Hataraku Maou-sama Volume 13 Chapter 2 Part 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Emi, yang tidak bisa berbohong kepada Rika, dengan jujur mengatakan apa yang ada dipikirannya.

“T-tapi, Ashiya lah yang secara pribadi mengajakmu kali ini. Kau tidak merasakan sesuatu yang aneh pada saat itu kan? Kalau begitu pasti akan baik-baik saja. Ambil sisi positifnya! ”

“I-itu benar, Ashiya-san bertingkah sama seperti biasanya ketika di telepon, jadi tidak tenang nih, aku tiba-tiba merasa tidak tenang! Pekerjaan Ashiya-san sebelumnya adalah orang yang mengandalkan pikiran seperti ahli strategi militer, kan? Apa mungkin dia menyembunyikannya dengan sangat baik sehingga orang lain tidak menyadarinya ?! ”

“Aku sudah bilang itu akan baik-baik saja! Dia cuma orang yang bertindak berdasarkan emosi saja, dia bukan tipe orang yang suka menyembunyikan sesuatu. ”

Ashiya akan bertindak berdasarkan emosi ketika Maou dihina, ketika Urushihara dengan ceroboh membelanjakan uangnya, ketika keuangan mereka menipis, dan ketika ada pengeluaran yang tidak terduga, tetapi Emi dengan sengaja tidak menyebutkan ini.

“Kalau begitu, Rika, apa yang ingin kau diskusikan denganku? Jika kau ingin bertanya tentang Alsiel, maka aku minta maaf. Bahkan jika Rika sudah tahu tentang mereka, apa yang dapat aku ceritakan tidak akan jauh berbeda dari yang aku katakan sebelumnya! ”

“Uuu……”

Rika menatap Emi sekali lagi dengan air mata yang berlinang.

Meskipun dia menunjukkan ekspresi seperti itu, tetap saja Emi tidak dapat mengatakan apapun.

Entah itu berkaitan dengan Ashiya Shiro, atau Jendral Iblis Alsiel, Emi tidak tahu informasi pribadi apa pun yang bisa dia katakan kepada Rika.

Bahkan tanpa mempertimbangkan dendam masa lalu mereka, yang Emi tahu dari kepribadian Ashiya hanyalah sifatnya yang berhemat, ramah, selalu mengenakan pakaian yang hemat biaya dan tidak pilih-pilih dalam makanan.

Ashiya tidak begitu peduli tentang pendidikan dan kebebasan seperti Maou, tapi dia masih sering pergi ke perpustakaan untuk mengumpulkan banyak pengetahuan dan kadang-kadang memamerkan bakat aneh kepada manusia untuk mendukung keuangan Benteng Iblis.

Namun, apa yang diketahuinya tentang Ashiya, Emi hanya mendengar sebagian besarnya dari orang lain dan hanya sedikit menyaksikannya secara langsung.

Jika itu masalah masakan rumahan, dia nomor satu, Emi mengaku kalah jika masalah yang satu itu.

Ashiya tampaknya buruk dalam menggunakan barang elektronik, tapi itu hanya karena dirumahnya memang tidak ada barang seperti itu dan jikapun ada, dia jarang punya kesempatan untuk menggunakannya. Karena Ashiya sudah meminta Rika untuk memberikan saran ketika membeli ponsel, itu saja sudah membuatnya jelas.

“Jadi apa yang bisa aku katakan kepadamu benar-benar tidak jauh berbeda dari yang aku katakan sebelumnya, jujur aku tidak tahu informasi apa yang akan berguna selama berkencan ……”

“Jangan sebut ini kencan! Bukankah itu terdengar aneh? Dia juga tidak berpikiran begitu! ”

“ Lalu, apa yang kau ingin aku katakan? ”

“Itu benar! Ah ~ kenapa aku harus malu ?! ”

Emi juga ingin menanyakan pertanyaan itu.

Setelah Rika panik di kursi empuknya untuk sesaat, dia mengatur napasnya dengan wajah yang memerah.

“Erhm, apa yang ingin aku diskusikan denganmu …… ah ~ serius, ini begitu memalukan, begitu panas, hatiku terasa sakit…… Aku ingin memastikan ini dengan Emi dulu! Aku……”

Saat Rika terus mengungkapkan isi hatinya, sebuah adegan muncul di pikiran Emi.

Emi telah melihat ekspresi ini dan menunjukkan reaksi seperti sebelumnya.

“Bisakah, bisakah aku menyukai Ashiya-san?”

“……”

Saat Emi berpikir, ‘Jadi memang seperti itu’, dia mengangguk dan menjawab,

“Bahkan jika kau bertanya begitu, aku juga bingung.”

“Hey?”

Balasan Emi menyebabkan Rika mencondongkan badannya kedepan.

“T-tapi, selain Emi, tidak ada orang lain yang bisa aku tanyakan.”

“Kenapa?”

“Kau masih bertanya kenapa …… karena Ashiya-san ……”

Rika berbicara dengan gelisah. Melihat ekspresi itu, Emi tersenyum tanpa sadar.

“Karena Ashiya adalah teman dari para iblis yang menghancurkan kampung halamanku? Apa hubungannya dengan Rika? ”

“ Aku ………… ”

Rika lalu berdiri.

Untuk sesaat, dua garis pandang dengan ketinggian yang berbeda, saling bertatapan dimeja makan itu.

“…… Tidak ada hubungannya?”

“Aku pikir tidak ada.”

Emi menatap mata Rika dan mengatakan itu.

“Begitukah?”

“Ya.”

“…… Kenapa?”

Rika menarik napas.

“Aku sudah melewati tahap itu beberapa waktu yang lalu.”

“Melewati tahap itu?”

“Ya.”

Emi dengan tenang mengambil gelas yang hampir hancur itu dan minum seteguk air dingin.

“Hubungan kami baru-baru ini tidak dapat dianggap dekat, tetapi apa yang aku yakini adalah hubungan antara Alsiel dan diriku masih sebagai musuh. ”

“Ya jadi……”

“Meski begitu, aku tidak berhak untuk melarang perasaan Rika menyukai Alsiel.”
Ketika seseorang mengulangi kata-kata itu langsung dihadapannya, wajah Rika semakin memerah.

“Karena kau masih menyukai Alsiel meski tahu sejarah antara dia dan aku, itu sebabnya kau masih terganggu karena masalahku, kan? ”

“Ya, erhm, selain Emi, Suzuno dan Emerada juga seperti itu, karena mereka adalah orang-orang dari Ente Isla.”

“Itu benar. Tapi meski begitu, sama sekali tidak masalah. ”

Dalam pikiran Emi, terbayang wajah Rika, wajah dari seorang teman yang penting bagi Emi.

“Aku memang tidak bisa bersorak untukmu, jika Alsiel berencana melakukan sesuatu yang berbahaya, aku akan memprioritaskan keselamatan orang-orang diatas perasaan Rika. Namun, aku tetap bertanggung jawab atas kedatangan mereka ke Jepang. Rika hanya bertemu dengannya secara kebetulan tanpa mengetahui apa-apa dan mulai menyukainya. Apakah kau pikir aku punya hak untuk melarangmu tentang itu? ”

Jika saja, sebelum mereka membahas topik ini, ketika selesai makan. Mungkin gadis yang sebelumnya sama terkejutnya dengan Rika yang sekarang.

“Karena itu, mulai sekarang dan seterusnya, bagaimana perasaan Rika, Rika lah yang memutuskannya.”

“……………Aku mengerti.”

Rika akhirnya duduk dan menatap wajah Emi dengan bingung.

“Aku pikir aku akan diberitahu untuk mempertimbangkan perasaan orang-orang Ente Isla, atau diomeli atas ketidaktahuanku tentang perang yang pernah terjadi. “

“Aku tidak akan mengatakan hal-hal seperti itu, tetapi apa yang akan aku katakan selanjutnya adalah kejam. Karena……”

“Aku tahu. Apa yang ingin kau katakan adalah, tergantung pada situasinya, kau mungkin saja akan membunuh orang yang aku sukai, kan? ”

“Begitulah.”

Emi mengangguk dengan senyum masam.

“Itu satu-satunya hal yang aku tidak mau kompromikan. Meskipun itu sudah tidak ada artinya lagi. ”

“ Eh? ”

“Karena aku pikir orang-orang itu tidak akan merugikan siapa pun di Jepang. Jadi selama mereka masih di Jepang, aku pasti tidak akan membunuh mereka. Di masa lalu, karena aku masih harus membalas dendam untuk ayahku, aku terus mendorong diriku dengan perasaan benci, jadi aku perlu memberi batas antara aku dan mereka. ”

“Aku mengerti……”

Rika menghela nafas ringan.

“Lalu …… bagaimana Emi memandang Maou-san dan yang lainnya sekarang?”

“…… Mereka adalah musuh.”
Emi sedikit ragu.

Tentu saja Rika menyadari itu. Begitu juga dengan Emi.

“Ayahku masih hidup, tapi apa yang dilakukan orang-orang itu membuat hidupku sangat menyimpang seperti ini …… kehidupan lain yang seharusnya aku jalani, itulah yang seharusnya terjadi. Selain itu, penyesalan dari banyak orang yang telah mati karena tindakan mereka, kesedihan orang-orang yang berduka atas kematian itu, semua perasaan ini masih ada di hatiku, ini adalah harga yang harus mereka bayar. ”

Namun, Emi tahu betul bahwa hal itu sudah tidak bisa lagi menjadi bahan bakar untuk api kebencian yang terus berkobar didalam hatinya.

“Aku telah memikirkan hal ini berkali-kali sebelumnya. Sebenarnya, tidak ada artinya membuat asumsi begini, tetapi sementara Maou dan yang lainnya tidak melakukan apa pun, konflik antara manusia di Ente Isla tidak pernah berhenti. Itu juga sama seperti di Bumi, kan? Jepang lebih damai, tetapi dunia selalu dipenuhi dengan konflik kecil maupun besar, dan ada nyawa yang hilang setiap harinya. Untuk situasiku, orang yang melakukan penyerbuan kebetulan adalah Maou, dan aku memiliki kekuatan untuk melawan mereka. Aku hampir terbunuh beberapa kali, tetapi aku juga telah menghilangkan banyak nyawa. Hingga akhirnya aku datang ke negara ini. Di negara ini, gadis-gadis yang seumuran denganku tidak mengenal ketakutan akan kemungkinan bahwa mereka akan mati besok, menjalani kehidupan yang damai. Aku merasa iri dengan itu. Namun, tidak peduli seberapa banyak rasa iri yang aku rasakan, aku tidak dapat membuat masa laluku sama seperti mereka. Yang paling penting……”

Emi menggenggam tangan Rika yang ada di atas meja.

“Aku dapat berteman dengan Rika di negara ini. Aku tidak ingin melihat waktu yang aku habiskan di sini sebagai hasil dari kehidupanku yang penuh kegilaan. Bahkan jika aku memiliki kesempatan untuk memulai hidupku, aku tidak ingin memilih kehidupan dimana aku tidak bisa bertemu Rika. ”

“ Emi …… ”

Melihat tangannya yang digenggam, Rika sekali lagi tersipu.

“T-tampaknya kau terlalu memandangku berlebihan, tapi aku bukan orang yang seluar biasa itu.”

“Akulah yang akan memutuskan orang macam apa dirimu. Kau adalah teman yang sangat berharga bagiku.”

Emi mengatakan ini langsung kepada Rika yang sedang kebingungan.

“Ugh ~~ tunggu, ini membuatku agak terganggu. Jika kau memandangku terlalu berlebihan, Emerada-chan mungkin akan cemburu nantinya! ”

“Itu benar. Tetapi pada awalnya, posisi Emerada begitu tinggi sehingga aku tidak mungkin mendapat kesempatan untuk berbicara dengannya secara langsung. Untuk bisa bercanda dan tertawa bersamanya tanpa hambatan status juga merupakan hasil dari kehidupanku ini. Dia mungkin terlihat seperti itu, tapi dia adalah sosok kakak yang sangat bisa diandalkan. ”

“Aku minta maaf, aku masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia lebih tua darimu.”

“Apa aku benar-benar terlihat setua itu? Itu sudah lama terjadi, tapi Chiho-chan juga merasa kaget mengenai usiaku. ”

“Emerada yang terlihat terlalu muda juga merupakan salah satu faktornya, dan aku agak kurang enak mengatakan ini, tetapi alasan mengapa Emi terlihat lebih dewasa daripada orang lain mungkin karena kehidupanmu yang keras di masa lalu. Bahkan sekarang, aku masih tidak berpikir kau lebih muda dariku. Tapi terkadang kau menunjukkan perilaku yang sesuai dengan usiamu hanya ketika kita berdua, tetapi di mata orang lain, kau mungkin memberikan kesan sebagai orang dewasa sama seperti manajer toko MgRonalds. ”

“Sebagai perempuan, mendengar seseorang yang mengatakan diriku seperti Kisaki-san membuatku senang.”
Emi melepaskan tangan Rika dengan senyuman.

“Kembali ke topik awal, kau tidak perlu khawatir tentang masalahku, cukup ikuti perasaanmu dan lakukan apa yang ingin kau lakukan.”

“Sekarang setelah kau menyebutkannya, kita akan membicarakan itu. Tapi, aku jujur seperti ini hanya karena aku berbicara denganmu. Jika itu dia, aku mungkin akan mundur tanpa melakukan apapun? ”

“Kalau begitu, mari kita lihat bagaimana hasilnya nanti. Itu juga pilihanmu. Tidak melakukan apa pun bahkan jika kau ingin mengakuinya. Itu hal yang biasa. ”

“Itu ~ ~ sangat ~ memalukan ~ hentikan itu ~~~!”

Rika menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan mulai gelisah.

“Sepertinya aku sudah pernah bilang dan aku tidak benar-benar dalam posisi untuk mengatakan ini, tetapi sungguh menakjubkan bahwa kau ini berpikiran terbuka. Padahal dia musuhmu, seperti yang kau katakan.”

“Bukankah aku sudah mengatakannya? Aku telah melewati tahap itu. ”

Reaksi ‘gadis itu’ sangat mengejutkan, dan Emi pun membulatkan pikirannya.

Baik itu Maou, Ashiya, dan Urushihara adalah musuh bagi Ente Isla, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan orang Jepang dan Bumi.

Karena itulah, wajar jika ada orang yang mencintai mereka, sebab tidak ada hubungan, mereka tidak perlu ragu jika tiba saatnya untuk menghukum mereka.

“Kau bilang bahwa sudah melewati tahap itu, apakah kau mengacu pada Chiho-chan?”

“Tergantung situasinya, Chiho-chan mungkin secara mental lebih kuat dari kita sekarang, tetapi dasar pemikirannya masih sama dengan gadis lain yang seusianya. Pada saat itu, Chiho-chan tahu kebenaran tentang Maou dan diriku tanpa ada teman untuk berbicara atau memiliki seseorang untuk melindunginya, jadi dia pasti merasa terganggu untuk waktu yang lama. ”

“Tentu saja dia sangat terkejut. Kau berbicara tentang kejadian itu, bukan? Ketika Urushihara-san menjadi musuh Maou-san, dan kau akhirnya melukai kakimu untuk menyelamatkan Chiho-chan ketika dia hampir ditimpa reruntuhan jalan. ”

Rika mengingat kembali apa yang didengarnya dari Chiho ketika identitas Emi diketahui.

“Huft, seperti itulah. Tiba-tiba berada dalam lingkungan seperti yang ada didalam film dengan efek CGI, dan tidak ada orang lain selain dia yang mengingat kejadian itu. Itu pasti menakutkan. ”

“Hm? Maksudmu apa? Tidak ada yang ingat? ”
Rika bertanya dengan bingung. Lalu Emi menjawab,

“Mungkin kau akan mengerti jika aku menyebutnya memanipulasi ingatan. Maou, Bell, dan aku bisa memanipulasi ingatan orang lain sampai batas tertentu. ”

“Hah?”

Mata Rika melebar karena terkejut.

“Apa!, apa sihir memang seperti itu?”

“Maou menggunakan sihir iblis. Kami menggunakan mantra. Sebenarnya, ini benar-benar teknik yang berbeda, tetapi akan terasa sama untuk orang yang ingatannya dimanipulasi. Rika, kau mungkin belum pernah mendengar ini sebelumnya? Runtuhnya Shuto Expressway akan menjadi insiden besar yang akan menyebar selama lima atau sepuluh tahun ke depan. Maou memasang penghalang selama pertempuran sehingga orang-orang di luar tidak akan melihat apa yang terjadi di dalam dan menghapus ingatan tentang apa yang terjadi selama periode itu dari orang-orang yang berada di dalam penghalang. Kedengarannya sederhana, tapi ini adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Maou. Jika itu Suzuno atau aku, kami akan menghabiskan banyak upaya hanya untuk menghapus ingatan satu orang saja. ”

“R-Rasanya seperti aku mendengar sesuatu yang sangat menakutkan ……”

“Aku berbohong kepada Rika tentang latar belakangku, tapi aku bersumpah bahwa aku tidak pernah memanipulasi ingatanmu.”

“Ah, ya, aku pikir, pertama kali aku mendengar tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ente Isla, Maou-san memberitahuku bahwa ‘dia bisa menghapus kenangan yang menakutkan’. Karena ada terlalu banyak hal yang mengejutkan ketika itu, aku berpikir, hal semacam itu juga bisa dilakukan. Tapi ketika aku mengingatnya sekarang, itu benar-benar menakutkan. Namun, bukankah ini akan disalahgunakan di Ente Isla seperti ketika melakukan investigasi kejahatan atau semacamnya? ”

“Hm ~ Aku juga bingung. Aku mendengar bahwa ada cara untuk menghilangkannya, jadi dalam segi mantra, seharusnya tidak dapat menghapus ingatan sepenuhnya. Aku hanya mempelajari dasar-dasarnya, jadi aku tidak terlalu yakin tentang itu, Bell mungkin …… ”

“Uh, itu tidak ada gunanya bahkan jika aku tahu detailnya, jadi lupakan saja. Namun, ini masih terasa agak aneh. ”
Rika mengatakan ini setelah dia menyadari sesuatu. Emi tahu apa itu, tapi dia masih dengan sengaja bertanya,

“Bagian mana yang aneh?”

“Itu artinya Maou-san membiarkan ingatan Chiho-chan tetap utuh.”

“……Itu benar.”
Emi mengangguk.

“Maou-san sangat menyayangi Chiho-chan, kan? Mungkin mengatakan ini sangat aneh, tapi aku sangat takut oleh lelaki bernama Gabriel itu, sampai-sampai aku demam tinggi dan mengurung diri di tempat tidur meskipun aku tidak terluka. Aku bahkan sangat trauma. Bagi orang biasa seharusnya tidak bisa mengatasi rasa takut akan kematian yang begitu dekat dengan mudah …… ”

“Dan Chiho-chan juga melihat bentuk iblis mereka.”

“Jadi sederhananya, bentuk iblis adalah wujud asli Maou-san dan yang lainnya? Erhm …… Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya, tapi apakah mereka mirip seperti monster? ”

“Tergantung definisi monsternya, sulit untuk mengatakannya, tapi penampilan itu masih bisa membuat gadis SMA mau berinteraksi dengannya. Apa kau benar-benar ingin tahu detailnya? ”

“…… Demi masa depan.”

Rika tiba-tiba menunjukkan ekspresi serius dan mengangguk. Dia terganggu oleh wujud sebenarnya dari orang yang dia taksir.

“Lucifer, atau Urushihara, hanya memiliki sedikit perubahan dalam penampilan. Penampilannya tidak jauh berbeda dengan yang saat ini, hanya penambahan sayap hitam besar. ”

“Ah, apa itu tidak jauh berbeda?”
Rika tenang sejenak, lalu Emi menggelengkan kepalanya.

“Alsiel, yang juga merupakan bentuk iblis Ashiya, memiliki dua ekor seperti kalajengking.”

“E-ekor?”

Lebih tepatnya, itu adalah satu ekor yang terbagi menjadi dua ekor, tetapi Emi tidak begitu jelas tentang struktur bagian belakang iblis, jadi dia hanya menggambarkan apa yang dilihatnya.

“Kulitnya seperti cangkang udang yang terbuat dari logam yang tidak bisa ditembus oleh pedang. Ia memiliki struktur yang kokoh dan kulit itu menutupi segalanya, termasuk wajah, tangan, dan tubuh. Suaranya sangat memekakkan telinga. Jika kau hanya melihat siluetnya, mungkin masih bisa dianggap sama dengan manusia, tetapi bentuk iblisnya sedikit lebih tinggi daripada dirinya yang saat ini. Adapun kakinya tersembunyi di balik pakaiannya, karena aku tidak terlalu memperhatikannya, aku tidak terlalu jelas tentang hal itu. ”

“U-udang ……”

Sepertinya Rika tidak dapat membayangkannya dengan benar.

Hanya gambaran dari kepala lobster, masakan yang dihidangkan ketika Tahun Baru, begitulah yang dibayangkannya.

“Sulit membayangkannya.”

“Huft, jika dibandingkan dengan manusia, Maou lebih menyerupai manusia dibandingkan Ashiya.”

“Ah, begitukah?”

“Ya, tapi tinggi badan Maou hampir 3 meter, dan anggota tubuhnya setebal batang pohon. Selain itu, kakinya seperti kaki kuda, memiliki tanduk di kepalanya. Dia juga memiliki sayap yang bisa muncul dan menghilang sesuai kemauannya. ”

Bisakah ini dianggap mirip dengan manusia? Rika, yang menyerah untuk memahami ini, menunjukkan ekspresi terkejut.

“Kenapa dia bisa membuat sayapnya muncul dan menghilang sesuka hati?”

“Aku tidak tahu. Mungkin saja dia bisa membentuk sayap itu dengan sihir iblis, atau memang dari awal dia memilikinya. Tapi tampaknya dia bisa terbang tanpa sayap, jadi aku kurang tahu apa fungsi sayap itu. “

” Kau tidak melebih-lebihkannya, bukan? “

“Bagaimana mungkin aku melebih-lebihkannya?”

Rika belum pernah melihat bentuk mereka sebelumnya, jadi wajar baginya untuk merasakan hal ini, tetapi apa yang dikatakan Emi semuanya adalah benar.

“Huft …… itu sangat sulit dibayangkan.”

“Bahkan jika kau mengatakan bahwa kau ingin melihatnya, mereka mungkin tidak akan setuju dengan mudah, dan jika tidak ada persiapan yang tepat, Rika mungkin saja akan mati, jadi itu akan sulit.”

“Eh, kenapa aku harus mati?”

“Dihadapkan dengan sihir iblis dalam jumlah besar dapat mengancam kehidupan manusia normal. Mereka semua adalah iblis tingkat tinggi, jadi mereka bisa menghentikan sihir iblis mereka dari kebocoran sampai batas tertentu, tetapi kita harus tetap waspada dan tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada efek sampingnya. ”

“…………”

Kali ini, wajah Rika benar-benar terdiam.

“Tentu saja tidak perlu mengkhawatirkan hal itu sekarang. Bahkan tanpa sihir iblis pun, mereka dapat mempertahankan hidup mereka dengan makan. Ashiya tampaknya dengan sengaja mengosongkan sihir iblisnya, jadi tidak akan ada bahaya bahkan jika kau mendekati atau menyentuhnya. ”

“Bukan berarti dia seolah seperti laba-laba yang beracun ……”

“Setahuku, itu tidak jauh berbeda.”

Sepertinya semakin Emi mengatakan yang sebenarnya, semakin dia meremehkan orang yang disukai temannya. Emi mengatakan ini dengan nada yang tinggi.

“Sepertinya jalan ini lebih sulit dilalui daripada jalan yang penuh duri.”

“M-mungkin begitu.”

Emi juga setuju.

“Tetapi didepanku, seseorang sudah melalui jalan tersebut, bukankah begitu?”

“Jika anak itu lahir di Ente Isla, dia pasti menjadi orang yang hebat.”

“Sekarang saja dia sudah luar biasa. Sebelum aku tahu tentang semua ini, dia telah menyembunyikan semua rahasia seorang diri. Aku pikir aku tidak akan bisa melakukannya. ”

“Ya…. itu benar.”

Rika dan Chiho diseret ke dalam bahaya karena masalah Ente Isla, hingga akhirnya mereka tahu tentang identitas asli Emi dan yang lainnya.

Namun, keadaan yang diterima Chiho dan Rika setelah mengetahui kebenaran sangat berbeda.

Ketika Rika diserang oleh Gabriel dan ksatria dari Benua Timur Ente Isla yang datang untuk menculik
Ashiya, Ooguro Amane segera datang untuk menyelamatkannya.

Setelah itu, seperti yang dikatakan Rika, dia demam dan hanya bisa tidur. Selama waktu itu, Chiho sering mengunjunginya, dan di bawah perintah Chiho, Maou, Suzuno, Urushihara, dan Amane juga secara pribadi menunjukkan kepedulian mereka terhadap Rika.

Tapi bagaimana dengan Chiho?

Pada saat itu, Suzuno dan Amane tidak ada. Selain itu, Emi dan Ashiya belum membangun hubungan mendalam dengan Chiho. Diculik oleh Lucifer dan Olba dalam kondisi seperti itu, diseret ke dalam pertempuran supranatural, lalu dipaksa untuk menghadapi kenyataan bahwa senior yang dia percaya dan dia taksir sebenarnya adalah Raja Iblis dari dunia asing.

Selain dirinya sendiri, tidak ada yang memiliki ingatan tentang apa yang telah terjadi. Tidak sulit untuk membayangkan perjuangannya yang keras baik itu perasaannya untuk seniornya serta ingatannya tentang pertempuran.

Semua masalahnya seperti lenyap ketika dia menjadi teman dekat Emi, tetapi pada akhirnya dia masih harus menghabiskan banyak waktu agar dapat berbicara dengan Maou seperti sebelumnya.

“Chiho-chan mungkin bertingkah seolah itu hal biasa, tapi dia pasti sangat menderita. Tidak, dia mungkin masih menderita sekarang.”

Chiho tahu kebenaran tentang Maou, serta wujud aslinya, meskipun ia telah mengalami bahaya yang mengancam nyawanya beberapa kali, ia masih berencana untuk menggali lebih dalam tentang kebenaran, dan terlepas dari hasil seperti apa yang ia hadapi pada akhirnya, pemikirannya tidak akan berubah.

“Bolehkah aku mengajukan pertanyaan yang agak tajam?”

“Pertanyaan apa?” Emi bertanya dengan bingung.

Rika berbicara dengan ekspresi serius,
“Ayah Emi, menikahi malaikat, benar?”

“……Benar.”

Alasan mengapa Emi sedikit ragu adalah karena dia tidak pernah mengatakan bahwa Lailah adalah ‘ibu’ nya, tetapi Rika tidak terganggu oleh itu dan terus berbicara,
“Lalu apakah ada manusia yang memiliki hubungan dengan iblis sebelumnya?”

Itu pertanyaan yang tajam.

Namun, bagi orang-orang yang tahu tentang situasi orang tua Emi, tidaklah aneh untuk memikirkan pertanyaan semacam ini.

Karenanya, Emi punya jawaban yang sangat jelas.

“Aku tidak tahu.”

Itulah yang disebut Devil’s Proof
[T/N : Devil’s Proof, cari di wikipedia, tapi kalau ribet kalian bisa artikan kalau itu seperti “Hal yang mustahil dilakukan”]

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded