Overlord Volume 12 Chapter 3 part 3 Memulai Serangan Balik

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 
  • Editor : Entoma V. Zeta

Memulai Serangan Balik

Setelah serangan ke kamp penjara yang pertama dan membebaskan prajurit pembebasan yang dipenjara, mereka langsung pergi ke kamp penjara berikutnya.

Ini bukan karena pemusnahan demihuman yang diutamakan, tapi karena beberapa alasan yang berarti mereka tidak punya pilihan selain melakukannya.

Yang paling mendesak adalah karena persediaan makanan di kamp penjara kurang dari yang telah mereka perkirakan. Hal ini terjadi karena akibat dari dua kebijakan para demihuman yang tidak memberi cukup makanan kepada mereka, dan secara teratur mengirimkan makanan dari sebuah kota kecil di dekatnya. Selain itu, para demihuman yang mengantarkan pengiriman makanan dan juga bertanggung jawab untuk memeriksa kamp-kamp penjara akan menyebabkan kejanggalan.

Meskipun jika mereka membunuh semua demihuman ini dan mengambil semua makanan mereka, pihak musuh pasti akan menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah di kamp-kamp penjara. Tentunya, Jaldabaoth juga akan mengetahuinya. Karena itu, kemungkinan besar dia akan mengirimkan kekuatan besar yang akan dihadapi Neia dan yang lainnya.

Bersama dengan Sorcerer King dan ikut serta – tapi jelas tidak berbicara – dalam rapat, setelah perdebatan yang cukup lama, yang membuat kakinya sakit saat berdiri, Neia akhirnya sampai pada dua kemungkinan tindakan. Yang pertama adalah melarikan diri ke selatan bersama dengan orang-orang dari kamp penjara yang dibebaskan, dan bergabung dengan prajurit yang seharusnya ditempatkan di sana.

Yang kedua adalah menyerang terlebih dahulu dan menaklukkan kota. Sementara kedua pendapat yang sebenarnya berlawanan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, mereka akhirnya memilih yang terakhir, setelah kapten ordo paladin, Remedios Custodio, memutuskannya. Remedios memiliki alasan rahasia untuk memilih menyerang kota.

Setelah menginterogasi para demihuman – dan tentu saja, membunuh mereka sesudahnya – kota yang menjadi tujuan mereka rupanya ada bangsawan di dalamnya yang merupakan keturunan keluarga kerajaan.

Jika mereka benar keturunan keluarga kerajaan, kemungkinan besar situasi akan membaik. Bahkan jika mereka bukan keluarga kerajaan, akan menjadi berkah dari Tuhan jika mereka adalah seorang bangsawan besar yang berstatus dan koneksi tertentu. Mereka berharap akan fakta bahwa jika mereka menyelamatkan nyawanya dan memaksanya untuk memohon kepada prajurit selatan, dan mungkin meminta bala bantuan.

Tetapi, Neia meragukannya.

“Yang Mulia, apakah Anda benar-benar berpikir akan ada anggota keluarga kerajaan atau seorang bangsawan yang hebat di sana?”

Neia diberi kesempatan mengendarai kuda untuk menghormati status Sorcerer King. Jika tidak, jenis kuda yang dibolehkan dikendarai oleh seorang squire berpangkat rendah seperti Neia adalah kuda yang digunakan untuk menarik kereta.

“Mungkin ini perangkap. Meskipun jika tidak, kota ini akan dikepung dengan banyak prajurit, dan tergantung situasinya mungkin akan ada demon. Kapten Custodio seharusnya sangat menyadari itu. Meski begitu, dia telah memutuskan untuk melakukan pertempuran hebat seperti ini. Terkadang, kamu perlu mempertaruhkan segalanya dengan satu pilihan .”

Jika mereka tidak mencari bantuan dari selatan, segera orang akan mulai kelaparan. Jika itu terjadi, Neia tahu bahwa Prajurit Pembebasan tidak akan mampu meneruskannya. Dalam waktu singkat, mereka telah melihat tujuan mereka, kota kecil, di kejauhan. Dari kudanya di barisan paling belakang, Neia melihat prajurit dari warga* biasa berbaris di depan dirinya.

Mereka adalah warga Holy Kingdom yang telah diselamatkan dari kamp penjara. Alasan mengapa mereka dipaksa bergabung dengan militer saat seharusnya beristirahat, karena mereka menemukan bahwa ada lebih banyak demihuman di kota daripada di kamp-kamp penjara. Ada banyak orang yang lemah dari yang diperkirakan, jadi mereka tidak diharapkan untuk menjadi prajurit infantri.

Meskipun begitu, itu lebih baik daripada tidak sama sekali, jadi mereka pun digerakkan. Level skill Neia sulit ditekan untuk menyembunyikannya dari penglihatan pasukan pengintai demihuman, jadi mereka perlu bergerak secepat mungkin. Dan akibatnya membuat orang-orang semakin lelah, dan jumlah orang dewasa yang duduk di kereta barang semakin bertambah. Sebenarnya mengapa mereka bisa tidur di kereta yang tidak nyaman, karena menunjukkan betapa lelahnya mereka. Sebaliknya, anak-anak berlari dengan penuh semangat.

Para priest mungkin juga tidak terbiasa dengan perjalanan panjang dengan berjalan kaki, mengingat bagaimana mereka tampak iri pada orang yang di kereta sepanjang waktu.

Malahan saat ini, mereka akan terjun langsung ke dalam pertempuran begitu mereka tiba. Apakah hal ini dibenarkan?

Selama rapat strategi dalam perjalanan, mereka memutuskan segera menyerang kota saat mencapainya. Itu karena mereka kekurangan bekal dan waktu.

Menyerang kota dengan musuh yang menunggu sambil bersembunyi saat siang hari sangat berbahaya. Akan lebih mudah untuk mendekati di malam hari, tapi akan sangat merugikan bagi manusia, yang tidak memiliki kemampuan penglihatan pada malam hari. Terutama, pertempuran malam sangat berbahaya bagi warga, yang hanya mendapatkan latihan bertempur saat wajib militer. Dengan pemikiran itu, mereka memutuskan untuk menyerang saat subuh. Garis pertempuran sudah terbentuk di depan mereka.

Di depan adalah para paladin. Di belakang mereka ada prajurit-warga yang memegang dinding kayu yang mereka buat setelah menghancurkan kamp-kamp penjara, dan di belakangnya ada para priest.

Rencananya sama seperti terakhir kali, menggunakan para angel untuk menekan musuh di tembok sementara paladin menghancurkan gerbang, sebuah taktik yang mengandalkan kekuatan kasar untuk semuanya. Tugas utama prajurit-warga hanya terbatas untuk menakut-nakuti musuh melalui jumlah yang besar.

Oleh karena itu, mereka telah memerintahkan warga sipil untuk menghindari pertempuran, dan jika mereka harus berjuang, untuk melawan musuh, itu adalah hal yang lain. “… Sekarang, tunjukkan bagaimana kalian akan melakukannya .”

Sorcerer King bergumam sendiri. Sebagai pengamat, Sorcerer King tidak akan terlibat dalam pertempuran. Meskipun mereka ingin memanfaatkan kekuatannya untuk mengepung seperti saat ini, tidak ada yang membuka mulutnya untuk meminta kepadanya ketika rapat.

Sorcerer King tidak memperhatikan tatapan memelas yang ditujukan kepadanya, dan sekarang dia berada di barisan belakang. Pertempuran dimulai seperti yang terakhir kali. Mungkin hanya kota kecil, tapi sangat besar untuk wilayah ini. Pintu kayunya diperkuat dengan lapisan besi, dan ada Lubang mematikan di atasnya, meskipun temboknya tidak terbuat dari kayu, tetapi batu.

Tembok dan gerbangnya juga dibuat jauh lebih baik daripada bangunan kamp penjara, yang sebagian besar bahan pembuatnya diambil dari penduduk desa. Tetapi, karena kota ini memiliki kurang dari sepuluh ribu penduduk, hal itu masih belum bisa direbut. Prajurit Pembebasan mengalami kesulitan, sementara itu demihuman tampak gelisah. Itu mungkin gambaran yang tepat dari situasi sekarang.

Remedios memimpin paladin dalam penyerangan, sementara itu para angel menyerang demihuman di tembok. Tetapi – ada juga para angel yang musnah setelah di serang oleh musuh. Tampaknya para demihuman adalah Bafolk yang sama seperti di kamp-kamp penjara, tapi sepertinya, yang mempertahankan kota ini adalah pasukan yang sangat terampil.

Yang paling jelas dari mereka adalah Bafolk di tembok – bersembunyi di balik benteng – dan memegang tombak yang sangat panjang. Dia sudah menusuk banyak angel. Bafolk itu mengeluarkan raungan. Mungkin semacam skill, tapi itu tidak mempengaruhi para angel atau paladin yang menghancurkan gerbang di bawahnya. Apakah karena area efek yang sempit, ataukah hanya efektif pada sekutu? Rinciannya tidak jelas.

Tetapi, akan lebih baik mengingatnya bahwa dia memiliki semacam skill. Di bawah, kedua belah pihak bertempur hebat di luar gerbang. Bafolk menusukkan tombak panjang dari sisi lain pintu gerbang – dari dalam kota – ke para paladin, yang menahannya dengan perisai berduri, mencegah musuh menyerang paladin yang menggunakan alat pendobrak. Sedangkan Remedios, secara langsung memotong tombak panjang yang ditusukkan padanya.

Para demihuman mencurahkan air mendidih ke atas mereka melalui murder hole. Tetapi, paladin sudah memakai mantra 「Protection Energy Fire」 untuk mengantisipasi hal ini, akibatnya tidak peduli berapa banyak air yang mengenai mereka, paladin tidak terluka. Tentunya, karena ini musim dingin, akan jadi masalah jika basah kuyup dan kemudian suhu turun, tapi tidak jadi masalah untuk saat ini. Jika mereka menggunakan minyak mendidih dan bukan air, pedang mereka akan mudah tergelincir dari tangan mereka.

Mungkin minyak itu sangat berharga bagi para demihuman tapi mereka tidak melakukan persiapan seperti itu. Prajurit-warga perlahan maju membawa tembok kayu yang mereka bawa untuk digunakan sebagai perisai. Meskipun akan lebih baik jika terbuat dari logam, tapi mau bagaimana lagi karena kurangnya senjata yang layak. Ini mungkin tidak terlalu kokoh, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali, dan prajurit-warga yang bersembunyi di belakangnya mulai menembak dengan katapel tempur.

Mereka mengarahkannya ke demihuman yang bertarung dengan para angel. Karena mereka tidak terbiasa bertempur, batubatu yang sering mereka lontarkan lebih sering menyerang para angel. Meskipun serangan mereka mengenai rekan mereka sendiri, para angel tahan terhadap serangan itu, jadi bukan masalah bagi angel.

Tentunya, itu hanya ketahanan, bukan kekebalan, tapi tetap saja, prajurit-warga tidak menyebabkan banyak kerusakan kepada para angel. Mereka tetap menggunakannya karena mereka akan lebih bisa melukai demihuman jika mereka menyerangnya. Setiap para angel yang mati, para priest akan memanggil angel yang baru dan melancarkannya ke peretempuran. Meskipun mereka hanya sedikit, karena prajurit baru itu tak kenal lelah dan tak henti-hentinya terus bertempur, pertahanan demihuman mulai goyah.

“… Mm. Dengan mempertimbangkan lawan mungkin menggunakan magic defensif, mereka seharusnya mengguyurkan air dingin kepada lawan. Digabungkan dengan dingin dari musim dingin, itu akan membuat suhu tubuh lawan mereka merosot … bagaimanapun, kebanyakan orang akan melepaskan mantra untuk melindungi diri dari api .”

Ketika Sorcerer King melihat medan perang, dia bergumam pada dirinya sendiri seperti dia menganalisisnya. Sulit untuk menanggapi kata-kata itu. Meskipun tidak ada yang mati, ada orang-orang yang terluka, jadi dia tidak bisa memaksa dirinya untuk berbicara.

“Ngomong-ngomong, apakah benar tidak masalah jika kamu tidak ikut serta dalam pertempuran, Baraja-san? Kamu harusnya bisa menganggap dirimu layak dengan panah yang Aku berikan kepadamu .”

Neia ditugaskan untuk mengawasi Sorcerer King. Menggunakan tubuhnya sebagai perisai bagiNya adalah tugasnya. Karena itu, dia belum diperintahkan untuk bertempur.

Tetapi, apakah dia ingin aku menggunakan senjata yang dipinjamkannya? Aku bisa mencoba memanah dari sini, tapi gagal pada tembakan pertama dengan senjata pinjaman akan sedikit —

Saat Neia yang ragu memikirkan bagaimana menjawabnya, sebuah suara hebat terdengar dari sekitar gerbang kota.

Segera memeriksanya, sepertinya gerbang telah dijebol. Suara itu merupakan gabungan dari rasa senang para paladin dan ratapan para demihuman. Begitu gerbang kota telah hancur, paladin membanjiri kota seperti longsoran salju.

Setelah melihat kemampuan Remedios, demihuman yang terguncang menjadi semakin panik.

Setelah itu, paladin mundur dari keributan besar itu. Penglihatan tajam Neia melihat apa yang ada di dalam celah pintu gerbang yang sempit sebelum paladin berhasil sampai di sana. Itu sama seperti sebelumnya.

Bafolk menahan seorang anak, bahkan lebih muda dari sebelumnya, dan mengeluarkan perintah ke paladin di sisi lain gerbang kota. Meskipun suaranya tidak terdengar sampai ke mereka, orang bisa membayangkan perintah yang telah diberikan. Paladin mulai mundur dan yang memimpin itu adalah Remedios dan Gustav. Setelah itu, mereka mengatakan kepada para priest untuk

“perintahkan para angel mundur, jika tidak mereka akan membunuh anak itu .”

“Jadi, sama seperti tadi. Aku tidak bisa mendengarkan dari sini, aku ingin pergi ke sana dan ikut serta dalam percakapan mereka. Bagaimana?”

“Anda tidak perlu meminta pendapat saya, Yang Mulia .”

Neia dan Sorcerer King berjalan menuju Remedios, yang lokasinya agak jauh – antara Sorcerer King dan gerbang kota – dan mendiskusikan sesuatu dengan prajurit-warga yang gelisah.

“Kita harus bernegosiasi dengan mereka,” kata Remedios, meskipun begitu, orang yang tampak bermuka masam setelah melepas helm mereka adalah orang lain.

Mungkin karena mereka tahu apa yang terjadi di kamp penjara pertama, tapi mereka semua berpendapat

“Bagaimana kita bisa menyetujuinya” yang tertulis di wajah mereka. Bahkan setelah Sorcerer King datang, mereka masih belum menemukan jawaban.

Tidak, semua orang mencoba memikirkan bagaimana cara menghentikan Remedios

“bagaimanapun, kita perlu menyelamatkan anak itu”, dari kedudukannya, tapi sepertinya tidak mungkin. Setelah mengusulkan beberapa rencana negosiasi yang tidak jelas yang pada akhirnya membuang-buang waktu, beberapa orang saling pandang, dan segera Gustav berteriak.”Kapten!” Saat dia mengalirkan kekuatan ke matanya.

“Kita sudah berkali-kali melewati ini! Bahkan saat itu pun, tidak masalah bagaimana kita membahas banyak hal, hal itu tidak berhasil! Kita tidak bisa menyelamatkan anak itu!”

Setelah mendengar perkataan Gustav, Neia tahu bahwa Kapten telah meneruskan rapat strategi bahkan setelah Sorcerer King telah meninggalkan tenda komando. Pada saat yang sama, dia tahu bahwa paladin tidak akan bisa mengatasi masalah ini tanpa menumpahkan darah. Remedios menggigit bibirnya dan tetap diam. Tetapi —

“Kapten! Kita tidak bisa memenangkan pertempuran ini tanpa pengorbanan! Saat ini, kita harus mengorbankan sedikit untuk menyelamatkan banyak orang!”

Neia melihat mata Remedios berkobar dengan api merah pada kata-kata itu.

“- Itu bukanlah perang yang akan dilakukan oleh Holy Queen! Kita adalah Pedang Yang Mulia! Kita melayani Holy Queen, yang ingin bangsa ini hidup dan berjalan dengan damai!”

“Tapi Holy Queen-sama sudah .. .”

Sudah mati, tapi sebelum Gustav bisa mengatakan itu, Remedios berteriak menyela dia.

“Holy King selanjutnya memang belum diangkat! Tetapi bukankah seharusnya kita melindungi cita-cita Holy Queen-sama kepada siapa kita menjanjikan pedang kita sampai saat itu? Apa arti dari sumpah kesetiaan yang kita buat saat kita melanggarnya sendiri??”

Ah, begitu. Neia mengerti.

Remedios telah terikat, terikat oleh keinginan orang yang dia janjikan kesetiaannya. Seorang ksatria Holy Queen yang mencintai rakyat tidak dapat melakukan apapun yang dapat membahayakan masyarakat. Itulah yang mengikatnya. Satusatunya yang bisa mematahkan ikatannya adalah orang berikutnya yang dia tawarkan pada kesetiaannya.

“Apa yang salah dengan itu? Pada siapa yang kamu janjikan pedangmu? Kalian semua telah mengikuti upacara untuk ditahbiskan sebagai paladin! Menurut kalian, apa yang dilayani oleh ordo paladin?”

Ketika seorang squire menjadi paladin, mereka akan bertemu dengan Holy King dan memberikan pedang yang mereka pegang kepadanya. Sama halnya, ketika ada pergantian Holy King, para paladin akan bertemu dengannya dan memberikan pedang mereka kepada Holy King yang memerintah sambil bersumpah setia padanya.

Oleh karena itu, semua orang di kelompok paladin ini telah menjanjikan pedang mereka kepada Holy Queen.

“Atau kalian bukan?”

Nadanya berubah dalam sekejap. Setelah memanas, dia segera tenang kembali, dan suaranya dipenuhi kedinginan.

“Apa Holy Queen-sama salah ingin memberi kebahagiaan kecil dan membangun sebuah Negeri dimana tidak ada seorangpun yang menangis?”

“Dia tidak salah! Tapi … tergantung situasinya … ada hal-hal yang mungkin perlu diubah .”

“Siapa? Siapa yang perlu diubah? Beritahu aku. Apakah ada bentuk keadilan yang ‘lebih tinggi daripada ‘tidak harus mengorbankan seseorang !?”

Gustav menutup mulutnya. Neia menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan sekarang. Dia tidak diperintah karena patuh terhadap kesetiaannya kepada Holy Queen, yang dia telah menjamin kesetiaannya.

Remedios mengatakan bahwa seseorang harus melakukan keadilan. Tetapi, di jalan yang berduri, betapapun sulitnya untuk berjalan, seseorang harus berjalan dengan susah payah melalui semua kesulitan di jalan dan terus maju tanpa memperhatikan apa yang ada di sekitar dirinya.

Mengorbankan sedikit untuk menyelamatkan banyak orang, dan menyelamatkan semua orang tidak peduli seberapa besar atau kecilnya; manakah yang benar-benar adil? Itu sudah jelas, yang terakhir.

Tetapi, itu terlalu idealis, dan orang normal akan segera menyerah. Bagaimanapun, bahkan setelah mengetahui hal ini, Remedios tetap bersikeras untuk menyelamatkan semua orang. Dia berpegang teguh pada cita-cita yang orang normal akan segera meninggalkannya.

Sebab itulah dia kapten paladin, paladin dengan nilai tertinggi dari mereka semua. Remedios adalah satu-satunya yang mencari arti dari keadilan yang mulia dalam dirinya; Mereka yang tidak mengerti ini adalah orang-orang yang menyedihkan.

Mungkin mereka memahaminya, tapi beberapa paladin menundukkan kepala karena malu. Jika seseorang menganggap keadilan Sorcerer King “membunuh satu orang untuk menyelamatkan seribu orang” menjadi keadilan raja, maka keadilan ideal bagi Remedios adalah “satu atau seribu, semuanya sama” – sebuah bentuk keadilan yang luar biasa.

Keduanya benar. Tidak ada yang salah.

Meski begitu, adakah keadilan tanpa kekuatan?

Misalnya, jika Remedios lebih kuat – jika dia memiliki kekuatan seperti dewa yang tidak dapat dibayangkan Neia, dia bisa menyelamatkan anak itu, dan menyelamatkan penduduk kota. Dalam hal ini, tidak akan ada masalah.

Tetapi, bukan itu masalahnya.

Dia terhenti di sini karena tidak ada jalan untuk maju tanpa pengorbanan.

Melaksanakan keadilan butuh kekuatan. Ahhh, aku ingin menjadi kuat … begitulah, aku bisa menghapus perbuatan Jaldabaoth dari negeri ini …

“… Maafkan aku karena menyela saat Anda berada dalam kebuntuan, tapi Anda tidak akan sampai pada kesimpulan jika seperti ini .”

Suara yang sangat dingin itu meniup udara panas di udara. “Yang Mulia .. .”

“Kapten Custodio. Jika ini terus berlanjut, Anda hanya akan membuat musuh mengetahui betapa bergunanya sandera. Menurut aku, Anda tidak akan bisa menaklukkan kota ini tanpa mengorbankan orang lain .”

“Tentu tidak. Seharusnya ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini. Sebuah cara di mana tidak ada yang perlu dikorbankan dan di mana tidak ada yang perlu disakiti!”

Menanggapi perkataan itu, yang terdengar seperti meremehkan, Sorcerer King menjawaban dengan datar.

“Aku meragukannya … kita sudah membuang banyak waktu. Jika ini terus berlanjut, kita hanya akan membuat kesalahan yang sama lagi .”

Remedios menggigit bibirnya dengan kuat. Tetesan darah mengalir dari bibirnya.

“… Lalu … Kapten. Korbankan saja anak itu .”

“I-ituu–!!”

“Mm. Serahkan saja padaku. Karena begitu banyak waktu telah terbuang, aku ragu kalian akan bisa menyelesaikannya dengan sebuah pengorbanan kecil .”

“Apakah tidak masalah!?”

kata Neia yang tidak bisa menahan dirinya berteriak karena khawatir.

“Yang Mulia telah menyimpan mana untuk melawan Jaldabaoth; Tidak menggunakan mana itu untuk bertarung melawan Jaldabaoth, bukankah tidak menguntungkan?”

“Seperti yang kamu katakan, Baraja-san. Tetapi, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan lebih banyak orang … sementara aku tidak dapat menjamin bahwa tidak akan ada kerugian, paling tidak, akan jauh lebih sedikit daripada jika kamu mencobanya. Bagaimana? Maukah kamu menyerahkannya padaku?”

“Jadi masih akan ada … pengorbanan .. .”

“Sayangnya begitu, Kapten Custodio .”

Remedios menunduk dan pergi tanpa sepatah kata pun. Dia berjalan menuju kota – di mana prajurit-warga memandang dengan mata yang gelisah.

“Maafkan saya, Yang Mulia. Atas nama kapten, tolong izinkan saya, Gustav, untuk memohon pada Anda untuk membantu kami.”

“Mm … Baiklah, pertanyaan yang tak ada gunanya, tapi kalian akan berterima kasih untuk itu, kan?”

Semua orang yang ada disitu bingung dengan pertanyaan Sorcerer King, tetapi mereka segera menjawab dengan setuju. Neia menyadari kegelisahan di hati mereka tentang mengapa dia mengajukan pertanyaan yang normal.

“Benarkah. Lalu aku akan mengamankan kota ini sendiri. Kalian harus mengawasi ikan yang menyelip dari jaring dan membunuh atau menahan mereka. Secara pribadi, aku lebih suka menahan mereka agar mendapatkan informasi. Juga, aku akan menggunakan undead, jadi jangan terlalu bersemangat .”

Berkata demikian, Sorcerer King pergi ke gerbang kota tanpa menunggu jawaban.

“「Greater Magic Seal 」,「 Mass Hold Species 」 .”

Sorcerer King tidak berhenti berjalan saat ia melepaskan mantranya. Setelah mengucapkan dua mantra itu, dia melambaikan tangan dan menyihir beberapa bayangan yang redup. Semuanya ada sepuluh. Mereka memancarkan aura yang unik bagi undead, yang bagi makhluk hidup tidak dapat menerimanya. Bentuk mereka yang agak transparan menggambarkan kesengsaraan.

Mereka adalah Wraith (roh/hantu). Neia pernah mendengar bahwa mereka akan mengambil bentuk spesies yang melihat mereka dari kelas pengetahuan monsternya. Tetapi, penampilan aneh mereka tampak seperti tiga bayangan orang yang saling menempel.

“Para High Wraith,”

Bayangan yang mengerikan itu mengikuti Sorcerer King saat dia berjalan.

Rumput yang mereka injak layu dengan cepat. Yang sudah berwarna coklat karena musim dingin, mereka layu dengan cepat karena kehilangan kandungan airnya.

“Pergilah ke sana dan tunggu perintahku .”

undead bergerak serentak, tidak tertahan oleh gravitasi, undead itu melayang cepat ke udara. Dalam sekejap, undead itu sudah tidak terlihat karena langit biru di atas mereka, dan fakta bahwa dia tidak dapat melihat mereka dengan matanya yang sangat dia banggakan hanya akan meningkatkan keterkejutannya.

Meskipun dia ingin tahu apakah tidak masalah untuk tidak menjelaskan secara terperinci kepada undead yang dipanggil itu, Sorcerer King yang bisa membuat rencana pertempuran yang sempurna pasti tidak akan mengabaikan hal itu.

“Mereka, itu .. .”

“High Wraith. Karena mereka adalah makhluk tak berbentuk, mereka bisa melewati tembok dan halangan lainnya … tentu saja, mereka tidak bisa melewati sesuatu yang tanpa batas … kamu mungkin tidak ingin tahu secara jelas, kan? Jadi, mereka adalah bagian dari persiapanku untuk mengambil alih kota ini. Jadi, tunggu di sini, Baraja-san.. .”

“— Tolong izinkan saya untuk menemani Anda .”

“Mm … dalam hal ini, tolong pakai barang ini di lehermu .”

“Ini, ini?”

Sorcerer King mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berhiaskan lima bintang, dihiasi rubi besar di tengahnya.

“Item ini memberi kekebalan terhadap rasa takut. High Wraith memiliki kemampuan untuk menyebarkan teror … biarkan Aku menyelesaikan ini dulu. Setelah itu, kamu akan sangat kacau. Orang yang didorong oleh rasa takut terkadang bisa menunjukkan kekuatan yang mengerikan. Bahkan Aku mungkin tidak bisa melindungi kamu, jadi jika kamu masih ingin mengikuti … “

“ — Tolong izinkan saya untuk menemani Anda .”

“Mm, mm. Begitukah? Aku mengerti .”

Neia memakaikan kalung itu di lehernya.

“Meskipun begitu … kekecewaan, mereka di saat perang, kau tahu. Bagaimana mungkin ada perang tanpa korban?”

Neia tersenyum pahit menanggapi nada Sorcerer King yang agak riang. Tentu, Remedios tidak membicarakan hal itu. Sorcerer King tidak mungkin mengerti arti katakatanya.

Mungkin ini cara Sorcerer King untuk bergurau, tapi meski begitu … Yang Mulia sepertinya tidak terlalu berbakat dalam bergurau.

Mungkin ini satu-satunya kelemahan Sorcerer King. Tepat saat pikiran itu sampai ke benak Neia, mereka tiba di sekitar pintu gerbang.

“Mundurlah, paladin. Aku akan menaklukkan kota ini sekarang. Mundurlah ke belakang … Aku percaya kalian harus mundur setidaknya sejauh itu, kan”

Sorcerer King menunjuk paling belakang dari paladin dan kemudian, dia berjalan ke gerbang kota, seperti berjalan santai ke daerah yang tidak dikuasai siapapun.

“Mundur! Jika Anda tidak mundur dengan cepat, anak nakal ini akan – “

Segera, Sorcerer King berhadapan dengan Bafolk yang menahan anak tersebut. Sulit untuk mengatakan ekspresi seperti apa yang dibuat oleh demihuman itu. Mungkin terkejut.

Demihuman lain di sekitar Bafolk mungkin memiliki wajah yang sama di wajah mereka. Jadi, bahkan Neia pun akan terkejut jika tiba-tiba dia melihat Sorcerer King.

“… itu, itu undead!?”

Kemudian, kata “undead” bergema di antara demihuman.

“Benar. Ah, Aku percaya mereka disebut ‘The Living?’ Aku pernah mendengarnya, tapi Aku tidak terlalu ingat .”

“Apa? Kenapa kamu? Apa yang terjadi … tunggu, seorang manusia?”

Mata Bafolk berpaling pada Neia.

“Kamu! Kamu mengendalikan makhluk undead itu, kan?! Betapa menyeramkannya dia”

Pemikiran seperti, “Aku bukan seorang necromancer” atau “Kamu bersikap tidak sopan terhadap Sorcerer King” ada di benak Neia, tapi dia tetap diam.

“Maaf mengganggu saat kamu dalam kebingungan, tapi -”

“- Mundur, undead! Atau anak ini akan dibunuh!”

Bafolk mencekik leher anak itu. Wajah anak laki-laki itu tampak sudah tidak terlihat bernyawa. Matanya yang suram mencerminkan wajah Sorcerer King, tapi dia tidak bereaksi. Meski begitu, dia masih tersentak setelah demihuman itu mencekik lehernya.

“Huhaha! kamu benar-benar mencoba untuk menggunakan makhluk hidup sebagai sandera melawan undead? Yang benar saja .”

Mata Bafolk melebar. Ekspresinya menjijikan, dan Neia berpikir bahwa alasan dia mempunyai waktu untuk berpikir seperti ini karena dia bersandar pada sesuatu yang besar seperti Sorcerer King.

“Manusia! Hentikan undead itu!”

Ini bukan seperti aku mengendalikannya …

“Umu. Sekarang, bisakah kita mulai?”

“Apa? Mundur!! Mundurlah sekarang juga!”

Sepertinya dia telah sadar akan sesuatu, tapi Bafolk mundur ke belakang sambil menahan sandera. Ketika dia melihat sekeliling dengan cermat, dia bisa melihat sosok anak-anak yang lain; Apakah mereka juga dibawa ke sini sebagai sandera? Meski begitu, mereka sepertinya tidak ingin membunuh sandera mereka untuk memberi lawan mereka pelajaran.

Mereka mungkin berpikir, apakah para sandera akan benar-benar bekerja pada undead, siapakah musuh dari makhluk hidup? Neia merasakan sesuatu seperti angin hitam yang melingkar melewatinya. Pada saat itu, semua Bafolk terdiam di tempat.

Sejak Sorcerer King telah muncul, semua orang yang ada disana tetap diam, mengamatinya agar tidak ketinggalan satu langkah pun yang dia lakukan, tapi perubahan ini terlalu ekstrem. Mata dan mulut mereka menganga, wajah mereka tidak karuan dengan cara yang buruk. Juga – bukan hanya Bafolk. Bahkan anak-anak yang hampir tak bernyawa menunjukkan respon yang dramatis terhadap hal ini. Meskipun dia tidak bisa membaca wajah para demihuman, Neia memahami ekspresi manusia. Ketakutan tertulis di wajah anak-anak itu. Dan itu adalah ketakutan yang tak terbayangkan, rapuh, dan rasa takut yang menghancurkan.

“Aiiiieeeee!”

Bafolk itu menjerit dengan cara yang aneh –

“- Hmph. Release, 「Mass Hold Species」. “

Sebuah lingkaran sihir muncul, dan sejenis mantra meluncur keluar dari Sorcerer King. Kemudian, banyak demihuman dan anak yang disandera mereka membeku di tempat seperti patung yang mengerikan, wajah mereka masih tidak karuan.

Tetapi, mereka tidak terlihat seperti orang mati. Dia bisa mendengar suara napas yang samar – cukup kasar, sepertinya. Kemudian, di atas mereka – teriakan yang tak terhitung jumlahnya terdengar dari dekat dinding. Setelah itu, terdengar suara pukulan keras, suara itu dari daging yang sedang dipukul berulang kali di atas Neia.

“Baiklah, ayo kita pergi .”

Dia sempat terganggu oleh suara itu, jadi saat dia melihat ke depan lagi, di pintu gerbang –

“「Greater Break Item 」 .”

– Suara nyaring terdengar kencang. Itu adalah suara gerbang yang dihancurkan berkeping-keping yang jatuh seperti hujan.

“Seperti yang aku duga, menghancurkan bangunan menghabiskan banyak mana … walaupun aku tidak menggunakannya seperti yang di sana … kurasa yang bisa kulakukan adalah menerima kenyataan bahwa aku perlu memilih targetku untuk hasil yang terbaik. Kamu sama sekali tidak bisa memandang rendah hal-hal kecil .”

Sorcerer King bergumam pada dirinya sendiri saat dia berjalan di atas bukit dari puing-puing gerbang dan melewati gerbang kota, tanpa ada yang menghalangi jalannya. Situasi berubah dengan cepat membuat Neia bingung dan tidak dapat bergerak. Begitu dia kembali tenang, dia tersenyum sendiri. Sorcerer King telah menghancurkan gerbang dalam sekejap yang telah memberi begitu banyak masalah bagi paladin.

Yang kuat benar-benar tidak adil …

Neia berlari mengejar Sorcerer King, dan dia berbalik di depan Bafolk yang tidak bergerak dan pergi,

“Jadi, bagaimana dengan mereka?”

Sambil menunjukkan demihuman yang tidak bergerak dan anak-anak yang mereka pegang.

“Ini hanyalah sementara. Ikatlah semua orang di sini .”

“Kalau begitu saya akan memanggil paladin kesini .”

“Ide bagus. Masalahnya, Aku masih memancarkan aura ketakutan. Setiap orang yang melangkah ke dalamnya akan dipenuhi rasa takut. Karena itu, mintalah mereka untuk mengambil tindakan yang tepat. Aku percaya bahwa priest seharusnya memiliki 「Lion’s Heart」 meskipun paladin memiliki … hm, mintalah mereka untuk menggunakan [Under Divine Flag], bagaimana?”

“Anda benar-benar tahu tentang itu.. .”

Sorcerer King itu terkikik, dan kemudian berjalan melewati Bafolk itu, seolah mengisi celah di antara mereka.

“Gooooohhh!!”

Bafolk yang tampak kuat jatuh dari atas sambil menggeram, dan memegang tombak. Mungkin dia melompat dari tembok kastil. Matanya merah dan mulutnya berbusa. Dia jelas tidak dalam keadaan normal. Dia tampak seperti jatuh ke dalam kegilaan.

“Aku mengerti. Kebuasan … tidak, kemurkaan? Tentu, itu akan meniadakan rasa takut dan efek mental lainnya – oho .”

Sorcerer King menghindari tombak yang menusuk dengan gerakan yang terlatih. Itu adalah gerakan yang cepat dan efisien, sesuatu yang khas bagi individu terlatih. Tetapi, pengelakan Sorcerer King itu berarti bahwa Bafolk yang telah menjadi patung berakhir dengan tertusuk oleh tombak rekannya sendiri, tusukan itu menembusnya, dan ia terjatuh ke tanah, darah menyembur ke mana-mana. Bafolk yang mengamuk sepertinya tidak lagi memegang konsep sekutu di kepalanya.

“Beri aku waktu untuk istirahat”

Bafolk mengangkat tombaknya. Apakah itu memanjang? Tetapi, Neia tidak bisa menembakkan anak panah. Sorcerer King mendekati Bafolk, seperti dia ingin menghalangi tembakannya. Tentunya, hal yang bijak untuk menjaga jarak dengan panjang tombak. Tetapi, langkah Sorcerer King selanjutnya menyimpang dari hal normal.

Dengan gerakan cepat, dia menekan kepala Bafolk dari kiri dan kanan. Mungkin karena Sorcerer King sangat kuat, tapi Bafolk itu tidak dapat melepaskan diri dari genggaman Sorcerer King tidak peduli bagaimana dia meronta. Setelah menyerah, Bafolk itu memikirkan hal lain; Dia mencengkeram bagian depan tombak dan menembuskannya ke Sorcerer King.

Tidak, lebih tepatnya, Neia melihatnya seperti dia telah menembusnya. Tetapi, Sorcerer King tetap tidak bergerak. Mungkin mantra defensif telah menghentikannya.

“Bagaimanapun, kamu sama sekali tidak seperti Troll .”

Dengan kondisi yang menjijikkan, mata Bafolk itu keluar dari tengkoraknya; luka yang sangat fatal. Bukan, orang bisa mengatakan bahwa ini bahkan lebih buruk daripada luka fatal. Sorcerer King melepaskannya, dan Bafolk itu ambruk ke tanah. Tubuhnya berceceran di tanah, tapi sulit untuk mengatakan bahwa gerakan itu disengaja.

“Bo..bolehkah saya tahu apa yang Anda lakukan?”

Neia dengan gugup bertanya dari belakang, dan Sorcerer King mengibaskan tangannya ketika dia dengan tak acuh menjawab:

“Tentu saja aku menghancurkan tengkoraknya. Terkadang, orang yang mengamuk tidak mati saat mereka dibunuh. Tetapi, jika kamu menghancurkan otak, seharusnya tidak masalah … Tetap saja, dia sangat lemah. Hampir tidak lebih sulit dari cangkang telur … apakah kamu percaya?”

Wajah Neia bergetar. Yang Mulia benar-benar tidak memiliki bakat untuk bergurau…

“Baiklah, Baraja-san, panggil para paladin. Beritahu mereka untuk mengamankan daerah ini jadi Aku – kita bisa terus maju. “

“Ya!”

Neia berlari ke luar dengan kecepatan tinggi, ke tempat paladin berada. Ketika dia melihat ke sana, dia melihat beberapa orang Bafolk yang beruntung.

Karena mereka tidak bisa lari keluar dari pintu gerbang, mungkin mereka adalah Bafolk yang berusaha untuk melarikan diri dari ketakutan, yaitu Sorcerer King, dan mereka memilih untuk melompat dari tembok, dan inilah hasilnya.

Setelah sampai ke tempat paladin, Neia dengan cepat menyampaikan instruksi Sorcerer King. Setelah itu, dia bergegas kembali dengan kecepatan tinggi ke sisi Sorcerer King. Setelah Neia kembali, Sorcerer King berkata,

“Kalau begitu ayo pergi,” dan memasuki jalanan kota.

Pertanyaannya adalah mengapa tidak ada Bafolk baru yang datang setelah gerbang kota diterobos dan lenyap begitu saja. Neia mendengar rintihan demi rintihan. Hal itu membuatnya berpikir bahwa kota mati ini sedang merintih.

“Ini, ini .. .”

“Aku memerintahkan undead yang Aku keluarkan untuk menyebarkan ketakutan. Inilah hasilnya. Beberapa sandera mungkin telah hancur dalam kebingungan … yah, yang bisa kamu lakukan hanyalah memperlakukannya seperti kisah yang sedih. Serahkan pada mereka .”

Dia mengarahkan pandangannya ke luar, dan seorang Bafolk berlari ke arah mereka dengan semua kekuatannya (mungkin). Dia tampak seperti mangsa yang disiksa, Neia bahkan merasa sedikit sedih. Pasti terkena ketakutan yang luar biasa. Jika tidak, mengapa dia melarikan diri menuju makhluk yang bahkan lebih kuat daripada makhluk undead?

“Hm … tidak ada tanda-tanda manusia? Dalam hal ini – 「Maximize Widen Magic Fireball」 “

Sorcerer King mengeluarkan bola api ke bagian tengah tubuh Bafolk itu, dan meledak menjadi api yang besar. Setelah api itu lenyap, bagian tubuh demihuman berjatuhan di mana-mana.

“Sambil menunggu di sini mungkin hal terbaik yang harus dilakukan … musuh nampaknya punya pemimpin. Dia sedang menunggu di plaza (alun-alun) dekat pusat kota, dan dia bertahan dari ketakuan terhadap High Wraith, jadi mari kita lanjutkan … bagaimana menurutmu?”

“Aku percaya semua akan berjalan baik jika kita melakukan apa yang diinginkan Yang Mulia .”

“Benarkah. Lalu ayo pergi .”

Setiap kali mereka maju selangkah, teriakan dari jiwa yang ketakutan seakan bergema dimana-mana, seolah ada pembantaian besar. Juga, karena kurang bersihnya para demihuman, sampah dan limbah mereka ada dimana-mana, yang membuat mengerutkan hidungnya.

“… Ngomong-ngomong, Baraja-san, apa yang harus dilakukan terhadap mereka?”

Dia melihat ke arah yang dituju Sorcerer King. Ada sekelompok orang telanjang di sana. Tanpa memperhatikan jenis kelamin, tangan mereka dipaku pada tiang kayu yang ditancapkan ke tanah. Dalam usaha mereka untuk melarikan diri dari ketakutan, mereka berjuang dengan keras, dan tangan mereka dilumuri oleh darah segar.

Kemungkinan besar, itu mungkin pagar yang terbuat dari manusia. Mereka kelelahan, tulangnya kurus, tapi nyawa mereka sepertinya tidak dalam bahaya. Dia telah menyerang kota ini untuk membebaskan rakyat. Bahkan jika dia terus mengikuti Sorcerer King, Neia tidak akan berguna. Dalam hal ini, membantu mereka sekarang dan membawa mereka ke tempat yang aman adalah hal yang benar untuk dilakukan.

Tetapi, ada satu hal yang membuatnya gelisah. Apa yang harus dia lakukan jika orang-orang diserang oleh demihuman saat mereka dievakuasi?

Lucu sekali. Apa yang aku ragukan? Kapten akan memilih untuk membantu mereka tanpa ragu sedikit pun. Dan alasan mengapa aku tidak bisa adalah … apakah karena kekuatan … bagaimanapun juga?

“Kamu ragu-ragu ya, hm. Lalu, tinggalkan mereka di sini untuk saat ini. Seharusnya tidak ada demihuman yang dekat sini. Meninggalkan mereka di sini seharusnya lebih aman. Ayo pergi .”

“Siap!”

Meskipun dia masih meragukannya, Neia terus mengikuti Sorcerer King ke plaza kota. Mengapa Sorcerer King bisa maju tanpa hambatan sedikitpun? Meskipun dia meragukannya, dia meyakinkan dirinya sendiri dengan mengatakan,

“pastilah dia telah melepaskan mantra .”

Segera, mereka berdua tiba di sebuah plaza yang tampak seperti pasar dengan jalanan di mana-mana.

“Mm … seperti yang Aku duga, tidak mungkin ini bisa diselesaikan tanpa kehilangan nyawa .”

Dia mengikuti mata Sorcerer King, dan ada mayat manusia yang bercampur dengan mayat demihuman. Mereka mungkin adalah orang-orang yang terinjak-injak sampai mati dalam kekacauan yang disebabkan oleh ketakutan.

“… Mau bagaimana lagi .”

Meskipun Sorcerer King sedang bergurau, menyerang kota ini dengan kekerasan mungkin akan menyebabkan jumlah korban yang sepadan. Dengan melakukan itu, membiarkan Sorcerer King menggunakan kekuatannya yang luar biasa untuk menaklukkan kota mengurangi jumlah nyawa yang hilang.

Sorcerer King mengangkat bahu tanpa suara, lalu menunjuk pusat plaza dengan dagunya. Ada seorang demihuman di sana yang lebih besar dari semua rekannya. Tanduknya yang melengkung mirip dengan kambing gunung, dan dia ditutupi oleh bulu perak. Tubuhnya yang bagus dengan jelas menunjukkan bahwa dia bukan seorang demihuman biasa.

Ujung tanduknya dibungkus oleh kerang emas yang diikat dengan permata, dan dia mengenakan penutup dada yang berpola tempurung kura-kura. Dia mengenakan jubah cokelat kemerahan yang terbuat dari kulit binatang peliharaan.

Tangan kirinya memegang perisai besar dengan topaz* yang melekat padanya, sementara tangan kanannya memegang pedang berat yang bilahnya berwarna kuning muda. Full armornya dengan jelas menggambarkan keberanian dan kekejaman dari seorang pejuang yang luar biasa.

Dia adalah demihuman yang paling menakutkan dan terlatih. Dia mungkin seorang penguasa atau sejenis makhluk istimewa. Jika Neia sendirian, dia pasti telah melarikan diri dari lawan ini dengan segenap kekuatannya.

“Hebat. Aku ingin tahu item anda yang mana menghentikan rasa takut .”

Kata-kata Sorcerer King mengacu pada magic item yang dipakai demihuman itu. Dia memiliki cincin di kedua tangan dan kalung yang tergantung di lehernya yang menutupi seluruh dadanya. Ada sesuatu yang menggantung dari kedua sisi pinggangnya, suatu yang mungkin merupakan satu dari tiga tengkorak bayi yang digantungkan.

Demihuman bermata hijau itu mengamati Sorcerer King saat dia mendekat, dan kemudian tatapannya beralih ke Neia.

“Undead yang baru saja muncul … dan apakah yang di belakang itu seorang necromancer?”

Demihuman itu mennyembunyikan dirinya di balik perisai besarnya, seperti waspada terhadap serangan tatapan seperti yang akan dilancarkan oleh Medusa.

“Tidak buruk. Anda berhasil menekan kota ini, sukuku sampai seperti ini … Anda, yang mengendalikan semua musuh kehidupan, pengguna sihir yang menakutkan. sebutkan nama Anda .”

Bafolk itu mengarahkan pedangnya ke Neia.

“- Tidak, tunggu, tunggu sebentar. Kamu telah salah Itu bukan Aku!”

“… Apa?”

Dia menatap Sorcerer King untuk meminta bantuan, dan dia melipat tangannya dan menatap Neia.

“Kamu mengerti. Itu benar, memang dia. Dia tuanku .”

“Tidak tidak! Tunggu tunggu!! Yang Mulia!”

Apa yang dia katakan? Sungguh, dia sama sekali tidak berbakat untuk membuat lelucon.

Saat melihat bagaimana Neia menggerakkan tangannya dengan panik, Sorcerer King tertawa.

“Mm. Merasa tenang sekarang?”

“Eh?”

“Ah – itu lelucon yang bodoh .”

Melebarkan jubahnya dengan gerakan agung seorang raja, Sorcerer King berpaling memandang demihuman itu di hadapannya.

“Akulah wujud yang mengirim undead kepadamu. Akulah raja abadi yang memerintah sebuah negara di timur laut, Sorcerer King Ainz Ooal Gown dari Sorcerous Kingdom. Dan siapa namamu?”

“Namaku Buser – Buster Grand King … Wahai Sorcerer King, bagaimana dengan wanita di sisimu?”

“Dia adalah pengikutku. Kalau begitu, apa yang ingin kamu lakukan? Apakah kamu lebih baik dibunuh olehku? Atau berlutut dalam penghambaan? Pilih sesuai keinginanmu .”

“Karena nama Aku sebagai penguasa dipertaruhkan, sekali berlutut untuk merendahkan diri sudah cukup!”

Buser mengangkat perisai dan maju, mengangkat pedangnya dengan posisi menyamping. Dia tampak seperti kambing yang akan menyerang.

“Mm … Kalau begitu aku akan bermain denganmu untuk sementara waktu. –Baraja-san, kamu duduk saja dan tontonlah. Ngomong-ngomong, kambing. kamu dilengkapi dengan semua jenis magic item, tapi aku tidak mendeteksi adanya magic dari item di pinggangmu. Apakah itu semacam item spesial?”

“Hahahaha. Mereka menyebutnya gaya (mode). Hanya tulang .”

“Mm … itu mengingatkanku pada bawahanku .”

Neia merasa gemetar dari punggungnya saat mendengar itu. Jadi dia memiliki bawahan seperti itu …

“Bentuknya bagus, kan? Aku dengan hati-hati memilihnya dari kota ini, kamu tahu .”

“…Aku mengerti. Aku bersimpati dengan perasaanmu. Sepertinya masalah gaya cukup penting. Pelayanku telah mengajari itu dengan baik … baiklah, ayo kita mulai. [Create Greater Item] .”

Setelah melepaskan mantranya, sebuah pedang hitam pekat muncul di tangan Sorcerer King.

Mengapa Yang Mulia menggunakan senjata?

Sorcerer King seharusnya adalah seorang arcane magic caster.

Dan merupakan yang terbaik. Dalam hal ini, senjata seharusnya digunakan setelah dia kehabisan mana dan pilihan tindakan. Arcane magic caster tahu dengan baik masalah itu, karena itulah mereka tidak menyentuh senjata apapun. Sorcerer King pasti telah memilih untuk bertarung dengan pedang karena suatu alasan.

– Mungkinkah dia mengeluarkan banyak mana? Itu akan menjadi buruk … Yang Mulia datang ke sini untuk bertempur dengan Jaldabaoth …

Setelah melepaskan berulang kali 「Fireball」, mantra yang telah melumpuhkan sekelompok besar musuh, dan kemudian – Dia memanggil banyak undead – Neia bisa mengerti jika manaNya telah terkuras habis.

Mantra untuk memanggil undead itu pasti cukup tinggi …

Meskipun dia tidak tahu seberapa kuat High Wraiths, mereka pasti lebih kuat dari pada Wraith.

Oleh karena itu, memanggil begitu banyak High Wraiths akan membutuhkan banyak kekuatan. Dalam kondisi normal, setiap kali seorang priest melepas mantra untuk memanggil angel, dia hanya bisa memanggil sekali. Jika mereka memanggil angel yang lebih lemah, mereka bisa memanggil banyak angel. Dengan logika itu, dia pasti menggunakan mantra tingkat tinggi – mungkin mantra yang tak terbayangkan dari tingkat keenam. …

Tingkat keenam … Neia menelan ludah.

Tingkat keenam adalah wilayah dimana tidak ada yang pernah menggapai itu sebelumnya. Menurut legenda, Holy Queen bisa menggunakan mantra tingkat empat. Ini adalah dua tingkatan di atasnya. Ini mungkin sebuah wilayah yang jauh dari pengetahuan umum, tapi Sorcerer King mungkin bisa mewujudkannya.

Mungkin, jika dia menggunakan mantra keenam untuk memanggil, pengeluaran mana yang besar pun bisa dimengerti. Tapi dalam hal ini, bukankah lebih baik bagiku untuk membantu Sorcerer King?

Neia menatap punggung Sorcerer King saat bersiap melawan demihuman itu.

Demihuman yang dia bisa melihatnya dari atas bahu Sorcerer King sangat kuat, dan bahkan beberapa orang seperti Neia tidak akan berguna. Tetapi, Sorcerer King bersikap dengan berterus terang dan terbuka, tanpa ada tanda bahwa dia sedang bertarung yang tidak bisa dimenangi.

Mungkinkah Yang Mulia adalah ksatria sihir atau semacam itu? Ada kelebihan dan kekurangan dalam meningkatkan kemampuan berpedang dan pelepasan mantra (spellcasting) seseorang.

Kelebihannya termasuk kemampuan untuk menggunakan banyak metode pertarungan, tetapi kekurangannya adalah sulit untuk unggul di keduanya. Lalu, Sorcerer King itu seperti apa? Mereka berdua saling mengamati, dan kemudian mereka perlahan memulainya. Mereka menutup celah di antara mereka, sampai mereka berada dalam jangkauan pedang. Buser adalah orang pertama yang membuat gerakan.

“「 Shield Bash 」 .”

Sebuah serangan mendadak, dibuat dengan perisai yang ada di depan dirinya. Dan Sorcerer King menahannya dengan pedangnya. Seperti yang diduga, tidak ada cara untuk menahan kekuatan dari tubuh besar itu yang tiba-tiba melaju ke depan.

Sorcerer King terangkat ke udara. Tidak, kakinya masih kokoh tertancap di tanah saat dia mendarat, sehingga tidak terlalu wajar. Faktanya, Sorcerer King secara tumbuk dengan cepat. Meskipun fakta bahwa Sorcerer King – yang bisa menghancurkan tengkorak Bafolk dengan tangan kosong – telah ditumbuk dengan cepat cukup mengejutkan, tentunya tubuh dari tulang itu tidak akan dapat sepenuhnya bertahan melawan serangan itu.

Dari apa yang Neia ketahui, ada martial art tingkat tinggi yang disebut 「Fortress」yang dapat sepenuhnya meniadakan kekatan tumbukan itu, tapi itu adalah teknik yang hanya bisa digunakan oleh seorang warrior veteran. Mereka berdua melangkah maju, dan kedua pedang saling beradu. Pertarungan mereka terlalu cepat untuk diikuti mata Neia.

Satu-satunya yang bisa dilihatnya adalah ketika pedang mereka saling beradu dan terdiam di tempat sesaat. Jika Neia ikut dalam pertempuran ini, dia pasti akan dipenggal hingga mati. Baja berbenturan dengan baja pada kecepatan tinggi, dan suara logam yang menusuk telinga bergema di sekelilingnya.

Keduanya memiliki kekuatan lengan yang setara, jadi saat mereka beradu pedang, serangan dan pertahanan mereka terjadi pada saat yang bersamaan.

Haruskah dia terkesan dengan bagaimana Buser bisa mengayunkan pedang berat itu dengan satu tangan, atau menunjukkan rasa hormat kepada Sorcerer King karena telah menggunakan two-handed sword* meskipun seorang magic caster? Ini adalah pertempuran tingkat tinggi yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan Neia yakin dia tidak mungkin bisa ikut campur.

Agar tidak menghalangi pertarungan mereka, Neia perlahan pindah ke belakang sebuah tempat perlindungan dan bersembunyi.

Mereka mengayunkan pedang satu sama lain, tapi keduanya tidak terluka … tentang hal itu, Sorcerer King tampaknya sedikit terlalu kuat … Otak Neia tidak bisa lagi bereaksi terhadap seorang magic caster yang bisa bertarung dengan pedang pada tingkat ini.

Apakah dia menggunakan semacam mantra yang menakjubkan?

Semua yang bisa dilakukan Neia adalah mengaitkannya dengan mantra super power yang belum pernah dia dengar sebelumnya.

Meski begitu —

Jika ini terus berlanjut, tidak ada keraguan bahwa Sorcerer King akan menang. Tidak, apakah dia berencana untuk mengakhiri pertarungan untuk tujuan itu?

Undead tidak merasa kelelahan dan mereka tidak akan merasa gelisah dalam pertempuran.

Semua ini tidak menguntungkan Buser. Buser sepertinya menyadari hal ini, karena wajahnya mulai berubah.

Jika dia memiliki serangan yang kuat —

Neia terkejut.

Sorcerer King tiba-tiba melemparkan pedang besarnya ke Buser. Setelah itu, belahan cahaya muncul di sekitar Buser dan menghalang pedang yang dilemparkan.

Gelembung cahaya lenyap, dan pedang yang dilemparkan hanya sedikit menggores Buser.

Ini buruk!

Neia mempersiapkan dirinya untuk bergegas keluar dari tempat perlindungannya.

Sekarang Sorcerer King hanya dengan tangan kosong —

“- Eh?”

Beberapa saat kemudian, sebuah halberd berwarna hitam pekat telah ada di tangan Sorcerer King

Buser pasti merasakan hal yang sama seperti Neia. Matanya melebar karena terkejut.

“Anda tidak merapalkan mantra, bagaimana Anda melakukannya!? … Dan kemana pedang yang Anda lempar tadi .. .”

“Aku hanya melepaskan mantra silent. Jangan khawatir tentang hal itu … Baiklah, bawahanku mengajari aku tentang ini, tapi aku tidak terlalu percaya diri dengan skillku. Aku mohon maaf sebelumnya jika aku akhirnya meleset.”

Sorcerer King menyiapkan halberdnya. Dia memancarkan rasa dari perasaan tertekan yang aneh. Warrior sering kali menyukai senjata dalam rentang kelas yang sama. Pedang, kapak, mace (gada), dan semacam itu. Sorcerer King menggunakan kecepatan untuk mengayunkan halberdnya. Dia menyerang kaki Buser – yang sulit bertahan dari serangan – dengan gerakan menyapu. Ini adalah teknik yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang menggunakan hafted weapon.

Di saat yang sama Buser mengarahkan pedangnya kebawah untuk mencoba dan memblok serangan tersebut, halberd itu tiba-tiba terangkat. Itu adalah tipuan. Itu adalah gerakan yang membutuhkan kekuatan tangan untuk melakukannya, tapi Buser mengangkat pedangnya untuk segera memblok itu. Seperti yang dia pikir, Sorcerer King lebih cocok menggunakan pedang, dan sepertinya dia tidak terlalu terampil dengan halberd.

Meskipun dia bisa meniru serangan yang biasa dengan baik, sepertinya ada sesuatu yang aneh dari serangannya, dan bahkan Neia pun bisa menemukan itu dengan matanya. Setelah memblok kecepatan dari halberd, Buser melompat mundur.

“「 Sandstorm 」!”

Butiran pasir dari dalam pedang menyebar seperti dinding, bergerak cepat menuju Sorcerer King. Itu mungkin sepenuhnya akan mengaburkan penglihatan Sorcerer King.

Meskipun dia meragukan apakah Sorcerer King memiliki bola mata, seseorang yang penglihatannya dihalangi akan menjadi kerugian yang sangat besar baginya.

“「Brief Sea 」!「 Grand Power Strike 」!”

Yang satu ini adalah martial art yang Neia tidak mengerti, meskipun yang lainnya adalah teknik tinggi, kekuatan serangan itu akan menimbulkan kerusakan tambahan.

Setelah menggunakan keduanya, Buser menyerang lebih cepat dari sebelumnya. Item yang menghiasi tanduk Buser bersinar dengan cahaya aneh, dan dia tampak seperti bintang jatuh (meteor).

“Yeeeeeeaaart!”

“Hmph!” Sorcerer King menahan serangan itu dengan halberdnya – “Haha!” – Buser tertawa. Suara logam yang terpotong terdengar jelas. Mata Neia melebar.

“Mungkinkah! Sunder Attack! “

Sunder attack secara langsung merusakkan senjata lawan, tetapi besar dari kerusakan sangat dipengaruhi oleh komposisi senjata dan potensi kerusakannya. Martial art Buser mungkin dimaksudkan untuk memperkuat dua atribut ini. Neia mulai merasa cemas, tapi sesaat kemudian, dia terdiam saat melihat Buser menatap dengan mata yang lebar.

“Tidak rusak!”

Buser berteriak kaget.

“Senjata apa itu!?”

Saat Buser bergegas mundur, ekspresinya berubah total dan tidak berniat untuk menyerang dengan cepat, Sorcerer King memutar halberdnya, meninggalkan pancaran yang indah di udara.

“… kamu tahu aku membuat senjata ini dengan sihirku, kan? Bagaimana mungkin bisa dengan mudah patah?”

“Tapi senjata yang terbuat dari sihir mudah hancur, kan?”

“Oh, sepertinya kamu sudah punya pengalaman bertarung dengan lawan yang menggunakan senjati panggilan, tapi sangat berbahaya karena dibatasi dengan pandangan yang tetap seperti itu, kan? Dengan kata lain, mungkin ada lawan yang bisa membuat senjata yang tidak bisa kamu hancurkan .”

Sorcerer King melepaskan halberdnya. Halberd kemudian lenyap, seperti menyatu ke udara. Hal yang sama pasti terjadi dengan pedang yang tadi. Setelah itu, Sorcerer King seperti mengambil sesuatu dari udara, dan kali ini dia memegang pedang hitam dikedua tangannya.

“… Sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Jangan katakan bahwa serangan itu adalah serangan terkuat yang kamu punya? Bisakah kamu membantuku untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman?”

Sorcerer King melangkah maju, memperpendek jarak di antara mereka,

“… Jika kamu punya sesuatu yang tak terduga lagi, akan lebih baik jika kamu bergegas dan menggunakannya, “

“Ku, kuku! Apa yang Anda katakan, undead! Memang, Aku sangat terkesan dengan bagaimana Anda berhasil mempertahankan diri sepenuhnya terhadap serangan Aku. Sangat bagus. Tetapi, itu bukan karena Anda fokus pada pertahanan. Aku tahu Anda tidak akan lelah, jadi Anda merasa bisa mengalahkan Aku jika Anda terus menerus menyerangku!”

Dia tahu!

Neia merasa gugup lagi. Bahkan dia sudah menyadarinya. Buser, warrior yang lebih baik dari dirinya, tidak mungkin tidak menyadari hal itu.

“Aku mengerti. Jadi itulah yang kamu pikirkan. Memang, kamu akan benar jika berpikir seperti itu. Tapi sayangnya, itu tidak semuanya .”

Sorcerer King melebarkan lengannya dan mendekat. Pedang di tangannya lenyap seperti asap.

“Lihatlah–”

Buser sudah menusuk tubuh yang tidak terlindungi lebih cepat dari yang bisa diteriakkan Neia. Setelah itu—

“… apa?”

Buser panik, berulang kali dia mengayunkan pedangnya.

“Mengapa! Mengapa!! Apa ini!?”

dia berteriak setiap mengayunkan pedangnya. Itu karena Sorcerer King tidak terluka meski terus menerima serangannya.

“Kalau begitu -”

Buser menguatkan perisainya dan menggunakan martial art. Tetapi, Sorcerer King tetap tidak bergerak meski terkena [shield bash]. Sebaliknya, Buserlah yang hampir terjatuh.

“Mengapa … mm..mengapa .. .”

Manusia sulit untuk membaca ekspresi demihuman, tapi sekarang itu sangat mudah. Di wajahnya ada rasa ketakutan yang sangat dan keputusasaan.

“… Martial art adalah teknik yang tidak kuketahui. Apakah martial art berasal dari skill, atau apakah itu magic warrior? Bahkan sampai sekarang, aku masih belum tahu. Selain itu, bukankah kamu merasa bahwa ketika bertarung dengan lawan yang seimbang, kemenangan mungkin diputuskan oleh pengalaman dan pengetahuan tentang martial art? Itu sebabnya aku akan menerima seranganmu secara langsung. Tetapi … kamu telah menunjukkan semuanya kepadaku, kan?”

Sorcerer King mengangkat bahu dengan cara yang berlebihan, dan pada saat bersamaan dia melepaskan salah satu dari sembilan cincin yang dipakainya dari jarinya. Tidak ada lagi yang terjadi. Itulah satu-satunya gerakan yang dilakukan Sorcerer King. Tetapi – udara yang sangat mengerikan dan dingin memenuhi seluruh area. Neia dengan cepat memandang ke langit.

Dia hampir mengira bahwa matahari di langit telah membeku dan hancur berantakan. Tetapi, matahari masih ada di sana, memancarkan sinarnya.

– Lalu apakah suatu pancaran yang dingin dan hitam pekat ini dilepaskan oleh Sorcerer King? Mungkinkah seseorang bisa menghasilkan sesuatu seperti ini?

Ini, ini adalah Sorcerer King. Ini adalah sosok sebenarnya dari seorang Magic Caster yang telah membunuh puluhan ribu prajurit …

“Dan sekarang tampaknya – tidak ada keperluan lagi bertarung denganmu .”

Dia melangkah dengan tenang menuju Buser.

Buser, di sisi lain, melangkah mundur dengan gemetar. Rasanya seperti didorong oleh tekanan tak terlihat yang memancar dari Sorcerer King. Buser bisa merasakan sesuatu yang tidak biasa lebih jelas daripada Neia.

Dia sangat yakin bahwa Sorcerer King bukanlah lawan yang bisa dia lawan. Bagaimana bulunya berdiri dengan jelas membuktikan hal itu.

“Tunggu, tunggu sebentar. Tidak, tunggu sebentar. Aku memohon kepada Anda, tunggu sebentar!”

Buser mengangkat tangan kanannya dan membiarkan pedang yang dipegangnya terjatuh ke tanah.

“Meny-menyerah. Aku menyerah .”

“Mm .”

“Aku tahu sesuatu tentang Jaldabaoth. Bagaimana dengan itu. Itu seharusnya sangat berguna,kan? Pasti berguna. “

“Aku mengerti .”

“… Juga, masih ada lagi. Anda ingin melawan Jaldabaoth, kan? Aku jauh lebih kuat dari manusia. Aku dapat memerintahkan sukuku untuk membantu Anda melawan Jaldabaoth – Jaldabaoth yang brengsek itu. Bagaimana?”

“Oh .”

“… tunggu, tolong tunggu! Itu tidak semua! Jika Anda mau, Aku bisa memberi Anda bagian – semua harta karun yang Aku kumpulkan! Itu seharusnya cukup untuk mengampuni hidupku, kan?”

“Apakah itu semuanya? Apakah tawarannya itu saja?”

“Oh, uwah, eh,” Buser dengan panik melihat sekeliling, lalu menatap Sorcerer King sekali lagi.

“Ya ya. Tidak, bukan begitu. Aku, Aku punya lebih banyak lagi selain itu. Aku dapat membantu Anda mendapatkan apapun yang Anda mau – tidak. Aku pasti akan mendapatkannya untuk Anda! Sungguh! Tolong percayalah!”

“Mm. Yang aku inginkan adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kamu dapatkan .”

Neia merasa tidak senang dengan nada Sorcerer King. Tentu saja, Buser, seorang yang dipandang rendah olehnya, pasti merasakannya lebih kuat lagi.

“Tunggu, tunggu-tunggu, tunggu sebentar. Sungguh, tunggu sebentar. Ah, heh, heheheh .”

Dia tertawa seperti seorang bawahan. Sikap raja yang dia tunjukkan saat dia berhadapan dengan mereka di plaza sudah tidak terlihat. “Aku minta maaf jika Aku mengatakan hal yang salah. Tidak, Aku minta maaf. Sungguh. Itu kesalahan Aku. Sungguh .”

“Hm .. .”

“Kalau begitu, bagaimana, tentang itu? Aku, Aku, yang ini Aku rasa, ini bisa bermanfaat bagi Anda. Hehe. Ah, betapa bodohnya Aku untuk bermusuhan pada raja undead yang hebat. Oleh karena itu, jika Anda memberi Aku kesempatan untuk mengatasi kesalahan itu, Aku akan .. hehe, Anda tidak akan menyesalinya!”

Buser berlutut dan menggenggam tangannya sambil berharap akan belas kasihan. Sikap yang sangat menyedihkan.

Tetapi, Neia sama sekali tidak berpikir seperti itu. Tidak, dia sudah menerima bahwa ini adalah tindakan yang tepat yang harus dilakukan musuh saat menghadapi sosok sebenarnya dari Sorcerer King. Di saat sama, dia dengan jelas mengingat kata-kata Naga* yang mereka temui di Sorcerous Kingdom: “Orang bijak akan segera berlutut dan meminta belas kasihan .”

Dalam hal ini, nasib orang yang tidak berlutut. segera –

“Aku mengerti… yah, aku suka mereka yang mengerti mereka salah dan bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan mereka .”

“Itu, itu berarti!”

Wajah Buser bersinar cerah dengan bahagia. Tetapi, kebahagian itu direnggut dalam sekejap.

“- Tetapi, jika aku membiarkanmu menjadi salah satu bawahanku – Pestonya dan Nigredo tidak akan senang. Juga, aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak berguna seperti menggunakan tengkorak. Aku akan memanfaatkan sepenuhnya setiap bagian dari dirimu.”

Sekarang matilah, kata Sorcerer King saat dia mengangkat jarinya yang ramping.

“Aiiiieee! Tidak, tidak, tiidaaaak! Aku tidak ingin mati!! Tunggu!! Aku mohon pada Anda!!! Tolonglah Aku!! Aku masih, Aku masih bernilai!! – Aku cukup berguna untuk membuat Anda senang!!!! Sungguh!!!!! Percayalah pada Aku!!!!!”

“Semua hal yang hidup harus mati. Perbedaannya adalah seawal atau seakhir mungkin mereka menemui takdir mereka .”

“Tidak!!!!! Jangan lihat Aku seperti itu!!!!! Jangan, jangan bunuh Aku!!!!!”

Buser bangkit berdiri, lalu berbalik dan lari.

Neia menatap tercengang betapa cepatnya hidup bisa berjalan saat kematian seseorang sudah dekat. Tetapi, mantra Sorcerer King masih lebih cepat.

“Tidak berharga -「 Death 」 .”

Tidak ada yang terjadi. Tidak ada ledakan besar, tidak ada hujan tidak ada petir. Buser berlutut dan terjungkal. Begitu saja.

“Jadi, sangat memalukan tentang informasi itu … yah, begitulah adanya. Apakah kamu keberatan, Baraja-san?”

“Eh, tidak, sama sekali tidak, keputusan Yang Mulia sangat benar .”

“Sungguh? Baiklah … pergilah cari para paladin. Katakan pada mereka bahwa aku telah mengurus dengan baik pemimpin demihuman. Meskipun … ini agak buruk ..”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded