Overlord LN Volume 13 Chapter 3 Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 

Gunner dan Archer

Memasuki kastil Kalinsha itu mudah.

Yang harus mereka lakukan hanyalah bersembunyi di dalam tong dan menyelundupkannya kedalam sebagai sebuah muatan. Tentu saja disana nanti akan ada pemeriksaan, tapi mereka membawa lebih dari satu tong – selain tempat mereka bersembunyi — totalnya ada delapan, jadi yang harus mereka lakukan hanyalah membiarkan para pemeriksa memeriksa mereka.

Kenyataan bahwa mereka bisa melewati keamanan dengan taktik penyusupan yang sederhana seperti itu karena adanya berbagai macam spesies yang ada didalam Aliansi Demihuman.

Para demihuman ini berasal dari budaya yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda juga. Satu-satunya kesamaan mereka adalah pemahaman tentang kekuatan yang berarti segalanya. Oleh karena itu, ketika seorang individu yang berkuasa menginginkan sesuatu, biasanya akan langsung terkabul, sedangkan jika dia membuat suatu kesalahan kecil itu tidak akan di permasalahkan. Menurut demihuman, kekuatan pribadi merekalah yang menentukan kapasitas mereka dalam berkuasa atas peringkat sosial mereka. Mereka yang lebih rendah kedudukannya tidak punya pilihan selain mematuhi mereka yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Zern yang kuat bisa menghindarkan mereka dari pemeriksaan kargo hanya dengan menatap tajam para pemeriksa.

Akhirnya, terdengar bunyi keras ketika tong-tong ditaruh di tanah.

Setelah itu, seseorang mengetuk penutup tong.

Itu adalah sinyal yang mengatakan kalau mereka sudah tiba di tempat tujuan. Sesuai rencana, Neia dengan lirih menghitung selama tiga menit ketika dia mendengar Zern yang bertanggung jawab dalam mengangkut mereka membuka pintu yang kemudian masuk ke dalam.

Setelah tiga menit berlalu, Neia mendorong penutup yang ada di atasnya. Meskipun potongan daging mentah yang lebih besar tidak jatuh ketika penutup miring, potongan yang lebih kecil berjatuhan menghujani Neia. Struktur Penutup ini dibuat dengan tidak benar. Neia berada di bawahnya dan daging segar diletakkan di balik penutup di atasnya.

Alasan mengapa tong-tong ini diisi dengan daging segar dan bukannya sayuran atau biji-bijian adalah untuk menyamarkan aroma Neia dan CZ dengan Aroma darah.

Meskipun Neia merasa sedikit tidak nyaman karena direndam dengan darah yang mengalir dari tumpukan daging diatasnya, Tapi dia masih merasa senang karena tidak perlu melakukan tindakan perlawanan yang sudah mereka siapkan sebelumnya.

Neia perlahan mengangkat penutup tong dan mengintip ke luar.

Dia melihat ke sekeliling ruangan yang tampak gelap itu– dia melihat cahaya redup yang mungkin saja cahaya yang dihasilkan dari item sihir — dan setelah memastikan kalau tidak ada demihuman di sekitar, Neia perlahan keluar tong.

Ada semua jenis bahan makanan dan wadah air di rak-rak lemari makanan. Ada juga banyak tong yang mirip dengan tong tempat mereka bersembunyi tadi.

Butuh banyak kerja keras, tetapi dia berhasil keluar dengan aman. Untuk memudahkannya ketika kembali nanti, dia meninggalkan penutup tadi terletak di dalam tong.

Mereka pasti perlu menggunakan tong ini untuk melarikan diri setelah menyelamatkan pangeran Zern.

CZ, yang juga sebagai penyusup, baru saja keluar dari tong. Dia lebih pendek dari Neia, jadi memanjat keluar dari tong besar lebih melelahkan. Namun, kemampuan fisiknya jauh melebihi kemampuan Neia dan bahkan Remedios, jadi dia berhasil keluar sendiri sebelum Neia sempat menawarkan bantuan

“CZ-san.”

“… Hm?”

“Ada daging yang menempel di rambutmu.”

CZ kelihatan kesal. Meskipun ekspresi wajahnya tidak berubah, itu bukan berarti dia tidak memiliki emosi. Mungkin itu karena dia telah bersama CZ selama ini atau karena penglihatan Neia sangat bagus, atau mungkin melihat sosok berkelas Sorcerer King selama ini telah mengasah kemampuannya dalam memperhatikan orang lain, tetapi Neia memiliki pemahaman kasar tentang apa yang dirasakan CZ.

CZ meraba-raba untuk mencoba dan mengambil potongan kecil daging dari rambutnya, tapi potongan itu menempel pada helaian rambut di bagian belakang kepalanya yang membuat dia tidak bisa menggapainya.

Meskpun aku diberitahu untuk memotong rambutku menjadi pendek karena rambut panjang itu bisa dengan mudah ditarik dalam pertempuran, tampaknya ada banyak kekurangan lain untuk itu.

Neia menuju ke sisi CZ dan mengambil semua potongan itu sebelum melemparkannya ke dalam tong.

“…Terima kasih… Aku tak ingin menyusup seperti ini lagi.”

“Kita harus melakukannya lagi ketika kita melarikan diri.”

“…”

CZ terlihat depresi melihat kearah tong, lalu menarik handuk entah dari mana untuk membersihkan diri sebelum menyerahkannya ke Neia.

Handuk basah itu memiliki kelembutan dan kehalusan yang belum pernah dirasakan Neia sebelumnya. Neia membayangkan bahwa itu pasti sangat mahal. Bagaimana dia bisa mendapatkan sesuatu seperti itu? Apakah ini umum di dunia iblis?

Karena semua pertanyaan ini dan lebih banyak lagi yang terlintas di kepalanya, Neia mengusap tangannya yang telah menjadi lengket karena daging, dan kemudian menyeka rambut CZ sampai bersih. Itu membuatnya merasa lebih baik, lebih baik daripada tidak membersihkannya sama sekali.

“…Terima kasih.”

“Tidak perlu bilang berterima kasih.”

Selagi Neia melakukan ini, CZ mengambil senjatanya.

Alat yang berbentuk aneh itu rupanya senjata jarak jauh yang disebut senapan sihir. Itu menggunakan mana untuk menembakan peluru seperti sambaran petir, dan itu terasa seperti panah. CZ telah mengatakan sesuatu tentang jika serbuk mesiu itu tidak akan menunjukkan tanda-tanda pembakaran atau sesuatu, tapi karena Neia tidak paham sama sekali mengenai itu, jadi Neia hanya bisa mendengarkan saja.

Dia ingin mengujinya, tapi CZ menolak untuk melepasnya, jadi kemampuan bertarung CZ masih belum diketahui. Namun, dia adalah seseorang iblis yang memiliki peringkat kesulitan 150, jadi Neia merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang itu.

“… Hm.”

CZ mengeluarkan Ultimate Shootingstar Super dan sebuah panah yang muncul entah dari mana seperti seorang pesulap yang manggung sebelum menyerahkannya kepada Neia, dan pada gilirannya Neia mengembalikan handuk kotornya.

Awalnya, ada diskusi tentang bagaimana Neia akan membawa busurnya. Ukuran busur sangat besar, dan ketika seseorang mau menutup penututp kamuflase di atasnya, penutup itu tidak tertutup rapat. Dan Jika tongnya dibuka, dia bisa ketahuan.

Meskpun mereka bisa membiarkan Zern membawanya, busur itu adalah karya yang luar biasa dan itu akan meninggalkan kesan pada orang lain. Selain itu, Zern juga menolak, karena takut menjadi bukti pengkhianatan jika misi penyelamatan gagal.

Pada akhirnya, ketika semua orang menyuruhnya untuk menaruh busur itu di belakang, CZ memberitahu Neia kalau dia bisa menyimpan senjatanya dipenyimpanan misterius tak kasat mata, sehingga Neia juga bisa meletakkan busur di sana.

Kegelisahan membawa barang berharga yang dipinjamkan kepadanya oleh Sorcerer King dalam sebuah misi di tempat berbahaya dicampur dengan kepastian untuk tidak harus berpisah dengan senjatanya. Terjebak di antara dua emosi, Neia berterima kasih pada CZ atas kebaikannya. Tampaknya CZ telah menerima Neia sebagai juniornya saat itu, dan setelah itu CZ kadang-kadang bertindak seperti seniornya.

Itulah alasan Neia mengubah panggilannya pada CZ menjadi “CZ-san”, karena CZ akan mengomel jika tidak memanggilnya begitu. Namun, CZ adalah seorang gadis cantik, dan ketika dia membuat wajah sedang sebal — dia bisa mengetahuinya meskipun CZ tidak menunjukkan tanda -tanda membuat ekspresi sebal– Neia benar-benar menganggapnya lucu.

Setelah masing-masing dari mereka mempersiapkan senjata mereka, lalu terlihat CZ yang pertama kali membuat gerakkan.

Neia dengan teliti mendengarkan setiap gerakan dibalik pintu, tapi tidak terdengar apapun.

“… Ayo keluar.”

Waktu kita tidak banyak, jadi Neia mengangguk.

Pasukan Pembebasan sedang mendekati Kalinsha sementara operasi untuk menyelamatkan Pangeran Zern sedang berlangsung, sehingga pertempuran merebut Kalinsha akan segera dimulai.

1: Neia dan CZ akan menyusup ke Kalinsha kemudian mereka akan menyelamatkan pangeran Zern.

2: Pasukan Pembebasan akan mendekati Kalinsha dan memulai serangan mereka.

3: Jika pangeran Zern berhasil diselamatkan, Zern akan bertindak sebagai pasukan bantuan dari dalam tembok kota.

4: Jika poin ketiga gagal, maka bukannya Zern membuka gerbang kota dan membimbing Pasukan Pembebasan, Neia dan CZ harus menangani tugas itu. Namun, itu terlalu beresiko untuk mereka, jadi mereka hanya melakukan sesuai kemampuan mereka saja.

Itu adalah poin utama dari rencana pertempuran kali ini.

Yang terpenting adalah jika mereka bisa menyelamatkan pangeran Zern, maka mereka dapat mengandalkan Pasukan Pembebasan dan Zern untuk membebaskan mereka bahkan jika mereka ditekan dan dipaksa menyerahkan diri. Ini bagus untuk Zern juga; jika penyelamatan berhasil, mereka bisa melepaskan pangeran setelah Kalinsha diambil kembali.

Dengan kata lain, apakah mereka bisa mengambil Kalinsha kembali dengan mudah dan dengan korban seminimal mungkin yang semuanya bergantung pada keberhasilan penyelamatan pangeran.

Saat dia merasakan beban berat di bahunya, Neia mengerang ketika perutnya terasa sakit lagi.Karena itu – tidak ada banyak waktu. Setelah Pasukan Pembebasan mulai menyerang Kalinsha atau jika mereka terdeteksi sebelumnya, keamanan Kalinsha akan ditingkatkan.

Sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, CZ mengeluarkan sebuah botol parfum yang muncul entah dari mana kemudian menaburkannya pada Neia dan dirinya. Sepertinya itu adalah item sihir sekali pakai yang berisi sihir tingkat satu [ Odorless ]. Isinya tidak begitu banyak, jadi mereka harus berusaha menghematnya sebaik mungkin.

CZ membuka pintu, mengintip ke luar, dan kemudian menyelinap keluar.

Mereka sudah memilih rute mereka dan memutuskan bagaimana menghadapi berbagai situasi setelah memeriksa peta Kalinsha, dan mereka sudah membagi tugas apa yang akan mereka tangani. Neia keluar ruangan juga, lalu dengan hati-hati menutup pintu agar tidak membuat suara bising sebelum berlari setelah CZ.

Walaupun aku sendiri tidak banyak membantu …

Terus terang saja, dalam keadaan seperti sekarang, Neia tidak lebih dari beban, itu langsung menjadi jelas ketika seseorang melihat bagaimana cara CZ berjalan. Dia berlari seperti ayahnya bergerak melewati hutan — tidak, dia jauh lebih baik, bergerak dengan cepat dan tidak bersuara sedikitpun, dia pasti menggunakan semacam teknik untuk melakukannya ..

Dia iblis, tapi dia menggunakan teknik seperti manusia … Kau tak bisa menilai sesuatu dari penampilan mereka yang menakutkan, hah?

Meskipun mereka bisa menyerahkan semuanya pada CZ, kehadiran Neia adalah untuk mengawasi CZ dan juga untuk memastikan bahwa itu adalah pekerjaan yang dilakukan bersama antara CZ dari Sorcerous Kingdom — dengan asumsi dia benar-benar dikendalikan Sorcerer King — dan Neia dari Holy Kingdom yang menyelamatkan pangeran, Dengan cara itu, Holy Kingdom dapat bertindak seperti mereka telah berkontribusi.

Di malam hari, Lorong-lorong itu terlihat gelap. cahaya bulan masuk melalui jendela — atau lebih tepatnya, satu-satunya yang masuk adalah cahaya bulan, tidak ada sumber cahaya lain di sini, tidak ada sihir penerangan atau obor.

Ini karena banyak demihuman yang tak masalah terhadap kegelapan. Namun, ada beberapa tingkatan yang berbeda pada kemampuan melihat dikegelapan. Meskipun beberapa spesies memiliki kemampuan melihat dikegalapan yang sempurna, kebanyakan dari mereka hanya memiliki penglihatan dikegelapan biasa. Neia dan CZ menghindari cahaya bulan dan menyelinap dari bayangan ke bayangan.

Sebagai manusia, Neia harus memfokuskan dirinya dan menajamkan indranya, bukan hanya dia tidak bisa melihat dengan jelas karena kegelapan, para penjaga yang berpatroli juga tidak membawa sumber cahaya, jadi dia tidak bisa melihat mereka dari jauh.

Meskipun dia tidak mengerti mengapa lemari makanan yang tadi itu memiliki lampu, itu mungkin untuk spesies yang tidak memiliki kemampuan melihat dikegelapan.

Mereka berdua menahan langkah kaki mereka setenang mungkin selagi mereka berlari melewati kastil menuju tujuan mereka.

Mempertimbangkan atribut fisik CZ jauh lebih tinggi daripada Remedios ‘, bahkan kecepatan yang membuat Neia terengah-engah dan hampir tidak mampu mengikutinya mungkin lebih lambat dari cara CZ biasa berlari.

Kadang-kadang mereka melihat demihuman penjaga, yang merupakan isyarat mereka untuk menahan nafas dan diam-diam menunggu lawan untuk pergi. Mereka tidak bisa membunuh demihuman itu, karena itu berarti akan sulit untuk menangani mayatnya dan menyembunyikan jejak mereka. Karena mereka berada di tengah-tengah musuh, akan lebih baik untuk tidak terlihat sama sekali sampai misi penyelamatannya berhasil.

Untungnya, Neia dan CZ tidak terlihat, kemudian mereka terus maju.

Ada beberapa penjaga di dalam benteng berkat sebagian besar personil yang ditugaskan ke tembok kota dan menara pengawas, serta penjara kota. Sorcerer King telah membunuh banyak demihuman, yang berarti mereka sekarang tidak dapat mengatur keamanannya dengan ketat. Oleh karena itu, kewaspadaan di dalam kastil telah melemah, itu yang dikatakan Zern.

Alasan mengapa mereka bisa menyusup dengan aman adalah karena Zern telah mengunjungi daerah itu sebelumnya dan membuat persiapan yang hampir sempurna, tetapi Neia masih merasakan sedikit kegelisahan.

Ada dua rintangan di jalan mereka.

Yang pertama adalah lorong panjang yang harus mereka lewati untuk mencapai menara.

Yang kedua adalah jembatan yang merupakan pintu masuk ke dalam menara — dengan kata lain jalur udara.

Tidak ada tempat untuk bersembunyi di sana, dan jelas akan ada penjaga yang berjaga juga, bukan hanya satu penjaga, tetapi pasti ada beberapa. Selain itu, setidaknya satu dari mereka akan diposisikan diarea jauh dari garis tembak untuk menangani senjata jarak jauh, karena mereka kami waspada terhadap serangan jarak jauh.

Meskipun mereka sudah mendiskusikan masalah ini dalam kelompok besar di depan peta Gustav, mereka masih tetap harus melewati kedua tempat ini untuk mencapai menara.

Jika kita bisa menggunakan [ Invisibility ] untuk menipu penglihatan mereka dan [ Silence ] dari para priest untuk menipu pendengaran mereka, kita pasti bisa menyusup dengan mudah… itulah mengapa para petualang — yang membentuk kelompok dapat mengatasi segala macam situasi –itu sangat berguna.

Akhirnya, mereka sampai pada tujuan mereka.

Ini adalah tantangan pertama, lorong panjang. Jika mereka mencoba berlari lurus ke depan, mereka akan terlihat sebelum mereka dapat mendekat, untuk menghindari itu, mereka harus mencapai lokasi di mana mereka bisa melemparkan serangan jarak jauh dan juga bagaimana caranya supaya posisi mereka tidak akan ketahuan saat melancarkan serangan tersebut.

Itulah mengapa mereka datang ke sini, tingkat di atas lorong panjang, ruangan tepat di atas tempat para penjaga ditempatkan.

Jika mereka menurunkan tali dari sini dan turun ke tembok luar, mereka akan bisa mengambil jalan pintas tanpa diketahui.

“… Apa ini tempatnya?”

Menanggapi pertanyaan CZ, Neia memeriksa peta di kepalanya dan rute yang mereka ambil, dan mengangguk ya.

“… Hm. Tidak buruk.”
Jawaban CZ terdengar seperti dia memuji seorang junior, dan kemudian dia menekan telinganya ke pintu. Kemudian, dengan sigap Neia dengan halus membukanya.

Meskipun di dalam ruangan dipenuhi dengan berbagai macam benda, sepertinya ruangan ini sudah tidak digunakan dalam waktu yang lama, dan ada lapisan debu putih dilantainya. Namun, ada jejak bahwa pengintai Zern pernah kesini. Mereka bergerak di antara jendela dan rak yang sangat besar.

CZ mengeluarkan tali entah dari mana, warnanya sama dengan dinding kastil.

Setelah itu, dia mengikatkanya ke rak besar. Dia menggunakan semua kekuatannya untuk menariknya untuk mengetes apakah itu kuat untuk menarik mereka berdua. Hasilnya rak itu tidak bergerak dan juga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda akan mengeluarkan suara bising.

Ukuran — dan berat — dari rak adalah penentunya, tetapi helaian seperti jaring laba-laba yang menempel di rak-rak itu mungkin lebih penting. Zern yang telah datang ke ruangan ini sebelumnya telah memperkuatnya dengan benang lengket yang diambil dari Spidans.

Setelah memastikan kalau tidak ada penjaga yang berpatroli, CZ menempatkan senjatanya ke punggungnya dan berkata, “Aku akan pergi lebih dulu.”

Dia melompat keluar jendela dan menurunkan tali ke jendela di bawahnya.

Dia menahan berat badannya dengan satu tangan dan menggunakan yang lain untuk membuka jendela berikutnya, yang terbuka dengan mudah. Itu juga merupakan pekerjaan Zern.

CZ kemudian meluncur ke dalam. Gerakannya yang terampil hanya membutuhkan waktu beberapa detik.

Setelah mengkonfirmasi bahwa ruangan di bawah ini aman, CZ menjulurkan wajahnya keluar dan memberi isyarat ke Neia

Neia meraih talinya dan bersandar diluar jendela.
 

Meskipun jendela di lantai di bawahnya hanya berjarak empat meter, mereka sekarang berada diketinggian lebih dari 100 meter dari tanah. Jika Neia jatuh, dia akan mendarat dengan bunyi SPLAT. Tidak, akan lebih buruk jika dia tidak mati. Dia pasti akan disiksa sampai dirinya memberikan informasi yang dia tahu dan kemudian dia akan dibunuh, jatuh dan kemudian mati merupakan pilihan yang terbaik.

Tali itu memiliki simpul yang berjarak sama di sepanjang pegangannya, dengan kata lain — dan tidak ada masalah selama beberapa sesi latihan yang telah dilakukan. Namun, dibandingkan dengan di pelatihan ini terasa benar-benar berbeda jika di lakukan secara langsung.

Ahh, aku benar-benar tidak ingin pergi …

Tapi dia tidak punya pilihan. Kalau saja ada sesuatu seperti balkon yang bisa dia lompati —
Neia mencengkeram tali itu erat-erat saat dia melemparkan seluruh tubuhnya ke luar jendela, Dia menyilangkan kakinya untuk mengapit erat tali di antara pahanya.

Setelah ini, yang harus dia lakukan adalah turun perlahan.

Ini tidak terlalu tinggi, ini tidak terlalu tinggi.

Dia perlahan-lahan menuruni talinya, mengingatkan dirinya untuk tidak melihat ke bawah lagi dan lagi.

Dia memindahkan beban berat badannya dari tangan kanannya, dan kemudian ke kiri, seperti apa yang dia lakukan, angin bertiup dan membuat tubuhnya gemetaran pada titik dimana ketakutannya tidak dapat dibandingkan pada sesi latihan sama sekali.

Ayolah, ayolah, ayolah, Neia! CZ seharusnya lebih menakutkan dari ini!

Jendela terbuka karena bantuan dari Zern.

Namun, jika seseorang mengunci jendela setelah Zern membukanya, maka CZ harus memanjat ke atas. Dengan itu, Neia — yang hanya perlu melakukan satu perjalanan saja– itu lebih mudah.

Dia akhirnya berhasil mendekati jendela, dan CZ mengulurkan tangannya untuk membantu Neia. Kemudian, dia menarik Neia dengan kekuatan luar biasa.

“Terima kasih, terima kasih.”

“… Mm. Tapi, terlalu lama… Aku akan mengambilnya, pegang ini.”

“Ya.”

CZ mencondongkan tubuh ke luar jendela dan mengangkat senapan sihirnya Neia memegang tali seperti yang CZ suruh. Ada desisan bunyi ‘jep’ dari udara yang dikeluarkan dan Neia merasakan sebuah kekuatan menarik tali tersebut. CZ telah memotongnya dengan senapanya.

Dia akan memotong tali kembali ke ruangan dan membuangnya di sudut ruangan, mereka tidak akan menggunakan rute ini dalam rute pelarian, jadi dia sudah menariknya kembali daripada membiarkannya menjuntai, tapi ada kelebihan dan kekurangan untuk itu.

Kelebihannya adalah bahwa hal itu meminimalkan risiko diketahui oleh para penjaga ditembok.

Kekurangannya adalah bahwa jika sesuatu terjadi dan mereka tidak dapat menyusup dengan rute yang direncanakan, mereka tidak akan bisa naik ke lantai atas dengan tali ini.

Pada akhirnya, mereka berdua memutuskan kalau kekurangannya lebih besar dari kelebihannya.

“Sudah selesai, CZ-san. Selanjutnya kita harus melewati rintangan pertama …”

“…Mm. Baiklah… kita harus membunuh mereka. Apa kau bisa melakukannya?”

“Mm. Ku pikir aku bisa.”

Begitu mereka keluar dari ruangan ini, mereka akan berada dalam posisi untuk menembak para penjaga yang ditempatkan di sepanjang lorong.

Jika mereka tidak dapat membunuh mereka sebelum mereka membunyikan alarm, semua usaha mereka akan sia-sia.

Neia mengeluarkan busurnya dan menarik panahnya, CZ juga mengangkat senapan sihirnya.

“Aku akan menangani yang kanan, kamu yang kiri, CZ-san.”

CZ membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Mereka berdua saling bertukar pandang, dan kemudian CZ membuka pintu.

Neia membuat kontak mata — sekitar 1,5 meter — dengan demihuman. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi atau siapa mereka. Para demihuman sangat terkejut karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi Neia tidak ragu dan melepaskan sebuah anak panah ke arahnya.

Dengan sebuah suara katsun, panah itu menusuk tengkoraknya dari bagian dahi.

Aku berhasil!

Meskipun kemampuan Neia memiliki sedikit pengaruh, tetapi sebagian besar keberhasilan itu dicapai berkat Item Ultimate Shootingstar Super.

Terima kasih, Yang Mulia!

Tepat saat panah Neia menembus demihuman di bagian dahinya, peluru sihir CZ meledakan separuh kepala demihuman lainnya.

Para demihuman yang roboh membuat suara bising lebih dari yang dibayangkan. Neia dengan sigap menajamkan pendengarannya. Untungnya, dia tidak mendengar seseorang berlari menuju tempat ini. Sepertinya masih aman.

“… Cepatlah.”

Mereka sudah membagi tugas mereka masing-masing sebelumnya. Ketika CZ menyeret mayat-mayat itu ke dalam ruangan yang baru saja mereka masuki dengan tali, Neia menggunakan item penangkal bau yang dipinjamkan CZ kepadanya. Setelah itu, ia meraih kantong air di ikat pinggangnya dan menuangkan anggur kuat di semua tempat, membersihkan potongan daging, otak, tengkorak dan noda darah di tanah. Bau alkohol memenuhi udara, CZ muncul dari ruangan, kemudian mengeluarkan botol anggur kosong dan menuangkan sedikit anggur dibotol ini sebelum dengan tenang memcahkannya dan meninggalkannya di tempat.

“…Ayo pergi.”

“Ya.”

Meskipun mereka mencoba untuk menyembunyikannya, ada kemungkinan bahwa penjaga akan merasakan ada yang tidak beres. Jika mayat itu juga dipindahkan ke penyimpanan misterius CZ, itu akan jauh lebih mudah, tetapi CZ tidak akan melakukannya, sehingga mayat itu ditempatkan di ruangan tadi. Tentu saja, ada juga kemungkinan itu akan ketahuan, Tapi itu tidak mungkin kalau mayat-mayat itu akan selamanya tidak ditemukan.

Mereka harus menganggap kalau waktu mereka tidak banyak.

Mereka akhirnya mencapai rintangan kedua, jalur udara. Dari beberapa skenario yang mereka temukan, ini adalah yang paling dekat dengan ideal. Mereka masih punya waktu dan belum ada yang melihatnya.

“…Kita tidak mempunyai banyak waktu lagi sekarang.”

“Aku tahu. Jika aku tergelincir, jangan khawatirkan aku. ”

Jembatan dari kastil ke menara kira-kira selebar dua orang.

Tidak ada dinding di kedua sisi – jurang berada tepat di kanan dan kiri mereka. Rupanya ada beberapa orang pernah jatuh kebawah, dan setelah melihat ini, yang bisa dia pikirkan hanyalah, itu pastilah yang akan terjadi.

Jalur udara ini adalah alasan mengapa tempat ini adalah benteng terakhir untuk mengatasi para penyerbu selama pengepungan.

Pasukan besar tidak bisa melewati ini, jadi keuntungan dalam hal jumlah akan diabaikan. Pada saat yang sama, ada juga risiko jatuh. Jika ada garis tombak di ujung jalan, menerobos akan sangat sulit. Desain seperti ini adalah jenis desain yang dibenci para penyerang . Seseorang akan membutuhkan beberapa magic caster dengan mantra serangan seperti [ Fireball ] untuk mengatasinya.

Menggunakan senjata jarak jauh untuk serangan berkelanjutan tidak menguntungkan bagi pihak Neia, yang beroperasi diam-diam dan di bawah batasan waktu. Oleh karena itu, yang bisa mereka lakukan hanyalah mendekat sedekat mungkin dan menghabisi musuh,Walaupun musuh masih bisa menyerang mereka dengan serangan jarak jauh dan mereka juga tidak memiliki perlindungan.

Dalam hal ini, mereka hanya perlu mendekat sedekat mungkin sebelum para penjaga melihat mereka. Tapi jika dilihat dari dekat, jalannya tidak begitu rata. Ini dirancang untuk memperlambat siapa pun yang mencoba berlari menyeberang dan memaksa mereka untuk tergelincir dan jatuh ke bawah.

Ini berbahaya… jika musuh lari kearahku aku akan tertangkap…  dan jika aku tidak berhati-hati… aku akan jatuh dan mati.!

Neia dilanda keraguan, Neia sadar kalau CZ sedang menatapnya. Meskipun jenis kelamin mereka sama, dilihati oleh CZ, yang kecantikan seperti boneka, membuat Neia sedikit malu.

“A-apa?”

“… Gunakan ini… Neia, tunggu di sini.”

“Eh?”

“… Aku akan mengurus yang menjaga pintu. Apapun yang terjadi, jangan keluar. ”

“–Eh?”


Sebelum dia bisa mendapatkan jawaban, CZ-pun lenyap.

Dia telah menghilang. Ini bukan gerakan super berkecepatan tinggi. CZ telah berdiri di sini sampai sekarang dan kemudian dia menghilang ke udara seperti dia telah menjadi ilusi.

Neia bingung. Namun, CZ sudah menyuruhnya untuk tetap menunggu, jadi dia harus tinggal di sini dan menunggu.

Neia bersembunyi di pintu masuk ke jalur udara dan mendengarkan dengan seksama suara dimenara dan jalan di belakangnya untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak biasa.

Beberapa detik kemudian — sesuatu terjadi di pos penjaga.

Dia mendengar jeritan yang diikuti suara penjaga yang roboh.

Neia menjulurkan wajahnya keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi dan melihat CZ muncul dari pos penjaga. CZ melambaikan tangannya memanggil Neia.

Saat Neia mulai panik dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, gerakan melambai CZ semakin kencang, sampai seluruh tubuhnya bergerak.

Bisakah dia tidak pergi, setelah CZ melakukan begitu banyak tindakan seperti itu?

Neia membungkuk rendah, lalu berlari menembus angin kencang dengan memperhatikan langkah kakinya.

Sesampainya disebrang, dia bisa mencium bau darah dari pos penjaga. Beberapa mayat demihuman tergeletak di lantai, dan CZ berdiri di dalam pos, dengan ekspresi kosong seperti biasanya. Dia memegang apa yang tampak seperti pisau yang sangat tajam dan besar di tangan kanannya. Pisau itu dilumuri cairan merah terang, dan dia memegang senapan sihir di tangan kirinya.

“…ini Aman. Masuklah.”

“Eh, eh …”

“…Tidak bisa mengilang lagi saat ini.berhati-hatilah.”

“Aku Mengerti.”

Sepertinya tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, jadi Neia tidak bertanya, dan hanya diam mengikutinya dari belakang.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded