Overlord LN Volume 13 Chapter 4 Part 5 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 

Sang Penyelamat Bangsa

“Kalau begitu, aku yakin masih ada kabar buruk lainnya bukan?”

“Benar! Pangeranku! Apakah tidak apa-apa untuk membiarkan tuan-tuan itu pergi? ”

“Itu tergantung pada laporanmu.”

Caspond pernah mengatakan kepada bawahannya bahwa mereka hanya bisa berbicara tentang informasi yang bersifat umum di hadapan orang luar. Itulah mengapa hanya mereka yang tetap berada di tenda.

“… Yang Mulia, para demihuman maju kearah kita dari timur. Pada tingkat ini, mereka akan mencapai kita dalam satu jam. ”

“Tidak..Mungkin…”

Caspond berusaha menahan diri agar tidak meninggikan suaranya. Akan buruk jika seseorang di luar tenda mendengar ini.

“Kalinsha ada di timur. Kenapa belum ada orang dari kota yang menghubungi kita? Bahkan jika mereka membuat jalan memutar yang besar untuk mengelilingi kita, bagaimana mereka bisa menghindari mata dari pasukan kita yang sedang berpatroli? … Atau mungkin jumlah mereka sedikit? ”

“Tidak, mereka diperkirakan lebih dari 10 ribu pasukan … apa yang harus kita lakukan, Tuanku?”

Holy Kingdom masih memiliki keunggulan dalam jumlah bahkan jika seseorang menambahkan 10 ribu pasukan kepihak demihuman sekalipun. Namun, fakta bahwa mereka datang dari timur adalah sebuah bencana. Ketika pasukan yang lebih kecil mencoba melakukan serangan menjepit, biasanya seseorang hanya akan mengalahkan setiap pasukan secara individu. Namun, kali ini, mereka menghadapi Jaldabaoth.

Dengan kata lain, rute pelarian mereka telah terputus.

“… Baiklah, dengarkan baik-baik. Kau tidak boleh memberitahukan informasi ini kepada siapa pun, mengerti? ”Caspond dengan dingin memberitahu pengintai yang terkejut itu

“Informasi ini sangat berbahaya. Jika para prajurit mengetahuinya, mereka akan kehilangan keinginan untuk bertarung dan kita akan kalah dalam pertempuran yang bisa kita menangkan. Dan juga, banyak orang yang mungkin akan mati. Kita tidak boleh memberi tahu siapa pun tentang ini demi persatuan. ”

“Baik Yang mulia…”

“… Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja jika kita bisa menang dalam satu jam. Tidak ada yang perlu ditakuti. ”

“…Saya mengerti.”

“Selain itu, jangan biarkan para pengintai pergi kearah barat. Jika semuanya memburuk, mereka mungkin akan menyebarkan informasi ini, dan kemudian kita akan terpecah dan akhirnya dikalahkan dalam kelompok-kelompok kecil. Kau harus merahasiakan ini sampai detik-detik terakhir, mengerti? ”

“Baik Tuan!”

Meskipun dia tampaknya tidak terlalu senang dengan hal itu, utusan itu mungkin merasa bahwa logika Caspond masuk akal lalu dia meninggalkan ruangan. Sendirian di dalam tenda, Caspond menutupi wajahnya.

***

Pagar kayu yang mereka bangun sangat sederhana. Sisi barat dan utara sudah sempurna, tapi sisi selatan hanya setengah jadi. Sementara itu, tidak ada apa pun di sisi timur. Akan lebih baik untuk membentuk formasi didataran terbuka daripada mencoba untuk bertarung di tempat yang sempit, jadi mereka meninggalkan perkemahan dan menyebar ke dataran.

Mereka telah memilih untuk membentuk barisan memanjang.

Setiap unit yang melakukan kontak dengan Jaldabaoth akan kalah. Karena itu, unit-unit lain akan mengabaikannya dan menyerang para demihuman. Mereka telah mengambil formasi ini karena mereka siap untuk melakukan pengorbanan itu. Remedios akan memimpin para paladin pada operasi yang melakukan serangan dengan menyerang lalu kabur, jadi dia tidak memiliki posisi yang tetap. Ini agar dia bisa menuju ke setiap lokasi tempat Jaldabaoth muncul.

Neia dan unitnya juga merupakan pasukan yang bebas. Dia mengerti dua maksud dari tugas itu. Yang pertama adalah bahwa akan mudah bagi CZ – sebagai bawahan dari Sorcerer King – untuk melarikan diri. Yang kedua adalah jika CZ ingin melawan Jaldabaoth, menempatkannya dalam unit yang tak bergerak akan menghasilkan kekosongan di garis pertempuran.

Unit Neia telah mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan jika Jaldabaoth muncul.

Akankah mereka memburu para demihuman, melarikan diri ke tempat yang aman – atau mungkin, apakah mereka akan melawan Jaldabaoth?

Jawabannya sudah dapat dipastikan.

Mereka akan mengalahkan para demihuman.

Mereka semua sangat membenci Jaldabaoth, sumber dari segala kejahatan. Namun, mereka tahu tempat mereka – Apa yang dapat mereka lakukan, jika bahkan Sorcerer King yang hebat itu tidak sebanding dengannya? Dalam hal ini, akan lebih baik untuk fokus membunuh para demihuman, untuk membawa mereka sedikit lebih dekat pada kemenangan. Tentu saja, bagian dari itu juga karena mereka tidak ingin membiarkan CZ mati, karena dia adalah bawahan dari dermawan besar, Sorcerer King.

Neia menaiki kudanya, dan mempelajari tentang musuh.

Formasi demihuman penuh dengan celah di pertarungan mereka sebelumnya, tapi sekarang tak ada celah sedikitpun. Sebelumnya Demihuman dikelompokan berdasarakan ras mereka tapi sekarang merupakan garis pertempuran yang teratur yang tampak seperti pasukan veteran.

Apakah para demihuman sudah memperhitungkan kekuatan dan kemampuan dalam pertempuran sebelumnya? Barisan perisai mereka tampak kuat dan kokoh, sementara titik tombak runcing mereka yang berkilauan dengan kecemerlangan yang menyilaukan. Meskipun kemampuan komando Jaldabaoth luar biasa, perpaduan unit itu menjadi buktinya.

Tidak–

Ini sudah bisa diduga. Semua orang akan patuh begitu mereka melihat kekuatannya yang luar biasa.

Banyak demihuman memberikan rasa hormat mereka kepada kekuatan seseorang. Dalam hal itu, mereka sudah pasti akan senang mengikuti Jaldabaoth.

Pertempuran akan segera dimulai.

Neia dan orang-orangnya melepaskan panah dari belakang.

Hujan panah yang diluncurkan oleh 3’000 orang jatuh dari atas musuh.

Selama pertempuran ini, manusia telah mengadopsi formasi yang melebar untuk mengakhiri pertempuran dengan cepat – untuk memusnahkan demihuman.

Mereka meluncurkan serangan kavaleri, tidak menyisakan apa pun sebagai cadangan. Manusia berkomitmen untuk berjuang keras, dan mereka menyerang dengan ganas. Berbeda dengan mereka, para demihuman lebih kepada memperkuat pertahanan mereka.

Mungkin itu karena mereka mengerti bahwa serangan habis-habisan ini tidak lebih dari melemparkan kayu ke bara api. Sisa-sisa hangus dari kayu bakar akan menyebar ke seluruh tanah dalam waktu singkat.

Mengingat bahwa manusia adalah individu yang lemah, akan sangat sulit bagi mereka untuk menerobos pertahanan demihuman yang kuat. Atau lebih tepatnya, manusia mungkin benar-benar memiliki kesempatan melawan demihuman jika Jaldabaoth tidak ada. Namun, susunan unit demihuman merupakan salah satu yang memungkinkan banyak ras untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan masing-masing dari mereka, mengimbangi kelemahan mereka dan lebih menekankan pada kekuatan mereka….

Pertahanan demihuman memberikan keuntungan bagi manusia beberapa jam yang lalu tampak seperti mimpi yang menyenangkan. Namun sekarang, tidak peduli berapa kali mereka menyerang, berapa kali mereka menusukkan tombak mereka, atau berapa banyak anak panah yang dilepaskan, tidak ada yang dapat mengguncang formasi demihuman. Sebaliknya, para penyerang dari Holy Kingdom mengalami kerugian yang lebih berat daripada mereka.

Waktu berlalu, dan mereka tidak bisa membiarkan pertempuran berlangsung hingga malam tiba. Namun, semangat dan stamina manusia mungkin akan habis sebelum itu terjadi dan mereka akan dihancurkan sebagai gantinya.

Ditambah lagi–

“Jaldabaoth muncul di sektor 2A! Pasukan Kedua benar-benar telah musnah! ”

“Lebih dari setengah korban yang ada dipasukan keempat!”

“Pasukan keenam juga memiliki lebih dari setengah korban!”

– Para utusan dengan keras mengumumkan situasi di medan perang.

“Di mana dia kali ini !?”

Caspond menyarankan mereka membagi medan perang menjadi beberapa sektor.

Mereka diberi nomor, untuk membuat orang-orang bergerak dengan mudah. Itu adalah sistem yang sangat sederhana, tetapi mudah dimengerti.

Pasukan di sana pasti berusaha melarikan diri dari Jaldabaoth. Bahkan dari sini, jelas terlihat bahwa mereka benar-benar berantakan. Para demihuman di wilayah itu memulai serangan mereka, dan rombongan dari pasukan di sana hancur seolah-olah mereka seperti mencair.

Itu dia.

Hanya dengan muncul sekali dan hanya menggunakan sedikit kekuatannya, ia telah menghancurkan satu batalion sebanyak 500 orang, dan ada hampir 1000 total korban. Para demihuman yang menyerang celah yang dibuat oleh Jaldabaoth menyebabkan lebih banyak kematian.

Itu akan wajar jika para demihuman menjadi sombong dan menekan serangan mereka, tetapi mereka segera mundur setelah mengejar dalam jarak yang dekat, seperti kura-kura yang menyusut kedalam cangkangnya. Itu mengubah pertempuran tersebut menjadi pertempuran jarak dekat, dan taktik yang telah dirancang untuk menyulitkan Jaldabaoth dengan memanfaatkan kekuatannya tidak bisa diterapkan.

Strategi hebat itu mungkin adalah hasil dari kemampuan komando Jaldabaoth juga.

Remedios memimpin para paladinnya ke sektor 2A secepat yang dia bisa. Namun, pada saat dia tiba, Jaldabaoth sudah tidak ada lagi. Dia telah pindah ke wilayah lain dengan menggunakan teleportasi, seolah-olah sedang mengejek mereka.

Serangkaian peristiwa ini terus terulang lagi dan lagi sampai sekarang.

Kata “buruk” hampir tidak cukup untuk menggambarkan situasi ini.

Namun, itu adalah fakta bahwa tidak ada orang di sini, termasuk Neia, yang tidak dapat memikirkan solusi yang bagus. Yang bisa dilakukan Neia dan orang-orangnya adalah menghujani para demihuman dengan anak panah.
CZ hanya menyaksikan pertempuran dari samping Neia. Senjatanya tidak mampu menyerang seperti busur, jadi dia tidak punya kesempatan untuk menunjukkan keahliannya yang luar biasa.

Akhirnya, jari-jarinya mulai sakit karena terus menarik tali busurnya, dan semua tabung busur setiap orang – termasuk Neia – mulai kehabisan.

“Baraja-sama! Kita hampir kehabisan anak panah! “

Mereka tidak memiliki anak panah tanpa batas.

“… Kembalilah dulu dan tambah persediaannya!”

Unit tersebut mematuhi instruksi Neia dan kembali ke belakang untuk menambah stok anak panah.

Dia ingin memberi mereka waktu istirahat, tetapi sayangnya mereka tidak memiliki waktu untuk itu.

“Apakah kau sudah selesai?”

“Ya, Baraja-sama. Kita bisa bergerak kapan saja! ”

“Kalau  begitu–“

Tepat ketika dia hendak bersorak agar mereka pindah, Neia melihat beberapa pengintai berkuda dari timur.

Pimpinan dari pengintai itu menatap Neia untuk sesaat, dan kemudian dia berteriak:

“Para demihuman dari timur! Awas!”

“Hah?”

Merasa terkejut, Neia melihat ke kejauhan dan menyipitkan matanya. Dia bisa melihat beberapa debu yang berterbangan dan sosok yang tampak seperti manusia. Meskipun dia harus memeriksa kecepatan pergerakan mereka untuk memastikan, mengingat jarak mereka, mereka akan segera tiba.

Kesalahan apa yang telah terjadi.

Mereka begitu terfokus pada demihuman di depan mata mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bagian belakang mereka.

Dia ingin percaya bahwa ini tidak nyata. Dia ingin percaya bahwa Kalinsha telah mengirim bala bantuan untuk membantu mereka.

Namun, bukan itu masalahnya. Jika itu benar, maka mereka akan mengirim kuda yang cepat ke depan untuk memberi tahu mereka.

Kaki Neia terasa seperti akan roboh.

Berita ini terlalu menyeramkan.

Rencana Jaldabaoth adalah menjebak mereka dengan serangan menjepit dari bala bantuan musuh.

Dia tidak ikut bertarung, tetapi membiarkan demihuman yang bertarung sebagai gantinya. Dengan cara ini manusia akan memilih untuk tidak melarikan diri, tetapi berjuang untuk memenuhi kondisi kemenangan mereka. Tujuan Jaldabaoth adalah untuk memancing semua manusia ke medan perang dan mencegah mereka untuk melarikan diri.

Dengan kata lain, Jaldabaoth sudah memperkirakan bahwa manusia akan mengatakan bahwa dia akan melarikan diri jika demihuman dimusnahkan.

“Haha, tentu saja begitu!”

Beldran tertawa dengan kegembiraan yang asli.

Ketika semua orang menatapnya dengan mata panik, Beldran kembali tenang dan berbicara kepada Neia.

“Caspond-denka membuat kesalahan fatal dalam rencananya. Dan yang lebih penting lagi, kenapa beliau tidak menyadarinya? ”

“Apa itu!?”

“… Baraja-sama. Itu adalah hal yang sangat alami. Selama dia mengendalikan perbukitan, dia bisa mengirim bala bantuan ke sini. Hanya menghancurkan para demihuman di tempat ini bukan berarti Jaldabaoth akan mundur. ”

“Ahhh!”

Setelah mendengar penjelasannya, Neia bukan satu-satunya yang mengerti. Suara yang sama bisa terdengar dari orang disekitar Beldran.

“Setelah mengusir demihuman di sini, kita masih harus menyerang balik perbukitan. Rencana Caspond-denka hanya bisa terbukti benar setelah kita memusnahkan semua demihuman yang ada di sana juga. ”

Memang. Beldran juga memberikan jawaban yang mengapa mereka tidak memikirkan hal itu.

“… Caspond-denka dan kita memikirkan hal yang sama, dan kita dibutakan oleh kemungkinan keselamatan dan tidak mempertimbangkan masalah ini secara lebih mendalam.”

Tetapi melancarkan serangan balik ke perbukitan hampir tidak mungkin dilakukan. Dengan kata lain–

“… Tidak ada cara untuk menyelamatkan Holy Kingdom?”

Keheningan memenuhi suasana itu. Suara gemuruh dari medan perang tampak sangat jauh.

“Tidak …” Beldran memaksa dirinya untuk berbicara. “Masih ada jalan.”

“… Jaldabaoth. Kita harus mengalahkan Demon Emperor Jaldabaoth. ”

Itu adalah jawaban yang sempurna, namun itu tidak menggembirakan. Itu adalah masalah yang paling tidak terpecahkan, dan mereka telah menggunakan rencana Caspond justru karena mereka tidak dapat melakukannya.

“… Seperti yang aku pikirkan, kita seharusnya memprioritaskan mencari Yang Mulia di atas segalanya. Kita memilih pilihan yang salah. ”

Jika dia tidak pergi untuk merebut kembali Kalinsha, tetapi pergi ke perbukitan dengan CZ bersamanya, mereka mungkin tidak akan berada disituasi ini.

Tetap saja, itu akan sangat sulit. Neia telah membuat pilihan terbaik berdasarkan apa yang bisa dia lakukan. Dia telah berusaha untuk tidak melakukan kenekatan dan memilih jalan yang paling memiliki peluang.

Namun, haruskah mereka mencobanya?

Bagaimana jika–

Bagaimana jika—

Bagaimana jika–

Tak terhitung kata “bagaimana jika” melayang melalui pikiran Neia. Setiap kali dia berpikir tentang “bagaimana jika aku melakukan ini atau itu” membanjirinya dengan rasa bersalah dan penyesalan.

Keinginannya untuk bertarung berada di titik terendah. Neia bukan satu-satunya. Seluruh unitnya merasakan hal itu.

Pemenangnya sudah jelas.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded