Hataraku Maou-sama Volume 13 Prologue Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Abah Shiki
  • Editor : Scraba

Prolog

Di senja hari ketika tirai yang dikenal sebagai malam akan menutupi dunia, dan sampai ketempat manusia yang menolak untuk hidup dalam kegelapan.

Mata yang tajam itu melihat kedalam kegelapan, Raungan itu dengan paksa menarik perhatian siapapun yang telah mendengarnya. Iblis yang besar diantara seluruh kaumnya. Banyak makanan yang dapat ditampung oleh perutnya. Seluruh tubuhnya diliputi oleh warna merah yang tak kalah dari gelapnya malam.

Dari semua aspek, itu memiliki penampilan yang mengesankan dan berwibawa, yang cocok bagi dirinya yang sedang bergerak dimalam hari.

Namun, untuk menjelaskan betapa mengerikannya itu, cukup dengan satu kalimat.

Itu adalah tunggangan raja iblis.

Apakah mata itu memancarkan cahaya tajam, atau Raungan yang datang dari perutnya, sosoknya yang besar, atau kapasitas makanannya. Semuanya ada karena sosok yang mengendarainya, raja yang berdiri diatas semua Iblis.

Sama seperti tunggangannya, raja iblis juga mengenakan pakaian berwarna merah, yang tidak kalah dari tunggangannya, melihat dunia manusia, yang hampir diselimuti oleh kegelapan dengan tatapan yang penuh kepastian.

Beberapa saat kemudian, raja iblis dan tunggangannya telah tiba di tempat tinggal manusia disaat kegelapan sudah mulai muncul.

Berapa banyakpun orang menggabungkan kekuatan mereka, mereka tidak akan dapat menghentikan pergerakan alam semesta, manusia meratapi matahari yang akan tenggelam hari ini, menentang kegelapan untuk melindungi hidup mereka, mereka terus menghasilkan cahaya dalam kegelapan .

Raja Iblis yang mengenakan pakaian merah menggantungkan helm merahnya, meletakkannya di kursi, dan mengambil beberapa langkah ke arah cahaya itu.

Dibandingkan dengan tuannya yang sedang bersiap untuk mengunjungi tempat tinggal manusia, Tunggangan itu menutup matanya, menghentikan raungan pelannya, dan menyandarkan tubuh lelahnya yang telah berjalan sampai sekarang, beristirahat dan menunggu.

Kaki hitam dari Raja Iblis berjalan dengan langkah yang kuat, mendekati tempat tinggal manusia selangkah demi selangkah.

Dalam sekejap, Raja Iblis berada di depan pintu kayu yang tampak rapuh.

Bagi Raja Iblis, menghancurkan pintu itu adalah hal yang mudah.

Tapi Raja Iblis tidak melakukannya.

Dia mulai fokus, mendengarkan suara manusia yang terdengar dari dalam. Pada saat berikutnya, senyum yang cocok dari seorang Raja Iblis muncul di wajahnya, dan dia membuka mulutnya perlahan.

Itu adalah suara yang akan mengingatkan semua orang yang mendengarkannya.

Itu adalah suara yang akan membangkitkan keinginan semua orang yang mendengarkannya.

Itu adalah suara yang akan menyebabkan semua yang mendengarkannya membuka pintu untuk menyambut Raja Iblis.

“Terima kasih telah menunggu! Kiriman dari MgRonalds! ”

“Ah, itu Maou-san! Tolong tunggu sebentar, akan kubukakan pintunya sekarang! ”

Mengikuti suara seorang wanita muda dari sisi lain pintu, pintu yang terkunci itupun terbuka.

“Terima kasih atas kerja kerasnya, Maou-san!”

“…… Hi, Chi-chan.”

Mengenakan pakaian dengan warna yang sama dengan simbol MgRonalds, karyawan MgRonalds Maou Sadao memberikan sedikit senyum untuk merespon senyum tulus dari Sasaki Chiho, wanita muda yang menyambutnya.

Ruang 201 dari Villa Rosa Sasazuka, sebuah apartemen dua lantai yang terletak di distrik Tokyo Shibuya, Sasazuka.

Tempat ini adalah tujuan pengiriman Maou Sadao kali ini.

Sebenarnya, ini adalah rumahnya.

Pagi ini, Maou Sadao meninggalkan ruangan ini untuk pergi ke MgRonalds di depan stasiun Hatagaya, pergi untuk bekerja.

Apartemen ini berada dalam jangkauan pengiriman, jadi pengiriman harus dilakukan selama pelanggan memintanya. Ini adalah tanggung jawab Maou Sadao yang adalah Raja Iblis, serta sebagai karyawan MgRonalds.

Namun, saat akan mengambil hamburger dari Tas Penyimpanan yang tergantung di pundaknya, mengkonfirmasi pesanan kepada pemesan, dan menyerahkan pesanan kepada Chiho, Maou menunjukkan ekspresi kesal yang tidak cocok baginya sebagai karyawan dan berbicara ke dalam ruangan, “Aku tidak punya hak untuk mengatakan hal seperti ini, tapi makan dengan porsi seperti itu dua kali berturut-turut, itu terlalu berlebihan.”

“Uh, maaf …… aku tidak punya niat seperti itu sore-sore begini.”

Orang yang menunjukkan ekspresi bersalah di dalam ruangan adalah seorang pria paruh baya dengan postur yang tegap.

“Itu karena Acies-chan tidak mau mendengarkan sama sekali. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa mengetahui bahwa Nord-san telah menyetujui permintaan Iron untuk memesan MgRonald. Ah, dengan ini, semua pesanan telah dicatat. ”

Chiho dan Maou membandingkan pesanan bersama, dan pada saat yang sama, mereka memastikan bahwa semua barang telah dikirim.

Pria yang dibicarakan Chiho adalah Nord yang mengeluarkan uang 5000 yen dari dompetnya dan menyerahkannya kepada Maou.

“Izinkan aku mengatakan hal yang tidak enak ini dulu, seorang malaikat yang kalian para manusia sembah menjadi begitu gemuk dalam waktu satu minggu sehingga mengharuskannya menemui dokter. Kami diharuskan untuk mengantar setiap pesanan yang telah dipesan, tapi jangan lupa bahwa mengelola kesehatan anak adalah tanggung jawab orang dewasa. Uh, uangnya 5000 yen …… Kembaliannya 450 yen. ”

Hanya pada saat menerima uang dan menyerahkan kembaliannya, jiwa seorang karyawan di dalam diri Maou muncul yang membuatnya berbicara layaknya seorang karyawan.

“…… Ya, aku akan mengingatnya dengan baik.”

Mungkin karena suatu hal, Nord hanya mengangguk dan menjawabnya, suara langkah kaki terdengar dari bawah koridor.

“Pesanannya datang!”

“Aku lapar.”

“Uwah!”

Dua sosok ramping dan kecil berlari melewati Maou di masing-masing sisi kiri dan kanannya, yang bergegas masuk keruang 201.

“Tunggu sebentar, Acies! Iron! Pastikan kalian mencuci tangan terlebih dulu! ”

Seolah-olah dia mengejar mereka berdua, seorang wanita dengan panik berlari menaiki tangga.

“Ahh ~ kalian berdua ini, jangan langsung dimakan setelah mengeluarkannya dari bungkus, setidaknya letakkan dulu dimeja dengan benar.”

“Bahkan jika kau mengatakan itu, Aku lapar! Yang mana makanan Iron? ”

“Yang ini. Apakah ini yang disebut mayones? Ini enak. “

“Mayones benar-benar enak! Tapi aku sudah pernah makan ini sebelumnya, aku ingin makan sesuatu yang belum pernah aku makan sebelumnya! ”

“Orang yang datang sore itu mengatakan bahwa ini tersedia untuk ‘periode terbatas’.”

“Karena terbatas, maka aku harus memakannya! Aku penasaran! ”

“Aku penasaran.”

Dua anak berlari masuk.

Seorang gadis dengan rambut berwarna ungu di antara rambut peraknya –– Acies=Ara, dan bocah lelaki dengan rambut merah di antara rambut hitamnya –– Iron, seolah-olah mereka tidak mendengarkan kata-kata sebelumnya, mereka segera mulai memakan burger MgRonalds yang dibawa Maou.

“Kalian berdua …… cuci tangan kalian ……”

Seorang wanita berambut ungu yang masuk saat dia mengejar Acies dan Iron, serta Nord, yang sudah ada didalam ruangan itu, menatap kedua anak itu dengan tertegun.

“Hei, Lailah.”

Wanita itu, yang menyadari kehadiran Maou ketika mendengar suaranya yang rendah, berbalik ke arah Maou dengan sikap kaku.

“Acies dan Iron benar-benar senang berada di sekitar kalian berdua.”

“Tidak, ini––”

“Untuk menghormati Ibu kos dan Amane-san, jika Chi-chan atau Ashiya telah menyetujuinya, aku akan mengizinkan kalian semua dengan bebas untuk masuk dan keluar dari ruang 201. Namun, jika kalian semua berani membuat kekacauan saat makan di sini, kami dari Pasukan Raja Iblis, tidak akan tinggal diam. “

“”……Iya.””

Dihadapkan dengan peringatan dari Raja Iblis yang bekerja di restoran cepat saji, bahkan jika mereka telah hidup lama, Lailah, sang Malaikat Agung dari Surga, dan Nord, ayah dari Pahlawan dunia asing, hanya bisa diam dan menundukkan kepala mereka.

Kemudian–

“Tidak perlu khawatir!”

Seolah untuk menyingkirkan suasana berat, berdiri di samping, Chiho mengepalkan tinjunya dan berkata, “Setelah aku mendengar tentang apa yang terjadi di sore hari, untuk memastikan bahwa Iron dan Acies-chan makan sayuran, aku membuatkan Komatsuna dan salad kubis rebus dan membawanya kemari. ”
(TL Note: Komatsuna adalah Bayam sayur Khas Jepang / bayam jepang.)

Bahkan, wadah kedap udara yang sangat dikenal Maou ditempatkan di atas meja.

“Selain itu, Ashiya-san juga berkata bahwa nutrisi tidak akan seimbang jika hanya ada daging, jadi dia pergi keluar untuk membeli ikan. Dia sedikit merasa terganggu apakah dia harus membeli mackarel atau salmon. ”

“Aku paham. Itu bagus, itu bagus. ”

Kepedulian Chiho, dan Pelayannya ketika mengurus rumah dengan baik bahkan ketika tuannya tidak ada di rumah, membuat Maou tersenyum sesaat, lalu––

“Merasa malulah yang dewasa. Merasa malulah yang malaikat. “

Dia dengan tegas mencela Nord dan Lailah.

“” Aku merasa malu tentang ini. “”

Orang tua dari Pahlawan itu secara jujur menundukkan kepala mereka karena celaan Raja Iblis.

“Selain Ashiya, bahkan Sasaki Chiho, kalian semua harus mendapatkan izin dariku dulu, bukan?”

Urushihara Hanzo, yang persetujuannya lebih rendah daripada Chiho meskipun menjadi penghuni ruangan ini, memprotes ini dengan volume suara yang rendah mengetahui bahwa pihak lain mengabaikannya.

“…… Kalau begitu, terima kasih atas dukungan semuanya. Aku berharap dapat mendengarnya lagi dari kalian semua. ”

“Terima kasih atas kerja kerasnya, Maou-san. Kau harus bekerja hingga sampai waktu Tutup toko hari ini, lakukan yang terbaik! ”

“Ya, maaf soal itu, Chi-chan, selalu menyusahkanmu. Ingatlah untuk memberi tahu Ashiya atau Suzuno ketika kau pergi. ”

“Baik!”

Setelah Raja Iblis menyerahkan otoritas penuh rumahnya –Benteng Iblis –– kepada seorang gadis SMA, dia dengan cepat berjalan menuju Dullahan II yang dia naiki untuk melakukan pengiriman.

“Raja Iblis, tunggu sebentar.”

Ketika Raja Iblis hendak mencapai dasar tangga, dia mendengar suara yang datang dari atas kepalanya.

Mendongak, dia melihat bahwa tetangganya, Suzuno, keluar dari koridor.

Kemudian di samping kaki Suzuno, ada sosok lucu yang meregangkan tubuhnya dengan segenap tenaga dan melambai dengan segala upaya.

“Papa! Papa!”

Itu Alas=Ramus yang dipercayakan untuk di asuh oleh Suzuno saat ‘orang tuanya’ Maou dan Emi sedang bekerja.

“Hati-hati di jalan! Lakukan yang terbaik!”

“…… Oh!”

Sambil menyembunyikan perasaan cemasnya karena tidak bisa berada di samping putrinya, Maou menenangkan dirinya dan melambai menanggapi suara ‘anaknya’, dan dengan tatapannya, dia mengucapkan terima kasih kepada Suzuno yang telah mengizinkannya dan putrinya untuk bertemu.

“Baiklah, Alas = Ramus, cuacanya dingin, ayo kembali.”

“Suzu nee-chan, apa kita tidak makan MgRonron?”

“Tentang itu. Kita harus menunggu sampai Alas=Ramus tumbuh sedikit lebih besar untuk bisa makan sebanyak Acies. ”

“Acies sedang memakannya …”

Ketika Maou menggunakan sepedanya dan memakai helmnya, dia masih bisa mendengar untuk sesaat suara Suzuno dan Alas=Ramus dari koridor.

Saat dia sedikit pulih dari kelelahan karena mendengar suara putrinya berkat perhatian dari tetangganya––

“Ah, Raja Iblis-sama. Terima kasih atas kerja kerasmu. ”

Suara familiar terdengar dari belakangnya.

“Oh, kudengar kau pergi membeli ikan?”

Maou mengangkat penutup helmnya, dan dengan ringan melambaikan tangan ke Ashiya yang pergi berbelanja seperti yang dibilang Chiho.

“Itu benar, aku tidak bisa mengabaikan ketidak dewasaan pasangan Justina. Aku mendengar bahwa ketika dua anak itu berada di Rumah milik Ibu Kos, mereka juga makan sepanjang waktu. Jika Sasaki-san dan aku tidak mengajari mereka bagaimana memperhatikan kesehatan mereka, Acies and Iron akan membahayakan tubuh mereka cepat atau lambat. ”

“Jika akhirnya mereka membuat tubuh mereka sakit, aku penasaran apa yang akan terjadi.”

Setelah melihat bagaimana Iron berakhir di Villa Rosa, Maou berpikir bahwa akan lebih baik untuk mengawasi kondisi fisik anak-anak Sephirah, tetapi sepertinya orang-orang di sekitar mereka tidak melakukan hal semacam itu sama sekali.

“Terima kasih atas kerja kerasmu.”

“Itu bukan apa-apa, itu bukan apa-apa. Dalam jangka panjang, itu juga demi Pasukan Raja Iblis di masa depan. Ah, Raja Iblis-sama, apakah tidak apa-apa untuk membuat makarel dengan garam malam ini? ”

“Sudah lama sejak terakhir kali aku makan makarel. Aku serahkan padamu. “

Setelah Maou mengangguk, dia melepaskan rem tangan dan menyalakan mesin.

“Aku akan pergi dulu.”

“Baiklah, tolong berhati-hati di jalan.”

Setelah melambaikan tangan, Maou mengendarai Moped untuk kembali ke MgRonalds.

Dirinya sangat beruntung tidak bertemu dengan lampu merah saat jalan pulang dan kembali ke toko––

“Kau kembali pada waktu yang tepat, kami baru saja menerima pesanan lain.”

–menunggu kedatangannya, Yusa Emi, dengan banyak identitas pada saat yang sama adalah sebagai musuh Maou, Pahlawan, putri dari Nord dan Lailah, dan ibu Alas=Ramus, dan saat ini juga rekan Maou, sudah siap dengan slip pesanannya.

“Ini alamatnya. Ini isi pesanannya. Makanan akan siap dalam tiga menit. Kawa-cchi dan Kisaki-san sudah pulang, jadi aku mengandalkanmu, Maou-san. ”

“……Ya.”

Walaupun sudah lama, Maou masih belum terbiasa dengan Emi yang formal memanggilnya menggunakan ‘-san’.

“Tempat itu, huh. Perusahaan itu sudah berkali-kali memesan dari kita. ”

“Betul. Namun, secara kebetulan, semua pengiriman sebelumnya ke tempat itu telah ditangani oleh Kisaki-san, jadi jangan sampai mengecewakan mereka. ”

“Tolong jangan mengajukan permintaan yang mustahil seperti itu.”

Emi tersenyum seperti sedang bercanda dan Maou hanya bisa membalas dengan senyum masam.

Manajer Toko MgRonalds di depan stasiun Hatagaya, Kisaki Mayumi, memiliki sosok dan penampilan fisik yang menyaingi seorang model, dan dia bahkan memiliki banyak supporter yang melindungi toko hanya demi dirinya.

“Oh ya, aku barusan bertemu Alas=Ramus, sepertinya dia diam-diam mengawasi dari rumah.”

“Anak itu tidak akan menimbulkan masalah bagi Bell atau rumahnya. Daripada itu, apakah pesanan itu berasal dari ayahku? ”

“ …… Itu benar. ”

Maou secara singkat menjelaskan tentang situasi Nord dan Lailah.

“Saat aku punya kesempatan, aku harus minta maaf dan berterima kasih pada Chiho-chan dengan benar …”

“Kau memang banyak berhutang pada Chi-chan, tapi kau harus memikirkan bagaimana menangani orang tuamu dulu, kan?”

“……”

Emi terdiam.

Karena banyak alasan di masa lalu, hubungan Emi dan Lailah saat ini dianggap sangat berbahaya.

“Kau sama sekali tidak berbicara dengannya, bukan? aku tidak ingin ikut campur dalam masalah keluargamu, hanya saja ini akan menimbulkan banyak masalah bagi kami dan Chi-chan, jadi aku harap kau bisa menyelesaikan masalah itu dengan cepat. ”

“A-aku tahu itu.”

Dari jawaban ini, dapat dilihat bahwa Emi tahu itu dan tidak punya rencana untuk bertindak sama sekali, dan pada saat ini, Maou melihat beberapa tas penyimpanan yang dipenuhi dengan pesanan untuk pengiriman di belakang konter.

“Huft, kerja masih menjadi prioritas saat ini. Aku akan pergi. “

“……Ya.”

Maou memotong pembicaraannya dengan Emi, mengkonfirmasi pesanan dan membawa tas penyimpanan di atas meja, lalu bergegas keluar dari toko.

Dia mengenakan helmnya, menaiki Moped, melepaskan rem tangan, memutar kunci yang terikat di ikat pinggangnya dengan tali untuk menyalakan mesin, dan berkendara dengan santai di jalanan tempat matahari hampir terbenam sepenuhnya.

Ketika dia menemukan lampu merah di jalan, Maou mengingat ekspresi murung Emi.

“Dia juga telah mengalami banyak hal, huh.”

Dia bergumam pelan dengan helm yang terpasang.

Meskipun mereka semua memendam masalah mereka sendiri, selama mereka terus bertemu dan bekerja bersama dengan semua orang, bermacam ekspresi termasuk senyum masih dapat terlihat.

“Ini juga bagian penting dari kehidupan sehari-hari.”

Pada saat ini, lampu lalu-lintas itu berubah menjadi hijau, dan seolah-olah untuk menghilangkan pikirannya yang mengganggu, Maou sedikit mengeluarkan tenaga lebih ketika dia memutar pedal gas.

Knalpot dan asap yang keluar berubah menjadi ekor putih. Kehadiran yang kuat dari musim dingin sudah terasa dijalanan.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded