Overlord LN Volume 13 Chapter 3 Part 4 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 

Gunner dan Archer

Itu adalah Maid Demon, pikir Neia.

Dia tidak bisa sampai sejauh itu tanpa CZ.

Dan ini juga berkat perintah Yang Mulia berikan kepada CZ.

Hanya Sorcerer King yang bisa membangkitkan rasa hormat yang lebih dalam pada orang bahkan ketika dia tidak hadir.

Sejujurnya, fakta bahwa dia adalah undead atau apapun itu adalah masalah yang sepele.

Lagipula, aku harus membiarkan semua orang tahu. Aku harus memberi tahu mereka betapa hebatnya Yang Mulia!

Menara itu hampir sepenuhnya terbuat dari batu dan hanya memiliki jendela kecil untuk masuknya cahaya. Itu lebih gelap dari kastil yang mereka lewati sebelumnya.

Lorong di dalam menara cukup besar, cukup besar untuk Neia dan CZ untuk berjalan secara berdampingan. Itu berputar di sepanjang bagian dalam dinding menara.

Tujuan mereka, pangeran Zern, seharusnya berada di dekat puncak, jadi satu-satunya hal yang mereka lakukan ketika melewati pintu di sepanjang jalan adalah memeriksa pergerakan di dalam sementara mereka berdua terus naik.

Sekitar dua putaran kemudian, CZ mengangkat tangannya untuk memberi tanda bahwa mereka harus berhenti. Ini terjadi hampir bersamaan dengan pendengaran Neia yang mendengar beberapa langkah kaki makhluk.

Tampaknya dia memakai armor logam, karena dia bisa mendengar suara logam yang mencolok.

“Dia sendiri, CZ-san.”

“…Iya. Tapi … langkah kaki yang berat. “

Neia tidak tahu, tetapi jika CZ mengatakannya, maka mungkin saja begitu. Dengan kata lain, apa pun itu, itu bukan ukuran manusia.

“Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita bersembunyi di balik salah satu pintu yang kita lewati disepanjang jalan itu? ”

“… Dia sudah tiba. Bunuh dia.”

“Mengerti.”

Neia menyiapkan busurnya mengikuti CZ. Rencananya adalah untuk menembak siapapun dan tidak perlu bertanya. Dia telah mendengar bahwa pangeran Zern seukuran anak manusia. Selain itu, dia tidak mengenakan armor logam.

Sesuatu yang besar muncul, Neia dan CZ menyerang tanpa ragu-ragu.

Panah dan peluru masuk ke tubuhnya, seolah-olah mereka tersedot masuk.

“Gaaahhhh!”

Sesuatu yang besar itu tersandung, dan mundur di sepanjang jalan.

Karena dia mundur di sepanjang jalan yang melengkung, dia tidak lagi berada di jalur tembak mereka.

Fakta bahwa dia selamat dari serangan mereka – terutama CZ – memberitahu bahwa itu adalah demihuman yang sangat tangguh.

“Apa! Kau siapa!”

Teriakan yang marah bergema dari kedalaman lorong.

“Apa yang harus kita lakukan, CZ-san?”

“… Kita tidak bisa duduk di sini dan menunggu … Mendekat dan serang sebelum musuh mengumpulkan para penjaga menara.”

“Dimengerti.”

Neia dan CZ mulai berlari.

Karena dapat bertahan dari serangan kejutan CZ dan Neia, mereka dapat berasumsi bahwa dia adalah salah satu penjaga – Vah Un. Vah Uns adalah makhluk yang memiliki kekuatan bertarung yang sangat baik dan jumlah stamina yang mengejutkan.

Ketika mereka berlari, kelembapan di udara tampaknya meningkat juga – hidung Neia mencium aroma hujan.

“Goooaahhh! Manusia! Manusia ada di sini! ”

Setelah mendekatinya, mereka melihat demihuman yang besar.

Meskipun itu memiliki hawa buas dari Ogre, tapi itu tampak jauh lebih cerdas daripada Remedios.

Kulitnya putih kebiruan, tapi itu membuatnya terlihat lebih jahat daripada tidak sehat.

Dia memiliki satu tanduk yang tebal di dahinya. Dia membawa tongkat yang ukurannya lebih besar dari tubuh Neia.

Dilihat dari penampilan fisiknya, itu sangat mirip dengan deskripsi spesies yang dikenal sebagai Vah Uns.
Meskipun itu tidak sekuat Buser, itu masih lawan yang cukup berbahaya. Panah dan peluru itu jelas mengenainya, tapi dia tampaknya tak terluka. Tidak ada bau darah, jadi itu pasti bukanlah ilusi.

Entah bagaimana, dia telah meniadakan serangan mereka – terutama CZ.
“Jadi kalian kemari untuk membunuhku, kan !? Kalian punya mata yang bagus, manusia !!! ”

Sepertinya dia sangat senang.

Kalau begitu, dia akan membiarkannya tetap keliru–

“…Tidak.”

CZ menyela saat dia berbicara.

Ada desisan yang muncul dari gas yang keluar karena sesuatu terbang di udara. Setelah itu, sebagian tubuh Vah Un melarut menjadi kabut dan peluru itupun hanya menembusnya.

“…Mm.”

“Wahahahaha! Senjata jarak jauh tidak berguna bagiku! ”

Neia menembakkan anak panah di dahi Vah Un, tetapi kepalanya juga berubah menjadi kabut dan panah itu jatuh ke dinding di belakangnya.

“–Tak berguna! Percuma saja! Sekarang gemetarlah karena takut padaku, musuh dari semua pemanah, dan kemudian mati! ”

“… Kebal terhadap semua senjata jarak jauh? Apa sesuatu seperti itu benar-benar kuat? ”CZ bergumam. “Pasti ada triknya.”

Neia melirik CZ dan menggelengkan kepalanya. Sayangnya, Zerns tidak tahu detail apa pun tentang kemampuannya.

“Apa yang kalian bicarakan!”

“Mundur!”

Vah Un menutup celah itu. Melihat tubuh besarnya yang mendekati mereka, namun sepertinya jarak itu terasa kacau.

Neia tidak akan mampu bertahan dari satu serangan dari makhluk itu, jadi dia dengan patuh mendengarkan CZ dan mundur.

CZ berdiri di garis depan, dan tongkat besar itu menabrak kearahnya. Serangan itu seperti badai yang menderu, tapi dia dengan elegan menghindarinya.

Kekuatan Vah Un sangat luar biasa, mengingat dia bisa mengayunkan senjata yang sebesar tubuh CZ dengan satu tangan. Batu itu hancur di mana ia menyentuh tanah, dan retakan menjalar ke segala arah. Rasanya seperti menara raksasa itu berguncang.

“Tch!”

Neia kehilangan sebuah anak panah.

Meskipun Vah Un terkunci dalam jarak dekat dengan CZ, ada perbedaan besar antara ukuran tubuh mereka. Jika dia membidiknya, dia bisa menyerang Vah Un tanpa mengenai CZ.

Seperti yang diharapkan, Vah Un berubah menjadi kabut untuk menghindari panah yang sedang melesat diudara.

“Tak berguna! Tak berguna! Sudah kubilang panah tidak berguna untukku! Dasar Bodoh – uwoooooh! ”

Vah Un meraung lebih keras dari sebelumnya. CZ tampaknya menganggap dia menjengkelkan dan mulai mencari kebradaannya.

Meskipun kemampuan menembak CZ jauh lebih tinggi dari Neia, dia tidak terampil dalam pertempuran jarak dekat, jadi sayangnya, serangannya diblok oleh tongkat Vah Un.

Neia mencabut dan menarik kembali anak panah lainnya.

Kali ini, Neia mengincar tangan yang memegang tongkat itu. Meskpun itu sangat mungkin bahwa senjata itu tidak akan jatuh bahkan jika dia berubah menjadi kabut, dia memutuskan bahwa dia harus mencoba, walau kemungkinannya sangat kecil sekalipun.

Dan akhirnya–

Lengan yang terbentuk kabut tidak melepaskan tongkatnya.

“Tidak bisakah kau berhenti, manusia !?” Vah Un memperlihatkan telapak tangannya ke Neia. “[Water Splash]!”

Sebuah bola air terbang kearah Neia.

Sesuatu mengenai bahu kanannya. Neia terhempas kebelakang seperti sesuatu menabraknya dan jatuh ke tanah.

Rasanya sakit seperti dia dipukuli dengan brutal. Dia bahkan mungkin mengalami patah tulang.

Setelah dengan gugup mencoba menggerakkan lengan kanannya, dia merasa bahwa itu bisa bergerak tanpa masalah. Namun, deru rasa sakit menyebar dari bahunya di dalam tubuhnya. Dia menyentuh bahunya dan mengetahui bahwa itu basah. Meskipun pada awalnya dia takut bahwa itu adalah darah, dia segera menyadari bahwa itu hanyalah air.

“Hmph! Kau membuatku menggunakan mantra kecil itu! ”

Vah Un mengayunkan tongkatnya setelah mengatakan itu.

CZ bergumam pelan pada dirinya sendiri saat dia dengan gesit menghindari serangan mematikan yang bisa menghancurkan Neia itu.

“… Ada apa dengan gadis itu? Mengapa menyerang seseorang yang tidak bisa dia kenai? Aku tidak mengerti. ”

“Hah, kau idiot! Itu karena dia merasakan sakit– ”

“- Karena itu efektif? Penggunaan terbatas? “

Wajah Vah Un berubah. Dengan kata lain, CZ benar.

“Neia!”

“Mengerti!”

Neia kehilangan panah, yang dihindari Vah Un dengan berubah menjadi kabut. Setelah itu, dia menembak lagi – dan panah itu menembus Vah Un.

Ketika Vah Un menggerutu kesakitan, CZ berbicara.

“…Aku mengerti. Kau hanya bisa bertahan melawan tujuh serangan jarak jauh. Apakah itu … per hari? Per jam? … Tidak masalah. Kau juga akan mati di sini. “

Vah Un tidak bisa mengejar CZ, yang mengelak dengan kemampuannya yang luar biasa. Dengan kata lain, jika ini terus berlanjut, itu hanya akan menjadi penyerangan satu sisi dan membuatnya mati. Barangkali Vah Un telah merasakan ini akan terjadi, karena wajahnya berubah ekspresi.

“Kurang ajar kau! [Fog Cloud]! ”

Sebuah gumpalan kabut bermunculan.

Itu lebih tebal dari kabut yang dia lihat di Sorcerous Kingdom, dan Neia bahkan tidak tahu lokasinya sendiri. Meskipun dia tidak bisa melihat CZ bertarung melawan Vah Un, dia bisa mendengar mantra dari senjata CZ seperti pew pew pew..

Ketika dia memikirkannya, itu sudah jelas.

Bahkan jika kabut Vah Un yang muncul di tengah-tengah lorong, dia masih tahu di mana itu. Yang harus dia lakukan adalah terus menembak. Neia mengikuti petunjuk CZ dan meluncurkan anak panahnya. Dia sedikit khawatir. jadi dia membidik sedikit lebih tinggi; dengan cara itu bahkan jika dia meleset, dia tidak akan mengenai CZ.

Panah yang dia lepaskan meleleh ke dalam kabut, dan diikuti oleh suara sesuatu yang menghantam dinding. Sepertinya dia telah meleset.

“Dia bergerak di belakangmu sekarang.”

Seperti yang dikatakan CZ, Neia berpikir Eh?

Ketika seseorang mempertimbangkan ukuran lorong itu, mustahil bagi Vah Un yang besar untuk berada di belakang CZ dan Neia tanpa menabrak mereka. Namun, di sepanjang jalan di sini, Neia telah menyadari bahwa CZ adalah iblis yang dapat dipercaya. Atau lebih tepatnya, dia tidak begitu percaya CZ jika bukan karena dia mempercayai Sorcerer King yang dia layani.

Neia berbalik, dan sementara kabut masih begitu tebal dia tidak bisa melihat apa-apa, dia melepaskan anak panah lainnya.

Sama seperti sebelumnya, dia mendengar suara panah yang menancap di dinding yang jauh.

“Di mana, dimana itu !?”

“..Mm. Kau membidik ke arah yang benar. Dia mencoba lari … turun! ”

Neia langsung tiarap saat CZ berbicara dengan nada yang sangat tegas baginya.

“… Mengisi ulang … penuh ledakan.”

Ada yang menusuk dengan suara kyuuuuun dan kemudian dakka dakka dakka dakka dakka yang bergemuruh menyusuri lorong. Tidak seperti suara pew pew yang sebelumnya, itu adalah suara yang dipenuhi tekanan yang brutal.

“Gobooh ~,” Ada suara seseorang yang memuntahkan sesuatu, diikuti oleh suara tumbang saat tubuh besar menghantam tanah. Setelah itu, kabut itupun hilang, dan dia bisa melihat tubuh Vah Un yang tergeletak di sepanjang jalan yang melengkung.

Tubuhnya menutupi lubang, dan itu tampak seperti hancur berantakan. Ada tanda serupa di sekitar dinding terdekat. Apa yang terjadi sehingga menyebabkan ini?

Sebagai demihuman yang ditugaskan untuk menjaga tempat ini, dia seharusnya cukup kuat. Sebenarnya, Neia sendiri tidak akan memiliki kesempatan menang sama sekali. Namun CZ bisa langsung membunuh seorang demihuman seperti ini selama senjatanya efektif melawannya. Dia adalah Maid Demon dengan tingkat kesulitan 150.

“Apa … yang … tidak mungkin. Dengan sihir, kau bisa melakukan apa saja, huh. ”

Neia bekerja dengan bahu-membahu. Dia telah melupakan rasa sakitnya selama kesenangan dalam pertempuran, tapi sekarang itu mulai semakin terasa sakit.

“…Baik?”

“Mm. Tapi itu menyakitkan untuk menarik busur. Aku pikir aku tidak bisa membidik dengan benar. ”

“… Punya ramuan penyembuhan?”

“Tidak, tapi aku punya item penyembuhan Yang Mulia pinjamkan padaku.”

Neia hanya bisa menggunakannya sekali selama pertempuran itu, tapi sekarang dia merasa sepertinya dia bisa menggunakannya lebih sering. Namun, itu bukan berarti dia bisa membuang-buang Mana-nya, karena dia mungkin perlu menyembuhkan CZ jika situasinya mendesak.

“Jangan khawatir. Kita hanya perlu menyelamatkan sandera dan mundur. ”

“… Mm. Kalau begitu, ayo cepat. “

Neia mengangguk dan berlari dengan CZ. Vah Un, yang paling jelas merupakan lawan yang layak, telah dikalahkan.

Yang tersisa hanyalah menyelamatkan pangeran dan kembali ke tempat penyimpanan sebelumnya.

•••

“…Sini.”

“Baik.”

Setelah mencapai tingkat yang paling atas, CZ dan Neia saling bertukar pandangan. Hanya ada satu pintu di sini. Itu berarti tidak diragukan lagi bahwa itu adalah tujuan mereka.

Mereka mengangguk satu sama lain, dan kemudian menendang pintu masuk itu.

Mereka sudah tidak memikirkan tentang jalan rahasia lagi. Lagipula, mereka baru saja bertempur dengan Vah Un. Bisa dikatakan, mereka berdua bersandar di ambang pintu itu, waspada jika ada yang menyerang mereka saat itu dibuka.

Namun, kewaspadaan mereka sia-sia. Oleh karena itu, mereka berdua masuk ke ruangan pada saat bersamaan. Neia menggertakkan giginya melawan rasa sakit dari bahunya dan pergi ke kiri, sementara CZ pergi ke kanan, dan mereka berdua saling melindungi.

Hal pertama yang mereka lihat adalah tempat tidur berkanopi yang besar. Mungkin hiasan rendanya berwarna putih, tetapi usia telah menghitamkan mereka. Ruangan itu juga memiliki lemari yang sederhana dan perabotan yang berukuran manusia seperti lemari dan lain-lainnya. Potongan-potongan furnitur bergaya bangsawan ini sudah tua dan usang, dan mereka tidak tampak seperti barang antik namun lebih seperti barang bekas.

[T/N: Tempat tidur kanopi, kalian bisa search gambarnya digoogle, tapi yang pastinya itu merupakan tempat tidur mewah para bangsawan]


Pandangan sekilas ke seberang ruangan tidak menunjukkan adanya demihuman.

CZ mengangkat dagunya untuk memberi tanda pada Neia, dan Neia dengan diam-diam mendekati lemari sebelum membuka pintunya. Tentu saja, Neia membukanya dari luar dan tetap berada di luar jika terjadi sesuatu, sementara CZ mengarahkan moncong senapan sihirnya ke bagian dalam lemari.

“…Tidak disini.”

Setelah itu, mereka berdua melihat ke tempat tidur.

Setelah memastikan bahwa tidak ada apa-apa di bawahnya, mereka mendekati tempat tidur.

Bagian dari tempat tidur itu menggembung.

Neia melihat kearah CZ sebelum mengangguk untuk menunjukkan bahwa dia mengerti, dan kemudian dia membalik selimut.

Ada gumpalan daging berwarna ungu yang berkilauan yang tampak cantik di sana. Tidak, akan lebih baik untuk mengatakan itu adalah belatung besar. Panjangnya sekitar 90 sentimeter, dan tidak memiliki tangan, tetapi kaki yang gemuk.

CZ mengarahkan moncong senapannya ke arah itu tanpa ragu-ragu, dan Neia buru-buru memanggilnya.

“Tunggu! Itulah target yang diperintahkan pada kita untuk diselamatkan, pangeran Zern! “

“…Ini?”

Itulah yang dikatakan oleh utusan Zern pada Neia. Namun, dia bisa memahami keraguan CZ, karena Neia juga telah mengatakan “Apa” ketika Zern telah memberinya gambaran tentang pangeran Zern.

Zern adalah spesies demihuman yang bangsawannya tampak sangat berbeda dari individu lain dari spesies mereka. Selain itu, mereka juga seharusnya adalah dimorfik secara seksual.
[T/N: Dimorfik seksual, bisa dibilang Transg*nder]

“Er, bisakah anda mendengar kami, pangeran Zern -sama?”

“–Mm. Berbicara. Sepertinya kau bukan makananku. ”

Dia terdengar seperti seorang remaja. Neia ingin tahu dari mana suaranya berasal dan memeriksanya, lalu dia melihat bahwa mulut belatungnya membuka dan menutup.

“Betul. Kami telah diminta untuk menyelamatkan Anda. Ayo kita mulai dengan mengeluarkan Anda dari sini. “

Dia masih seorang pangeran, bahkan jika dia terlihat seperti ini, jadi dia harus mematuhi aturan etiket untuk bersikap sopan. Selain itu, dia akan membutuhkan bantuan rasnya untuk menemukan Sorcerer King. Oleh karena itu, dia harus membantunya sekarang, bukannya menyinggung perasaannya.

“Apakah itu permintaan dari teman-teman telurku (rekan)? Siapa yang memintamu melakukan ini? ”

“Itu adalah Zern yang disebut Beebeebee. Apakah anda mengenalnya?”

“Beebeebee, katamu? Ah, dia, kalau begitu? Hm … Tapi jika aku meninggalkan tempat ini, Jaldabaoth …- sama akan marah. Ini akan menempatkan orang-orang Zern dan khususnya Raja dalam bahaya. ”

“Meskipun saya tidak terlalu yakin tentang detailnya, tampaknya Raja telah meninggal dunia, jadi kami harus menyelamatkan Anda setidaknya. Itulah mengapa Zern membuat permintaan ini. ”

“Apa!?”

Mustahil bagi manusia seperti Neia untuk membaca ekspresi pangeran Zern, yang tidak bisa berubah kecuali hanya bentuk dari belatung raksasa. Namun, dia bisa merasakan dengan jelas duka mendalam dalam suaranya.

“Oh, Ayah sebenarnya … aku mengerti. Si brengsek Jaldabaoth itu … Kalau begitu, bisakah kau mengeluarkan kita dengan aman dari sini? ”

“Para bawahan Yang Mulia akan membimbing kita keluar, jadi saya pikir itu akan baik-baik saja.”

“Aku mengerti … oh manusia pahlawan, yang sudah sejauh ini untuk membantuku, aku punya permintaan yang mungkin akan sedikit kurang ajar untukmu. Bisakah kau berpura-pura bahwa kau membawaku dengan paksa saat aku melawanmu? ”

Permintaan itu mungkin hanya untuk berjaga-jaga.

“Saya mengerti. Kami akan berpura-pura demikian. ”

“Terima kasih banyak.”

Pangeran mengangkat kepalanya. Meskipun itu tampak seperti belatung yang mengangkat kepalanya, itu mungkin bagaimana spesiesnya mengungkapkan rasa terima kasih mereka.

Neia membungkus pangeran itu dengan seprai seperti bayi – jika dia masih masih seorang anak kecil, dia pasti takut sampai menitikkan air matanya; dia telah mengalami itu dua kali sampai sekarang – dan menggendongnya di punggungnya.
Dia dengan kuat mengikat selimut di sekitar dadanya, sehingga itu tidak akan kendur bahkan ketika dia bergerak dengan cepat.

Beban di pundaknya membuat Neia terluka. Dia menyeka keringat yang membasahi dahinya dan menggunakan sihir kalung itu.
Luka-lukanya sembuh seketika. Sekarang dia akan baik-baik saja bahkan jika dia harus berlari dengan pangeran di punggungnya.

“Apakah kau merasa baik-baik saja? Jika itu menyakitkan, tolong katakan padaku segera. ”
“Tidak, aku merasa tidak enak … tapi baumu lezat. Itu membuatku lapar. ”
Mendengar kata-kata yang diucapkan dari sekitar lehernya membuat Neia bergidik.

“… Apa yang dimakan Zern?”
CZ mengajukan pertanyaan yang Neia tidak ingin tanyakan.

“Cairan tubuh makhluk hidup yang berharga, tak peduli mereka hidup atau mati.”
“… Aku akan marah jika kau melakukan sesuatu yang aneh pada juniorku.”
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku tidak cukup lapar untuk melakukan hal seperti itu kepada para pahlawan yang datang untuk menyelamatkanku. Meskipun aku tidak diizinkan untuk pergi bahkan sekalipun sejak hari mereka membawaku ke sini, tapi setidaknya, mereka dengan senang hati memberiku makan.”

Jika dia mengetahui secara persis siapa mereka, dia mungkin akan menjatuhkannya, jadi Neia buru-buru menghentikan telinganya. Untungnya, CZ tidak bertanya lebih jauh.
“… Baiklah, ayo kita pergi.”
“Baik.”
“Silakan lakukan.”

Setelah percakapan singkat itu, dua – tiga dari mereka mulai bergerak. Tidak ada waktu untuk berbicara omong kosong selama penyusupan rahasia itu.
Untungnya, mereka berhasil kembali ke tempat penyimpanan tanpa masalah. Ketika CZ mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka.
“… Ada orang di dalam.”

“Aku akan serahkan padamu.”
CZ menyiapkan senapan sihirnya dan dengan paksa membuka pintu.
Kemudian, dia berhenti. CZ melihat ke belakang.

“… Tidak yakin siapa mereka. Zerns. Mereka banyak.”
Mereka seharusnya menjadi tim pemulihan. Secara khusus, mereka adalah Zern yang membawa Neia dan CZ kemari.

Mereka mungkin tiba lebih dulu karena Neia dan CZ sudah terlambat daripada waktu yang sudah ditentukan.
Setelah memasuki ruangan, kelima Zern di dalam berubah menjadi satu. Melihat heteromorph ini dengan wajah yang tidak bisa dibaca secara bersamaan menghasilkan perasaan di dalam  diri Neia yang entah itu ketakutan atau rasa menjijikan.
Neia membuka seprai di punggungnya, dan mengeluarkan pangeran Zern di dalamnya.

“Ohhh! Itu Pangeran! ”

Itu Beebeebee. Neia tidak akan bisa membedakan mereka jika mereka tidak berbicara. Namun, jika mereka berbeda satu sama lain sama seperti bentuk mereka yang berbeda dari pangeran mereka, dia mungkin bahkan tidak bisa mengetahui apakah mereka sesama Zern atau bukan.

“Oh teman telurku. Aku mendengar ayahku mati. Aku tahu bahwa dia – Jaldabaoth – tidak bermaksud untuk menepati janjinya. Tapi kemana kita akan melarikan diri setelah mengkhianati Jaldabaoth? Dia telah menaklukkan negeri kita, dan menempatkan iblis kepercayaannya sebagai penguasa … bukankah kita akan menghancurkan diri kita sendiri dengan memilih untuk memberontak? ”

“Kekhawatiran Yang Mulia itu benar. Tetapi baginya, Zern tidak lebih dari hewan ternak. Pahlawan kita, Boobeebee, hanya sedikit terlambat tiba di hadapannya, namun itu alasan yang cukup baginya untuk membunuhnya. ”

“Apa! Boobeebee, kau bilang !? ”
Pangeran gemetar yang memberi tahu Neia bahwa Zern pastilah memiliki status yang cukup tinggi.

“Setelah semuanya selesai, akankah Zern menemukan tempat di bawah kekuasaan Jaldabaoth? Kami telah memutuskan bahwa jawabannya tidak. Pangeranku, tidak ada waktu lagi, mari kita sudahi perbincang– ”

“- Kau bodoh. Bisakah kita menyimpan pertanyaan itu sampai setelah kita berhasil kabur? Ini adalah titik baliknya. Begitu kita menyeberanginya, kita harus mengikuti jalan sampai akhir. Sekarang adalah satu-satunya saat kita bisa kembali. Katakan padaku, begitu kita kembali ke sarang kita, begitu kita kembali ke perbukitan kita, bagaimana caramu untuk tetap hidup? ”

“Itu … tanah itu luas. Tentunya akan ada tempat di mana kita bisa bersembunyi. ”

“Apa kau pikir begitu? Apakah kau berniat agar spesies berjalan menuju kehancuran, yang peluangnya begitu kecil ini? Beri aku solusi yang lebih konkrit dan praktis. ”

“Dalam hal itu, tidak semua orang dengan senang melayani Jaldabaoth, kita bisa membentuk perlawanan …”

“Kau bodoh. Itu hanya akan mengundang kehancuran. Segerombolan semut menarik lebih banyak perhatian daripada satu semut. ”

Beebeebee terdiam ketika pangeran membantah semua usulannya. Akan buruk jika ini terus berlanjut. Neia dan yang lainnya telah melakukan operasi berbahaya sampai ke tahap ini. Jika pangeran sekarang mengatakan, “Kami tidak bisa melakukannya”, upaya mereka akan sia-sia.
Saat itulah Neia datang dengan sesuatu untuk menenangkan kekhawatiran pangeran.

“Ah, kalau begitu, kenapa Zern tidak pergi ke Sorcerous Kingdom saja?”

“Sorcerous Kingdom? Apa itu?”
Bukan hanya Zern, tetapi CZ juga memandangnya.

“Benar. Itu adalah negeri tempat Momon tinggal. Dia adalah pahlawan yang pernah mengalahkan Jaldabaoth di Kingdom. ”

Neia merasakan Zern sedang menatapnya, tetapi dia tidak tahu maksud dari ekspresi mereka. Bagaimana mungkin manusia bisa memahami ekspresi Zern?

“Apakah yang kau katakan benar?”
Satu kalimat itu sudah cukup bagi Neia untuk memahami mengapa Zerns tetap diam. Mereka meragukan kebenaran dari kata-kata Neia. Tapi itu sudah bisa diduga. Yang lebih tahu tentang kekuatan Jaldabaoth, semakin sulit percaya bahwa ada yang bisa mengalahkannya.

“Seperti yang saya katakan. Saya mengetahui itu dari sumber yang dapat diandalkan. Sebenarnya – CZ-san? ”

“…Dia benar. Neia mengatakan yang sebenarnya. ”

“Dan juga -” ini adalah bagian pentingnya. Neia memberanikan dirinya. “Jika kalian pergi ke Sorcerous Kingdom seperti ini, saya yakin mereka akan menerima kalian sebagai pengungsi.”

“Pengungsi, katamu …”
Ada ketidaksenangan dalam suara pangeran.

“Tapi jika kalian bisa memberikan informasi tentang Sorcerer King dari Sorcerous Kingdom, aku yakin kalian tidak akan diremehkan bahkan ketika kalian pergi ke sana.”

“Tunggu, tunggu. Mengapa mereka senang mendengar tentang Raja mereka sendiri? ”

“Ah iya. Sekarang … ah … Lokasi Sorcerer King tidak diketahui … ”

“Bukankah itu buruk? Dalam skenario terburuk, dia mungkin saja mati, apa itu benar? ”

“Tunggu sebentar. Yang Mulia tidak mungkin mati. Ada bukti nyata, dan kami sedang memastikannya sekarang. ”

Neia memberi tahu mereka tentang bagaimana Sorcerer King mungkin jatuh ke bukit tempat para demihuman tinggal, jadi dia ingin menggunakan kekuatan mereka untuk mencarinya. Pangeran terdiam. Apakah itu tidak akan berhasil, pikir Neia, tetapi karena dia sudah mengatakan itu, dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Bola itu sekarang ada pada mereka.

Dan juga, bahkan jika mereka tidak dapat memberikan bantuan secara langsung, mereka harus mampu setidaknya memberikan informasi, seperti yang mereka janjikan.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded