Hataraku Maou-sama Volume 13 Chapter 3 Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Rozen
  • Editor : Scraba

Merasa seleranya sedang diuji, Chiho menyilangkan tangannya dan mulai berpikir dengan serius. Sulit membayangkan jika Rika yang berdandan dan melihatnya tidak bisa menjawab.

Barangkali ada sesuatu mengenai Emi, Maou dan yang lain, yang ingin dia diskusikan bersama dengan Chiho.

Mereka perlu tempat yang cocok untuk ngobrol, tempat yang bisa didatangi oleh seorang remaja di atas jam 6, dan tempat dimana mereka bisa makan.

Yang terpenting, karena berbagai alasan, Chiho sangat lapar lebih dari yang biasanya.

“ah, tempat itu”

“oh, apa kau menemukan tempat yang bagus?”

“iya, tapi kita harus berjalan agak jauh, apa tidak masalah?”

“tidak apa-apa, ayo pergi!”

Setelah beberapa menit berjalan dari Stasiun Sasazuka, Rika menannyai tentang keadaan Chiho di sekolah, dan Chiho juga menjawab dengan santai. Saat keduanya mengobrol, tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di depan toko sushi 100 yen “Gyogyoen”.

“Oh, toko ini lumayan bagus. yang ini, kan? ”

Dilihat dari ekspresi Rika, sepertinya ini bukan pilihan yang buruk.

“Apa kau sering datang ke tempat ini? Aku cuma tahu nama tokonya, dan tidak pernah masuk ke dalam. Selain itu, aku jarang beraktifitas di daerah ini. ”

“Aku belum pernah makan sushi yang harganya mahal, tapi kurasa ini rasanya tidak akan jauh berbeda.”

“oh”

“aku tidak terlalu sering datang ke daerah sini, tapi aku ingat ada iklan yang memperkenalkan bahan makanan baru yang berkualitas tinggi, jadi mungkin ini adalah kesempatan yang bagus untuk mencobanya.”

“Ah ~ itu seperti rangkaian toko khusus 100 yen yang memperkenalkan sushi dengan bahan berkualitas tinggi dengan harga 200 yen, atau menjual ramen meskipun mereka adalah toko sushi, ada banyak perubahan akhir-akhir ini.”

“aku tidak yakin apakah mereka menjual ramen”

Chiho membuka pintu toko dengan senyum yang sedikit terpaksa.

Untungnya, mereka datang tidak bertepatan pada saat jam makan malam dan mereka berhasil menemukan tempat duduk.

“Tapi, itu layak dicoba.”

Chiho mengatakan itu sambil mengelap tangannya dengan haduk basah.

“Ketika Emerada-san datang ke Jepang untuk pertama kalinya, dia makan hampir tiga puluh piring sendirian sambil berkata ‘Enak, enak’.”

“…… Oh, Emerada yang berbadan mungil itu, huh.”

Sejenak Rika menunjukkan ekspresi terkejut, dan setelah mengusap tangannya, dia bersandar ke sofa.

“Ah ~ sangat lelah, aku tidak tahan lagi. huh ~ ”

“Apakah kau baru saja kembali dari suatu tempat yang jauh?”

“Tidak, itu tidak jauh. Malah dekat. “

Rika menerima teh hijau yang di seduh Chiho dengan bubuk matcha, lalu bergumam pelan, “Aku pergi berkencan dengan Ashiya-san di Shinjuku hari ini.”

“Oh, kencan dengan Ashiya-san ………………………… panas!”

Beberapa saat setelah memahami apa yang dikatakan Rika, Chiho menumpahkan air panas pada saat akan menuangkannya ke gelas.

“Apa kau baik baik saja? Apa tanganmu melepuh? “

“A-aku baik-baik saja, aku baik-baik saja, tapi eh, ehh? Suzuki-san, kencan bersama Ashiya-san, eh …… ehhh? ”

“Chiho-chan, kau terlihat sangat terkejut. Aku seorang wanita dewasa, tentu saja aku pergi berkencan dengan orang lain. ”

“Uh, bukan itu yang aku maksud, aku tidak merasa terkejut pada bagian itu, t-tapi Ashiya-san, pergi, pergi berkencan?”

‘Ashiya’ yang mengeri istilah ‘kencan’ mungkin sama dengan ‘Urushihara’ yang mengerti istilah ‘bekerja keras’.

Karena dia terlalu terkejut, sehingga membuat Chiho tidak bisa berbicara beberapa saat.

“Apa kau terkejut?”

“……sesungguhnya, aku benar-benar terkejut”

“apakah itu buruk~?”

“Ah, tidak, ehm, aku tidak berpikir kalau Suzuki-san tidak punya daya tarik, hanya saja aku tidak pernah mendengar mengenai seorang Ashiya-san pergi keluar karena alasan selain pergi ke supermarket, perpustakaan, pekerjaan jangka pendek, atau hal yang berhubungan dengan Maou-san. “

“jadi kau terkejut tentang itu”

Rika condong ke depan dengan senyuman liciknya.

“Ini bukan pertama kalinya aku pergi bersama Ashiya-san. Maou-san dan Suzuno-chan mungkin juga ada di sana, tapi pada saat itu aku pergi bersama mereka untuk membeli televisi. ”

“Uh, tapi, pada saat itu berbeda dengan yang sekarang, kan? Karena, sejak itu sejak kencan …… ”

“iya, cuma kami berdua.”

“woh!”

Mendengar terlalu banyak berita yang mengejutkan, Chiho hanya bisa membuat suara terkejut seperti itu.

“Ya ampun, aku rasa reaksi Chiho-chan yang barusan agak lucu.”

“Eh? Ah, ma-maafkan aku, aku mengatakan beberapa hal yang tidak sopan barusan … ”

“Tidak apa-apa. Lebih tepatnya, sebagai gantinya kau harus meminta maaf kepada Ashiya-san. Aku tidak tau bagaimana dia bersikap di rumah, tetapi saat berada di luar dia bertindak dengan sopan. ”

“I-itu … itu benar.”

“Namun, di lihat dari bagaimana Chiho-chan berakting, mungkin fakta ini tidak akan bocor.”

“apa, apakah ada yang salah?”

“apa Maou-san atau Suzuno-chan memberitahumu sesuatu?”

“Maou-san dan Suzuno-san? Tentang kencan hari ini? ”

“Tidak, bukan tentang itu. huh, aku mungkin menyebutnya kencan, tapi itu benar-benar tidak ada bedanya pada waktu aku pergi bersama dengan Suzuno-chan untuk membeli televisi. Pada hari ini akhirnya Ashiya-san membeli ponsel. Dan itu adalah sebuah Slimphone. Aku hanya memberikan saran kepadanya. “

” Ashiya-san membeli ponsel? “

Apakah rotasi Bumi akan berbalik arah besok?

Chiho kaget dan hampir menumpahkan tehnya lagi.

“Dia merasa sepertinya harus memiliki ponsel sejak dulu. Ketika kami membeli televisi, aku setuju untuk menemaninya membeli ponsel di lain waktu, tetapi itu tertunda karena banyak hal terjadi. ”

“Banyak …… banyak hal yang terjadi.”

“benarkan?”

Karena pada saat ini Maou telah membeli televisi, Chiho juga mempelajari banyak matra dan menghadapi bahaya yang mengancam kehidupan, pemahaman Rika tentang ‘dunia’ dan ‘manusia’ juga terbalik.

“Selain itu, Ashiya-san ingin meminta maaf kepadaku atas insiden yang berhubungan dengan Ente Isla dan melanjutkan penjelasan yang belum selesai karena ada sebuah insiden, itu saja. Aku juga menerima ajakannya. “

“Jadi begitu.”

“huh, sebagian besar apa yang dikatakannya hampir mirip dengan apa yang kudengar dari Chiho-chan dan Emi. Namun, karena diberitahu dari sudut pandang iblis, itu terasa sedikit menarik. Ketika dia mulai berbicara tentang area mana yang memiliki ksatria yang kuat dan seberapa banyak masalah yang Emi dan Emerada-chan buat untuk mereka, aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus memberikan reaksi. ”

“Aku mengerti. Aku juga telah mendengar tentang hal yang terjadi sebelum iblis melakukan penyerangan pada Ente Isla. Karena itu sangat menarik, aku merasa sedikit kasar terhadap Yusa-san dan Suzuno-san karena merasakan hal seperti ini. ”

“Aku mengerti. Emi mungkin telah mengatakan kepadaku untuk tidak merasa terlalu terganggu atas hal itu, tapi bagi kami yang tidak terlibat dalam situasi tersebut, sulit bagi kami untuk memberikan tanggapan. ”

Setelah Rika mengatakan ini sambil tersenyum, dia menghela nafas dan mulai meregangkan bahunya.

“Ah ~ aku masih merasa sedikit lelah. huh.”

Seolah-olah Rika mencoba mengurangi rasa sakit karena bahunya yang kaku, dia menghela nafas sekali lagi lalu menggerakkan lengannya sedikit.

“Apa ada yang salah?”

“Ya, ada banyak hal yang terjadi ketika aku pergi bersama Ashiya-san”

Rika meregangkan lehernya dan mengambil nafas dalam-dalam

“Suzuki-san? Apa kau baik-baik saja?”

“Aku sudah pulih …… ah, yah. Kemudian, kami berpisah beberapa saat yang lalu. ”

Di stasiun, Chiho merasa bahwa ekspresi Rika sedikit murung, tetapi setelah duduk berhadapan di toko yang terang, Chiho menyadari bahwa kulit Rika pucat.

Sepertinya Rika baru saja sembuh dari sakit, kulitnya juga terlihat pucat.

Saat Chiho mulai khawatir tentang keadaan kesehatan Rika, apa yang dikatakan Rika selanjutnya menyebabkan Chiho berhenti berpikir sejenak.

“Aku menyatakan perasaanku kepadanya, dan ditolak dengan indah.”

Entah itu hanya pikirannya, atau kebisingan di dalam toko, dalam benak Chicho semuanya terdengar sunyi.

Hanya ekspresi datar Rika yang dengan santai mengatakan kalimat ini memenuhi pikiran Chiho.

“Apaa….”

“ini sangat sulit.”

Rika tersenyum pada Chiho yang tidak bisa berkata-kata.

“huh, tidak pantas membicarakan hal semacam ini saat perut sedang kosong, mari kita makan sambil mengobrol.”

Setelah itu, Rika memutar badan ke arah area sushi, tetapi Chiho masih tidak bergerak sama sekali.

Bahkan rasa laparnya seperti terlempar jauh dari pikirannya.

Kuharap aku tidak berpakaian berlebihan

Rika, menunggu Ashiya di gerbang tiket di pintu keluar Barat Stasiun Shinjuku, lalu memeriksa pakaiannya sekali lagi.

“….yah, tidak ada masalah”

Mungkin mereka cuma berdua kali ini, tetapi tidak sulit membayangkan bahwa rencana mereka hari ini akan berbeda dari apa yang mereka rencanakan. Meminta maaf, memperjelas, dan memberikan saran berkaitan dengan membeli telepon, Rika menggunakan istilah-istilah yang tidak terdengar romantis sama sekali untuk menyembunyikan detak jantungnya yang semakin kencang.

Jaket yang berwarna cokelat muda dipasangkan dengan gaun. Tas yang digunakan saat bepergian dan kalung emas yang tidak biasanya dia kenakan.

Ya, jika dibandingkan dengan caranya pergi berkerja, itu terlihat sedikit lebih mewah

“D-dan Ashiya-san pasti akan berisikap biasa saja, jadi aku harus lebih siap mental untuk menjadi orang yang memandunya!”

Memikirkannya dengan hati-hati, terakhir kali dia bertemu dengan Ashiya adalah pada saat dia di bawa pergi oleh Gabriel.

Jadi—

“Suzuki-san, maaf membuatmu menunggu.”

Setelah Rika menengok, dia merasa sedikit bersemangat hanya karena mendengar suaranya saja––

“Ah, ahh, ahhh, eh?”

–– jantungnya tiba-tiba mulai berdegup kencang karena pandangan yang tertuju kepada Ashiya-san.

“Aku minta maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama dalam cuaca dingin ini. Karena aku biasanya tidak memakai pakaian seperti ini, aku terlalu lama menyiapkan diri sebelum bisa pergi keluar. ”

“Uh, tidak, ehm, aku baru saja sampai, tidak perlu perlu cemas karena hal ini, tapi ……”

“Apa ada sesuatu yang salah ?”

“ti-tidak ada, uh, ehm…..”

Ashiya cuma memiringkan kepalanya sedikit dan denyut jantung Rika mulai meningkat.

Rika merasa bahwa semua simulasi yang dia jalankan dalam pikirannya untuk menenangkan diri hancur seketika.

Dia tidak tahu situasinya akan jadi seperti ini.

“Aku tidak menyangka … bahwa kau akan mengenakan kemeja.”

Ashiya mengenakan kemeeja berwarna abu-abu, dengan tiga lapisan dan itu terlihat cocok.

“ah,ini?”

Ashiya menunjukkan senyum masam.

“Aku lama sekali membeli ini, tapi aku hanya memakainya dua atau tiga kali.”

Kemeja yang disetrika sangat rapi dipasangkan dengan sepatu kulit baru dan dasi bergaris.

Jaket di lengannya tampak seperti jaket tipis dari UNIXLO, tapi selain itu, tinggi dan perawakan Ashiya membuatnya tampak seperti model pakaian dari barat.

Rika tidak mampu menyembunyikan detak jantungnya, dan wajahnya memerah.

Ini berbahaya, harus ada jarak agar tidak terlihat memalukan.

“ini agak memalukan, tapi karena aku jarang memakainya, aku bahkan lupa caranya mengikat dasi. Kuharap ini tidak terlihat aneh. ”

“Itu tidak aneh sama sekali! Kau terlihat sangat gagah!”

Rika berteriak secara refleks

“S-sebaliknya aku yang tidak berpakaian dengan benar, maaf.”

Dia khawatir jika dia terlalu berlebihan, tapi tiba-tiba merasa sangat menyesal sekarang.

Jika dia tahu akan seperti ini, dia akan berdandan dengan maksimal.

Bukan hanya dia sering memakai jaket ini ketika pergi bekerja dan pakaian ini sangat mirip dengan pakaian yang sederhana, dia bahkan tidak bisa mengingat kapan dia membeli sepatu yang dia pakai saat ini.

Tas yang dibawanya hari ini adalah tas yang paling dia sukai, ada goresan kecil di bagian tutupnya.

“Tidak, kau tidak terlihat seperti itu.”

Ashiya menggelengkan kepalanya dengan senyum yang menenangkan.

“Suzuki-san telah mengalami serangkaian kejadian yang mengerikan, jadi aku pikir kau akan menolak undanganku. Aku bersyukur bahwa kau bisa menemaniku hari ini. Pakaianmu tidak terlihat memalukan sama sekali. Itu sangat cantik. ”

“ugh~~”

Pikiran Rika mulai melampaui batas normal.

Rika biasanya tidak akan peduli tentang omong kosong seperti ‘cantik’.

Namun, perkataan Ashiya terdengar sangat tulus dari lubuk hatinya terdalam.

Dia benar-benar berpikir itu cantik.

“Te-terima kasih….”

Dengan ini, Rika hanya bisa mengucapkan terima kasih.

“Jadi, kemana kita selanjutnya? Karena aku punya banyak hal yang ingin kuceritakan pada Suzuki-san, jika kau tidak keberatan, aku ingin mencari toko tempat kita bisa makan. ”

“i-iya, uh, oke, aku akan menyerahkannya padamu.”

Rencana Rika sudah hancur karena pukulan berat yang tidak terduga, jadi dia hanya bisa mengangguk setuju dengan saran Ashiya.

“Dan juga, aku telah membuat daftar beberapa lokasi yang akan kita kunjungi.”

Saat Ashiya berbicara, dia mengeluarkan selembar kertas terlipat dari kantong kemejanya.

Hanya melihat Ashiya menggerakkan tangannya ke dalam kantong kemejanya untuk mengambil sesuatu sudah cukup membuat hati Rika mulai berdegup kencang.

“Setelah melewati underpass, ada restoran Italia yang menjual pizza yang di panggang dengan arang yang sangat lezat, di dalam department store Lumina, ada restoran Jepang yang menyediakan berbagai macam lauk pada jam makan siang …… setelah itu, ada restoran Rusia yang menjual daging sapi dengan krim asam yang sangat lezat yang dekat dengan stasiun …… ”T/N : Underapass, terowongan jalan atau pejalan kaki yang lewat di bawah jalan lain atau jalan kereta api.

“Ah, yang itu sudah tutup.”

Tiba-tiba dia mendengar informasi yang dia ketahui, Rika akhirnya mendapatkan kembali ketenangannya dan mulai memberikan respon.

“Eh? Apakah benar begitu? Informasi situs web yang kudapatkan mungkin kudet. ”

Sepertinya Ashiya sudah mengumpulkan informasi dari situs web yang membuat daftar makanan lezat dan membuat peta.

Ashiya bilang sebelumnya bahwa dia tidak pandai dengan urusan elektronik, jadi dia mungkin meminta bantuan Urushihara.

“Aku sangat menyukai restoran Rusia itu, tetapi tempat itu telah ditutup baru-baru ini. Ngomong-ngomong, aku tidak merekomendasikan restoran Italia yang menempati tempat bekas restoran Russia itu. ”

“Aku mengerti. Memikirkan tentang itu, Suzuki-san bekerja di Shinjuku. Mungkin tahu banyak tentang restoran, jadi daripada aku yang memilih restoran berdasarkan metode pencarian yang buruk, sebaiknya kita pergi ke restoran yang di sukai Suzuki-san. ”

“Eh, ah…… ehm……”

Toko Hanamaru Udon yang pernah dikunjunginya bersama Maou dan Suzuno sesaat melintas di pikirannya, tapi dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “A-aku ingin pergi ke toko yang menyediakan banyak makanan!”

“ah itu benar!”

“Y-Ya. Restoran Italia sepertinya bagus, tapi akan buruk jika saus mengotori setelan Ashiya-san, kan? Aku belum pernah ke restoran yang menyediakan banyak makanan sebelumnya, jadi …… ”

Rika menggenggam tali tasnya dengan gugup.

“Jadi, mari kita pergi ke toko yang ingin di kunjungi Ashiya-san.”

Seolah-olah dia telah kembali menjadi seorang gadis remaja, perasaan yang nyaman penuh dan kecemasan muncul di hati Rika.

“Apakah begitu, aku mengerti. Kalau begitu, mari kita pergi. “

“I-ya!”

Ashiya mengangguk dengan polos dan mulai berjalan bersamaan dengan Rika.

Cara tercepat ke arah department store Lumina melalui pintu keluar barat yaitu dengan melalui mall bawah tanah di samping gerbang tiket Keio Line dan menaiki tangga di sebelah kiri.

Berjalan di Shinjuku yang dipenuhi dengan kerumunan orang yang sedang makan siang, Rika menyadari bahwa Ashiya menurunkan kecepatan berjalannya untuk mengimbangi Rika.

Setiap kali Rika melihat pantulan bayangan Ashiya dan dirinya sendiri di jendela toko, rasa cemas dan senang terasa di dalam hatinya.

Patulan bayangan mereka seperti seorang pria dan wanita Jepang normal lainnya.

Teman kerja di perusahaan yang sama, teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, atau pasangan yang sedang menikmati kencan mereka.

Rika memastikan kembali perasaannya yang tidak berubah bahkan setelah mengetahui seluruh kebenaran dan mengalami kejadian yang tidak normal dan mengerikan.

Dalam lubuk hatiku, aku sangat menyukai Ashiya-san.

Namun, tidak peduli apapun, Rika masih tidak berani meraih tangan Ashiya yang begitu dekat dengannya.

Pada saat makan siang, mereka berdua duduk di kursi tunggu untuk sementara waktu; Rika kehilangan ketenangannya karena bahu mereka terlalu dekat satu sama lain, dan setelah pelayan mengantarkan mereka ke tempat duduk mereka, Ashiya melepas jaketnya lalu memperlihatkan rompi di baliknya, detak jantung Rika mulai berdetak dengan cepat dan emosinya mulai kacau, menyebabkan dia menjadi sedikit lelah.

Jika ini terus berlanjut, aku tidak akan bisa memberikan saran dengan tenang pada saat membeli sesuatu nanti.

Tepat saat Rika memikirkan ini.

“hmm…..”

Ashiya, yang sedang memilih makanannya, terlihat menatap menu dengan sagat serius.

“…..ah”

Rika mulai melihat harga di menu dan terkejut di buatnya.

Harga semua makanan di sini harganya lebih dari 1000 yen, bahkan yang paling mahal sampai 1800 yen.

Jujur, bagi Rika harga makanan ini terlihat cukup mahal.

Selain itu, Rika tau kondisi keuangan Ashiya sedang tidak stabil.

“A-Ashiya-san, apa kau baik-baik saja?”

Ashiya sudah melihat restoran itu sebelumnya, jadi seharusnya dia tahu bahwa harga makanan di restoran itu tidaklah murah.

Bagaimanapun, Rika berpikir apa yang terjadi ketika membeli televisi beberapa saat yang lalu, dia tidak bisa berhenti merasa khawatir apabila Ashiya memaksakan dirinya.

Mempertimbangkan harga diri dari orang yang mengajaknya bertemu, Rika kesulitan memberitau bahwa Ashiya tidak perlu memaksakan diri untuk mentraktirnya.

“uh, sebenarnya….”

Ashiya terkejut dan menggelengkan kepalanya sambil terus menatap menu, dan mengatakan sesuatu yang aneh, ” aku pernah berpikir tentang bagaimana cara memasak hidangan bigeye tuna yang direbus ini di rumah dengan harga yang sama.”

“eh? Di rumahmu?”

“iya benar, dengan harga 1200 yen untuk satu kali makan itu lumayan mahal. Namun jika aku membuatnya di rumah, aku bisa mengurangi biaya itu.”

“apa, begitu ya?”

“iya”

Ashiya mentup daftar menu lalu mengangguk dan berekspresi serius.

“Pertama, harga ikan tuna bigeye tidak murah, baru-baru ini ikan itu mengalami kenaikan harga, dengan perkiraan untuk satu potong nya seharga 300 yen.”

“iya”

“Ketika datang kerestoran seperti ini, semua orang akan memesan sesuatu yang berbeda. Namun, di sebagian besar keluarga, karena pertimbangan peralatan dan upaya, mereka tidak bisa melakukan hal semacam itu. Aku tinggal di rumah dengan 3 orang, jadi tiga potong ikan harganya menjadi 900 yen. Bukan hanya itu, kita datang di beri hidangan pembuka dan sup miso, bahkan kita disediakan makanan pendamping juga. Bahkan bisa tambuh nasi dengan bebas. Jika kau melakukan ini bersama dengan keluargamu, beras akan menjadi cepat habis. Dan restoran juga menjual banyak ikan tuna bigeye setiap harinya, tetapi tidak mungkin bagi keluarga biasa untuk makan makanan yang sama setiap hari. Memikirkan hal ini, orang pasti menyadari bahwa biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membuat satu porsi bigeye lebih banyak daripada yang diharapkan. Oleh karena itu, aku merasa bahwa harga 1.200 yen adalah harga yang tidak masuk akal. ”

“Aku mengerti, walaupun aku tidak pernah memikirkan hal seperti ini.”

Rika, yang awalnya terdiam perlahan-lahan bisa mengurangi ketegangannya ketika dia melihat Ashiya yang seperti biasanya.

“Ah, aku biasanya sangat hemat dalam berbagai hal, tetapi karena ini adalah kesempatan langka di mana Suzuki-san aku mengajak pergi Suzuki-san, aku tidak akan terganggu dengan hal ini, tolong jangan khawatir. Bagaimanapun, berhemat biasannya untuk kesempatan seperti ini. ”

“Hm, aku mengerti. Tetapi kau harus mengaturnya agar Maou-san tidak memarahimu. ”

“aku akan mengingat itu. Kalau begitu …… biarkan aku berpikir dari mana aku harus mulai menjelaskannya …… ”

“Tidak usah terlalu formal. Aku sudah mendengar banyak tentang apa yang terjadi setelah Urushihara-san datang dan hal-hal tentang Ente Isla. Itu benar, aku ingin tahu apa yang terjadi setelah Ashiya-san tertangkap. ”

“Tentang apa yang terjadi setelah itu? Berpikir mengenai itu, kudengar dari Sasaki-san yang mengatakan bahwa kau berada dalam kondisi yang tidak sehat selama beberapa saat, apakah semuanya baik-baik saja? ”

“Sebenarnya aku adalah orang yang sangat ceria. Chiho-chan dan Ooguro-san juga peduli padaku, kau seharusnya bisa mengatakannya kepadaku pada saat aku mau pergi bersama denganmu setelah mengetahui kebenaran, kan? ”

“Aku mengerti. Uh, karena tidak peduli sebanyak apapun aku menginterogasi Gabriel dan orang-orang dari Josuikin, mereka tidak mau memberitahuku apa pun tentang Suzuki-san, jadi aku benar-benar merasa khawatir. Sebenarnya……”

Setelah itu Ashiya mulai berbicara tentang apa yang terjadi setelah dia dibawa pergi oleh Gabriel dan bagian dimana Emi dikurung di Ente Isla.

Rika mendengarkan dengan tenang dan tersenyum.

Meskipun ada beberapa bagian yang terlalu kuat, pada akhirnya, semua orang yang berharga bagi Rika tetap selamat, jadi dia berharap bisa mendengar tentang misteri yang tidak bisa diungkapkan oleh Ashiya sebelum dan sesudah dari sana, serta mendengar dan memahami informasi yang dipegang oleh ibu Emi.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded