Emperor Domination Chapter 61 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Kekuatan Dewa Bagian 1 

Setelah memberi Leng Shizhi pelajaran, Li Qiye awalnya berpikir bahwa akan ada kedamaian untuk beberapa waktu. Namun, belum beberapa hari berlalu sudah masalah yang datang lagi padanya.

“Kakak Pertama, kakak pertama, ini buruk, ini buruk.” Ketika Li Qiye berbudidaya di halaman, Luo Fenghua dan beberapa murid bergegas masuk dengan panik.

Penampilan Luo Fenghua, bersama dengan sesama muridnya, sangat berantakan; terutama ketika terlihat ada memar membalu di seluruh tubuh mereka. Dari sekilas saja, sudah jelas bahwa mereka baru saja dihajar.

Melihat bentuk mereka saat ini, Li Qiye merasa tidak senang, dan dia bertanya: “Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Pemimpin Sekte Zhou pergi ke Puncak Pembersih Giok. Dan dia mendapat alasan… untuk mengajar kita.” Seorang murid menjelaskan situasi saat ini dengan dua atau tiga kalimat.

Jadi pagi ini, Pemimpin Sekte Zhou yang tidak lagi mengajar Dao di Puncak Pembersih Giok tiba-tiba kembali. Dia mengumpulkan semua dari ke-tiga ratus murid dan memutuskan untuk memeriksa budidaya mereka.

Sebelum Li Qiye menjadi pengajar, Pemimpin Sekte Zhou adalah orang yang menginstruksikan Dao bagi tiga ratus murid; pendapat para murid tentang dia tidak bagus, tapi itu tidak terlalu buruk. Biasanya, Pemimpin Sekte Zhou hanya secara rutin mengajarkan Dao, dan setelah pelajaran selesai, dia dengan cepat pergi. Ketika diluar jam pelajaran, para murid biasanya sulit menemukan dia.

Terlebih lagi, apa yang diajarkannya tidak ada yang luar biasa dan tidak memberikan perhatian khusus kepada murid mana pun; baginya, mengajarkan Dao hanyalah tugas dari sekte.

Inilah alasannya kenapa tiga ratus murid, menurut Pemimpin Sekte Zhou, tidak memiliki hubugan baik dengannya. Namun, itu juga tidak buruk, itu hanya bisa dianggap sebagai pertalian antara senior dan murid.

Hari ini, Pemimpin Sekte Zhou tiba-tiba datang untuk memeriksa budidaya mereka. Sejak awal, para murid tidak memikirkan hal itu; bagaimanapun juga, sebelumnya, hanya Pemimpin Sekte Zhou yang mengajari mereka Dao. Keinginannya untuk memeriksa murid-murid Puncak Pembersih Giok akan dipandang sebagai hal yang normal.

Namun, saat pemeriksaan berlangsung, sikapnya benar-benar berubah. Setelah beberapa waktu, dia mengatakan bahwa salah satu murid sedang mempraktekkan hukum prestasi qi, lalu mengatakan kepada yang lain bahwa mereka mempraktekkan gaya yang salah, lalu dia memarahi murid yang salah memilih dalam sebuah hukum prestasi…

Salah satu yang dimarahi oleh Pemimpin Sekte Zhou adalah Zhang Yu. Zhang Yu sebelumnya telah menghancurkan budidayanya untuk kembali mempraktekkan Hukum Prestasi Giok Spiral; Hal itu membuat Pemimpin Sekte Zhou secara pribadi memukulnya.

Tidak hanya Zhang Yu, tetapi murid lain, seperti Luo Fenghua yang mengajukan beberapa keberatan, juga ikut dipukul.

Instruksi Dao Li Qiye, dibandingkan dengan Pemimpin Sekte Zhou, jauh lebih misterius dan mendalam. Ini adalah sesuatu yang telah disepakati oleh tiga ratus murid. Setelah diajar oleh Li Qiye, banyak budidaya murid meningkat dengan pesat; beberapa bahkan mengalami lompatan yang luar biasa. Bahkan ada murid yang budidayanya selama ini membeku, tetapi setelah pelajaran Li Qiye, Dao mereka seperti air yang mengalir ke sungai.

Dapat dikatakan, mengenai instruksi Dao Li Qiye, semua murid di Puncak Pembersih Giok benar-benar yakin; terutama orang-orang dengan talenta hebat seperti Luo Fenghua, mereka benar-benar mengerti tentang keunggulan dan kesederhanaan.

Jadi, pada saat Pemimpin Sekte Zhou mengatakan bahwa instruksi Dao Li Qiye tidak bernilai sedikit pun. Luo Fenghua dan rekan-rekan muridnya merasa tidak tahan dan segera mengajukan keberatan, sehingga mereka dipukuli dengan kejam oleh Pemimpin Sekte Zhou.

Karena mengetahui hal ini, para kelompok cerdas seperti Luo Fenghua tiba-tiba menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Di masa lalu, Pemimpin Sekte Zhou tidak pernah mendisiplinkan mereka, tetapi sekarang dia tiba-tiba mengamuk, tanpa mengetahui benar dan salah. Mereka sekarang tahu bahwa Zhou ada di sini bukan untuk pemeriksaan, tetapi untuk menimbulkan masalah. Selain itu, targetnya bukan mereka, tetapi kakak pertama mereka Li Qiye, mereka hanyalah target pelampiasan kemarahan.
Inilah mengapa Luo Fenghua dan kelompoknya memutuskan untuk memanfaatkan ketidakhadiran Pemimpin Sekte Zhou; mereka menyelinap ke tempat Li Qiye untuk melapor. Atau mungkin, Pemimpin Sekte Zhou sengaja membiarkan mereka pergi.

Mendengar cerita dari kelompok Luo Fenghua, tatapan Li Qiye memancarkan perasaan marah; sudut mulutnya membentuk senyum licik.

Dia tidak punya masalah dengan Pemimpin Sekte Zhou. Jika dipikir-pikir, Pemimpin Sekte Zhou tidak perlu mencari-cari masalah dengan dia seperti ini, belum lagi, memeriksa budidaya para murid Puncak Pembersih Giok tidak lagi menjadi tanggung jawab Zhou! Yang paling penting, saat ini, Sekte Kuno Dupa Suci dan Gerbang Iblis Sembilan Utusan memiliki hubungan dalam hukum, dan Li Qiye adalah bagian yang sangat penting. Di sekte itu, bahkan pelindung pun tidak ingin mencari gara-gara dengan Li Qiye, apalagi seorang pemimpin sekte biasa.

Saat ini, Pemimpin Sekte Zhou tiba-tiba mencari gara-gara dengannya. Jika tidak ada orang di belakang sebagai dalang, atau jika dia tidak memiliki dukungan yang kuat, bahkan jika dia seseorang yang sangat berani sekalipun, dia tidak akan pernah melakukan ini.

“Ayo, kita akan pergi melihat. Mari kita lihat kemampuan Pemimpin Sekte Zhou yang luar biasa itu, seperti apa badai yang dibuatnya.” Li Qiye menggerakkan tubuhnya dan tersenyum riang.

Luo Fenghua dan yang lainnya tidak berani mengabaikan kata-kata tersebut, jadi mereka mengikuti di belakang Li Qiye pergi ke Sekte Kuno Dupa Suci, dengan Li Shuangyan di sampingnya!

Meskipun Li Qiye dengan riang tersenyum sepanjang perjalanan, kelompok Luo Fenghua sedikit gugup. Beberapa dari mereka bukanlah orang bodoh, mereka bisa dengan samar mencium perebutan kekuasaan dari Sekte Kuno Dupa Suci.

Kelompok Li Qiye telah tiba di Puncak Pembersih Giok, dan benar saja, mereka bertemu dengan Pemimpin Sekte Zhou yang menimbulkan badai. Para murid tidak berani membuat suara; banyak dari mereka sedang terluka. Pada saat kedatangan Li Qiye, Zhou sedang meneriaki murid lain.

[T/N : Badai, mungkin maksudnya marah gak tentu arah gitu kali ya]

Melihat Li Qiye, murid-murid lain tidak bisa menahan diri untuk mengalihkan tatapan mereka ke arah Li Qiye, memintanya untuk membantu.

“Li Qiye, apa yang sudah kau ajarkan!” Li Qiye baru saja tiba, tetapi dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berbicara. Pemimpin Sekte Zhou sudah menunjuk wajahnya dan dengan keras berteriak: “Sewaktu kau menginstruksikan Dao, kau tidak hanya membawa gagasan menyimpang dalam mengajar kepada murid-murid yang bodoh ini, tapi kau juga menuntun mereka ke jalan iblis; apa motifmu di balik ini? Meracuni para murid seperti ini, kejahatan itu tidak bisa diampuni!”

Li Qiye tidak membuka mulutnya, tapi Pemimpin Sekte Zhou sudah melontarkan tuduhan palsu kepadanya.

“Pemimpin Sekte Zhou, kau pikir dirimu siapa?” Pemimpin Sekte Zhou yang menuduh dan memaki-maki seperti itu, Li Qiye tidak ingin mendengar dia bicara lebih jauh lagi, dan Li Qiye perlahan berkata: “Jika kau orang yang bijaksana, maka keluarlah dari sini. Kau tidak bisa seenaknya bertindak kasar disini ; apa yang membuatmu berani melakukan itu?”

Li Qiye membuka mulutnya dan segera, mengucapkan perkataan paling arogan dan kasar itu. Pemimpin Sekte Zhou, yang telah mempersiapkan mental, masih sedikit terkejut. Dia sudah menduga bahwa Li Qiye akan membalasnya, dan dia memiliki banyak kalimat yang sudah disiapkannya dalam pikiran. Tidak peduli bagaimanapun, hari ini dia akan menuntut Li Qiye atas kejahatannya yang telah mengajar Dao di jalan iblis . Namun, dia tidak menduga ucapan Li Qiye begitu tidak terkendali dan agresif.
“Lancang sekali!” Pemimpin Sekte Zhou kembali normal, dan dia dengan marah dan berteriak : “Sebagai murid dari Sekte Kuno Dupa Suci, kau tidak berbakti dan memberontak, tidak menghormati seniormu, sama saja seperti mengkhianati tuanmu dan membunuh leluhurmu, dan memberontak melawan sekte…”

“Kau banyak omong…” Tanpa menunggu Pemimpin Sekte Zhou menyelesaikan ucapannya, Li Qiye mengeluarkan tongkat Penghukum Ular dan dengan keras menyerang ke depan.

“Apa kau bosan hidup?!” Pemimpin Sekte Zhou melihat bahwa Li Qiye telah bergerak ke arahnya. Dia menjadi marah, berteriak dengan marah sekali, dan tangannya yang besar mengarah ke Li Qiye. Bagi Li Qiye, untuk membuat langkah pertama, merupakan hal baik.

Pada saat yang sama, Zhou meremehkan Li Qiye. Dia cuma sekantung sedotan, begitu dia benar-benar bergerak, itu akan semudah membalikkan telapak tangan.

“Bang… Bang… Bang…” Namun, hasilnya jauh dari harapan Pemimpin Sekte Zhou. Dalam sekejap mata, Zhou telah dipukuli oleh Li Qiye ke tanah. Tongkat Penghukum Ular menghantam wajahnya dan membuat dia berlumuran darah.

Pemimpin Sekte Zhou, di antara tiga puluh enam pemimpin sekte, dia dianggap biasa, dengan budidaya yang rata-rata. Dia tidak lebih dari seorang pembudidaya peringkat Prajurit Kanopi.

Di bawah peringkat Surgawi Kuno, setiap pembudidaya dihadapan tongkat Penghukum Ular hanya akan memiliki satu takdir, yaitu dipukuli.

“Ahhh…” Pemimpin Sekte Zhou adalah sosok karakter yang besar, tapi setelah dipukul dengan keras menggunakan tongkat Penghukum Ular, dia tidak bisa menahan rasa sakit itu, dan menjerit sengsara. Pada saat ini, penampilan Zhou benar-benar berantakan, terbaring di tanah. Tubuhnya lelah dan bersimbah darah. Terutama wajahnya, yang dipukuli oleh Li Qiye hingga menjadi bubur lembek.

Melihat pemandangan yang mendominasi ini menyebabkan murid-murid Puncak Pembersih Giok menjadi kagum. Pemimpin Sekte Zhou adalah salah satu dari tiga puluh enam pemimpin, serta murid generasi kedua, seorang senior dari murid generasi ketiga.

Ditambah, Pemimpin Sekte Zhou sudah menjadi ahli dalam peringkat Prajurit Kanopi, tetapi pada akhirnya, dia masih dipukuli dan digulingkan di tanah oleh Li Qiye. Dia tidak mampu melawan dihadapan kemarahan tongkat Penghukum Ular.

Kali ini, para murid tidak bisa menahan diri untuk menggigil. Mereka semua juga sudah dipukuli oleh tongkat itu, tetapi karena melihat ini, mungkin itu bukan sesuatu yang memalukan; bahkan seorang ahli seperti Zhou masih meronta-ronta seperti ular yang mau mati!

“Pelindung Hu, selamatkan aku…” Pada akhirnya, Pemimpin Sekte Zhou mengeluarkan perasaan sedih, meminta bantuan.

“Lancang sekali! Apa yang kau lakukan!” Setelah jeritan minta tolong, dalam sekejap mata, raungan yang memekakkan telinga bergema di udara, dan sekelompok pria besar, yang mengeluarkan aura mengancam, memasuki Puncak Pembersih Giok!

Kelompok itu yang tiba-tiba bergegas ke puncak tidak dalam jumlah kecil. Selain murid biasa, ada juga tiga pemimpin bagian dan satu pelindung. Selain itu, Leng Shizhi juga ada dikelompok ini.

Tim penegak hukum patroli dari Sekte Kuno Dupa Suci tiba-tiba muncul di Puncak Pembersih Giok, bisa dibilang ini “terlalu kebetulan”!

Selain itu, tim patroli ini… terlalu berlebihan. Selain penegak hukum murid normal, ada juga tiga pemimpin Sekte yang dipimpin oleh seorang pelindung. Bahkan orang nomor satu dari generasi muda, Leng Shizhi, juga ada di kelompok ini.

Tim yang seperti ini, jika seorang murid ditemukan melakukan sesuatu yang “ilegal” dan ditangkap oleh tiga pemimpin, satu pelindung, dan seorang jenius seperti Leng Shizhi, itu artinya dia sudah melakukan kejahatan. Tidak peduli apa “kejahatan” itu, ini akan menjadi bukti tak terbantahkan dan bukti yang tak dapat dihancurkan; seseorang tidak akan bisa benar-benar menghilangkan kecurigaan!

Pada saat ini, Pemimpin Sekte Zhou dengan menyedihkan tergeletak di tanah dan dengan sedih berseru: “Pelindung, Li-Li Qiye tidak menghormati para leluhur, dan berencana untuk membunuh seorang senior. Dia bersekongkol melawanku, d-dia, dia ingin memberontak melawan sekte, dan menipu petinggi sama saja seperti membunuh leluhur… ”
Melihat adegan ini, meskipun Luo Fenghua dan teman-temannya masih muda, tapi mereka tidak bodoh, terutama yang pintar seperti Luo Fenghua. Segalanya tiba-tiba menjadi jelas.

Luo Fenghua dan teman-temannya merasakan darah mereka yang dingin mengalir, keringat dingin melanda seluruh tubuh mereka. Saat ini, Pemimpin Sekte Zhou terbaring bersimbah darah di tanah, dan Li Qiye tertangkap di tempat kejadian oleh Pelindung Hu dan kelompoknya…

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded