Emperor Domination Chapter 52 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba

Pengajaran yang Abadi Akan Lebih Baik Seperti Ini Bagian 2

Ucapan Tetua Pertama kali ini sangat kuat dan mengesankan. Itu bukan lagi sebuah pertanyaan. Ketika dia mengucapkan kata-kata ini, tidak ada jalan lain; Tetua lain harus setuju.
Aura Tetua Pertama sangat menakutkan, dan, dalam sekejap mata, itu mengguncang hati para tetua lainnya. Bahkan ekspresi Cao Xiong pun sangat berubah!

Dukungan dari empat tetua, kepada tetua pertama, telah mengguncang dalam dua atau tiga tahun terakhir ini; Namun, hari ini, ketika tetua pertama tiba-tiba menggunakan aura memaksanya, itu membuat hati tetua lainnya bergetar dan ragu. Seolah-olah saudara lama mereka dari tahun itu sekarang hadir lagi. Tahun itu, tetua pertama adalah orang yang membuat semua keputusan besar untuk Sekte Kuno Dupa Suci. Dan, tahun itu, aura mengesankannya sama seperti ini.

Ekspresi Cao Xiong memburuk; selama beberapa tahun terakhir ini, ambisinya untuk mendapatkan kursi master sekte belum berkurang. Bagaimanapun, tetua pertama itu merasa putus asa dan terpuruk, ini membuat Cao Xiong menghiraukan keberadaannya. Lagipula, dia belum tentu lebih buruk dari tetua pertama! Jika mereka harus menyelesaikan untuk mendapatkan kursi master sekte, sekali lagi, tetua pertama bukanlah lawannya.

Sekarang, tetua pertama secara mendadak, dan tiba-tiba, memulai badai, dan ini membuat Cao Xiong merasakan sekali lagi bahwa tetua pertama masih menjadi pilar dari Sekte Kuno Dupa Suci!

“Jika kakak tertua berpikir bahwa Li Qiye layak diperlakukan seperti itu, maka saya mendukung keputusan kakak tertua.” Pada akhirnya, Tetua Sun, master dari Pelindung Mo, adalah orang yang pertama mengungkapkan pendapatnya.

Tetua ketiga terdiam sejenak, dan dia akhirnya mengungkapkan pandangannya juga: “Jika kakak tertua benar-benar ingin memperlakukan Li Qiye dengan layak, maka biarlah begitu. Semoga dia tidak akan mengkhianati darah hatimu. “

Kata-kata ini, tidak diragukan lagi, merupakan kesepakatan kepada tetua pertama.
Tetua kelima juga merenungkan, dan dia kemudian berkata: “Kali ini, saya setuju dengan keputusan kakak tertua.”

Tiba-tiba, keempat tetua setuju untuk menerima keputusan ini. Keputusan ini dibuat, bukan karena manfaat Li Qiye, tetapi karena tetua pertama. Empat tetua itu samar-samar merasakan bahwa ambisi tetua pertama belum membusuk. Mereka berharap bahwa tetua pertama bisa, sekali lagi, menanggung beban dari Sekte Kuno Dupa Suci.

Sebelumnya, Cao Xiong memiliki banyak perhitungan kecil dalam pikirannya, berpikir tentang bagaimana untuk tidak membiarkan Li Qiye mendapatkan ramuan Fisik Raja; namun, serangan balik tiba-tiba membuat semua skema Cao Xiong tidak dapat digunakan. Itu membuat Cao Xiong terkejut, dan dia berdiri di tempat yang sama, tidak dapat menerima kenyataan.

Di Puncak Pembersih Giok, Li Qiye telah mengalahkan tiga ratus murid selama lebih dari sepuluh hari, dan dia kemudian menata para murid, terlepas dari budidaya dan teknik mereka yang salah.

Sampai hari ini, tiga ratus murid di Puncak Pembersih Giok diyakinkan oleh Li Qiye dalam kata-kata dan pikiran mereka. Bahkan Luo Fenghua yang arogan, terhadap Li Qiye, diyakinkan dengan kata-kata dan pikirannya.
Xu Pei menjadi kakak tertua dari tiga ratus murid. Usia Xu Pei lebih tua daripada Li Qiye dengan jarak umur yang tidak singkat; Namun, dia penakut dan tidak kepercayaan diri. Di bawah pelatihan yang seperti iblis dalam sepuluh hari terakhir ini, Li Qiye berusaha membentuk Xu Pei; tidak hanya dalam tekniknya yang tidak lengkap, tetapi juga tekad Dao-nya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Dalam sekejap mata, setengah bulan telah berlalu dengan cepat. Hari ini, Li Qiye naik ke kedudukannya yang tinggi. Kenyataannya, Li Qiye tidak datang sendirian. Yang melayani Li Qiye bukan lagi Nan Huairen, tetapi Li Shuangyan.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Li Shuangyan menemani Li Qiye ke Puncak Pembersih Giok. Pertama kali dia mengunjungi itu, ada gelombang besar dalam tiga ratus murid. Lagipula, bagi para murid yang tidak secara resmi didalam Sekte Kuno Dupa Suci, dewi surgawi seperti Li Shuangyan adalah sosok keberadaan yang ada dalam legenda.

Keturunan Gerbang Iblis Sembilan Utusan, putri dari negeri Old Ox, putri yang disombongkan oleh surga, dan seorang jenius dalam budidaya. Gelar-gelar ini sudah cukup untuk mengejutkan murid-murid ini. Bagi beberapa murid, Li Shuangyan tidak dapat mereka jangkau.

Namun, di bawah instruksi Li Qiye, Li Shuangyan baru-baru ini telah muncul dengan Li Qiye ke Puncak Pembersih Giok lebih sering, membuat tiga ratus murid perlahan-lahan menerima keberadaan Li Shuangyan.

Li Shuangyan merasa bingung dengan instruksi Dao yang kejam dari Li Qiye; Namun, dalam beberapa hari menyaksikan Li Qiye, mereka sudah mulai menunjukkan hati hitam mereka, mengungkapkan teknik yang tidak lengkap dan cacat dari para murid, dan ini menyebabkan hati Li Shuangyan bergetar!

Dia bisa mengatakan bahwa Tongkat Penghukum Ular adalah harta ajaib. Namun, hanya dengan Tongkat Penghukum Ular, tidak cukup bagi Li Qiye untuk secara tepat menunjukkan kekurangan dari banyak teknik. Tanpa ragu, Li Qiye memahami kebenaran yang mendalam di balik metode dan teknik ini.

Murid-murid Puncak Pembersih Giok tidak berlatih Hukum Prestasi yang tiada taranya, tetapi, untuk memahami kebenaran mendalam dari puluhan Hukum Prestasi dan memahami seni misterius, apakah ini hal yang mudah?

Selain itu, banyak dari Hukum Prestasi bagian dasar ini berasal dari tangan Kaisar Abadi Min Ren. Semakin sederhana Hukum Prestasi, auranya akan lebih agung; untuk benar-benar memahami kebenaran yang mendalam bukanlah hal yang mudah.

Tidak diragukan lagi, saat ini, Li Qiye tidak pernah mempraktekkan Hukum Prestasi tersebut, tetapi dia telah memahami kebenaran yang mendalam dari teknik-teknik ini! Fenomena seperti itu ditunjukkan oleh seorang anak laki-laki berumur tiga belas tahun dengan Fisik Fana, Roda Kehidupan Fana, dan Istana Takdir Fana; ini benar-benar tak terbayangkan!

Li Qiye, di panggungnya yang tinggi, memandang murid-murid yang di latihnya, dan dia mulai berbicara: “Pelajaran hari ini adalah pengajaran tentang keutamaan dasar dari Hukum Prestasi Giok Spiral. Ini adalah salah satu Hukum Prestasi yang paling mendasar dalam Sekte Kuno Dupa Suci, dan sepertiga dari semua murid mempraktikkan Hukum Prestasi ini. Jika seorang murid tidak mempraktikkan Hukum Prestasi ini, mereka dapat memilih untuk tidak mendengarkan. ”

Saat ini, Xu Pei adalah pemimpin dari tiga ratus murid. Dia tiba-tiba mendengar pengumuman Li Qiye, lalu dia berseru: “Kakak tertua, kami … Apa pelajaran kita hari ini tidak melakukan pemukulan?”

Li Qiye tersenyum bangga pada Xu Pei, dan dia berkata: “Apa, adik perempuan kita kecanduan dipukuli? Satu hari tanpa pemukulan, apa seluruh tubuhmu tidak akan merasa nyaman? ”
“T-tidak, tidak sama sekali …” kata-kata Li Qiye segera membuat wajah Xu Pei memerah; wajahnya memerah, dan dia segera menggeleng untuk menyangkal.

Bahkan, ketika Li Qiye memulai pelajarannya, murid-murid lain juga mengharapkannya. Li Qiye telah mengalahkan mereka selama sepuluh hari terakhir, jadi mereka hampir mati rasa.

Dengan dimulainya pelajaran, semua dari tiga ratus murid tidak meninggalkan lapangan, dan mereka tetap mendengarkan dengan takjub. Saat ini, tiga ratus murid memiliki keyakinan mutlak terhadap Li Qiye. Li Qiye sudah mampu menunjukkan kekurangan dalam teknik mereka; Saat ini, ketika dia berbicara tentang kebenaran yang mendalam, itu pasti bukanlah sesuatu yang buruk.

Saat ini, para murid telah lupa bahwa jalan masuk Li Qiye ke sekte itu lebih lambat dari mereka. Bakatnya lebih buruk, dan usianya juga muda. Sebelum mereka tahu itu, Li Qiye telah menjadi saudara tertua di hati mereka; murid utama dari Sekte Kuno Dupa Suci.

Pada saat Li Qiye akhirnya memulai pengajarannya, para murid segera memfokuskan diri mereka, dan mereka mendengarkan dengan senang hati.

Tanpa menyebutkan tiga ratus murid, bahkan Li Shuangyan, yang dikenal sebagai jenius dan berdiri di samping Li Qiye, juga mendengarkan dengan seksama; dia tidak akan berpikir kurang ajar lagi.

Hukum Prestasi Giok Spiral adalah Hukum Prestasi paling dasar dari Sekte Kuno Dupa Suci; itu bisa menyaring Roda Kehidupan dan Istana Takdir, dan itu tergolong semua jenis Hukum Prestasi. Itu diterima dengan baik di Sekte Kuno Dupa Suci. Kenyataannya, Hukum Prestasi dalam sekte ini tidak dianggap rahasia atau apa pun. Setiap murid dapat menyebarkan metode ini – bahkan ke dunia fana sekalipun – karena metode ini terlalu biasa; itu jelas merupakan Hukum Prestasi umum yang serba guna.

Jenis Hukum Prestasi ini, di Wilayah Tengah Utama, sama umumnya dengan bulu pada lembu. Jenis Hukum Prestasi, bagi murid baru dari banyak sekte, diremehkan sebagai sesuatu yang tidak pantas.

Namun, Hukum Prestasi mendasar yang paling dasar ini, hari ini, dalam kata-kata Li Qiye, seperti bunga surga yang membanjiri dan musim semi keemasan yang mengalir keluar dari bumi. Li Qiye terus berbicara, menggunakan kesederhanaan untuk memecahkan komplikasi dan cahaya redup untuk memasuki kegelapan yang sangat dalam. Dari mulutnya, kebenaran yang mendalam muncul dalam bentuk kata-kata; ini menyebabkan pendengar menjadi linglung seperti mereka mabuk.

Jika ada orang yang masih benar-benar sadar terhadap apa pun kecuali pelajaran, mereka akan bertanya-tanya apakah ini hanya Hukum Prestasi dasar yang belum sempurna. Hukum Prestasi Giok Spiral, di bawah pengajaran Li Qiye, telah menjadi prinsip pemandu sejati.
Kenyataannya, Hukum Prestasi Giok Spiral memang merupakan prinsip tuntunan yang benar dari hukum prestasi. Meskipun itu kasar, masih terkandung darah dan pikiran umat manusia di jalan panjang yang ditelusuri dari Dao yang Agung.

Hukum Prestasi itu diwariskan sejak Era Desolate. Selama era itu, sepuluh ribu ras berusaha menemukan Dao yang agung. Seseorang dapat mengatakan bahwa Hukum Prestasi Giok Spiral adalah salah satu dari Hukum Prestasi dari banyak Sage Abadi – dari umat manusia – pada awal budidaya mereka. Meskipun itu dangkal, tapi itu adalah hukum prestasi yang sangat baik bagi pemula yang masih baru. Hukum prestasi ini adil dan jujur serta lembut dan ringan; itu cocok untuk meletakkannya di pondasi pertama.

Pada tahun itu, ketika Li Qiye dan Kaisar Abadi Min Ren telah membangun Sekte Kuno Dupa Suci, mereka telah mengajarkan banyak murid Hukum Prestasi ini. Namun, kemudian, ketika Sekte Kuno Dupa Suci memperoleh Hukum Prestasi Kaisar, tidak banyak murid yang mau belajar hukum prestasi ini lebih lama lagi.

Saat ini, hanya para murid yang tidak secara resmi memasuki sekte itu bersedia mempelajari metode ini! Kenyataannya, itu karena mereka tidak punya pilihan lain.

Setelah Li Qiye menyelesaikan pengajarannya, banyak murid masih belum mendapatkan kembali ketenangan mereka. Li Shuangyan adalah orang pertama yang mendapatkan kembali ketenangannya, dan dia gemetar dengan takjub!

Li Shuangyan menatap Li Qiye dengan takjub. Hukum Prestasi Giok Spiral, Hukum Prestasi biasa ini yang sangat, sangat biasa, dia telah membacanya berkali-kali. Untuk seorang jenius seperti dia, hukum prestasi dasar ini, dia hanya perlu membacanya untuk memahami kebenaran yang mendalam yang terkandung di dalamnya.

Namun, setelah mendengar pengajaran Li Qiye, dia segera berpikir bahwa pemahamannya tentang hukum prestasi ini, sebelumnya, adalah rendah dan masih sangat dangkal. Di bawah ajaran Li Qiye, Hukum Prestasi yang kasar ini menjadi prinsip umum Dao.

Kebenaran yang mendalam ini, pemahaman ini – ini tidak mungkin dibayangkan. Bahkan tuannya, Raja Iblis Lun Ri, tidak akan bisa mengajarkan kebenaran misterius seperti itu.
Selain itu, kebenaran Li Qiye ini tidak berat dan kaku; kebenaran ini, dari hukum prestasi ini, dalam kata-kata Li Qiye, dapat dikatakan bahwa dia sudah menjadi grandmaster dari hukum prestasi ini.

Bagaimana mungkin Li Shuangyan tahu bahwa, setelah Li Qiye telah membaca Hukum Prestasi Giok Spiral, ingatannya mengenai metode itu kembali? Kebenaran mendalam dari hukum prestasi ini, itu tidak hanya pencerahan yang dapat dilakukan seorang Li Qiye diumurnya sekarang, tetapi juga merupakan gabungan dari darah dan pemikiran dari nenek moyang ras manusia yang tak terhitung jumlahnya di Era Desolate. Li Qiye hanya menggabungkan kebenaran mendalam dari hukum prestasi ini di satu tempat.

Tahun itu, hukum prestasi ini dianggap sebagai salah satu hukum penting yang paling penting dari Sekte Kuno Dupa Suci. Kaisar Abadi Min Ren yang paling kuat yang diketahui orang-orang telah mempraktikkan hukum prestasi ini.

Baru kemudian, ketika Kaisar Abadi Min Ren telah memperoleh Kehendak Surga, dan Sekte Kuno Dupa Suci, memiliki Hukum Prestasi Kaisar, adalah saat para keturunan memandang rendah saat mempraktekkan metode ini.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded