Hataraku Maou-sama Volume 13 Chapter 3 Part 5 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Rozen
  • Editor : Scraba

“ugh, ah!”

Rika, yang tiba-tiba merasa sakit didada, meletakkan tangannya di tanah untuk menjaga kesimbangan dirinya.

Itu berbeda dari rasa sakit yang manis atau jantungnya yang berdetak cepat karena gugup.

Seolah-olah Rika dipaksa meminum racun atau semua oksigen di daerah itu menghilang, rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

“a-apa ini?”

“Karena pria yang bernama Ashiya Shiro tidak ada di dunia ini.”

“ugh?”

Dari bayangan tempat Ashiya menghilang, Rika mendengar suara yang tidak dikenalnya.

Itu suara yang pelan dan bergema, suara yang menjengkelkan ditelinga.

“Apakah itu menyakitkan? Penampilan ini dan kekuatan ini adalah wujudku yang sebenarnya. Manusia. Semua yang kau lihat hanyalah tubuh sementara dan juga nama yang digunakan hanyalah untuk bersembunyi di Jepang, di antara orang banyak. ”

Rika, menahan rasa sakitnya dengan sekuat tenaga dan melihat ke atas, menyadari bahwa sosok di depannya adalah sosok Ashiya yang sesungguhnya.

Tatapan orang yang muncul dari bayang-bayang menyebabkan tubuh Rika gemetar melawan keinginannya.

Itu adalah perasaan dasar manusia yang tidak dapat di tinggalkan pada saat mereka ketakutan.

“Namaku Alsiel. Seorang Jendral Iblis yang tidak bisa di dekati manusia normal. Jika kau tidak ingin mati, jangan mendekatiku. Sihir iblisku bisa dengan mudah mengambil nyawa manusia yang lemah. ”

Yang berdiri di sana adalah makhluk yang tubuhnya ditutupi oleh armor hitam seperti cangkang, makhluk yang belum pernah dilihat Rika sebelumnya.

Makhluk yang ditutupi dengan armor hitam, dengan dua ekor yang bergoyang-goyang yang terlihat menakutkan, menatap ke arah Rika dengan mata memancarkan cahaya gelap.

“A….Ashiya-san….”

“Manusia di Ente Isla telah menyerah kepadaku sebelumnya karena mereka takut dengan wujud ini. Di masa depan, kami juga akan kembali ke Ente Isla itu untuk membuat orang-orang tunduk kepada kami lagi. ”

“ugh…..uh! huh”

Karena mual dan air mata yang terus mengalir, Rika akhirnya roboh.

“Apakah kau mengerti? Seberapa bodoh dirimu, selama ini kau sudah salah paham, dan perasaanmu tidak berarti bagiku? ”

“Uuu…..uugh…”

Sendinya mulai berderit seperti pada saat dia demam tinggi.

Itu menjadi sulit untuk melihat Ashiya secara langsung.

“inikah Iblis?”

Dia mungkin sudah mendengar tentang mereka berkali-kali, tetapi dia tidak pernah benar-benar melihat wujud aslinya.

Makhluk yang membunuh manusia dari dunia yang jauh dan mereka harus ditakhlukan.

Rika bertahan dari tekanan dan ketakutan yang membebani tubuhnya, dan berpikir berkali-kali.

“…ke….kenapa?”

“Jangan tanyakan pertanyaan yang tidak berarti. Tentu saja, alasannya adalah untuk memastikan seorang wanita biasa tidak akan pernah membuat kesalahpahaman bodoh terhadap kami makhluk yang lebih tinggi, yaitu iblis. ”

“Kenapa, kau harus menunjukkan wujud ini padaku …… ?!”

“…..apa?”

“Kudengar, bahwa itu akan menyakitkan, tetapi aku tidak pernah mengira akan seburuk ini. Ugh …… biarpun aku ingin mendekat, aku tidak bisa melakukannya. Kakiku, tidak bisa digerakan …… ”

Meski begitu, Rika masih bisa mengangkat kepalanya dengan sekuat tenaga, dan berbicara sebelum iblis yang menakutkan itu bisa menjawab, “Terima kasih. Untuk menunjukkan padaku dirimu yang sebenarnya. ”

“…….ugh”

Dari aura Ashiya, bisa dirasakan bahwa dia sedikit gemetar.

“Jika kau pikir aku salah paham, atau, mengira aku menyusahkan …… kau bisa, menghapus ingatanku, kan? Aku tau tentang itu. Tapi kenapa……”

“…”

“Itu menakutkan. Menyakitkan. Aku pikir aku tidak bisa mendekatinya sama sekali. Menakutkan, itu menakutkan …… tapi …… ”Rika tidak mengusap air mata yang tidak bisa dia tahan dan berbicara langsung dengan Alsiel,“ …… biarpun begitu, aku tetap menyukaimu. Tidak peduli berapa banyak kau mencoba menakut-nakutiku, atau mengatakan hal-hal kejam untuk membuatku menjauh darimu, aku tahu bahwa kau sangat baik. Jadi, aku menyukaimu. Ini bukan sebuah kesalahpahaman. ”

“….”

“Kau membawaku ke sini, jadi kau tidak akan …… membuat orang di sekitarmu menderita. Kau memberikan jarak diantara kita, jadi aku tidak berada dalam bahaya. ”

Teriak Rika.

Sementara dia berteriak, anehnya rasa sakit yang dia rasakan mulai menghilang.

“Kau menunjukkan wujudmu yang sebenarnya untuk menjawab perasaanku dengan serius.”

Alsiel menatap wajah Rika, ekspresinya tidak berubah.

Rika, yang sedang berteriak, mungkin tidak menyadari, tetapi di mata Alsiel terlihat sedikit keraguan.

“Aku tahu. Aku tahu …… bahwa kau dan aku …… tidak bisa menjadi sepasang kekasih …… tapi, aku masih bisa mengatakan ini sekarang. Aku menyukaimu. Aku menyukai dirimu yang mau menggunakan kekuatanmu untuk menolakku dengan tulus. Hanya saja perasaan ini, bukanlah sebuah kesalahpahaman. ”

Namun, Rika telah mencapai batasnya.

“terima kasih Alsiel-san….”

Pada saat-saat terakhir, saat Rika mengetahui sosok yang sebenarnya dari orang yang dia sukai –– seorang warga dari dunia yang jauh–– ke dalam pikirannya, lalu dia kehilangan kesadaran.

“Kemudian, ketika aku bangun, aku sudah berada di bangku di Taman Pusat Shinjuku. Ashiya-san juga berubah kembali ke penampilan manusianya. Dia terus meminta maaf kepadaku, dan itu membuatku merasa sangat malu. Daripada melakukan hal itu, lebih baik jika dia meninggalkanku di sana dan menghilang secara misterius, tetapi dia mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi padaku, dia akan dibunuh oleh Emi, dan dia juga tidak tahu bagaimana dia bisa meminta maaf kepadaku. Bagaimanapun, dia telah kembali ke Ashiya-san yang biasa tanpa penampilan yang luar biasa pada saat dia menjadi Alsiel, aku juga merasa agak malu karena apa yang aku katakan sebelumnya. Eh? Chiho-chan, kau sepertinya tidak makan banyak ? ”

“iya…”

Chiho sama sekali tidak peduli dengan rasa laparnya, dan hanya bisa merasa kagum dengan apa yang dikatakan Rika.

Di sisi lain, Rika menumpuk piringnya terus menerus, membuatnya sulit membayangkan bahwa dia baru saja ditolak.

“Itu lucu, setelah ia berubah menjadi iblis, bukankah tubuhnya bertambah besar? Ashiya-san mengatakan bahwa dia dengan cepat melepas pakaiannya sebelum dia berubah jadi iblis sehingga tidak akan merusak jasnya. Aku dengan refleks bertanya tentang celana dalamnya dan dia benar-benar menjawab bahwa itu baik-baik saja karena elastis, itu membuatku tertawa sangat keras. Seperti yang diharapkan dari Ashiya-san. “

“iya….”

“Kemudian, aku berpisah dengannya di stasiun Shinjuku. Aku bisa saja langsung pulang, tetapi aku benar-benar tidak ingin kembali ke kamarku memendam rasa sakit karena ditolak, jadi sementara aku merasa tidak enak tentang itu, aku mengajakmu Chiho-chan. ”

“iya…”

Memegang cangkir teh berisi teh yang sudah dingin dengan kedua tangannya, Chiho hanya bisa mengangguk.

“Aku mendengar bahwa sihir iblis memberikan beban yang besar pada tubuh, tetapi itu hanya setelah aku merasakannya sendiri, aku tahu betapa buruknya itu. Sejak tadi, persendianku sakit, perutku terasa dingin, aku merasa seperti muntah dan seluruh tubuhku terasa sakit. Aku baru merasa sembuh setelah makan sebanyak ini. ”

Rika mungkin mengatakan bahwa dia telah pulih, tetapi dilihat dari kulitnya, dia belum sepenuhnya pulih.

Faktanya, pertama kalinya Chiho “terkena sihir iblis”, tubuhnya terasa tidak nyaman sampai keesokan harinya.

Chiho tidak tahu apakah itu karena sihir Iblis Maou terlalu kuat karena dia adalah Raja Iblis, atau apa itu karena dia berhubungan dengan Maou, Ashiya, dan Urushihara lalu terpengaruh sihirnya, setidaknya dia tahu jika dia tidak berada di bawah perlindungan Emi, dia akan kesulitan bernapas.

Setelah itu, setelah Chiho di rawat oleh Suzuno dan belajar cara menggunakan mantra, setelah itu dia tidak mengalami efek apa pun. Meski begitu, ketika dia pertama kali melakukan kontak dengan sihir iblis dari Malebranches, dia masih merasakan sedikit rasa tidak nyaman yang membuat syarafnya terganggu.

Tanpa ada yang melindungi, Rika telah terkena serangan sihir iblis sampai dia kehilangan kesadaran.

Hal aneh yang dirasakan Chiho adalah bahwa Ashiya telah biilang bahwa ‘sihir iblis tidak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari’ setelah kembali dari Ente Isla, namun dia telah menunjukan wujudnya yang sebenarnya di depan Rika.

Ini hanya berdasarkan pemahaman Chiho, tapi Maou dan yang lainnya mungkin membutuhkan sihir iblis tertentu di dalam tubuh mereka untuk bisa berubah menjadi ‘bentuk iblis’ mereka.

Ketika Maou pertama kali tiba di Jepang, dia tampaknya telah menggunakan sedikit sihir iblis yang tersisa untuk membuat pondasi yang dibutuhkan untuk hidup di Jepang, tetapi pada saat itu, dia sudah ‘kehilangan bentuk aslinya’, dan jatuh ke dalam penampilan manusia yang akrab dengan Chiho.

Dengan kata lain, Ashiya telah menyimpan sejumlah sihir iblis yang cukup baginya untuk bisa berubah ke tubuh iblisnya, dan dia menyembunyikan fakta ini dari semua orang.

Tentu saja, mengingat insiden dengan Gabriel yang terjadi di masa lalu dan bahwa informasi mengenai Surga yang terisolasi dan tidak dapat dipercaya, ini adalah situasi di mana orang harus tetap waspada terhadap lingkungan mereka. Namun, jika memang demikian, Ashiya seharusnya memberitahu yang lain secara langsung.

Namun, dari apa yang diamati Chiho, Maou dan Urushihara sepertinya tidak tahu tentang hal ini.

Tidak, mungkin mereka tahu tapi sengaja memastikan bahwa Chiho tidak akan merasakannya.

“…..”

Chiho membantah kesimpulan ini.

Lagi pula, jika Maou, Ashiya, dan Urushihara setuju untuk menyembunyikan ini, aksi Ashiya yang mengungkapkan jati dirinya di depan Rika tidak dapat dimengerti.

Atau dengan sengaja membiarkan Rika melihat penampilan menyeramkan ini untuk memisahkan perasaan Rika?

Jika begitu, itu berarti bahwa Ashiya sudah tahu tentang perasaan Rika, dan telah mempersiapkan sihir iblis secara khusus untuk tujuan ini sejak awal.

Namun, ini tidak cocok dengan kesan Chiho tentang Ashiya, dan bertentangan dengan apa yang dikatakan Rika.

Bagi Ashiya, pengakuan Rika hari ini tidak terduga.

Ashiya adalah pria yang baik hati, jika dia tidak bisa membalas perasaan Rika, dia berusaha menggunakan sihir iblis dan menakuti Rika agar ia bisa menyerah pada perasaannya.

Akan lebih baik untuk mempercayai apa yang dikatakan Rika. Menganalisisnya dari pandangan ini akan lebih cocok dengan kesan Chiho kepada Ashiya.

Namun, dengan ini, Chiho tidak bisa mengetahui ‘alasan Ashiya bertindak seperti ini’.

Ashiya harusnya menyadari seberapa dekatnya hubungan antara Rika dan Emi, dan Chiho dan Suzuno.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded