Overlord Vampire Princess of the Lost Country – Prologue Part 2

Font Size :
Table of Content

Overlord : Vampire Princess of the Lost Country – A Strange Tale of the Absolute Ruler – Prologue Part 2 Bahasa Indonesia

Translator : Scraba

Dia mengira bahwa setelah cahaya itu memudar, dia akan disambut oleh pemandangan yang akrab dari kamarnya melalui kaca tipis. Bagaimanapun, YGGDRASIL akan ditutup, pikirnya. Namun, apa yang sebenarnya dilihatnya ternyata menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.

“…Apa ini?”

Momonga bergumam pada dirinya sendiri.

Bukan karena dia kesepian, tetapi karena dia menemukan sesuatu yang dia tidak bisa mengerti.

Hal pertama yang terlihat adalah langit malam. Dikelilingi oleh bintang-bintang yang berkilau, dan awan yang bergerak perlahan tampaknya berusaha menutupi cahayanya. Dia bisa melihat puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi di kejauhan, dan hutan-hutan gelap di kaki bukit mereka berdesir seperti ombak dalam embusan angin malam.

Itu adalah pemandangan yang tidak bisa dia lihat di dunia nyata – mengesampingkan arcologies– dan seolah dia tidak pernah meninggalkan game sama sekali.

[Arcologies : https://en.wikipedia.org/wiki/Arcology]

Dia melihat ke bawah – dan menyadari bahwa dia sedang melayang di udara. Yah, itu bukan masalah sih. Lagipula, dia baru saja mengucapkan mantra「Fly」.

Namun, apa yang ada di bawah kakinya bukanlah rawa.

–Lebih tepatnya, itu adalah reruntuhan.

Bukan hanya satu atau dua bangunan saja, tetapi dalam skala sebuah kota – tidak, sepertinya lebih besar dari itu. Dia bisa melihat sebuah bangunan yang tampak seperti kastil di kejauhan, dan tembok yang mengelilingi kota. Reruntuhan ini dulunya adalah kota yang cukup besar. Dari jejaknya, itu tidak tampak seperti telah ditaklukkan tapi,  ditinggalkan karena suatu alasan.

Meskipun Momonga beberapa ratus meter di atas kota, dia tidak  tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya. Namun, Momonga tiba-tiba mengingat kota bawah tanah yang ditinggalkan dengan pabrik produksi boneka otomatis, Vilisyrteria.

Tidak, ini bukanlah Vilisyrteria. Ini terlihat berbeda … tempat apa sebenarnya ini?

Dengan tingkat ketenangan yang mengejutkan, Momonga memeriksa arloji di tangan kirinya.

0:03:45, 46, 47 …

“… Hah?”

Momonga sekali lagi melihat ke sekelilingnya. Bentang alamnya tidak familiar. Memang, hal yang tidak mungkin bagi Momonga bisa mengetahui setiap inci dari peta YGGDRASIL. Dan mungkin saja ada tempat seperti ini didalam game.

Namun, ini adalah hari terakhir pengoperasian game. Game ini dijadwalkan akan berakhir pukul dua belas tengah malam. Dan sekarang waktunya sudah lewat. Tidak mungkin jika display yang menunjukkan jam itu salah.

Apa, apa-apaan ini ?

Penutupan YGGDRASIL yang tertunda. Atau mungkin sesuatu seperti ini muncul karena dia tidak logout sendiri. Berbagai kemungkinan muncul di benaknya.

Apakah mereka menunda shutdown server?

Kemungkinan yang paling masuk akal – yang tidak dapat disangkal – adanya keterlambatan penutupan server.

Jika itu masalahnya, GM pasti akan mengumumkan sesuatu. Momonga dengan sigap membuka fungsi komunikasinya yang dia telah tutup sampai hari ini – dan kemudian dia terdiam di tempat.

Konsolnya tidak muncul.

Apa… yang terjadi? Ada apa ini?

Ketika campuran kecemasan dan keraguan memenuhi dirinya, Momonga mencoba mengaktifkan fungsi-fungsi lain.

Tak satu pun dari fungsi itu yang merespon.

Seolah-olah dia benar-benar dikeluarkan dari sistem.

…Apa yang sedang terjadi?

Dia seharusnya memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Di mana control interface mantra「Fly」 – saat ia memikirkan itu, Momonga tiba-tiba menyadari bahwa hal seperti itu sepertinya tidak diperlukan.

Momonga perlahan-lahan menurunkan ketinggiannya.

Apa yang sedang terjadi? Ada apa ini? Kenapa aku bisa menggunakan 「Fly」? Tidak, tunggu, bukan itu saja, kan?

Momonga tiba-tiba “mengerti” bagaimana mengendalikan mantra 「Fly」 dengan pikirannya sendiri. Dia bahkan tidak menyadarinya; seolah itu adalah hal yang alami.

Ini adalah situasi yang sangat tidak normal.

Setelah itu, Momonga menatap tangannya.

Tangan kirinya memegang simbol guild, Staff of Ainz Ooal Gown. Tangan kanannya memegang alat untuk menyalakan kembang api.

Memang benar tidak ada yang berubah. Tidak diragukan lagi bahwa tangan putih kurus itu milik Momonga, sama seperti di YGGDRASIL.

Namun, sensasinya berbeda. Menjelaskan perbedaan itu agak sulit, tetapi ada perasaan kuat bahwa itu adalah tangannya sendiri. Meskipun itu adalah tangan yang sama dari YGGDRASIL, ada perasaan yang sangat alami bagi mereka, seperti dia melihat tangannya sendiri dari dunia nyata.

Namun, itu adalah kemampuannya untuk tetap tenang meskipun berada dalam situasi seperti ini yang membuatnya takut lebih dari apa pun.

Tanpa disadari, Momonga mengingat kata-kata yang dikatakan temannya.

Kecemasan adalah benih kekalahan, Kau harus berpikir logis dan tetap tenang setiap saat. Tetap tenang, perluas pandanganmu, jangan terjebak pada detail kecil dan biarkan pikiranmu mengalir–

Ahh, ya

Pertimbangan pertamanya adalah “di mana tempat ini”?

Kalau saja ada seseorang yang bisa aku tanyakan … tidak, akan lebih baik jika tidak ada orang, bukankah begitu?

Momonga berpikir, sambil akan mendarat ditanah. Mungkin dia harus menyelidiki sekelilingnya dari udara dengan 「Fly」 … atau tidak. Ini mungkin saja reruntuhan yang sudah hancur , tetapi masih ada banyak rumah yang masih mempertahankan bentuknya. Mungkin saja ada penyusup di sana. Mungkin saja akan ada seseorang yang bersembunyi di tempat-tempat sempit di antara rumah-rumah yang hancur mengintip padanya.

Ruang terbuka mungkin menawarkan pandangan yang lebih leluasa, tetapi pada dasarnya itu sama saja memperlihatkan dirinya kepada musuh.

Meskipun dia tidak berpikir bahwa akan ada seseorang yang akan meng-PK-nya ketika sedang menghadapi keadaan yang tidak dapat dipahami ini, dan ada kemungkinan juga bahwa Momonga adalah satu-satunya yang berakhir seperti ini, dia harus bergerak diam-diam sampai dia mengurai misteri ini.

Dan juga, Momonga memegang bukti guild, Staff of Ainz Ooal Gown. Itu akan meningkatkan kemungkinannya di-PK.

[PK : Player Killing]

Oleh karena itu, ini adalah langkah pertama yang harus diambilnya.

「Perfect Unknowable」

Momonga merapalkan mantra. Ini adalah mantra tingkat tinggi yang jauh melampaui 「Invisibility」. Sekarang, dia seharusnya tidak terlihat kecuali menggunakan mantra atau kemampuan khusus. Meskipun itu merupakan halangan yang sepele bagi sekelompok Player tertentu, setidaknya itu mengurangi kemungkinan dia di PK.

Momonga menatap tangan putih kurusnya dan melihat ke bawah. Dia masih bisa melihat dirinya sendiri, dan tidak ada ikon yang mengatakan kepadanya bahwa dia tidak terlihat. Dengan kata lain, dia merasa tidak percaya diri.

Saat ia turun, detail kota perlahan-lahan mulai terlihat. Para penduduk seharusnya sudah lama meninggalkan tempat ini, karena dia bisa melihat tanda-tanda di mana rumah-rumah runtuh karena rusak.

Apa yang terjadi dengan kota ini? Yang lebih penting lagi, apa yang sedang terjadi sekarang? Apakah YGGDRASIL 2 sudah dimulai? Atau apakah ini event tersembunyi dari para devs? Seperti misalnya, dipindahkan secara paksa ke sini jika kau tidak logout hingga penutupan? Tetapi dalam hal itu, bagaimana caranya menjelaskan sensasi nyata ini?

Dia tidak dapat menemukan jawabannya, tidak peduli bagaimana dia menderita karena memikirkannya.

Saat dia sudah turun, Momonga berpikir untuk menggunakan skill.

Ada banyak jenis skill, tetapi menggunakan skill penciptaan undead sementara dia tidak terlihat bukanlah pilihan yang baik. Apa yang dia lakukan hanyalah mengekspos posisinya. Meskipun dia bisa menggunakannya untuk membuat jebakan, dalam situasi ini mungkin membuat seseorang yang harusnya menjadi teman malah curiga.

Haruskah aku menutupi wajahku? Tidak, rasanya orang yang menutupi wajah mereka itu terlihat mencurigakan … good grief…

Momonga mengaktifkan salah satu skill-nya. Itu adalah kemampuan untuk mendeteksi undead.

Di YGGDRASIL, tempat-tempat seperti ini sering terdapat undead. Karena itulah, Momonga menggunakan skill itu hampir secara tidak sadar. Saat dia melakukannya, skill itu memberi tahu Momonga sebuah berita buruk.

“!”

Awalnya Momonga turun dengan perlahan, tapi sekarang dia tiba-tiba turun dengan sangat cepat dan bersembunyi di sebuah bangunan berlantai dua yang atapnya runtuh.

Kecepatannya ketika turun menciptakan awan debu. Momonga dengan tergesa-gesa melambaikan tangannya untuk mencoba menghilangkan debu, tetapi tidak berhasil.

Ruangan itu cukup luas. Perabotan di dalamnya telah hancur di bawah atap yang jatuh, dan karena telah terbuka benda-benda itu terlihat sangat rapuh.

Dia mempertahankan mantra 「Fly」 sehingga kakinya tidak menyentuh tanah. Dia telah mempertimbangkan kemungkinan bahwa lantainya akan runtuh. Jika dia terus mengamati situasi dengan cara ini, dia mungkin bisa mempelajari sesuatu.

Namun, Momonga memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dipikirkan–

–Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa area ini penuh dengan reaksi undead? Diteleportasi kemana sebenarnya aku ini?

Dan Momonga telah melirik ke suatu area yang memberikan respon undead sebelum dia masuk ke dalam rumah ini, dan dia melihat sosok seperti manusia di sana. Gerakannya yang tidak teratur tentu saja bukan gerakan dari makhluk hidup.

Momonga tetap diam ketika dia menekan dirinya ke dinding dan memfokuskan seluruh energinya untuk mengawasi bagian luar. Bahkan jika dia bisa mendeteksi undead, dia tidak bisa mengukur kekuatan mereka. Undead yang paling kuat dapat menembus melihat「Perfect Unknowable」.

Saat ini, ada dua hal yang harus dilakukan Momonga.

Salah satunya adalah pergi – tepatnya, pergi jauh dari tempat ini – sampai reaksi undead menghilang.

Dan hal kedua adalah untuk menyelidiki level dan semacamnya dari makhluk undead itu, dan jika mereka dari level yang bisa dia tangani, lalu cari tahu di mana tempat sekarang dia berada.

Dia harus memilih salah satunya.

Namun, tidak ada jaminan bahwa dia akan aman jika dia pergi. Dalam hal ini, akan lebih baik untuk tinggal di sini dan menyelidiki reaksi undead. Selain itu, Momonga adalah salah satu dari undead juga, jadi sangat mungkin bahwa dia tidak akan diserang selama dia tidak mengambil tindakan permusuhan.

Jadi, dengan asumsi bahwa disana benar-benar ada undead.

Momonga teringat perasaan ketika menggunakan mantra 「Fly」, dan rasa percaya diri muncul dalam dirinya.

Ini akan baik-baik saja. Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku merasa yakin bahwa aku dapat menggunakan mantra serangan tanpa adanya masalah … ini sebenarnya terasa buruk. Aku tidak merasa seperti diriku lagi … –Tidak. Aku akan memikirkan masalah itu nanti. Lebih penting lagi, aku masih memiliki sejumlah cara untuk melarikan diri selama aku bisa menggunakan 「Teleport.」

Momonga melihat sekeliling, lalu kearah lantai – yang ditutupi oleh sisa-sisa langit-langit yang runtuh – dan kemudian kearah atap reruntuhan.

“… Kuharap, itu tidak akan runtuh.”

Berbicara kepada dirinya sendiri adalah tanda kegelisahan.

Karakter yang disebut Momonga akan baik-baik saja bahkan jika atapnya menimpa dirinya.

Tetapi itu ketika berada di YGGDRASIL, dan bahkan jika dia bisa menggunakan mantra dan skill secara normal, tidak menjamin bahwa tubuhnya akan berfungsi dengan cara yang sama seperti ketika didalam game.

Dan juga, aku memiliki mata ini. Aku bisa menggunakan darkvision. Haruskah aku menganggap skill pasif-ku berfungsi secara normal juga? Omong-omong, bukankah tingkat teknologi di sini agak rendah?

Bangunan ini tidak menggunakan baja atau beton. Puing-puing yang berserakan di kakinya sulit untuk dikenali bentuknya mengingat bahwa itu telah dihancurkan sepenuhnya, tampaknya itu terbuat dari kayu dan batu bata.

Apakah ini … masih didalam YGGDRASIL? Tidak, meskipun aku rasa jawabannya masih berdekatan dengan itu …

Tidak peduli bagaimana dia memikirkannya, ini sama sekali bukan dunia nyata. Tetapi bahkan jika itu masalahnya, masih ada banyak keraguan yang masih belum terjawab.

Momonga mengesampingkan pertanyaan itu untuk sementara dan merapalkan mantra. Dia mulai dengan mantra「Message」. Dia harus melihat apakah dia bisa menghubungi orang lain, entah itu GM atau orang lain.

Setelah beberapa saat, dia mulai menggerutu.

“Aku tidak bisa terhubung, huh …”

Dia tidak bisa menghubungi siapa pun dan dia juga tidak bisa log out. Seolah-olah dia terjebak di dunia ini.

Selanjutnya … mari kita coba melihat sekeliling untuk mengumpulkan informasi. Kalau begitu, aku akan menggunakan–

“「Remote Viewing」.”

Dia menciptakan sensor magis dan membiarkannya mengambang di udara.

Ini merupakan taruhan. Akan sangat menyakitkan jika ada undead yang bisa melihat dirinya yang sedang dalam keadaan menghilang, tetapi akan lebih buruk lagi jika musuh memiliki cara untuk mengganggu mantra deteksi atau bahkan untuk melakukan serangan balik terhadap siasatnya.

Namun, apa yang dirasakan Momonga sesudahnya adalah kebingungan.

“Apa-apaan ini…”

Apa yang dia lihat sekarang benar-benar berbeda dari YGGDRASIL. Di YGGDRASIL, menggunakan 「Remote Viewing」 akan menciptakan jendela tampilan di sudut pandangannya. Seseorang dapat menyesuaikan ukuran jendela sesuka hati, tetapi pada dasarnya itu akan menciptakan sebuah gambaran terpisah.

Namun, kali ini berbeda.

Seolah-olah dia telah membuka mata baru, dan dengan itu, munculah bidang penglihatan lain.

Dia tidak tahu harus menyebutnya menarik atau aneh. Tetap saja, itu bukan suatu masalah. Itu terasa alami baginya, dan dia bisa mengoperasikan mantra seperti biasa. Dia bahkan merasa telah benar-benar berubah

Momonga mengabaikan kebingungan singkatnya dan menggunakan 「Remote Viewing」 untuk melihat jika terdapat undead.

Seorang pria tersandung, dengan cara yang bodoh.

Ada mata berawan di bawah kelopak mata yang terbuka, dan dia tidak menunjukkan tanda-tanda berkedip.

[Note : Mata berawan : https://knowtheglow.org/cloudy-eyes-mean/]

Tampaknya ini bukan undead tingkat tinggi. Sebaliknya, itu adalah tingkat rendah – Zombie. Hanya saja, penampilan Zombie biasanya sangat mengerikan, tetapi tidak untuk undead yang satu ini. Dia tidak terlihat seperti telah menderita kerusakan besar atau dalam keadaan busuk. Dia tampak seperti mayat yang masih bersih yang sedang bergerak.

Undead macam ini … jika diYGGDRASIL … tidak, kenapa aku berpikir kalau ini bukan YGGDRASIL? Ini mungkin saja patch versi besarnya … tetapi setelah server dimatikan? Bagaimana bisa?

Momonga tiba-tiba menyadari sesuatu, dan dia berteriak dengan suara yang tidak akan terdengar oleh Zombie di dekatnya.

“Ini tindakan ilegal! Menahan seseorang seperti ini adalah ilegal! Biarkan aku keluar dari sini! ”

Jika ini benar-benar didalam game, dan jika itu dikelola oleh seseorang, maka sangat mungkin bahwa kata-kata itu akan direkam. Computer Act-mandated helmet yang dikenakan Suzuki Satoru juga akan merekamnya. Jika perusahaan menyadarinya, mereka mungkin akan mengambil tindakan. Namun, dia tidak melihat respon apa pun yang seperti itu.

[Note : Computer Act-mandated helmet : artinya perangkat ini dilindungi oleh undang-undang]

Seperti yang aku pikirkan … apa ini bukan YGGDRASIL? Aku pikir  perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun dengan menargetkanku atas tindakan kejahatan mereka… Tapi game yang menjadi kenyataan atau semacamnya adalah mus … atau apakah itu memang bisa? Ditambah lagi, fakta bahwa aku menggunakan skill dan mantra ini seolah mereka adalah bagian dari diriku juga sangat aneh …

Momonga menggelengkan kepalanya.

Itu juga sangat penting, tetapi prioritasnya sekarang adalah memperhatikan situasi di sekitarnya. Dia harus melindungi dirinya sendiri terlebih dahulu. Jika dia mati, apakah permainan akan berakhir dengan dirinya yang logout, atau apakah itu hanya akan menjadi akhir dari dirinya karena ini adalah kenyataan?

Momonga membiarkan sensor yang diciptakan oleh mantranya melayang melewati mata Zombie itu.

Tidak ada respon.

Pria itu terus berjalan ke depan.

Dia tidak bisa melihatnya … bisakah aku meyakini bahwa itu Zombie?

 

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded