memiliki kemampuan untuk mempertanyakan para Tetua, pergi dan lakukanlah. Berkicau di sini hanya membuang-buang waktu.”

Kata-kata Li Qiye membuat marah para murid generasi ketiga. Banyak dari mereka di sini memiliki status tinggi dalam kelompok sebaya mereka sendiri, tetapi mereka dipandang rendah oleh sepotong sampah.

“Mari kita lihat berapa lama kau bisa menjadi arogan! Suatu hari, aku akan memberimu pelajaran!” Seorang murid dengan marah berteriak.

Li Qiye mengabaikannya dan terus berjalan ke tingkat ketiga. Nan Huairen menyesalkan fakta bahwa para murid ini hanya bisa melihat penampilan luarnya. Apakah mereka benar-benar berpikir bahwa Li Qiye adalah seseorang yang idiot?

Begitu mereka melangkah ke dalam tingkat ketiga dari gudang senjata dan armor, ada cahaya menyilaukan yang disebut aura yang mempesona. Senjata Kehidupan dan Sejati yang dikelilingi oleh lampu berputar-putar oleh aura mereka sendiri membuat suara surgawi yang khas dan menggunakan energi dari Grand Dao seperti tsunami yang tak terbendung; seolah-olah semua harta ini hidup.

Tanpa diragukan lagi, senjata-senjata ini, di sini, memiliki nilai dan status yang lebih tinggi daripada yang ada di tingkat kedua.

“Senior, semua Senjata Kehidupan dan Sejati di sini luar biasa dibandingkan dengan yang di bawah. Nilai terendah di sini adalah Jiwa Berumur Panjang dan yang tertinggi adalah Surgawi Kuno. Bahkan ada Harta Sejati di gudang senjata dan armor ini.”Nan Huairen menjelaskan kepada Li Qiye.

Senjata kehidupan dan senjata sejati terhubung dengan para pembudidaya yang menggunakannya. Itu lebih baik bagi seorang pembudidaya Berumur panjang untuk memilih senjata Jiwa Berumur Panjang.

“Lihat, ini Roda Berumur Panjang Jiu Lu!” Nan Huairen memperkenalkan: “Senior, roda ini terbuat dari cincin kehidupan binatang berumur panjang Jiu Lu, dan mewarisi kekuatan binatang tersebut; jika kau menggunakan roda ini untuk memberi makan esensi kehidupanmu, itu akan memurnikan kekuatan darahmu.”

“Dan ini adalah Tali Surgawi Jiang Fei.”

Nan Huairen menjelaskan dengan cara yang menunjukkan Li Qiye bahwa dia benar-benar hafal detail tentang isi dari ruang harta tingkat ketiga ini.

“Harta ini diciptakan dari tulang-tulang binatang Surgawi di peringkat Prajurit Kanopi. Aku percaya bahwa binatang ini adalah Naga Berkepala Kembar. Setelah kau terhubung dengan harta ini, kau bisa menggunakannya untuk mengaktifkan kebenaran kekuatan asli tulang naga.”

“Di sana ada Kampak Penghancur Neraka, itu ditempa dari sepotong Baja Abadi Roh Bintang…”

Nan Huairen tampak seolah-olah dia tahu semua senjata kehidupan dan Sejati di tingkat ketiga ini; dia tidak bisa berhenti memperkenalkan semuanya kepada Li Qiye.

Li Qiye meliriknya dan memuji: “Sepertinya kau benar-benar akrab dengan tempat ini.”

Nan Huairen tersipu dan menjawab ucapan Li Qiye: “Aku selalu bertanya untuk memberi tanda setiap kali tuanku harus pergi ke gudang senjata dan armor, jadi aku tahu sedikit tentang tempat ini. Tingkat keempat, bagaimanapun, aku hanya naik ke sana sekali dengan leluhurku.”

Karena Nan Huairen bersahabat dan mudah bergaul, tidak seperti tuannya, Tetua Sun sangat menyukainya.

“Lantai di atas… Harta Suci dan Sejata macam apa yang sebenarnya itu miliki?” Tanya Li Qiye dengan santai.

Gudang senjata dan armor memiliki sembilan tingkat, tetapi dia, saat ini, hanya tau dan boleh ke-tiga tingkat.

“Aku baru berada di tingkat keempat sekali; harta yang ada di tingkat Bangsawan Kerajaan. Adapun lantai atas, aku tidak tahu detail yang tepat untuk masing-masingnya.”Nan Huairen menggelengkan kepalanya.

“Akankah tingkat sembilan mengandung Harta Sejati Kaisar Abadi?” Li Qiye menyuarakan pertanyaannya. Min Ren telah menciptakan banyak Senjata Sejati sepanjang hidupnya, dan Li Qiye tahu bahwa Min Ren telah meninggalkan beberapa untuk melindungi sekte tersebut.

Nan Huairen melihat sekeliling dan berbisik: ”Aku mendengar bahwa kita tidak lagi memiliki Harta Suci Kaisar Abadi. Jadi tentu saja, kami juga tidak memiliki Harta Sejati Kaisar Abadi.”

“Tidak ada yang tersisa?” Li Qiye menemukan bahwa sulit untuk dipercaya karena Min Ren tidak hanya meninggalkan satu. Tidak peduli seberapa tidak berbakti keturunannya, mereka tidak bisa membuang semuanya.

Nan Huairen menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan lembut: “Aku tidak tahu detail tepatnya, bahkan tuanku pun tidak tahu. Seperti yang aku katakan sebelumnya, tiga puluh ribu tahun yang lalu, kami bertempur dengan sekte Dewa Surgawi. Dalam pertempuran itu, kami kehilangan hak atas Kerajaan Kuno kami yang telah kami perintah selama ratusan ribu tahun serta Harta Sejati Kaisar Abadi yang terakhir. ”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded