Overlord LN Volume 13 Epilogue Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 

Epilogue

Setelah kemenangan Sorcerer King, segalanya menjadi lebih mudah. Para demihuman telah kehilangan keinginan untuk bertarung, jadi yang tersisa hanyalah melenyapkan mereka. Secara praktis tidak ada korban jiwa dari Holy Kingdom, tetapi tanahnya dipenuhi oleh mayat-mayat demihuman.

Sekarang jenderal musuh Jaldabaoth telah dikalahkan, tidak ada lagi yang bisa berhadapan dengan Pasukan Pembebasan Holy Kingdom.

Mengambil alih kembali kota Prart dan ibu kota Hoburns hanya membutuhkan waktu singkat.

Dibutuhkan waktu lebih lama untuk membebaskan kota Rimun, yang lebih jauh ke barat, dan masih ada orang yang menderita di desa-desa yang telah diubah menjadi kamp tahanan, tetapi ini sudah merupakan langkah besar.

Ibukota yang dibebaskan bergema dalam suara gembira, dan semangat mereka belum mereda bahkan setelah seharian penuh. Bahkan, itu benar-benar menjadi lebih hidup.

Namun, Para petinggi- dan Neia – tahu bahwa masih ada banyak masalah yang harus dihadapi.

Masalah utamanya adalah makanan. Para demihuman telah memakan semuanya dan menyebabkan kekurangan makanan. Itu pasti akan menghambat perkembangan Holy Kingdom kedepannya

Berikutnya adalah hilangnya nyawa. Hilangnya tenaga kerja masih bisa ditoleransi. Namun, jika orang yang mati adalah seorang pengrajin terampil, sarjana atau orang yang mungkin suatu hari menjadi seperti itu, maka hilangnya pengetahuan akan menjadi pukulan fatal bagi kerajaan.
Dan kemudian ada masalah sumber daya. Para demihuman telah menjarah dan menghancurkan banyak hal, dan membangun kembali semuanya akan membutuhkan banyak sumber daya.

Dan yang terakhir, adalah masalah waktu. Para demihuman telah mengambil dua musim penuh selama invasi mereka, dan mereka harus bekerja dua kali lebih keras untuk menutup kerugian itu.

Dan tentu saja, mungkin ada demihuman yang bersembunyi di dalam Holy Kingdom. Mereka harus dibasmi dan dimusnahkan.

Lokasi sebagian besar barang rampasan yang diambil oleh demihuman – barang-barang berharga dan item-item sihir – hal itu tidak jelas. Para demihuman semuanya memiliki budaya tersendiri, sehingga menghiasi diri mereka dengan logam yang berharga dan mengumpulkan kekayaan manusia bukanlah hal yang aneh. Namun, yang aneh adalah bahwa tidak ada petunjuk sama sekali tentang ke mana benda-benda itu dibawa. Itu karena mereka benar-benar tidak dapat melacak unit transportasi musuh.

Namun, betapapun banyak masalah terbentang di depan mereka, akan ada orang-orang yang merasa bahwa itu akan baik-baik saja jika mereka bersuka cita dalam kemenangan yang luar biasa itu. Mereka akan membutuhkan istirahat sejenak sebelum hari-hari yang menyakitkan itu datang, dan Neia menyetujui hal itu juga.

Namun, dia tidak bisa melakukannya hari ini. Dia tidak bisa melakukan itu dalam perayaan pada hari ini.

Alasannya adalah karena itu adalah hari perpisahan.

Itu adalah hari yang sangat menyakitkan.

Ada sebuah kereta yang berhenti di depan gerbang utama ibukota kerajaan, di sisi timur kota. Berbeda dengan eksterior kereta itu yang terlihat polos, Neia tahu bahwa interiornya sangat mewah dan sangat pas, dan kinerjanya juga sangat baik. Khususnya tempat duduknya tidak menyakiti bagian pantat bahkan setelah lama duduk di atasnya.

Tepat sekali.

Itu adalah kereta yang Neia telah diizinkan untuk berbagi dengan Sorcerer King ketika dia datang ke Holy Kingdom.

Dengan kata lain, hari ini adalah hari ketika Sorcerer King akan meninggalkan Holy Kingdom dan kembali ke kerajaannya.

Awalnya, itu tidak akan menjadi kejutan ketika melihat kereta Sorcerous Kingdom yang dikelilingi oleh demihuman. Sorcerer King telah menyatukan Perbukitan Abelion dan membawa banyak demihuman di bawah benderanya selama pertempuran dengan Jaldabaoth. Bisa dibilang, tidak ada satu pun dari mereka sekarang yang terlihat, karena Sorcerer King telah mempersilahkan mereka semua untuk kembali ke bukit itu.

Ini bukanlah masalah dari beberapa hari yang terakhir. Dia telah membiarkan mereka kembali setelah pertempuran terakhir dengan Jaldabaoth berakhir.

Ketika Neia menanyakan alasannya, dia menjawab, “Kau pasti benci ketika berada bersama demihuman, bukan?” Seperti itulah simpati beliau kepada orang-orang di Holy Kingdom.

Neia sangat terharu.

Dia telah mempertimbangkan keadaan mental Holy Kingdom dan membiarkan pasukannya sendiri yang kembali, dapat dikatakan bahwa mereka akan melakukan perjalanan dengan ditemani para prajurit Holy Kingdom, yang berasal dari negeri lain. Ini sama sekali bukan perilaku biasa bagi seorang penguasa suatu negeri.

Benar, kecuali jika itu Raja dari segala raja – Sorcerer King yang murah hati.

Kelompok pendukung Neia yang berpikiran sama juga sangat tersentuh.

Oleh karena itu, ketika Neia dan rekan-rekannya menawarkan diri untuk menjadi penjaga kehormatan Sorcerer King, tidak ada yang mengajukan protes. Tentu saja, hampir tidak ada pertarungan lagi, jadi untuk sebagian besar mereka hanya bergerak dengan Sorcerer King, tapi Neia masih ingat wajah dari rekan-rekannya.

Dia ingat kegembiraan mereka karena bisa berjalan dengan orang yang telah menyelamatkan mereka, perasaan yang luar biasa ketika bisa menemani pahlawan yang telah mengalahkan Jaldabaoth, dan kegembiraan ketika diizinkan untuk berdiri di sisi raja yang mereka begitu kagumi . Wajah mereka semua memadukan emosi-emosi yang berbeda itu.

Mereka tidak terlihat hari ini.

Yang bisa dilihatnya hanyalah dinding dan gerbang utama ibu kota Holy Kingdom, dan kemudian jalan menuju Prart – yang kemudian berlanjut ke Sorcerous Kingdom.

“Apakah anda akan kembali hari ini, Yang Mulia? Semua orang dipenuhi dengan sukacita setelah pembebasan ibu kota kerajaan. Saya rasa itu akan baik-baik saja ketika Yang Mulia bergabung dengan kami selama beberapa hari ke depan, dalam sebuah festival ucapan terima kasih untuk orang yang telah melakukan bagian terbesar dari perebutan kembali ibukota kerajaan … ”

Dia telah menanyakan pertanyaan itu beberapa kali sebelumnya. Dia mungkin akan mendapatkan jawaban yang sama, bahwa dia ingin kembali. Meski begitu, dia masih harus menanyakannya lagi. Itu mungkin sisi yang tidak kompeten yang ditunjukkan Neia.

“Ahh, aku akan kembali ke Sorcerous Kingdom hari ini. Aku tidak yakin dengan kemampuanku untuk menangani upacara seperti itu. “

Saat Sorcerer King bergumam pada dirinya sendiri, dia membuat gerakan yang sangat berlebihan, seperti mengangkat bahunya yang terlihat lucu, mungkin karena dia tahu Neia akan merasa tertekan jika kata-katanya terlalu dibawa kehati.

Dia benar-benar buruk dalam membuat lelucon.

“Anda pasti bercanda, Yang Mulia.”

“Umu, yah, aku, aku hanya bercanda. Ya, bercanda … Sebenarnya, aku telah melakukan semua yang harus aku lakukan di sini. Jadi, aku tidak perlu tetap berada disini. Aku perlu memandu perkembangan Sorcerous Kingdom, dalam kapasitasku sebagai rajanya. Jika aku meninggalkan kerajaan terlalu lama, Perdana Menteri Albedo akan mengomeliku. “

Pikiran Neia membayangkan wajah dari kecantikan kelas dunia yang pernah dilihatnya sekali. Dia adalah wanita yang kecantikannya membuatnya tak terlupakan.

Tentunya dia tidak akan seseram itu ketika dia marah … atau apakah dia menakutkan ketika dia marah karena dia cantik? Meskipun kurasa bukan itu yang dimaksud oleh Yang Mulia, agak sulit membayangkan orang secantik itu menjadi marah. Tetap saja … aku merasa iri…
Diijinkan berbicara dengan Sorcerer King seperti itu, karena dia dekat dengannya, adalah sesuatu yang sangat diinginkan Neia, namun tidak bisa dimintanya, yang membuatnya sangat iri. Betapa bahagianya Neia jika dia mendengar Sorcerer King yang begitu dia hormati memberitahu orang lain “Neia akan memarahiku” atau sesuatu seperti itu?

Keputusan Sorcerer King untuk pergi adalah hal yang tiba-tiba, dan tidak ada orang yang menyuruhnya pergi. Seolah-olah dia seperti orang yang sedih dan kesepian.

“Aku sudah memberi tahu Caspond-denka bahwa akan merepotkan jika festival itu terlalu mewah. Kerajaan ini akan menghadapi banyak kesulitan mulai sekarang. Daripada membuang-buang sumber daya dan tenaga untuk mengantarku pergi, aku lebih suka jika mereka menggunakannya untuk membangun kembali kerajaan. ”

“Yang Mulia …”

“Kenapa anda harus kembali?”

Jika dia menempel di pahanya dan membuat adegan besar, dia mungkin bisa menunda kepulangannya kekerajaan selama seminggu.

Walaupun dia sangat merasakan keinginan untuk melakukannya, dia lebih memilih untuk menahannya. Dia tidak bisa bertindak manja dihadapan Sorcerer King yang murah hati.

“Ah, itu bukan karena aku ingin bertindak seperti orang hebat atau semacamnya, ah, hanya saja negeri ini benar-benar tidak ada yang tersisa, ya … kekayaan dan sejenisnya, meskipun aku berpikir untuk meminta mereka meninggalkan sedikit lagi … Yang ingin aku katakan adalah, ah ya, aku ingin kalian semua tidak memikirkanku dan tetap bekerja keras. Dan juga … lihat, kestabilan negerimu akan baik untuk Sorcerous Kingdom juga, sebagai negeri tetangga. Akan ada perdagangan di antara kita dan seterusnya di masa depan, ya. “

Jadi dia merasakan apa yang dipikirkan Neia, dan dia mengelus-elus untuk menghiburnya. Meskipun dia biasanya sangat keren dan bergaya, dia sekarang berbicara dengan cara yang tidak dapat dipercaya.

“Terima kasih banyak, Yang Mulia.”

“Oh? Hmm, jangan khawatir tentang itu. Lagipula, aku datang ke negeri ini untuk mendapatkan Maid Demon Jaldabaoth. Dan sekarang – ” Sorcerer King menepuk CZ – yang telah berdiri di sampingnya selama ini, seolah-olah dia mencoba menutupi kehadirannya – menepuk punggungnya. “–Dan sekarang aku memilikinya, jadi itu menguntungkanku untuk datang ke negeri ini.”

Sorcerer King telah mendapatkan CZ – maid demon – dengan kekuatannya sendiri. Neia dan semua orang yang berbagi keyakinannya merasakan hal yang sama.

Mereka telah mendiskusikan mengenai apa yang akan mereka berikan kepada Sorcerer King, tetapi seseorang telah menyebutkan bahwa karena dia seorang raja, jika bukan seseorang yang mewakili kerajaan untuk memberinya hadiah, itu terasa sangat kasar, sehingga rencana itu tidak jadi.

Paling tidak, Neia berharap bahwa Caspond akan membuat beberapa kelonggaran, atau menandatangani perjanjian yang tidak menguntungkan bagi Holy Kingdom.

“… Jika kau menginginkannya, aku bisa memberikan mantra hebat yang hanya bisa digunakan sekali dalam setahun untuk membangkitkan orang tuamu, bagaimana?”

“Terima kasih banyak, Yang Mulia, tapi – itu tidak perlu.”

Selama pembebasan ibu kota, salah satu tahanan menyaksikan ibu Neia gugur dalam pertempuran. Mengingat kisah orang itu yang betapa menginspirasinya ketika dia berjuang, pasti dia tidak akan keberatan jika dia tidak dibangkitkan.

Selain itu, dapat dikatakan bahwa mantra kebangkitan membutuhkan bahan yang sangat berharga sebagai bahan komponennya, dan Neia akan kesulitan untuk membelinya. Mungkin Sorcerer King yang murah hati memberikannya secara gratis, tapi dia tidak bisa terus mengandalkan kebaikan Sorcerer King demi dirinya sendiri. Namun, tampaknya demihuman telah membuang mayat itu, jadi dia bahkan tidak bisa mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya, yang membuatnya cukup sedih.

“Berbicara terlalu lama hanya akan membuat perpisahan lebih menyakitkan. Aku harus segera pergi. CZ, apakah ada yang ingin kau sampaikan pada Nona Baraja? ”

“…Selamat tinggal.”

“Baik! Selamat tinggal!”

CZ mengulurkan tangannya ke Neia, dan menggoyang-goyangkannya.

Dan kemudian, mereka berdua pergi.

“… Apakah kalian berdua baik-baik saja dengan ini?”

“…Itu akan baik-baik saja.”

“Ya yang Mulia.”

“Aku mengerti. Kalau begitu – kita akan pergi, CZ. “

Saat Sorcerer King melangkahkan kaki untuk masuk kekereta, dia berbalik melihat Neia.

“… Kerajaan ini akan mengalami banyak kesulitan di masa depan, tapi … aku yakin kau akan dapat bekerja keras dan menyelesaikannya. Aku berharap kita dapat bertemu lagi. ”

“Iya!”

Saat Sorcerer King hendak memasuki keretanya, Neia melihat punggungnya dan tidak bisa menahan diri untuk berteriak: ”

“Yang Mulia! Yang Mulia! “

Sorcerer King berhenti di tangga dan melihat ke belakang. Neia menelan ludah, mengerahkan keberaniannya, dan bertanya dengan suara gemetar:

“Ah, permisi! Bisakah saya, bisakah saya memanggil anda Ainz-sama !? ”

Dia berbicara lancang. Tentunya dia, sebagai orang biasa dari negeri lain, akan dimarahi karena berani untuk memanggilnya dengan cara yang akrab seperti itu.

“… Eh? Ahh, ya, kau mungkin … bisa panggil aku sesukamu. ”

“Terima kasih banyak.”

Dia membungkuk dalam-dalam kepada raja yang murah hati dari negeri lain itu, dan pada saat dia mengangkat kepalanya, giliran CZ untuk naik kereta.

“Hati-hati, CZ-sempai!”

“Mm!”

CZ menjulurkan ibu jarinya, dan kemudian dia masuk kekereta.

Dia merasa mereka berdua sudah naik, tetapi kuda itu meringkik dan mulai berlari.

“–Lalu, Yang Mulia!”

Saat dia melihat kereta yang bergerak, Neia tidak bisa lagi menyembunyikan air matanya saat dia berteriak:

“Panjang umur Yang Mulia Sorcerer King!”

Dia bukan satu-satunya yang berteriak seperti itu.

Ada lebih dari satu gerbang di ibu kota kerajaan. Rekan-rekan yang sama dengannya secara diam-diam berkumpul bersama dan kemudian mereka muncul di luar gerbang untuk dengan keras mengucapkan kemakmuran dan kebahagiaan bagi Sorcerer King.

“Panjang Umur Yang Mulia!”

” Panjang Umur Yang Mulia!”

” Panjang Umur Yang Mulia!”

Pada saat yang sama, mereka menebarkan bunga yang telah mereka kumpulkan dengan sulit .

Kereta berada di tengah-tengah semua ini.

Itu tidak pas untuk orang yang telah menyelamatkan Holy Kingdom. Meski begitu, itu adalah upaya terbaik dari Neia dan orang-orang yang mengerti bagaimana perasaannya.

Kereta itu menjauh dalam pandangannya yang berlinang air mata.

Neia terisak.

Dia merasa sangat kesepian sekarang.

Dia ingin agar Sorcerer King dan CZ untuk bertanya “Apakah kau ingin datang ke Sorcerous Kingdom?” Jika mereka bertanya seperti itu, Neia mungkin telah meninggalkan segalanya untuk pergi bersama mereka.

Tapi mereka tidak bertanya.

Dia membenci itu.

Pada akhirnya, Neia tidak lebih dari sekadar pengawal sesaat di negeri ini.

Segala macam emosi negatif bergolak di dalam dirinya.

Namun – itu salah.

Di telinga Neia menggema ucapan yang dikatakan Sorcerer King.
… Kerajaan ini akan mengalami banyak kesulitan kedepannya, tapi … aku yakin kau akan dapat bekerja keras dan menyelesaikannya. Aku berharap dapat melihatmu lagi.

Dengan kata lain, dia punya harapan kepada Neia.

Sesuatu seperti, meskipun Holy Kingdom sedang dalam kekacauan, aku yakin Neia bisa menyelesaikan masalah bersama-sama, atau semacamnya.

Itu terasa seperti waktu yang lama, tetapi juga waktu yang sangat singkat, tetapi itu telah sangat mengubah hidupnya – dan sekarang semuanya berakhir. Namun, ini hanyalah permulaan. Ada banyak hal yang harus dia lakukan.

Sebagai permulaan, dia harus membalas kebaikan Sorcerer King dengan tindakannya.

Kemudian, dia perlu membangun kembali kerajaan ini. Keadilan dan kejahatan. Neia tidak pernah benar-benar mengerti apa maksud dari kedua hal itu, tapi sekarang dia bisa membusungkan dadanya dan menjawab.

Dia akan menjawab, Sorcerer King adalah keadilan. Dan menjadi lemah adalah dosa. Yang penting adalah bekerja keras untuk menjadi kuat, dan seterusnya.

Neia harus menyebarkan kebenaran yang telah dia pelajari selama di Holy Kingdom.

“Baraja-sama, tolong hapuslah air mata anda.”

Itu Beldran.

Melihat lebih dekat, matanya juga memerah. Mungkin dia telah menghapus air matanya sendiri sebelum datang ke sisi Neia, tetapi suaranya masih gemetar, jadi dia jelas baru saja menangis.

“Ahh…”

Neia dengan paksa menghapus air matanya, seperti bagaimana CZ pertama kali mengusap wajahnya.

“Baraja-sama. Semua orang yang menyaksikan pertempuran itu  ingin mendengar tentang Sorcerer King. Kebanyakan dari mereka datang bersama keluarga mereka. “

“Aku mengerti. Katakan pada mereka bahwa Yang Mulia – Ainz-sama adalah raja mulia yang sesungguhnya, dan juga tentang CZ. ”
Neia menatap lurus ke depan.

“Perpisahan benar-benar menyedihkan. Namun – Semuanya! Ayo pergi! Mari kita menyebarkan kebenaran – bahwa Yang Mulia adalah keadilan – kepada lebih banyak orang! “

“–Ohhhh!”

Lebih dari 3’000 orang berteriak serentak, dan kemudian mereka melangkah di belakang Neia.

***

Kereta itu bergerak.

Proyek yang panjang akhirnya berakhir. Ainz tidak pernah mengalaminya, tetapi ini pasti seperti apa rasanya menjadi ekspatriat. Bahkan jika dia telah kembali ke Nazarick dari waktu ke waktu, ini mungkin adalah pertama kalinya dia menjauh dari Nazarick untuk waktu yang lama.
[T/N :  Expatriat (Inggris : expatriate) artinya seseorang yang tinggal sementara maupun menetap di luar negara di mana dia dilahirkan dan dibesarkan, atau dengan kata lain, orang yang berkewarganegaraan asing yang tinggal di Indonesia, biasanya oleh karena suatu tugas negara atau profesional.]

Dia telah menyerahkan masalah memerintah demihuman dari Bukit Abelion ke Albedo, dan dia menyerahkan seluruh urusan Holy Kingdom kepada Demiurge.

Dengan kata lain, Ainz telah melepaskan beban dari pundaknya. Dia menghela nafas, cukup halus hingga CZ – yang duduk di hadapannya – tidak menyadarinya. Meskipun dia telah menyederhanakan Naskah yang ditulis Demiurge di tengah jalan, kelelahan dari semua peristiwa rumit sampai saat itu belum sepenuhnya hilang. Namun, dia merasakan rasa relaksasi yang datang dari pemecahan masalah yang sebelumnya tak dapat dipecahkan.

Meskipun begitu, setelah kembali ke Nazarick – E-Rantel, dia harus berhati-hati dan perlahan-lahan mengurus pekerjaan yang dia lepaskan selama dua musim terakhir. Suatu kali, dia telah meletakkan stempel pada dokumen dengan cara sembrono, Albedo pastilah sudah melihatnya, dan mengatakan, “Sungguh, pengambilan keputusan yang sekejap ini hanya mungkin untuk Ainz-sama. Saya dipenuhi rasa hormat ”. Ainz penasaran apakah penilaiannya setajam itu atau tidak.

Memang. Bukan karena dia memiliki pekerjaan yang menunggunya sehingga dia tidak menggunakan [Gate] – yang dapat membawanya kembali dalam sekejap.

Tentu saja tidak.

Ada beberapa cara untuk melakukan teleportasi ke tempat-tempat yang belum pernah dilihat sebelumnya, tetapi masih terlalu dini untuk itu. Tidak ada gunanya untuk menunjukkan rahasianya. Tentu saja, Hanzo yang ada dikereta tidak mengatakan apa-apa, dan mantra anti- divination yang dia gunakan belum dipicu. Itu adalah tanda yang jelas bahwa tidak ada yang mengawasi Ainz dan yang lainnya, tapi mungkin ada metode yang tidak diketahui Ainz.

Jika ada cukup waktu, kita bisa menunggu sampai kita mencapai tempat yang tidak begitu terlihat sebelum berteleportasi, pikir Ainz.

Memang. Itu pasti bukan karena dia ingin menjauh dari dokumen-dokumen yang tidak bisa dia mengerti tidak peduli berapa kali dia membacanya.

Tetap saja, jika ada masalah–

CZ tidak mengatakan apa-apa sejak dia menaiki kereta …

Neia juga seperti itu, tetapi dia selalu merasa gelisah ketika dia berbagi gerbong dengan orang lain dan mereka tetap diam. Dia bisa dengan santai menyebutkan sesuatu jika itu adalah lelaki, tapi dia harus mendengarkan ucapannya karena dia perempuan.

Bisakah kau mengatakan sesuatu, CZ? Pemikiran itu telah ada di pikiran Ainz sejak awal. Sayang sekali, sepertinya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Akhirnya, Ainz tidak lagi sanggup menanggung kesunyian itu, dan setelah mempersiapkan dirinya jika keadaan memburuk, dia pun berbicara.

“CZ, bagaimana perasaanmu meninggalkan Nazarick untuk bekerja sendiri? Apakah kau punya pertanyaan atau saran untuk kedepannya? “

Dia akan mulai dengan mendengarkan laporan dari bawahannya, yang sibuk dengan pekerjaan ketika dia dikirim untuk suatu keperluan.

Meskipun dia tidak pandai berbicara dengan wanita, itu akan baik-baik saja ketika dia membayangkan mereka sebagai rekan kerja wanita.

“… Saya pikir … bekerja keras.”

“Apakah begitu. Kau telah bekerja sangat keras. “

Itu adalah akhir dari pembicaraan. Itu sudah mati dan menghilang.

Bahkan jika dia menunggu sedikit lebih lama, dia seharusnya tidak mengharapkan CZ untuk melanjutkannya.

Setelah kata-kata “bekerja keras” disebutkan, sangat sulit untuk mengikuti arus percakapan dari sana. Dia belum menjawab pertanyaan tentang “pertanyaan atau saran kedepannya”.

Dapat dikatakan, pikirannya ini hanyalah perenungan dangkal seorang atasan. Dia seharusnya sudah tahu bahwa dia bekerja keras, yang harus aku lakukan hanyalah menunggu hasilnya. Ada juga manfaat dalam melakukannya. Itu karena maksudnya adalah bahwa tidak ada yang terjadi yang mungkin menyebabkan masalah ataupun yang menjadi masalah.

Namun, CZ lanjut berbicara.

“… Sulit untuk berpikir sendiri dan kemudian mengambil tindakan …”

“Memang, itulah masalahnya.”

CZ telah bekerja di Nazarick selama ini, dan semua yang dia lakukan adalah menerima instruksi dan melaksanakannya. Namun, Ainz hanya memberikan instruksi kasarnya kali ini, dan kemudian tindakan yang dia ambil berdasarkan keputusan yang dia buat dalam lingkup instruksi itu adalah tugas pertamanya. Setahu Ainz, itu mungkin terlalu luas baginya. Mungkin dia seharusnya memulai dengan memberinya tugas yang lebih sederhana, tetapi Ainz juga tahu bahwa CZ telah memberinya hasil yang nyata.

“Tetap saja, hampir tidak biasa bagi Pleiades pergi ke luar untuk pekerjaan mereka. Fakta bahwa Maid Demon sekarang adalah bawahan Sorcerer King telah menyebar dari Holy Kingdom ke negeri-negeri lain. Ini adalah pengalaman yang bagus. Tetapi memberikan instruksi yang tidak jelas adalah ide yang buruk. Sama seperti yang aku pikirkan, orang yang memberi perintah harus membuat mereka jelas– ”

Pada titik ini, Ainz merasa bahwa dia sedang menggali rahmatnya sendiri. Sebagai puncak dari Nazarick, Ainz adalah orang yang paling mungkin memberi perintah.

Aku tidak mungkin bisa membuat rencana dari tindakan yang konkret. Atau lebih tepatnya, jika aku datang dengan rencana yang dangkal, Albedo dan Demiurge akan kecewa padaku!

“–harus menyusun rencana yang menekankan untuk beradaptasi dengan situasi, dan tingkat tertentu pada ruang yang tak diketahui juga akan baik-baik saja. Seperti yang aku pikir, orang yang berada di lapanganlah yang paling tahu! ”

“…Iya. Saya belajar lebih banyak dibandingkan ketika hanya mengikuti instruksi. ”

“Ahh, memang begitu. Aku sangat senang kau memahami ini, bagaimana rasanya. ”

Ainz menggaruk kepalanya saat dia berkata “Umu”, tapi kemudian dia menyadari perbedaan dalam kompetensi antara CZ dan dirinya sendiri – yang membuat perutnya terasa sakit ketika dia membaca laporan Demiurge – dia menangis kecil di hatinya.

“Ngomong-ngomong,” Ainz memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan. Jika dia melanjutkan, dia hanya akan membuat dirinya lebih syok. “Sepertinya kau dan Nona Baraja bergaul dengan sangat baik. Itu terlihat seperti rasa malu bahwa kita harus berpisah. ”

“…Saya menyukainya…”

“–Benarkah!? Itu luar biasa!”

Ekspresi kegembiraan Ainz itu asli.

Meskipun Suzuki Satoru belum memiliki anak sebelumnya, siapa pun akan merasa seperti orang tua ketika seseorang mendengar bahwa seorang anak yang tidak memiliki teman telah berteman untuk pertama kalinya.

Ah, aku senang telah membangkitkannya … hm? Apa yang dia maksud dari menyukainya … jangan bilang dia bukan teman, tetapi lebih seperti mainan seks …

“… Bisakah aku menganggap jika kalian berteman?”

CZ dengan singkat menundukkan kepalanya, tetapi pada akhirnya dia menjawab “… ya.”

Ainz dipenuhi kegembiraan. Namun ledakan kegembiraan itu segera dihilangkan.

Meskipun dia tidak senang emosinya yang dihilangkan seperti itu, pikiran bahwa ini mungkin pertama kalinya seseorang dari Nazarick membuat teman di luar membawa setitik kegembiraan ke dalam hatinya.

Sebagian besar orang di Nazarick tidak meninggalkannya, jadi mereka tidak mendapat teman di luar. Mungkin jika dia membiarkan anggota yang lain pergi keluar secara teratur, mereka akan mampu menjalin pertemanan yang baik.

Ainz tidak berpikir bahwa orang yang memiliki teman lebih baik dari yang lain. Namun, berpikir bahwa seseorang tidak membutuhkan teman juga tidak benar.

Masih lebih baik memiliki kesempatan untuk mendapatkan teman daripada tidak.

Aku punya teman-teman dari Ainz Ooal Gown. Dalam hal ini, mungkin lebih baik membiarkan anggota lain pergi keluar dan memberi mereka waktu luang untuk berinteraksi dengan orang lain … terutama Mare dan Aura. Tidak, mungkin juga memberi mereka waktu di hari ulang tahun mereka … umu.

“Apa kau sudah mengatur untuk bertemu dengan Neia lagi?”

“… Tidak … karena itu sejauh  …”

“Ahh! Tidak perlu khawatir tentang itu. Aku sudah menandai tempat ini sebagai titik teleport. Kau dapat pergi dan bersenang-senang kapan pun kau mau. Kau dapat menggunakan [Gate] semaumu, jadi kau tidak perlu malu. Mm. “

“… Jika saya luang… mohon bolehkan saya melakukannya …”

“Betul! Luang… aku akan memberi mu waktu luang. Aku telah memikirkan tentang rencana liburan untuk beberapa waktu sekarang. Aku harus memberikan waktu liburan bagi Pleiades juga. Bukankah lebih baik keluar dan bersenang-senang dengan yang lain? Aku telah mengatur agar kau ditempatkan di bawahku, jadi itu akan baik-baik saja. ”

CZ berpikir sejenak tentang hal itu, dan kemudian menggelengkan kepalanya.

“… Itu akan menimbulkan masalah.”

“Masalah, katamu …”

Apa maksudnya? Masalah bagi Neia? Atau akankah itu membuatnya tidak bersenang-senang dengan Neia? Atau apakah itu karena anggota lain tidak akan menyetujuinya …

“Yah, jika itu menyebabkan masalah maka mau bagaimana lagi. Kau harus pergi dengan keinginanmu sendiri, CZ. Ngomong-ngomong, biarkan aku mengubah topiknya. Orang tua Nona Baraja keduanya meninggal. Apa itu baik-baik saja? ”

Kedua orang tua Neia Baraja mati. Jika dia meminta kepada Ainz, dia merasa bahwa akan baik-baik saja untuk membangkitkan mereka. Jika melakukan hal itu akan membuatnya lebih senang–

Tidak, itu tidak benar.

Sebenarnya, membangkitkan kembali orang tua Neia bukanlah hal yang sangat menguntungkan. Itu jelas untuk melihat bahwa Neia cukup berterima kasih kepadanya. Dalam hal itu, tidak perlu terus mencetak poin dengannya. Selain itu, Wands of Resurrection sangat mahal, jadi dia ingin menghemat mereka, jika memungkinkan. Jika Pestonya dan yang lainnya menggunakan mantra kebangkitan, maka dia akan membutuhkan koin emas, permata atau barang berharga lain sebagai gantinya.

Sebenarnya, secara praktis tidak ada manfaat yang bisa diperoleh.

Namun, itu akan menjadi masalah yang berbeda jika itu adalah teman CZ. Aku tidak keberatan melakukannya jika itu teman CZ.

Karena dia tampak dekat dengan CZ, dia telah mengajukan pertanyaan – baik Neia maupun CZ – untuk menilai reaksi mereka.

“.. Tidak apa-apa … Perlakuan khusus itu tidak baik.”

“Benarkah? Itu akan menjadi hadiah yang sangat bagus … dalam hal itu … yah, itu saja, kalau begitu. ”

Sebenarnya, membangkitkan orang mati – terutama mayat yang tidak utuh – bisa terbukti sangat merepotkan. Skenario yang dia lihat paling sering seperti “Bagaimana bisa kau melakukannya untuk dia dan bukan untukku?” Dan juga, akan merepotkan jika dia meminta untuk menghidupkan kembali Holy Queen. Memang, Demiurge mungkin bisa menangani situasinya jika dia menghidupkan kembali Holy Queen, tetapi kerugian melebihi keuntungannya.

“Jika kau ingin bermain, bagaimana dengan membaca buku itu? Apakah itu tidak apa-apa? ”

“… Tidak apa-apa … itu ada di ruang Dokter.”

CZ memiliki pengetahuan tentang semua mekanisme Nazarick. Itu terlalu berbahaya, dan dia tidak akan bisa meninggalkan Nazarick seperti ini, Karena itu dia menggunakan [Control Amnesia] untuk memanipulasi ingatannya.

Pengetahuan CZ tentang mekanisme tersebut telah menjadi bagian dari backstory yang dibuat oleh penciptanya untuknya. Meskipun dia tidak tahu apakah mantra itu bisa bekerja pada hal-hal seperti itu, setelah memanipulasinya, dia menemukan bahwa mantra itu berfungsi sebagaimana mestinya.

Itu adalah teknik yang dikembangkan Ainz setelah percobaan berulang kali pada tikus percobaan yang dia dapatkan. Rasanya dia bisa melakukan hal-hal luar biasa setelah dia menguasainya.

Alasannya adalah karena Ainz merasa dia mungkin bisa mengakses inti dari NPC. Apa itu sebenarnya backstories NPC, apa itu asal mula ingatan mereka? Namun, pada akhirnya itu hanyalah imajinasi Ainz, dan sangat mungkin bahwa mereka benar-benar tidak berhubungan. Jika dia ingin menyelesaikannya, dia harus memahami mantra lebih jauh, dan memahami semua yang berkaitan dengan ingatan manusia. Dalam hal ini, ia akan membutuhkan banyak tikus percobaan dan waktu yang lama untuk berlatih dan melakukan penelitian, serta mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan ketika itu semua mungkin hanya membuang-buang waktunya.

Meskipun begitu, CZ saat ini telah ditanamkan dengan ingatan yang salah, sehingga sampai batas tertentu, dia adalah jebakan.

Siapa pun yang mencoba menggunakan CZ untuk memasuki Nazarick pasti akan menderita.

“Dokter … hm? Bisakah CZ itu bergerak? ”

“… Jika saatnya tiba.”

Bukankah mereka hanya mekanisme? Ainz ingin mengatakan itu, tapi dia tidak melakukannya. Sama seperti wajah asli Sinterklas yang tersembunyi di balik tabir misteri.

Meskipun dia belum pernah mengunjungi rumah Suzuki Satoru yang ada dalam ingatannya, tapi dia datang berkunjung keYGGDRASIL–

Meskipun, mereka sebenarnya adalah para devs.

Saat Ainz tertawa sedih, dia melihat CZ menatapnya dengan saksama, dan dia berkata, “Aku hanya berbicara pada diriku sendiri.”

“… Yang Mulia.”

“Hm?”

“… Yang Mulia “

“… Ada apa, CZ?”

Dulu dia memanggilnya dengan namanya, tapi sekarang dia tiba-tiba beralih menggunakan panggilan formalnya. Itu sedikit – atau lebih tepatnya, sangat – mengganggu Ainz.

“… Sudah terlalu akrab selama ini … begitukah?”

“Apa, apa yang kau katakan? Aku merasa sedih jika kau memanggilkuYang Mulia. Ainz-sama lebih baik. Terus terang, kau bahkan tidak membutuhkan kata -sama. Bagaimana dengan Ainz-san? ”

“… Itu tidak sopan. Saya akan dimarahi. “

“..Oh begitu. Yah, setidaknya kau tidak perlu memanggilku Yang Mulia. ”

“…Mengerti.”

“Oh ya, bagaimana mengenai Runecraft ™ yang aku ceritakan lewat [Message]?”

“…Saya sudah mencobanya.”

“Aku mengerti…”

Itu terlihat tidak akan berjalan dengan baik. Namun, seharusnya tidak menjadi masalah bahkan jika itu gagal.

Tetap saja, mungkin aku harus menunggu untuk mengembalikan item yang aku pinjamkan, Ainz merenung sambil mengamati CZ.

Ketika dia pergi, dia berbagi kereta dengan seorang gadis yang terus menatapnya. Dalam perjalanan kembali, itu adalah seorang gadis dengan wajah kosong. Keduanya unik dengan caranya masing-masing.

Saat Ainz memikirkan hal ini, dia tersenyum.

***

Caspond tampak di luar dari bagian terdalam istana kerajaan – ruang Holy King.

Penobatannya akan berlangsung dalam beberapa hari. Oleh karena itu, dia datang ke ruang kosong ini – termasuk ruang istirahat di samping ruangan ini – untuk menenangkan pikirannya.

Orang pertama yang akan mengeluh, dan orang yang tidak keberatan dengan kata-katanya adalah Remedios. Dia saat ini sedang bermenung di rumahnya. Tidak, itu tidak benar untuk mengatakan dia sedang bermenung. Sebaliknya, dia mengumpulkan kekuatannya di rumah. Itu karena dia bermaksud mengirimnya untuk melihat apakah ada demihuman yang bersembunyi di dalam Holy Kingdom.
Dengan kata lain, dia harus pindah keruangan Holy King sebelum penobatan selesai. Ini adalah alasan yang sangat bagus bagi musuh-musuh Caspond untuk menyerangnya. Dia bersikeras melakukannya meskipun dia tahu itu karena perebutan kekuasaan sudah dimulai.

Tujuannya adalah untuk menetapkan fakta sebelum bangsawan anti-Caspond bisa mengatakan sesuatu. Mengingat Caspond tidak mengerti masyarakat bangsawan, kemampuan untuk mengetahui  teman dari musuh itu cukup mudah. Itu juga bagian dari rencana.

“… Aku yakin beberapa bangsawan pasti tidak senang dengan bagaimana aku mengambil takhta tanpa membuat perjanjian dengan bangsawan lainnya. Itu terutama berlaku untuk orang-orang Selatan – orang yang tidak dia beri tekanan. Dalam hal ini, apa yang akan orang-orang Utara yang aku perjuangkan pikir jika aku mendengarkan mereka … ”

“Mereka pasti tidak senang, dan menjadi faktor utama yang memecah belah. Dengan begitu, rencana untuk membagi kerajaan menjadi dua akan selesai.”

Ungkapan- yang diarahkan oleh Caspond sendiri menerima sebuah jawaban.

Itu adalah suara lembut yang sepertinya meresap ke dalam hati. Itu milik entitas yang merupakan atasan Caspond.

Caspond segera berbalik dan berlutut kepada orang yang berbicara. Dia membungkuk, dan kemudian mengangkat kepalanya.

“Saya mengucapkan selamat datang, Demiurge-sama.”

Dia tidak mengenakan topengnya, dan dia tidak mengubah penampilannya saat muncul. Dengan kata lain, dia yakin tempat ini aman.

“Aku di sini untuk memindahkan barang-barang kembali ke Nazarick. Apakah ada masalah?”

“Tidak sama sekali. Semuanya telah berjalan seperti yang anda rencanakan, Demiurge-sama. ”

Caspond tersenyum, dan Demiurge tersenyum balik.

“Meskipun ada beberapa hal yang diluar perkiraanku, fase pertama dari rencana telah selesai tanpa masalah, berkat tindakan Ainz-sama. Aku menantikan kinerja baikmu kedepannya. ”

Kepala Caspond tertunduk, tetapi dia tahu bahwa kata-kata itu tidak benar.

Demiurge tidak mengharapkan apa pun darinya. Namun, jika dia hendak melompati rel yang telah dipasang untuknya, dia akan segera datang untuk memperbaiki rencana dan tetap berada di jalur.

Dia harus menyiapkan beberapa rencana untuk mengungkapkan identitas sejati Caspond. Dalam petunjuknya juga memasukkan beberapa item yang membuatnya penasaran kenapa dia harus melakukan ini. Itu pasti dimaksudkan untuk mempersiapkan momen itu.

Tahap pertama dari rencana itu adalah membawa Perbukitan Abelion dan para demihuman di bawah kekuasaan  Sorcerous Kingdom. Sebelum itu, mereka akan memusnahkan spesies yang merepotkan dan kemudian menanam benih-benih konflik antara Holy Kingdom Utara dan Selatan.

Setelah itu, Caspond akan bertanggung jawab atas fase kedua, yang membawa Utara dan Selatan menjadi berlawanan, dan kemudian membentuk konflik.

Tahap terakhir, tahap ketiga adalah langkah Sorcerous Kingdom untuk mengambil alih segalanya.

“… Saya punya pertanyaan mengenai item yang dibutuhkan untuk itu, tubuh yang satu ini. Apakah Anda akan menyimpannya di sini? ”

“Tidak perlu. Itu sudah dibawa ke Nazarick. Ketika itu diperlukan untuk rencana, itu bisa dibawa kemari. ”

Tubuh Caspond yang sebenarnya dibungkus dalam item yang dikenal sebagai Shroud of Sleep, dan tampaknya dibawa ke Nazarick.

Item sihir ini bisa membungkus jenazah yang rusak sekalipun. Dia telah dibunuh dengan baik menggunakan sihir kematian instan saat penangkapan, dan tubuhnya telah diawetkan sebelum terjadi rigor mortis. Jika seseorang menyentuhnya, seseorang masih bisa merasakan jejak hangat dari tubuhnya. Dengan mayat seperti itu, seseorang akan berasumsi bahwa dia telah mati secara tiba-tiba.
[T/N: Rigor mortis, Kaku mayat (bahasa Latin: Rigor mortis) adalah salah satu tanda fisik kematian. Kaku mayat dapat dikenali dari adanya kekakuan yang terjadi secara bertahap sesuai dengan lamanya waktu pasca kematian hingga 24 jam setelahnya.]

“Izinkan aku untuk memastikan sesuatu. Apakah kau mengerti apa yang harus kau lakukan, sebagai Holy King? ”

“Iya. Untuk membuat kerajaan ini layak untuk Ainz-sama, saya harus membuatnya makmur.

“Mm, begitulah. Namun, kau harus membuat orang-orang tidak senang. Bagaimanapun, ketidakpuasan adalah bumbu terbaik untuk menyambut raja baru. ”

“Ya,” jawab Doppel-Caspond. Kemudian dia bertanya pada Demiurge tentang masalah yang belum dijelaskan dalam rencananya.

“Ngomong-ngomong, apa yang harus kita lakukan dengan gadis itu?”

Hanya Demiurge yang perlu menyadari siapa yang dibicarakan Doppel-Caspond, dan untuk pertama kalinya senyumnya datang dari hati.

“Aku pernah menggunakan kata‘ yang tak terduga ”untuk menggambarkan Ainz-sama … memang, itulah masalahnya. Ainz-sama telah menyiapkan pion yang sangat bagus untukku. Kehadirannya telah mempercepat rencanaku beberapa tahun. ”

Doppel-Caspond merasa bahwa mata Demiurge – yang dia tidak tahu persis di mana dia melihat – tiba-tiba bergerak. Mata itu sepertinya melihat ke dinding. Dan di sana … saat topik pembicaraan itu Caspond ingat bahwa itu adalah gerbang utama ibu kota.

“Meskipun beliau mengatakan ingin mengajak manusia ke sisinya … mengingat beliau benar-benar bisa membuat gadis seperti itu di kerjaan yang begitu taat akan agama mereka. Meskipun, aku tidak tahu kenapa beliau mengatakan itu akan baik-baik saja untuk membunuh bahkan seorang gadis yang telah beliau pinjamkan senjata Runecraft ™ yang sangat bagus, tidak diragukan lagi pasti itulah yang memaksa mentalnya menjadi seperti itu.

Demiurge tampaknya berada dalam suasana hati yang sangat baik, dan dia sepertinya tidak menceritakan ini kepada siapa pun secara khusus. Caspond hanya menunggu dalam diam agar Demiurge mengalihkan perhatiannya kembali kepada dirinya.

“Instruksi untuk membantu gadis itu adalah jawaban yang benar. Tidak, jika itu adalah Ainz-sama, beliau pasti akan bisa memperbaiki apa pun yang aku lakukan. Meskipun dulu beliau mengatakan bahwa beliau berencana untuk memasukkan kekurangan ke dalam rencana untuk menguji kemampuan beradaptasiku, mengingat beliau telah meletakkan rencana yang cerdik … beliau benar-benar orang yang telah menyatukan Supreme Beings. Setiap kali, beliau menunjukkan padaku seberapa jauh aku darinya … Kuku, betapa kejamnya beliau. ”

Demiurge tampak sangat tersentuh ketika dia menggelengkan kepalanya, dan bagian dalam ruangan itu sunyi. Akhirnya, Demiurge merapikan kerah bajunya, seolah-olah mengeluarkan kegembiraan terakhirnya, dan kemudian mengencangkan dasinya.

“Dukung Neia Baraja dengan semua yang kau bisa. Lakukan itu atas rasa terima kasih kepada Ainz-sama. Yang seharusnya lebih mempercepat konflik antara Utara dan Selatan … Aku akan serahkan  padamu apa yang harus dilakukan jika seseorang mencoba mengganggu gadis itu. Sampai saat itu, bertindaklah seperti yang telah kita diskusikan. ”

“Baik! … Tapi apa yang akan terjadi pada gadis itu? Apakah Anda berniat menjadikannya sebagai Holy King berikutnya? ”

Dalam hal ini, dia harus membuat persiapan yang tepat. Bisa dibilang, Demiurge mengatakan dia akan memberinya instruksi yang tepat, jadi akan lebih baik untuk melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.

“Itu bukan ide yang buruk juga, tetapi akan lebih baik memberinya misi yang lain. Meskipun tidak ada yang mengatakan jika Ainz-sama ingin dianggap sebagai dewa, jika beliau memang menginginkannya, maka akan lebih baik untuk mempersiapkannya. Percobaan untuk memuja Ainz-sama sebagai dewa pasti akan berguna dalam hal itu. ”

“Ya!”

“Kalau begitu sekarang, apakah ada hal lain yang ingin kau pastikan?”

“Iya. Ini menyangkut wanita yang tidak lagi diperlukan, Remedios Custodio. Meskipun rencana awalnya adalah menyuruhnya bergerak sesuai kebutuhan, bukankah lebih baik untuk membunuhnya? ”

“Tidak, biarkan dia tetap hidup dan biarkan dia menjadi kambing hitam untuk ketidakpuasan para bangsawan. Itu sebabnya aku mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya yang tidak dibunuh. Pindahkan dia ke bagian lain. Biarkan Wakil Kapten menjadi Kapten Satuan Paladin dan kemudian memanfaatkannya. Dia bisa menghasilkan pekerjaan yang berguna. ”

“Saya mengerti!”

“Berurusan dengannya ketika konflik datang akan menjadi bukti.”

Setelah menunjukkan bahwa dia mengerti, Demiurge menunjukkan bahwa percakapan telah berakhir, dan menghilang dengan [Greater Teleportation]

Iblis yang bersembunyi di Bayangannya, dan Hanzo yang Caspond tidak pernah bisa kalahkan tidak peduli bagaimanapun dia mencobanya masih ada di tangannya.

Doppel-Caspond bangkit dan melihat ke luar jendela lagi.

Meskipun dia hanya bisa melihat halaman, dia bisa membayangkan melihat orang-orang yang bersuka ria di seluruh kota. Setelah itu, dia tertawa mengejek.

“–Nikmatilah rasa kebahagiaan untuk beberapa saat lagi, wahai warga kerajaanku.”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded