Emperor Domination Chapter 41 – Sang Puteri Hanya Menjadi Seorang Pelayan Bagian 1 – Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Adegan ini menyebabkan semua orang tercengang, dan ini termasuk Ke-Enam Tetua. Meskipun mereka adalah Tetua dari Sekte Kuno Dupa Suci, dengan tingkat budidaya mereka, yang terbaik yang bisa mereka lakukan hanya bergelar Pahlawan Ternama.

Yu He berbeda; dengan status Pelindung Agung dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan, dia adalah seorang Bangsawan Kerajaan yang sangat kuat. Dia bahkan bisa diberikan gelar Makhluk yang Tercerahkan.

Inilah mengapa praktisi dengan tingkat budidaya lebih rendah daripada Yu He, seperti Tetua dari Sekte Kuno Dupa Suci, tidak memiliki kualifikasi untuk berdiri berdampingan dengannya; karena ini, posisi mereka sudah diturunkan setengahnya.

Enam Tetua dengan hormat menyambut Yu He saat Pelindung Agung berbicara kepada Li Qiye dengan hormat; tidak ada yang mengerti kejadian yang ada di depan mata mereka.

Apa yang lebih luar biasa adalah bahwa Yu He juga membawa pesan dari Raja Iblis Lun Ri: jika Li Qiye, sekali lagi, menjadi tamu di Gerbang Iblis Sembilan Utusan, Lun Ri secara pribadi akan menyambutnya.

Siapa Raja Iblis Lun Ri? Dia adalah penguasa besar dari seluruh wilayah; dia bisa berjalan bebas di seluruh dunia. Tetua dari Sekte Kuno Dupa Suci hanya bisa menatapnya dari jauh, dan seseorang seperti Raja Iblis Lun Ri ingin menyapa Li Qiye secara pribadi? Ini merupakan hal yang tak terbayangkan.

Adapun murid-murid lain, mereka tidak dapat berpikir. Sekaligus, orang-orang di tempat kejadian berdiri terdiam di tempatnya. Namun, mereka bahkan lebih terkejut di tempat Li Qiye secara alami yang melengkungkan lengan kirinya; Li Shuangyan menatapnya sejenak, tanpa mengatakan apapun. Dia kemudian, dengan lembut, memegang lengan Li Qiye, dan dia pergi dengan Li Qiye dengan sikap patuh.

“Pelindung Yu, Aku tidak punya waktu untuk melayanimu.” Sebelum pergi, Li Qiye hanya meninggalkan satu kalimat sementara Yu He membungkukkan punggungnya untuk mengucapkan selamat tinggal.

Tidak ada seorang pun di Sekte Kuno Dupa Suci yang dapat memahaminya; tidak satupun dari mereka memiliki penjelasan untuk hal-hal yang baru saja terjadi. Kejadian-kejadian ini begitu berada di luar imajinasi mereka sendiri. Para murid, Tetua, dan Pelindung semua dari mereka, tidak bisa sadar untuk waktu yang lama.

***

Sementara semua orang masih terperangah, Li Qiye telah membawa Li Shuangyan kembali ke puncak miliknya. Begitu mereka melangkah masuk ke dalam rumah kecil, di mana hanya ada mereka berdua, Li Shuangyan menarik tangannya dari Li Qiye.
Dia dengan marah menyipitkan matanya ke Li Qiye, dan suaranya yang dingin dan arogan terdengar di udara: “Kali ini, apa kau puas?”

Li Qiye bertindak seolah-olah dia tidak melihat sikap Li Shuangyan. Dia dengan nyaman duduk di kursi, dan dia menatapnya, perlahan berkata: “Di depan semua orang, apakah kau berpikir dengan meraih tanganku sama dengan memberiku kehormatan besar? Memuaskan kesombonganku? Tidak, kau salah. Li Qiye ini tidak membutuhkan kekaguman yang sia-sia seperti itu.”

“Fakta bahwa aku membiarkanmu memegang lenganku adalah aku memberimu tiga bagian untuk diperlihatkan…” Li Qiye terdiam sesaat, dan matanya menjadi dingin; dia kemudian berbicara dengan serius: “Aku selalu menyembunyikan kekurangan orang-orang yang ada di sisiku , dan aku selalu melindungi mereka. Karena kau ingin mengikutiku, aku memberimu kehormatan dengan membiarkanmu memegang lenganku. Ini agar kau bisa bangga! Sebenarnya, sebagai pelayan pedangku, kau tidak memiliki status untuk memegang tanganku dan berjalan di sampingku; Kau perlu mengingat itu!”

“Kau!” Li Shuangyan terguncang karena marah, dan wajahnya memerah dengan merah cerah. Dia menerima perintah untuk datang ke tempat ini, untuk melepaskan status kerajaannya; dia dengan sabar memegang tangan si brengsek ini, dan dia mengikutinya di hadapan semua orang. Orang bisa mengatakan bahwa dia memberinya sepuluh bagian kehormatan. Namun, sekarang, dia berani mengucapkan kata-kata ini. Bagaimana mungkin dia tidak marah?

“Kau memiliki kebanggaanmu sendiri, aku bisa mengerti.” Li Qiye tidak mengakui amarahnya, dan dia terus berbicara: “Kau diperintahkan oleh Raja Iblis untuk datang ke sini, tetapi, di dalam hati, Kau tidak ingin. Kau menganggap dirimu sendiri sebagai wanita yang berbakat, putri kesayangan dari surga, dan kau memandangku dengan penghinaan yang besar; Kau mempercayaiku untuk tidak layak mendapat perhatianmu bahkan untuk sesaat – ini normal. Namun, ingat kata-kata ini, hari ini, aku membiarkanmu memegang lenganku. Ini untuk memberimu awal yang baik. Jika kau merasa menjadi korban karena harus mengikutiku, maka itu adalah masalahmu. Keputusan ada di tanganmu; Namun, ketika tiba hariku menyapu seluruh langit dan bumi ini, tidak akan ada tempat bagimu di sisiku!”

Seorang bocah tiga belas tahun, mengatakan kata-kata penuh percaya diri dan sombong, bahkan seorang pangeran yang berasal dari negeri kuno tidak akan membuat pernyataan seperti itu. Namun, hari ini seorang anak laki-laki berusia tiga belas tahun mengatakan kata-kata yang mendominasi seperti itu.

Jika orang lain mengatakan hal semacam itu, maka itu pasti akan menjadi sebuah arogansi dan ketidaktahuan. Namun, Li Shuangyan melihat ekspresi tenang Li Qiye yang tak terbantahkan dan nadanya yang menunjukkan kepercayaan dirinya dalam mengucapkan kata-kata paling arogan di dunia. Jika itu lain waktu, dia akan menganggapnya sebagai hal yang lancang, bodoh, dan Raja Ye Lang; Namun, sekarang, dia tidak bisa melihat pola itu dalam penampilannya.
(TL Note :Raja Ye Lang adalah semacam ekspresi memanggil seseorang yang tidak tahu apa-apa dan arogan. Pribahasa dari China pastinya.)

Tentu saja, Li Shuangyan tidak ingin datang kemari secara sukarela. Di luar perintah Raja Iblis Lun Ri, bahkan Tetua Pedang yang terhormat dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan berpikir bahwa  Li Qiye akan memberinya masa depan yang menjanjikan; mereka akhirnya membujuknya, sehingga dia pun datang.

Hal ini, bagi Li Shuangyan, bisa dianggap sebagai keluhan yang tak tertandingi. Dia adalah penerus Gerbang Iblis Sembilan Utusan, dan dia adalah putri dari negeri Old Ox. Apakah itu bakat atau penampilan, dia adalah seorang phoenix yang luar biasa; dia adalah putri yang dicintai surga.

Pelayan laki-lakinya, bahkan jika hanya menghitung jenius yang berbakat, sangat banyak seperti karangan yang melintasi sungai, tetapi dia tidak peduli; Namun, hari ini, dia harus merendahkan dirinya menjadi seorang pembawa pedang untuk seorang manusia.

Tuannya, Raja Iblis Lun Ri, adalah seorang ahli dengan budidaya yang sangat kuat dengan bakat dan kecerdasan yang luar biasa; bahkan di era dimana Kehendak Surga retak, dia mampu menentang langit dan menjadi tirani di satu sisi. Namun, tuan generasi ini dan tuannya malah menghargai seseorang yang hanya memiliki Fisik Fana, Roda Kehidupan Fana, dan Istana Takdir Fana; ini membuatnya begitu bingung – tanpa jawaban – setelah berpikir panjang!

Dia ingin melepaskan amarah dalam hatinya, tetapi dia tidak tahu caranya; dia ingin memanggil Li Qiye tanpa berpikir, tetapi situasinya malah menjadi seperti ini.

Pada akhirnya, Li Shuangyan tidak dapat menahan diri dan dengan marah berkata: “Bagus, kau menganggap dirimu tak tertandingi di dunia, kalau begitu buktikan kepadaku. Jika kau benar-benar memiliki kemampuan semacam itu, maka aku akan menganggap kata-kata itu sah. Jika tidak, kau hanya melamun untuk memuaskan egomu sendiri.”

Melihat Li Shuangyan sejenak, Li Qiye perlahan mengangkat suaranya: “Bukti? Aku tidak punya apa-apa untuk dibuktikan!”

Li Shuangyan dengan marah menggigil melihat sikap Li Qiye yang arogan. Usianya baru tiga belas tahun, jelas lebih muda darinya, tetapi kata-katanya jauh mendominasi; seolah-olah dia adalah kaisar tertinggi untuk seluruh generasi. Bocah laki-laki berusia tiga belas tahun ini sudah gila untuk mengucapkan kata-kata seperti itu dengan sikap acuh tak acuh dan arogan.
“Aku memiliki formasi sihir; jika kau bisa mengatakan beberapa kebenaran misterius mengenai hal itu, belum lagi jika kau mampu menyelesaikan formasi ini dengan sukses, maka aku mengakuimu memiliki kemampuan!”Setelah selesai berbicara, Li Shuangyan mengeluarkan bulu binatang purba – asalnya tidak diketahui . Itu adalah segudang simbol melengkung, rune Dao, bintang, dan formasi dari ribuan titik. Bulu binatang kecil ini, tampaknya, mengandung semua bintang di alam semesta; seolah-olah itu menyimpan semua misteri yang mendalam dari langit dan bumi.

Jika seseorang melihat dengan seksama, roh mereka akan tersedot seketika dengan perasaan seperti mereka tiba-tiba memasuki dunia misterius. Tidak peduli betapa luar biasanya bakat seseorang, mereka tidak akan mampu mengendalikan diri. Mereka akan terpikat oleh kebenaran misterius dari bulu binatang, dan akhirnya, jatuh terpikat pada formasi sihir, tidak dapat melarikan diri dari dalamnya.

Li Qiye melihat bulu tua ini; itu terlalu akrab. Dalam sekejap mata, sudut formasi sihir jelas muncul di kepalanya. Ini adalah salah satu bagian dari ingatan mengenai formasi sihir lengkap yang tersembunyi di pikiran Li Qiye, dan itu adalah formasi sihir pada bulu binatang purba.

Sudut kecil dari formasi sihir ini terlalu mendalam. Mengenai formasi lengkap, Li Qiye terlalu malas untuk mengingat seluruh ingatan karena tidak ada orang lain yang tahu lebih dari dia.

“Ini hanya sudut formasi yang rusak. Dengarkan baik-baik, sekarang: Mulai dari konstelasi Kui Xing, menuju Sembilan Pintu Masuk, hindari Delapan Bulan Penuh, berbelok ke Sembilan Bintang, beralih ke Bima Sakti, dan kemudian kembali ke Dao…”Li Qiye dengan tenang berbicara sambil menunjuk dengan nya jari: “Ini akan menjadi pusat dari formasi yang rusak; ini dengan hati-hati dilindungi oleh enam Binatang dan empat Dewa, bersama. Dari dulu hingga sekarang, orang-orang yang berhasil menembus formasi ini dapat dihitung dengan jari.”

Li Qiye berbicara dengan fasih tanpa jeda; seolah-olah dia telah menghafalnya. Setiap kata, dari mulutnya, membuatnya terdengar seperti itu bukan pembentukan sihir mahakarya, tetapi hanya teknik sepele.

Namun, Li Shuangyan benar-benar terkejut. Dia tahu rahasia yang menghancurkan surga dari formasi sihir yang rusak ini. Bahkan pendiri sektenya, leluhur dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan, sudah cukup beruntung untuk memiliki bulu binatang kuno kecil ini. Sudut formasi sihir yang rusak, sendirian, sudah cukup untuk banyak jenius dan Paragon berbudi luhur dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan untuk menjadi berbagai macam penelitian dalam beberapa generasi; pada akhirnya, mereka dapat sepenuhnya memahami kebenaran yang mendalam di balik formasi yang rusak ini.

Meskipun memahami teorinya, mereka tidak dapat benar-benar menciptakan formasi sihir ini untuk penggunaan praktis. Melihat bakat Li Shuangyan untuk formasi sihir, Raja Iblis Lun Ri memberikan formasi itu kepadanya, penuh optimisme, karena dia mungkin bisa, suatu hari, memahami formasi ini lebih jauh; ini juga bisa menjadi dorongan untuk pelatihannya. Setengah dari budidayanya saat ini juga terkait dengan formasi sihir ini.

Sejak usia muda, Li Shuangyan sudah mulai mempelajari formasi ini, tetapi butuh sepuluh tahun baginya untuk memahaminya. Ini di bawah bimbingan dari pengetahuan yang ditinggalkan oleh Paragon Berbudi Luhur. Kalau tidak, orang lain, tanpa keadaan yang baik, akan menyia-nyiakan waktu yang tidak diketahui.

Impian Li Shuangyan adalah bahwa suatu hari, ia dapat menciptakan formasi ini; meskipun itu hanya sudut yang rusak, itu masih bisa membunuh Dewa dan Dewi; namun, dia tahu, dengan budidaya dan keberuntungannya saat ini, mimpi ini tidak akan menjadi mungkin.

Perjalanan ke Sekte Kuno Dupa Suci, Raja Iblis Lun Ri juga ingin dia membawa serta bulu binatang purba dan menunggu kesempatan yang tepat untuk meminta Li Qiye untuk melihat apakah dia tahu sesuatu tentang itu atau mendengar pikirannya mengenai hal itu.

Li Shuangyan tidak akan pernah, bahkan dalam mimpi terliarnya, berpikir bahwa Li Qiye akan mampu, hanya dengan sekali lirik, dengan fasih menggambarkan formasi rusak ini yang dianggap tak tertandingi di dunia.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded