Emperor Domination Chapter 51 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba

Pengajaran yang Abadi Akan Lebih Baik Seperti Ini Bagian 1

Pada saat yang sama Li Qiye sedang menginstruksikan Dao di Puncak Pembersih Giok, para petinggi dari Sekte Kuno Dupa Suci mengadakan pertemuan rahasia. Bahkan, hanya Enam Tetua yang berhak menghadiri pertemuan itu.

Pertemuan itu secara pribadi diatur oleh tetua pertama. Duduk di kursinya yang tinggi, melihat lima tetua lainnya, dia dengan serius berkata: “Dengan semua dari lima bersaudara di ruangan yang sama, mari kita membicarakan tentang Ramuan Fisik Raja.”

Ketika tetua pertama angkat bicara, lima orang tetua lainnya saling melirik satu sama lain; mereka merenung. Dari Enam tetua, dalam hal kualifikasi dan pengaruh, tetua pertama adalah yang tertinggi.

Ditambah lagi, tetua pertama adalah murid langsung dari Master sekte sebelumnya. Status tetua pertama, bisa dibilang bahwa tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya didalam Sekte Kuno Dupa Suci. Namun, ada desas-desus dalam Sekte Kuno Dupa Suci, bahwa master sekte saat ini, Su Yonghuang, juga seorang murid dari Master sekte sebelumnya. Master sekte saat ini dianggap sebagai murid langsung yang secara diam-diam dipersiapkan oleh Master sebelumnya.

Namun, mengenai hal ini, enam tetua menyadari bahwa itu bukanlah masalahnya.
Dari Enam Tetua, dengan pengecualian Cao Xiong, empat lainnya tidak memiliki ambisi untuk bersaing dalam memperebutkan kursi master sekte karena mereka tahu, berkenaan dengan budidaya atau kontribusi ataupun status, mereka tidak memiliki kualifikasi dalam bersaing untuk kursi Master Sekte.

Sejujurnya, empat tetua percaya bahwa mengenai masalah posisi Master sekte, selain tetua pertama, tidak ada orang lain yang lebih cocok.

“Kita sebelumnya telah setuju dengan Li Qiye bahwa jika dia bisa berhasil menjadi menantu dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan, kita akan memberinya sebuah Ramuan Fisik Raja.” Tetua pertama melihat lima tetua lainnya, dan dia memperdalam suaranya.

Empat orang tetua itu terdiam, dan hanya Cao Xiong yang sangat kesal di hatinya. Li Qiye menjadi menantu dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan; kemudian di masa depan, ini akan berdampak besar pada muridnya, Leng Shizhi, untuk bersaing mendapatkan kursi Master Sekte.

Cao Xiong punya rencananya sendiri; bahkan jika dia tidak memiliki kesempatan untuk menjadi master sekte dalam hidup ini, dia masih berharap pada muridnya, Leng Shizhi, bisa menjadi master sekte berikutnya. Kenyataannya, Leng Shizhi tidak mengecewakan harapannya. Apa yang membuat Cao Xiong sangat menderita adalah bahwa, pada titik setengah rencananya, Li Qiye yang tak terduga tiba-tiba muncul.

Jika Li Qiye benar-benar dapat menikahi Li Shuangyan, di atas posisinya sebagai murid utama, maka Cao Xiong takut bahwa masalah mengenai menjadi Master Sekte berikutnya tidak dapat dihindari, dan dia tidak akan dapat diguncang oleh orang lain; termasuk master sekte saat ini, Su Yonghuang.

Dari Keenam tetua, tetua keempat, Tetua Sun, mengelus jenggotnya ke atas dan ke bawah, dan dia mengangguk; dia berkata: “Hal ini sudah kita sepakati; Li Qiye telah berhasil, memberikan Ramuan Fisik Raja, adalah sesuatu yang harus kita lakukan. ”

Tetua Sun menduduki peringkat keempat diantara para tetua, dan dia tidak menyadari bahwa dia secara tidak sadar mendukung Li Qiye. Alasan mengapa Tetua Sun mendukung Li Qiye sangat sederhana; itu karena muridnya adalah Pelindung Mo.

Tetua Sun tidak hanya memiliki satu murid; dalam kenyataannya, Pelindung Mo, diantara murid-muridnya, tidak dianggap baik. Budidaya Pelindung Mo bukanlah yang terlemah di antara para murid, tetapi Pelindung Mo, dan muridnya, Nan Huairen, sifat mereka adalah kebalikannya; Pelindung Mo adalah pendiam dan tidak memiliki hubungan sosial di atas budidayanya yang hanya rata-rata, itulah sebabnya Tetua Sun tidak berpikir Pelindung Mo bisa mewarisi peninggalannya.

Tetua Sun berpikir untuk mendukung murid lain di masa depan, untuk mewarisi kursi yang lebih tinggi darinya! Namun, belakangan ini, banyak hal telah berubah. Dengan satu kalimat dari Li Qiye, semuanya menjadi berbeda sekaligus! Kata-katanya mengubah Pelindung Mo dan Nan Huairen menjadi duta besar antara Sekte Kuno Dupa Suci dan Gerbang Iblis Sembilan Utusan. Ketika Pelindung Besar Yu dari Gerbang Iblis Sembilan Utusan memiliki kekhawatiran apapun, itu akan disampaikan melalui Pelindung Mo dan Nan Huairen ke Sekte Kuno Dupa Suci.

Kita harus tahu bahwa status Yu He, di negeri Old Ox, adalah seorang Bangsawan Kerajaan. Bahkan Enam tetua pun belum tentu bisa menghubunginya, tapi, sekarang, masalah apa pun akan diinformasikan ke Pelindung Mo dan Nan Huairen. Tiba-tiba, status Pelindung Mo dan Nan Huairen, di Sekte Kuno Dupa Suci, telah sangat membaik.

Murid dan murid dari muridnya yang hebat telah mendapat manfaat yang besar, jadi tentu saja, Tetua Sun harus mendukung Li Qiye.

Tetua pertama berbicara: “Seperti yang saudara semua tahu, kita masih memiliki Ramuan Fisik Raja di sekte kita.”
Hal ini hanya menyebabkan para tetua lainnya berpikir, tetapi hati Cao Xiong menderita rasa sakit. Ramuan Fisik Raja ini telah disimpan untuk waktu yang lama di Sekte Kuno Dupa Suci. Itu telah disimpan sejak zaman master sekte sebelumnya; Namun, Ramuan Fisik Raja ini masih belum digunakan.

Bahkan, tetua pertama pernah memiliki kontribusi yang besar, dan Ramuan Fisik Raja ini dimaksudkan untuk diberikan kepadanya; Namun, tetua pertama enggan karena dia berpikir bahwa dia sudah tua dan dibatasi oleh bakatnya. Baginya untuk menggunakan Ramuan Fisik Raja hanya akan sia-sia.

Ketika bahkan tetua pertama ragu untuk menggunakannya, para tetua lainnya pasti tidak akan memiliki niat, atau alasan, untuk menggunakan Ramuan Fisik Raja ini.

Dari pikiran mereka, saat itu, di masa depan, jika ada murid yang sangat berbakat dalam Sekte Kuno Dupa Suci, dan jika murid ini dapat mendukung satu arah sendirian, maka Ramuan Fisik Raja yang satu itu akan diberikan kepadanya untuk membentuk tubuh!

Saat ini, Ramuan Fisik Raja ini dijanjikan kepada Li Qiye, dan itu adalah masalah yang disepakati oleh tetua pertama; empat tetua lainnya tidak dalam posisi untuk mengatakan apa-apa. Hati Cao Xiong sakit, karena sebelumnya dia mengira bahwa Ramuan Fisik Raja ini akan diberikan kepada muridnya, Leng Shizhi, di masa depan untuk pembentukan tubuh kedua.

“Namun, Li Qiye ingin sumsum Binatang Terkemuka dari Ramuan Fisik Raja ini agar diganti menjadi sumsum binatang Banteng Baja Neraka.”
Tetua pertama berkata dengan nada yang dalam.

Kata-kata ini baru saja diucapkan, tetapi ekspresi dari empat tetua berubah khawatir; Tetua Qian dengan terkejut beralasan: ”Kakak tertua, Banteng Baja Neraka, ini adalah Binatang Surgawi yang sangat langka; semua orang tahu bahwa sumsum binatang dari harga Banteng Baja Neraka di pasar setinggi langit! Sumsum binatang itu dimaksudkan untuk Ramuan Fisik Raja, tingkatan sumsum hewan ini, bahkan yang paling rendah, berusia seratus ribu tahun. Saya takut harga ini akan membuat orang-orang cemas! ”

Tetua pertama dengan lembut menganggukkan kepalanya, dan dia berkata: “Aku telah menghubungi rumah lelang; mereka memiliki sumsum binatang Banteng Baja Neraka, masih muda, kurang lebih berumur sembilan ribu tahun; ini bisa dianggap sepuluh ribu. Mereka bersedia menukar sumsum tulang dengan kita; Namun, kita harus menambahkan seribu keping Giok Suci Kuno. ”

“Seribu keping Giok Suci Kuno?” Setelah mendengar ini, tetua kelima, bernama Zhou, ekspresinya sangat memburuk, dan dia berkata: “Ini adalah singa yang membuka mulutnya; dengan seribu keping Giok Suci Kuno, kita bisa membeli sumsum binatang! Dua ratus ribu tahun! ”

“Kakak tertua, Li Qiye ini, memberinya satu inci lalu dia akan ingin satu mil.” Cao Xiong memahami kesempatan langka ini, dan dia dengan serius berkata: “Masalah besar dari Sekte Kuno Dupa Suci, ini bukan tempat baginya untuk dapat menawar. Dia hanya murid generasi ketiga, namun dia masih berani mengusulkan kondisi itu dengan kita. Semua ini tidak menunjukkan rasa hormat kepada kita! Dia terlalu sombong.”

Ekspresi tetua pertama berubah setelah mendengar kata-kata ini. Cao Xiong terus berbicara kepada empat tetua lainnya: “Saudaraku yang terhormat, kita semua sadar bahwa Ramuan Fisik Raja sangat berharga. Ramuan Fisik Raja ini dimaksudkan untuk murid generasi ketiga, dan ini sudah merupakan berkah besar dari Sekte Kuno Dupa Suci kita. Sudah tidak tahu terima kasih, tapi masih berani menawar …”

“Selain itu, asal mula identitas Li Qiye masih dipertanyakan; bisa dibilang bahwa dia mungkin seorang mata-mata! Kita memberikan Ramuan Fisik Raja yang tak ternilai kepada seorang pengkhianat, bukankah ini seperti membuang roti daging untuk memukul seekor anjing? Jika kita menambahkan seribu keping Giok Suci Kuno, di atas itu, maka Sekte Kuno Dupa Suci kita akan menderita kerugian besar; siapa yang berani menjamin, di masa depan, bahwa Li Qiye tidak akan membelot melawan kita setelah menerima semua manfaat dari kita? ”

Ini adalah kesempatan yang langka bagi Cao Xiong; dia sebisa mungkin mencoba meyakinkan keempat tetua lainnya, dan dia tentu saja tidak ingin Li Qiye mendapatkan Ramuan Fisik Raja ini.

Tetua Wu, peringkat keenam di antara para tetua, mencoba untuk meyakinkan tetua pertama: “Kakak tertua, kita memberinya Ramuan Fisik Raja sudah merupakan pemberian yang besar dari Sekte Kuno Dupa Suci kita; Li Qiye, sebagai murid generasi ketiga, dia harus sadar akan hal ini! Selain itu, kakak tertua sangat tahu dalam hal ini; di sekte kita, Giok Suci Kuno yang tersisa tidak banyak. Jika, kali ini, kita menghabiskan seribu keping lagi, itu sama saja dengan mengosongkan penyimpanan kita; ini bukan masalah sepele, ah, kakak tertua. ”

Para tetua lainnya hanya menatap tetua pertama; meskipun mereka tidak mengatakan apa pun, perspektif mereka sangat jelas. Melihat hal ini, Cao Xiong diam-diam merasa senang. Dia berpikir bahwa masalah ini setengah selesai; dalam beberapa saat, dia akan mengomporinya lagi. Mungkin Li Qiye bahkan tidak akan mendapatkan Ramuan Fisik Raja.
[T/N : Mengompori, dalam bahasa kiasan didaerah saya ini artinya memanas-manaskan orang lain biar tambah emosi]

“Seribu keping dari Giok Suci Kuno, ini tidak layak.” Tetua ketiga juga menyuarakan pendapatnya.

Tak dapat disangkal bahwa empat tetua itu benar-benar menghormati tetua pertama. Tetua pertama, dalam pikiran mereka, memiliki status yang sangat tinggi, dan dia tidak bisa diguncang oleh orang lain.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir situasinya telah berubah. Sampai sekarang, para tetua semua berharap bahwa tetua pertama akan mengambil alih Sekte Kuno Dupa Suci. Di dalam hati mereka, mereka menolak master sekte saat ini, Su Yonghuang! Master sekte yang ideal mereka adalah tetua pertama.

Namun, sehubungan dengan kursi master sekte, tetua pertama tidak pernah mengungkapkan ambisinya. Seiring waktu berlalu, para tetua lainnya pun menjadi kecewa. Khususnya dalam beberapa tahun terakhir, tetua pertama tampak kecewa, dan dia tidak lagi memiliki aura pemberani seperti sebelumnya; ini sangat mengguncang hati para tetua lainnya.

Sebaliknya, Tetua Kedua Cao Xiong tidak pernah menyerah untuk kursi master sekte. Cao Xiong terlalu dekat dengan Penasihat Tamu Dong Shenglong; dalam hati tetua lainnya, Cao Xiong bukanlah Master Sekte yang ideal; Namun, di masa depan, jika mereka benar-benar harus memilih antara Cao Xiong dan Su Yonghuang, mereka tidak akan ragu.

Terutama di masa sekarang, ketika Cao Xiong berulang kali menyarankan niatnya untuk menjadi Master Sekte, membuat hati para tetua itu kurang lebih merasa tersentak di dalam.

Hari ini, ketika Tetua Pertama mengemukakan hal ini, Cao Xiong menunjukkan sebuah kerumitan yang penting di dalamnya, membuat keempat tetua memikirkan kembali pemikiran mereka.

Tepat ketika Cao Xiong mencapai kesempatannya, tetua pertama tiba-tiba memancarkan matanya yang lebar. Dalam hitungan detik, aura tetua pertama sangat menekan yang lainnya; seluruh tubuhnya mengerahkan dan memancarkan sinar kecemerlangan. Pada saat ini, seolah-olah tetua pertama menjadi orang yang berbeda; bentuk surgawinya terbang ke atas langit. Dengan mantra jari Dao yang ada di depan dadanya, dia penuh dengan kekuatan yang mengesankan! Di dalam kekuatan ini ada sedikit tekanan Bangsawan Kerajaan.

Pada akhirnya, Tetua pertama, adalah orang yang bisa diberikan gelar Pahlawan Ternama. Diantara Enam tetua, dia telah berada di sekte paling lama, dan dia juga memiliki budidaya terdalam. Dia, tiba-tiba mengerahkan tekanannya, menyebabkan para tetua lainnya terkejut, dan mereka merasakan atmosfir yang menyesakkan.

Pada saat ini, tetua pertama perlahan membuka mulutnya, dan dia berkata: “Pertentangan saudara-saudara masuk akal, tetapi saudara-saudara juga harus mengetahui keadaan besar yang ada dihadapan kita; Gerbang Iblis Sembilan Utusan, bagi Sekte Kuno Dupa Suci kita, sangat penting! Li Qiye, yang berada di Sekte Kuno Dupa Suci kita, sama pentingnya! Tanpa dia, tidak akan ada Gerbang Iblis Sembilan Utusan! Karena itu, dalam hal ini, aku memanggil saudara di sini berharap saudara-saudara akan menyetujui masalah ini! ”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded