Hataraku Maou-sama Volume 13 Chapter 3 Part 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Rozen
  • Editor : Scraba

“Biarkan aku mengatakan ini dulu, aku tidak ditolak oleh siapa pun.”

“lalu, ada apa denganmu?”

“…… itu, ehm ……”

Chiho memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“Ini tidak ada hubungannya dengan ditolak … Aku cuma tidak sabaran.”

“tidak sabar?”

“Hm …… ehm, tidak ada yang terjadi sama sekali …… tetapi banyak yang hal terjadi selama beberapa waktu dan tidak ada yang bisa menjelaskan, jadi itu semua menjadi sangat tidak jelas.”

“Kau terlalu sering menggunakan kata ‘hal ’terlalu banyak. Kemudian juga, dengan kata ‘tidak terjadi apapun’ dan ‘tidak sabar’, sepertinya Sasachi sudah jadian dengan senior itu, tapi karena tidak ada kemajuan apapun pada hubungan kalian, kau merasa tidak puas atau sesuatu semacam itu.”

“Bu-Bukan seperti itu! Kami tidak jadian! ”Chiho panik dan membantahnya.

“Bukannya begitu? siapa yang dipanggil orang itu? Aku tau orang itu namanya agak unik”

“Maou-san”

“Maou. Apa itu namanya? Aku rasa kita pernah bertemu satu atau dua kali, jadi aku tidak terlalu mengingat namanya.”

Kaori mengangkat bahunya.

“lalu? Kalian tidak jadian, tetapi kenapa kau bilang ‘tidak terjadi apapun’? mungkinkah itu ada hubungannya dengan bento Sasaki yang semakin mewah pada saat musim panas?”

“kau memperhatikannya ya?” Tanya Chiho dengan heran.

“Karena bento Sasachi jelas terlihat lebih mewah daripada yang lain. Itu juga terlihat lebih besar dan lebih banyak”

“…… ya, bahkan aku menjadi lebih gemuk akhir-akhir ini.”

“Aku mengerti, sepertinya aku mendengar sesuatu yang bagus.”

Walaupun itu memberikan beban di dalam hatinya, bahkan lelucon dari Kaori pun terdengar menyenangkan.

Kesempatan pertama Chiho untuk membawa makanan ke Villa Rosa di kamar 201 adalah ketika Suzuno pindah ke ruangan sebelah Maou dan Chiho mulai sering pergi ke tempat Maou.

Selain itu, Chiho telah salah paham bahwa Suzuno memiliki perasaan pada Maou, dan memicu semangatnya untuk bersaing.

Namun, dari sudut pandangnya sebagai gadis sekolah, kemampuan Suzuno jelas melebihi tingkat memasaknya di rumah dan Chiho tidak akan bisa melampauinya dengan latihan biasa, jadi untuk pertama kalinya, Chiho mulai berlatih memasak dengan serius.

Kenyataannya, ibu Chiho melihat semangat bersaing padanya, dan melaporkan hal ini kepada ayahnya.

Ayahnya menunjukkan ekspresi kebingungan, tetapi dengan alasan ‘dengan ini aku dapat menghemat usaha untuk memikirkan bento apa yang harus kubuat setiap hari’, ibu Chiho mengajari banyak hal kepadanya.

Dengan ini, Chiho mulai bersaing membawa makanan ke tempat Maou, tetapi hanya kurang dari sepertiga makanan yang dibuat Chiho ada di meja makan Maou.

Agar tidak kalah dari Suzuno, Chiho melakukan banyak percobaan, tetapi ketika mencoba membuat hidangan yang sulit, kemampuan yang dia miliki tidak setara, dia sudah gagal berkali-kali.

Chiho ‘mengakui perasaanya’ pada hari yang mudah di ingat, yaitu hari dimana dia bisa memberikan Maou hadiah untuk pertama kalinya.

Rasanya hal itu sudah lama terjadi, tetapi beberapa bulan berlalu sejak hari itu.

Hanya pada saat itu, udara pengap yang panas dan suara jangkrik menghilang dari indera Chiho.

Dia tidak bertindak sembarangan atau mengikuti alur, Chiho menyatakan perasaanya dengan keyakinan yang kuat.

Dia percaya hanya pada waktu itu yang pas.

Chiho yang pada saat itu berbeda daripada Chiho yang baru saja mulai menaruh perhatian kepada Maou, dia sudah tahu banyak hal tentang dirinya. Bahkan setelah dia tahu, perasaannya tetap tidak berubah.

Dan karena itu, dia berani mengungkapkan perasaannya terhadap ‘orang’ yang sangat dia sukai untuk pertama kalinya di dalam hidupnya.

“ooh! Sungguh mendebarkan! ”

“…… Jangan menggodaku. Aku sangat malu. ”

Kaori mengungkapkan keterkejutannya dengan sikap yang berlebihan.

Chiho menyimpulkan kepada Kaori apa yang telah terjadi selama ini. Dia telah melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Ente Isla, tetapi berbicara tentang hal yang lainnya. Karena itu, walaupun cuaca dingin, wajah Chiho memerah bahkan sampai telinganya pun berubah merah.

“Oh~ ketika aku masih SMP, kupikir bahwa semua orang akan sibuk mencari pacar setelah mereka masuk SMP. Namun, termasuk aku, dan orang-orang di sekitar kita secara tidak terduga tidak terlihat melakukannya, bukan? huh, mungkin itu terlihat tidak terjadi sama sekali, tapi ini adalah pertama kalinya seseorang yang dekat denganku mengakui perasaannya kepada seseorang. ”

“uuu…..”

“Sasachi manis sekali. Lalu? Bagaimana jawaban darinya? ”

Tentu saja, apabila ada seseorang yang tau kalo ada yang telah menyatakan perasaannya, mereka akan penasaran akan hasilnya.

Namun, Chiho menjawab dengan ekspresi yang suram, “Ehm …… ini adalah salah satu alasanku tidak sabar… sebenarnya, dia belum menjawabnya.”

“apa?”

Kaori terkejut mendengar ini

“Kau bilang dia belum menjawabnya, bukannya kau menyatakan perasaanmu pada saat liburan musim panas? Eh? Dan sekarang sudah bulan Desember loh! ”

“iyaa..”

“Eh, lalu setelah itu, kalian cuma berkerja seperti biasa saja?”

Sebenarnya, selain bekerja, mereka telah mengalami banyak hal bersama, tetapi Chiho melewatkan hal itu dan tidak menceritakannya––

“….iya”

Chiho mengangguk

“aku memang menyuruhnya agar tidak terburu-buru dalam menjawabnya”

“Oh …… tapi, hm ~ jadi jadi begitu itu… ..huh, lupakan itu. Maka, Cuma ada satu alasannya, berarti ada sesuatu yang dia sembunyikan? ”

“Ya. Itu ……”

Untuk menjelaskan detailnya, tidak akan ada pilihan selain menyebut Alas=Ramus.

Chiho mulai menjelaskannya dengan singkat, dan berhati-hati untuk tidak mengatakan apapun yang berhubungan dengan Ente Isla.

Maou memiliki saudara jauh yang membuat anak mereka di rawat olehnya. Mengetahui posisinya sebagai siswa SMA, Chiho tidak bisa sering berkunjung ke rumah seorang pria lajang untuk merawat anak itu.

“Itu benar. Jika kau melakukan hal seperti itu dan guru mengetahuinya, itu akan menjadi masalah yang tidak bisa di tangani dengan memberikan nasehat saja. ”

“Ya. Manajer di tempat kerjaku juga memberitahuku tentang hal ini. Aku harus mempertimbangkan dampak dari apa yang kuperbuat dimata orang lain. ”

Karena itu sudah seperti ini, dan Maou berharap hal ini tidak menjadi lebih rumit, Chiho memutuskan untuk membantu apa pun yang bisa dia bantu.

Namun, berhubungan dengan mengurus anak keluarganya itu, pekerjaan itu diserahkannya kepada wanita lain.

“Jadi, itu berarti ada saingan baru yang muncul?”

“Kao-chan, kenapa kau terlihat sedikit senang karena hal itu?”

“Aku? Mengetahui tentang ini, selain merasa bersemangat, apa lagi yang bisa kurasakan? ”

“mungkin begitu …… tetapi orang itu tidak mempunyai niat seperti itu.”

Perempuan yang bernama Yusa Emi sudah lama mengenal Maou, dia adalah seorang wanita dewasa yang mandiri, jadi itu tidak masalah bahkan jika dia sering mengunjungi rumah Maou.

Ada pedebatan dengan Emi apakah dia bersedia pergi ke rumah Maou atau tidak, tetapi pada akhirnya, anak kerabatnya itu mendekatkan hubungan antara Maou dan Emi.

Emi Yusa adalah orang yang memberitahu Chiho banyak hal tentang Maou secara detail.

“Dia adalah seorang yang luar biasa, cantik, dan seorang kakak yang bisa diandalkan. Dia adalah temanku yang sangat berharga. ”

“…… Aku tahu bahwa Sasachi bisa berpikir begitu, tapi setelah mendengarnya sejauh ini, dalam situasi ini, kau terlihat seperti tenggelam ke dalam rawa.” Keduanya mungkin sudah saling mengenal untuk waktu yang lama, tapi hubungan antara Emi dan Maou tidak berjalan dengan baik. Jika bukan karena anak kerabat ini, mereka berdua tidak akan bisa berbicara seperti biasanya.

“kenapa orang seperti itu ingin membantu untuk merawat anak kerabatnya itu?”

“Ceritanya panjang, banyak hal terjadi. Salah satu alasannya adalah karena anak itu sangat dekat dengan Yusa-san. ”

“oh..”

Mereka berdua memiliki hubungan yang kurang bagus. Namun, Chiho, memiliki hubungan baik dengan mereka berdua, dia selalu berharap mereka bisa akrab.

Pada saat ini, Emi kehilangan pekerjaannya karena dia terlibat dalam suatu masalah.

Namun, dengan mobilitas dan bakat yang dimilikinya, Emi segera mendapatkan pekerjaan barunya.

“Eh, mungkinkah itu?”

“Ya, itu MgRonalds tempat Maou-san dan aku bekerja.”

“Uwah ~ itu menakutkan, situasi ini sangat menakutkan!”

“Kau tidak boleh membayangkannya seperti itu. Meskipun aku mengatakan padanya bahwa aku menyukai Maou, tapi kami tidak berkencan, dan hubunganku dengan Yusa-san baik-baik saja, jadi kuharap dia bisa datang ke MgRonalds untuk bekerja. Pihak toko juga memberikan kelonggaran, dan aku juga bilang pada Maou-san untuk meminta Yusa-san berkerja di tempat ini.”

“kenapa kau melakukan hal semacam itu?”

“Jika mereka berkerja di tempat yang sama, mereka mungkin bisa memperbaiki hubungan mereka.”

“Anak itu benar-benar telah membangun peperangan yang mengerikan…”

“Sudah kukatakan bahwa itu tidak mengerikan sama sekali! Aku tetap berhubungan baik dengan Maou-san maupun Yusa-san. ”

“Lalu apa? Karena kau sudah mengerti tentang hal itu, ini berarti bahwa semuanya berjalan sesuai dengan tujuan Sasachi, kan? Berhasil bekerja bersama dengan temanmu dan orang yang kau sukai, dan karena jawaban dari orang yang kau sukai telah tertunda untuk waktu yang cukup lama, jika kau tidak merasa cemas menunggu jawaban darinya, lalu Maou-san yang menahan jawabannya bagian dari rencanamu, kan ?”

“Iyaa….Itu benar”

Chiho menundukkan kepalanya.

“Beberapa waktu lalu, ada senior di tempat kerja yang mengundurkan diri. Alasannya karena dia ingin mencari pekerjaan full time, dan pada saat itu, aku tiba-tiba teringat sesuatu. Bukankah di kelas sudah ada yang mempersiapkan diri untuk ujian? ”

“Iya. Rasanya belakangan ini banyak orang yang pergi mengikuti kelas tambahan. ”

“Setelah senior itu pergi, pemandangan sehari-hari yang normal mulai berubah sedikit demi sedikit. Seperti ada yang kurang di dalam jadwal kerja, atau perubahan posisi pada hari-hari tertentu selama seminggu. Ketika aku mengamati perubahan ini, aku terkejut. Rasanya seperti aku tau aku tidak dapat mempertahankan situasi saat ini untuk selamanya.”

“Mempertahankan situasi seperti ini, apa artinya itu?” Tanya Kaori dengan kebingungan.

Dengan perlahan Chiho mulai berbicara tentang apa yang telah dia pertimbangkan sepanjang hari ini.

“Pada tahun keduaku di SMA adalah periode di mana aku bisa hidup bebas di bawah perlindungan orang tuaku tanpa ada tekanan yang mempengaruhi kehidupanku di sekolah, aku bisa pergi ke kelas, makan, dan berpartisipasi dalam kegiatan klub bersama dengan Kao-chan, Emura-kun, dan yang lainnya. Selama aku bekerja, aku bisa melihat Maou-san, Yusa-san dan Kisaki-san. Di apartemen Maou-san, ada teman-teman Suzuno-san, Maou-san, Ashiya-san dan Urushihara-san …… Aku mengerti bahwa suasana yang ada saat ini adalah tahapan sementara dalama kehidupan. Aku bisa memahami fakta ini …… lalu …… ”

“Iya..”

“Kupikir mungkin aku bisa menghilang begitu saja di depan orang-orang seperti Kouta-san, tiba-tiba aku menjadi sangat terganggu pada hal-hal yang sebelumnya yang tidak kupedulikan.”

“Apakah Kouta itu senior yang mengundurkan diri itu?”

“Iya. Uh, seingatku nama lengkapnya adalah Nakayama …… Nakayama Koutarou. Karena kami biasanya menggunakan nama panggilan ketika kami bertegur sapa, jadi sedikit sulit untuk mengingat nama aslinya. ”

“Ah, aku bisa mengerti itu”

“Lalu, setelah itu, aku mulai berpikir tentang hal-hal yang tidak ada artinya sama sekali.”

Menggunakan nama panggilan untuk berkomunikasi adalah hal yang wajar untuk dilakukan oleh karyawan MgRonalds di depan Stasiun Hatagaya.

Itu bukan sesuatu yang ada perintahnya, ada orang yang menggunakan nama panggilan, dan orang yang memanggil orang lain dengan nama belakang mereka. Situasi orang memanggil orang lain dengan cara yang berbeda-beda : sebagai contoh, selain Emi, semua orang memanggil Chiho dengan sebutan ‘Chi-chan’

“Maou-san menggunakan nama panggilan pada saat menyapaku. Dia memanggil Yusa-san dengan nama Emi, memanggil tetangga dengan nama Suzuno. Dan memanggilku Chi-chan. “

“iya.”

Menggunakan nama panggilan untuk menyapa temannya bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Maou sudah memanggil mereka seperti itu sebelum hubungan mereka dekat seperti sekarang, tetapi Kaori cuma diam dan mengangguk untuk menjawabnya.

“Bahkan sekarang, Maou-san bersikeras bahwa hubungannya dengan Yusa-san tidak baik, tetapi dia memperlakukan Yusa-san dengan baik sejak dulu. Dia bersikap kasar agar tidak melukai harga diri Yusa-san.”

“hmm”

“Di antara orang-orang yang sering berkumpul di apartemen Maou-san, Cuma aku satu-satunya siswa yang tinggal di rumah sendiri. Tahun depan aku juga harus mengikuti ujian. Kesempatan bertemu dengan semua orang akan berkurang …… dan …… ”

“dan?”

“…… akhir-akhir ini, seseorang yang Maou-san dan Yusa-san kenal datang … untuk meminta mereka melakukan tugas besar.”

“Ah, ok.”

“Selama ini, yang kupikirkan dalam kehidupan sehari-hariku bisa di lalui dengan menghabiskan waktu bersama-sama dengan semua orang, dan ku kira ini akan berlanjut selamanya. Tetapi itu tidak mungkin, ketika aku tau bahwa kehidupan sehari-hari ku berlalu dengan sangat singkat, aku mulai merasa cemas.”

“I-iyaa”

Kaori mengangguk lalu jongkok di sebelah Chiho dan membelai punggungnya.

“Mungkin Maou-san dan yang lainnya akan pergi ke tempat lain. Bagaimanapun, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. Tempat dimana Maou-san dan yang lainnya berada berbeda dengan tempatku. Jadi …… tiba-tiba aku ingin tau jawaban darinya. ”

“Iya”

“Aku berharap Maou-san dan Yusa-san bisa akur, tapi begitu aku melihat Maou-san menaruh perhatian kepada Yusa-san, ada perasaan sesak di dadaku. Tidak peduli berapa banyak usaha yang kulakukan, tahun depan, aku tidak bisa tinggal di dekat Maou-san seperti saat ini. Mungkin Cuma satu tahun untuk mempersiapkan dan itu akan berlangsung dalam waktu singkat seperti kehidupan sehari-hari yang kualami saat ini. Namun, jika Maou-san dan yang lainnya memutuskan untuk menerima tugas ini …… aku tidak tau masa depan akan berubah seperti apa. Aku mungkin tidak akan bisa bertemu dengannya dalam beberapa tahun. Oleh sebab itu, aku merasa iri dengan orang yang berada di sisinya atas pilihan mereka sendiri. ”

“iya”

“Tapi …… aku menyukai Yusa-san. Namun, aku cemburu padanya karena alasan yang tidak berarti, aku tidak mengerti apa yang kulakukan, itu bukan hal yang kuharapkan, namun tidak peduli seberapa banyak usaha yang kulakukan … ”

“iya”

Kaori memeluk Chiho dari belakang

Untuk menghormatinya, Kaori tidak melihat ke arah wajah Chiho

“Siapa aku bagi Maou-san?”

Ini adalah rasa kegelisahan yang ada di hati Chiho yang bagaikan duri.

“Aku selalu dilindungi olehnya, atau mungkin malah menjadi beban baginya, mungkin aku telah menyebabkan banyak masalah, dan dia tidak menunjukkannya karena kebaikannya. Aku juga sering berpikir negatif, dan itu mengacaukan kondisi batinku. ”

Chiho mungkin telah menyatakan perasaannya pada Maou, tapi itu berbeda dari ‘Tolong pergi denganku’.

Dia hanya mengekspresikan perasaan suka padanya.

Karena itu, walaupun dia menunggu jawaban, Chiho tidak tahu jawaban seperti apa yang dia harapkan.

“Jujur saja, aku mungkin tidak terlalu mengerti semua ini …… tapi Sasachi sangat menyukai orang itu, ya. Seharusnya aku satu-satunya yang merasa cemburu. ”

“Ah, ma-maaf. Bukan seperti itu.”

“Aku tahu itu. Mereka adalah mereka dan kita adalah kita. Aku juga tahu banyak hal tentang Sasachi yang Maou-san dan yang lainnya tidak tahu. Bagaimanapun, kau tidak bisa memaafkan dirimu sendiri karena merasa cemburu pada mereka, tapi karena kau tidak bisa memaafkan dirimu sendiri, kau jadi tidak bisa menyesuaikan perasaanmu, jadi semuanya meledak seperti itu, kan? ”

“iyaa…”

“Wajahmu terlihat sangat jelek. Apa kau membawa saputangan? “

“….Tidak”

“sini, aku punya tisu”

“makasih”

Tanpa sadar, Chiho menangis lagi, dan bahkan keluar ingus dari hidungnya.

“…… Dan aku memberi tahu Suzuno-san tentang semua ini.”

“Uwah, itu buruk. Suzuno-san adalah tetangga Maou-san, kan? ”

“Ya. aku bertemu dengannya di jalan, dan pada saat itu aku tidak bisa mengendalikan diri seperti saat ini. Ketika aku sadar, aku sudah dinasehatinya di Excentricksior. Berpikir kembali pada waktu itu, Suzuno-san pasti sangat bingung, tapi dia masih mendengarkan sampai akhir. ”

Namun, bahkan jika Suzuno bisa memahami masalah Chiho, dia tetap tidak memberikan Chiho banyak jawaban.

Suzuno mungkin marah pada Maou-san karena tidak perhatian atau terlalu bergantung pada Chiho, tetapi berhubung karena rasa gelisah Chiho akan perpisahannya dengan Maou dan yang lainnya, dia mungkin tidak bisa memberikan apapun.

“Aku mengerti. Kau tidak bisa mendapatkan jawaban dari orang yang kau sukai, kau cemburu pada temanmu, dan kau juga mengeluh kepada orang yang mencarimu . Tidak dapat dipungkiri kau membenci caramu sendiri dalam bertindak. “

“… Lalu, beginilah aku berakhir.”

“Baiklah, sepertinya aku tau apa yang sedang terjadi. Selain soal nasi kari dan udon. ”

Kaori mengangguk beberapa kali, lalu bertanya, “Sekarang apa? Akan lebih baik jika aku memberikan pendapat yang sedang kupikirkan? ”

“…… Jika kau punya, maka tolong katakan.”

Dari sudut pandang Chiho, setelah Suzuno, dia dengan malu berharap kepada Kaori, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.

“Ya. Kalau begitu aku akan langsung mengatakannya, aku rasa Sasachi harus lebih keras kepala. “

“Apa yang kau maksud?”

“Dalam artian. Seperti menarik kerah Maou-san dan memintanya untuk menjawab pernyataanmu! Atau dengan mengatakannya secara langsung bahwa kau merasa tidak suka karena dia baik kepada Yusa-san? ”

Namun, jawaban yang Kaori berikan terlalu mengerikan, dan membuat Chiho kaget.

“Eh, ehh? Aku tidak bisa melakukan hal itu! “

“kenapa?”

“Kenapa, karena……”

Kenapa? Kenapa dia tidak bisa melakukannya? Kenapa tidak melakukan hal itu? kenapa?

“kau tidak pernah malakukan hal seperti itu kan?”

“i-iya, aku tidak pernah”

“Aku tidak memaksa dirimu untuk berselisih dengan Yusa-san, karena kau berhubngan baik dengan dia, kau harus memberitahunya dengan jujur mengenai perasaanmu. Mengenai ingin berkencan, kau harus mengatakan bahwa situasi seperti ini mungkin tidak akan terjadi lagi di tahun depan, tetapi kau masih ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan dia. Kurasa ini satu-satunya cara untuk menyelesaikannya. ”

“Apakah …… benar begitu?”

“Ini adalah pendapat jujur dariku setelah mendengarkan apa yang kau ceritakan. Dan, mungkin aku tidak tahu betapa pentingnya seorang Yusa-san bagimu, tetapi melihat orang yang kau sukai peduli dengan perempuan lain, wajar kalau kau merasa tidak senang. Itu normal. Selain itu, Yusa-san tidak tahu bahwa kau cemburu dan tertekan, itu benar-benar menjengkelkan. ”

“augh….”

Bukan hanya mengerikan jawaban dari Kaori, tapi juga tanpa rasa kasian.

Dia mengarahkan di bagian di mana Chiho mulai mengira bahwa mungkin seperti itu dan menyerangnya dengan kekuatan penuh, lalu menenggelamkan Chiho.

“Bersikap seperti ini, sepertinya kau hanya ingin bertindak seperti orang yang baik. Bahkan jika kau cemburu, teman tetaplah teman. Bukankah itu akan baik-baik saja? Jika kau berselisih karena ini, itu akan menunjukkan betapa dangkalnya hubunganmu itu . ”

Suzuno tidak bisa memberikan pendapat semacam ini. Itu adalah opini tanpa belas kasihan, tetapi Chiho tidak bisa menyangkalnya sama sekali.

Untuk pendapat yang diberikan dari seseorang seusianya, ini adalah pendapat yang sangat meyakinkan.

“Sebelumnya kau telah menceritakan semuanya, kau tidak takut gagal di lain waktu. Selain itu, orang yang dipanggil Suzuno merasa sedih dengan situasi yang kau alami, tidak ada alasan untuk tidak meminta bantuannya, kan? Tidak memberikan jawaban dalam kurun waktu empat bulan benar-benar terlalu lama. ”

“i-iyaa…”

“Tetapi, aku bisa membuatnya terdengar menjadi lebih mudah karena hal ini tidak ada hubungannya denganku. Pada akhirnya yang membuat keputusan adalah Sasachi. ”

“……Ya terima kasih. Maaf, sepertinya aku menjelaskannya dengan cara yang berantakan. ”

“Jika kau menjelaskannya dengan rapi, aku akan kebingungan. Karena aku tidak memiliki pengalaman tentang percintaan, jika kau datang kepadaku untuk membahas tentang lelaki yang kau kencani dua kali, aku pasti akan melarikan diri. Dan aku mungkin tidak akan menanyakan hal itu kepadamu, tetapi ketika semuanya sudah selesai, jangan lupa mengabarkannya kepadaku, oke?”

“i-iya..”

Melihat Kaori menjadi sangat serius, Chiho memutuskan bahwa dia tidak harus mempermalukan dirinya di depan Kaori sekali lagi.

“Dan juga….”

Selanjutnya, Kaori merapikan roknya, berdiri, dan melihat ke arah gedung sekolah.

Setelah itu Chiho melihat ke arah itu juga, dan dia melihat jam yang dipasang di gedung sekolah.

“ah!”

Chiho tau mengapa Kaori melihat ke arah itu. Jam menunjukan bahwa jam istirahat makan siang akan berakhir dalam 5 menit.

“Berkaitan dengan hal itu menyebabkan aku melewatkan jam makan siang, kita akan melanjutkan pembicaraan ini nanti.”

“Uh, erhm, mari menunggu di lain waktu ketika aku membawa dompetku.”

Ketika dia selesai berbicara tentang apa yang dia rasakan dan tiba-tiba perutnya mulai terasa lapar, namun itu sudah terlambat.

Selama jam pelajaran kelima dan keenam, Chiho Cuma bisa menahan rasa laparnya.

“huh…. aku sangat lapar….”

Setelah Chiho tiba di rumah, dia merebahkan dirinya di tempat tidur di dalam kamarnya.

Chiho meminjam uang dari Kaori dan membeli roti dari toko di dekat sekolahnya setelah jam pelajaran dan kegiatan klub nya berakhir, tetapi karena Chiho merasa sangat lapar, memakan satu roti saja tidak cukup.

Karena Chiho merasa gelisah dan bingung dengan opini yang berbeda yang diberikan Kaori, selama kegiatan di klub, dia melakukan banyak kesalahan seperti pada postur dalam menembak dan mengarahkan anak panahnya, para juniornya bahkan mendengar perutnya berbunyi, itu benar-benar mengerikan.

Chiho memiliki sifat yang baik, sikap yang teguh, dan biasanya memiliki postur dalam menembak yang bagus, jadi semua juniornya merasa cemas apakah dia sakit. Namun, dia tidak bisa bercerita kepada mereka bahwa dia lupa makan siang karena memiliki masalah tentang percintaan.

Pada akhirnya, Kaori lah yang meyakinkan Yoshiya dan juniornya yang khawatir. Selain atas kebaikannya, Chiho berhutang pada Kaori karena meminjamkan uang untuk makan siangnya, sepertinya itu akan menjadi lama sebelum Chiho bisa melihat Kaori.

“ah, oh iya, ponselku”

Ponselnya yang ditinggalkan di rumah lalu di hubungkannya ke charger menunjukkan panggilan dan pesan masuk.

“eh, mama?”

Setelah waktu berakhirnya jam sekolah, ibu Chiho, Riho, telah menelponnya beberapa kali.

Chiho tidak melihat ibunya begitu ia sampai di rumah, ibunya mungkin memiliki hal yang dikerjakan sehingga tidak bisa pulang ke rumah hingga malam hari.

Setelah menelpon balik, lalu telepon berdering sekali–

“Chiho, ibu sudah menelepon beberapa kali, kenapa kau tidak mengangkatnya?”

“Maaf bu, ponselku tertinggal di rumah, aku tidak membawa ponsel ke sekolah hari ini.”

“Jadi begitu. Itu berarti kau sudah sampai rumah sekarang? ”

“iya”

“Aku mengerti. Sebenarnya, seorang teman alumni dari sekolah ibu di rawat di rumah sakit, ibu pergi untuk menemui teman ibu yang tinggal di dekatnya sehingga kami bisa menjenguknya bersama. ”

“Apakah benar begitu? Dia dirawat dirumah sakit, serius bu? ”

“Dia mengalami kecelakaan mobil dan patah tulang. Tapi ini tidak mengancam nyawanya, tetapi sebagai seorang teman yang tinggal dekat dengannya, akan terlihat menjadi tidak berperasaan jika ibu tidak menjenguknya. Karena semua orang cuma dapat libur hari ini, diputuskan secara mendadak. Ibu berada di Shinjuku sekarang, tetapi rumah sakit yang akan kami kunjungi berada di dekat tempat tinggal kita. ”

“Aku mengerti. Kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam sendiri. ”

“Apakah itu tidak apa-apa? Ayahmu bekerja hari ini dan tidak pulang. ”

“Bagaimana dengan ibu? Apakah kau makan bersama dengan teman-temanmu? ”

“Ibu pikir ibu tidak akan pergi minum-minum setelah menjenguknya, tetapi ibu berencana makan dengan teman-teman ibu. Ibu tidak akan pulang terlalu malam. Semua orang bekerja besok. Jadi begitulah keadaannya, ibu harap kau mengerti. ”

“Ya aku mengerti bu. Hati-hati di jalan ………… sekarang apa yang harus kulakukan. ”

Setelah menutup telepon, Chiho mendekap wajahnya dengan bantal.

Chiho benar-benar lapar setelah kegiatan klub selesai, tetapi karena dia harus pulang untuk makan malam, dia tidak bisa membeli camilan yang banyak, itulah sebabnya kenapa dia menolak tawaran Kaori dan Yoshiya untuk mentraktirnya minum teh.

Tetapi pada akhirnya, ibunya tidak ada di rumah, bahkan dia harus membuat makan malamnya sendiri.

Entah itu makan di luar atau membeli makanan dari restoran, dia harus mengumpulkan niatnya untuk pergi keluar. Pada saat yang sama, dia merasa tidak ingin memasak makanannya sendiri.

Rasanya apabila dia memasak, perasaannya akan berantakan lagi.

“Apa yang harus kulakukan….eh?”

Chiho mulai memainkan ponselnya dan melihat nama yang tidak asing dalam pesan yang ia terima.

Dia telah menerima pesan ini pada jam 5 sore, terletak di antara pesan dari 13 Ice Cream tentang voucher mereka dan pesan promosi dari MgRonalds.

“Sangat jarang. Apa terjadi sesuatu? ”

Setelah Chiho membaca isinya, dia segera meneleponnya.

Itu adalah pesan dari Suzuki Rika yang mengajaknya keluar untuk makan malam.

Tepat setelah jam 6 sore, didepan loket Stasiun Sasazuka yang terlihat menjadi lebih ramai karena orang-orang ingin pulang sehabis berkerja, Chiho melihat Rika yang berdiri dengan rasa bosan.

“ah, ketemu juga, Suzuki-san!”

“Oh, Chiho-chan, halo. Maaf karena tiba-tiba mengajakmu pada saat keluar saat ini. ”

Setelah Chiho berlari kearahnya, dia melihat bahwa Rika tidak mengenakan pakaian biasa, tetapi dia terlihat mengenakan pakaian yang bagus.

“Apa keluargamu tidak keberatan?”

“Tidak, orang tuaku tidak di rumah hari ini. Apakah Suzuki-san habis dari acara di tempat lain? ”

“ya, seperti itulah”

Rika menjawab dengan cara yang sedikit tidak jelas.

“Lalu, seperti yang aku bilang dalam pesan tadi, apakah tidak masalah bagimu untuk makan malam bersamaku?”

“iya, itu tidak apa-apa”

Chiho tidak bisa memberitaukan alasannya untuk diajak keluar.

Hubungan Chiho dan Rika baru-baru ini menjadi lebih dekat, tetapi jika Rika ingin mencari teman untuk diajak makan bersama, dia seharusnya bertanya kepada Emi terlebih dahulu.

Saat Chiho memikirkan hal ini, Rika berbicara terlebih dulu dia seperti menebak isi pikiran Chiho, “Itu terjadi begitu saja, aku cuma ingin menemuimu hari ini, bukan menemui Emi. ”

“Apakah benar begitu?”

Itu adalah perasaan kurang baik mencurigai orang yang ingin menemuimu, tetapi ini tidak menghilangkan perasaan aneh yang dirasakan oleh Chiho.

Dia merasakan Rika berbeda dari yang biasanya.

Meskipun Rika tidak kehilangan kepribadiannya yang selalu ceria meskipun setelah serangan dari para kesatria dari Benua Timur Ente Isla, Chiho merasakan suatu perasaan yang sangat gelap pada ekspresi Rika saat ini.

“huh, mari putuskan di mana kita akan makan. Walaupun aku bilang begitu, aku tidak bisa membawamu ketempat minum-minum, jadi mungkin kita akan pergi ke restoran keluarga, apakah itu tidak masalah? ”

“ya, dimana saja tidak masalah”

“Kalau begitu, ayo pergi. Meski begitu, aku tidak tau restoran yang enak di sekitar sini, apa ada toko yang ingin kau kunjungi atau apa kau punya rekomendasi ?”

“uh, tentang itu”

Untuk orang dewasa yang sudah bekerja seperti Rika, restoran seperti apa yang dia akan datangi pada saat seperti ini ?

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded