Hataraku Maou-sama Volume 13 Chapter 3 Part 4 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Rozen
  • Editor : Scraba

“Prosesnya mungkin menyakitkan, tetapi semua orang bergerak maju selangkah demi selangkah.”

“Ketika pasukan Maou-sama masih kuat, aku tidak pernah mengira bahwa hari ini akan datang.”

“Setahun yang lalu, aku tidak pernah menduga bahwa aku akan serius mendengarkan seseorang berbicara tentang hal semacam ini.”

Tidak lama setelah itu, makanan yang mereka pesan datang. Topik kemudian berganti ke memasak, kehidupan sehari-hari Ashiya, kehidupan Rika, dan hal-hal yang terjadi di tempat kerja Rika setelah Emi pergi, keduanya mengobrol banyak tentang topik yang beragam.

Rika mungkin memiliki teman seperti Emi atau teman kerjanya Shimizu Maki yang dapat dia ajak mengobrol dan makan dengan gembira, tetapi kebahagiaan yang dirasakan pada makan siang hari ini benar-benar berbeda.

Tidak hanya itu Ashiya yang pandai memperluas topik, dan dia juga pandai mendengarkan.

Itu menarik bagaimana Asihya mulai aktif berbicara setelah dia mulai memberbicarakan tentang Maou dan Urushihara, lalu pertarungannya dengan Emi, dan Maou di masa lalu.

“bagaimanapun, mengingat masalah yang ditimbulkan Urushihara, aku harus menurunkan biaya telepon sebanyak mungkin.”

Mempertimbangkan kebiasaan pemborosan Urushihara yang suka membeli barang tidak cocok dengan prilaku Ashiya yang sederhana.

Rahasia di balik dirinya yang tidak memiliki pakaian layaknya seorang pasukan Raja Iblis juga terungkap dalam percakapan ini.

Itu adalah sesuatu yang telah terjadi tidak lama sebelum Maou bergabung dengan MgRonalds.

Mengingat bahwa mereka mungkin akan bekerja di tempat yang mengharuskan mereka mengenakan setelan jas, Maou dan Ashiya membeli masing-masing satu setelan di toko khusus setelan bergaya barat selama promosi di mana kedua jas dibeli dengan harga 1000 yen.

Pada akhirnya, Maou dan Ashiya tidak mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan mereka memakai jas, jadi kedua jas itu hanya disimpan di dalam lemari bersama dengan ngengat.

Sedikit menyimpang dari topik, Ashiya mengatakan bahwa dia juga memiliki dasi hitam dan putih di rumah untuk acara-acara seperti pernikahan dan pemakaman.

“ada masalah dengan toko itu, karena tubuhku yang agak besar, hanya ada beberapa pakaian yang cocok untukku, jadi aku tidak punya pilihan selain membiarkan Maou-sama mengenakan jas 1.000 yen, aku masih menyesalinya hingga sekarang.”

“Itu tidak dapat dihindari. Hanya pakaian seperti ini, besar sedikit saja, akan membuat harganya naik 1.000 yen, untuk sebuah pakaian, yang harga sebenarnya sekitar 20.000 atau 30.000 yen. ”

“kalau diingat-ingat, ini mungkin pertama kalinya bagiku untuk menghabiskan begitu banyak uang membeli sesuatu untuk diriku sendiri, setelah membeli jas itu.”

“kalau begitu, membuat pilihan sebelum membeli itu penting. Lalu, kau lebih suka model yang seperti apa? ”

“Tidak, itu memalukan, tapi aku sama sekali tidak paham tentang ini …”

“Aku mengerti. Sebenarnya, dibandingkan pada saat kita membeli televisi, model yang diperkenalkan oleh setiap perusahaan sedikit berubah. Fungsi ponsel yang paling sering digunakan oleh Ashiya-san untuk… ”

Setelah selesai makan, Rika akhirnya mulai terbiasa dengan penampilan Ashiya dan dia mengeluarkan pena dan buku catatan dari tasnya, lalu masuk ke mode bekerja.

Setelah itu, Rika menganalisa informasi yang dia terima dari Ashiya-san dan membuat kesimpulan.

“Jadi kau ingin harga yang paling murah. Dan selama berfungsi untuk menelpon, kau juga dapat menggunakannya untuk hal yang disebut ‘berbagi pikiran’. Jadi model apapun tidak masalah. Penggunaan utamanya adalah untuk menelpon dan kau tidak akan menelpon terlalu lama. Orang-orang yang kau kirimi pesan adalah orang-orang yang berada di apartemen. Saat ini kau tidak ada rencana untuk pergi keluar kota. Kau juga tidak memiliki kebiasaan untuk mendownload game ataupun musik. Tetapi kau mungkin sering menggunakan internet. Dari apa yang baru saja aku katakan, apa ada tambahan lagi? ”

“tidak”

“Baiklah aku mengerti. Setelah mendengar ini, aku merasa bahwa akan lebih baik jika Emi juga membantu memberikan saran, ketika Maou-san mengganti ponselnya …….. huh, tapi aku juga tidak terbiasa dengan ae, dan sepertinya Maou-san -san telah menggunakan layanan dari penyedia layanan ini dalam jangka waktu yang lama, harusnya ada alasan lain kenapa dia lebih memilih ponsel lipat. ”

Setelah memeriksa buku catatannya beberapa kali, Rika berbicara.

“Ashiya-san, jika kau harus bayar di tempat, kau punya anggaran berapa?”

“Bayar di tempat?” Ashiya menjawab  dengan bingung. “Kalau itu, aku cuma bisa mengeluarkan  50.000 yen paling banyak …… tapi kudengar bahwa orang lebih sering menggunakan kredit untuk membayar hal seperti ini.”

“Itu benar, tetapi itu karena harga ponsel saat ini saja sangat mahal. Banyak orang yang membayarnya secara kredit, tetapi dengan kredit, jumlah minimal yang harus dibayar setiap bulan adalah 6000 yen. ”

“6000 yen … setiap bulan?” Ashiya berkata dengan ekspresi yang menakutkan. “Biaya telpon bulanan Maou-sama sekitar 4.000 yen, jadi aku pikir kalau biayanya hampir sama ……”

“Aku tidak tahu kapan dia membeli ponsel, tetapi karena Emi telah membayar tagihan telepon pertama, maka biaya setiap bulan tidak akan termasuk pembayaran angsuran, kan? Ponsel lipat tidak perlu mengirimkan data dalam jumlah besar, jadi disitulah sebab harganya mahal. Namun, jika kita berasumsi bahwa telepon yang harganya 50.000 yen dibayar dengan mengangsur selama 24 bulan, biaya setiap bulan kurang lebih sekitar 2.000 yen. Ashiya-san sedang mengajukan nomor baru juga, jadi tidak ada diskon untuk rekonstruksi dan mengganti ponsel, Maou-san juga bukan anggota keluargamu, jadi kau tidak dapat menggunakan paket keluarga. Tidak peduli bagaimana cara kami mencoba mengurangi biaya, 6000 yen per bulan sudah merupakan perkiraan yang sangat bagus. Tergantung pada model telepon dan jumlah penggunaan, biayanya mungkin sedikit lebih banyak. ”

“ugh…..”

“Itulah kenapa aku bertanya kepadamu, apa kau ingin mempertimbangkan untuk membayar ponsel itu di tempat?”

“eh?”

“Sederhananya, ini adalah cara untuk mengurangi biaya panggilan bulanan menjadi kurang dari 3.000 yen selama kau membelinya bersama dengan telepon. Hanya saja metode ini jarang digunakan. ”

“jarang digunakan, apakah itu ada hubungannya dengan mengoperasikan alat elektronik yang sulit?”

“Tidak. Hanya saja metode ini masih belum populer di Jepang. Selain itu, karena hanya dapat digunakan pada Slimphones, agak sulit bagi sebagian orang. Selain itu, membayarnya di tempat  adalah titik pemotongan yang sangat tinggi, dan melakukannya dengan cara ini berarti orang-orang tidak dapat menggunakan layanan pesan yang disediakan oleh operator layanan telekomunikasi. Orang-orang yang menggunakan ponsel mereka untuk waktu yang lama kemudian akan malas untuk berubah ke metode semacam ini. Berdasarkan ini, selama Ashiya-san mampu mengatasi harga ponsel, kau akan dapat menggunakannya segera. ”

“Aku tidak terlalu mengerti itu, tapi apakah Suzuki-san bisa menikmati layanan ini karena kau seorang karyawan?”

“Bukan seperti  itu. Aku bukan karyawan tetap, selama kau bersedia melakukan riset, siapa pun bisa menggunakan layanan ini, fitur yang disediakan dan tingkat layanan tidak menurun karena biayanya menjadi lebih murah. ”

“Jika begitu, kenapa belum banyak orang yang melakukannya?” Tanya Ashiya dengan bingung.

“Karena tidak diiklankan secara luas, sejarah industri telekomunikasi Jepang juga tidak istimewa jika dibandingkan dengan seperti di luar negeri. Selain itu, Jepang baru mulai memperkenalkan layanan semacam ini baru-baru ini, sehingga masih membutuhkan beberapa waktu sebelum menjadi hal umum. Mungkin ada banyak alasan, tapi aku rasa ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan Ashiya-san. Selain itu, tergantung apakah kau memiliki uang untuk membayar semuanya. Jika kau tidak bisa membayar semuanya sekaligus, mungkin kita dapat mencoba untuk mencari cara agar lebih murah untukmu dengan membatasi beberapa penggunaan …… ”

“Tidak, menurunkan biaya keuangan kami adalah keadilan di dalam Benteng Iblis. Karena metode ini dapat membuat biaya kontrak bulanan menjadi lebih murah dan Suzuki-san mengatakan bahwa itu tidak ada masalah, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan metode semacam ini. ”

“Aku mengerti. Kalau tidak ada masalah dengan anggaran, mari kita pergi ke toko ritel telepon Docodemo untuk melihat-lihat. ”

“Jadi ini model kontrak Docodemo?”

Rika berpikir tentang bagaimana menjelaskan kepada Ashiya yang tidak berpengalaman dalam teknologi telekomunikasi.

“Sebenarnya, tidak. Tetapi secara umum, kau tidak dapat mengatakan bahwa itu tidak bagus… apakah kau pernah mendengar tentang telepon tanpa SIM? ”

“Tanpa SIM?”

“Mari kita berjalan dan bicara. Kalau begitu, sudah waktunya untuk …… ”

Rika berdiri dari tempat duduknya, dan berdasarkan kebiasaannya, dia berencana mengambil tagihan di sudut meja––

“Ah, serahkan ini padaku.”

–– dan membuat sentuhan dengan lengan Ashiya saat dia dengan cepat mengambil tagihan itu.

“eh?ah?ta-tapi?”

“Aku mengundangmu hari ini untuk meminta maaf, dan aku juga masih meminta bantuanmu. Jadi biarkan aku membayar untuk ini. “

“…..ba-baiklah…..”

Rika akhirnya bisa mendapatkan kembali ketenangannya yang biasa dengan mendiskusikan ponsel, namun emosinya kembali kacau lagi.

Ashiya terlihat puas lalu ia mengenakan jasnya dan berjalan menuju meja kasir dengan tagihan.

Mengingat itu kembali, seolah Rika mencoba menggenggam erat tangan pria yang lebih besar dan merasakan tekstur kulitnya yang kasar, dia menggenggam tangan kanannya yang telah menyentuh Ashiya dan meletakkannya di dada.

“Ah, sudah mulai gelap.”

“baru jam 5 sore”

Mereka berdua berjalan keluar dari toko elektronik hampir jam 5 sore.

Ashiya, yang bergerak cepat setelah dia membuat keputusan, ia membeli Docodemo Slimphone yang merupakan model lama tetapi tidak memiliki kunci kartu SIM, membayar ditempat telepon itu sesuai dengan saran Rika.

Setelah itu, toko elektronik, bertindak sebagai perwakilan, membantu mereka untuk menandatangani kontrak telekomunikasi dengan perusahaan telekomunikasi, dan dengan ini, Ashiya dengan berhasil memperoleh telepon tanpa SIM dari Docodemo.

Namun, jalan di depan masih panjang.

Ashiya, yang tidak pernah menyentuh alat elektronik selain peralatan rumah tangga, kalkulator, dan televisi, tiba-tiba memiliki Slimphone.

Saat karyawan toko mengatakan bahwa mereka dapat mengunduh PDF dari buku panduan jika mereka tidak yakin metode penggunaannya secara rinci, wajah Ashiya tiba-tiba menjadi pucat.

Melihat ini, Rika berasumsi bahwa Ashiya tidak akan bisa menggunakan ponsel yang dia beli jika seperti ini, jadi dia membawa Ashiya ke kafe yang terletak di lantai di atas toko elektronik, menyalakan teleponnya dan mulai mengajarinya secara perlahan. Tentang bagaimana cara menggunakannya.

Selama proses mengajar, Rika menambahkan namanya sendiri, nomor telepon, dan alamat email ke dalam buku telpon di dalam Slimphone Ashiya.

Ashiya tidak berpikir bahwa ada arti khusus untuk itu, tapi Rika masih merasa itu adalah kesalahan yang membahagiakan.

Hati Rika yang pada awalnya berdetak dengan kencang kembali normal selama proses membimbing Ashiya dalam menggunakan Slimphone.

Ashiya menghabiskan dua jam sebelum akhirnya dia belajar bagaimana melakukan panggilan, mengirim pesan, mencari dan menambahkan nomor telepon baru, dan bagaimana menggunakan peta dan membuat jadwal.

“Kau mungkin lebih mengetahui lebih banyak cara menggunakan ponsel daripada Maou-san sekarang!”

“Tidak peduli apakah itu Maou-sama atau bukan, karena kami akan bersaing dalam hal yang sama yaitu  Slimphones, aku tidak berencana untuk kalah dari Emilia.” Tidak diketahui jenis pertempuran apa yang ingin Ashiya dapatkan di bidang ini, tetapi dia bertindak sangat percaya diri dan tumbuh dengan kesuksesan setelah baru belajar cara menggunakan aplikasi. Sosok ini yang dipenuhi dengan begitu banyak motivasi seperti anak yang tumbuh terlalu cepat.

Namun, waktu bahagia yang indah telah sampai pada akhirnya.

“Aku minta maaf karena telah menyebabkan banyak masalah bagimu. Aku benar-benar berterima kasih padamu untuk hari ini. ”

Jam lima sore. Langit telah berubah gelap.

Itu adalah waktu ketika seorang suami harus bersiap untuk pulang dan menangani urusan rumah tangganya.

“…….itu tidak masalah, senang bisa membantumu”

Ashiya telah mengatakan sebelumnya bahwa dia harus kembali ke rumah saat malam hari.

Rika berpikir bahwa dari siang hingga sore itu adalah waktu yang sangat lama.

Tanpa diduga, jam 5 sore, yang sepertinya terasa sangat lama ketika di tempat kerja, pada hari ini berakhir begitu cepat.

“Kau sudah membantuku. Jika Suzuki-san tidak ada, aku mungkin tidak akan pernah membeli ponsel, mungkin aku juga tidak bisa mengaturnya ke pengaturan yang benar”

“iya”

Rika mengangguk

“Suzuki-san tinggal di Takadanobaba, kan? Jika kau tidak keberatan, izinkan aku untuk mengantarmu ”

“Tidak, tidak apa-apa. Tidak ada yang membahayakan di jalan, dan Ashiya-san juga harus pulang, kan? ”

“Aku mengerti. Namun, setidaknya izinkan aku mengantarmu sampai ke loket tiket di stasiun …… ”

Mulai berjalan sambil berbicara, tangan Ashiya masih jauh dari genggaman Rika.

Namun, loket tiket stasiun sudah dekat.

Rasanya seperti mereka pergi ke banyak tempat, tetapi mereka berdua berjarak kurang dari sepuluh menit dari stasiun Shinjuku.

Ketika mereka sampai ke lokasi tempat pertama mereka bertemu, perasaan Rika saat ini sama seperti ketika dia masih muda dan baru saja kembali dari bertamasya.

Kegiatan yang menyenangkan telah berakhir, sealing mengucapkan selamat tinggal dalam perjalanan pulang, dan pada akhirnya, menjadi satu-satunya yang tersisa, dan merasakan rasa kesepian yang tak dapat digambarkan.

Ada sebuah perasaan dimana dia tidak ingin waktu ini berakhir.

Bahkan jika perasaan ini akan hilang dengan sendirinya begitu sampai di rumah, perjalanan pulang masih sulit untuk di tahan.

Tentu saja, bukan karena Rika tidak akan melihat Ashiya lagi, tetapi, karena dia sudah tahu yang sebenarnya, itu tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa jarak diantara mereka telah berkurang.

Namun, apakah dia masih memiliki kesempatan lain di masa depan untuk pergi bersama Ashiya seperti ini?

Mereka berdua tinggal di daerah yang berbeda, dan lebih tepatnya, mereka berasal dari dunia yang berbeda.

Pada saat ini, Rika tiba-tiba teringat wajah seseorang.

Wajah yang semua orang sebutkan sebelumnya.

Apakah dia memilih untuk tinggal di sisi orang-orang ini sendirian, hanya dengan kemauan dan tekadnya sendiri?

“Aku!”

Rika berhenti di depan loket tiket, Ashiya juga menunjukkan ekspresi terkejut karena dia tiba-tiba berbicara dengan keras.

“Ehm …… bisakah kau menemaniku …… untuk sebentar lagi?”

“O-oh? Uh, baiklah, kalau cuma sebentar. ”

“Kalau begitu…., bisakah kau …… mendengarkanku sebentar?”

“Ada yang ingin kau bicarakan padaku? Haruskah kita ke tempat yang lebih tenang? ”

“tidak, di tempat ini juga tidak masalah”

Kerumunan orang yang berkerja di malam hari mulai memenuhi plaza di depan pintu keluar loket tiket bagian barat.

“bolehkah aku bertanya kepadamu mengenai sesuatu yang aneh?”

“Apa itu? Jika kau ingin bertanya mengenai hal aneh, sepertinya aku sudah bertanya dan menanyakan banyak hal aneh hari ini kepadamu.”

“Mau bagaimana lagi. Ini pertama kalinya kau menggunakannya, jadi kau adalah seorang pemula. Kemudian, yang ingin aku tanyakan bukanlah tentang hal semacam itu. ”

Rika mungkin tersenyum secara refleks, tetapi setelah melihat ekspresi Ashiya, naluri Rika mengatakan kepadanya bahwa Ashiya hanya menggunakan kalimat itu untuk menenangkan kecemasan yang ada pada dirinya karena dia merasa bersalah.

“Tidak, itu, mengenai hal aneh yang ingin aku bicarakan …… ehm, ini berhubungan dengan Emi ……”

“Emilia?”

“Iya. Dia merupakan darah campuran manusia dengan malaikat, kan? ”

“Sepertinya begitu”

“Dengan kata lain, di Ente Isla, manusia dan malaikat …… bisa menikah, kan?”

“Sepertinya begitu. Hanya saja, tidak seperti di Jepang, mereka tidak harus melalui proses yang rumit seperti mendaftar di Household Registration Office atau mengubah nama belakang mereka. ”

“La-lalu…..”

Denyut jantung Rika mencapai kecepatan tertinggi untuk hari ini, berdetak sangat cepat sehingga terdengar menakutkan.

Ketika Rika meminta maaf didalam hati karena menggunakan temannya untuk mencocokkan topik obrolan yang di buatnya, dia bertanya dengan suara yang sedikit ragu, “Bisakah iblis dan manusia … bersama?”

“……….uh”

Bahkan Ashiya menjadi terdiam karena perubahan topik pembicaraan yang mendadak ini.

Dia sedikit menggigit bagian sudut mulutnya, seolah dia sedang memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan Rika.

“…… Sejujurnya, aku juga tidak tahu.”

Setelah memikirkannya beberapa saat, Ashiya menjawabnya dengan hati-hati.

“Dalam hal tinggi, bentuk tubuh, jumlah dan bentuk organ, iblis berbeda dari manusia dan malaikat, tetapi masih ada perbedaan besar antara suatu klan dengan individu. Jika itu adalah klan yang sangat dekat dengan manusia, masih ada kemungkinan untuk mereka hidup bersama, tapi aku tidak tahu apakah ada contoh yang nyata, jadi aku tidak bisa memastikan ini …… ”

Selanjutnya, Ashiya merasa bahwa sulit baginya untuk mengatakan ini, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Sebenarnya, berkaitan dengan manusia dengan iblis, akhir-akhir ini aku juga memikirkan itu, jadi mendengar pertanyaan ini dari Suzuki-san sedikit mengejutkanku. “

“eh?”

“Ini berkaitan dengan Sasaki-san.”

“Chiho-chan…..”

Ashiya menyebut nama Chiho dengan ekspresi yang berat, menyebabkan Rika memiliki firasat buruk.

“Sasaki-san mengetahui tentang semua sejarah masa lalu kami sejak dulu, tapi dia masih menyimpan perasaan terhadap Maou-sama. Namun, karena semua orang mulai curiga bahwa Maou-sama mungkin terlalu bergantung pada Sasaki-san, ada konflik kecil yang terjadi di apartemen. ”

“Maou-san bergantung pada Chiho-chan?”

“Sasaki-san adalah orang yang cerdas, karena itu bahkan ketika dia berinteraksi dengan Maou-sama, dia tidak akan bertindak berdasarkan perasaannya atau menjadi buta karenanya. Dia terus berinteraksi dengan kami dengan pemahaman menyeluruh tentang kemarahan dan kebencian yang dirasakan oleh Emilia dan para manusia Ente Isla, jadi dia sering berdiri di sisi Emilia dan yang lainnya. Namun, begitu hubungan antara Maou-sama dengan Emilia hancur lagi, akankah Sasaki-san masih memilih untuk mendukung Maou-sama …… ”

“Eh, itu sulit untuk dikatakan.”

Rika memotong pembicaraan

“Apa Maou-sama tidak menyadari semua ini?”

“…..uh,eh?”

“Sederhananya, seperti Bell yang masih belum terbiasa dengan kehidupan di Jepang, lalu Suzuki-san yang baru saja terlibat dalam kekacauan ini, dan Emilia yang terseret ke dalam tipu daya Ente Isla, Maou-sama dengan sopan menunjukkan kebaikannya. Namun, dia lupa menunjukan kebaikannya kepada Sasaki-san. Maou-sama mengatakan bahwa dia benar-benar peduli padanya di tempat kerja sebagai atasannya, tetapi kebaikan hati Sasaki-san juga memberikan Maou-sama banyak bantuan di luar tempat kerja, Maou-sama kelihatannya kurang menyadari ini. “

Karena Ashiya berbicara seperti itu, berarti dia merasa yakin tentang ini.

“Dilihat dari sisi positifnya, dia percaya kepadanya. Dilihat dari sisi negatifnya, Maou-sama menurunkan kewaspadaannya hanya pada saat dia berada di sekitar Sasaki-san sampai titik dimana dia dapat dilihat seperti terlalu bergantung kepadanya. Dan ini mungkin terjadi sudah sejak lama … sejak Urushihara datang ke Jepang sebagai musuh. ”

“Apa yang kau maksud, setelah pertarungan dengan Urushihara-san berakhir, hanya Chiho-chan yang diperlakukan berbeda dari yang lainnya?”

“Itu benar. Hanya ingatan Sasaki-san yang dibiarkan begitu saja oleh Maou-sama. Aku merasa tidak bisa memahami itu. Sejak saat itu, Maou-sama melihat Sasaki-san sebagai orang yang spesial. Dan hubungan itu terus berlanjut sampai sekarang. Jadi, aku telah memikirkan itu baru-baru ini. Apa yang akan aku katakan selanjutnya, aku harap kau merahasiakannya …… ”

Ashiya meletakkan tangannya di bawah dagunya lalu berkata, “Jika Maou-sama memilih Sasaki-san sebagai pasangan …… dengan kata lain, memutuskan untuk menikahinya, bagaimana situasi yang akan terjadi?”

“M-me-me-menikahinya?”

Mendengar kata-kata itu Rika menjadi sangat terkejut

“Aku cuma bisa berpikir mengenai ini …… namun aku juga tidak bisa menebak apa yang Maou-sama pikirkan, jadi aku akan memikirkannya lagi ketika hal itu mulai mengarah ke tahap itu …… seperti yang dibilang sebelumnya, apa tadi? “

“…… Ah, uh, ehm, itu tentang apakah iblis dan manusia bisa menikah.”

“Ah, itu benar, itu benar. Lalu, bagaimana dengan  …… ”

“Ya, ehm ……”

Setelah mendengar penjelasan yang tidak terduga seperti itu, itu akan menjadi lebih mudah untuk ditangani.

Mudah untuk mengatakan itu.

Jadi Rika mengikuti alur dan mengatakannya.

“Seperti Chiho-chan kepada Maou-san, aku …… juga memiliki perasaan terhadapmu.”

“Iya…….hm?”

Setelah Ashiya mengangguk, dia tiba-tiba terdiam.

“Itu, ehm ……”

“Aku menyukaimu … sebagai seorang wanita kepada seorang pria.”

“…..Suzuki-san, tapi, aku……”

“Aku tahu. Aku bisa mengerti perasaan Chiho-chan dengan baik sekarang. Aku tidak berharap bahwa kau akan menjalin hubungan denganku, atau menikahiku. Aku cuma merasa bahwa aku harus menyampaikan ini kepadamu, aku hanya ingin mengatakan ini padamu. Aku harap kau bisa lebih memperhatikanku. ”

Rika terfokus dan mengabaikan semua suara selain dirinya dan Ashiya.

“Bukankah aku menyebabkan masalah bagimu?”

“….”

Dengan ekspresi yang tegas, Ashiya menatap Rika, yang memiliki ekspresi yang sama.

Saat kedua tatapan mereka hendak terpisah, Ashiya mengeluarkan ponsel barunya di saku.

“Tolong beri aku waktu sebentar.”

“iya”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded