Emperor Domination Chapter 46 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Tidak meyakinkan? Aku Akan Mengalahkanmu Sampai Kau Yakin! Bagian 2

“Seorang bocah yang lebih muda dariku… Metode apa yang bisa dia ajarkan kepada kita? Bukankah ini akan mengakibatkan kesalahan dalam budidaya kita? Dalam waktu kurang dari setahun, aku ingin lulus ujian itu; dalam satu dari sepuluh ribu kemungkinan bahwa aku tidak lulus, makanya, aku harus menunggu selama lima tahun!” Seorang siswa yang tidak puas bicara.

Ada banyak murid yang tidak senang. Yang lain juga mulai ikut mengeluh: “Itu benar. Kita memiliki nasib buruk! Seseorang yang lebih muda, dibandingkan kita, telah dikirim ke sini untuk memberi kita petunjuk mengenai Dao; ini adalah penindasan  terhadap kita.”

Seorang murid dengan bakat yang baik cemberut, dan dia kemudian berkata, dengan meremehkan: “Hmmph, sampah dengan Fisik Fana dan Istana Takdir Fana masih bisa menjadi murid utama kita; itu benar-benar aib bagi Sekte Kuno Dupa Suci!”

“Ssst, kakak Luo. Hati-hati atau dia akan mendengar kita.” Seorang murid berbisik sambil menarik temannya.

Sebenarnya, sebelum ini, Pemimpin Sekte Zhou telah menyiratkan untuk membuat Li Qiye kesulitan. Masalah ini bukan masalah besar, dan tidak akan ada seorang pun yang menggantikannya. Itulah sebabnya mengapa murid aula bela diri menjadi lebih berani.

“Jadi kenapa kalau dia bisa mendengar kita?” Murid yang dipanggil kakak Luo mengangkat suaranya lebih tinggi sebagai gantinya, dan dia dengan keras berkata: “Dia hanyalah seonggok jerami sampah, dan dia tidak berbeda dari orang lain! Bahkan jika dia dekat dengan Gerbang Iblis Sembilan Utusan; kita tidak bisa membiarkan dia menunda budidaya kita karena itu! Mengapa kita membudidayakan diri selama beberapa tahun terakhir ini? Itu supaya kita bisa lulus ujian dan menjadi murid di sekte ini. Jika kita diajarkan oleh seonggok sampah seperti dia, upaya kita dalam beberapa tahun ini akan sia-sia.”

“Itu benar.” Pada saat itu, banyak murid yang mulai setuju: “Kami tidak dapat membiarkan sampah sepertimu membuang-buang usaha bertahun-tahun kami dengan sia-sia! Kami ingin dia pergi! Ganti dengan pengajar yang lain!”

Dengan tiba-tiba, sekitar selusin murid menimpali. Mereka mengelilinginya bersama, membentuk lingkaran, dan mereka mulai berontak dan berteriak. Melihat situasi ini, Nan Huairen, mengerutkan kening, ingin melangkah maju, tetapi dia dihentikan oleh Li Qiye.

“Singkirkan sampah ini; dia tidak memenuhi syarat untuk mengajarkan kami Dao !” Puluhan siswa dengan keras mencemooh: “Seseorang yang baru saja bergabung dengan sekte ini bahkan tidak setara denganku, dan dia masih memiliki keberanian untuk mengajarkan kami Dao!?”

Seorang murid dengan meremehkan berkata: “Apanya yang nilai dari Murid Utama? Pfft, dia bahkan tidak lebih bernilai dari sebuah koin!”

Kakak Luo berteriak: “Benar! Budidayanya tidak sekuat kami, tetapi dia masih ingin mengajarkan kami Dao. Ini benar-benar memalukan! Ingin mengajar Dao kepada kami bukanlah hal yang sulit; dia hanya harus mengalahkan kami terlebih dahulu, dan kemudian kami baru bisa akui.”

“Itu tidak baik.” Seorang murid perempuan yang memiliki mata besar, memiliki rasa takut, berkata: “Memprovokasi seorang pengajar; itu bukanlah sesuatu yang bisa dibiyar dengan ringan.”

“Bah, memprovokasi pengajar? Dia harus memiliki kualifikasi untuk menjadi pengajar kami; barulah kami bisa terima.” Kakak Luo dengan lantang berkata.

“Itu benar, tanpa kualifikasi untuk menjadi pengajar kami, dia tidak akan dapat berbicara tentang ajaran Dao. Bagaimana ini disebut memprovokasi pengajar?” Banyak murid setuju tanpa berpikir dua kali , kakak Luo ini diberi hormat yang tinggi di antara teman-temannya.

“Jadi, kalian semua benar-benar tidak puas dengan senior ini?” Sekarang Li Qiye mulai membuka mulutnya, para murid di sini dengan cepat menjadi diam. Mereka memandang Li Qiye sementara Li Qiye melihat kembali pada mereka. Bagaimanapun, Li Qiye masih lah seorang Murid Utama yang dikirim oleh Tetua.

“Tidak puas, ya? Bisa dibilang aku adalah orang yang berpikiran terbuka.” Li Qiye tertawa begitu keras hingga matanya tertutup.
Melihat senyum Li Qiye menyebabkan Nan Huairen, yang berdiri di sampingnya, menggigil. Ekspresi senyum Li Qiye menciptakan ilusi dalam pikirannya; Seolah-olah binatang liar dari Gurun Terpencil telah membuka rahangnya sembari menjilati taringnya yang putih seperti salju dan menatap tajam pada sekelompok domba.

Pada saat ini, banyak murid membuat suara berderak dan berbalik untuk melihat kakak Luo. Tanpa ragu, kakak Luo adalah seseorang yang mereka percayai, dan banyak orang di sini menunggu untuk melihat sikapnya.

Kakak Luo ini, yang cukup percaya diri, tiba-tiba berdiri. Kakak Luo ini berumur enam belas atau tujuh belas tahun, dan dia menatap Li Qiye, yang bahkan lebih muda darinya; dia dengan dingin tersenyum: “Ya! Kita tidak yakin! kau hanyalah murid baru! Apa yang membuatmu pantas untuk memberi kami pengajaran tentang Dao. Hmmph! Dengan santai menarik sekantong sedotan untuk menginstruksikan Dao kepada kami! Ini tidak berbeda dengan menghancurkan masa depan kami!”

“Adik, siapa namamu?” Li Qiye tidak marah dengan itu. Tidak, dia masih menutup matanya dengan senyum di wajahnya saat dia mengatakan itu.

Kakak Luo dengan bangga melihat Li Qiye, dan dia menjawab, ”Aku berjalan tanpa mengubah nama depanku, dan aku duduk tanpa mengubah nama keluargaku; Aku adalah Luo Fenghua! kau ingin membalas dendam, cukup datangi aku !”

Setelah mendengar nama ini, Li Qiye melepaskan senyuman yang lebih cerah; dia telah melihat daftar itu, dan Luo Fenghua itu dia sudah mengetahuinya. Luo Fenghua telah bergabung selama hampir empat tahun sekarang, bakat dan fisiknya tidak buruk. Setelah empat tahun, ia telah mencapai peringkat Istana Ketentuan.

Sebagai murid luar, tanpa kesempatan untuk mempraktekkan hukum budidaya yang superior, di atas fakta bahwa tiga ratus murid hanya diajarkan oleh satu pemimpin sekte, dan dia menggunakan empat tahunnya untuk mencapai peringkat Istana Ketentuan, bahkan jika fisik dan bakatnya tidak layak untuk dibanggakan, dia masih dianggap jenius kecil.

“Selain adik Luo ini, apakah ada orang lain yang tidak puas denganku?” Ucap Li Qiye, menjaga matanya tertutup dan tersenyum lebar.

Luo Fenghua menatap murid-murid lain, dan dia kemudian meninggikan suaranya: “Jika kau tidak puas, katakan saja kau tidak puas; ini bukan masalah besar! Kita bukan sekelompok pengecut! Kita harus bersatu dan menyingkirkan seonggok jerami ini; ini untuk kebaikan kita sendiri! Jika kita membiarkan sekantong sedotan mengajarkan kita Dao, dia akan menghancurkan semua usaha keras kita dari beberapa tahun terakhir. Jika nanti dihukum, maka mereka bisa mendatangiku! Aku akan memikul  itu!”

Luo Fenghua, masih berbicara dengan keras, memiliki beberapa kemampuan untuk memimpin: “Ini tidak salah! Kita perlu secara pribadi berjuang untuk hak-hak kita!”

Di bawah pimpinan Luo Fenghua, banyak murid yang terpancing, dan mereka semua berdiri.

Tiba-tiba, ada hampir seratus murid berdiri, dan beberapa berteriak keras: “Seseorang yang lebih muda dari kita bergabung dengan sekte lebih lambat dari kita. Dia tidak memenuhi syarat untuk meengajarkan kita Dao! Kau harus segera keluar dari Puncak Pembersih Giok!”

“Betul! Cepat keluar! Keluar!” Murid yang lain ikut berteriak.

Pada saat ini, raungan itu lebih tinggi dari ombak, dan para murid, yang terdiam sebelumnya, di bawah gerombolan yang melonjak, tidak punya pilihan selain ikut menggemakan suara mereka.

“Sepertinya kalian semua sangat tidak puas denganku.” Menghadapi murid-murid yang tidak puas ini, Li Qiye yang masih tersenyum berkata: “Namun, ini adalah keputusan yang dibuat oleh Tetua, bukan? Karena kalian tidak puas denganku, aku ingin mendengarkan tuntutan kalian semua. Kalian bisa bicara; orang seperti apa yang akan memiliki kualifikasi untuk mengajarkan kalian semua Dao?”

Meskipun kerumunan itu emosional dan keras, Li Qiye, di sisi lain, tidak marah. Dengan penampilan penuh pengertian, ia membuat sekelompok remaja muda itu ragu sejenak. Tidak ada yang punya pendapat mereka sendiri, jadi mereka tidak punya pilihan selain memandang Luo Fenghua.

Luo Fenghua memenuhi harapan kelompok itu, dan dia dengan dingin mengejek: “Menjadi pengajar kami tidaklah sulit. Setidaknya lebih kuat dari kami! Maka itu akan memenuhi syarat untuk menjadi pengajar kami. Jika seseorang tidak dapat dibandingkan dengan kami, mereka seharusnya tidak berbicara tentang ajaran Dao!”

“Jadi, kau ingin bertanding denganku?” Li Qiye tersenyum pada Luo Fenghua, seperti yang dia katakan.

Luo Fenghua, dengan sikap bangga, menjawab: “Benar; jika kau bisa mengalahkanku, kau akan memiliki kualifikasi untuk mengajarkan Dao kepada kami! Hmmph! Namun, jika kau tidak bisa mengalahkanku, jangan salahkan aku karena menjadi kejam! Terhadap musuhku, aku tidak pernah menahan diri. Pada saat itu, jangan salahkan aku karena memukulimu dengan kejam dan menggulingkanmu di lantai. Begitu aku bergerak, aku akan memotong rusuk dari tubuhmu!”

“Ini… Ini tidak bagus.” Di sampingnya, para murid, dengan mata besar, dengan malu berkata: “Setiap orang yang melakukan pertandingan itu bagus, tapi kita harus tahu waktu yang tepat untuk berhenti.”
Li Qiye menggelengkan kepalanya, dan dengan tersenyum berkata: “Aku merasa bahwa adik Luo ini sangat masuk akal; jika kita berhenti pada waktu yang tepat, maka itu bukan pertarungan namanya. Bukankah itu benar, semuanya? Jika kita ingin bertarung, kita harus menggunakan semuanya!”

Li Qiye melangkah dan dia dengan keras berteriak: “Bagus, menang atau kalah tergantung pada budidaya para petarung!”

“Aku akan melawanmu!” Luo Fenghua, benar-benar berani.

Li Qiye tersenyum lagi, matanya masih tertutup, dan dia berkata: “Kau ingin bertarung? Aku akan bertarung denganmu di sini.”

Selesai berbicara, dia perlahan-lahan mengeluarkan tongkat Penghukum Ular-nya yang digantung di pinggangnya, dan dia berkata: “Aku adalah senior, jadi aku tidak akan mengambil langkah pertama. Kau majulah terlebih dahulu.”

“Hmmph! Kau tidak tahu kekuatanmu sendiri. Kakak Luo ini berada di tingkat Istana Ketentuan! Kau dengan berani menantang kakak Luo dengan tongkat kayu? Orang ini tidak mengenal hidup dan mati!” Seseorang melihat Li Qiye mengeluarkan tongkat Penghukum Ular, dan dia berkata dengan jijik.

Nan Huairen menggelengkan kepalanya; dia tahu bahwa dia akan bernasib buruk. Bahkan seorang ahli seperti Xu Hui dipukuli oleh tongkat Penghukum Ular sampai dia berguling-guling di lantai, apalagi Luo Fenghua yang ada di depannya.

“Kau tidak tahu kekuatanmu sendiri!” Li Qiye mengambil tongkat kayu, memukulnya ke Luo Fenghua, itu sangat memalukan. Dia membuka mulutnya, mengeluarkan raungan keras, dan dia mengambil pedang; itu adalah Harta Sejati dengan peringkat yang bisa dibilang rendah. Pedang itu dikeluarkan, dan dengan suara “onggg” terdengar di udara. Dalam sekejap mata, banyak bayangan pedang yang muncul; satu serangan dari ” Heavenly Vast River Sword” (Pedang Seluas Sungai Surgawi) terbang ke arah Li Qiye.

Pedang Luo Fenghua, yang baru saja digunakan, segera terlempar oleh tongkat Penghukum Ular.
Ledakan terjadi; serangan tongkat berikutnya menyebabkan pandangan Luo Fenghua ditutupi dengan bintang-bintang kuning. Wajahnya dipukul dengan keras sekali, dan darah segar melukis seluruh wajahnya; dia, pada dasarnya, tidak bisa lepas dari tongkat Penghukum Ular.

“Bang… Bang… Bang…” Li Qiye tanpa belas kasihan, dan Luo Fenghua dipukuli puluhan kali. Tiba-tiba, dia membawa Luo Fenghua ke tanah, dan benar saja, Li Qiye terus memukulinya. Luo Fenghua menjerit kesakitan; Li Qiye sangat brutal terhadap Luo Fenghua. Dia mengayunkannya dengan sangat keras; dia melakukannya sampai mata dan hidungnya tertutup seluruhnya dengan darah.

“Ah…” Pada akhirnya, ketika Li Qiye akhirnya menahan diri, Luo Fenghua bahkan tidak memiliki kekuatan untuk berteriak; dia hanya bisa merintih pelan.

Seseorang di bawah peringkat Surgawi Kuno, di depan tongkat Penghukum Ular, hanya bisa menerima pukulan!

Nan Huairen tidak bisa menahan diri untuk tidak melotot pada Luo Fenghua. Bahkan gigi Xu Hui dipukul sampai giginya tersebar di lantai. Kali ini, pemukulan Li Qiye bisa dianggap menahan diri.

Pada titik ini, semua murid terdiam. Hanya dalam sekejap mata, Luo Fenghua, orang terkuat di kelompok mereka, dipukul sampai babak belur.

“Kalian semua melangkah maju sekarang; kalian semua bisa datang bersama sekaligus.” Li Qiye memegang tongkat Penghkum Ular, dan dia menunjukkan pada murid-murid yang memberontak dengan Luo Fenghua; dia mengatakan ini dengan tidak acuh.

“Tapi… Tapi… Kami.” Melihat hasil akhir dari Luo Fenghua, para murid ini mundur selangkah.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded