Emperor Domination Chapter 58 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Master Alchemist, Ini hanya sebatas Hobi Bagian 2

Dengan kondisi Li Qiye saat ini, untuk mencapai tahapan itu dalam setahun; satu-satunya penjelasan adalah karena Li Qiye mempraktekkan Hukum Prestasi Revolusi Sabit Matahari.

Ini bukan rahasia dalam Sekte Kuno Dupa Suci, dan Li Qiye juga tidak berniat untuk menyembunyikannya; jadi, dia dengan tenang mengakui: “Itu benar.”

Setelah mendengar ini, tetua pertama terdiam sesaat. Jika dia adalah murid lain, tetua pasti akan memintanya untuk tidak mempraktikkan hukum prestasi ini; Namun, apa Li Qiye punya pilihan ? Fisik Fana, Roda Kehidupan Fana, Istana Takdir Fana. Dengan keadaan seperti itu, tidak peduli hukum apa yang dia dipilih, hasilnya tidak akan berbeda.

Akhirnya, tetua pertama berkata: “Ramuan Fisik Raja telah kami persiapkan. Namun, mentalmu harus siap. Bagian-bagian dari ramuan ini, selain sumsum binatang terkemuka, ada juga ramuan roh berusia sekitar seratus ribu tahun, dan yang lebih bagus adalah seratus sepuluh ribu atau seratus dua puluh ribu tahun. Sumsum binatang terkemuka hanya kurang sedikit dari itu yaitu hanya sekitar seratus ribu tahun. Karena itu, ketika kau menggunakan ramuan untuk tubuh ini, mentalmu harus siap.”

Pada kenyataannya, mengenai masalah harga dari ramuan tubuh ini, tetua pertama telah mencoba yang terbaik dan mengerahkan seluruh tabungannya yang susah payah diperolehnya. Hanya agar Li Qiye bisa menikahi Li Shuangyan, bisa dikatakan bahwa dia bersedia menyerahkan segalanya!

“Dalam hal ini, tetua percayalah.” Li Qiye mempertahankan senyumnya.

Sebenarnya, Li Qiye sudah siap. Saat ini, Sekte Kuno Dupa Suci sedang dalam keadaan merosot. Untuk dapat mengumpulkan bahan obat ramuan Fisik Raja saja sudah sangat sulit.

Tetua Pertama terdiam sesaat, dan kemudian dia melanjutkan: “Ada hal lain yang sangat sulit untuk dihadapi; Mengenai Alkimia. Dalam Sekte Kuno Dupa Suci kita, mengenai kemampuan alkimia, hanya ada dua orang yang menekuninya: yaitu Tetua Cao dan Tetua Sun.”

Saat ini, tetua pertama menatap Li Qiye, dan dia berkata: “Mengenai kemampuan penciptaan alkimia, Tetua Cao lebih baik dari Tetua Sun. Agar Tetua Sun dapat menyempurnakannya dengan ramuan tubuh, enam kali pun tidak akan menjadi masalah; tujuh kali itu patut dipertimbangkan, takutnya itu di luar jangkauannya. Meskipun Tetua Cao menyempurnakannya tujuh kali, aku juga tidak keberatan.”

“Tetua Cao, dia orang yang tidak ingin memberikan ramuan tubuh kepadaku.” Li Qiye bicara dengan percaya diri.

Tetua Pertama tidak mau berbicara lebih jauh mengenai masalah ini, jadi dia hanya mengatakan: “Mengenai masalah ramuan tubuh ini, Tetua Sun sangat ingin memberikannya kepadamu; Namun, satu-satunya masalah adalah, dia tidak terlalu yakin dengan kekuatan obatnya.”

“Mengenai bahan dari ramuan tubuh yang penting ini, Tetua Pertama tidak perlu khawatir tentang itu. Bagaimana kalau begini? Tetua Pertama siapkan saja bahan-bahannya; permasalahan harga atau kesulitan bahan itu, aku akan mengurusnya.”

Li Qiye sudah tahu bahwa Cao Xiong tidak akan bersedia memberikan ramuan tubuh untuknya; itu adalah masalah yang akan menghambat tujuannya. Namun, dia tidak perlu sampai memohon kepada Cao Xiong juga.
“Seharusnya itu tidak apa-apa.” Setelah Tetua Pertama melihat kepercayaan diri Li Qiye sepenuhnya, dia hanya bisa setuju dengan menganggukan kepala. Sesaat kemudian, dia berkata: “Aku akan menyuruh seorang murid untuk membawa bahan-bahan ramuan untukmu. Saat kau ingin menggunakannya, kau tinggal bilang saja; Aku akan mengirim murid untuk membawa itu kepadamu.”

Li Qiye berterima kasih pada tetua, lalu pergi ke Puncak Kesendiriannya.

Namun, Li Qiye berhenti ketika ingin kembali ke Puncak Kesendiriannya saat dia melihat ekspresi Nan Huairen yang suram. Nan Huairen segera menghampirinya dan berkata, “Kakak pertama, ini gawat! Gawat!”

Orang yang mengikuti Nan Huairen adalah murid dari Puncak Pembersih Giok yaitu Xu Pei; ekspresi mereka tidak terlihat bagus.

Li Qiye menatap Nan Huairen, dan dia bertanya: “Apa ada suatu bencana besar?”

Nan Huairen dengan cepat menjawab: “Kakak pertama, tidak ada bencana; Namun, halamanmu sedang dihancurkan oleh seseorang. “

“Menghancurkan halamanku?” Setelah mendengar ini, secara spontan Li Qiye memicingkan matanya, dan kemudian dia tersenyum dengan riang: “Siapa yang tiba-tiba datang dan berani menghancurkan halamanku seperti itu?”

Melihat mata Li Qiye yang memicing membuat Nan Huairen dan bahkan orang-orang yang ikut bersamanya; sikap tersenyum Li Qiye ini, di mata mereka, jika dibandingkan dengan wajah iblis, itu membuat mereka lebih takut.

Xu Pei dengan pelan berbisik kepada Li Qiye: “Yang menghancurkannya adalah kakak Leng Shizhi.”

Seorang siswa yang berani berbicara, ”Kakak pertama, saya mendengar bahwa kakak Leng adalah pacar dewi Li.”

Meskipun semua murid-murid Puncak Pembersih Giok berasal dari Gunung Pembersih Giok yang sama, saat ini, semua dari tiga ratus murid berada di sisi Li Qiye; mereka berada di faksi yang sama.

“Saya juga mendengar bahwa kakak Leng telah memberi harta kepada Dewi Li…”

Seorang murid, dengan nada santai juga mengatakan: “Kakak pertama, kakak Leng adalah jenius dari Sekte Kuno Dupa Suci kita. Sepertinya d-dia adalah rival cinta yang kuat bagi anda.”

Pada saat ini, meskipun murid-murid ini semua mengatakan hal yang berbeda, mereka semua memiliki perasaan marah yang sama terhadap musuh Li Qiye. Namun, bukannya mereka tidak peduli kepada Li Qiye, alasannya karena, Leng Shizhi adalah jenius dari Sekte Kuno Dupa Suci – murid langsung dari Tetua Cao.

Bisa dikatakan jika masalah penampilan, Leng Shizhi menyainginya; mengenai talenta, dia juga menyainginya; mengenai dukungan, dia juga punya; mengenai silsilah keluarga, ia memiliki silsilah yang jelas. Secara pribadi, mereka ingin Li Qiye menikahi Li Shuangyan. Bagaimanapun juga, Li Shuangyan dan Li Qiye selalu terlihat bersama dalam beberapa hari terakhir, dan mereka akan senang jika harapan itu terjadi.

Namun, dengan saingan cinta yang berat seperti Leng Shizhi, para murid, seperti Xu Pei, mengkawatirkan Li Qiye.

“Saingan cinta yang berat?” Setelah mendengar kalimat ini, Li Qiye merasa sangat konyol, dan dia tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Ekspresi senyumnya beriak tak terkendali.

Nan Huairen mengingatkannya, “Kakak pertama, saat ini, Leng Shizhi telah diberikan izin diam-diam oleh Cao Xiong; bahkan mungkin dukungannya lebih kuat. Lebih mudah menghindari tombak daripada menghindari panah. Kakak pertama lebih baik berhati-hati; untuk berjaga-jaga saja.”

Nan Huairen, juga, tahu tentang situasi Li Qiye – saingan cinta yang berat? Nan Huairen, tentu saja, tidak akan menganggap Leng Shizhi memenuhi syarat sebagai saingan cinta Li Qiye; Memang, seberapa layaknya sih si Leng Shizi? Bahkan di Gerbang Iblis Sembilan Utusan, Li Qiye masih sanggup melawan; apalagi Leng Shizhi?

Mengapa Li Shuangyan datang ke Sekte Kuno Dupa Suci? Secara sederhana; itu karena Li Qiye. Tidak peduli betapa hebatnya Leng Shizhi, dia tidak akan sebanding dengan Li Qiye. Pada dasarnya mereka berdua tidak pada level yang sama? Kehebatan apa yang dimiliki Leng Shizhi hingga membuatnya menjadi rival cinta Li Qiye?

“Ayo, kita akan pergi untuk melihat bagaimana saingan cintaku yang berat menghancurkan halamanku.” Li Qiye dengan santai mengatakan kata-kata ini seolah halaman yang dihancurkan bukanlah miliknya.

Ketika Li Qiye, bersama dengan Nan Huairen, naik ke tempat Puncak Kesendirian, banyak suara gemuruh yang muncul. “Boom Boom.” Pada saat ini, Leng Shizhi memerintahkan beberapa murid untuk menghancurkan halaman Li Qiye; tujuh atau delapan bagian sudah hancur.

Namun, berdiri di depan paviliunnya yang berdekatan dengan halaman, Li Shuangyan hanya mengamati dengan dingin, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“Li Qiye, kau kembali tepat waktu.” Melihat Li Qiye bersama dengan kelompok Nan Huairen kembali, Leng Shizhi dengan sombong mengangkat dagunya, dan dia berkata: “Mulai hari ini, kau akan pindah ke Puncak Kecil Musim Semi dan menjalani hidup disana!”
Leng Shizhi menggunakan nada memerintah terhadap Li Qiye; seolah dia percaya Li Qiye pasti akan mendengarkannya.

“Kenapa juga aku harus pindah ke Puncak Kecil Musim Semi?” Li Qiye melihat halaman yang hancur, masih tersenyum dengan sepenuh hati; seolah tidak ada sedikit pun kemarahan dalam dirinya.

Leng Shizhi menjadi sedikit tidak sabar, dan dia dengan dingin berkata: “Jika aku menyuruhmu pergi, ya pergi; banyak tanya?! Mulai hari ini, aku akan tinggal di Puncak Kesendirian! Halaman kecil di sini berada di jalan, jadi, setelah hancur, aku akan membangun paviliun roh di sini!”

Saat ini, Leng Shizhi mulai mengabaikan Li Qiye; dia memasang ekspresi yang dianggapnya paling tampan dan menawan, dan dia tersenyum pada Li Shuangyan dari kejauhan: ”Puncak Kesendirian seutuhnya menghadap kearah Sekte Kuno Dupa Suci, dan pemandangannya sangat bagus. Dewi Li memilih tinggal di tempat ini, bisa dibilang itu adalah selera yang sangat bagus. Aku, untungnya, mendapat kehormatan berada di samping Dewi Li, mendiskusikan tentang Dao, menyelidiki misteri yang mendalam – ini akan menjadi cerita yang indah!”

Setelah kedatangan Li Shuangyan di Sekte Kuno Dupa Suci, ini bukan pertama kalinya Leng Shizhi mendekati dia. Namun, sudah sering mereka bertemu sebelumnya ;Sebenarnya Li Shuangyan malas untuk meladeninya.

Ketika mereka bertemu, Leng Shizhi dengan tegas memilih untuk pindah ke Puncak Kesendirian; dia ingin lebih dekat dengan Li Shuangyan dan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan bantuannya. Seperti kata pepatah; paviliun yang paling dekat dengan air adalah orang yang akan menikmati cahaya bulan pertama!
(T/N : Idiom ini juga berarti mendapat manfaat dari kedekatan / intim dengan orang yang berpengaruh.)

Leng Shizhi sudah kelihatan memiliki niat seperti itu, dan ini menyebabkan hati setiap orang yang ada dikelompok Nan Huairen menjadi kesal. Dewi Li dan kakak pertama-nya telah bertunangan – ini adalah masalah yang sudah diketahui oleh seluruh Sekte Kuno Dupa Suci. Saat ini, Leng Shizhi, di depan Li Qiye, sedang mengincar Li Shuangyan; itu artinya dia tidak memandang Li Qiye.

Adapun Li Shuangyan, dia hanya menatap Leng Shizhi. Dia itu adalah tipe orang yang, setelah mati, tidak akan sadar kalau mereka sebenarnya sudah mati. Hanya dengan kemampuan seperti itu, tapi dia masih berani mengelus kumis harimau dan memprovokasi Li Qiye? Sepertinya dia bosan hidup! Kembali ketika Li Qiye berada di Gerbang Iblis Sembilan Utusan, bahkan tuannya, Raja Iblis Lun Ri, orang yang berpengaruh besar sudah mengakui Li Qiye; orang yang tidak penting seperti Leng Shizhi bisa apa?

Leng Shizhi, di depan kehadiran Li Qiye, menampakkan perilaku genitnya, membuat Li Qiye tidak dapat menahan tawa. Masalah Leng Shizhi yang mendekati Li Shuangyan, tentu saja, dia sudah tahu itu! Dengan para wanita di sekelilingnya, Li Qiye sudah sangat yakin! Itu hal yang mudah ditebak; dia hanya tidak ingin repot saja.

Sekarang, Leng Shizhi benar-benar telah menyinggung perasaannya. Li Qiye tidak bisa menahan senyum dan melirik kearah Leng Shizhi, dan, setelah itu, dia berkata kepada Li Shuangyan: “Kau hanya berdiri di sini dan menyaksikan halaman itu dihancurkan?”
“Bukankah ini urusan internal Sekte Kuno Dupa Suci mu?” Li Shuangyan mengeluarkan sedikit senyum; ekspresi tersenyum ini mampu menggemparkan kerajaan.

Senyum Li Shuangyan yang sedikit sudah cukup untuk membuat semangat dan jiwa Leng Shizhi terbalik seketika. Begitu dia memikirkannya, hatinya dipenuhi kecemburan. Dia ingin lebih dekat dengan Li Shuangyan, tetapi Li Shuangyan, sampai sekarang, masih tidak melirik padanya, apalagi tersenyum; masalah ini tiba-tiba membuatnya semakin membenci Li Qiye.

Pada titik ini, ekspresi Leng Shizhi berubah marah saat dia dengan keras menegur: “Kenapa kau masih dengan bodohnya berlama-lama di sini, cepatlah pergi! Kau pikir Puncak Kesendirian tempat bagi orang bodoh? Di masa depan, Puncak Kesendirian akan menjadi tempat di mana aku melatih hati dan mental untuk mengembangkan karakter; jika kau berani berulah dan menyebabkan keributan di sini, kami akan menggunakan aturan sekte untuk berurusan denganmu.”

Dengan Leng Shizhi yang bertindak seperti ini, Li Qiye masih tidak marah, tetapi kelompok Nan Huairen sangat marah, terutama Nan Huairen sendiri. Puncak Kesendirian telah dipercayakan kepada Li Qiye oleh para tetua; Namun, sekarang, Leng Shizhi merebutnya dari Li Qiye, dan ia bahkan menghancurkan tempatnya. Lebih buruk lagi, dia bahkan menggunakan aturan sekte untuk mengancamnya. Ini terlalu arogan! Ini tidak akan berakhir biasa!

 

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded