Overlord Vampire Princess of the Lost Country – Chapter 2 Part 1.1

Font Size :
Table of Content

Overlord : Vampire Princess of the Lost Country – A Strange Tale of the Absolute Ruler – Chapter 2 Part 1.1 Bahasa Indonesia

Translator : Scraba

Keduanya Berangkat

Sudah dua hari berlalu sejak Suzuki Satoru bertemu Keno Fasris Invern.

Suzuki Satoru telah menghabiskan waktu ini dengan mengeksplorasi perbedaan antara pengetahuan dan kemampuannya serta tentang dunia ini, dan tidak lupa memastikan kemampuan item-item yang dibawanya.

Setelah paginya, persiapan pun selesai, mereka berdua tiba di sekitar istana kerajaan.

Setelah berlindung di balik dinding sebuah rumah yang ditinggalkan, mereka mencari tempat di dalam istana.

Undead memiliki darkvision (Penglihatan dalam kegelapan). Karena, baik penyusup maupun penjaganya adalah undead, jadi malam bukan halangan bagi kedua pihak. Namun, beberapa undead – seperti Vampir, misalnya – lemah terhadap sinar matahari, yang akan mengurangi kemampuan mereka.

Jika undead yang ada didalam istana adalah Overlord, maka sinar matahari bukanlah halangan baginya, tetapi hal yang sama tidak berlaku bagi bawahannya. Dengan pemikiran itu, mereka berencana meluncurkan serangan mereka di siang hari.

Tidak ada yang berubah dari sejak mereka mengintai kemarin. Meskipun masih terdapat jebakan, seseorang tidak akan dapat melakukan apa-apa jika mereka merasa takut,

“Apakah kita benar-benar akan masuk dari depan?”

Sudah lima kali kau menanyakan itu, pikir Suzuki Satoru, dan kemudian dia menjawabnya.

“Ini merupakan langkah awal. Yah, kita mungkin akan terlihat. Namun, apa yang akan dilakukan pihak lawan saat itulah yang akan menjadi kuncinya. Meskipun kita akan mengubah tindakan kita pada saat itu untuk bertindak sesuai dengan reaksi pihak lawan yang ada didalam istana, akan lebih baik untuk menentukan lokasi musuh pada gerakan pertama dan meluncurkan serangan untuk melenyapkannya dengan cepat. Lagi pula, peluang kita untuk gagal semakin tinggi jika terlalu banyak waktu yang dihabiskan antara mengintai lawan dan memusnahkan pemimpin musuh. ”

Keno tahu bahwa Suzuki Satoru dapat menggunakan mantra tingkat kesepuluh dan tampaknya dia berpikir kalau Satoru akan menjatuhkan lawannya dari luar dengan mantra yang kuat. Namun, hal seperti itu tidak mungkin, terutama jika musuh ada di level Suzuki Satoru. Musuhnya tidak akan kalah hanya dengan satu mantra.

Setelah itu, begitu tuan yang berada didalam istana menyadari bahwa ada seorang pembunuh yang datang untuknya, dia mungkin akan meningkatkan kewaspadaannya. Dalam hal ini, akan sangat sulit bagi Suzuki Satoru, yang tidak memiliki kemampuan thief (Kelas Pencuri), untuk menyusup sendirian.

Suzuki Satoru melirik Keno.

Keno telah dilengkapi dengan berbagai item yang dia pinjam dari Suzuki Satoru. Contoh yang paling menarik perhatian adalah sarung tangan yang memiliki permata mengkilap di bagian punggung tangannya.

Itu adalah salah satu mahakarya unggul yang disebut Gauntlet of Primary Colors (Sarung tangan warna primer)

Itu juga dikaruniai dengan tiga mantra: [Body of Effulgent Beryl], yang mengurangi bludgeoning damage, [Body of Effulgent Heliodor], yang mengurangi slashing damage dan [Body of Effulgent Aquamarine], yang mengurangi piercing damage. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa itu mengurangi semua physical damage yang diterima oleh pemakainya. Biasanya, tiga mantra ini akan saling menimpa ketika digunakan dan membuat mereka tidak dapat berdampingan, tetapi sarung tangan ini ada sebagai pengecualian dari aturan itu. Selain itu, setiap mantra dapat sepenuhnya menghilangkan salah satu damage yang mereka terima dari lawan, dan item ini juga mempertahankan kemampuan itu.

Namun, item ini tidak begitu berguna seperti kedengarannya.

Item akan hancur jika ada negation abilities (kemampuan negasi) yang digunakan. Namun, jika itu saja, seseorang mungkin masih mempertimbangkan untuk mengumpulkan sejumlah besar dari mereka dan menggunakannya sebagai barang sekali pakai. Namun, itu juga membuat seseorang menanggung kelemahan ekstrem karena tidak bisa melengkapi item lain kedalam slot item dalam waktu empat jam setelah itu rusak. Selain itu, aktivasi kemampuan itu tidak sampai ke pemakainya; melainkan, itu akan secara otomatis diaktifkan jika menerima sejumlah damage. Jujur saja, itu akan dianggap sebagai item sampah untuk pemain tingkat tinggi seperti Suzuki Satoru, jadi dia memiliki sekitar sepuluh dari item itu dalam inventorynya.

Mungkin ada setidaknya dua kali dari jumlah itu didalam Nazarick Treasury.

Dia menghela nafas ketika memikirkan Nazarick. Kalau saja dia memiliki berbagai item yang ada di sana, dia akan memiliki banyak opsi dan dapat mengadopsi strategi yang lebih berat.

Sungguh menyedihkan…

Great Underground Tomb of Nazarick telah lenyap saat game ditutup. Yang tersisa hanyalah peningalan guild, karakter Momonga, Cincin, dan Tongkat ini.

“Kalau begitu,” ucap Suzuki, dan setelah mendapatkan kembali semangatnya dia mulai dengan merapalkan [Summon Undead 1] untuk menyihir yurinigger hewan, khususnya yurinigger anjing.

Yuriniggers bergerak lambat, dan para yuriniggers di kota ini tampak berbeda dari para yuriniggers yang pernah diciptakan Suzuki Satoru. Meskipun dia tidak bisa melakukannya di YGGDRASIL, bukan tidak mungkin untuk menyamarkan mereka dengan pakaian. Namun, pada akhirnya ia masih memilih yurinigger anjing karena kecepatannya.

Setelah itu, dia merapalkan [Undeath Slave Sight].

Dengan cara ini, Suzuki Satoru dapat melihat apa yang bisa dilihat oleh yurinigger sang Anjing.

[Wraiths] adalah sejenis hantu yang dapat menembus dinding dan cocok untuk penyusupan, tapi dia tidak bisa menggunakan [Undeath Slave Sight] pada mereka. Suzuki Satoru tahu bahwa hal itu mungkin sekali, tetapi terdapat tambahan (patch) pada bagian tertentu. Kemungkinan tambahan itu tidak berlaku di dunia ini, jadi dia mengujinya, tetapi pada akhirnya itu tidak berhasil.

Mungkin akan lebih baik untuk mempertimbangkan bahwa semua kemampuan Suzuki Satoru beroperasi di bawah pembaruan tersebut.

Kalau begitu, apa yang akan terjadi jika Keno menggunakan [Undeath Slave Sight]? Meskipun pertanyaan itu terlintas di benaknya, dia tidak bisa mengujinya karena gadis itu tidak bisa merapalkan mantra pada tingkat itu. Namun, sihir yang ada di YGGDRASIL dan dunia ini sangat mirip, jadi mungkin Keno akan menggunakan versi mantra sebelum adanya tambahan.

Ada apa dengan dunia ini?

Bagaimanapun dia mencobanya, dia tetap tidak percaya kalau ini hanya dunia game. Tapi, dia juga tidak percaya kalau Suzuki Satoru mengalami sebuah kecelakaan di dunia nyata dan ini adalah mimpi yang dia lihat pada saat sebelum kematiannya.

Mungkin lebih mudah dipahami kalau dirinya dipindahkan ke dunia lain – atau bereinkarnasi. Karena penjelasan itu mungkin lebih dekat dengan kebenaran.

Yah, sekarang aku tidak punya waktu untuk memikirkan pertanyaan seperti itu, bukan? Jika lawanku saat ini berada pada tingkat Overlord, maka lengah mungkin berarti kematian bagiku. Aku benar-benar harus memusnahkannya dan tidak ada tempat untuk kabur.

Akhirnya, dia memberi undead itu cash item dan menaruhnya dimulut.

Itu disebut Exchange Puppet.

Baik jarak yang ditempuh Suzuki Satoru dan fakta bahwa Keno ada di sini telah diperhitungkan dengan cermat dengan mempertimbangkan item ini. Jika dia tidak bisa menggunakan item ini, maka tidak perlu membawa Keeno sama sekali.

Dengan itu, persiapannya pun selesai.

Dia memberi perintah “pergi”, dan yurinigger anjing itupun mulai berjalan kedepan.

Secara pribadi, dia ingin menyuruhnya berlari, tetapi dia telah memeriksa dan memastikan bahwa yuriniggers anjing yang ada di dalam kota tidak berlari. Karena alasan itu, menyuruhnya berlari akan sangat mencurigakan, jadi dia memerintahkannya untuk berjalan.

Anjing itu melompati bagian yang rusak dari dinding istana dan berjalan lurus melewati gerbang istana.

Suzuki Satoru mengira bahwa bawahan undead musuh akan muncul. Dia merasa sedikit kecewa ketika tidak ada yang datang.

Menurut Keno, undead yang mengambil alih istana tidak membawa bawahan ketika pertama kali dia melihatnya. Namun, sudah lama berlalu sejak undead itu mengambil alih istana, jadi seharusnya dia sudah mengumpulkan beberapa bawahan, yang kemungkinan besar adalah undead.

Yah, kurasa aku sedikit beruntung jika memang tidak ada… meskipun aku agak ragu.

Efek penglihatan [Undeath Slave Sight] melalui mata yurinigger Anjing mulai aktif. Karenanya, kemampuan Suzuki Satoru untuk melihat efek invisibility tidak akan berfungsi. Sebab, mungkin saja ada undead yang tak terlihat di sekitarnya. Namun, dia tidak akan bisa melakukan apa pun jika dia terus meringkuk dari segalanya.

Suzuki Satoru menyuruh si yurinigger Anjing memasuki istana. Dia sudah mengetahui lewat pengamatan diluar bahwa ada yurinigger yang berkeliaran di seluruh istana. Karena mereka terlindung dari cuaca, para yurinigger itu berpakaian lebih baik daripada yang lain, sehingga orang mungkin akan berpikir kalau mereka adalah pekerja didalam istana.

Para yurinigger ini tidak menunjukkan permusuhan kepada yurinigger Anjing, seperti halnya mereka memperlakukan Suzuki Satoru ketika ia pertama kali tiba di dunia ini. Dengan kata lain, mereka tidak berada di bawah kendali undead misterius yang ada di dalam istana ini.

Namun, bahkan jika mereka memiliki kemampuan yang sama seperti Suzuki Satoru, mereka pasti tidak akan menggunakan kemampuan mereka yang terbatas hanya untuk seekor yurinigger Anjing.

“… Selain, Yuriniggers. Tidak, hanya yuriniggers. ”

“Benar. Ada yurinigger di dalam istana – mereka semua adalah orang di dalam istana yang berubah menjadi yurinigger. ”

Dengan kata lain, dia tidak bisa menganggap mereka sebagai benteng pertahanan.

Ketika yurinigger Anjing terus melaju, Suzuki Satoru mulai merasa bingung.

Seharusnya ada undead tingkat tinggi di sini, berjaga-jaga di pintu masuk dan lorong-lorong. Tapi seperti yang dia duga, itu tidak ada.

Ada batasan terhadap undead level atas yang dapat dikendalikan seseorang. Seharusnya itu sama, bahkan di dunia ini, jadi mungkin saja dia menempatkan undead yang kuat itu di sisinya. Ngomong-ngomong … bukankah setidaknya dia menempatkan satu makhluk seperti itu di dekat pintu masuk istana?

Dia terus melajukan yurinigger Anjing melewati istana.

Anjing itu berjalan seolah-olah lingkungannya benar-benar tidak ada orang, meskipun ada yurinigger berkeliaran di semua tempat.

Suzuki Satoru mulai merasa gelisah.

Seharusnya semua ini tidak selancar ini. Dia mulai bertanya-tanya apakah ini jebakan.

Menurut PKing For Dummies milik Punitto Moe-san, saat ini aku harus mundur dan menilai situasinya, bukan? Namun, itu jika musuh berada pada level yang sama denganku dan memiliki pengalaman PK. Mungkinkah dia tidak memiliki pengalaman seperti itu, yang mengapa pertahanannya penuh dengan celah dan tampaknya dia tidak memiliki rasa kehati-hatian?

Yurinigger Anjing terus melewati yurinigger yang berkeliaran di dalam istana, seperti yang sudah mereka rencanakan. Gaya berjalannya yang sempoyongan barusan bertujuan untuk membuat pihak lawan berpikir bahwa ini adalah yurinigger Anjing biasa yang kebetulan tersandung.

Karena itu, aku tidak berpikir itu akan berguna. Namun, sebagian besar undead yang tidak memiliki kecerdasan – dikendalikan, yang hanya tahu cara mematuhi perintah sederhana – mungkin tidak akan memperhatikan atau melarikan diri untuk memberi tahu tuan mereka.

Kemarin, dia bertanya pada Keno, “Jika kau harus menempatkan penjaga, di mana kau akan menempatkan mereka”, dan yurinigger Anjing mengikuti jalan yang dia yakini paling aman. Anjing itu berakhir di ruangan ayah Keno – ruangan terbesar dan termewah di istana. Jika ada pemimpin musuh, kemungkinan besar akan ditemukan di sini.

Untungnya, lantai dan langit-langit tidak runtuh karena pelapukan, dan yurinigger Anjing segera mendekati tujuannya. Jika musuh telah menyebarkan efek [Delay Teleportation] pada area yang luas, maka semua rencananya akan kacau; oleh karena itu ia juga memperhitungkan jarak maksimum dari efek seperti itu.

“Kita akan melakukan kontak secara dekat setelah ini. Gunakan kristal itu dalam keadaan darurat. ”

“Dimengerti – saya mengandalkan anda, Satoru-sama.”

Dia menghafal pemandangan yang telah dilihat oleh yurinigger Anjing,  dan kemudian mengikutinya. Suzuki Satoru juga bisa bertukar tempat dengannya menggunakan cash item jika dia merasa dalam bahaya, jadi dia sangat berharap Anjing itu bisa berhasil melarikan diri.

Kemudian Satoru mulai melakukan buff pada dirinya sendiri.

Dia tidak pernah lupa untuk memberikan perlindungan diri. Ada batas pada kemampuan penglihatan yurinigger Anjing. Mungkin saja ada undead yang tak terlihat berada di sepanjang jalan, dan tidak ada yang tahu apakah itu tertinggal di belakang yurinigger Anjing. Kehati-hatian seperti itu perlu diperhatikan.

Lalu hal yang paling penting – [Perfect Unknownable].

Tidak perlu mengganti perlengkapannya. Sebelum datang ke sini, dia sudah membekali dirinya untuk menghadapi seorang necromancer.

Pada saat Suzuki Satoru merapalkan [Greater Teleportation], ia dibawa ke lokasi yang sudah terhafal olehnya.

Dia melihat sekeliling untuk melihat apakah ada undead yang terlewat oleh yurinigger Anjing.

–Tidak ada.

Dia belum bisa lega dulu. Apa yang akan terjadi ditempat itu adalah ketegangan yang lahir dari rasa takut yang memenuhi tubuh tulangnya.

Gagasan bahwa dia berada dipusat wilayah musuh membuat jantungnya yang tidak ada, berdenyut, Namun, kecemasan itu tidak membuatnya kaku, mungkin karena dia undead.

Dia maju tanpa bersuara, menggunakan kemampuan terbang untuk memastikan dia tidak menyentuh tanah.

Perlahan-lahan, dia mendekati ruangan raja.

Dia hampir sampai. Saat itu, pintu tiba-tiba terbuka, dan dia bisa melihat undead dari balik pintu itu.

Tiba-tiba wajah Suzuki Satoru berubah pucat.

Ini adalah salah satu skenario terburuk.

Yaitu pertemuan.

Penampilan dan equipment undead yang dilihatnya terlihat sangat mirip dengan apa yang dijelaskan Keno.

Melihat undead yang tampak seperti Overlord tidak membuat Suzuki Satoru merasa punya kesempatan. Sebaliknya, rasanya lebih seperti bahaya yang mendekat. Tiba-tiba, kata “mundur” terngiang dibenaknya, tetapi rencananya adalah untuk selalu melakukan pengintaian; bagaimana dia bisa pergi tanpa melihat satu pun kartu truf milik lawan?

Bernegosiasi dengan lawannya tidak pernah menjadi pilihan sejak awal. Karena itu, Suzuki Satoru merapalkan mantranya, seperti seorang pembunuh yang muncul dari kegelapan.

“[Triplet Maximize Magic Reality Slash]”

Dia membuka dengan mantranya yang memiliki damage tinggi. Ini adalah langkah yang baik untuk menembus pertahanan lawannya. Namun, itu tidak memungkinkannya untuk mendapatkan banyak informasi. Dengan kata lain, dia tidak terlalu peduli tentang pertahanan lawannya dan dia tidak punya waktu untuk menggunakan [Time Stop] dan mantra serupa untuk mengetahui kelemahan lawannya.

Mantra itu, yang dikenal sebagai mantra tingkat kesepuluh dengan damage tertinggi, menghantam undead, yang terhuyung-huyung.

Suzuki Satoru segera mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Aku tidak bisa menumbangkan Overlord hanya dengan satu serangan. Kalau begitu, bagaimana dengan mengulangi mantra yang sama? Tidak, musuh mungkin akan menggunakan teleportasi dan kembali dengan kekuatan penuh. Lalu haruskah aku memblokir teleportasinya? [Perfect Unknowable] menghilang ketika aku menyerang, haruskah aku merapalkannya kembali dan kemudian melarikan diri? Kalau dipikir-pikir, mengapa dia menunjukkan dirinya sendiri di depan penyusup yang kemungkinan adalah undead terkuat yang ada diwilayah ini? Di mana antek-anteknya? Apa dia meremehkanku?

Saat ia berpikir dengan cepat, sebuah pemikiran tiba-tiba muncul dikepala Suzuki Satoru.

Itu semua adalah jebakan, dirancang untuk menciptakan peluang di mana Suzuki Satoru akan meninggalkan sisi Keno.

“Cih!”

Suzuki Satoru tidak bisa menahan diri untuk berseru saat kecemasan menghampirinya.

Itu sangat mungkin.

Lalu, undead yang tergeletak di tanah pun musnah, seolah itu sudah lama berlalu, hanya menyisakan perlengkapannya yang menggelinding di tanah. Di antara perlengkapan itu ada item penting yang disebutkan Keno – tongkat kristal.

“Apa, apa dia sudah mati?”

Mustahil, pikir Suzuki Satoru. Satu serangan seperti itu tidak mungkin dapat menumbangkan Overlord.

Mungkinkah itu hanya ilusi?

Suzuki Satoru segera mengesampingkan gagasan itu. Kemampuan ilusi khusus apapun itu, tidak akan berguna melawan undead seperti dirinya. Karena itu, kemungkinan besar ini bukan ilusi.

Tidak, tunggu, mungkinkah ini sesuatu yang unik di dunia ini, Overlord yang memiliki kemampuan khusus ilusi? Sesuatu yang tidak ada di YGGDRASIL? Jika kita menggunakan prinsip dasar yaitu, kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain, maka mungkinkah dia kehilangan kemampuan untuk mendominasi undead lainnya sebagai harga untuk kemampuannya? Sepertinya itu bukan hal yang tidak mungkin, kan?

Tentu saja, Suzuki Satoru juga mengabaikan keraguan bahwa, “Keno telah melebih-lebihkan kekuatan lawan dan mereka sebenarnya sangat lemah”. Namun, setiap kerugian yang disebabkan oleh melebih-lebihkan pihak lawan lebih ringan daripada kerugian yang timbul karena meremehkan mereka.

Ini hanya akan menjadi lelucon jika yang pertama adalah kasusnya, namun semuanya tidak akan mudah jika itu yang terakhir. Karenanya, Suzuki Satoru menolak kemungkinan bahwa ia telah melebih-lebihkan musuhnya.

Mengingat keadaan saat ini, yang tersisa hanya satu jawaban.

“Itu Mare!”

Apa tujuan jebakan ini?

Mengapa musuh memberikan perlengkapan kepada tiruannya? Apakah dia benar-benar keluar dari ruangan secara tidak sengaja? Jika bukan itu masalahnya, maka dia harus berasumsi bahwa pihak lawan sudah mengetahui rencananya.

Apakah rencananya bocor? Maka ini mungkin jebakan yang ditargetkan padaku atau Keno – atau bahkan kami berdua!

Jika jebakan itu hanya dimaksudkan untuk menangkap Suzuki Satoru, maka ini adalah tempat kebinasaannya, dan akan semakin berbahaya jika dia tetap disana. Tetapi bagaimana jika Keno adalah target mereka? Atau keduanya?

Melihat sekeliling, dia tidak melihat tanda bahwa musuh sedang melancarkan serangan.

Erk!

Kemungkinan besar jebakan ini ditujukan pada Keno. Bagaimanapun, Suzuki Satoru baru saja muncul beberapa hari yang lalu.

–Tidak! Tunggu! Mungkinkah undead ini yang memanggilku ke dunia ini? Tapi – apa itu mungkin? Kemungkinan, ini hanya jebakan bagi Keno.

Atau mungkin ada rahasia di istana ini dan dia mencari Keno, yang merupakan kuncinya. Mungkin dia telah mengamati semua yang dilakukan Suzuki Satoru dan Keno, sama seperti Suzuki Satoru yang mengamati lawannya. Musuh mungkin sedang menunggu kesempatan untuk memisahkan Keno dari kartu as-nya, Suzuki Satoru.

Itu mungkin!

Setelah mempertimbangkan bahwa semua itu adalah jebakan, Suzuki Satoru dengan tulus mengucapkan selamat kepada musuhnya.

Dia mungkin sudah menari di telapak tangan lawannya selama ini.

Jika dia pergi mencari Keno sekarang, sangat mungkin bahwa dia akan masuk dalam penyergapan mematikan oleh pasukan utama musuhnya yang telah dipersiapkan sebelumnya. Suzuki Satoru – tidak, Punitto Moe mungkin akan melakukan hal seperti itu.

Jika dia yang melakukannya, dia mungkin akan menggunakan Keno sebagai sandera untuk bernegosiasi dengan musuhnya.

Ini akan membunuh dua burung dengan satu batu.

Saat ini, tindakan terbaik untuk Suzuki Satoru adalah dengan berteleportasi ke tempat yang aman. Setelah itu, jika Keno ditangkap oleh musuh, dia perlu menemukan cara untuk menyelamatkannya. Jika benar-benar tidak ada cara untuk melakukannya, maka itu akan menjadi perpisahan baginya.

Dari sudut pandang pihak lawan, tidak membunuh Suzuki Satoru di sini adalah karena musuh waspada terhadapnya. Jika Suzuki Satoru melarikan diri sekarang seperti pecundang, musuh mungkin tidak akan mengejarnya. Semua akan baik-baik saja selama mereka tidak memperoleh apa pun dari Keno.

“Tch.”

Suzuki Satoru mendecakkan lidahnya dan melihat keluar, lalu memutuskan untuk berteleportasi ke udara.

Bidang penglihatannya tiba-tiba berubah, terlihat seolah ia sedang menginvasi istana. Tampaknya tidak ada langkah-langkah yang memblokir teleportasi. Skenario terburuknya, yang ingin dihindari Suzuki Satoru, adalah jika dia bisa berteleportasi ke istana namun tidak untuk pergi.

Meskipun seseorang tidak akan bisa berteleportasi ke dalam atau keluar dari Great Underground Tomb of Nazarick, ada banyak dungeon di dalam game yang melarang pelarian dengan teleportasi.

Melihat ke bawah dari udara, dinding luar dari kediaman bangsawan tempat Keno bersembunyi jelas terlihat olehnya. Dengan menggunakan Momongavision-nya, dia bisa tahu dengan pasti bahwa tidak ada yang berubah dari sebelumnya, sedekat apapun dia, dia tidak bisa melihat musuh di sekitar Keno.

Apakah dia … menggunakan Keno sebagai umpan? Aku mengerti. Rencananya mungkin menunggu sampai aku mengambil umpan dan menangkap kami berdua. Permainan yang bagus.

Suzuki Satoru tersenyum.

Itu adalah senyum orang yang telah sepenuhnya mengetahui rencana lawannya.

Suzuki Satoru merapalkan [Perfect Unknowable] dan melihat ke bawah dari langit.

Akan ada peluang bagus untuk menyelamatkan Keno ketika musuh melihatku di udara dan bergerak didaratan.

Suzuki Satoru mengamati Keno dari udara, dengan harapan memprediksi tujuan musuhnya.

Dan, tiga menit pun berlalu.

Dia tidak mendengar apa pun, selain angin yang bertiup di udara. Tidak ada yang terbang ke arahnya, dan tentu saja tidak ada yang menyerang Keno.

Apa-apaan ini? Mengapa musuh tidak melakukan apa pun! Mungkinkah – dia menungguku bergerak, dan kemudian meresponnya?

“Sialan! Kau pandai juga rupanya! “Suzuki Satoru bergumam pada dirinya sendiri.

Pihak lawan cukup cerdas. Mereka tahu kami juga tidak ingin mati. Kalau begitu – aku akan melakukan ini.

Suzuki Satoru memutuskan untuk bergerak dan mengubah situasi.

Dia akan menghubungi Keno dengan [Message] dan kemudian mengubah lokasi medan perang.

“Keno, ini aku, Satoru. Aku mengawasimu dari udara. Lokasimu sekarang sangat berbahaya. Pergi ke tempat persembunyian di selokan segera. ”

“『Kau Berbohong!』”

Dan dengan itu, [Message] pun terputus.

“Apa!?”

Apa artinya itu? Suzuki Satoru yang seorang undead panik pada reaksi Keno yang sepenuhnya tidak dapat dipahami.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded