Overlord Volume 12 Chapter 1 Part 1

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 
  • Editor : Entoma V. Zeta

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

Demon Emperor Jaldabaoth

Holy Kingdom adalah sebuah kerajaan yang berada disemenanjung barat daya Re-Estize Kingdom.
Itu adalah sebuah kerajaan yang sangat religius, dipimpin oleh seorang Holly Queen yang bisa menggunakan sihir hebat dan yang berhubungan erat dengan gereja-gereja. Konon, mereka tidak terlalu religius seperti Slaine Theocracy.
Selain itu, ada dua ciri khusus tentang geografi Holly Kingdom.
Yang pertama adalah bahwa tanahnya terbagi ke utara dan selatan oleh laut, namun bagiannya tidak terpisah sama sekali. Sebaliknya, teluk raksasa – empat kilometer panjangnya dan dua setengah kilometer lebar – membuat geografinya terlihat seperti huruf U yang diputar di sisinya.

Dengan demikian, beberapa orang memanggil mereka Holly Kingdom Utara dan Selatan.

Lalu, ada fitur lain.

Pintu masuk ke semenanjung itu memakai tembok besar, panjangnya lebih dari seratus kilometer.

Dibangun untuk menahan serbuan dari suku-suku demihuman yang berkumpul di perbukitan di sebelah timur Holly Kingdom, dan menjadi batas di antara mereka dan Theokrasi.

Tembok besar ini, yang dibangun dengan biaya yang besar dan kurun waktu yang lama serta sumber daya, adalah sebuah saksi bisu tentang betapa menakutkannya keberadaan para demihuman yang sering menyerang Holly Kingdom.

Ada kesenjangan kekuatan yang besar antara demihuman dan manusia.
Memang, ada demihuman tertentu yang lebih lemah dari manusia, seperti Goblin. Itu adalah fakta.

Baik itu ukuran tubuh , kekuatan fisik, pengetahuan, atau tingkat di mana mereka menghasilkan kastor ajaib, mereka adalah lawan yang hebat bagi manusia dalam segala hal.

Meski begitu, bahkan Goblin seperti itu yang memiliki mata yang bisa melihat dalam kegelapan, dan jika mereka dengan hati-hati menyembunyikan tubuh kecil mereka di sudut-sudut gelap – misalnya, saat meluncurkan penyergapan malam hari di hutan – mereka pasti akan menjadi musuh yang menyusahkan bagi manusia.

Tak perlu dikatakan lagi, sebagian besar demihuman memiliki tubuh yang lebih kuat daripada manusia, dan ada juga banyak ras yang secara alami memiliki kemampuan magis. Jika mereka membiarkan makhluk itu menyerang sesuka hati, mereka harus membayar harga yang tak terhitung dalam darah untuk melawannya.

Oleh karena itu, Holly Kingdom memilih untuk memperkuat pertahanannya.

Mereka melakukan ini agar para demihuman tidak mengambil satu langkah pun ke tanah mereka.
Mereka melakukan ini untuk memberi tahu dunia bahwa tanah ini bukan milik Demihuman.

Mereka melakukan ini untuk membuat para Demihuman tahu bahwa jika demihuman berani melanggar hak mereka, mereka akan mengalami serangan balasan yang mengerikan.
Namun, tembok yang dibangun untuk tujuan itu memiliki beberapa masalah.
Agar tetap beroperasi pada kapasitas penuh, mereka harus tetap memiliki banyak tenaga kerja yang berjaga sepanjang hari di lokasi.

Kepemimpinan Holy Kingdom telah menghitung berapa banyak kekuatan tempur yang dibutuhkan untuk mengalahkan suku demihuman jika menyerang. Jawabannya adalah bahwa kerajaan itu akan berada dalam bahaya sebelum para demihuman menyerang mereka.

Sementara mereka tidak memiliki biaya untuk mengumpulkan pasukan yang tidak terpakai, ada kebutuhan untuk menempatkan jumlah tenaga kerja yang sesuai di sana.

Dalam sejarah Holly Kingdom – setelah pembangunan tembok – invasi terberat ke tanah mereka telah terjadi selama invasi saat di tengah Hujan Panjang.

Itu adalah serangan malam, diluncurkan oleh sebuah ras yang disebut Srush, yang memiliki tangan pengisap dan lidah berbisa yang bisa bertahan lama, dan anggota elitnya bahkan bisa mengubah warna kulit mereka seolah-olah menggunakan mantra「 kamuflase 」.

Srush melewati dinding, dan menuju ke barat.
Banyak desa yang telah hilang, dan sampai hari ini, masih ada desas-desus bahwa Srush masih bertahan di dalam batas-batas Holly Kingdom, begitulah tragedi yang telah dilipat saat itu.

Mereka ingin memperbaiki tembok agar tidak terjadi tragedi semacam itu, namun pasukan yang ditempatkan di setiap titik sepanjang jalannya akan sulit bagi kerajaan. Solusi yang mereka dapatkan adalah membangun pos-pos terdepan dengan interval tetap di sepanjang dinding. Titik-titik kuat ini kemudian akan diawasi oleh benteng raksasa.

Mereka menempatkan sejumlah kecil pasukan di basis ini, tujuan mereka untuk memberikan waktu, kepada orang terakhir. Jika mereka menghadapi serangan musuh, mereka akan meluncurkan suar untuk meminta bala bantuan. Selain itu, ada perkumpulan pasukan yang akan menjadi staf dan berpatroli di benteng, bertugas sebagai pasukan cadangan selama keadaan darurat, untuk ditempatkan sesuai situasi yang dibutuhkan.

Setelah melakukan langkah-langkah ini, para demihuman tidak berhasil menembus dinding lagi.

Namun, ketekunan kepemimpinan Holly Kingdom saat itu telah berubah menjadi obsesi. Bahkan garis pertahanan-pertahanan yang direncanakan dengan hati-hati tidak bisa meyakinkan mereka.

Memang, itu adalah dinding yang sangat besar – untuk manusia. Namun, tidak ada ancaman apapun untuk ras yang beberapa kali lebih tinggi dari manusia atau yang memiliki kemampuan terbang. Oleh karena itu, tidak mudah bagi mereka untuk beristirahat saat menghadapi demihumans yang memiliki banyak kemampuan, bahkan dengan benteng kokoh semacam itu.

Holly King pada waktu itu adalah orang yang bijaksana, dan dia bahkan sudah siap menghadapi kemungkinan terjadinya penerobosan di dinding. Solusinya adalah memobilisasi seluruh bangsa.
[TL : Mobilisasi : Menggerakan secara massal ]

Oleh karena itu, warga Holy Kingdom diwajibkan untuk wajib militer nasional. Selama mereka dewasa, semua warga kerajaan, laki – laki dan perempuan, akan menjadi pasukan dan perlu menghabiskan sejumlah waktu untuk dilatih, setelah itu mereka ditugaskan untuk bertugas sebagai penjaga di dinding. Harapannya adalah bahwa mereka akan menjadi pasukan cadangan untuk melindungi tanah mereka jika demihuman melintasi tembok.

Semua tempat tinggal dengan ukuran tertentu juga diperkuat. Ini memberi penduduk desa cukup kekuatan untuk bertahan sampai pasukan reguler bisa tiba, dan mengizinkan desa-desa tersebut untuk dijadikan pos militer. Pada akhirnya, desa-desa Holly Kingdom jauh lebih terlindungi daripada kerajaan-kerajaan lain, dan mereka juga dapat berfungsi sebagai pangkalan militer.
♦ ♦ ♦

Garis pertahanan Holy Kingdom terbuat dari tiga dinding yang saling terhubung. Hanya ada tiga gerbang yang diperkuat di sepanjang tembok panjang, yang panjangnya lebih dari seratus kilometer, dan mereka juga berfungsi sebagai garnisun untuk mengirim pasukan ke tempat-tempat kuat di sekitarnya. Jika demihuman menyerang dan perintah mobilisasi secara keseluruhan diberikan, mereka akan menjadi daerah pementasan dimana pasukan berkumpul untuk menyerang musuh.
[Garnisun : Garnisun adalah suatu korps pasukan yang ditempatkan di suatu benteng untuk bertahan melawan musuh yang dapat menyerangnya]

Inilah salah satunya.
Saat matahari perlahan terbenam di bawah cakrawala, tanah berwarna merah itu perlahan direndam dengan warna malam.

Seorang pria berwajah tampan berdiri dengan satu kaki di benteng, melihat ke atas tanah – di kaki bukit bagian barat. Setelah itu, dia menurunkan kakinya.

Lehernya kuat, dan otot-otot dadanya cukup menonjol sehingga orang bisa merasakannya melalui baju besinya yang tebal. Lengannya yang kuat bertengger dari lengannya yang digulung. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menggambarkannya daripada ” fuarking joocy brah “

Wajahnya buram, seorang veteran kondisi keras, dan alisnya yang tebal dan kumis yang berantakan mengungkapkan tentang kebrutalan dan liar. Tubuhnya yang kuat dan penampilannya yang buram seharusnya saling cocok, namun matanya mematahkan tren itu.

Mereka kecil dan bundar, seperti binatang kecil, dan itu hampir tidak sesuai.
Begitulah orang yang sekarang memandang ke langit.

Angin membawa awan tipis dengan kecepatan yang luar biasa, tapi bahkan jika dia bisa melihat bintang di balik penutup tipis nya, mereka tidak bisa menerangi tanah itu.

Lubang hidung pria itu berkobar, dan dia menarik napas dalam-dalam, mencium nafas malam sampai awal musim gugur, yang dibumbui dengan sedikit dinginnya musim dingin. Langit malam yang merah menelan cahaya samar senja di cakrawala dengan kecepatan yang bisa terlihat dengan mata telanjang. Pria itu membelakangi bukit, dan menatap orang-orang di sekitarnya.

Mereka adalah prajurit veteran yang mempercayainya dan yang telah mengikutinya. Itu karena dia dikelilingi oleh pejuang semacam itu sehingga dia membiarkan dirinya memiliki celah sesaat. Bagaimanapun, pekerjaan hari itu telah selesai, dan tidak ada yang bisa membantahnya.
“-Oi, ada yang bertanya pada peramal tentang cuaca malam ini?”

Pertanyaan itu diajukan dengan suara yang kuat yang melengkapi tubuhnya yang kuat. Para prajurit saling pandang, dan salah satu dari mereka berbicara atas nama kelompok tersebut.

“Maafkan saya sedalam-dalamnya! Tuan Kopral Campano , nampaknya tak ada satupun dari kita yang pernah mendengar laporan yang dimaksud! “

Orang ini – Orlando Campano – adalah seorang pria dengan peringkat cukup rendah dalam hierarki militer Roble Holy Kingdom.

Dari bawah sampai atas, jajaran militer Roble Holy Kingdom terdiri dari Recruit, Private, Private First Class, Kopral, Sersan, Sersan Peleton, dan sebagainya. Tentu saja, peringkat yang berbeda ada di unit yang berbeda, dan ini hanyalah barisan untuk pasukan reguler.

Biasanya berbicara dengan kopral adalah sederhana tidak perlu menggunakan “Tuan”.

Namun, mereka memanggilnya “Tuan” bukan untuk menggodanya. Rasa hormat mereka terhadapnya terbukti dalam sikap dan nada mereka. Bukan hanya itu; Setiap prajurit yang hadir, masing-masing mereka adalah veteran terampil dalam banyak pertempuran, merasakan hal yang sama tentang Orlando.

“Sudah waktunya.”
Orlando perlahan membelai wajahnya yang berkumis.
“Tuan, jika ada waktu, maukah anda mengizinkan saya untuk pergi dan bertanya segera?”
“Hm? Tidak, tidak perlu untuk itu. Tugas kita sudah berakhir sekarang. Apa yang terjadi selanjutnya adalah tanggung jawab yang lain. “
Orlando Campano.

Dia adalah seorang pria ,yang dengan mengandalkan keahlian bertarungnya sendiri, mendapat kehormatan untuk dinobatkan sebagai salah satu dari Nine Colors Holy Kingdom oleh Holy King sebelumnya.

Alasan mengapa pria seperti itu tetap berada di pos rendah seperti itu berasal dari dua masalah yang dialami Orlando.

Yang pertama adalah karena dia sangat senang dengan kebebasan – dia benci bila diperintah.
Yang kedua adalah karena ia terobsesi dengan keterampilan bertarung.

Ketika kedua titik ini bersatu, mereka menuju ke jalan kehidupan yang berbunyi, “Jika kau ingin memberi tahuku apa yang harus dilakukan, hentikan omong kosong itu dariku dan kalahkan aku terlebih dahulu.” Jika dia bertemu dengan seorang musuh yang layak, dia akan berkata, “Kau terlihat cukup kuat Tunjukkan kemampuanmu, “dan kemudian mereka akan bertarung sampai salah satu dari mereka pingsan.

Kepribadian ini telah menyebabkan dia menggunakan kekerasan pada para bangsawan dan atasannya, jadi dia telah diturunkan lebih dari sepuluh kali.

Tidak perlu orang-orang yang tidak bisa mematuhi perintah di militer, dan mereka secara umum juga dibenci. Dalam keadaan normal, dia mungkin dipenjara atau dipecat secara tidak hormat. Namun, dia belum pernah bertemu dengan nasib seperti itu hanya karena kekuatannya. Selain itu, ada orang yang mengagumi orang seperti dia.

Untuk orang kasar yang tidak senang diperintah oleh bangsawan lemah, cara hidup Orlando dengan kekuatan lengannya tidak lain adalah sukacita itu sendiri.

Unitnya adalah skuad yang terdiri dari penjahat semacam itu – tidak, mereka lebih seperti geng.

Mereka cukup banyak, sehingga memanggil mereka ‘Rombongan’ tidak akan masalah. Selain itu, anggotanya mungkin tidak sekuat Orlando, tapi mereka semua adalah warrior terampil, yang menyebabkan dia menganggap jabatan tidak resmi sebagai atasan tidak dapat dia toleransi, tapi dia tidak dapat melakukan apa-apa.

Orlando melihat sekeliling, dan setelah memverifikasi identitas pria yang mendekati mereka, sebuah senyuman muncul di wajahnya, seperti sebuah karnivora yang akan menerkam mangsanya.

Pria itu tampak sangat ramping dibandingkan dengan bentuk brutal Orlando. Namun, dia bukan serigala ranting. Sebaliknya, dia memiliki pandangan yang kurus dan kuat serta tajam tentang dirinya.

Selain itu matanya yang kecil sangat tajam, seolah-olah hendak menyerang kapan saja. Lalu ada bawahannya yang kecil, yang tidak terlihat seperti orang-orang dalam kelompok yang sama. Halusnya, dia adalah seorang pembunuh. Dengan kata yang agak kasar, dia adalah pembunuh massal.

“Bicara tentang iblis, dan ini dia datang. Senang bertemu denganmu di sini, night shift-san. Terima kasih atas kerja kerasmu ~ “
[TL : night shift-san = maksudnya orang yang akan berganti untuk berjaga, jadi semacam julukan atau ejekan ]

Pria satunya mendekati mereka dengan langkah kaki sunyi. Dia berpakaian sangat berbeda dari Orlando.

Orlando dan orang-orang di sekitarnya mengenakan pakaian pelindung kulit berat, terbuat dari kulit monster yang disebut Lanca Cattle. Selain itu, mereka membawa perisai bulat kecil dan pedang bermata satu, pakaian standar pasukan superior Holly Kingdom. Kebetulan, Orlando adalah satu-satunya yang memiliki dua pedang di pinggangnya.

Berbeda dengan itu, pria satunya mengenakan jas pelindung kulit yang bagus. Ada lambang seekor burung hantu yang dijahit di dada kanannya, sementara lambang Holy Kingdom ada kirinya.

“… Orlando. Aku belum menerima laporan perubahanmu. Dan Juga, apakah begitu caramu bersikap terhadap atasan. Itu seperti pembangkangan. Berapa kali aku harus mengingatkanmu akan hal itu? “

“Baiklah, maafkan aku, Platoon Sersan-sama.”
[TL : Platoon sersan-sama : disini Orlando sudah bersikap sopan ]

Saat Orlando memberi hormat padanya, orang-orang di bawahnya juga memberi hormat. Itu adalah salam yang layak, jenis yang tidak akan pernah mereka berikan kepada seorang bangsawan atau atasan belaka. Itu adalah salut yang menunjukkan rasa hormat yang tulus.

Pria itu mendesah dengan “haaah”. Itu adalah desahan yang dibuat oleh orang yang tahu bahwa ini tidak dapat ditolerir, tapi siapa juga yang tahu bahwa mengajari dia tentang hal itu tidak akan ada gunanya.

Maaf bos Kebiasaan tertanam keras, seperti yang mereka katakan.
Alasan mengapa Orlando memberi hormat pada pria ini, betapapun enggannya, adalah karena dia telah mengalahkan Orlando.

Aku ingin sekali mengalahkanmu sebelum meninggalkan tempat ini. Sesuai persyaratan, Bukankah begitu Sersan Platoon Babel Baraja?

Pria itu – Babel Baraja – dijuluki “The Night Watchman”. Seperti Orlando, dia adalah salah satu dari Nine Colors. Busur besar dan indah di punggungnya berkilauan dengan cahaya sihir samar, dan getaran yang tergantung di pinggangnya bersinar dengan cara yang sama. Dia adalah pemanah, sama seperti penampilannya, dengan reputasi yang baik.

“Aku selalu memikirkannya, tapi bekerja di malam hari pasti sulit. Para demihuman sangat baik dalam kegelapan dan cukup sulit menemukan jejak mereka, apalagi melawan mereka. “

“Termasuk kami juga. Satu-satunya cara untuk mendapatkan sihir dan talenta yang sebanding dengan demihuman – penglihatan mereka – adalah melalui pelatihan. Dan kami sudah menerima pelatihan itu. “

“Ya ya. Sama halnya dengan anak perempuan yang sangat kamu banggakan itu kan? “
Wajah Babel bergetar, dan Orlando langsung menyesali dirinya yang memilih topik yang buruk.

Ini adalah pria yang ekspresinya tetap tidak berubah bahkan di tengah pesta minum. Satu-satunya pengecualian adalah ketika topik putri dan istrinya muncul. Di situlah terbaring masalah fatal.
“Oh ya. Dia gadis yang luar biasa. “
– Itu terjadi Itu sudah dimulai.

Babel tidak mengindahkan penyesalan Orlando dan terus berbicara.

“Konon, sejujurnya aku tidak tahu kenapa dia mau jadi paladin. Dia hanya seorang gadis yang lembut dan rapuh, tentu bukan tipe orang yang berpikir kekuatan sebagai segalanya – sejujurnya, dia bahkan takut ulat bulu dan menangis di masa lalu – dan sementara aku mengatakan bahwa itu mungkin adalah segalanya sekarang, itu belum Sampai pada istriku… meskipun istriku sedikit mirip dengannya – dan dia menggemaskan karena dia tumbuh seperti diriku, tidak, aku harus mengatakan bahwa sayang dia akhirnya tumbuh untuk terlihat sepertiku – tapi rasa malu yang sebenarnya adalah bahwa dia tidak memiliki bakat untuk menggunakan pedang. Namun, dia mahir dalam memanah. Kalau saja dia bisa mengasah ketrampilannya dalam hal itu, tapi kemudian dia ingin menjadi paladin dan semacamnya – “

Dia membiarkan cerita yang berkelok-kelok itu mengalir di satu telinga dan keluar dari telinga yang lain, dan akan mengubah topik saat dibutuhkan, tapi sepertinya dia masih belum menemukannya.

“Oi, apa kau mendengarkanku ?”
Pertanyaan itu sudah diduganya.

Tidak, aku tidak mendengarkan. Aku pikir aku berhenti setelah yang ketiga kalinya. Setelah mendengar hal yang sama sekitar lima atau enam kali, dalam keadaan normal Orlando dengan tidak sengaja menjawab “tidakk”. Namun, menjawab Babel akan menjadi kesalahan yang mengerikan. Itu karena dia tahu pasti dia akan menjawab, “Kalau begitu aku akan memberitahumu lagi”.

Hanya ada satu jawaban yang benar yang bisa dia berikan.
“Tentu saja. Betapa cantiknya dia! “
Wajah Babel berubah drastis. Sementara itu adalah ungkapan buruk yang membuat Orlando waspada, faktanya adalah bahwa orang lain itu hanya merasa malu.

Jika dia tidak memanfaatkan pola pikir Babel menikmati kegembiraan mendengar anak perempuannya menerima pujian dari orang lain dan memanfaatkan saat ini untuk mengatasi keinginannya untuk mulai memuji putrinya sekali lagi, dia pasti akan terjatuh lagi ke neraka itu.

“Juga–“
Hanya satu hal yang bisa mengalahkan topik putrinya. Itu adalah pekerjaan.
“Tidakkah malam hari akan bertabrakan dengan jam istirahatmu ? Apa tubuhmu tidak merasa aneh? “

Ekspresi pembantai di wajah Babel kembali pada ekspresi pembunuh yang biasa.

“… Sudah berapa kali kau mengajukan pertanyaan itu? Jawabannya sama seperti biasanya; Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, mengapa kau begitu terobsesi dengan pertanyaan itu? Apa yang sebenarnya kau dapatkan?”

Dia tahu penyebabnya, tapi tetap saja, pergeseran sikap yang cepat ini tetap membuatnya terdiam dan menatap.

Dari mana asalmu sekarang, dia ingin mengatakannya, tapi Orlando tidak ingin kembali ke neraka dari sekarang.

“… Hah. Maksud mu, apa yang sebenarnya ingin aku katakan? Nah, itu pertanyaan yang mengejutkan … Aku hanya berpikir bahwa ini akan menyebabkan banyak masalah bagiku jika orang yang mengalahkanku menghancurkan tubuhnya dan akhirnya harus pensiun karena hal sepele. Tentu saja, begitu aku menang, hal-hal kecil seperti itu tidak akan penting lagi. “

Dulu, Orlando sudah percaya dengan dirinya sendiri saat pertama kali ditugaskan ke benteng ini, dan mengingat kembali hari-hari itu membuatnya malu. Pasukan terampil berkumpul di sekelilingnya dengan kagum, mendorong egonya lebih jauh, dan entah bagaimana, akhirnya diapun bertarung melawan Babel. Orlando menyukai pertarungan pedang jarak dekat. Sebaliknya, Babel menyukai busur – atau pertempuran jarak jauh.

Jika keduanya bertarung, persyaratan tentang perjanjian jarak akan sangat penting. Namun, Babel dengan bangga menyatakan bahwa dia baik-baik saja dengan pertarungan jarak dekat.

Dan kemudian, Orlando telah kalah.
Orlando menghormati Babel karena alasan itu. Pada saat bersamaan, ia menyimpan keinginan untuk mengalahkannya lain kali. Selain itu, ia ingin melawan Babel di bidang keahliannya, bertempur jarak jauh, dan muncul sebagai sang pemenang di sana.

“Apakah begitu. kau ingin melawanku ? Sementara aku berada di puncak kondisi fisik, tanpa sedikitpun kekurangan. “

Orlando sangat gembira dengan kata-kata Babel, yang diucapkan sebagai senyuman terbaik di wajahnya.

Oh ya, pasti. Bukankah itu sudah jelas? Aku ingin melawanmu, aku ingin mengakhiri hidupku dengan melawanmu. Namun, itu tidak bisa terjadi, kan? Meski begitu, jika memungkinkan, aku ingin kita bertarung dimana kita berdua bisa mati kapan saja. Begitulah aku ingin melawanmu.

Namun, Orlando tetap diam. Itu karena instingnya mengatakan tidak ada yang tahu di mana binatang itu sebelum dia pergi. Dan faktanya, apa kata Babel setelah itu mengkonfirmasi naluri itu.

“Tetap saja, aku harus minta maaf. kau harus tahu mengapa. Kau bahkan bisa menghitung jumlah orang yang bisa mengalahkanmu dengan jari satu tangan jika kau sekarang dalam pertempuran jarak dekat. Dan aku bukan salah satu dari mereka. “

Lalu mari kita selesaikan dengan pertempuran jarak jauh. Kata-kata itu tidak keluar dari mulut Orlando. Itu karena dia tahu itu hanya akan menjadi penghinaan terhadap lawan yang layak.

Dia mengingat kemampuan busur Babel. Dia masih belum yakin bahwa dia bisa menghindari serangannya dan menutup jarak pada saat bersamaan.

–Tidak, belum.
“Nah, kalau memang begitu, saatnya membuat laporanmu.”
“Tidak perlu terburu-buru, Bos. Ini bukan saatnya perubahan shift, kan? Dengar, bel belum berbunyi. “
Memang, bel yang memberi isyarat perubahan shift belum terdengar.

“Kau masih perlu mempersiapkan diri untuk berganti shift, kan? Ada hal yang harus dilakukan sebelum bel berbunyi. Kau harus siap sendiri sehingga kau bisa berganti selama bel berbunyi. “

“Masih terlalu dini bahkan untuk itu, benarkan bos ? Ayo bicara dengan kami sebentar. “
“Kalau begitu, bisakah aku membuat laporan ke komando kedua Sersan Peleton?”
Orang yang berbicara adalah salah satu anak buahnya.

“Oh, itu ide bagus. Kerja bagus, kau Bagaimana dengan itu, Bos? “
“… Hah. Kau benar-benar agak berbeda hari ini. Apa kau ingin mengatakan sesuatu ? Jujur saja … jika kau ingin mengatakan sesuatu, keluar dan katakanlah.”

Seakan bisa mengatakan itu.
Sementara dia mengakui orang lain sebagai seseorang yang bisa dia ajak bicara karena dia menghormatinya, Orlando adalah tipe orang yang tidak berbicara dengan orang justru karena dia menghormatinya. Dengan kata lain, dia adalah seorang tsundere.
[TL : Tsundere = Sifat malu-malu tapi mau]

“Nah, itu sebabnya kau bosnya. kau mengerti kan? “
“… Hahhh. Jadi, apa itu? Aku tidak akan mengecewakanmu jika itu omong kosong sepele. “
“Nah, tentang itu …” Orlando melepas helmnya dan menggaruk kepalanya. Udara sejuk terasa nyaman di kulit kepalanya yang panas.
“sebenarnya aku ingin melakukan perjalanan sebagai Warrior. Jadi bisakah aku meninggalkan tempat ini? “

Dia bisa mendengar suara terkejut yang terengah-engah dari sekelilingnya. Namun, ekspresi pria ramping di depannya tetap tak tergerak.
“Kenapa ceritakan padaku?”

“Itu karena kau adalah orang yang paling aku percayai di kerajaan ini, atasan. Jika kau tidak akan menghentikan aku untuk itu, maka aku tidak memiliki ikatan yang tersisa. “

“… bukankah kau seorang NCO? Jika kau telah menyelesaikan pelayanan nasionalmu, aku tidak mungkin menghentikanmu. “
[TL : NCO = Semacam Prajurit ]

Holy Kingdom mempraktekkan wajib militer. Oleh karena itu, terkadang mereka memanggil orang-orang yang memilih menjadi tentara noncommissioned officers, untuk membedakannya dari orang-orang yang telah diwajibkan untuk militer. Babel dan semua orangnya adalah NCO, sementara Orlando memiliki beberapa bintara dan wajib militer di bawah komandonya.

“Kalau begitu, kau tidak keberatan jika aku berhenti, kan?”
Ini adalah pertama kalinya wajah Babel berubah dari saat topik istri dan putrinya muncul. Orlando nyaris tidak berhasil menemukan jawabannnya karena kekuatan persepsinya yang luar biasa didapat dari menjadi seorang Warrior. Tidak ada orang lain di sekitar mereka yang menyadarinya.

Dia adalah seseorang yang diakui Orlando sebagai manusia baja, tapi sebenarnya dia terganggu oleh pertanyaan tentang tinggal atau pergi. Hatinya berputar-putar dengan campuran kegembiraan dan kesedihan.

“… Baiklah, secara hukum aku harus menerimanya. Aku tidak bisa menghentikanmu … Yang mengatakan, kita akan sangat merasakan kehilangan dengan tidak adanya orang kuat sepertimu. Seharusnya Kau pergi pada perjalanan Warrior mu sebelumnya, bukan? Kenapa sekarang? Apakah karena tidak ada lagi serangan demihuman? “

Sejak sekitar setengah tahun yang lalu, para demihumans telah berhenti menyerang benteng ini. Di masa lalu, mereka telah menyerang sekitar satu atau dua kali sebulan, dengan sekitar beberapa lusin orang setiap saat.

Walaupun mereka hanya berjumlah beberapa lusin, mereka masih demihumans, yang memiliki kemampuan fisik superior dibandingkan manusia, dan banyak di antara mereka memiliki kemampuan spesial di atas itu. Itu adalah angka yang bisa dengan mudah membantai seluruh grosir pasukan.

Baik Orlando dan Babel telah mengalami banyak situasi di mana mereka harus mengirim pasukan elit untuk operasi bantuan.

“Kau tahu aku tidak suka membantai para demihuman, bukan? Aku suka melawan orang kuat dan menjadi kuat. “

“Jadi bagaimana dengan Grand King?”
“Ahhh, orang itu …”
“Oh, dan kemudian ada Devil Claw, the Beast Emperor, the Ashen King, the Burning Frost Lightning, dan the Cyclone Lance.”

Babel telah menyebutkan nama panggilan dari beberapa demihumans terkemuka, tapi selain yang dia sebutkan tadi, tidak ada yang bisa memindahkan hati Orlando.
Grand King Buzzer.

Dia adalah raja dari sebuah suku demihuman tertentu, yang dikenal sebagai Lord of Destruction.

Julukan itu berasal dari fakta bahwa dia ahli dalam seni bela diri yang menghancurkan persenjataan dan gaya bertarungnya yang berkisar pada teknik menggelegak seperti itu.

Dia adalah musuh besar Holy Kingdom yang telah mengalahkan banyak pejuang terkenal, dan dia telah melawan Orlando di masa lalu. Saat itu, dia telah menghancurkan longsword milik Orlando, senjata cadangannya dari shortsword dan handaxe, dan bahkan sebuah billhook digunakan untuk menebang pohon untuk kayu bakar.

 

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded