Overlord LN Volume 13 Chapter 4 Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 

Sang Penyelamat Bangsa

Seminggu setelah mereka bergabung dengan pasukan bangsawan Selatan, mereka menyelesaikan persiapan mereka dan memulai kemajuan baru.

Target mereka berikutnya adalah kota Prart, di sebelah barat Kalinsha.

Neia tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya saat dia gemetaran di punggung kuda.

Meskipun sangat logis untuk tidak melepaskan kesempatan ini untuk memusnahkan demihuman, sementara luka-luka Jaldabaoth belum sembuh, itu tidak sesuai dengan perasaannya. Dia ingin meningkatkan jumlah pendukung dan berusaha menyelesaikan persiapan untuk upaya penyelamatan yang akan dikirim untuk mencari Sorcerer King.

Dapat dikatakan, Neia tahu dari pengalaman pertamanya dengan Remedios bahwa kemarahan seorang komandan akan mengganggu orang-orang di bawah mereka. Dia tidak bisa menghilangkan rasa frustrasinya pada bawahannya.

Dia mengambil beberapa napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, dan paru-parunya dipenuhi dengan udara dingin. Saat musim semi sudah dekat, seseorang masih bisa merasakan musim dingin di udara.

Setelah mendapatkan kembali ketenangannya, Neia mengamati pasukan yang akan maju.

Ada sekitar 95.000 orang di sini, sehingga banyaknya dari mereka membuatnya harus menggerakan kepalanya untuk menatap mereka semua. Kekuatan mereka terdiri dari sekitar 30 ribu orang dari bangsawan Selatan dan 65.000 orang dari Pasukan Pembebasan. Secara kebetulan, dari 20 ribu orang yang tersisa dari Selatan, 10’000 ditugaskan untuk mengamankan jalur mundur dan 10 ribu lainnya beristirahat di Kalinsha.

Di antara mereka ada 2.000 pemanah yang dipimpin oleh Neia, semuanya milik Satuan Penyelamatan.

Sisa-sisa pasukan demihuman yang mereka hadapi diperkirakan sekitar 30’000, jadi mereka memiliki keuntungan luar biasa dalam jumlah.

Namun, masing-masing individu demihuman lebih kuat daripada manusia, dan yang lebih penting, mereka harus waspada terhadap Jaldabaoth, sehingga mereka tidak bisa ceroboh bahkan dengan perbedaan jumlah ini.

Mereka telah memulai operasi ini dengan asumsi bahwa Jaldabaoth masih terluka dan tidak dapat mengambil tindakan. Jika Jaldabaoth sudah pulih sepenuhnya, maka mereka hanya akan berbaris menuju kematian mereka.

Jantungnya berdetak seperti jam alarm.

Haruskah aku memprioritaskan penyelamatan Sorcerer King di atas yang lainnya, Neia bertanya-tanya. Pikirannya mulai berputar-putar.

“–Baraja-sama. Apakah Anda memerlukan informasi dari anggota satuan di unit lain? ”

Beldran telah menjalankan kudanya di samping Neia sebelum mengajukan pertanyaannya, dan Neia mengedipkan matanya sebagai jawaban. Dia tidak tahu apa yang sedang dibicarakannya.

Setelah berpikir, Neia akhirnya berhasil, dan dia dengan cepat melambaikan tangan yang tidak memegang kendali kudanya.

“Tidak, tidak, kita tidak perlu melakukan hal-hal seperti memata-matai seperti itu. Bagaimanapun juga, kita adalah rekan yang berbaris menuju tujuan yang sama. ”

“Ohhh! Saya sudah menduga tidak ada yang kurang dari Anda, Baraja-sama. Sebagai juru bicara Yang Mulia, kata-kata Anda baik sekali. “

“… Meskipun wajahnya menakutkan.”

Setelah Beldran memujinya, CZ berbicara dari belakang Neia. Karena CZ tidak bisa mengendarai kuda, mereka berdua saling berbagi sadel.
[T/N : Sadel, mungkin ada beberapa orang yang asing dengan kata sadel, yaitu barang penyokong untuk penunggang kuda maupun muatan lain yang diikatkan ke punggung hewan.]

Bahkan jika CZ adalah seniornya, dan orang yang layak dihormati, itu masih sedikit mengganggu untuk mendengarnya terus membicarakan tentang itu berulang kali.

Haruskah aku menyuruhnya berjalan saja …

Langkah dan stamina CZ melebihi dari manusia biasa. Dia hanya mengendarai karena itu tidak sopan untuk membiarkan salah satu bawahan Sorcerer King berjalan.

Beldran mendengar ini, tetapi dia tidak membantunya sama sekali. Dia tidak mendukung atau menolak pernyataan itu. Dia mungkin tidak bisa menolak kata-kata itu karena mereka telah diucapkan oleh bawahan Sorcerer King dan karena kata itu benar.

Yah, aku kira dia tidak bisa mengatakan tidak … lagipula, aku tidak harus mengenakan visor jika aku tidak seperti itu …

Dapat dikatakan, Neia adalah seorang gadis. Bahkan jika itu benar, dan jika orang-orang mengatakannya itu telah membuatnya terbiasa, mendengar orang mengatakan bahwa wajahnya menakutkan masih terasa menyakitkan.

“Kalau begitu, Baraja-sama. Seorang utusan datang dari pusat. Para pemandu kami telah melihat pasukan demihuman. Jumlahnya diperkirakan mencapai 30’000. Karena itu, kita akan mengambil formasi di sini. Utusan itu kembali ke markas setelah mengatakan itu pada kami. Apa yang akan Anda lakukan dengan ini? “
[T/N : Pemandu, kata sebenarnya adalah Pionir. Saya menggunakan kata pemandu untuk menyesuaikan dengan situasinya. Anda bisa menggunakan kata yang mudah menurut anda]

“Tidak apa-apa. Jika kau merasa itu perlu dilakukan, maka itu pasti akan baik-baik saja. ”

Beldran bekerja dengan sangat baik sebagai anggota eksekutifnya.

“Namun, apakah demihuman benar-benar ingin bertarung di medan perang …”

Para demihuman hanya memiliki sepertiga dari jumlah pasukan Holy Kingdom. Meskipun masing-masing dari mereka adalah petarung individu yang superior, tentunya mereka tidak akan memiliki kesempatan jika mereka bertarung di lapangan terbuka. Jika mereka mempertahankan sebuah kota, mereka akan dapat memanfaatkan sepenuhnya pertahanan kota dan menebus kekurangan dalam kekuatan bertarung.

Bagaimanapun, situasinya akan sangat buruk ketika Jaldabaoth pulih. Strategi terbaik para demihuman adalah mengulur waktu.

Entah itu, atau mengatur area yang tidak dapat dilalui oleh kavaleri dan melakukan pertempuran terbatas.
[T/N: Kavaleri, pasukan berkuda]

“Jadi kita akan bertarung di area terbuka ?”

“Benar. Begitulah. Tidak ada hutan di tempat musuh yang membuat mereka bisa menyembunyikan penyergap. Dan juga, tidak ada bukit, jadi pasti mereka akan mengalami masalah mengenai di mana harus membentuk formasi.

“… Kenapa di tempat seperti itu?”

Beldran mengawali tanggapannya atas pertanyaan CZ dengan kata “Mungkin saja”

“Mereka sedang bersiap untuk melarikan diri, kurasa?”

“Melarikan diri?”

“Itu benar, Baraja-sama. Sama seperti bagaimana Zerns mengkhianatinya, tidak semua demihuman tunduk kepada Jaldabaoth. Jika mereka ingin melarikan diri bahkan jika itu berarti mengkhianati Jaldabaoth, maka orang-orang yang ingin hidup tidak akan membuat lubang di dalam kota tetapi memilih untuk bertarung diarea terbuka. Itu karena melepaskan diri akan sulit jika mereka mempertahankan kota. “

Emosi gelap melintas di mata Beldran, dan itu membuatnya menggigil.
Saat Neia penasaran apakah dia harus menggunakan kemampuan yang baru-baru ini dia kembangkan, kegelapan itu perlahan-lahan mulai menghilang, dan matanya kembali bersinar seperti biasanya. Karena pertempuran akan dimulai, mungkin itu akan lebih baik untuk memadamkan kebencian di dalam dirinya.

“…Aku mengerti.”

CZ mengangguk setuju, dan Beldran hanya menjawab, “Itu mungkin yang terjadi.”

Kata-kata Beldran sangat masuk akal.

Bahkan Jaldabaoth tidak tahu dengan pasti apakah mereka berencana untuk mati dalam pertempuran dimedan perang atau melarikan diri. Jika itu masalahnya, mungkin lebih baik menunggu sampai malam sebelum menyelidikinya. Dengan cara itu, mereka mungkin bisa mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri, dan dengan demikian akan mengurangi jumlah orang yang akan mati sia-sia.

Neia tahu itu, tapi dia tidak mengatakannya.

Para demihuman telah menyebabkan banyak masalah bagi orang-orang di negeri ini.

Meskipun demihuman yang di bawah naungan Yang Mulia mungkin bisa dimaafkan, mereka akan membunuh demihuman lain selain mereka …

Bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa orang-orang yang menganjurkan koeksistensi dengan demihuman atau yang mendukung demihuman secara diam-diam telah dibunuh atau digantung didepan publik.
[T/N: koeksistensi, bisa diartikan hidup berdampingan dengan ras,suku ataupun budaya yang berbeda]

Sebenarnya, ada beberapa kamp penjara yang dibebaskan oleh Sorcerer King, di mana dia telah menyaksikan beberapa mayat manusia yang tampak seperti mereka telah menjadi korban kesadisan. Mereka rupanya adalah orang-orang yang berusaha untuk mengajak para demihuman.

“Baraja-sama. Meskipun saya tidak tahu apa tujuan markas untuk memposisikan kita, apa kami harus mengumpulkan semua komandan unit terlebih dahulu? ”

“Tidak, aku hanya butuh gambaran kasar tentang di mana mereka telah dialokasikan. Di mana pun mereka ditugaskan, aku yakin semua orang akan tahu apa yang harus dilakukan. ”

Posisi Neia dan yang lainnya akan ditentukan oleh bagaimana pemimpin Holy Kingdom ingin memposisikan CZ, yang sedang memeluk Neia di sekitar pinggangnya.

Jika ada musuh yang kuat di antara demihuman, maka CZ akan dikirim ke garis depan. Jika dia akan digunakan sebagai seorang pemanah, maka dia akan diposisikan di tengah formasi, atau mungkin dia akan ditempatkan dengan pemanah lain. Jika mereka tidak ingin membiarkan CZ – bawahan dari Sorcerer King – melakukan pencapaian terlalu banyak, maka mereka akan menempatkannya di belakang.

Neia memperkirakan bahwa mereka akan tetap berada di belakang sampai pasukan selesai melakukan penyelidikan.

Tiga jam kemudian, dia menyadari bahwa ini adalah jawaban yang benar.

***

Berbeda dengan formasi sisik ikan yang digunakan demihuman, manusia telah memilih untuk membagi menjadi dua pasukan mereka. Sisi kiri terdiri dari 30’000 orang dari Selatan dan 10 ribu orang dari Pasukan Pembebasan, dengan total 40’000. Dan sisa 55.000 anggota Pasukan Pembebasan membentuk sayap kanan, dan bersama-sama mereka membentuk sesuatu seperti formasi sayap burung.
[T/N : Formasi sisik ikan, merupakan formasi yang digunakan untuk bertahan dari serangan musuh dengan cara saling menutupi bagian celah dari pasukan mereka dengan perisai]

Karena manusia ingin memusnahkan demihuman dalam pertempuran ini, mereka memilih untuk mengepung musuh dan perlahan-lahan menjerat musuh.

Para demihuman, di sisi lain, telah memilih formasi yang menekankan pada kekuatan serangan, meskipun apakah itu untuk keluar dari pengepungan atau untuk membantai sebanyak mungkin manusia dalam jarak dekat, itu tetap harus dilihat.

Akhirnya, Neia dan yang lainnya adalah unit yang terpisah agak jauh dari medan perang, dan mereka ditugaskan untuk melindungi tukang yang sedang mendirikan kamp bagi mereka.

Itu lebih seperti perintah dari Caspond daripada permintaan, yang berarti bahwa mereka secara praktis diizinkan menjalankan tempat itu. Mereka bahkan bisa mengabaikan tugas mereka untuk melindungi para tukang tanpa konsekuensi, yang berarti bahwa kepemimpinan Holy Kingdom pada dasarnya telah melepaskan semua otoritas komando atas mereka.

Tentu saja, alasannya adalah karena kehadiran CZ.

Meskipun secara sederhana Neia berkuasa, fakta bahwa dia bepergian dengan CZ – dengan kata lain adalah seorang warga dari Sorcerous Kingdom – berarti mereka tidak bisa memerintahnya sesuka hati. Seorang anggota dari keluarga kerajaan Holy Kingdom yang memberikan perintah kepada bawahan dari Sorcerer King mungkin akan berakhir menjadi casus belli.
[T/N: Casus belli, sebuah alasan yang muncul baik itu disengaja ataupun tidak untuk menyatakan perang kepada suatu negeri]

Neia sangat ingin bertanya mengapa mereka melakukan hal yang berbeda setelah CZ melakukan begitu banyak hal selama serangan terhadap Kalinsha. Namun, kedatangan bangsawan dari Selatan telah mengubah perlakuan yang dia dapatkan. Ini karena mereka tidak hanya mempertimbangkan masalah untuk saat ini, namun juga mempertimbangkan hal-hal kedepannya nanti.

Ketika Neia dan yang lainnya berada diposisinya, dia terus mengawasi medan perang yang jauh.

Dapat dikatakan, dia cukup jauh sehingga dia tidak merasakan ketegangan saat berada di medan perang, karena haus darah dari sana tidak dapat mencapai tempat ini. Suara tukang yang memukul-mukul dengan palu mereka terdengar sangat santai.

“… Apakah mereka masih saling memandang? Kapan mereka akan mulai? ”

“Keuntungan kita berkurang seiring dengan berlalunya waktu. Meskipun aku merasa kita harus melakukan langkah pertama … ”

Beldran menjawab pertanyaan CZ.

Kegelapan malam adalah sekutu bagi demihuman. Meskipun orang bisa melihat dengan jelas di daratan selama ada cahaya bulan, namun  langit sedang mendung. Tidak ada keraguan bahwa demihuman akan menjadi lawan yang sangat sulit jika mereka menyerang dalam situasi seperti ini. Itu karena kamp yang mereka bangun sekarang tidak terlalu kokoh.

Karena itu, manusia seharusnya sudah bergerak sebelum malam tiba.

Selain itu, mereka memiliki keuntungan besar dalam jumlah, jadi jika mereka dapat mencapai kemenangan penuh di sini, mereka mungkin dapat merusak skema Jaldabaoth. Dengan kata lain, Holy Kingdom akan terbebas dari penyiksaan yang panjang ini. Tidak ada alasan untuk tidak maju.
Neia juga berharap bahwa pertempuran akan berakhir di sini. Dengan begitu, tidak ada yang bisa mengikat Neia lagi. Dia bisa menggunakan seluruh kemampuannya untuk mencari Sorcerer King.

Neia memandang keatas.

Pendengarannya yang tajam telah mendengar suara teriakan dan gemuruh dari banyak orang yang sedang berlari. Beldran tampaknya telah mendengarnya beberapa saat kemudian, karena dia diam-diam berkata, “Sudah dimulai.”

Tidak ada yang tahu bagaimana dua pasukan ini yang berjumlah lebih dari 100’000 melakukan gerakan bersamaan, dan kemudian mereka bentrok dengan penuh amarah.

Demihuman menunggu diarea yang datar, tanpa ada satupun dataran yang tinggi sejauh mereka melihat.

Meskipun ini adalah waktu yang tepat untuk mendirikan menara pengawas, mereka tidak memiliki sesuatu seperti itu di kamp mereka.

“…Sekarang apa?”

“Misi kita adalah tetap di sini dan melindungi mereka. Mari fokus untuk menyelesaikannya. ”

Itu hampir mustahil bagi pasukan demihuman yang sangat kalah jumlah untuk menerobos pasukan manusia dan mencapai tempat ini. Menjaga CZ – kekuatan tempur terkuat mereka – di sini adalah langkah politik yang baik, namun itu langkah militer yang buruk.

Jika mereka menempatkannya di garis depan, itu akan sangat mengurangi kerugian yang akan dialami pasukan Holy Kingdom.

Semua orang mengerti itu, tapi tidak ada yang bisa menentang itu. Itu karena mereka ingin mencegah naiknya reputasi CZ.

Benar-benar sampah kehidupan yang tidak masuk akal, pikir Neia, namun kuda-kuda liar tidak bisa merobek ucapan itu darinya.

30 menit kemudian, ada sorakan dari sayap kanan. Bukan hanya Neia dan telinganya yang tajam yang mendengarnya- teriakan kegembiraan cukup keras sehingga mereka sampai ke telinga semua orang di skuad Neia. Mereka pasti mencetak cukup kemenangan jika mereka bisa didengar bahkan dengan jarak yang sangat jauh itu.

10 menit setelah itu, seorang utusan dari medan perang dengan keras mengumumkan apa yang telah terjadi.

“Kapten Remedios Custodio dari satuan Paladin baru saja mengalahkan komandan musuh, salah satu iblis bawahan Jaldabaoth, Scale Demon!”

Utusan itu pergi setelah menyampaikan pesan itu.

Neia mulai penasaran apakah itu benar.

Tidak, mungkin saja itu benar bahwa Remedios telah mengalahkan iblis. Tapi apakah iblis itu benar-benar salah satu dari bawahan Jaldabaoth?

Neia tahu betul kekuatan iblis yang dia dan CZ lawan di Kalinsha.

Dia tidak berpikir bahwa Remedios bisa mengalahkannya.

Apakah Kapten cukup kuat untuk mengalahkan sesuatu seperti itu? Atau … mungkinkah itu dengan jenis ganda? Jika aku tidak menanyakan Sempai …

“CZ-sempai, aku punya pertanyaan. Seberapa kuatkah Scale Demon itu? ”

“… Cukup sampai Kapten bisa mengalahkannya.”

“Tapi Circlet itu lebih kuat, kan?”

“… Keberadaan iblis yang kuat mengartikan bahwa ada iblis yang lemah. Scale Demon adalah salah satu yang lemah. ”

“Aku mengerti…”

Neia merasa lega. Dua iblis bawahan yang telah memasuki negeri ini telah dikalahkan. Meskipun itu menyisakan iblis agung yang ada di perbukitan, tidak ada gunanya memikirkan yang satu itu.

“Kerajaan ini sekarang sudah aman … Karena komandan musuh telah mati, pasukan demihuman pasti akan berakhir. Menurut rencana Pangeran, semuanya harus diakhiri. ”

Ada tatapan murung di wajah Beldran, karena dia kehilangan kesempatan untuk membalaskan dendamnya dengan tangannya sendiri.

“… Tetap saja, kita masih perlu memburu orang-orang yang kabur.”

“Benar! Saya tidak meragukan Anda, CZ-sama!

Sayap kiri – kanan di tengah-tengah pasukan para bangsawan, sebenarnya – tiba-tiba memancarkan pilar api. Api itu menderu cukup tinggi sehingga mereka bisa melihatnya dengan jelas bahkan dari jarak ini, dan itu tampak seperti akan membakar langit.

Semua orang tampak cemas.

Mereka hanya bisa memikirkan satu makhluk yang bisa melakukan hal seperti itu. Tepat setelah itu, CZ memastikan dugaan mereka.

“… Oh tidak … itu Jaldabaoth.”

***

“Kapten Remedios Custodio dari Unit Paladin baru saja mengalahkan komandan musuh, salah satu iblis bawahan Jaldabaoth, Scale Demon!”

Sayap kanan meletus dalam sorakan ketika mereka mendengar apa yang dikatakan oleh utusan Caspond kepada mereka. Wajah Marquis Bodipo tersenyum.

“Ha ha ha! Dia melakukannya! Dia mengalahkan komandan musuh! Apapun isi otak wanita itu namun, kemampuan berpedangnya nomor satu. Itu pasti melemahkan semangat musuh. Aku memerintahkan semua orang untuk melakukan penyerangan. Bunuh semua demihuman itu! Atas nama Pangeran, jangan biarkan ada yang hidup! ”

“Baik Tuan!”

Para prajurit segera menyebar setelah menerima perintah Marquis.

“Benar-benar hebat, Marquis-sama. Kita benar-benar beruntung bahwa komandan unit yang menghadapi kita dalam pertempuran ini – dalam pertempuran yang sama dengan kita – telah disingkirkan.”

Count Cohen, seorang pria yang sangat dihormati di faksinya sendiri, semua tersenyum ketika dia mengatakan demikian.

“Benar sekali, Count. Sekarang kita selangkah lebih maju dari mereka. “

Menyingkirkan komandan unit yang telah berulang kali bertempur dengan pasukan dari Aliansi Bangsawan Selatan selama konfrontasi panjang mereka adalah kudeta besar-besaran. Itu tidak diragukan lagi kartu penting mereka yang bisa mereka mainkan ketika bernegosiasi dengan para bangsawan Selatan lainnya.

Dibandingkan dengan Remedios Custodio, adiknya, Kelart Custodio, telah meninggalkan jauh lebih banyak kenangan pahit dalam pikiran mereka. Namun, ini adalah pencapaian yang bisa menghapus dendam itu.

Selain itu, ini juga merupakan bulu di topi bagi Caspond. Sederhananya, jika dia berhasil bertahan dari semua ini, posisi Holy King berikutnya adalah miliknya. Bahkan bangsawan Selatan yang tersisa dengan kekuatan apa pun tidak akan bisa mengeluh tentang hal itu, dan dengan dukungan penuh, tidak akan ada masalah sama sekali.

Jika ada unsur yang tidak pasti dalam skenario ini, itu pastilah ulah anggota keluarga kerajaan yang lain. Tidak akan ada masalah jika semuanya mati. Namun, dia belum siap untuk menodai tangannya, sehingga yang bisa dia lakukan hanyalah berdoa.

Marquis dengan senang membayangkan keseimbangan kekuasaan masa depan dalam kelompok bangsawan.

Jika dia ingin keluarganya menjadi orang yang paling berpengaruh di Holy Kingdom, dia tidak dapat melakukan kesalahan dalam operasi pembersihan yang akan mereka lakukan. Segalanya sampai sekarang sudah sempurna. Yang harus mereka lakukan adalah terus seperti ini.

“Count. Apakah anda pikir kita dapat menggerakan demihuman ke selatan? “

“Marquis-sama, kenapa anda melakukan itu?”

Count tampak terkejut, dan dia terdengar bingung ketika dia menanyakan pertanyaannya. Marquis mengejeknya di dalam hatinya.

Tidak mungkin dia tidak mengerti. Marquis tidak akan memberikan bantuannya kepada siapa pun yang tidak kompeten. Count itu berpura-pura terkejut meskipun dia tahu apa yang ada dalam pikiran Marquis.

Dia pasti berusaha memberi kesan bahwa Marquis-dono yang hebat dan luar biasa sedang merencanakan sesuatu yang tidak bisa dia pahami. Itu benar-benar usaha yang membosankan untuk menjilatinya.
[T/N: Menjilatinya, dalam english kata yang digunakan adalah sucking up, dari pemahaman saya kata itu digunakan untuk seseorang yang menjadi penjilat terhadap atasannya. Contoh, ketika didalam perusahaan sering kali banyak karyawan yang menjadi penjilat untuk mendapatkan perhatian Bosnya. Tapi anda bisa menggunakan kata yang lebih mudah anda pahami]

Marquis memutuskan untuk mengikuti arus. Jika dia membuat Count percaya dia bisa dengan mudah dimanipulasi, akan lebih mudah memanfaatkannya.

“Apakah anda mendengarnya? Demihuman adalah alat yang sangat bagus untuk melemahkan para bangsawan yang bukan dari faksi kami. ”

Dia mengangkat satu jari, meniru suasana dari seorang lelaki tua yang tidak bisa menahan diri untuk melakukan penjelasan.

“Sekarang para bangsawan Utara telah melemah, keseimbangan kekuatan antara Utara dan Selatan telah hancur. Akan menjadi seperti apa nantinya, itu tidak dapat dihindari bahwa bangsawan Selatan akan berakhir memiliki suara yang lebih banyak dalam hal itu .. Namun, itu akan menjadi masalah bagi keluarga kerajaan. Dengan kata lain, inilah yang akan ditanggung keluarga kerajaan.

“Saya tidak meragukan anda, Marquis-sama. Mengingat pertimbangan Anda sejauh itu! “

Pujian itu terang-terangan tetapi Count menyampaikannya dengan nada gembira dan suara keras.

“Benar sekali. Tidak ada yang lebih baik daripada membiarkan mereka akan menghancurkan tanah dari para bangsawan yang tidak menguntungkan kita. ”

Saat dia menyaksikan Count yang sedang melihat sekeliling dengan cepat, Marquis mengelus jenggot dan berpikir, pria ini benar-benar aktor yang baik.

“Tenang, Count. Kita dikelilingi oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Pembicaraan kita tidak akan tersebar. Selain itu, siapa yang akan mempercayainya? ”

“Benarkah? Tapi, ada terlalu banyak elemen-elemen yang tidak jelas jika kita membiarkan demihuman melarikan diri ke Selatan. Kalau begitu, mengapa kita tidak mendesak mereka, dan kemudian membuat perjanjian rahasia dengan para demihuman …? ”

“Kalau begitu, mempekerjakan demihuman? Sebuah ide yang bagus.”

Meskipun Count terdengar jijik dengan ide menggunakan demihuman, itu mungkin ide yang bagus. Dia adalah tipe pria yang akan menggunakan semua yang dia bisa sampai tidak ada yang tersisa.

Menempatkan pria yang hebat dalam faksi sendiri juga untuk mengawasinya.

Sebenarnya, dia sudah menyematkan beberapa orang di keluarga Count. Dia juga telah menggunakan orang-orang dari faksi lain sehingga dia tidak akan ditemukan bahkan jika seseorang menggunakan mantra sekalipun.

“Count, apakah Anda akan pergi juga jika ada kesempatan untuk membuat kesepakatan dengan demihuman?”

Marquis sangat sadar bahwa Count sedang merencanakan segala macam hal dibelakangnya.

“Saya, saya tidak benar-benar ingin pergi, tetapi jika anda berniat pergi, maka saya pasti akan menemani anda, Marquis-sama.”

Dia mungkin melakukan ini sehingga dia bisa mengatakan “Marquis mengatakan begini-dan-begitu” dan dengan demikian mendapatkan kartu truf untuk digunakan melawan Marquis. Namun, hanya pergi ke sana bersamanya hanya akan menyikatnya dengan sikat yang sama. Itu terlalu lemah untuk digunakan sebagai kartu truf.

“…Apakah begitu? Kalau begitu, haruskah kita tidak memberitahu Yang Mulia untuk berhenti menyerang para demihuman? Tidak perlu mengorbankan lebih banyak orang dalam pertempuran. Setelah ini, kita akan mencapai kemenangan di meja perundingan. ”

“Seperti yang anda katakan, Marquis-sama. Namun, Count yang lain tampaknya memasang serangan habis-habisan, jadi kita harus menghentikan mereka sesegera mungkin untuk efek yang lebih baik. ”

“Benar.”

Meskipun menghentikannya ketika mereka mencoba untuk membuat nama untuk diri mereka akan merugikan mereka, akan lebih baik untuk menjaga hal-hal sebagaimana adanya ketika seseorang memikirkan masa depan. Marquis sangat senang bahwa dia akan segera dapat mempengaruhi masa depan Holy Kingdom. Tentu saja, dia tidak akan pernah membiarkan hal itu tampak di wajahnya.

“Hubungi Counts–“

Pilar api yang meletus memotong ucapan Marquis.

Marquis tidak sepenuhnya mengerti tentang sihir. Dia mungkin tidak bisa menggunakannya, tetapi pengetahuan tentang Divine Magic adalah hal yang biasa di antara para bangsawan Holy Kingdom. Namun, itu hal yang cukup penting, dan itu tidak terkait dengan pengetahuan sihir dari atribut lain.

Meski begitu, dia mengerti bahwa pilar api di depan matanya adalah sihir yang sangat kuat.

“Apa, mungkinkah itu sihir dari tingkat keempat? Sesuatu yang bisa digunakan oleh Kelart Custodio dan Yang Mulia? ”

“Saya, saya tidak tahu. Apa, apa yang harus kita lakukan, Marquis-sama? ”

“Eh, hm. Saya tidak terlalu yakin, tetapi mari kita mundur sedikit dan pindah ke tempat yang lebih aman. ”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded