Overlord Volume 12 Chapter 3 part 1 Memulai Serangan Balik

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 
  • Editor : Entoma V. Zeta

Memulai Serangan Balik

Kereta itu bergetar.
Kereta ini adalah milik Sorcerer King, penampilan luarnya yang sederhana berbeda jauh dengan dalamnya yang sangat bagus dan berseni, dan bagasi yang sangat berguna. Neia sangat berterima kasih atas bantal yang tidak menyakitkan pantatnya tidak peduli berapa lama dia duduk di atasnya. Neia memandang sekilas Sorcerer King, yang duduk di hadapannya dan menatap ke luar.
Dia mungkin adalah raja undead yang menakutkan, tapi tidak ada kekuatan untuk menindas yang ditunjukkannya saat bertemu dengan mereka di ruang pertemuan.
Mungkin ini karena dia telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk bercengkrama dengan Sorcerer King selama perjalanan mereka.

Selama ini, satu hal yang telah Neia pelajari adalah bahwa Sorcerer King sangat rendah hati.
Memang benar bahwa Sorcerer King bersikap sebagai seorang raja yang mulia, karena setiap tindakan yang dilakukannya mencerminkan kualitasnya sebagai seorang raja.
Namun, saat Neia duduk di kereta bersamanya, dari waktu ke waktu sikapnya seperti tidak berbeda dari orang biasa. Selain itu, kejadian ini semakin sering terjadi akhir-akhir ini.
Kemungkinan besar, Sorcerer King telah mempertimbangkan bahwa Neia merasa gugup di sekitarnya, dan karena kemurahan hatinya, dia memilih untuk bertindak lebih mirip orang biasa. Alasan kenapa dia bisa dengan baik melakukannya mungkin karena kemampuan aktingnya sudah meningkat dan mengapa dia tidak bertindak seperti itu di sekitar yang lain mungkin karena mereka masih berperan sebagai paladin.

Beranggapan dia akan memperlakukan warga negara lain dengan cara seperti ini … Sungguh Raja yang sangat perhatian …
Apakah dia memperhatikan paladin yang mengendarai kuda di samping kereta? Atau mungkin — mungkin dia melihat sesuatu yang lebih jauh, sesuatu yang tidak dilihat Neia —
“Umu? Apa ada sesuatu yang menarik di wajahku?”
“Eh! — Tidak, maafkan saya, Yang Mulia! Tidak ada apa pun di wajah Anda …”
Sepertinya dia menatap terlalu lama pada Sorcerer King. Kebingung kenapa Neia menatap wajahnya, Sorcerer King menyentuh wajahnya dengan tangan tulang miliknya.
“Kurasa cukup canggung untuk duduk berdua di dalam kereta dan tidak mengatakan apapun. Ya, kalau begitu, mari bicarakan sesuatu.”
Meski sudah sedikit terbiasa, berbicara dengan Sorcerer King selalu membuat perutnya sakit.
“Kita sama sekali belum saling mengenal, jadi tidak mudah untuk bertanya langsung mengenai suatu hal yang privasi, tapi kita sudah berada di kereta yang sama selama beberapa hari ini. Kurasa kita bisa jujur satu sama lain sekarang. Neia Baraja. Bisahkan kau menceritakan sesuatu tentang dirimu?”
“Tentang saya?”

Bahkan berbicara tentang dirinya sendiri merupakan topik yang tidak jelas. Dia tidak tahu apa yang bisa dia katakan untuk menyenangkan Sorcerer King.
“Ya, tentu saja. Misalnya, mengapa kamu ingin menjadi squire. Pekerjaan macam apa yang biasa dilakukan oleh seorang squire. Bisakah kamu menceritakanya?”
“Jika itu membuat Anda senang, Yang Mulia.”
Setelah menundukkan kepalanya, Neia mulai membicarakan apa yang diminta-Nya, tapi itu bukan topik yang menarik. Berbicara tentang keluarga dan pekerjaan seorang squire tidak terlalu menarik.

Selain itu, aku diberitahu untuk tidak memberitahukan apapun kepada Sorcerer King tentang masalah dalam negeri tapi ini harus dilakukan.
Sebaliknya, jika dia malah harus menutupi fakta tersebut, maka tidak akan ada yang perlu dibicarakan.
Dalam sekejap, penjelasan dengan ketidakjelasan yang membosankan itu berakhir, dan Sorcerer King mengangguk diam.

“Begitu, aku mengerti. Jadi kamu seorang pemanah (archer), sangat jarang di antara para paladin, Baraja-san.”
“Kemampuan saya tidak cukup baik sampai-sampai saya berani dengan bangga menyebut diri saya seorang pemanah, Yang Mulia. Saya hanya lebih mahir dalam memanah dari pada menggunakan pedang, dan sebenarnya banyak orang memarahi saya dan mengatakan kalau saya harus lebih fokus melatih keterampilan pedang saya.”
Bagi Neia, seorang pemanah adalah seseorang seperti ayahnya yang hebat, dan dia sedikit lebih berbakat dari pada orang biasa.

“…Tidak, aku harus mengatakan kalau calon paladin yang memiliki bakat bawaan untuk senjata jarak jauh adalah hal yang langka. Jika itu aku, aku akan menyarankanmu untuk mengasah teknik memanahmu. Karena ada orang lain yang lebih cocok untuk bermain pedang, maka kamu harus membiarkan orang-orang itu menangani pedang.”
“—Terima kasih banyak.”

Kata-kata Sorcerer King itu tulus, dan hal itu membuat Neia berpikir dia sudah merenunginya sungguh-sungguh, memang kombinasi yang aneh; Dia harus menempuh jalan menuju pekerjaan yang langka.
Tapi, dia tidak menduga menerima perkataaan Sorcerer King selanjutnya, dan gumamannya yang berarti dan penuh perasaan mengganggu Neia.

“Saya merasa tidak enak karena menyerahkan pekerjaan padamu untuk mengurusku. Bukan cuma kamu; Hal yang sama berlaku untuk para paladin juga. Cara terbaik untuk memanfaatkan keahlian kalian adalah menempatkan kalian di luar.”
Kata-kata lembutnya membuat Neia menatapnya. Inilah sebabnya mengapa berbicara dengan raja ini sangat susah bagi hatinya.

Dia tidak hanya berada di puncak kuasa negaranya, dia juga merupakan individu yang sangat berkuasa. Tetapi Dia tidak memilih untuk berbicara dengannya dari atas, tapi lebih ke merendahkan dirinya sampai dia sejajar dengan Neia sebelum berbicara padanya.
Tidak! Aku tidak bisa menerima kebaikan Yang Mulia dengan begitu mudah! Neia! Jika kamu tidak merendahkan diri sedikit lagi —
Neia mendorong kepercayaan dirinya.

“Semua orang tahu saya telah ditunjuk sebagai squire Yang Mulia, jadi tolong jangan terlalu dibawa ke hati. Selain itu, tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada melayani sebagai squire Yang Mulia.”
“Begitukah … Tetap saja, aku ingin memberimu suatu hadiah “

Dulu, Sorcerer King sudah mulai membicarakan mengenai hadiah, dan saat itu dia telah menolaknya dengan berbelit-belit. Tapi sepertinya dia akan memulainya lagi. Neia langsung mulai memikirkan bagaimana menolak tawarannya dengan sopan, tapi Sorcerer King belum selesai.
“Sepertinya, mungkin tidak baik menerima hadiah dari raja negeri lain. Jadi setidaknya, izinkan aku mengucapkan terima kasih secara lisan. Aku percaya aku telah membuatmu terganggu dalam banyak hal, dan aku harap aku akan terus berada dalam perhatianmu.”

Lalu, Sorcerer King membungkuk padanya.
Seorang raja benar-benar membungkuk kepada seseorang seperti dirinya, yang tidak lebih dari seorang squire.

Wajar bagi seorang raja untuk membawa beban bangsanya di atas bahunya. Menghina seorang raja akan sama dengan menghina seluruh negara. Pendapat bahwa sebuah negara hidup melalui rajanya adalah hal yang sangat umum.
Dengan kata lain, fakta bahwa seorang raja sedang membungkuk sama dengan sebuah bangsa itu sendiri yang membungkuk.

Tentu, itu bukan hal yang tak terpikirkan ketika datang ke seseorang dari posisi yang tinggi.
Tetapi, Neia hanya sebatas warga biasa negara lain, dan terus terang, tidak perlu dia meminta maaf kepada seseorang yang statusnya seperti Neia.

Aku tidak percaya. Sorcerer King begitu arif dan bijaksana, dan pastinya dia harusnya tahu arti membungkuk. Meski begitu, dia masih membungkuk kepadaku seperti orang biasa — Tidak. Jangan berbangga diri. Aku tidak mungkin berharga. Hal ini hanya menunjukkan betapa murah hatinya Sorcerer King; Dia bahkan memperlakukan orang biasa dengan sopan. — Ah! Dia tidak boleh!
“Tolong jangan lakukan itu! Yang Mulia! Tolong angkat kepala Anda!”
Sorcerer King melihatnya, dan Neia mendesah pelan. Terus terang, jika ada orang lain yang melihat apa yang terjadi sekarang, sesuatu yang mengerikan pasti akan terjadi.

“Yang Mulia -”
Neia berlutut di sela tempat duduk kabin kereta.
“Hamba adalah orang biasa, tapi saya bersumpah bahwa sampai pekerjaan Yang Mulia selesai, saya akan dengan percaya dan setia melayani Anda.”
Neia memberi tanggapan yang tepat kepada seorang raja yang telah menunjukkan rasa hormat kepadanya.

Dia mengabaikan suara di kepalanya yang mengatakan bahwa dia bukan raja Holy Kingdom, dan membungkuk.
“Tidak tidak. Angkat kepalamu … mengerti , bisakah kamu duduk dan melanjutkan ceritamu sebelumnya? Kita belum sampai di tempat tujuan, kan?”
“Tidak, belum.”

Dia duduk kembali di atas bantal, dan melihat ke luar.
“Kemarin, kita lewat dengan aman saat melewati reruntuhan tembok dengan Kuasa Yang Mulia. Kami telah memilih rute yang akan membuat kita sulit ditemukan, jadi mungkin perlu sedikit waktu lagi, tapi saya yakin kita akan sampai di markas kami besok, atau lusa.”
Meski, markas itu hanyalah sebuah gua.

“Begitukah. Bagaimanapun, kita masih punya waktu, kan? Ceritakan tentang cerita itu dari sekarang. Juga, aku belum pernah mendengar mengapa kamu memiliki keinginan untuk menjadi paladin. Tentunya pasti ada jalan yang bisa kamu tempuh, mengingat bakatmu dalam memanah? Mengapa ingin menjadi paladin? Untuk menegakkan keadilan? Atau mungkin menjadi kebanggaan bangsamu?”
“Bukan -”

Saat dia menyipitkan matanya, apa yang terlintas dalam pikirannya adalah pengalaman pribadinya.
“- Ibu saya adalah seorang paladin.”
Dia adalah seorang paladin yang terampil dalam menggunakan pedang, tidak seperti Neia.
“Begini, jadi kamu dilatih oleh ibumu atau kamu mengaguminya, begitu.”
“Ah, tidak. Ibu saya sering mengatakan kalau saya seharusnya tidak usah menjadi paladin. Ibu saya tidak bisa melakukan pekerjaan rumah, meskipun dia bisa mencuci pakaian dan menjahit, dia sama sekali tidak baik dalam hal memasak dan sesuatu semacam itu. Dia melakukan segalanya dengan sembarangan, daging panggang selalu gosong, hal semacam itu biasa terjadi.”

Karena itu, wajar bila ayahnya yang memasak di rumah mereka. Ketika dia masih muda, dia bahkan berpikir bahwa itu berlaku untuk semua keluarga.
“…Begitukah. Yah, dia masih tidak menghentikan putrinya untuk menjadi paladin, jadi aku kira dia masih ibu yang baik.”
“Ah, tidak. Ketika saya memberi tahu ibu saya, saya ingin menjadi seorang paladin, dia pergi dan mengeluarkan pedangnya dan berkata, ‘Ibu akan membiarkanmu jika kamu bisa mengalahkan ibu!’ Dan seterusnya. Satu-satunya alasan mengapa saya diizinkan menjadi seorang squire adalah karena ayah saya mati-matian menghalagi saya. Jika saya melawannya, pastinya saya tidak akan pernah bisa mengalahkannya.

Saat itu pertama kalinya dia mengerti maksud membunuh.
“… Ahhhh, mm, bagus, bagus, bagaimana aku mengatakan ini … itu keluarga yang baik … hm.”
“Iya. Meskipun para tetangga sering memandang aneh pada kami, saya pikir itu adalah keluarga yang baik.”

“…Benarkah, bagus sekali … la-lalu, kenapa, kenapa jadi paladin? Tidakkah kamu berpikir untuk mengikuti jalan ayahmu — Umu. Apa ayahmu seorang ayah rumah tangga?”
“Tidak, ayah saya juga seorang prajurit yang melayani negaranya. Tetapi, saya tidak pernah benar-benar memikirkan untuk mengikuti jejak ayah saya … mengapa begitu. Mungkin karena ayah memberi saya mata yang tajam ini , saya akhirnya benci padanya karena itu …” Neia menekan jari telunjuknya ke sudut matanya dan menekan sekitarnya.

Ketika dia masih kecil, teman-temannya sering berkata, “Kenapa kau melototiku!!”, “Apa kau marah padaku?” Dan sejenisnya, kemudian dia sering kali mengeluh pada ayahnya karena hal itu. Dan ketika percakapan itu didengar oleh ibunya yang membuat Neia dipukuli.
Memikirkan itu membuatku nostalagia, pikir Neia.

“Tapi, mungkin setelah menjadi squire, wawasannya menjadi lebih luas. Pada titik tertentu, saya mulai berpikir kalau ini adalah sebuah hadiah yang di berikan ayah pada saya. Yah, saya bisa melihat sesuatu dengan jarak yang jauh walaupun tanpa melotot. “
“Bagaimana kabar orang tuamu sekarang?”

“Ayah saya melawan prajurit Jaldabaoth di tembok dan meninggal. Saya tidak dapat menghubungi ibu saya, dan saya tidak tahu apa yang terjadi dengan dia, tapi saya pikir dia pasti meninggal saat mempertahankan kota. Lagi pula, mereka adalah tipe orang yang akan berjuang sampai mati.
“Sepertinya aku telah menanyakan hal yang menyakitkan.”

Sorcerer King menunduk padanya sekali lagi. Karena ini adalah kedua kalinya, dampaknya tidak begitu besar. Tetapi, itu cukup membuat Neia merasa cemas.
“Tolong, tolong angkat kepala Anda! Bagaimana Anda bisa tunduk pada seseorang seperti saya!?”
“Aku tanpa pikir panjang menanyakan tentang keluargamu yang sudah meninggal. Meskipun aku tidak tahu sebelumnya, tapi sekarang aku tahu kebenarannya, sebuah permintaan maaf masih diperlukan…”
Sorcerer King memiringkan kepalanya ke dalam kebingungan setelah dia mengangkatnya.
Tidak, itu tidak benar, begitulah seharusnya terjadi di antara orang yang setara. Seorang raja tidak setara dengan warga negara dari negara lain.

Apalagi, kami yang meminta bantuannya…
“Ermm … yah, pengecualian sih tidak apa-apa. Eh, kalau ada yang melihat Yang Mulia membungkuk pada saya — ah — mereka mungkin memandang rendah Yang Mulia, karena saya hanya seorang squire.”

“… Umu, benarkah, kamu memang benar. Begitulah cara para raja. Betapa sulitnya hal ini”
Sorcerer King bergumam. Dia pasti bermarksud bahwa sulit bergaul dengan orang-orang dari negara lain bahkan jika dia ingin menunjukkan ketulusannya, mungkin.
“Oh iya, meski ini tidak bisa dihitung sebagai permintaan maaf, aku akan memberikan ini padamu, Baraja-san.”

Sorcerer King dengan cepat merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah panah.
—hah. Itu lebih besar dari apa yang bisa disembunyikan di balik jubahnya. Neia berkedip beberapa kali, tetapi kenyataan tak berubah.
“Ini adalah senjata magic. Gunakan untuk melindungiku.”
Sebagian panah terbuat dari hewan, tapi tidak ada luka dan bau darah padanya; Sebaliknya, panah itu terasa suci. Dia bisa mengenalinya dengan cepat. Dengan kata lain, panah ini adalah maha karya yang harus digambarkan dengan kata “super”.

“Ini adalah Ultimate Shooting Star Super dibuat dengan seni kuno Runecraft. Karena berbagai alasan, aku menyimpannya untuk dipinjamkan kepada orang lain nanti. … Ahh, biasanya ada rune yang diukir disini, tapi kamu tidak bisa melihatnya sekarang karena sudah terlalu lama tidak terpakai. Bagaimana menurutmu?”

Neia menggunakan semua kekuatannya untuk menekan keinginan untuk berteriak.

 

Biasanya, dia harus menolaknya. Busur ini kemungkinan besar adalah harta negara Sorcerous Kingdom.Tetapi, adakah orang meminjamkan harta seperti itu kepada pengawal dari negara lain?
Mungkin busur itu benar-benar terlihat menakjubkan! Jelas merupakan senjata yang sangat kuat
“Bagaimana menurutmu? Maukah kamu menerimanya? Tugasmu adalah menemaniku dan melindungiku, kan? Karena itu, aku yakin akan bagus untuk membekalimu dengan senjata yang lebih baik, kan?”
“Ngh!”

Dia benar. Neia merasa kepalnya berputar-putar.
“Ahh, maaf. Apa ini terlihat terlalu mencolok? Selain itu, aku punya sesuatu yang lebih sederhana, Great Bow Special, yang dibuat dengan runecraft juga.”
Berkata demikian, dia merogoh jubahnya lagi –
“T-tolong jangan merepotkan Anda! Saya lebih dari puas dengan yang satu ini! Tolong izinkan saya untuk menolak dengan sopan!”

Kata-kata Neia dicampur dengan tangisan sedih saat dia menghentikan Sang Sorcerer King agar tidak mengeluarkan lebih banyak senjata. Jika Dia mengeluarkan lebih banyak senjata lagi didepannya, Neia merasa kalau dia mungkin tidak akan bisa mempertahankan indranya lagi, dan juga meminjami begitu banyak senjata malahan akan tambah merepotkannya karena akan menghabiskan waktu sepanjang hari hanya untuk perawatanya saja.

“Yang Mulia! Saya dengan rendah hati menerima Ultimate Shooting Star Super yang telah Anda berikan kepada saya!”

Dia mengambil busur dengan tangan gemetar. Mengingat aksesoris dan hiasannya, nampaknya jauh lebih berat daripada panah umumnya, tetapi terasa ringan di tangan. Memegangnya membuat tubuhnya terasa lebih kuat, seperti telah diisi dengan kekuatan magic, atau apakah itu karena busur itu sendiri sangat ringan?

Ah, ini buruk, awalnya, aku ingin meyakinkan diriku sendiri dengan berpikir kalau ini tidak lebih dari sekedar item magic yang kelihatan mewah. tapi … Ini jelas buruk. dari semua yang kutahu … Ini mungkin lebih baik daripada Pedang Suci… eh? … Tidak, tunggu, tunggu dulu … tidak-tidak!, itu pasti salah.

“Apa kamu? bagiku, itu bukan sesuatu yang pantas dibanggakan, kamu tahu? Jika kau ingin yang lain — jika kamu menginginkan senjata yang lebih baik, tolong beritahu aku.”

Ini buruk. Jika ini terus berlanjut, jika dia terus mendengarnya, keadaan akan menjadi sangat buruk. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika seorang squire berakhir dengan perlengkapan yang lebih baik daripada orang berpangkat tinggi di negaranya.

“Terima kasih banyak, Yang Mulia. Saya sangat bersyukur bahwa Anda telah. menghabiskan banyak waktu untuk mempertimbangkan seseorang seperti saya…”

Membiarkan orang lain memegang ini akan sangat berbahaya, jadi Neia mencengkeramnya erat-erat.
Dia tersenyum pada Sorcerer King saat dia mengangguk sambil pergi, “Umu”.
Sambil tersenyum kaku, dia berhasil menyembunyikan perasaannya dengan baik.
“Jika orang lain melihat ini, katakan pada mereka kalau aku yang memberikannya pada kamu”

Jangan biarkan orang lain melihat ini? Jika memungkinkan, aku tidak ingin memakai ini atau menyembunyikannya – tapi aku tidak bisa melakukan itu ke senjata pinjaman yang di gunakan untuk melindungi Yang Mulia… Ahh… Tunggu sebentar, kepalaku pusing. Jadi sesuatu seperti ini bukan merupakan sesuatu yang pantas untuk di banggakan… Standart Yang Mulia itu terlalu tinggi! Dan juga jika aku merusak Busur ini apa aku harus ganti rugi? Aku sendiri yang mengganti? Ahhh, perutku sakit… Aku harap aku tidak terlalu memikirkan busur ini…Ah!
Neia memikirkan sesuatu yang belum dia ketahui.
“Yang Mulia! Saya melihat patung-patung besar dan megah itu di negara Anda!”
“- Hoh.”

Dia merespon dengan suara pelan yang sangat berbeda dari yang dia gunakan beberapa saat lalu. Hal itu membuat Neia tidak nyaman, apakah dia telah menyinggung perasaannya dengan cara tertentu. Dia telah memberi nama negaranya dengan namanya sendiri. Dengan demikian, Neia menduga kalau Sorcerer King mungkin seorang yang mementingkan dirinya sendiri, juga mengapa dia membangun patung-patung besar dirinya untuk menunjukkan kekuatannya.
Apakah aku tidak cukup memujinya?

“Patung-patung itu tidak hanya menunjukkan kebesaran Yang Mulia, tapi juga menunjukkan kekuatan Anda juga! Kami tidak memiliki patung seperti itu di Holy Kingdom!”
Itu sama sekali bukan kebohongan.

Meskipun besar, orang akan butuh teknologi yang sempurna untuk membuat sebuah seni agar menghasilkan benda yang tampak begitu hidup.
Ada patung Naga Laut yang berukuran sama di sebuah tempat bernama Lighthouse Cape, tapi itu masih belum jadi, dan terlihat tidak menarik karena telah usang.
“Bawahanku sering mengatakan itu.”

Ahhhh, apa karena itu? Dia mendengar pujian seperti itu dari bawahannya, jadi ini sudah diduga, apa itu maksudnya?

“Bawahanku sekarang berencana membangun patung seperti itu di berbagai tempat di negaraku.”
“Aku mengerti. Memang, itu akan menjadi cara yang baik untuk menunjukkan kemuliaan Yang Mulia!”
Sorcerer King menatap Neia dengan heran.

“… Uh, mm. Tetap saja, aku merasa kalau menempatkan patung-patungku sendiri di dalam negeriku itu sedikit … bagaimana aku harus mengatakan ini? Meski begitu, bawahanku tetap membangun patung-patungku yang tingginya lebih dari seratus meter di tengah kota untuk menunjukkannya pada dunia … Aku pikir mereka senang dengan konsep lebih besar maka lebih baik.”

“Tapi mengapa begitu?”
Sorcerer King berdeham, dan saat itulah muncul pertanyaan di benak Neia; Apakah undead masih bisa berdeham? Tetapi, Sorcerer King sedang berbicara, dan dia tidak bisa menyelanya.
“Keagungan raja tidak bisa ditunjukkan dengan benda fisik.”
“Ahhh!” Neia terkejut, seperti yang diduga. Neia baru saja lupa bahwa Sorcerer King adalah undead, tapi setelah menaruh rasa hormat tulus kepadanya.

Makhluk ini benar-benar seorang Raja. Tiba-tiba, dia melihat Sorcerer King mengepalkan tinjunya dari sudut matanya.
“Tentu saja, menunjukan kehebatanku kepada dunia dengan membiarkan rakyatku hidup dengan bebas dan makmur adalah masalah yang berbeda. Tapi kalau menunjukannya dengan membuat patung diriku… itu sedikit. Aku hanya berharap aku dikenal karena damainya pemerintahan yang aku pimpin.”
“Seperti yang Anda katakan!”

Neia menelan ludah, lalu mengajukan pertanyaan.
“Sebagai salah satu undead, mengapa Yang Mulia menghabiskan begitu banyak waktu untuk memikirkan orang-orang?”
Neia tidak menganggap kedermawanan Sorcerer King bagi masyarakat adalah sebuah sandiwara. Dia bahkan mulai bertanya-tanya apakah dia benar-benar adalah seorang undead.
“… Saya tidak punya banyak waktu untuk merenungkannya. Tapi, seharusnya sesuai untuk tujuan itu, kan?”
Neia terkejut.

Apa semua raja adalah orang-orang yang menakjubkan?
Holy Queen, para bangsawan, dapatkah mereka memerintah orang-orang dengan pemikiran ini di dalam hati mereka? Atau apakah karena dia undead? Apa dia memang punya sudut pandang seperti ini karena dia adalah Undead? Neia tidak bisa mendapatkan jawabannya.
“Dan juga, jika patung itu benar-benar tingginya seratus meter, maka itu akan menghalangi sinar matahari, sehingga mungkin nanti akan ada keluhan tentang tidak cukupnya sinar matahari dan sebagainya.

Sorcerer King melanjutkan pembicaraannya itu dengan apa yang terdengar seperti sebuah lelucon, yang mana hanya bertujuan untuk melatih kerendahan hati Raja yang luar biasa ini ke dalam hati Neia sekali lagi Makhluk ini sungguh Raja dari para raja.
♦ ♦ ♦

Seperti yang telah dikatakan oleh Sorcerer King sebelumnya, markas Prajurit Pembebasan Holy Kingdom adalah sebuah gua alami di sebuah gunung.

Ada mata air bawah tanah di salah satu sudut gua, meskipun tidak terlalu tinggi, gua itu sangat luas, cukup untuk kuda dan kereta masuk. Selain itu, jamur yang memancarkan cahaya putih kebiruan tumbuh di sekitar — yang tingginya sekitar sepinggang seorang pria – yang membuat mereka tidak membutuhkan sumber pencahayaan lain.

Alasan mengapa mereka tahu tempat ini adalah karena paladin pernah dikirim ke sini untuk memusnahkan monster yang membuat lokasi ini sebagai sarang.
Selain itu, mereka memperbaharui tempat ini setelah mereka melarikan diri ke sini, dan sekarang ada beberapa bagian di dalam gua, dibagi dengan tujuan tertentu. Mereka bahkan membagi tempat untuk tidur mirip dengan sebuah kamar.

Setelah menebang pohon — lebih dari seratus meter — dari hutan yang mengelilingi pegunungan, mereka bahkan telah membuatnya menjadi perabotan sederhana.
Tidak peduli bagimana dalamnya diubah, Tempat itu tetaplah sebuah gua.
Ada total 347 orang di sini: 189 paladin, 71 priest — termasuk priest dan personil lainnya — serta 87 orang biasa yang tidak tahu mau kemana. Tentu saja, berharap ada ruangan pribadi merupakan pertanyaan yang tidak perlu.

Meski begitu, mereka tidak bisa membiarkan raja negara lain tinggal bersama yang lainnya. Tentu saja, ada keinginan untuk meminimalkan kontak antara Sorcerer King dan warga Holy Kingdom, serta keinginan untuk mencegahnya berhubungan dengan informasi rahasia di dalam markas mereka, dan pertimbangan sebagai bagian dari Holy kingdom.

Tetapi, mereka tidak dapat mengatakan bahwa mereka ingin dia menggunakan magic teleportasi sehingga dia bisa beristirahat di Sorcerous Kingdom.
Pada akhirnya, mereka harus secara paksa memindahkan barang-barang mereka dan membuat sebuah ruang pribadi bagi Sorcerous King untuk beristirahat.

Dalam keadaan normal, mereka akan mengirim utusan untuk melaporkan kedatangan Sorcerous King dan meminta yang lain melakukan persiapan untuk menerimanya, tetapi Holy Kingdoms sekarang berada dalam perbudakan demihuman. Mereka tidak bisa mengirim paladin, yang memiliki kemampuan pendeteksi musuh yang buruk, sebagai penjaga.

Lagipula, Neia sekarang berada di kereta Sorcerous King dan menunggu di luar gua.
Orang-orang di dalam gua bergegas memindahkan barang-barang pribadi dan memindahkan tempat tidur, lemari dan sejenisnya. Sebagai tambahan, mereka telah menggantungkan sebuah bendera pinjaman Sorcerous Kingdom.
“… Hm.”
“Ada apa, Yang Mulia?”

“… Meskipun aku tidak bermaksud menghinamu, aku punya beberapa pertanyaan tentang semua ini yang aku harap kamu bisa menjawab semampu kamu. Sepertinya kalian tidak mencoba untuk menyembunyikan jejak kalian; Apa itu tidak masalah? Atau apa sudah ada orang lain yang mengurusnya?”

Sorcerous King menyampaikan pertanyaannya dengan — seolah sedang membaca sesuatu — nada datar, lalu mata Neia melebar.
Dia benar.

Mereka akan meninggalkan jejak ketika mendaki gunung tak berpenghuni ini.
Ketika seseorang menambahkan jejak kuda paladin di gunung mereka, itu akan langsung kelihatan. Berhubungan dengan ini, fakta kalau mereka belum ditemukan murni kebetulan. Atau apa mungkin?
“Yang Mulia. Kami belum menyembunyikannya sampai sekarang; Mungkinkah mereka sengaja membiarkan kita pergi? … Tapi kenapa?”

Suara Neia bergetar saat menanyakan pertanyaannya ke Sorcerer King.
Sepanjang perjalanan ini, Neia menyadari sepenuhnya bahwa Sorcerer King di depannya adalah individu yang sangat bijaksana. Oleh karena itu, dia berpikir kalau dia mungkin akan segera memberikan jawabannya, dan pikirannya tidak salah.
“… Ada banyak kemungkinan untuk itu, tapi dalam keadaan normal, itu akan menjadi tindakan yang paling mungkin…”

Untuk sesaat, Neia berpikir bahwa dia seharusnya tidak mendengarkan jawaban Sorcerer King sendirian, tapi jika tidak ada Kapten, tapi dia tidak bisa mengendalikan rasa ingin tahu yang ada di dalam dirinya.

“Mungkin karena mereka tidak ingin kehilangan jejak Prajurit Pembebasan?”
“Kehilangan jejak Prajurit Pembebasan?”
“Baiklah, sebelumnya maaf karena perbandingan yang aku buat ini, tapi Ibaratkan kau sudah menemukan sebuah sarang tikus yang sering membuat masalah, membiarkan tikus-tikus itu kembali bersembunyi di sarang yang sudah kau ketahui bukankah itu bukan lagi bisa disebut sebuah masalah, kan? Hal terbaik yang harus dilakukan dalam keadaan itu adalah menunggu semua tikus berkumpul dan kemudian menghilangkan semuanya secara bersamaan dalam satu kesempatan.”

Dia benar! Sama seperti Yang Mulia katakan. Sulit bagiku membayangkan kemungkinan lain. Dia sudah memikirkan semua ini hanya dalam hitungan beberapa menit… seolah dia tahu persis apa yang dipikirkan musuh, dia memang sangat luar biasa.

“Jadi, selama situasi tetap sama, tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan. aku tidak hanya membicarakan situasi di sini, tapi perubahan di pihak musuh bisa menyebabkan tingginya kesempatan untuk diserang, yang akan merepotkan.”

Neia tidak merasakan apa-apa selain mengagumi kecerdasan sang Sorcerer King saat dia menjelaskan keadaan yang lebih baik dari situasi mereka.
“Terima kasih banyak, Yang Mulia! Saya akan segera melaporkan hal ini kepada Kapten!”
“Kalau begitu Aku juga akan pergi.”
“Eh? Tapi pastinya Anda lelah dari perjalanan jauh ini. Kami sudah menyiapkan kamar untuk Anda, bukankah sebaiknya anda beristirahat sebentar? “
“Apa kamu lupa? Aku adalah undead, kamu tahu aku tidak perlu istirahat.”
Dia benar. Neia benar-benar melupakan itu.

Undead adalah makhluk yang tidak bisa merasa lelah. Dia juga telah diajari bahwa mencoba melarikan diri dari undead dengan yang kecepatannya setara sangat sulit. Meskipun itu hal yang lazim, pengalaman Neia dengan Sorcerer King telah benar-benar menghancurkan anggapannya tentang undead.

Terkadang, dia bahkan mendapati dirinya berpikir kalau dia hanyalah seorang magic caster manusia yang bertopeng kerangka.

“Terima kasih banyak. Lalu, bisakah saya merepotkan Anda untuk ikut dengan saya?”
“Tentu saja. Dan tidak perlu berterima kasih padku. Karena kita di sini untuk mengalahkan Jaldabaoth, kita seharusnya saling membantu.”

Sementara dia tahu bahwa “kita” dalam hal ini merujuk pada Holy Kingdom dan Sorcerer King, hal itu juga dapat diartikan sebagai pembicaraan antara Neia dan Sorcerer King. Itu membuat Nia merasa sedikit bersemangat.

Akhirnya, seseorang mengetuk pintu kereta dari luar.
“Yang Mulia, kami sudah menyiapkan kamar untuk Anda.”
Neia membuka pintu. Ketika paladin di luar melihat panah yang dipegang Neia, matanya melotot kaget.
Ini adalah pertama kalinya dia membawa panah yang telah dia terima dari Sorcerer King ke luar kereta.

Karena Sorcerer King tidak meninggalkan keretanya sejak dia meminjamkan panah itu. Karena itu, tidak ada orang lain yang melihatnya sampai sekarang. …
kamu pasti terkejut, ya? Mm. Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Ini bukan senjata yang biasa dibawa oleh seorang squire …

Sementara Neia bermandikan tatapan paladin, Neia berbalik menghadap kereta dan membungkuk.
Meskipun dia hanya melihat kakinya, setelah melihat bahwa Sorcerer King telah melangkah ke tanah, Neia mengangkat kepalanya dan bertanya kepada paladin.
“Maaf, tapi kami perlu berbicara dengan Kapten Remedios, jadi bisakah kamu menuntun kami kepadanya? Yang Mulia mengatakan dia akan pergi juga.”

“Ah, ah, iya. Mengerti! Tolong ikuti saya.”
Paladin — yang diikuti oleh Sorcerer King, dan kemudian Neia — memasuki gua.
Penerangan putih kebiru-biruan dari jamur, yang tingginya sepinggang seorang pria, sangat menyeramkan. Dimana jamurnya sangat subur, bayangan mengerikan menari-nari di dinding di antara jamur. Selain itu, cahaya putih kebiruan dari jamur membuatnya terlihat seperti mayat, cukup misterius, tapi sekarang dia sudah terbiasa dengan pemandangan ini, dan tidak lagi merasa keberatan tentang itu.
Saat mereka berjalan di gua, mereka dapat melihat paladin bersiaga sepanjang waktu, begitu juga orang biasa dan priest. Mereka seharusnya sudah mendengar semua tentang dia dari Kapten dan yang lainnya yang telah mendahului mereka, tapi mereka tetap melongo melihat Sorcerer King.

Ini agak kasar, meski … Sorcerer King tidak marah, kan? Dia adalah penguasa yang sangat baik.
Tetapi, biasanya orang baik akan semakin menakutkan saat mereka marah.
Haruskah dia menyuruh mereka menghentikan kekasaran mereka untuk menghindari kejadian semacam itu? Tapi, dia tidak bisa pergi dan memberitahukan pada mereka semua, dan juga itu bukanlah masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan kata-kata saja.

Bagaimanapun, bagi warga Holy Kingdom — bagi semua makhluk hidup — undead pada dasarnya adalah musuh bagi semua makhluk hidup.
Akan kuberitahu Kapten tentang ini nanti … yah, bagus kalau mereka belum menarik senjata mereka.
Tiba-tiba, Neia merasakan kalau Sorcerer King mengeluarkan selembar kertas kecil, dan dia melihat sebuah surat yang tertulis di sana. Meski Neia tertarik dengan apa yang tertulis di dalamnya, dia tidak dapat melihat huruf-hurufnya karena itu tersembunyi di tangannya.
Akhirnya, mereka dibawa ke sebuah ruangan yang dibagi oleh tirai gantung, dan suara ribut terdengar dari dalam.

“Kapten Remedios. Sorcerer King dan squire Baraja telah tiba.”
Seketika itu Ruangan menjadi senyap.
Kertas di tangan Sorcerer King telah lenyap terurai entah kemana.
“Biarkan mereka masuk.”
Setelah mendengar suara Kapten, paladin menarik tirai. Para paladin dan para priest yang berdiri menyambut Sorcerer King — bukan bagian dari rombongan — memiliki emosi yang rumit di mata mereka. Bahkan Neia pun bisa merasakan hal ini.

Tentu saja, Sorcerer King pasti juga merasakannya. Tetapi, tidak ada cara untuk mengatakan bagaimana dia bereaksi terhadapnya hanya dengan melihat punggungnya.
Tidak mungkin Yang Mulia tidak bisa merasakan suasana di udara … mungkin dia sama sekali tidak peduli dengan hal remeh seperti itu. Apa ini sikap seorang raja?

“Semuanya, dengarkan. Dihadapan kita berdiri Yang Mulia, Sorcerer King Ainz Ooal Gown. Karena tidak dapat mengabaikan nasib bangsa kita, Beliau secara khusus datang ke sini sendirian untuk membantu kita. Kalian akan menghormatinya dengan penuh hormat!”

Setelah Remedios berkata demikian, semua orang di ruangan itu membungkuk kepada Sorcerer King.
Begitu semua orang mengangkat kepala mereka, Sorcerer King berbicara dengan nada yang besar.
“Saya adalah Sorcerer King Ainz Ooal Gown. Saya datang untuk membantu kalian, bukan atas nama bangsaku, tapi hanya sebatas keinginan pribadi. Oleh karena itu, meskipun ini mungkin sedikit mendadak, saya telah memperhatikan beberapa hal dalam perjalanan ke sini, jadi saya ingin melihat pendapat kalian mengenai masalah ini. Tolong izinkan pengawal saya untuk menjelaskannya.”

Sorcerer King melangkah ke samping, membiarkan Neia berjalan melewati dan ke depannya.
“Maaf, semuanya. Izinkan saya untuk menjelaskan apa yang dikatakan Yang Mulia sebelumnya.”
Neia menyampaikan pertanyaan Sorcerer King pada semua orang yang hadir. Setelah berbicara singkat, keheningan menyelimuti ruangan.

“… Lalu apa yang Mulia usulkan pada kami?”
Remedios menjawab pertanyaan yang diajukan pada Neia, yang berdiri di sampingnya.
“Tidak, sebelum itu, bagaimana menurumu? Aku datang hanya untuk bertempur dengan Jaldabaoth, bukan untuk memimpin kalian semua. Jika pada akhirnya aku terlalu banyak berpartisipasi dalam sesi perencanaan strategi kalian, apa kalian tidak berpikir kalau akan banyak hal merepotkan nanti yang akan datang setelah mengalahkan Jaldabaoth?”

Keributan meletus beberapa saat.
“… Atau maksud Anda mengatakan kalau Anda akan tunduk pada perintah saya? Dalam hal ini, saya juga akan menggunakan cara yang paling tepat untuk menyelamatkan bangsa ini. Itu seharusnya menjadi cara terbaik untuk melakukannya, kan?”

Itu seharusnya menjadi cara terbaik untuk melakukannya, bukan? Yang Mulia mungkin Undead, tapi semua yang dia katakan masuk akal. Dia pasti akan mematuhi kesepakatan yang dia buat juga. Saat ini, pada saat ini juga, jika kau ingin menyelamatkan orang-orang yang menderita, menekuk lutut ke Raja Negara lain untuk sementara waktu seharusnya menjadi pilihan tepat untuk dibuat, bukan?

“Satu-satunya yang mungkin berdiri di atas kami adalah Yang Mulia, Holy Queen. Dengan menyesal, kami tidak dapat menerima perintah dari raja negara lain.”
Remedios segera menolak tawaran tersebut.
“-!”

Kau seharusnya bersedia melakukan apapun untuk menyelamatkan orang-orang! Itu kan alasan mengapa kita memanfaatkan Raja dari negara lain, dan Raja yang luar biasa ini untuk itu hanya untuk itu!?

Neia mengundukkan kepalanya. Itu agar tidak menunjukkan perasaan marah yang bangkit dalam dirinya.
“Bolehkah kami bertanya mengenai tindakan apa yang akan dilakukan Yang Mulia jika pada posisi kami?”

“Jika itu saya, hm? Jadi, hal yang logis adalah segera pindah ke lokasi baru, benar begitu?”
“Lokasi baru ..”
Semua orang di ruangan itu, termasuk Remedios, memiliki wajah tertekan di wajah mereka. Karena mereka tidak mengetahui tempat lain yang cocok sebagai tempat persembunyian.
“Menilai tanggapan kalian, saya rasa kalian tidak punya kalau begitu, kalian perlu merencanakan operasi masa depan kalian dengan asumsi bahwa semakin cepat kalian bergerak, prajurit Jaldabaoth akan segera menyerang kalian. … Kemudian, setelah semua ini, saya akan kembali ke kamarku.”

Tepat saat Neia akan mengikutinya, Sorcerer King mengulurkan tangannya untuk menghentikannya.
“Maafkan saya, tapi saya ingin kamu tinggal di sini dan mendengarkan pendapat orang lain atas nama saya, Baraja-san.”
“Siap, Yang Mulia.”

Meskipun dia tidak mengakui dia sebagai bawahannya, tampaknya Sorcerer King memperlakukannya sebagai pengganti dirinya. Jika demikian, jika dia tidak menyelesaikan tugas ini dengan benar, Dia akan kecewa. Hanya membayangkan Sorcerer King yang kecewa membuat jantungnya berdebar-debar karena beberapa alasan.

“Saya bergantung padamu? Anda tidak keberatan kan, Kapten Remedios?”
“Jika Yang Mulia mengizinkannya, kami tidak akan keberatan.”

Setelah mendengarnya, Sorcerer King berpaling untuk pergi bersama paladin yang ditugaskan untuk menjadi pemandunya. Begitu dia menghilang di belokan, seorang priest angkat bicara. “
Jadi itu Sorcerer King … Kapten Remedios. Apakah akan benar-benar baik-baik saja? Saya harap kita tidak membawa seekor macan untuk mengusir seekor serigala. Itu akan sangat merepotkan.”
“Benar. Menghindari penderitaan dengan meminum racun … bukankah itu yang dilakukan orang yang tak punya?”

“Kita sudah membicarakan ini sebelumnya, kan? Jangan membuat saya mengulanginya lagi. Racun itu sudah ada di dalam kita sekarang.”

Bukan Yang Mulia, ya. Mereka tidak akan menunjukkan rasa hormat padanya? Neia tidak senang dengan perubahan sikap yang dramatis yang telah mereka tunjukkan pada saat Sorcerer King telah pergi. Jika seseorang memahami sikap warga Holy Kingdom terhadap undead, maka sikap mereka sudah bisa diduga.

Sebaliknya, ketidaksenangan Neia yang tidak normal. Mengapa dia merasa tidak senang dengan ini?
“Jadi, dia masih berguna sekarang, jadi mau bagaimana lagi … dan kami sudah secara jelas melihat bagaimana dia dapat membantu kita … tapi sebagai priest, kami mungkin mengalami masalah untuk menetralisir racun itu, kan?”

Apa maksudmu, berguna? Seseorang memperhatikan kesalahan yang kita buat dan bahkan terus memberikan solusi, tapi bukan hanya mereka tidak tahu berterima kasih, mereka masih memikirkan bagaimana cara menggunakannya – Ah, jadi begitulah. Itulah yang aku rasakan dari Yang Mulia, ada yang hilang dari Holy Kingdom … ketulusan. Itu sebabnya aku merasa seperti ini …

Berapa banyak anugerah yang diterimanya? Setelah berbagi kereta dengan dia, dia diberi kesempatan untuk menyadari bahwa meskipun menjadi salah satu undead, Sorcerer King adalah raja yang patut dihormati. Oleh karena itu, apa yang dirasakannya kepada orang-orang ini sebenarnya adalah apa yang dikenal sebagai kasihan.

“Ngomong-ngomong, Squire Baraja. Panah apa yang kamu bawa? “
“Ah iya. Yang Mulia mengatakan bahwa dia akan meminjamkan saya senjata ini selama masa tugas saya.”

“… Boleh saya lihat, Squire Baraja? Saya ingin melihat apakah panah ini ditingkatkan dengan magic yang mengerikan”
Priest itu mengulurkan tangannya kepadanya. Biasanya, dia seharusnya menyerahkan kepadanya. Tetapi-

“Tolong ijinkan saya untuk menolaknya.” Priest tersebut tertegun. Itu wajah yang mengatakan bahwa dia tidak menduga akan ditolak.

“Ini adalah senjata yang saya terima dari Yang Mulia untuk melindungi dirinya. Saya tidak akan membiarkannya meninggalkan tangan saya.”
Dia tidak akan membiarkan seseorang yang hanya berpikir untuk menggunakan sekutu, menyentuhnya bahkan untuk sesaat saja. Neia menundukkan kepalanya saat dia membalas kemarahan di hatinya agar tidak terlihat di matanya.

“–Kaptain Custodio, apa artinya ini?”
“Ahhh, Squire Baraja, Berikan panah itu -”
“Dengan kata lain, Anda tidak keberatan jika saya melaporkan hal ini kepada Yang Mulia?”
Udara di ruangan membeku.
“Cukup. Saya mengerti. Mari kita lanjutkan pembicaraan.”
Hmm ~ jadi setidaknya mereka masih tahu bahwa segala sesuatunya akan berjalan buruk bagi mereka jika Yang Mulia tahu.
“Sebelum itu, Kapten Custodio, tidakkah lebih baik membiarkan Squire Baraja kembali ke sisi Sorcerer King-dono?”

Neia melihat salah satu priest itu melirik panah sesaat.
Neia mengerti maksud yang ingin dia sampaikan, tapi meski kemarahannya bergejolak di dalam hatinya, dia tidak membiarkannya meluapkan ke kata-kata atau tindakannya.

“Saya minta maaf, tapi saya di sini untuk mendengarkan semua orang atas perintah Yang Mulia. Saya akan sangat berterima kasih jika kalian membiarkan saya terus tinggal di sini dan mendengarkan pembicaraan kalian di sini.”

“Benar juga … Gustav. Menurutmu apa yang harus kita lakukan?”
“Yang Mulia memberi tahu kita secara langsung. Jika kita membiarkannya pergi sekarang, mungkin akan menimbulkan banyak masalah di masa depan”.
“Benar. Jadi, kita akan membiarkan dia tinggal, lalu?”

Apakah ini sesuatu yang harus kamu katakan di depan orang yang dimaksud? Selagi memikirkan itu, dia menunduk kepalanya dan diam dengan rasa syukur.
“Kalau begitu, mengikuti apa yang dikatakan Sorcerer King, apa yang harus kita lakukan? Apakah ada yang punya ide untuk meninggalkan tempat ini dan mencari tempat lain yang aman?”

Sepertinya seseorang dengan skill ranger seperti ayahnya mungkin bisa menemukan tempat bagi banyak orang untuk tinggal dalam waktu lama. Tetapi, tidak ada seorang pun di sini seperti itu.
“Sorcerer King – Yang Mulia sebelumnya mengatakan bahwa jika kita tidak melakukan apapun, Jaldabaoth juga tidak akan pindah. Kalau begitu, mengapa tidak mencari tempat baru sebelum mereka mengambil alih?”

Saran yang dibuat oleh salah satu paladin, tidak disetujui oleh semuanya. Tetapi, Neia tahu betul bahwa masalah ini tidak akan menyelesaikan apapun.
Pada akhirnya, semua yang akan dilakukan adalah menumpuk masalah di masa depan.

“Masalahnya bukan sekedar mencari tempat baru, tapi juga soal makanan. Meskipun ini musim dingin dan makanan mudah untuk disimpan, tetapi itu tidak cukup untuk kita bisa mengarungi semua musim dengan mudah.”

“Meskipun kita belum mengamankan kerja sama dengan Kerajaan, sebaiknya kita tidak membeli makanan dari mereka? Bukankah itu membantu?”

“Masalahnya, di Kerajaan harga luar biasa tinggi. Juga, bahkan jika kita berhasil membeli makanan, kita memerlukan jumlah yang besar untuk bertahan dengan banyak orang selama beberapa bulan, jadi mengangkutnya akan sangat sulit.”

“Wakil Kapten-dono, saya mengerti apa yang ingin Anda katakan. Tetapi, tidak akan ada lagi yang bisa dibicarakan tanpa makanan. Pada akhirnya, kita butuh cara untuk mendapatkan jatah dari selatan, bukan? Atau mungkin memindahkan markas kita lebih dekat ke garis pantai, jadi kita bisa mengirimkannya dari Kerajaan.”

“Masalahnya, kita kekurangan dana, dan kita tidak mendapat tanggapan bagus dari pedagang Kerajaan. Sedangkan untuk mendapatkannya dari selatan …” Gustav tertawa saat menjawab, “Mereka mungkin belum menyadari bahwa bahaya mendekati mereka. Angkatan laut kita perlahan mulai lelah, seperti mereka melangkah lebih dekat ke rumah potong hari demi hari.”

“Jadi kita perlu mengeluarkan semacam jaminan untuk membuat selatan bersedia membantu kita, kan?”
“Bagaimanapun, masalah dengan markas dan makanan kita menumpuk seperti gunung.”

“… Seperti membangkitkan kembali Holy Queen-sama … bisakah itu dilakukan? Bagaimanapun, begitu kita bisa menyelesaikannya, segalanya akan segera dibahas tuntas.”
“Masalahnya, menurut apa yang kami pelajari dari Blue Rose, mantra tingkat lima itu akan sulit bekerja tanpa ada mayat, atau jika rusak parah.”

“… Bisakah kita mengandalkan kekuatan Yang Mulia?”
“Kamu ingin meminjam kekuatan undead?”
“Bagaimanapun keadaannya, apa lagi yang bisa kita lakukan? Jika Holy Queen-sama harus dibangkitkan, maka masalah utamanya adalah Jaldabaoth.”
Mata semua orang beralih ke Remedios yang berwajah masam.

“- Mari kita tinggalkan itu untuk sesaat. Kami mendiskusikan hal ini saat bepergian melewati negara lain, tetapi tujuan utama kami adalah menyerang kamp dan membebaskan rakyat.”
Banyak orang mengangguk setuju.

“Saya mengerti. Semua orang di Holy Kingdom sudah dilatih bertempur. Dalam hal ini, hanya membebaskan satu desa saja akan memberi kita sejumlah kekuatan tempur … dengan asumsi mereka bersedia membantu, tentu saja. Tetapi, dalam kasus ini, bukankah itu akan membuat masalah makanan menjadi lebih buruk?”

“Karena itulah saya katakan kita harus menyerang kamp-kamp itu. Seharusnya ada makanan di sana.”
“Saya mengerti! Begitulah Kapten Remedios!”
Remedios tersenyum saat mendengar salah satu paladin menyebutnya. Tetapi, mata Neia terasa dingin saat dia melihat Remedios yang sombong itu. Lagi pula, dia tahu dari siapa saran itu.
“Juga, dengan bantuan rakyat, kita akan terus menyerang dan membebaskan kamp-kamp di berbagai lokasi.

Dengan begitu, kita bisa menemukan bangsawan yang berhubungan di selatan. Kita akan mengumpulkan pasukan mereka sebelum Jaldabaoth bisa menghancurkan kita dan menyerangnya dengan serangan yang menghancurkan. Seharusnya itu dapat mencegah mereka melakukan sesuatu juga.

“Setuju!”
Kali ini, ada lebih banyak suara kesepakatan.
“Kita setuju dengan itu. Dalam hal ini, Squire Baraja, sampaikan ke Sorcerer King -”
“- Tunggu, Kapten. Saya merasa akan lebih baik jika saya memberitahunya sendiri. Itu merupakan adab yang ditunjukan kepada seorang raja saat memberi tahu raja tentang operasi kita.
“ Gustav benar, tapi untuk beberapa alasan ada sesuatu yang sepertinya yang kurang. Tetapi, Neia tidak bisa menolak ini tanpa mengetahui apa yang kurang.
“Baiklah. Lakukanlah, kalau begitu. Saya akan menyerahkannya padamu.”
“Siap.”

Neia dan Gustav kembali ke kamar Sorcerer King bersama-sama. Meski hanya ada sepotong kain untuk dijadikan pintunya, paladin masih berdiri di depannya. Apakah dia di sana waspada pada orang-orang yang mungkin membahayakan tamu di dalam, atau memperhatikan tamu itu sendiri? Setelah diperintahkan untuk kembali oleh Gustav, sang paladin pergi.

Neia merasa mengerutkan alisnya. Karena dia telah menyuruh pergi penjaga, datang ke sini pasti berarti dia memiliki sesuatu yang lain selain memberitahukan tentang rencananya. Sulit membayangkan bahwa mereka ingin membunuhnya. Tetapi, jika itu benarbenar terjadi, maka dia harus menggunakan senjatanya sebagai pengawal Sorcerer King.

“Yang Mulia, saya Gustav Montanis; Saya dan Squire Neia Baraja meminta izin Anda untuk masuk.
Setelah dikabulkan, Gustav melangkah masuk ke ruangan itu. Ketika seseorang mengingat penginapan yang mereka lihat di Kerajaan dan Sorcerer Kingdom, tempat ini tampak sangat tidak layak. Ini bukanlah tempat bagi seorang raja bangsa untuk beristirahat. Tidak ada yang bisa dilakukan tentang fakta bahwa dinding gua itu adalah batu, bahkan perabotannya berantakan. Meskipun paladin belajar menjahit saat menjadi squire, itu tidak membantu mereka untuk membuat perabotan. Tetapi, tempat tidur dimana Sorcerer King duduk, sangat indah.

Berkilau dengan cahaya obsidian, seperti terbuat dari onyx. Selain itu, ada selimut putih bersih di atasnya. Orang lain pasti akan pingsan karena melihat seprai indah yang muncul entah dari mana. Tetapi, bagi Neia, yang sudah lama bersama Sorcerer King, berpikir bahwa masalah semacam itu tidak perlu diungkit ketika berhubungan dengan Sorcerer King.

Selain itu, ada kemungkinan dia baru saja berteleportasi ke rumah dan kembali membawa tempat tidur. Tetapi, berbeda dengan Gustav, yang tidak mengenal Sorcerer King seperti Neia.

“Yang Mulia. Apa, apa itu?”
“Oh, ini?” Sorcerer King menunjukkan tempat tidurnya.
“Saya membuatnya dengan sihir. Sedangkan untuk selimut ini, yah, dibuat juga dengan magic. Sepertinya, saya tidak tahu dari mana wol murni ini berasal, tapi rasanya enak untuk berbaring di atasnya. Saya yakin kamu bisa beristirahat dengan nyaman di atasnya.”
Bahkan setelah menerima jawaban itu, apa yang bisa Gustav lakukan adalah menjawabnya dengan kaku,
“ ah, ahha “.

Tetapi, Neia tidak punya hak untuk mengkritiknya. Lagi pula, dia juga memandang jauh dan berpikir, magic benar-benar bisa melakukan apapun ~
“Jadi, saya mengerti mengapa Baraja-san telah kembali. Tapi mengapa kamu datang juga, Wakil Kapten-dono?”

“Ah, ah, iya! Meskipun saya tidak berniat untuk merendahkan Squire Baraja, saya merasa akan lebih tepat, sebagai Wakil Kapten, menjelaskan rencana kedepan oleh saya sendiri; makanya saya datang ke sini.”

“Umu … jika kamu telah memepertimbangkannya begitu , maka saya sebagai orang luar tidak memiliki hak untuk menolak. Tetapi, saya ingin mengatakan sesuatu.”
Saat itu, titik cahaya merah yang berfungsi sebagai mata Sorcerer King terisi semacam benda hitam.
“Saya memberinya perintah itu karena saya merasa dia bisa menyelesaikannya dengan baik. Tetapi, ikut campur dalam masalah ini karena pengaruh kamu sebagai atasan sama dengan meremehkan pendapat saya. Saya tidak senang dalam hal itu.”

Sampai saat ini, tidak peduli bagaimana dia memandangnya dan memperlakukannya, Sorcerer King tidak pernah menunjukkan ketidaksenangannya pada Neia. Tetapi, untuk pertama kalinya, dia menunjukkan kemarahannya dihadapan Neia. Kemarahan ini muncul karena kepercayaannya pada Neia, dan hal itu menyebabkan hawa panas mengalir di dadanya. Dialah satu-satunya yang berpendapat seperti itu tentangnya.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya!”
“Permintaan maaf itu harus ditujukan padanya. Selain itu, Jadi, tidak masalah. Lalu jelaskan padaku.”
Gustav dengan singkat menjelaskan rincian dari apa yang telah direncanakn, tetapi dia mandapati ketidakjelasan.

Dia menjawab dengan suara “Umu”
“Saya mengerti. Lalu – apa yang kamu harapkan pada saya? Atau apakah kamu mengatakan bahwa kamu hanya datang untuk memberi tahu saya tentang hal ini?”
“Tentu saja tidak; Saya ingin bertanya apakah Yang Mulia punya pendapat pada rencana ini…”
Jadi begitu… Dia ingin meminjam kecedarsan Sorcerer King.

Itulah yang membuat Neia khawatir tentang kedatangannya. Memerintahkan paladin tadi juga karena alasan itu. Jika paladin mendengar apa yang dikatakan Gustav, dan misalnya tahu bahwa Wakil Kapten telah menundukkan kepalanya kepada raja dari negara lain, yang bahkan seorang undead, keadaan akan sangat buruk.

Saat ini, apa gunanya menutupi semuanya. … Jelas terlihat bahwa mereka tidak berdaya tanpa kekuatan Sorcerer King. Karena itu, meskipun cepat atau lambat, berita tentang ini nantinya akan mulai menyebar ke seluruh masyarakat Holy Kingdom.

Apa yang seharusnya disebarkan kepada masyarakat Holy Kingdom ke seluruh negeri adalah kebaikan dan kemurahan hati Sorcerer King, dan kemudian memperlakukannya dengan rasa syukur. Meskipun aku paham mereka mewaspadainya karena dia adalah undead, aku tidak berpikir Sorcerer King adalah tipe orang seperti itu… Meski begitu, biarpun Neia mengatakan pada semua orang, kemungkinan tak seorang pun akan mempercayainya. Mereka bahkan mungkin mengira dirinya terpesona atau di bawah pengaruh magic.

Apa yang bisa aku lakukan untuk membuat semua orang percaya kepada Sorcerer King? Sepertinya aku perlu melakukan sesuatu untuk mengubah kesan itu dari Dia. Tetapi, aku tidak mungkin mengatakan sesuatu yang kasar seperti, “tolong biarkan lebih banyak orang bersama Anda”.

Ketika Neia yang memikirkan masalah ini, Sorcerer King masih berbicara dengan Gustav.
“… Tidak, saya sudah mengatakan ini. Saya tidak akan mengganggu perencanaan strategimu.”
“Saya berharap Anda akan memberi kami solusi mengenai hal ini, karena kami tidak punya lagi tempat. Kami ingin menghindari kemungkinan gagal, sekecil mungkin.”

“Karena itulah alasannya. Jika kamu menggunakan saran saya dan operasi berakhir dengan kegagalan, apa yang harus dilakukan? Saya tidak bermaksud memikul tanggung jawab itu.”
“Oleh karena itu, saya merasa bahwa apa yang kita diskusikan di sini hanya untuk diri saya, Yang Mulia, dan Squire Baraja saja.”

“Baraja-san juga? Apakah tidak lebih baik tidak membiarkan dia mendengar ini?”
“Tidak, karena berbagai alasan, akan lebih baik jika ada pihak ketiga. Juga, dengan adanya seseorang yang punya bakat seperti dia, kita mungkin bisa mendapatkan sesuatu yang baik.”
“… Hm, kalau begitu kita bisa membahasnya. Baraja-san, saya percaya kamu baik-baik saja, kan?”
“Ah! Ya, saya baik-baik saja”

“Kalau begitu… ada beberapa poin dalam operasi yang kamu sarankan sekarang yang mengganggu saya. Yang pertama adalah pertanyaan tentang makanan. Saya setuju bahwa mungkin ada persediaan makanan di kamp-kamp penjara, tapi saya tidak merasa akan ada banyak di sana. Bila kamu pikir, apakah menurut kamu mereka akan memberi makan tawanan mereka dengan benar? Begitu. Jika menurut saya, saya akan mengurangi asupan makanan dan melemahkannya sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk memberontak. Juga, ada masalah dalam hal memaksa mereka menjadi prajurit setelah menyelamatkan mereka. Bagaimana dengan senjata mereka? Sudahkah kamu membawanya ke gua ini?”

“Tidak, belum. Saya berpikir kita bisa mendapatkannya dari kamp.”
“Rencanamu untuk menggantungkan semuanya pada kamp, sangat berbahaya. Kamu mengerti, kan?”
“Iya. Tetapi, menyelamatkan orang-orang yang menderita di sana sangat penting.”
“Masalah itu saya setuju. Semakin lama waktu berlalu, semakin sedikit yang punya perasaan untuk negara ini. Tetapi, akan lebih baik melakukan sesuatu tentang kondisi makanan. Sebenarnya, saya merasa bahwa mencari bantuan dari selatan adalah pilihan terbaik. Apa yang bisa dilakukan untuk mencapainya dengan lebih mudah?”

“Keluarga kerajaan akan membantu. Meskipun Holy Queen-sama telah meninggal dunia, saya tidak merasa semua bangsawan juga sama. Kita bisa membantu anggota keluarga kerajaan yang didukung oleh bangsawan selatan, dan kemudian membuat mereka meminta bangsawan selatan untuk bekerja sama dengan kita. Jika kita melakukan itu, kita juga akan…..ngomong-ngomong, Yang Mulia. Holy Queen sudah meninggal, tapi mungkinkah Yang Mulia bisa melakukan sesuatu untuk itu?”
“Apa yang kamu ingin saya lakukan?”
“Kebangkitan.” (resurrection)
“Saya mengerti. Itu bukan tidak mungkin.”

Dia berkata dengan nada santai sehingga Neia meragukan pendengarannya sejenak. Resurrection magic bisa dianggap sebagai rahasia terbesar dari divine magic. Sangat sedikit manusia yang bisa menggunakannya. Berapa banyak orang di dunia ini bisa mengucapkan kata-kata itu begitu mudah?
“Tentu, saya akan mengharapkan imbalan untuk itu. Lalu dimana tubuhnya? Bagaimana keadaannya? “
“Lokasi tubuhnya saat ini belum diketahui. Mengenai imbalan, kami dengan senang hati akan membayar dengan uang sebanyak yang diinginkan Yang Mulia.”

Sorcerer King menggerakkan tangannya ke depan wajahnya untuk menyela Gustav.
“Tubuh yang hilang akan membuat keadaan menjadi sangat sulit. Begitu pula, kondisi tubuh bisa memperburuk masalah. Tanpa tubuh yang utuh, ada kemungkinan bahwa jika menggunakan resurrection magic, dia akan menjadi undead.
“Itu, itu akan jadi masalah untuk kami.”

Jika Holy Queen menjadi undead, itu tidak hanya akan menimbulkan masalah, juga akan membuat seluruh Holy Kingdom terlibat dalam perang.
“Apakah tidak ada magic caster di Holy Kingdom yang bisa menggunakan resurrection magic tingkat lima?”

“Saya minta maaf, tapi saya belum pernah mendengarnya.”
“Hoh … dan bagaimana dengan anggota keluarga kerajaan yang tersisa?”
“Mereka mungkin berada di salah satu kamp pengasingan. Karena begitu lama, saya ragu ada di antara mereka yang bersembunyi di kota.”

“Hoh, jadi tawanan, kalau begitu? … Apakah kamu punya informasi tentang di mana mereka berada?”
“Tidak ada sama sekali,” jawab Gustav sambil menggelengkan kepalanya. Sorcerer King menatap ke atas. “Umu. Kamu melakuannya dengan tidak baik, kan?”

“Benar. Tidak ada orang dalam ordo paladin yang ahli dalam mengumpulkan informasi …”
“Begitukah …” Sorcerer King mendengus pelan, lalu bicara. “Menurut saya, sebuah kelompok yang baik memungkinkan setiap bawahannya untuk menghadapi berbagai situasi yang sangat penting. Begitu juga, bagian yang bertugas sebagai pengumpul informasi.”
“Ya. Oleh karena itu, kami berharap bisa memanfaatkan kekuatan Yang Mulia. Bolehkah saya tahu apakah Anda dapat membantu kami dengan magic Anda? “
“Jadi, magic bukan segalanya … pertama, kita butuh informasi terperinci mengenai kamp-kamp penjara. Saya percaya kamu memiliki peta terperinci untuk saya teliti?”
“Saya mohon maaf -”

“Saya tidak berpikir ada satu di sini; Haruskah saya mengambilnya?”
Neia menyelanya. Peta adalah harta kerajaan. Semakin akurat mereka, semakin berguna mereka dalam pertempuran. Membiarkan musuh negara untuk mengetahui lebih banyak tentang geografi negaranya akan lebih banyak keburukan daripada kebaikannya.

Karena itu, Gustav pasti sudah berencana menolaknya. Tetapi. Neia tidak bisa membiarkan hal ini. Dia tidak bisa mentolerir dalam memanfaatkan Sorcerer King. Jika mereka ingin memanfaatkan kebijaksanaannya, mereka harus membayar harga itu. Meskipun Gustav menghadapkan belati ke arahnya, Neia berpura-pura tidak menyadari hal itu.
“Ah, kalau begitu, saya akan melihatnya setelah ini. Juga, saya mohon maaf, tapi ceritakan semua yang kamu ketahui tentang daerah itu, Baraja-san.”

“Siap!”
Setelah mereka berdua saling bicara, Gustav menarik tirai dan pergi. Setelah suara langkah kakinya menghilang, Sorcerer King berkata:

“Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu. Saya datang ke sini untuk mendapatkan keuntungan bagi saya sendiri, Begitulah berharganya maid Jaldabaoth”
“Ya.” Dia pasti membicarakan tentang peta. Dada Neia terasa panas. Sungguh, itu adalah hal yang menyenangkan dari apa yang kita lakukan dihargai oleh orang lain. “Tetapi, ini sangat berbahaya. Saya terkejut sebuah kelompok yang dapat tercerai dengan mudah bertahan begitu lama.”
“- Saya mohon maaf.”

“Tidak, tidak perlu meminta maaf kepada saya … bagaimanapun, sangat merepotkan saat sebuah kelompok tidak bersatu. Apakah kamu tidak menggunakan suara terbanyak saat perbedaan pendapat terjadi? Dan juga, aturan untuk tidak menyimpan dendam apapun hasilnya.”

“Bagus sekali jika kita bisa mempersatukan kelompok dengan cara itu. Tampaknya seperti tim impian.”
“Mm … bagus sekali, katamu?” Sorcerer King tiba-tiba menatap ke atas, tapi matanya tampak memandang sesuatu yang lebih jauh. “Ya, itu benar-benar tim impian”

“Mungkinkah negara Yang Mulia diatur seperti itu?”
“Ah, ahhh. Tidak, tidak seperti itu. Masalahnya, negara saya bukan kelompok seperti itu. Begitu pun … kuku.” Sorcerer King terdiam, lalu dia tertawa hangat, “Akan sangat menarik jika memang begitu.”
“Menarik, katamu?”
“- Sekarang, bisakah kamu ceritakan tentang daerah sekitar?”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded