Hataraku Maou-sama Volume 13 Chapter 4 Part 1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Rozen
  • Editor : Scraba

Chapter 4: Raja Iblis Dan Pahlawan, Menatap Kepada Kebenaran

Sehari sebelumnya, ada kejadian dramatis yang tidak diketahui penyebabnya terjadi di depan gerbang tiket dekat pintu keluar barat di Stasiun Shinjuku di Keio Line, tetapi hari ini, sekelompok orang, lebih banyak daripada yang di bayangkan, telah berkumpul di sini.

“Hei, Acies! Jangan berlarian seperti itu! Belajarlah dari Iron! “

“Amane, aku tidak bisa melakukan itu bahkan jika kau memberitahuku begitu! Aku mencium bau kari! Bagaimana mungkin aku tidak merasa senang dengan itu ?! ”

“Bumbu panas di dalam kari tidak punya efek seperti itu! Acies, jika kau tidak menuruti perkataan ku, aku akan mengurungmu! ”

“Dia sudah makan banyak di Benteng Iblis tadi sebelum pulang … Alsiel yang miskin hampir menangis.”

“Iron, apa kau sehat-sehat saja? Apakah kau takut naik kereta? ”

“Terima kasih, Nord. Jangan khawatir aku tidak takut.”

“Sebaliknya ~~ seharusnya kereta yang takut padanya ~~ ……”

“Emerada-san, ssh! Iron merasa terganggu karena itu! ”

“astaga ~ stasiun ini padat seperti biasanya! Hei, Emilia! Bisakah kau membantuku berbicara dengannya, anak itu seharusnya sudah terbiasa denganku, kan? ”

“Aku tidak berpikir begitu. Jika Kau ingin Alas=Ramus terbiasa denganmu, maka enyahlah. ”

“Uuuu …… kenapa si wajah putih abal-abal juga ada di sini ……”

Mendekati waktu malam, dekat dengan waktu pulang kerja, jika kelompok sebesar ini tidak berjalan menepi, mereka akan mengganggu orang lewat.

Jumlah orang yang bergabung untuk mengunjungi rumah Lailah di Jepang telah bertambah dalam waktu singkat, selain Maou, Chiho, dan Acies, yang telah bergabung di awal, ada Emi, Alas = Ramus, Suzuno, Nord, Iron, Amane, dan Emerada. Pada akhirnya, Gabriel pun juga ikut.

“Itu benar, Amane-san, kenapa Gabriel ada di sini juga?”

Di dalam anggota kelompok itu , hanya Gabriel yang terlihat aneh dari posisinya dalam situasi itu maupun cara dia berpakaian.

Bagi Maou dan Emi, Gabriel jelas merupakan musuh mereka, dan meskipun cuacanya sangat dingin, dia masih mengenakan jubah dan T-shirt seperti biasa.

“Ya ampun, karena Iron bilang bahwa dia ingin naik kereta hari ini, karena pengalaman kemarin, aku mungkin tidak dapat menangani sendiri jika sesuatu yang tidak terduga terjadi.”

“…… Iron, apakah kau ingin makan kari? Achies juga. ”

“Eh! Apakah itu tidak apa-apa, Ayah ?! ”

“Kau tidak masalah dengan itu?”

“Orang itu, Nord memanjakan mereka lagi.”

Setelah Nord mendengar Amane berbicara tentang sifat buruk dari Iron, Nord segera mengajak Iron ke toko kari instan di samping loket tiket, dan Acies juga ikut dengan mereka.

Dalam keadaan normal, Maou akan mencegahnya, tetapi karena dia menghargai usaha Nord yang berhati-hati agar Iron tidak mendengar pokok pembicaraan yang sensitif itu, pada akhirnya dia tidak mengehentikannya.

“Itu benar, aku hari ini datang untuk membantu Ama nee-san. Miki-T telah memberitahuku sebelumnya, jadi jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun kepada kalian. ”

“Apa maksudmu, Ama nee-san ……”

Ada perbedaan kekuatan yang besar yang harus dipertimbangkan, tetapi mengapa Gabriel terlihat akrab dengan Shiba dan menuruti Shiba, itu adalah sebuah misteri diantara orang yang berkumpul di Villa Rosa Sasazuka.

“Situasi kita aman sekarang, tapi kita masih tidak tahu apa yang akan membuat Alas = Ramus-chan dan Acies-chan mengamuk, jadi dalam skenario terburuk, aku mungkin harus menghadapi tiga Sephirah sendirian. Tentu saja aku ingin pengawalan yang lebih banyak. ”

“huh, tanpa mempertimbangkan ‘Geburah’, aku dianggap sudah sangat dekat dengan ‘Yesod’ dalam arti tertentu, jadi serahkan padaku … omong-omong, suami dan istri yang ada di sana menunjukkan ekspresi yang menyeramkan, jadi aku harap tidak ada sesuatu yang terjadi.”

““Siapa yang kau panggil suami dan istri (huh) ?! ””

“””…… Hubungan seperti itu ……”””

Ketika Maou dan Emi mencoba mengancam Gabriel pada saat yang bersamaan, Chiho, Suzuno, dan Emerada menghela nafas bersamaan, seolah-olah mereka merasa terbiasa dengan hal itu.

Namun, Gabriel benar. Emi telah melihat Alas=Ramus kehilangan kontrol karena dia ingin mencari Acies.

Maou mengingat saat Acies mengamuk di Benua Timur Ente Isla ketika mereka bertarung dengan Kamael dan yang lainnya, jadi dia setuju dengan apa yang Amane katakan.

“Tapi sekali lagi ~~ apakah tidak masalah bagi Iron and Acies untuk makan kari sekarang ~~? Kita sudah setuju untuk bertemu Lailah jam 8 malam, kan ~~? Tinggal lima menit lagi …… ”

“Jangan khawatir, Emerada-dono. Ini bukan masalah untuk Acies, ”Suzuno menjawab Emerada dengan santai. “Lihat, mereka sudah kembali.”

Tidak perlu khawatir, Chiho juga menunjuk ke arah toko tersebut.

“Eh? B-bukankah itu terlalu cepat ~~? ”

Kurang dari tiga menit sejak Nord, Iron and Acies masuk ke dalam toko.

“Ya, ini bisa membuatku kenyang selama 30 menit lagi.”

“Lezat……”

“Ugpuh……”

Dibandingkan dengan ekspresi Acies dan Iron, Nord menutup mulutnya, dan kulitnya terlihat pucat.

“jujur sebenarnya kau ingin makan bersama mereka.”

Emi melihat dibelakang mereka, ada pelanggan yang terdiam dan terkejut di toko itu melihat ke arah sini dari pintu masuk toko, dan setelah melihat penampilan ayahnya, dia menebak apa yang terjadi di dalam toko.

“ayah, apa kau tidak apa-apa?”

Tidak perlu membandingkan kecepatan makan Achies dan Iron yang mana berada di posisi pertama.

“H-hampir saja …… t-tapi, Emilia, aku akhirnya tahu salah satu kebenaran di negara ini.”

“eh?”

Nord melirik Chiho yang membantu Acies dan Iron mengelap mulut mereka, dan berkata, “Jadi, kari itu untuk diminum.”

“…..”

Itu akan sia-sia bahkan jika Nord memberitahu arti kalimat seperti itu.

“Apakah itu yang di sebut dengan ‘selesai dalam satu tegukan’ yang dihapus oleh dunia karena berbahaya bagi kesehatan …”

Dihadapkan dengan kalimat yang diucapkan oleh ayahnya, Emi mengira dia mengerti, tetapi dia tidak begitu mengerti, dan pada saat bersamaan, dia tidak ingin mengerti.

Ketika sampai disitu, pada posisi ayahnya, ketika melihat Acies dan Iron makan dengan cara seperti itu, dia seharusnya marah kepada mereka karena makan dengan cara seperti itu.

“aku harus mengajari Alas=Ramus cara makan yang benar”

“Cuma Acies lagi …… uuuu.”

Saat Emi membuat keputusan ini, Alas = Ramus, yang berada dalam pelukannya, merasa tidak senang dan cemberut, dan pada saat ini:

“Emilia?”

Suara yang nyaring menyebabkan semua orang yang ada di situ menoleh ke belakang.

“……Lailah”

Ada Lailah yang berdiri di sana, mengenakan celana jins dan atasan wol.

Matanya melebar karena terlalu kaget, Lailah menatap Emi dengan mata yang berkaca-kaca, lalu tangannya menutupi mulutnya.

“Kau … bersedia datang?”

“Itu bukan karena keinginanku.”

Karena Lailah melepaskan aura yang terasa seperti akan memeluk Emi kapan saja, Emi menyesuaikan kembali pelukannya ke Alas=Ramus, mengangkat kewaspadaannya, dan memberikan jarak di antara mereka.

“Tidak, tidak apa-apa. Itu bukan masalah. Terima kasih, untuk meluangkan waktumu. ”

“…..”

Tidak dapat menahan perasaannya Lailah menangis karena bahagia, lalu Emi diam-diam memalingkan wajahnya.

Itu hanya sesaat, tetapi Emi tidak ingin berpikir bahwa dia datang karena ingin melihat wajah bahagia Lailah.

Melihat prilaku Emi, Nord menutup mulutnya dan mengangguk.

“Terima kasih semuanya … telah meluangkan waktu kalian.”

Lailah mengusap sudut matanya, dan menunduk untuk membungkuk pada Maou dan yang lainnya yang berdiri di belakang Emi dan Nord.

“Tidak perlu menghitungku dan Gab-kun. Kami cuma mengikuti perintah dari Bibi Miki-T, bertindak sebagai pengawal.”

“Meski begitu, aku sangat bersyukur . Iron bisa pergi keluar tanpa khawatir karena bantuan dari Amane-san. ”

“…..itu benar”

Iron mengangguk

“Sebenarnya, kalian semua memiliki tempat di mana kalian bisa hidup dengan bebas ……”

Lailah mengelus rambut hitam Iron dan menundukkan kepalanya dalam kesunyian.

“Hanya saja kami telah mencurinya.”

“Itu bukan kesalahan Lailah.”

Kata Iron

“Aku merasa tidak enak mengatakan ini, tetapi tidak pantas membicarakan hal ini di depan stasiun.”

Gabriel mengatakan ini kepada Lailah yang depresi dengan suara yang tidak karuan.

“Dan selain Iron, Acies = Ara, dan gadis kecil itu, semua orang sudah mengetahui tentang situasinya, kan?”

“Aku mungkin …… memahaminya,” jawab Chiho dengan sikap yang ragu.

Gabriel pasti sedang berbicara tentang catatan yang terkait dengan permasalahan di dunia.

Chiho pernah membacanya sekali, Maou dan Nord, serta Amane, yang sudah mengenal Lailah sejak lama, seharusnya sudah mengetahui informasi ini.

Namun, Emi dan Emerada tidak banyak berhubungan dengan Lailah, dan Suzuno, memiliki keinginan yang sama dengan Emi, untuk tidak berhubungan dekat dengan Lailah.

Sebagai saksi untuk negosiasi antara Maou dan Lailah, Ashiya dan Urushihara seharusnya sudah mendengar hal ini sebelumnya, namun dasar dari topik pembicaraan ini adalah bahwa ‘manusia’ berada dalam bahaya, jadi sebagai iblis, mereka tampaknya tidak tertarik sama sekali.

Selain itu, Chiho mengkhawatiran tentang Ashiya. Menyebutnya khawatir mungkin bukan istilah yang cocok, tetapi itu adalah kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan.

Ashiya menyembunyikan sihir di tubuhnya yang cukup untuk berubah ke bentuk iblisnya di depan Rika, apakah Maou tahu tentang ini atau tidak?

Chiho tidak berpikir bahwa Ashiya akan mengkhianati Maou.

Tetapi dia tidak akan mengambil tindakan seperti itu tanpa sebuah alasan.

Ashiya tidak ikut dalam pertemuan hari ini.

Alasan yang Chiho dengar adalah untuk mencegah Urushihara, yang tidak ingin ikut, menyebabkan masalah. Namun, tidak peduli bagaimana Chiho memikirkan itu, dia tidak habis pikir bahwa Ashiya merasa bahwa ‘mengawasi Urushihara’ lebih penting daripada ‘mendampingi Maou untuk memulai negosiasi lebih lanjut dengan Lailah’.

Chiho tidak bisa menghilangkan perasaan aneh ini, mirip seperti menggigit urat pada saat kita makan burger, tetapi jika dia sembarangan memilih orang untuk mendiskusikan hal ini, itu mungkin merusak kebanggaan Rika.

Kegelisahan Chiho muncul di wajahnya, dan mungkin salah paham karena merasa curiga atas apa yang dikatakan Gabriel, setelah Lailah tersenyum ke arah Chiho, dia mengatakan ini kepada Gabriel,

“Gabriel. Jangan mengatakan itu sekarang. Aku belum menyelesaikan negosiasi dengan Satan. “

“baiklah baiklah”

Setelah Lailah memperingati Gabriel dengan nada tegas, dia berbalik ke arah semua orang.

“Mungkin kalian semua telah mendengar ini dari Amane-san atau Shiba-san, ketika aku berada di Jepang, aku tinggal sementara di Nerima. “

“Nerima?”

“sangat dekat….”

“aku tidak yakin apakah itu dianggap dekat atau jauh kalau dari Mitaka.”

Orang yang merasa terkejut adalah Maou, Emi, dan Nord.

“Aku sering membantu di Fushima Park.”

“Apakah benar begitu”

Lailah juga membelalakkan matanya karena terkejut.

Cara termudah untuk pergi dari Shinjuku menuju ke Nerima adalah naik kereta api di Jalur Toei Ōedo ke arah Hikarigaoka.

Taman Fushima adalah cabang dari taman hiburan yang Maou sebutkan sebelumnya, dan karena teman kerja Kisaki dan teman masa kecilnya, Mizushima Yuki, menjadi manajer toko di sana, Kisaki kadang mengirim orang ke sana untuk membantu di sana.

“Aku belum pernah ke Taman Fushima, tapi aku pernah menginap di sebuah apartemen yang berjarak lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun Nerima. Tempat itu juga merupakan salah satu properti milik Shiba-san, dan dia menurunkan harga sewanya untukku. Ketika aku bekerja, aku pergi dari sana ke Shinjuku. ”

“Bekerja?” Tanya Chiho.

“Iya. Hari ini mungkin aku akan menjawab pertanyaan dari Chiho-chan. Kehidupan seperti apa yang akan kujalani selama tinggal di Jepang. ”

“Jadi begitu….. eh, aneh?”

Chiho mengangguk, merasakan perasaan yang membingungkan, setelah itu, dia menyadari sesuatu.

“Lailah-san, kau terlihat tidak sehat?”

“Eh?”

Setelah Chiho melihat ini, tanpa alasan yang jelas, Lailah menjawabnya dengan sesuatu yang terdengar seperti jeritan.

“Mengenai itu, kau sepertinya memiliki beberapa lingkaran hitam di matamu.”

Amane melanjutkan apa yang dikatakan Chiho tanpa rasa sopan sedikitpun.

“Ah, itu, ehm ……”

Lailah tiba-tiba mengalihkan pandangannya dengan cara yang menyedihkan, dan pandangannya bertemu dengan Nord.

“Uh, aku memang mengatakan itu sebelumnya.”

“Iya.”

“A-apakah kau tidak terkejut?”

“M-mengenai apa?”

“Aku sudah bekerja keras. Aku sudah bekerja keras …… erhm, sebelumnya karena aku terlalu sibuk, aku memendam ini terlalu lama, jadi satu hari saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan semua ini. ”

Semua yang ada di sana tidak mengerti apa yang lailah katakan.

“S-Sebaiknya, ehm, ayo jalan dulu! Kita hanya perlu mengarah ke Ōedo Line! ”

Lailah, yang kulitnya terlihat pucat, sengaja berteriak dengan keras, lalu mulai berjalan di depan untuk membimbing semua orang.

“…… Apa itu tadi?”

“Aku tidak tau……”

Maou dan Nord bingung dengan Lailah yang mulai bertingkah aneh, tapi bagaimanapun juga, semua orang mulai berjalan, mengikuti Lailah.

Sekelompok orang yang melewati area belanja Keio dan berjalan mengarah ke gerbang tiket Ōedo Line tiba di bawah tanah, tepat pada waktunya untuk melihat kereta yang menuju ke Hikarigaoka datang.

Jalur Ōedo berbeda dari jalur kereta lainnya, bukan hanya gerbong kereta mereka yang terlihat lebih kecil, bentuknya juga cukup lebih unik.

Setelah menyadari ini, bukan cuma Acies dan Alas = Ramus, bahkan Suzuno dan Emerada membuat prilaku aneh dengan melihat sekeliling mereka dengan gelisah, itu membuat Maou merasa jengkel.

Lailah, duduk di sebelah Nord, sesekali melihat ke arah Emi, dan setiap kali pandangan mereka bertemu secara tidak sengaja, Emi panik lalu mengalihkan pandangannya, menyebabkan Emi berulang kali memandang ke arah Chiho secara tidak wajar. Bagi Maou, yang sudah terbiasa menggunakan Ōedo Line dan tidak melihatnya sebagai sesuatu yang istimewa, dia merasa sangat aneh.

Tak lama kemudian, kereta tiba di stasiun Nerima, dan ketika mereka sampai ke pintu keluar stasiun, sekali lagi mereka mengikuti Lailah, berjalan di jalan Nerima.

Mereka belok ke kanan setelah keluar dari gerbang tiket, mereka segera sampai pada jalan utama yang sejajar dengan rel.

Melihat Kantor Pegawai Negri Sipil Nerima di sisi kanan dan setelah berjalan di daerah perumahan selama lima menit––

“…… Ini adalah apartemen tempat aku tinggal. Ada di lantai tiga.”

––Lailah berhenti berjalan di depan sebuah apartemen berlantai sepuluh lantai yang terlihat biasa.

Bangunan ini dilapisi dengan dinding dan eksterior berwarna krem tampak seperti pada umumnya.

“Sampai saat ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Nord,sambil merasa bingung.

“Dibandingkan dengan apartemen yang di tinggali Maou, tidak ada yang istimewa walaupun ada malaikat yang tinggal di sini.

“Meski begitu, biaya sewa di sini tidak semahal apartemen yang tinggali oleh Sariel-sama.”

Sepertinya Suzuno memiliki pikiran yang sama.

“Aku yang seharusnya merasa terkejut …”

Chiho, satu-satunya manusia normal di dalam sekumpulan orang ini ini, mengatakan ini dengan senyum sedikit terpaksa.

Bagi Chiho, yang telah melihat gaya hidup yang realistis dari Raja Iblis dan para Malaikat selama periode waktu tertentu, bahkan jika para dewa adalah tetangganya, dia tidak akan merasa terkejut lagi.

“Tempat ini terasa membosankan.”

Dan pada akhirnya, Acies tanpa pikir panjang menyatakan penilaiannya.

“T-Tempatmu tinggal ini lumayan bagus! Karena berada di belakang jalan utama, kau tidak perlu khawatir tentang suara mobil yang berisik. Tempat ini juga sangat dekat dengan tempat belanja dan daerah perkantoran, bahkan dari halte bus …… ”

“Itu tidak penting. Sebelum aku melihat apa yang ada di dalam, aku tidak akan mempercayaimu. ”

Maou berlari menuju tempat Lailah dengan kesal.

“Ah, yah…..”

Namun, setelah sampai di sini, Lailah terlihat ragu-ragu.

“…… Hei, apa ini benar tempatnya?”

“A-Aku memang tinggal di sini. Itu benar, Amane-san! ”

Lailah meminta bantuan kepada Amane-san.

“Itu benar. Sama seperti yang aku dengar, Maou-kun, lihatlah ke sana. ”

“hmmm?”

Saat Maou melihat ke arah yang ditunjukan oleh Amane, dia melihat pelat logam yang sepertinya bertuliskan nama pemilik apartemen.

“Royal Lily Toyotama Park……”

Untuk apartemen yang terlihat sederhana seperti ini, ini menggunakan gaya Shiba.

“Aku cuma butuh, sedikit persiapan mental. Fu …… bagaimanapun, semuanya silahkan masuk. Liftnya sangat lebar, jadi seharusnya cukup untuk kita semua. ”

Sambil berpikir, Lailah berjalan menuju ke aula utama.

“…..hei, Chi-chan”

“I-Iya?”

Maou berjalan di belakang rombongan itu, dan dia berbicara dengan Chiho dengan perlahan.

Tiba-tiba dipanggil oleh Maou dengan pelan menyebabkan Chiho menegakkan punggungnya.

“Aku minta maaf sudah merepotkanmu, tetapi bisakah aku memintamu untuk membantuku melihat-lihat keadaan dengan seksama?”

“M-melihat dengan seksama, maksudmu mengintip kamar Lailah-san?”

Secara refleks Chiho memelankan suaranya.

“Ya. Amatilah dengan hati-hati apakah Lailah benar tinggal di sini, apakah ada tanda-tanda tinggal di sini atau hal semacam itu. ”

“Tanda dia tinggal disini?”

“Untuk seorang wanita yang tinggal sendirian, apakah ada sesuatu yang aneh.”

Maou berbicara sambil cemberut.

“Aku tidak tau seperti apa rumah seorang wanita yang tinggal sendirian, aku mungkin tidak bisa memberi tahu bahkan jika dia menunjukan sesuatu. Jika kau melihat sesuatu yang tidak biasa atau aneh dari sudut pandang seorang wanita, tidak peduli seberapa remehnya hal itu, aku harap kau bisa memberitahuku. ”

“A-aku tidak percaya diri tentang itu … ah.”

Pada saat mereka berbicara mereka tiba memasuki aula utama, dan saat itu lift datang.

“Ah, ma-maafkan aku, tolong naik lift yang berikutnya …”

Lift penuh dengan cepat, dan cuma Maou dan Chiho yang tersisa di luar.

Memikirkannya dengan hati-hati, termasuk Lailah, ada dua belas orang ditambah satu orang lagi.

Untuk lift yang ada di gedung apartemen, ini ada batas berapa orang yang bisa masuk ke dalam lift.

Jika ini adalah bangunan apartemen yang besar, mungkin ada lift lain yang lebih besar untuk mengangkut kami, tetapi tampaknya cuma ada satu lift di sini.

“Tidak masalah. Lantai tiga, kan? Kami akan naik tangga. ”

“Permisi. Kalau begitu kita akan bertemu di lantai atas. ”

Setelah Maou mengatakan itu, Gabriel, yang berdiri di depan, menekan tombol tutup pintu dan pintu lift mulai tertutup.

Mendengar suara elevator yang naik.

“…… Maaf karena selalu merepotkanmu.”

Maou bergumam saat dia melihat pintu lift tertutup.

“Aku tahu aku terlalu bergantung padamu Chi-chan.”

“Eh……”

Kalimat tak terduga yang di ucapkan Maou menyebabkan Chiho menghela nafas.

“Melihat kenyataan bahwa Chi-chan menerimaku, aku membuatmu masuk ke dalam rencanaku, dan pada saat situasi seperti ini, Chi-chan yang akan mengalah. Aku sangat menyesal.”

Dengan mengikuti rencana Maou, Chiho akhirnya harus naik tangga.

“Itu …… itu tidak masalah, karena aku melakukannya dengan ikhlas ……”

“Meskipun begitu, aku seharusnya tidak mengabaikan perasaanmu dan terus memanfaatkanmu seperti ini. Ashiya juga memarahiku kemarin. ”

“eh?”

Mendengar nama Ashiya dengan mendadak, membuat Chiho terkejut.

Itu kemarin terjadi jam berapa?

Mengapa Ashiya memberi tahu Maou hal seperti ini?

Namun, Maou tidak menjawab pertanyaan Chiho dan bilang dengan senyuman yang aneh, “Kapan terakhir kali pria itu marah? Banyak hal yang terjadi sehari sebelumnya, bahkan Urushihara membaca situasi untuk sesekali dan tidak terganggu, seolah-olah aku sedang duduk di antara jarum.”

Chiho tidak tahu apapun ‘banyak hal terjadi sehari sebelumnya’ dan ‘kemarahan ini’ artinya.

Akan tetapi, karena Maou telah bilang begitu, tidak sulit untuk membayangkan bahwa itu jelas berbeda dari luapan kemarahan Ashiya yang telah sering dilihat oleh Chiho.

“Hanya saja … Chi-chan selalu baik padaku, jadi sebelum aku menyadarinya …… aku benar-benar menyesal kali ini.”

Tidak jelas apakah dia masih bingung, memilih kata-katanya dengan hati-hati, atau tidak bisa mengatasi perasaannya sendiri, Maou mengatakan ini dengan gagap.

“Ini buruk. Aku mengatakan ini dengan berantakan. “

Maou menggaruk kepalanya dan terlihat canggung.

“Ehm, jika ini menjadi beban, kau harus memberitahunya lebih awal ……”

“Akhir-akhir ini, aku heran apakah Maou-san sudah lupa.”

Begitu Chiho mendengar kata beban, dia berbicara secara refleks.

“Aku sudah lama memberitahunya, kan? Aku menyukaimu Maou-san. ”

“eh?”

Jawaban langsung Chiho menyebabkan Maou berteriak.

“Aku tidak berpikir itu adalah beban, dipercayai oleh Maou-san membuatku bahagia, itu tidak masalah meskipun Maou-san bergantung kepadaku.”

Chiho cemberut dan memelototi ke arah Maou.

“Bagaimanapun aku Cuma seorang gadis, jadi meskipun cuma sedikit, aku ingin tahu mengapa kau percaya dan bergantung kepadaku. Jika memungkinkan, aku ingin Maou-san menyampaikannya sendiri. ”

“uh, ehm”

Chiho melihat bahwa apa yang dikatakannya dengan refleks secara tak terduga itu mengandung makna yang ada di dalam hatinya.

“Aku tidak meragukan kepercayaan Maou-san, dan aku tidak merasa kalau itu adalah beban. Namun, akupun sebenarnya tidak tahu mengapa Maou-san bisa sangat memercayaiku.”

Dia tidak sekuat Emi atau Suzuno, dia tidak seperti Ashiya atau Urushihara yang mengenal Maou sejak lama, dan dia tidak seperti Lailah yang telah menyelamatkan hidupnya.

Dia cuma seorang junior di tempat kerjanya, mengapa Maou bisa mempercayainya hingga seperti ini?

Tentu saja, kepercayaan dalam hubungan manusia adalah sesuatu yang terkumpul dari banyak hal kecil yang telah terjadi berdasarkan pengalaman yang telah dialami, tetapi karena itu telah terjadi, setelah menilai posisinya secara objektif, Chiho tidak memiliki pilihan lain selain mengakui bahwa apa yang dia miliki tidak pantas mendapatkan kepercayaan khusus yang di berikan oleh Maou.

Dia tidak tahu bagaimana cara menghadapi dan tidak bisa membantu kehidupan sehari-harinya, bahkan manusia seperti dirinya, kampung halamannya, dan keadaannya benar-benar sudah berbeda, mengapa Maou mempercayai seseorang seperti dia?

“Kau akan, mengatakannya kepadaku, kan?”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded