Overlord Vampire Princess of the Lost Country – Prologue Part 1

Font Size :
Table of Content

Overlord : Vampire Princess of the Lost Country – A Strange Tale of the Absolute Ruler – Prologue Part 1 Bahasa Indonesia

Translator : Scraba

Ketika dia duduk di atas takhta, Momonga mengabaikan rasa puas yang terasa samar dan meningkatkan rasa malu yang dia rasakan untuk sesaat dan mulai melihat sekeliling interior ruangan, tempat dia melihat terdapat Sebas dan para pelayan berdiri dalam diam dan tak bergerak.

Melihatnya berdiri begitu kaku di ruangan ini membuat Momonga merasa sedikit kesepian. Dia ingat bahwa terdapat perintah untuk hal seperti ini. Momonga mencoba mengingat kembali perintah yang telah dia lihat sebelumnya, dan kemudian mengulurkan tangannya sebelum dengan lembut melambaikannya dari atas ke bawah.

“Berlutut.”

Albedo, Sebas, dan enam pelayan (Pleiades); mereka semua berlutut di hadapannya seperti para bawahan yang merendahkan diri di hadapan tuan mereka.

Bagus.

Momonga mengangkat tangan kirinya, dan memeriksa waktu.

23:55:48,49,50––

Seharusnya dia sudah tepat waktu.

Saat ini, para GM mungkin sedang melakukan penyiaran dan yang lainnya sedang menyalakan kembang api di luar sana. Namun, Momonga – yang telah memblokir semua hal itu- tidak tahu tentang mereka.

Momonga bersandar di singgasana, dan perlahan-lahan mengangkat kepalanya ke langit-langit.

Dia telah membangun Nazarick, Dungeon yang paling sulit ini, bersama teman-temannya. Karena alasan itu, Momonga berpikir bahwa mungkin saja sekelompok player mungkin memutuskan untuk menyerang pada hari terakhir ini.

Momonga menunggu.

Dia akan menyambut setiap penantang dalam posisinya sebagai Guildmaster.

Meskipun dia telah mengirim pesan ke semua mantan anggota, jumlah orang yang benar-benar datang  bisa dihitung dengan satu tangan.

Momonga menunggu.

Dia akan menyambut setiap teman yang kembali dalam posisinya sebagai Guildmaster.

“Peninggalan masa lalu, huh–”

Momonga berpikir.

Meskipun saat ini, guild hanya seperti cangkang yang kosong, tidak menghilangkan fakta bahwa mereka pernah bersenang-senang di masa lalu

Dia mengalihkan pandangannya untuk menghitung bendera raksasa yang menggantung dari langit-langit. Ada total 41 bendera, jumlah yang sama dengan total seluruh anggota guild. Setiap bendera memiliki lambang dari para anggota. Momonga mengulurkan jari putih nan keringnya untuk menunjuk pada salah satu dari mereka, dan membiarkan ingatan dalam benaknya muncul kembali … tetapi tangannya berhenti di tengah-tengah gerakan.

–Sekarang bukan waktunya untuk hal seperti ini!

Momonga memikirkan rencana tertentu yang telah disiapkannya untuk hari ini.

Sebuah rencana untuk mengakhiri semua ini dengan cara mulia.

Untuk merayakan dengan teman-temannya yang kembali pada hari terakhir operasional game ini, untuk melakukan sesuatu yang besar dengan mereka di akhir, Momonga telah pergi ke sebuah distrik perbelanjaan yang hampir tidak pernah dia kunjungi, membeli sejumlah besar barang , bermaksud menggunakannya untuk mengadakan suatu event.

Namun, meskipun beberapa temannya telah kembali ke guild, sayangnya tidak ada dari mereka yang tetap tinggal sampai akhir.

Teman-teman berharganya yang kembali itu… tentu saja lebih mengutamakan kehidupan nyata mereka. Ketika Momonga menyaksikan banyak temannya meninggalkan guild dengan alasan yang sama, itu adalah kesimpulan yang bisa dia dapatkan.

Meski begitu, Momonga masih merasa sangat kesepian, dan sangat frustrasi pada saat yang sama.

Karena kedua emosi ini memenuhi hatinya, dia benar-benar lupa bahwa niat awalnya adalah untuk ikut dalam event tersebut dengan teman-temannya. Tidak, mungkin itu karena dia tidak ingin mengingatnya.

Mungkin saja ada sebuah akhir yang berbeda, yaitu melupakan event dan duduk di atas takhta untuk menunggu hingga akhir.

Namun, dia sedang memikirkan itu sekarang.

Kalau begitu-

Momonga tiba-tiba bangkit.

Aku harus pergi! Bahkan jika hanya aku sendirian! Aku harus membuat semua ini menjadi pengakhiran yang mulia, bahkan jika hanya aku sendirian!

Tidak ada waktu lagi.

Momonga memunculkan Staff of Ainz Ooal Gown yang telah berada dalam genggamannya, dan sekaligus mengaktifkan cincin di jari manis kanannya – Ring of Ainz Ooal Gown.

Saat dia mengoperasikan Ring of Ainz Ooal Gown, daftar tujuan teleport pun muncul.

Namun, diposisi pertama adalah ruangannya sendiri. Kenapa itu diatur ke tempat seperti itu? Momonga merasa sedikit kesal dengan sesuatu yang biasanya tidak akan pernah mengganggunya, dan menggulir pilihan.

“Ini dia!”

Momonga tidak bisa menahan diri dari berseru kegirangan.

Setelah menemukan tujuan teleportasi yang paling dekat dengan permukaan, Momonga hendak mengetuknya ketika dia ragu untuk sejenak

Mata Momonga mengarah ke Staff of Ainz Ooal Gown.

Sebagai Senjata Guild, kehilangannya berarti kehilangan guild. Dari sudut pandang itu, tidak membawanya adalah pilihan paling aman yang bisa dia buat.

Namun, apakah Momonga tipe orang yang tidak memikirkan sesuatu sebelum bertindak?

Itu benar, berjalanlah bersamaku – karena kau adalah bukti bahwa Guild Ainz Ooal Gown pernah berjaya.

Momonga mencengkeram tongkat itu erat-erat, dan mengaktifkan kekuatan cincin.

Teleportasi berlangsung dalam sekejap, dan dia dipindahkan ke ruangan yang luas.

Terdapat dua jajaran batu nisan kecil yang digunakan sebagai tempat mayat di kedua sisi Momonga – meskipun tempati itu tidak dihuni sekarang. Lantainya terbuat dari batu kapur yang dipoles. Di belakang ada tangga menuju ke bawah, dan di bawahnya ada satu set pintu ganda – pintu menuju lantai pertama Great Underground Tomb of Nazarick.

Ini adalah tempat terdekat dengan permukaan, batas dari teleportasi cincin itu bisa membawanya.

Nama lokasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa Momonga sedang berada di tengah Mausoleum dari Great Underground Tomb of Nazarick.

“Aku harus cepat!” ucap Momonga, untuk memacu dirinya.

Dia melihat kearah Jam yang ada di tangan kirinya, dan waktu menunjukkan–

23:58:03

–Dia hampir kehabisan waktu.

Seolah-olah dia bisa mendengar bunyi pintu yang tertutup dari kereta yang sedang berhenti, lalu digantikan oleh suara desis gas dari dalam pintu.

Momonga merapalkan「Fly」, seolah-olah dia adalah seorang pegawai yang berlari menaiki tangga

Meskipun panik, gerakan Momonga saat dia menggulir ke bawah konsol dan memilih mantra terbang , tidak salah tempat sedikit pun.

Setiap mantra memiliki tempatnya di spellcasting console.

Jika dia tidak mengetahui hal seperti ini, jika dia membuat kesalahan ketika dia perlu mengucapkan mantra, itu akan mempengaruhi kegiatan seperti pertempuran. Karena itu, Momonga menghabiskan lebih dari setahun menghafal setiap posisi konsol. Meskipun upaya ini membuat rekan satu timnya tercengang, Momonga masih belum pernah berhasil mengalahkan Touch Me sekalipun bahkan dengan kerja kerasnya itu. Meski begitu, Momonga selalu merasa bahwa rekam jejak PVP-nya yang baik adalah berkat usahanya, dan itu adalah kenyataan.

Momonga terbang dengan cepat menuju rawa besar yang mengelilingi Great Underground Tomb of Nazarick.

Mengontrol tubuh ketika terbang ternyata sangat sulit. Dia pernah mendengar seseorang mengatakan itu seperti memainkan game dogfighting. Tetap saja, jika dia hanya terbang lurus, maka gerakan sederhana saja sudah cukup. Atau lebih tepatnya, tidak perlu mengendalikan apa pun. Yang harus dia lakukan adalah tidak menyentuh control interface-nya.

Begitu dia meninggalkan bagian permukaan Nazarick – dengan kata lain, kuburan – yang ada di belakangnya, dia akan berada di wilayah rawa yang dipenuhi kabut.

Wujud monster muncul dari dalam kabut, tetapi saat ini, semua monster aktif telah diatur kedalam keadaan tidak aktif, jadi dia tidak akan diserang selama dia tidak menyerang terlebih dahulu.

Perubahan ke mode tidak aktif ini telah diterapkan sekitar seminggu yang lalu. Tentu saja itu disertai dengan pengawasan, dan rupanya menyebabkan banyak penemuan baru.

Bahkan Momonga tidak bisa menahan rasa senangnya ketika dia melihat video dari penemuan itu. Sebagai orang yang tidak memiliki ekspresi, dia mengutuk itu, Bagaimana mungkin ada yang tahu tentang ini, apa devs (Pengembang) itu bodoh? Dalam pikirannya.

Aku pikir seseorang akan mencoba menyerang kami dengan tujuan berwisata. Lagipula, mereka dapat melewati Rawa Grenbera tanpa menghabiskan sumber daya apa pun.

Tapi tidak ada yang datang.

Itu layak untuk dirayakan, tentu saja, tetapi pada saat yang sama itu juga membuatnya merasa kesepian, seolah-olah dia telah dilupakan oleh dunia. Sesuatu semacam itu.

Momonga menyipitkan matanya – meskipun ekspresinya tidak berubah. Dia telah mencapai tujuannya, sebuah pulau yang mengambang di rawa.

Itu adalah pulau kecil yang aneh.

Itu tidak terlalu besar, tetapi sebagian besarnya ditutupi oleh benda silinder, cukup untuk menutupi seluruh permukaannya.

Momonga menghasilkan benda seperti tongkat dengan tombol dari dimensi sakunya, dan memegangnya di tangan yang tidak memegang Senjata Guild.

“Ini dia!”

Saat dia mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang kuat yang biasanya tidak akan pernah dia gunakan, Momonga menekan tombol dengan keras.

Pada saat itu, silinder yang memenuhi area sehingga hampir tidak ada ruang di antara mereka memancarkan bola cahaya ke atas langit. Mereka terlalu berdekatan, jadi itu tampak seperti bola cahaya raksasa.

Itu adalah kembang api yang dijual oleh developers YGGDRASIL – atau mungkin operations team – dengan harga murah.

Momonga telah membeli sekitar sepuluh ribu kembang api dan mengaturnya di pulau ini. Namun, dia belum mengatur semuanya, karena dia sudah bosan ditengah jalan. Saat ini, Momonga mungkin memiliki setidaknya seperempat dari kembang api yang masih ada di inventory-nya.

“… Aku harus bangun jam 4 besok, huh.”

Momonga menyaksikan cahaya yang menyusut di langit, bergumam dengan muram pada dirinya sendiri ketika dia menyaksikan bola cahaya naik perlahan ke langit. Dia awalnya bermaksud untuk menikmati adegan ini dengan teman-temannya yang telah kembali untuk merayakan hari terakhir Game ini dengannya. Namun, tidak ada orang di sisi Momonga saat ini.

Dan kemudian, ledakan besar terjadi di langit. Banyak cahaya yang saling tumpang tindih dengan cahaya lainnya; itu bukan lagi tampilan kembang api, tapi sesuatu yang hampir seperti super tier spell「Fallen Down」.

Kedipan-kedipan cahaya menyelimuti Momonga saat dia terbang.

Ah…

Momonga tidak tahu bagaimana rasanya ketika server DMMO dimatikan.

Ini karena Momonga, tidak, karena Suzuki Satoru tidak pernah memainkan permainan selain YGGDRASIL. Namun, dia yakin itu tidak akan berakhir dengan menyenangkan. Dia yakin itu akan seperti tali yang disentak dengan tiba-tiba dan dia akan terlempar kembali ke dunia nyata.

Meski begitu–

Mungkin akan terasa lebih baik jika ini berakhir ketika aku dikelilingi oleh cahaya–

Dia akan kembali ke dunia nyata beberapa detik kemudian. Meski begitu, momen ini terasa seperti dibuat untuk menampilkan dengan jelas kegembiraan seorang Suzuki Satoru.

Lalu-

–Momonga mulai panik.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded