Overlord Vampire Princess of the Lost Country – Chapter 3 Part 1

Font Size :
Table of Content

Overlord : Vampire Princess of the Lost Country – Five Years of Preparation – Chapter 3 Part 1 Bahasa Indonesia

Translator : Scraba

Night Liches adalah makhluk yang menyerap banyak mana dan dengan melakukan itu, Night Liches mampu melampaui Elder Liches. Peristiwa semacam itu jarang sekali terjadi bahkan sepanjang sejarah, sehingga manusia banyak yang bersyukur karenanya.

Itu karena Night Liches sangatlah kuat.

Mereka berpengalaman dalam menggunakan mantra tingkat tinggi di luar kemampuan manusia – yang disebut tingkat keenam. Mereka bahkan setara dengan Naga yang sudah berpengalaman dalam pertarungan. Selain itu, mereka juga memiliki banyak kemampuan khusus, gerombolan pengikut undead, tingkat kecerdasan yang tinggi, dan berdiam di belakang banyak benteng yang sulit ditembus.

Mereka juga mampu memerintah sebuah kerajaan, sebagai raja undead.

Sejauh ini, ada tiga Night Liches yang diketahui–

Dragon Night Lich, Guphandera = Argoros.

Titan Night Lich, Siyern.

Night Lich tanpa nama, penguasa bayangan yang dikenal sebagai Fear.

Wilayah mereka seukuran kerajaan kecil, dan kerajaan-kerajaan di sekitarnya mengenal mereka sebagai sosok yang mengerikan.

Untuk alasan itu, nama “Night Lich” hanya pernah diucapkan dalam kesunyian, dengan nada penuh ketakutan. Konon katanya mereka adalah makhluk mitologis yang sebanding dengan bencana alam.

Dan saat ini, didepan salah satu Night Liches yang menakutkan, makhluk yang mengasingkan diri dari dunia dan bersembunyi didalam kegelapan – Kunivela – lalu sepasang sosok tiba-tiba muncul, entah dari mana.

Salah satunya mengenakan jubah. Dan yang satunya lagi juga mengenakan jubah, tetapi tinggi badan mereka sangat berbeda satu sama lain, mereka berdua terlihat seperti orang dewasa dan anak kecil.

Bahkan undead Kunivela sempat bingung ketika duo misterius ini tiba-tiba muncul di hadapannya tanpa dia sadari.

Penelitiannya membuahkan hasil, ia memiliki pengetahuan tentang sihir yang luas, dan ia cukup terkenal di bidangnya. Dia mengerti bahwa kemungkinan mantra tingkat sembilan ada di dunia ini – namun faktanya banyak orang di dunia ini yang tidak mengetahui itu. Tetapi, bahkan dirinya sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi.

Kunivela membangun markasnya di sebuah rumah di kota yang hancur, di ruang bawah tanah yang sudah dia gali.

Tak seorang pun, bahkan organisasi itu, tahu tentang tempat ini. Dan dia memiliki bawahan undead yang dikerahkannya di seluruh kota. Bagaimana mereka bisa menghindari undead-undead itu dan melewati semua perangkap sihirnya untuk mencapai tempat ini? Bagaimanapun, Kunivela juga menggunakan divination magic untuk melindungi dirinya.

Namun, Kunivela tidak merasakan apa-apa sebelum mereka tiba-tiba muncul di hadapannya.

Namun, kebingungannya dengan cepat surut. Digantikan oleh ketakutan.

Di dunia ini, Night Liches adalah salah satu makhluk terkuat yang ada. Seharusnya, makhluk superior yang memandang rendah orang lain, mustahil bagi mereka untuk takut pada orang lain. Terutama bagi sosok yang benar-benar memahami kekuatannya yang luar biasa.

Tentu saja, asumsi itu ketika setahun yang lalu.

Sebuah pemikiran muncul di benak Kunivela.

–Yaitu, “mereka mencoba membunuhku”.

Dia tidak punya niat untuk berbicara dengan dua orang yang tiba-tiba muncul. Kunivela segera merapalkan mantra. Dia tidak memilih untuk menggunakan mantra serangan ataupun bertahan, namun [Teleportation].

Dia meninggalkan kota ini dan berteleportasi ke tempat yang jauh yang menurutnya aman – tempat ini seharusnya aman juga – tidak diragukan lagi.

Terbang seharusnya bukan pilihan. Itu adalah satu-satunya pilihan yang tidak bisa diambilnya. Sebenarnya melakukan hal itu merupakan kebodohan ..

Memang benar bahwa tak satu pun dari mereka yang memancarkan aura kuat. Dia bahkan tidak bisa merasakan mana dari mereka.

Justru karena sebab itulah mereka begitu menakutkan.

Dalam keadaan normal, dia akan menyambut mereka dengan mantra serangan untuk mengajarkan mereka kebodohan mereka karena sudah berdiri di hadapannya.

Namun, kedua orang ini telah menembus jaringan pengawasan Night Lich Kunivela. Karena alasan itu, masuk akal untuk mengasumsikan kalau mereka berdua berada jauh diatas Kunivela sehingga dia bahkan tidak bisa merasakannya.

Tentu saja organisasi undead akan mengejek Kunivela jika mereka mendengar bahwa Night Lich Kunivela meninggalkan segalanya dan memilih untuk melarikan diri. Namun, dia akan menarik kesimpulan begitu jika itu setahun yang lalu.

Saat ini, anggota organisasi itu sudah pasti akan mendukung pilihan Kunivela dan setuju dengan keputusannya.

Note 1: Night Lich is ナイトリッチ in JP, but it’s not clear if it means Night Lich or Knight Lich. The chink TLs asked Maru about it but he hasn’t replied yet and nothing like Knight appeared in the later passages, plus giving a lich a peerage title of knight is kind of weird, so they’re using Night Lich for now.

Ada sebuah organisasi bernama “Corpus of the Abyss”.

Itu adalah kelompok yang terdiri dari magic casters undead. Awalnya, dibentuk untuk bekerja sama agar saling menguntungkan dan menghindari konflik.

Alasan untuk itu adalah karena ketika undead – sebagai makhluk dengan rentang hidup tak terbatas – mempelajari sihir bersama cenderung dapat berkembang.

Tanpa tiga hasrat besar, undead selalu mengembangkan hasrat kuat lainnya, dan dalam kasus magic caster undead, mereka biasanya cenderung haus akan pengetahuan. Karena alasan itu, begitu konflik tentang pengetahuan dimulai, konflik itu cenderung semakin parah. Tidak ada pihak yang akan berhenti sampai adanya pertempuran habis-habisan hingga salah satu pihak dimusnahkan.

Without the three great drives, undead invariably developed other, powerful desires, and in the case of undead magic casters, they generally tended to thirst for knowledge. For that reason, once a conflict over knowledge began, it would tend to escalate. Neither party would stop until it became a battle of extermination which would end with one side being annihilated.

Jika tiga hasrat besar makhluk hidup terkonsentrasi menjadi satu titik, tentu saja keinginan satu itu akan menjadi tidak terkendali. Sangat umum bagi undead yang musnah dengan cara ini, ketika makhluk hidup memusnahkan kedua belah pihak sementara mereka saling berseteru.

Karena alasan itu, sehingga muncul undead yang mengerti bahwa lebih bijak untuk melakukan pendekatan dan bekerja sama, daripada saling memusnahkan satu sama lain karena pengetahuan dan magic item. Pada akhirnya, daftar nama pun dibuat.

Itu adalah tablet batu yang tidak mengandung sihir yang bertuliskan nama-nama anggotanya, yang kemudian dikenal sebagai “Granisle Inscription”

Pada saat itu hanya berisi empat nama Night Liches dan tiga Elder Liches. Ada beberapa aturan dan para pelanggar aturan akan dihukum oleh yang lain. Begitulah kelonggaran hubungan mereka.

Tapi 200 tahun setelah itu, secara bertahap organisasi tersebut berubah menjadi sempurna.

Berkat bertambahnya jumlah anggota undead, yang awalnya tujuh sekarang bertambah 48, menjadi organisasi besar dengan 55 anggota, dengan tujuh pendiri awalnya yang merupakan undead dengan tingkat kesulitan 150.

Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui organisasi ini.

Ada dua jenis undead yang ada di organisasi ini.

Yang pertama adalah jenis yang memupuk pengaruh mereka di antara makhluk hidup dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan mereka. Dan yang kedua tidak memiliki hubungan dengan makhluk hidup, bekerja dengan tenang untuk tujuan mereka sendiri.

Sangat sedikit undead yang berpikir seperti yang pertama, sehingga sebagian besar anggota mereka masuk ke dalam kategori yang terakhir. Akibatnya, mereka tidak menimbulkan banyak riak dalam kehidupan masyarakat.

Adapun mereka yang berencana untuk membangun pengaruh mereka di antara manusia, hal itu selalu diiringi dengan meningkatnya jumlah musuh. Dalam beberapa kasus, karena undead adalah musuh dari seluruh makhluk hidup, ada saat di mana makhluk hidup akan membentuk aliansi internasional untuk memusnahkan mereka. Karena itu, ada lebih sedikit anggota dari kelompok sebelumnya. Tentu saja, ada juga undead yang telah menancapkan akarnya dalam kegelapan dunia manusia, tetapi undead yang terampil seperti itu sangat sedikit dan jarang.

Pada akhirnya, “Corpus of the Abyss” menjadi kelompok yang hanya ada dalam rumor. Alasan mengapa mereka tidak mencoba memaksa ketiga Night Liches yang disebutkan sebelumnya untuk bergabung dengan mereka adalah untuk menghindari mereka mendapatkan perhatian ketika mereka melakukan sesuatu.

Itulah mengapa butuh waktu lama untuk dapat menemukan masalahnya.

Yang pertama memperhatikan masalah itu adalah salah satu anggota tertua yang berada dilingkaran dalam. Dia adalah salah satu pendiri organisasi, Benjeli Ansis, juga dikenal sebagai “Abyss”.

Dia adalah Night Lich berlengan enam dan berkepala dua, yang akrab dengan penggunaan arcane spells tingkat enam dan mantra tingkat enam dari tradition lain, makhluk menakutkan yang tidak dapat diatasi oleh umat manusia. Jika dia bersedia muncul ke publik, tiga Night Liches tersebut akan menjadi empat.

[Catatan : He was a six-armed, two-headed Night Lich – Saya agak bingung disini, maksudnya dia itu anggota organisasi Six Armed atau punya enam lengan sih ?]

Hari itu, dia menuju benteng Granz Locke, seorang anggota lingkaran dalam dan seorang praktisi tingkat delapan.

Setelah membayar berbagai harga, ia bermaksud mempelajari bagaimana Granz dapat mencapai tingkat kedelapan. Tapi Granz tidak muncul hari itu. Karena sebab itulah, Benjeli pergi ke benteng Granz.

Bukan hal yang aneh bagi undead, yang tidak memiliki batas umur, tergila-gila dalam penelitian. Granz mungkin begitu, pikir Benjeli ketika dia mencapai tujuannya. Akan tetapi, ketika Benjeli turun dari Naga undead-nya, pengawalnya cum mount, terdiam di tempat karena suasana hati yang aneh di udara benteng Granz.

Granz memiliki lusinan Elder Liches yang bertugas menjaga dan memberi dorongan keras kepada mereka sebagai pelayannya. Biasanya, salah satu dari mereka akan segera muncul untuk menuntun Benjeli setelah dia muncul, Tapi tidak ada yang datang bahkan setelah dia menunggu sebentar.

Benjeli memanggil bawahannya sendiri dan dengan hati-hati memasuki benteng, lalu ia segera menyadari apa yang terjadi.

Semuanya telah diambil. Penelitian dan kekayaannya hilang tanpa jejak.

Para undead adalah musuh bagi makhluk hidup, jadi bukan hal yang aneh jika undead dimusnahkan. Bahkan undead yang kuat seperti itu terkadang dibunuh oleh makhluk hidup yang lebih kuat lagi. Tetapi anehnya tidak ada tanda-tanda pertempuran. Sepertinya dia mendadak keluar.

Granz adalah Night Lich. Dengan kata lain, dia berada dijajaran tertinggi dari undead. Bisakah seseorang seperti itu dimusnahkan tanpa adanya perlawanan?

Dengan kegelisahan aneh di hatinya, Benjeli memeriksa status semua anggota organisasi.

Dan kemudian – organisasi itu terguncang.

Dari 55 anggotanya, 21 di antaranya sama sekali tidak bisa dihubungi. Ini tidak hanya terbatas pada anggota lingkaran luar, tetapi juga anggota pendiri lingkaran dalam.

Sebelum ada yang menyadarinya, sekitar 40% dari anggota grup telah dimusnahkan. Ini membuat tulang punggung undead-nya menggigil, yang seharusnya tidak tahu arti ketakutan; gagasan bahwa anggota mereka – yang dapat menghancurkan kerajaan sekalipun – bahkan tidak meninggalkan pesan atau informasi sama sekali, itu artinya mereka telah dilenyapkan secara sepihak.

Sebagai individu yang kuat, mereka mampu menakhlukan kerajaan sendirian. Semua anggotanya memiliki kesombongan seperti itu, itulah sebabnya mereka jarang bekerja satu sama lain dan “Corpus of the Abyss” tidak pernah bekerja sama sebagai sebuah kelompok. Namun, mereka tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melakukannya.

Semua orang berbagi informasi, saling memandang, dan bergabung dengan pasukan mereka. Dahulu, organisasi ini banyak sekali absen ketika mengadakan pertemuan yang diadakan beberapa tahun sekali, tapi sekarang mereka semua bertemu setiap bulan.

Meski begitu, jumlah mereka terus berkurang.

Beberapa makhluk tak dikenal diam-diam, dengan perlahan memburu anggota organisasi.

Makhluk-makhluk ini, yang berusia lebih dari seabad, untuk pertama kalinya mengenal ketakutan.

Pada titik ini, mereka tidak lagi peduli dengan harga diri maupun reputasi.

Mereka mulai bertemu setiap bulan pada awalnya, tetapi ketika jumlah mereka menurun, mereka sekarang bertemu sekali setiap dua hari. Melihat semua orang yang hadir di pertemuan itu meyakinkan mereka,  jika salah satu dari mereka hilang, mereka khawatir bahwa mereka akan menjadi yang berikutnya, dan dengan demikian mereka akan hidup setiap hari dalam ketakutan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang berpikir untuk mulai tinggal bersama.

Meskipun mereka berusaha mengumpulkan informasi, yang mereka temukan hanyalah sebuah misteri.

Mereka tidak tahu mengapa mereka diserang. Apakah itu karena kebencian atau balas dendam atau emosi lain? Atau apakah itu karena  hasil penelitian mereka, atau barang-barang materi seperti uang dan sejenisnya? Tapi pertanyaan yang paling penting adalah–

–Siapa yang melakukan ini?

Tujuan mereka sudah tidak relevan lagi. Keputusan yang dapat mereka ambil adalah menyerah tanpa syarat diikuti dengan memohon ampunan nyawa mereka. Meskipun beberapa orang menyarankan untuk bertarung pada awalnya, mereka telah kehilangan keinginan untuk bertarung pada titik ini.

Organisasi Night Liches yang dikenal sebagai “Corpus of the Abyss” sekarang berada dalam cengkeraman teror yang tidak diketahui.

Dalam keadaan seperti inilah Kunivela memutuskan untuk menggunakan [Teleportation]

Dia tidak memilih untuk menyerah karena dia pikir dia bisa melarikan diri. Sebaliknya, itu karena dia perlu mengatur pikirannya hingga cukup untuk berkomunikasi dengan mereka. Selain itu, dia tidak ingin berbicara dengan mereka sendirian. Akan lebih baik untuk mundur terlebih dahulu dan kemudian menyerah sebagai kelompok, pikir Kunivela.

Namun, sesaat setelah melakukan [Teleportation] , Kunivela terdiam membeku.

Dia masih berada dihadapan dua orang misterius itu. [Teleportation] tidak berfungsi. Mungkin ada mantra yang sudah membatalkannya.

Kunivela, sebagai salah satu undead, yang sudah menyaksikan banyak hal dalam hidupnya. Sekali lagi, muncul rasa takut di dalam dirinya , dan matanya melebar ketika dia mengamati dua orang dihadapannya.

Sosok berjubah bertubuh tinggi mengulurkan tangannya.

Itu adalah tangan tulang.

Nama-nama skeltal magic caster melintas di benaknya, tetapi mereka semua hanya makhluk yang aneh. Tak satu pun dari mereka yang dapat mengalahkan Kunivela sang Night Lich. Jadi siapa sebenarnya makhluk ini – ketika pikirannya mencapai titik itu, pikirannya membeku.

Pikirannya berada di bawah kendali.

Dia bahkan tidak bisa menangkalnya.

Kunivela sang Night Lich benar-benar dikendalikan seperti yurinigger atau Skeleton. Pikiran dan jiwanya telah mengakui keberadaan di hadapannya sebagai pengendali – Tuannya. Makhluk yang seharusnya setara dengannya sekarang menjadi Tuan yang memegang kesetiaannya.

Dia tahu kalau ini adalah kemampuan untuk mendominasi undead, yang dia miliki juga. Namun, kemampuan itu hanya efektif pada undead yang lebih lemah daripada dirinya – itu berarti Tuannya saat ini jauh lebih kuat daripada Kunivela. Begitu berada di bawah kendali, Kunivela tidak akan memiliki kesempatan untuk melepaskannya selama pihak lain tersebut tidak ingin melepaskan kendali. Yang tersisa sekarang adalah memohon padanya – sang Tuan – untuk menunjukkan belas kasihan.

Sang tuan menarik tudungnya yang menutupi wajah.

Itu mengungkapkan wajah tengkoraknya. Berdasarkan tangan tulangnya yang baru saja dia ulurkan, itu bukan topeng, tapi wajah yang sebenarnya.

Pasti ada alasan kenapa dia tidak membunuh Kunivela dan memilih untuk mengendalikannya. Akan lebih baik jika itu karena dia merasa memalukan untuk membunuhnya – sehingga lebih memilih untuk membiarkannya tetap hidup, pikir Kunivela yang sedang dikendalikan.

“Sekarang, mulailah dengan – menyerahkan semua catatan penelitian dan hartamu.”

“Serahkan!”

Sosok yang lebih kecil yang ada disampingnya juga ikut melepas tudungnya.

Dia memiliki rambut pirang dan mata merah.

Dia tampak seperti anak manusia, namun jelas dia adalah undead. Mengingat kecerdasan dan penampilannya, dia menyimpulkan kalau gadis itu adalah Vampir yang telah dilahirkan dari manusia. Karena dia adalah sahabat Tuannya, dia tidak bisa memaksa dirinya untuk memusuhi gadis itu.

“Saya mendengar dan menaati. Kalau begitu, akan saya mulai dengan harta saya. ”

Kunivela menggunakan kunci untuk membuka harta di ruangannya dan mengeluarkan semua karung di dalamnya.

Total ada 15 karung. Masing-masing berisi seribu koin emas, dengan total 15.000 koin – berat semuanya sekitar 150 kilogram. Meskipun undead tidak secara langsung membutuhkan uang, ada saat-saat di mana sebagian manusia ingin meminta bantuan mereka, biasanya orang-orang dari sisi gelap masyarakat. Menyelesaikan permintaan mereka akan dibayar dengan emas, dan emas juga merupakan barang berharga ketika berhadapan dengan mereka, jadi dia menabungnya hingga banyak.

Selain itu, ada juga sekantong batu permata. Dimeja itu juga ada gulungan mantra, tongkat sihir, dan magic item lainnya.

“Saya juga punya tiga markas lain selain tempat ini. Setengah dari aset saya terletak di sana. ”

Karena dia sedang dikendalikan, dia dengan jujur mengungkapkan semua lokasi harta karunnya untuk memaksimalkan keuntungan bagi tuannya.

“Hoho, banyak juga.”

“Begitulah!”

“… Penjarah Rumah No. 2 … bukankah kau seharusnya merasa sedikit enggan? Bukankah kau terlalu terbawa suasana? Meskipun aku sudah memikirkannya selama ini … aku harus mengatakannya hari ini. Bukankah seharusnya kau bersikap lebih seperti seorang putri? Seperti saat pertama kali kita bertemu. ”

“–Nomor satu. Anda tahu, kita ini sudah bepergian bersama selama lima tahun? Setelah melalui begitu banyak hal, bahkan undead sekalipun akan berubah hingga batas tertentu. ”

「Wu—

“Umu. Aku ragu tentang itu. Secara logis, mental undead seharusnya tidak berubah – apa itu artinya mereka tidak akan pernah tumbuh? Jadi, apa itu berarti kalau kepribadianmu selalu seperti ini, Nomor Dua? ”

“Bagi saya tidak terlihat seperti itu … dan ketika anda berbicara begitu, itu semua karena Anda, Nomor Satu. Dengan semua sihir yang mustahil itu, magic item yang masing-masingnya bernilai seperti seluruh kerajaan, dan memanggil monster yang tampak mampu meratakan seluruh kerajaan sendirian … ”

Sang Tuan mengabaikan gadis yang mengoceh itu dan membuka karung, lalu mengambil beberapa koin emas darinya.

“… Jadi, apa ini semua mata uang perdagangan? Ini membantu sekali. Lagipula, bertukar uang dalam jumlah besar cukup merepotkan. ”

Menghitung kandungan emas dari koin emas masing-masing kerajaan itu sangat merepotkan, dan untuk mempermudah perdagangan, Kunivela hanya menggunakan koin-koin ini.

“Itukah sebabnya anda menggunakan uang logam YGGDRASIL untuk sementara waktu, Nomor Satu?”

“Bukankah kau pernah melihatnya sebelumnya? Benar sekali, Nomor Dua. Sekarang, ke jantung masalahnya. Pertanyaan pertamaku adalah, bagaimana gerakan organisasimu? Seberapa waspada mereka terhadapku? ”

“Tentu saja, kami sangat mewaspadai anda, tetapi saat ini semua orang sudah siap untuk menyerah tanpa syarat. Sepertinya beberapa dari mereka juga melarikan diri dari kelompok. ”

“Beri nama mereka.”

Kunivela membacakan daftar mantan anggota yang telah melarikan diri. Ada total enam dari mereka.

“Bagaimana menurutmu, Nomor Dua?”

Gadis itu memeriksa selembar kertas di tangannya dan mengangguk.

“Sepertinya mereka berdua lolos. Apa yang harus kita lakukan, Nomor Satu? ”

“Buru mereka dan bunuh mereka. Jika kita tidak menghabisi hingga ke akarnya, kita tidak akan pernah bisa tidur nyenyak. ”

“- Luar biasa, Nomor Satu! Anda semakin baik dalam bercanda! Benar kan, undead juga bisa berkembang! Sepertinya kita harus berusaha lebih keras lagi dalam mencari nama! ”

“… Aku tidak sedang bercanda.”

“Ah, um …”

Sang Tuan tidak berbicara. Gadis itu menggigit bibirnya dan mengintip kearahTuan.

Kekasaran kepada Tuannya tidak dapat dimaafkan, tetapi Kunivela tidak diizinkan untuk menyerang.

Dan juga…

Apakah dua yang lolos itu beruntung atau sebaliknya? Mengingat percakapan barusan, mereka terdengar seperti tidak akan membiarkannya …

“Apa nama yang aku pilih benar-benar tidak enak?”

“… Terus terang, nama itu. Ah, tapi Heteromorphic Zoo cukup bagus. Itu lucu.”

“Lucu, huh …”

“Tetap saja, nama Blondie itu mengerikan!” Gadis itu meletakkan tangannya di pinggul. “Para penjaga itu menatap saya dengan aneh saat itu dan itu sangat memalukan!”

“Tapi mereka tidak mengatakan apa-apa …”

“Itu karena nama memiliki artinya masing-masing di antara ras yang berbeda, dan tak jarang ada yang dibunuh karena mengolok-olok nama seseorang. Masyarakat lebih sensitif terhadap masalah itu khususnya diperkotaan dengan populasi campuran. Tapi mereka tidak bisa menyembunyikan apa yang mereka pikirkan … ”

“Tapi kita tidak akan pergi ke sana lagi setelah itu–”

“- Permisi, Tuan?” Tanya Kunivela dengan gugup. Kedua mata mereka menatap balik – Kunivela hanya mempedulikan tatapan Tuannya yang berbalik kepadanya. “Semua magic caster undead yang merupakan anggota ” Corpus of the Abyss “bersedia untuk menyerah pada anda, Tuan. Apakah itu membuat Anda senang? ”

“Oh, ya, mari kita selesaikan masalah ini terlebih dahulu. Meskipun itu tidak sopan untuk menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain, aku masih harus bertanya: kenapa aku harus menerimanya? ”

Kunivela menelan ludah karena sikap “ragu” dari Tuannya.

“Kalian hanya membuat janji-janji manis saja. Kenapa juga aku harus mengampuni kalian? Hanya dengan memusnahkan kalian sampai ke akarnya membuatku dapat menghilangkan masalah di masa depan. ”

“Kami tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Kami bahkan tidak berpikiran untuk menentang – ”

“–Ah, aku sudah cukup mendengar tentang itu. Lalu apa yang akan terjadi jika kau mengetahui kelemahan kami? ”

Dia tidak bisa menyembunyikan apa pun dari tuntutan Tuannya.

“Jika itu menguntungkan kami dengan memusnahkan musuh begitu kami mengetahui kelemahannya, maka kami akan melakukannya.”

“Nah, dengar?”

“Saya sangat menghormati keputusan Tuan yang menganggap kami berbahaya jika menjadi pengikut anda, tapi saya bisa menjamin bahwa kami dapat berguna, bahkan kami dapat mengungguli sebuah kerajaan sekalipun selama kami bekerja bersama dan tentu saja kami dapat bertindak sebagai pasukan melawan Musuh anda Tuan. Meskipun kekuatan anda luar biasa, saya yakin dengan jumlah kami bisa menjadi suatu keuntungan ”

Kunivela berusaha keras untuk menunjukkan kemampuannya.

“Hm, itu benar. Aku punya sesuatu yang perlu diteliti. Tetapi menurut rekanmu yang aku singkirkan sebelumnya, tidak ada yang bisa melakukannya. Benarkah itu?”

Setiap dari mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi tentang apa yang dipelajari oleh setiap orang yang ada di dalam kelompok. Mereka membagikan informasi mereka untuk menghindari perselisihan tentang ide karena upaya menduplikasi satu sama lain. Namun, tidak ada jaminan bahwa setiap orang mengatakan yang sebenarnya tentang isi penelitian mereka. Kunivela sendiri juga sedang melakukan penelitian rahasianya.

Mungkin bahan tersembunyi ini bisa digunakan sebagai tawaran yang menggiurkan. Jika dia berkata, “masing-masing dari kami memiliki rahasia tersendiri,” maka Tuan akan pergi dan menanyai mereka semua, itu artinya dia mungkin akan meningkatkan serangannya terhadap organisasi. Mungkin yang lain juga akan mempertimbangkan hal itu, itulah sebabnya mereka memilih untuk dibunuh tanpa mengatakan sepatah kata pun, itulah mengapa Tuan tidak mengungkapkan keraguan apapun.

“–Kalau begitu, bagaimana jika kami menawarkan jumlah yang tetap kepada anda setiap tahun? Dengan uang yang banyak, Anda bisa menyewa lebih banyak makhluk hidup untuk membantu melakukan penelitian– ”

「——

“Aku tidak butuh uang.”

“Mm.”

Gadis di sebelahnya mengangguk,

“Lalu, lalu mengapa anda menyuruh saya menyerahkan harta saya terlebih dulu?”

Apakah itu terlalu aneh? Menanggapi pertanyaan Kunivela, sang Tuan mengangkat bahu dengan santai.

“Aku hanya mencari item langka yang mungkin saja kau miliki. Ah, dan aku juga ingin menikmati semangat petualangan untuk mendapatkan harta setelah menakhlukan dungeon. ”

Kunivela bertanya-tanya apa yang dia maksud dengan “semangat petualangan”.

Apakah dia akan memusnahkan mereka semua hanya untuk itu?

Tentu saja dia akan melawan balik dengan seluruh kemampuannya jika saja dia tidak dikendalikan. Tapi, itu tidak lebih dari fantasi sia-sia.

“Aku punya banyak pertanyaan untukmu. Karena kau berada di bawah kendaliku, akankah anggota lain dari organisasimu datang untuk menyelamatkanmu, atau akankah benteng ini hancur sendiri setelah beberapa saat – dengan kata lain, apakah berbahaya bagi kami untuk tetap tinggal di sini? ”

Sulit untuk menjelaskan bahaya yang dimaksud.

Jika Kunivela menghilang, yang lain akan menganggap bahwa sesuatu telah terjadi padanya. Tetapi siapa yang berani mempertaruhkan nyawa mereka? Mungkin mereka semua akan datang, tetapi mungkin tidak untuk menyelamatkan Kunivela atau untuk menyerang sang Tuan. Kemungkinan besar mereka akan menyerah atau meminta untuk bernegosiasi.

Dalam keadaan apa pun, tidak ada yang dapat memberikan kerugian kepada Tuan. Namun, orang tidak bisa mengabaikan perkembangan tidak menguntungkan yang mungkin muncul setelah ini.

“Tidak ada. Namun, itu hanya untuk beberapa hari kedepan. Jika beberapa hari berlalu – semakin banyak waktu berlalu, semakin besar kemungkinan seseorang akan berpikir ada yang tidak beres. Selain itu, masih ada undead yang dikendalikan di benteng ini. Bagaimana dengan mereka? Jika mereka masih ada, mereka mungkin akan melancarkan serangan. ”

Kunivela mungkin berada di bawah kendali, tapi itu hanya dia. Beda ceritanya dengan undead yang dia ciptakan. Mereka mungkin akan melaksanakan perintah mereka untuk membunuh semua penyusup pada saat mereka melihat sang Tuan.

Di sisi lain, sekarang Kunivela berada dibawah kendali, undead yang berada di bawah kendali Kunivela akan dibebaskan darinya. Undead-undead itu mungkin berusaha melarikan diri sekarang dan tidak akan mencoba memulai permusuhan.

“Ah, jika maksudmu undead yang ada di sini, aku bisa mengurus mereka semua dengan mudah bahkan jika mereka menyerangku sekaligus. Tidak perlu khawatir tentang itu. ”

“Tuan!”

Kunivela menundukkan kepalanya.

Dia sudah memahami itu, tetapi mendengar Tuannya langsung yang berbicara tentang superioritasnya membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.

“Sekarang, jelaskan apa yang kau ketahui kepada Nomor Dua; Cepatlah. ”

“Baiklah”

Penelitian yang dilakukan undead – mereka adalah anggota “Corpus of the Abyss”, tujuan utama mereka adalah untuk mencapai kekuatan magis yang besar. Meskipun dia tidak berpikir gadis itu akan mengerti, dia tetap mengatakannya.

Selama waktu ini, Tuan menyimpan semua harta itu ke dimensi saku yang dibuat dengan sihir.

“… Dan begitulah.”

“Baiklah, terima kasih atas kerja kerasmu. Sekarang, untuk pertanyaan berikutnya: Ceritakan semuanya tentang semua anggota organisasimu. Kemampuan mereka, lokasi mereka, poin-poin penting, dan sebagainya. ”

Jadi begitulah. Dia telah menggunakan kekuatan ini untuk mendominasi yang lain, lalu membuat mereka memberitahukan segalanya sebelum menghancurkan mereka satu per satu.

Di masa lalu, mereka semua bertindak secara individu, tetapi sekarang setelah mereka semua saling menginformasikan keadaan mereka, seolah mereka semua disatukan oleh tali yang tidak terlihat. Daripada menuai panen ketika dia merasakan pendekatan mangsanya, yang perlu dilakukan Tuan hanyalah mengambil tali itu dan menariknya.

Dia tidak ingin berbicara, tetapi Kunivela mengatakan semua yang dia tahu. Berkat Dominasi Undead, dia tidak bisa menyembunyikan atau berbohong tentang apa pun.

Gadis itu akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tajam dari waktu ke waktu. Itu mungkin untuk memastikan bahwa itu cocok dengan apa yang mereka pelajari dari anggota yang sudah musnah.

“Terima kasih.” Meskipun Tuan berterima kasih kepada Kunivela karena telah berkata jujur, dia mungkin tidak bermaksud apa-apa.

“Nah, ini pertanyaan terakhir–”

Kata-kata “pertanyaan terakhir” membuat Kunivela panik. Dia belum menunjukkan kegunaannya, dan jika ini terus berlanjut, itu akan menjadi yang terburuk.

“- Cukup, Nomor Satu.”

Gadis itu menyela dengan nada yang menunjukkan kelelahan, atau tenaga yang kosong.

“Sudah cukup, Nomor Satu. Lagi pula, saya sudah melakukan banyak penelitian sendiri, dan saya mengerti sekarang … Anda tahu apa yang saya katakan tentang tidak dapat bermimpi lagi dua tahun yang lalu? ”

“… Apakah ini tentang Celestial Maiden of the Sun (Gadis Kayangan dari Matahari)? Tapi ini bukan hanya untuk anda, Nomor Dua. Saya sudah memberi tahu Anda beberapa kali, tetapi ini juga untuk kepentingan pribadi saya. Ini bukan untuk anda, tapi untuk saya. ”

Ekspresi wajah gadis itu sangat aneh; terlihat seperti bahagia dan kesepian pada saat bersamaan. Kunivela tidak bisa memahaminya.

“Kalau begitu, aku akan bertanya. Apakah kau mengetahui sesuatu tentang penyebab hancurnya kerajaan Inveria dan semua rakyatnya berubah menjadi yuriniggers? ”

Dia mulai mengorek-ngorek ingatannya setelah mendengar kata Inveria, tetapi yang dia tahu adalah bahwa itu adalah negeri yang jauh.

“Tidak, saya tidak tahu apa-apa.”

“Begitukah … Kalau begitu, apakah kau tahu cara untuk mengembalikan seseorang yang telah berubah menjadi yurinigger kembali normal – artinya, kembali menjadi makhluk hidup? Tidak masalah jika itu sangat tidak mungkin. ”

Meskipun dia merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan nilainya, Kunivela tidak tahu apa-apa tentang topik itu. Jika dia tidak dikuasai, dia mungkin akan mencoba melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nyawanya, atau berbohong bahwa dia baru saja akan memulai penelitian tentang itu.

“Tidak, saya tidak tahu. Tapi mungkin makhluk legendaris seperti Dragon Lords mengetahui sesuatu tentang itu. ”

“Nama itu seringkali muncul. Makhluk bertubuh besar yang mengapung di langit, Brightness Dragon Lord. ”

“Selain itu, ada–”

Dia memberitahukan nama-nama semua Dragon Lords yang dia ketahui. Tetapi dia menambahkan bahwa dia tidak yakin di mana mereka berada atau apakah mereka benar-benar ada.

Kunivela merasa bahwa ini adalah kesempatannya dan mati-matian mencoba membuktikan dirinya.

“Jika Anda memberi saya waktu, saya akan segera menemukan lokasi para Dragon Lords ini.”

“Saran yang bagus, tapi aku masih akan membunuhmu.”

Dia segera menerima jawaban

“Tapi, tapi mengapa? Apakah saya tidak berguna bagi Anda? ”

“Karena membiarkan orang lain tahu tentang kami akan sangat merugikan kami. Karena kau tidak tahu tentang kami itu sebabnya kau tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk berurusan dengan kami. ”

“Tapi tidak mungkin kami mengkhianati anda jika anda menggunakan kemampuan untuk mendominasi kepada semuanya.”

“Memang benar begitu. Tapi seperti yang kau tahu, ada batas untuk mendominasi undead, baik itu batasan tingkat maupun jumlahnya. Ada terlalu banyak kekurangan bagiku untuk dapat mendominasimu. Karenanya, tidak ada cara untuk benar-benar menjamin bahwa kau tidak akan pernah mengkhianatiku. ”

“Kami tidak akan pernah mengkhianati–”

“Aku sudah menjelaskannya padamu barusan, bukan?”

Kunivela menelan kata-katanya.

Tidak ada yang bisa dia tunjukkan kepada undead di hadapannya yang dapat mengubah pikirannya.

“Kalau begitu, mari kita akhiri ini.”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded