Overlord Volume 12 Chapter 3 part 4

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 
  • Editor : Entoma V. Zeta

Memulai Serangan Balik

Merebut kembali kota dan membebaskan warganya adalah hal sepele di hadapan kekuatan dari Sorcerer King. Paladin dan prajurit-warga yang menyerang hampir tak terluka, meskipun beberapa penduduk yang menjadi tawanan mati dalam kekacauan itu, tapi jumlah tersebut sangat kecil.

Hasil ini hanya mungkin terjadi karena kehadiran Sorcerer King, sampai ada beberapa orang yang berpikir, seandainya saja jika kami telah menyerahkan semuanya kepadanya sejak awal, mungkin kami tidak perlu kehilangan banyak nyawa.

Entah mereka bahagia karena dibebaskan atau menangisi masalah mereka, semua orang tersenyum saat Neia dan Sorcerer King berjalan di jalanan kota.

Meskipun mereka diberi tahu bahwa kebebasan mereka berkat bantuan dari Sorcerer King, begitu mereka melihat Sorcerer King berkeliling secara langsung, mata penduduk dipenuhi dengan keterkejutan, kebingungan dan ketakutan, tapi mau bagaimana lagi. Tentu, jika Neia bisa menerima keadaan seperti ini adalah hal yang berbeda. Meskipun dia ingin melakukan sesuatu jika Sorcerer King tidak senang, tampaknya pria itu sendiri tidak keberatan. Karena itulah, akan sangat kasar jika Neia melakukannya karena keinginannya sendiri.

Neia berbicara di belakang Sorcerer King, yang sedang berjalan di depannya.

“Yang Mulia, kemana Anda akan pergi?”

Sorcerer King sedang melihat telapak tangannya, dan dia tidak melihat ke belakang pada Neia.

“Umu. Aku ingin menuju bangunan besar di pusat kota ini. Jika itu markas musuh, aku perlu menyelidikinya sesegera mungkin. Semua paladin disibukkan dengan banyak tugas seperti membebaskan penduduk yang tertangkap, membagikan makanan, merawat yang terluka, menahan demihuman yang tertangkap, dan sebagainya.”

Neia mengangguk sedikit.

“Bangunan itu cukup besar. Jika para paladin menduga itu sebagai markas, bukankah seharusnya mereka telah menyelidikinya?”

Meskipun Sorcerer King adalah orang yang telah menaklukkan kota ini, banyak tugas lain setelah itu diserahkan kepada prajurit-warga dan paladin untuk menyelesaikannya. Kalau begitu, pasti mereka akan memeriksa bangunan yang menjadi tujuan Sorcerer King.

Sorcerer King berhenti berjalan beberapa saat dan kemudian menatap Neia dengan saksama. Lalu dia mengangkat bahu dan terus berjalan.

“Ah, mm. Sebenarnya, saya mengirim bawahan saya ke luar untuk memastikan paladin tidak mendekat. Jadi saya ragu mereka sudah memeriksanya.”

“Eh? Lalu apa yang Anda katakan tadi -”

“–Baraja-san. Sudah saya katakan banyak hal sampai sekarang, tapi dari waktu ke waktu akan lebih baik jika kamu mempertimbangkan masalahmu sendiri. Misalnya, alasan mengapa kita yang akan menyelidiki bangunan itu.”

“Ah! Mengerti, Yang Mulia!” Sorcerer King melihat telapak tangannya lagi.

Di dalamnya ada barang yang pernah dipakai oleh demihuman itu – (alm) Buser. Sorcerer King sedang memeriksa item itu saat dia berjalan, menggunakan magic untuk memeriksanya dengan hati-hati. Dari apa yang dikatakan Sorcerer King, nama pedangnya adalah Sand Shooter, dan nama armornya adalah Turtle Shell, perisainya bernama Lancer’s Merit, penutup tanduknya disebut Charge Without Hesitation, cincinnya adalah Ring of Second Eye dan Ring of Running, sedangkan jubah itu disebut Mantle of Protection. Sepertinya ada juga magic item lainnya seperti kalung dan sejenisnya. Meskipun dia mengatakan bahwa tidak satupun dari item itu memiliki magic yang hebat, Sorcerer King tampak cukup senang dengan item tersebut.

Neia mengalihkan pandangannya dari punggung Sorcerer King ke tanah, dan kemudian dia melakukan apa yang dikatakan Sorcerer King, untuk memikirkan alasan mengapa Sorcerer King harus secara pribadi menyelidiki bangunan itu. Tetapi, dia tidak menemukan jawaban yang membuatnya berpikir, “itu dia!” Tetapi, jika dia meminta jawaban Sorcerer King karena hal itu, pastilah dia akan diam. Pendapat Sorcerer King sangat dihormatinya dan menganggapnya tidak berguna serta menyingkirkannya akan sangat menakutkan. Meskipun dia berusaha keras untuk menemukan jawaban, bangunan yang tadi disebutkan sudah tampak di depan matanya.

Dua undead – High Wraiths – berdiri di pintu masuk gedung. Saat Sorcerer King mendekat, mereka bergerak ke samping untuk membiarkan Sorcerer King dan Neia lewat.

“Ini … tampaknya kediaman dari mantan penguasa kota.”

Neia tidak terlalu yakin bangsawan mana yang memerintah kota ini. Tetapi, mengingat ukuran kota, pastilah dia lebih dari sekedar baron, tapi tidak lebih dari seorang count.

“Iya. Undead belum memasuki tempat ini. Hati-hati. Mungkin ada lebih banyak demihuman yang belum dikalahkan.”

“Eh!? Yang Mulia! Lalu -”

Dia ragu apakah dia harus mengatakan “Anda harus berhenti”, tapi Neia yang lain dalam dirinya diam-diam mengatakan bahwa seharusnya tidak masalah jika itu adalah Sorcerer King.

“Saya harus disini. Ini adalah markas musuh, dan mungkin adalah tempat pemimpin demihuman. Meskipun alasan untuk kesimpulan itu hanya karena bangunan ini sangat besar – mungkin ada yang kuat dibandingkan dengan Buser di depan kita. Saya ingin menyelesaikan masalah kota ini.”

“Ah!”

Setelah mengetahui jawaban pertanyaan tadi, Neia tiba-tiba memaksa kepalanya untuk sadar. Pada saat yang sama, rasa syukur mengalir di hatinya atas kasih sayang dari Sorcerer King.

Dia tidak membiarkan paladin mendekat karena mungkin ada musuh yang hebat! Tidak seperti yang dikatakannya tadi, mungkinkah dia tidak mau menceritakannya kepadaku karena dia merasa malu bertarung sebagai pelindung orang lain?

Meskipun Neia tahu bahwa berpikir seperti ini terhadap Sorcerer King sangat kasar, untuk beberapa alasan dia merasa Sorcerer King itu agak imut.

“…Jadi? Apakah kamu paham?”

Sorcerer King menatap wajah Neia saat mengajukan pertanyaan itu. Neia mengangguk, dan Sorcerer KIng tampak senang saat dia menjawab,

“Ah, itu bagus.”

Dia benar-benar bahagia karena aku bisa memahaminya … betapa lembut dan baik hatinya Sorcerer King.

“Hamba mengerti mengapa Yang Mulia tidak ingin menarik perhatian orang lain!”

“… hm? Ah … benar. Lalu … kamu paham, kan? Saya tidak ingin terlalu mencolok.”

“Dimengerti”

Sorcerer King tampak seperti sedang memikirkan sesuatu. Untuk beberapa alasan dia juga sangat menawan.

“… Ah – ayo kita pergi.”

“Siap!”

Sebagai seorang squire, dia merasa salah membiarkan Sorcerer King berjalan di depan, tapi Sorcerer King tidak membiarkan Neia berjalan di depannya. Neia melihat dengan penuh kekaguman pada punggung orang yang sangat baik dan murah hati di hadapannya. Melihat seorang raja memimpin dari depan benar-benar pemandangan yang membuat jantungnya berdetak kencang. Setelah melewati pintu masuk yang lebar, Neia kemudian bertanya.

“Darimana kita mulai memeriksa? Sepertinya tidak ada tanda orang lain di sekitar sini… “

“Mm … penglihatan dan pendengaranmu sangat tajam, Baraja-san, tapi bagaimana dengan indera penciumanmu?”

“Terus terang, saya tidak terlalu percaya diri dengan indera penciuman saya. Tetapi, saya pikir saya lebih baik daripada kebanyakan orang di bidang itu. Sedangkan untuk indera perasa, saya hanya rata-rata. Tetapi, saya belum pernah mencicipi racun sebelumnya, jadi saya tidak bisa menjadi pemeriksa racun atau apapun … “

“Benarkah. Lalu, bisakah kamu mendeteksi bau kematian dan kebencian?”

Saat dia mengatakan “kematian dan kebencian”, aura kekuasaan dari seorang raja melingkari dirinya.

“Kematian dan kebencian?”

“- Lewat sini.”

Sorcerer King mulai maju. Tidak ada jejak keraguan di langkahnya. Dia berjalan seolah-olah mengenal baik tempat ini dan apa yang ada di depannya.

Kematian dan kebencian … hal ini seharusnya tidak berbau … atau mungkinkah bahwa Yang Mulia, undead yang mana, dapat melihat bau seperti itu? Itu berarti siapa pun yang mengeluarkan bau itu menunggu di sini!

Neia menggengam erat panah yang telah dipinjamkan Sorcerer King. Bergantung pada situasi, dia harus bertindak sebagai pelindung Sorcerer King dan maju untuk menembakkan panahnya.

Tetapi dia tidak bisa melakukan apapun selama pertarungan dengan Buser. Jika dia tidak membuat dirinya lebih berguna, tidak ada alasan baginya untuk berada di sini. Mereka tidak menemukan satupun demihuman sepanjang jalan, dan tak lama kemudian, mereka sampai di pintu yang ukurannya sama dengan yang mereka lewati tadi. Itu terbuat dari baja, dan besi, dan terlihat sangat kokoh. Ada apa tampak seperti pintu penjara di tengah kediaman bangsawan yang biasa. Hal yang sangat kontras ini memenuhi Neia dengan firasat buruk yang kuat. Rasanya seperti dia telah dilemparkan ke tempat yang tak biasa dan sangat menakutkan.

“Ini…”

“Ini tempatnya … kamu bisa tetap di luar jika kamu mau?”

Pilihan itu bahkan tidak ada untuk Neia. Setelah melihat Neia menggelengkan kepalanya, Sorcerer King mengangkat bahu dan membuka pintu.

Pintu besi dibuka dengan mudah karena kekuatan Sorcerer King. Tetapi, ternyata sangat berat, sepertinya dibuat dengan khusus. Sorcerer King memasuki ruangan.

Oh tidak! Aku tidak percaya aku benar-benar membiarkan Yang Mulia masuk ke tempat yang tidak diketahui ini lebih dulu! Aku orang yang bodoh!

Neia dengan cepat memasuki ruangan juga. Sementara pintu yang berat itu sesuai dengan dugaannya, di dalam ruangan terasa aneh.

Hal itu membuat dia merasa ini adalah kamar penyiksaan – meskipun dia hanya mendengar gambaran tentang hal itu. Di dalam kamar tidak ada jendela. Ada tongkat kayu menempel di dinding yang mengeluarkan cahaya merah yang redup. Itu bukan hal yang biasa, tapi terbuat dari magic. Ada meja yang terbuat dari kayu dan dua kursi kayu. Di dalamnya lagi ada pintu lain, juga terbuat dari besi. Sorcerer King berdiri di tengah ruangan, dengan seksama mengamati setiap sudutnya. Ini adalah saat dimana Neia melihat sesuatu di atas meja.

“… Yang Mulia. Ini seperti selembar kertas, tapi apa yang tertulis di kertas itu?”

Selembar kertas yang diangkat Neia bertuliskan huruf yang tidak terbaca. Tentunya itu tidak ditulis dalam huruf Holy Kingdom.

“Mmm … sepertinya tulisan itu ditulis dengan kata-kata dari bahasa demon.”

Sorcerer King mengeluarkan kacamata dari saku. Mungkin dia menyadari ekspresi terkejut di wajah Neia, tapi kemudian dia menjelaskannya.

“Ini adalah magic item yang bisa menguraikan bahasa yang tertulis di kertas ini. Karena menghabiskan banyak mana – Baraja-san, apakah kamu tahu ada manusia yang bisa menguraikan huruf ini?” “Kemampuan untuk memahami bahasa?”

“Tepat. Atau setidaknya, seseorang yang tahu tentang huruf dari kertas ini. Juga … setiap manusia yang memiliki talent yang memungkinkan mereka menguraikan bahasa.”

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak tahu tentang…”

Neia hanya seorang squire dari ordo paladin. Dia tidak punya kesempatan untuk mendengar berita tentang orang-orang seperti itu. Memang, dia telah mendengar beberapa informarsi yang belum tentu benar dari teman sesama squire.

Misalnya, “Temanku memiliki talent yang memungkinkan dia tahu dengan persis seberapa panas air. Tentu, tidak ada yang tahu suhu yang sebenarnya,” atau “Saudaraku adalah nakhoda kapal yang bisa berjalan lima langkah di atas air, tapi lebih dari itu dia akan tenggelam,” dan sebagainya. Kebanyakan dari talen itu adalah kemampuan yang hanya membuat orang mendesah dan terdiam. Tidak ada informasi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan yang ingin diketahui oleh Sorcerer King.

“Benarkah. Sayang sekali. Menurutmu apakah Kapten Custodio tahu?”

Tentunya Kapten dari ordo paladin akan berhubungan dengan segala jenis informasi. Tetapi, Neia tidak tahu apa pendapat dari Remedios. Apakah Kapten menyediakan isi kepalanya untuk informasi semacam itu?

“… Saya juga tidak yakin. Tetapi, saya merasa lebih baik bertanya kepada Wakil Kapten.”

“Jadi, itu benar. Jika saya bertanya kepadanya …”

Perkataan Sorcerer King mungkin terbentur karena alasan yang sama dengan Neia.

“Tetapi, apa yang ingin Anda lakukan jika orang seperti itu tidak ada?”

“Hm? Ah, saya tidak bermaksud apapun. Tapi jika ada seseorang yang bisa menguraikan informasi yang ditinggalkan Jaldabaoth, rencana kita ke depan akan berubah, kan?”

Ini adalah pertanyaan yang jelas yang bisa dia mengerti jika dia berpikir sebentar tadi, meskipun begitu dia membutuhkan Sorcerer King untuk menjelaskan kepadanya. Neia hampir tidak bisa menahan rasa malu tentang mengajukan pertanyaan bodoh seperti itu karena dia bahkan tidak memikirkannya.

“Jika tidak ada orang yang bisa menerjemahkan ini, maka saya hanya perlu mengeluarkan mana untuk menguraikannya. Tetapi, melakukan hal itu akan menyebabkan keadaan yang tidak menguntungkan dimana saya harus lebih berhati-hati terhadap Jaldabaoth. Jika saya bertemu Jaldabaoth setelah mengeluarkan banyak mana, satu-satunya pilihan saya adalah melarikan diri … walaupun begitu, ini membuat saya sangat penasaran. Jika hanya selembar kertas, maka saya akan membacanya.”

“Apakah akan baik-baik saja?”

“Iya. Saya hanya perlu lebih memperhatikan cadangan mana saya”

Sorcerer King memakai kacamatanya dan melihat dengan teliti kertas itu. Meskipun tidak terlihat ada tanda sudah diaktifkan, itu seharusnya sudah bekerja. Sorcerer King tampak seperti sedang menerjemahkannya sekarang. Karena Sorcerer King tidak memiliki mata, jadi hanya seperti dia membacanya.

“Yah, hanya menghabiskan cukup sedikit mana.”

Neia telah melihat para priest akan terhuyunghuyung setelah menggunakan banyak mana, tapi dia tidak melihat tanda-tanda itu di Sorcerer King.

Tetapi, membandingkan Sorcerer King dengan magic caster biasa adalah perilaku yang tidak sopan. Ya, pasti karena ia memiliki banyak simpanan mana. Saat Neia memikirkan hal ini, Sorcerer King mendekati pintu lebih jauh dan dengan hati-hati membukanya. Neia mendengar banyak suara napas yang lemah dari dalam, dan hidungnya mencium aroma darah.

Dia menggenggam panahnya erat-erat, berpikir untuk menyelip di antara Sorcerer King dan pintu, tapi Sorcerer King menghentikannya dengan tangannya. Dengan seakan ingin mengatakan, jangan datang kesini.

“Mm … Baraja-san. Orang yang menggunakan ruangan ini bukanlah demihuman, tapi demon. Alasan mengapa saya mengatakan itu karena kertas ini berisi rincian tentang eksperimen yang dilakukan demon.”

“… Eksperimen demon?”

Bahkan tanpa penjelasan lebih lanjut, dia yakin eksperimen ini tidak layak atau benar bagaimanapun caranya.

“Iya. Mereka sepertinya telah melakukan hal-hal seperti memotong tangan dan kemudian memasangnya kembali ke makhluk lain, atau membelah perut dan menukar organ dalam tubuh tersebut. Mereka memulai dengan orang yang memiliki hubungan darah sebagai kelompok kontrol, dan mereka melakukan hal lain untuk penggabungan manusia dan makhluk hidup lainnya – tidak hanya demihuman, tapi juga hewan – dan kemudian mereka menyembuhkannya dengan magic untuk melihat perubahan apa yang terjadi.

“Eksperimen yang sangat mengerikan! Terutama orang yang bekerabat dan pertukaran organ tubuh, bagaimana mungkin orang waras memikirkan hal semacam itu?”

“…Benar. Setelah melakukan eksperimen ini, wajar bila mereka menginginkan subjek eksperimen mereka untuk hidup. Lebih lanjut, mereka ingin membuat subjek tetap hidup selama mungkin sampai mereka tahu mengapa mereka mati.”

Setelah berkata seperti itu, Sorcerer King berbalik, membelakangi pintu. Lalu, dia menunjukkan pintu di belakangnya dari balik bahunya dengan jempolnya.

Untuk beberapa alasan, Neia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Beberapa dari subjek tes itu ada di sana. Mereka masih hidup meski perutnya terbuka.”

Dia telah mengantisipasi hal ini, tetapi kenyataan yang kejam masih mewarnai pikiran Neia yang sangat polos untuk sesaat. Setelah itu, Neaia terbakar dengan api kebencian terhadap demon yang telah melakukan eksperimen tidak manusiawi semacam itu.

“Baraja-san! Segera panggil pries kesini! Kapten Custodio juga! Cepat!”

“Siap!”

Tidak perlu dipertanyakan alasan mengapa mereka harus dipanggil. Neia berlari dengan sekuat tenaga.

Di sudut pikirannya, dia mendengar sebuah suara bertanya, “apakah tidak masalah meninggalkan Yang Mulia di sini sendirian,” tapi ini perintah dari orang kuat yang bisa dipercaya dan bijaksana. Tidak perlu khawatir. Dia tidak akan salah. Suara itu lenyap dalam sekejap.

♦ ♦ ♦

Para priest membuka pintu dan memasuki ruangan. Cara bahu mereka bergetar untuk sesaat menggambarkan kondisi mengerikan di dalam sel lebih baik daripada kata-kata yang pernah ada. Di depannya, Sorcerer King menunjukkan kertas itu ke Remedios dan Gustav.

“Lihatlah ini. Kertas ini berisi nama orang-orang di sana dan apa yang terjadi pada mereka. Sebagai tambahan, ada kertas-kertas lain dengan hal yang sama tertulis di sana, atau mungkin hal-hal lain, rencana Jaldabaoth, misalnya. Saya tidak terlalu yakin tentang itu. Bisakah Anda memahami apa yang tertulis di tulisan ini?”

Remedios melihat kertas itu dan mengerutkan alisnya, lalu langsung menyerahkannya pada Gustav. Gustav menggeleng juga.

“Saya juga tidak tahu. Tapi Yang Mulia mengerti itu kan?”

“Ah, ya, dengan menggunakan kekuatan magic item ini. Tetapi, item itu menghabiskan banyak sekali mana. Mana itu harus disimpan demi pertarungan dengan Jaldabaoth. Dan yang ingin saya ketahui adalah, apakah ada di antara kalian yang mengenal seseorang yang bisa membaca huruf ini? Siapa pun yang mungkin .dapat memahami untuk membacanya”

“Tidak, saya tidak punya petunjuk sama sekali. Meskipun saya merasa ada seseorang seperti mereka di antara bangsawan selatan … saya pikir kemungkinan itu sangat rendah.”

“Saya mengerti … lalu bagaimana kita bisa menangani ini? Bagi saya, saya harap Anda lebih berupaya untuk menguraikan naskah tersebut.”

“Tidak bisakah kami meminjam magic item Yang Mulia?”

“Saya menolak. Ini adalah harta bangsaku. Sama seperti bagaimana Anda tidak mudah meminjamkan pedang suci di pinggang Anda. Dan magic caster seperti saya, magic item seperti ini lebih berharga daripada pedang.

Remedios dan Gustav saling pandang satu sama lain sekali lagi.

“Saya mengerti. Lalu mari kita bekerja keras. Juga – kita memiliki masalah baru. Sepertinya ada Orc yang ditahan. Bagaimana menangani mereka?”

Tampaknya Orc tidak menyerang Holy Kingdom atas kehendak mereka sendiri, tapi mereka dibawa oleh Jaldabaoth. Mereka tidak memberikan informasi yang berguna saat ditanyai, dan ordo paladin bingung bagaimana cara menanganinya.

“Mm … Saya mengerti. Bisakah kamu memberitahu saya di mana mereka berada? Bisakah kamu menyerahkan mereka padaku?”

“Iya. Terima kasih sudah merepotkan Anda.”

Gustav menjelaskan lokasinya secara kasar. Karena kota ini tidak terlalu besar mereka mungkin tidak akan tersesat. Setelah membuat sketsa peta kasar di benaknya, pintu sel terbuka dan seorang priest yang tampak sangat kelelahan muncul.

“Ohhh! Apa yang terjadi!? Bagaimana dengan kondisi warga di dalamnya?”

“Kami mulai dengan menggunakan magic penyembuhan pada korban selamat. Karena ini adalah pertama kalinya kami mencoba menyembuhkan subyek percobaan tidak manusiawi semacam itu, jadi kami akan tinggal di sini dan mengamati mereka. Jika mereka baik-baik saja, kita akan memindahkan mereka ke luar. Paling tidak, itulah yang saya pikirkan.”

“Dimengerti. Kemudian, kami akan mengirim beberapa paladin dan prajurit-warga untuk membantu kalian memindahkan mereka. “

“Dimengerti, Kapten Custodio. Jadi, saya undur diri Yang Mulia.”

Priest itu membuka pintu lagi dan masuk kembali ke dalam sel. Setelah menyaksikan priest tersebut pergi dan menyimpulkan bahwa tidak ada lagi yang perlu dilakukan, mereka berempat pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing.

Tentu, Sorcerer King dan Neia berpisah dengan dua lainnya dan menuju lokasi Orc.

“Karena ada demon di sekitar sini, akan lebih baik jika kita memiliki seseorang yang bisa melihat bentuk asli dari shapeshifters,”

Sorcerer King berbicara saat ia berjalan. Meskipun mereka tidak bisa memastikan keberadaan demon di kota ini, selembar kertas dengan tulisan dari huruf demon menunjukkan kemungkinan bahwa mungkin ada demon, atau mungkin saja ada demon di sini tadi.

“Bisakah demon mengubah diri mereka?”

“Ahh, demon seperti itu memang ada. Mereka bisa berubah bentuk menjadi pria, wanita, atau bahkan hewan.”

“Saya mengerti … Seseorang dengan talent yang bisa mengetahui shapeshifting… Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya belum pernah mendengar ada orang dengan kemampuan seperti itu. Ah, tidak, saya pernah mendengar legenda tentang hal-hal seperti itu. Saya ingat pernah membaca tentang mereka di dalam sebuah buku. Tetapi, jika Anda bertanya kepada saya apakah ada orang seperti itu sekarang…”

“… Sepertinya sebaiknya saya membahas masalah ini lagi dengan Kapten Custodio, kalau begitu.”

“Apakah shapeshifting adalah bentuk dari ilusi? Saya mengetahui dengan baik trik kecil seperti ilusi.”

“Shapeshifting sangat berbeda dari ilusi, tapi menjelaskannya akan memakan waktu lama, jadi saya akan melewatkannya untuk saat ini. Tetapi, meremehkan ilusi sangat berbahaya? Ilusi adalah jenis mantra yang akan jadi lebih menakutkan jika magic casternya sangat ahli. Juga, ada ilusionis yang tidak puas dengan hal yang mendasar dan memilih untuk mendalami hal tersebut.”

“Jadi, pada saat mereka sudah ahli dalam hal tersebut?”

“Ahh, ya. Misalnya, ada mantra seperti 「Perfect Illusion」 yang bisa membuat kelima indera menjadi tidak bekerja. Dan di luar itu, ada orang-orang yang telah menyempurnakan ilusi mereka sampai batas maksimum, yang dapat menggunakan keahlian tertentu setiap beberapa hari sekali untuk menipu dunia itu sendiri.”

Ilusi yang bisa menipu dunia berada di luar kemampuan dia untuk membayangkannya.

“Ah, bagaimana sebenarnya ilusi dunia itu bekerja?”

“Dari apa yang saya tahu, saya duga itu adalah mantra yang memungkinkan kamu menulis ulang segala aspek dunia. Jadi, sederhananya, menggunakan ilusi seperti itu bahkan bisa menghidupkan orang mati kembali?”

“Eh!? Anda sedang membicarakan ilusi, kan?”

“Oh ya. Ilusi duniawi – rahasia utama ilusi. Dengan menipu dunia itu sendiri, sebuah ilusi bisa menjadi nyata.”

Yang dia bisa pikirkan hanyalah wahhh ~ Bahkan jika seseorang mengatakan bahwa puncak ilusi bisa melakukan hal seperti itu, sungguh luar biasa bahwa dia tidak begitu mengerti apa yang dia katakan.

“Jadi, tidak ada yang mengelola talent bawaan negeri ini?”

“Tidak, saya belum pernah mendengarnya sebelumnya. Apakah Sorcerous Kingdom melakukan hal seperti itu?”

“Negara saya juga tidak melakukannya. Saya berencana untuk melakukannya di masa depan, tapi itu akan membutuhkan banyak usaha … ini mungkin akan menjadi masalah sepuluh tahun atau lebih di masa depan.”

Sorcerer King telah membayangkan kejadian sepuluh tahun berikutnya dalam pikirannya. Inilah perbedaan antara seorang raja dan orang biasa.

Dengan kata lain, perbedaan yang luar biasa.

♦ ♦ ♦

Orc ditahan di sebuah gedung yang jendelanya tertutup dari luar. Bangunan ini cukup besar, mungkin yang kedua atau ketiga terbesar di kota ini. Ada banyak paladin berkumpul di pintu masuk. Sepertinya mereka waspada terhadap apa yang ada di dalamnya. Setelah melihat Sorcerer King mendekat, paladin berlutut dihadapannya untuk mengungkapkan rasa hormat mereka.

“Saya telah mendengar dari Kapten Custodio bahwa Orc berada di gedung ini. Bolehkah saya masuk?”

“Iya! Tentu saja Anda boleh, Yang Mulia!”

“Kalau begitu kalian harus pergi dari tempat ini dan kembali melakukan apa yang harus kalian lakukan.”

Paladin menengadah.

“Tapi Kapten memerintahkan kami untuk ditempatkan di sini. Kami tidak mungkin meninggalkan pos kami.”

“… apakah dia ada sekarang. Lalu saya mengambil kembali perkataan saya tadi.”

Setelah berkata demikian, Sorcerer King berjalan di antara paladin dan membuka pintu. Tentunya, Neia mengikutinya. Ada bau masam di udara yang menyengat hidung Neia. Ini bukan gas beracun, tapi baunya mengingatkan Neia saat dia pernah mengikuti paladin ke sebuah penjara. Selain itu, ada bau lain yang tercampur di dalamnya – bau yang membuatnya ingin muntah.

“Ini …”

Ketika dia mendengar kapten menyebutkannya sebelumnya, dia telah memikirkan mengapa Orc secara khusus dibawa. Neia tahu bahwa dia akan mengetahui kebenarannya, tapi pada saat bersamaan dia membentangkan sayap imajinasinya.

Jika ini bukan hanya masalah yang dihadapi Orc, jika ada aliansi besar melawan Jaldabaoth, apakah para demihuman yang ingin melawan dia akan bergabung di bawah panji mereka? Saat Neia memikirkan semua ini, Sorcerer King tetap membiarkan pintu terbuka saat dia maju. Seseorang bisa mengatakan bahwa membiarkan Sorcerer King pergi lebih dulu adalah fakta sekarang. Mereka melewati beberapa ruangan dan koridor. Hanya dengan berjalan kaki, dia menyadari bahwa tempat ini lebih kotor dari pada penjara.

Tempat itu dikotori dengan darah, muntah dan kotoran lainnya. Kondisi di sini sangat mengerikan sehingga tidak mungkin membayangkan apa yang terjadi di sini. Orc adalah demihuman yang tingginya sekitar seorang pria dewasa, dengan wajah seperti babi. Mereka dikatakan sebagai spesies yang menyukai kebersihan. Mereka tidak akan senang tinggal di tempat seperti itu. Neia memperhatikan ujung mantel dari Sorcerer King.

Meskipun dia khawatir tentang bagaimana pakaian megahnya bisa ternodai, dia juga tidak bisa menyuruhnya untuk menunggu di luar. Lagi pula, tidak ada yang bisa mempertanyakan Sorcerer King yang bijak. Segera, indra tajam Neia menangkap jejak dari banyak makhluk yang bernafas dan bergerak di depan mereka. Ada juga yang terdengar seperti tangisan anak-anak dan ibu yang berusaha menghibur mereka.

Orc …? Bukan manusia? Neia bingung.

Dia tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan Orc memiliki keluarga dan membesarkan anak-anak.

Para Orc yang datang ke Holy Kingdom adalah penjajah. Mereka adalah musuh yang dibenci. Oleh karena itu, dia telah berhenti memikirkannya dalam arti lain. Saat Neia tenggelam dalam kebingungan, Sorcerer King membuka pintu. Bau busuk itu semakin menyengat, dan ada beberapa teriakan.

“Undead!”

“Itu Tulang! Kenapa!?”

“Manusia bajingan itu! Mereka menjual kita ke undead!”

“Mereka benar-benar menggunakan undead! Manusia kotor!”

“Mama–! Selamatkan aku–!”

“Sayang -!!!”

Sorcerer King berhenti di pintu masuk.

Tentunya bahkan Sorcerer King akan bingung dengan ini.

“Ah – ahem! Diam!”

Setelah Sorcerer King memerintahkan itu, ruangan yang ribut itu terdiam. Tentu saja, itu hanya sesaat. Tapi segera dipenuhi lagi dengan keributan yang beberapa kali lebih keras dari sebelumnya. Mereka meratap dengan cara yang hampir sama. Tidak, sepertinya ada lebih banyak suara yang meratapi nasib mereka dan memohon belas kasihan anak-anak mereka, terlepas dari apa yang terjadi pada diri mereka sendiri.

“… Haaah.”

Sorcerer King menghela napas, seolah dia sudah lelah. Setelah itu – dia membanting pintu. Tangan putihnya yang kurus memiliki kekuatan yang luar biasa, dan pintunya melambung jauh, terus berputar sampai mengenai dinding dengan suara yang keras. Para demihuman langsung terdiam. “DIAM. Selanjutnya jika ada dari kalian berbicara tanpa izin sebaiknya siap untuk mati.” Sorcerer King melangkah ke sebuah ruangan yang sepertinya telah membeku dalam keheningan – dengan beberapa orang tua yang berusaha mati-matian untuk menutupi mulut anak-anak mereka – dan semua demihuman mundur dari dia.

“Aku tidak datang ke sini untuk membunuh kalian. Sebaliknya, aku di sini untuk menyelamatkan kalian”

Biasanya, Neia, seorang manusia akan mendapatkan banyak kesulitan saat mencoba membaca wajah seorang demihuman seperti Orc. Tetapi, hanya saat ini, Neia sungguh percaya diri. Setiap orang menganggap ini bohong.

“Menjelaskan kepada semua orang sekaligus sangat merepotkan. Tunjuk seorang wakil dari kalian.”

Sesaat kemudian, seorang Orc tampak seperti baru saja akan berdiri, tapi Orc di sampingnya menghentikannya.

Tetapi, ia tetap maju selangkah. Dia mungkin saja Orc yang kurus, tapi sekarang dia memiliki tubuh yang kuat.

“… bolehkah Aku menganggap bahwa kamu adalah wakil dari kalian?”#

Orc tidak berkata apaapa dan hanya mengangguk.

“…Apa yang salah? Kenapa kamu tidak bicara?”

“Ah, mungkin karena Yang Mulia memerintahkan mereka untuk diam sekarang?”

“Meskipun aku merasa telah memberikan izinku, sepertinya tidak ada yang mengerti seperti itu. Kamu Orc yang telah melangkah maju, aku mengizinkanmu untuk berbicara. Mulailah dengan menyebutkan namamu.” Saya adalah Dyel dari suku Gan Zu – Dyel Gan Zu.”

“Dyel, kalau begitu. Inilah pertanyaan pertamaku. Apakah ada orang di sini yang tidak kamu kenal, atau kepribadian siapa yang telah berubah secara drastis?”

“Tidak, tidak, tidak ada orang seperti itu.”

“Selanjutnya, beritahu aku mengapa kalian dipenjara di sini.”

“… Anda tahu iblis itu bernama Jaldabaoth, kan?”

“Tentu saja. Dia adalah musuhku. Sebaliknya, kalian bisa mengatakan bahwa aku datang ke sini – ke Holy Kingdom – untuk membunuhnya. “

Wajah mereka masih menunjukkan bahwa dia masih berbohong seperti yang mereka kira. Memang, Neia mungkin juga memikirkan hal yang sama sebelum dia mengerti tentang Sorcerer King. Tetapi, Neia berbeda sekarang.

Neia melihat wajah Sorcerer King, dan kemudian dia berbicara.

“Itu seperti Yang Mulia katakan. Saya adalah orang dari negara ini. Kalau begitu, kalian harus bisa mengerti, kan? Jaldabaoth memimpin sebuah pasukan aliansi demihuman untuk menyerang Holy Kingdom.”

Wajah Dyel sedikit berubah.

“Tunggu, manusia – mungkin, perempuan.”

Apa maksud mereka ngomong mungkin?, pikirnya, tapi bagi Neia, membedakan jenis kelamin Orc akan sulit. Mungkin juga hal yang sama bagi mereka.

“Kami tidak menyerang negara ini. Tak seorang pun dari suku Orc harus membantu Jaldabaoth. Karena itu, dia membawa kami – yang menantangnya – ke tempat ini.”

“Mm … dan apa yang Jaldabaoth lakukan setelah dia membawa kalian ke sini?”

Pertanyaan Sorcerer King tampaknya menimbulkan reaksi yang kuat dari Dyel dan Orc lainnya. Orc yang tampak seperti ibu mencengkeram anak-anak mereka erat-erat. Setelah itu, terdengar suara rintihan dan muntahan.

“… Apa yang dia lakukan di sini, sungguh?” Sorcerer King tidak bisa tidak mengatakannya.

“Ah, nampaknya aku sudah mengajukan pertanyaan yang seharusnya tidak aku tanyakan. Haruskah aku membawa air? Atau apakah kalian menginginkan sesuatu yang lain? “

Sikap Sorcerer King sepertinya telah berubah. Entah kenapa, ia tampak sangat gugup. Mungkin dia merasa bersalah karena menanyakan kepada Orc tentang sebuah pertanyaan yang telah mengenang kembali kenangan buruk. Meskipun mungkin agak kasar untuk menganggapnya seperti itu, Sorcerer King tampak seperti orang tua yang berusaha menghibur seorang anak yang oleh keturunan mereka sendiri mulai menangis.

Ini adalah sesuatu yang hanya akan dilakukan seorang raja yang menganggap baik manusia dan demihuman sebagai warganya…

Bagi masyarakat Holy Kingdom, demihuman adalah musuh. Oleh karena itu, dalam keadaan yang sama, mereka tidak akan mengatakan apapun atau menghibur. “Kami tidak menginginkan hal lain.

Tapi kami mohon jangan tanya apa yang terjadi. Ini akan membuat Anda tidak senang mendengarnya, dan itu sangat berarti bagi kami. Jika Anda memerintahkan kami untuk mengatakannya, kami akan melakukannya, tapi saya berharap Anda tidak akan melakukannya kepada yang lain. Tolong.” Setelah mendengar isak tangis dan tangisan Orc perempuan, Neia mulai sedikit takut dengan apa yang telah terjadi pada mereka.

“…Sangat menjengkelkan,”

Sorcerer King bergumam sendiri, tapi banyak yang terjadi seperti itu yang Neia tidak tahu apa maksudnya.

“Ah, erm, yah. Karena kalian tampaknya adalah musuh Jaldabaoth, mengapa tidak membicarakan masalah bergabung dengan kami, karena kita memiliki musuh yang sama?”

Dyel mengalihkan pandangannya ke bawah.

“Kami pernah berpikir untuk bertempur sekali, tapi sekarang kami tidak lagi memikirkan hal seperti itu. Kami telah dihancurkan oleh hal-hal buruk yang terjadi di sini. Kami tidak lagi memiliki kemauan untuk bertarung.”

“Kalau begitu, jika aku membebaskan kalian, apa yang akan kalian lakukan?”

“Jika memungkinkan, kami ingin kembali ke desa kami.

Jika masih ada orang yang aman di sana, kami ingin membawa mereka dan pergi jauh, jauh sekali, sampai kami menemukan tempat di mana Jaldabaoth tidak bisa menemukan kami.”

Sorcerer King mengangguk.

“Kalau begitu, datanglah ke wilayah yang aku kuasai -”

“- Tolong izinkan saya untuk menolak! Saya sangat sadar bahwa ini akan membuat Anda kesal, tapi kalaupun kami menyetujuinya disini, kami pasti akan lari begitu kami sampai di tempat di mana kami bisa melarikan diri. Tetapi, pengkhianatan adalah tindakan yang rendah dan keji. Kalau begitu, kami harus menolaknya di sini, karena yang menanti kami adalah kematian yang tidak akan terlalu menyiksa.”

“Apa…”

Sorcerer King mungkin sedikit bingung dengan penolakan yang gigih ini.

Tetapi, Neia sangat mengerti apa yang dipikirkan Dyel. Itu karena sampai dia bertemu dengan Sorcerer King, Neia merasa bahwa undead adalah musuh semua yang hidup.

“… Tidak, tapi wilayahku bukan tempat yang menakutkan? Ada banyak demihuman yang tinggal di sana?”

“Anda bohong! Kedengarannya seperti bohong! Kami, kami tidak akan tertipu! Anda sedang berbicara tentang undead demihuman, kan?”

Dyel sepertinya sudah gila, tapi dia seperti dia yang dulu. Sebagai orang yang memiliki pengalaman dalam masalah ini, dia harus menceritakan kepadanya tentang bentuk sebenarnya dari Sorcerous Kingdom.

“Yang Mulia mengatakan yang sebenarnya. Dia adalah orang hebat yang, meskipun seorang undead, dia juga memiliki hati yang penuh dengan kasih sayang untuk semua makhluk hidup. Dia mencintai anak-anak, dia memerintah demihuman secara adil, dan dia menerima rasa hormat dari bawahannya. Sebagai bukti, mereka bahkan telah membangun patung-patung yang besar untuk dia yang mengejutkan semua orang yang melihatnya -”

“–Baraja-san! Sungguh, itu sudah cukup …”

“Tapi, Yang Mulia!”

“Tolong… Jangan berbicara lebih banyak…”

Karena dia telah mengatakan “tolong”, dia tidak punya pilihan kecuali diam.

“Manusia, apakah otakmu sudah dicuci!?”

“Tidak. Aku telah melihat kerajaan Yang Mulia dengan mataku sendiri. Demihuman pertama yang saya lihat adalah Naga. “

Para demihuman saling memandang di tengah keriuhan. Ada suara bertanya,

“Apa itu Naga?” Tapi mereka diabaikan.

“Juga, saya melihat demihuman seperti kelinci. Saya bukan warga Sorcerous Kingdom. Karena itu, waktuku di sana sangat singkat. Meski begitu, cukup bagiku untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Orangyang tinggal di sana tidak memiliki kesedihan dan ketakutan terlihat di wajah mereka seperti kalian. Dan tentu saja, tidak satupun dari mereka terluka dan memar seperti kalian.”

Para demihuman menunduk menatap tubuh mereka yang kurus. Otot mereka telah menciut, dan tubuh mereka tidak lebih dari kulit dan tulang.

“Seperti yang dia – seperti kata Baraja-san. Tetapi, kalaupun aku mengatakan itu, kalian mungkin tidak akan mempercayaiku. Tetapi, begitu kalian menjadi pengikutku, aku tidak akan membiarkan kalian menderita seperti kekejaman lagi. Aku bisa bersumpah pada kalian atas namaku, Ainz Ooal Gown. Alasan untuk itu karena semua yang saya aku kuasai adalah milikku. Jika itu rusak, sama saja dengan merusak barangku sendiri . Dan kalian mungkin merasa nyaman. Jika kalian tidak ingin menerima kekuasan ku, aku tidak akan memaksa kalian untuk melakukannya. Tinggal sesuka hati kalian. Bagaimanapun, aku akan mempersiapkan untuk mengirim kalian kembali ke rumah kalian.”

“… Mengapa Anda bersikap baik terhadap kami?”

Ini adalah pertama kalinya Dyel menyingkirkan dugaan dia sebelumnya. Neia bisa merasakan dia menatap Sorcerer King.

“Kuku … aku ingin mengalahkan Jaldabaoth. Oleh karena itu, demihuman yang jadi bawahannya cukup merepotkan. Setelah kalian kembali ke desa kalian juga merupakan cara untuk mengurangi kekuatannya.”

“Apa maksud Anda?”

“Tidak seperti Jaldabaoth, saya adalah raja yang pengasih. Jika kalian menyebarkan berita ini untukku, pasti akan menyebarkan kerusuhan di seluruh pasukannya, dan mungkin ada orang yang memutuskan untuk berkhianat dan mendukung kita, bukan begitu?”

“Saya paham, jadi begitu.”

Sulit bagi orang untuk menaruh kepercayaan mereka pada keuntungan yang ditawarkan kepada mereka tanpa ikatan, tapi transaksi yang saling menguntungkan lebih dapat dipercaya. Tampaknya logika yang sama diterapkan pada demihuman.

“Tapi, bukankah menurut Anda itu akan sulit? Banyak pengikut Jaldabaoth adalah maniak yang haus darah. Bahkan jika kami menyebarkan berita itu di desa kami, itu tidak akan banyak berpengaruh.

“Tidak apa-apa juga. Aku ingin menggunakan semua yang bisa aku gunakan. Dan jika Jaldabaoth melakukan teror, mungkin ada demihuman yang akan mengkhianatinya juga. Mm, ngomong-ngomong, apakah kamu tidak mau menolongku untuk melawan Jaldabaoth?”

“… Kami tidak bisa. Kami sudah bilang sebelumnya, kan? Kami tidak memiliki kemauan untuk itu sekarang.”

“Hah. Sayang sekali. Dan kalian tetap tidak ingin datang ke Sorcerous Kingdom?”

“Benar, adalah hal yang baik untuk hidup di bawah perlindungan makhluk perkasa seperti Anda. Tetapi, ini bukan keputusan yang bisa saya buat sendiri. Bergantung pada hasil diskusi dengan yang lain, mungkin kami akan bergantung pada Anda.”

“Dyel!”

“Donbass. Saya tahu apa yang ingin kamu katakan. Tetapi, dengan munculnya Jaldabaoth, demon yang kita lawan dan tidak berdaya dibuatnya , kita tidak bisa melindungi desa kita sendiri. Pada akhirnya, inilah yang akan terjadi pada kita.”

Orc yang bernama Donbass itu menggigit bibirnya dan menunduk. Dia juga mengerti hal itu.

“Apakah begitu. Kemudian, jika kalian datang ke negaraku, maka aku, Sorcerer King akan menawarkan kalian bantuan penuh dariku. Banyak jenis makhluk hidup di wilahyahku. Pada saat itu, aku harap kalian akan bekerja sama dengan mereka – hiduplah bersama mereka sebagai masyarakat di negaraku.”

Nada Sorcerer King melunak. Demihuman dipandang sebagai musuh di Holy Kingdom, tetapi di Sorcerous Kingdom mereka dipandang sebagai makhluk yang bisa hidup berdampingan. Dari mana perbedaan yang sangat besar ini muncul? Saat Neia memikirkannya, dia segera menemukan jawabannya.

Itu karena Yang Mulia, ya … Karena Yang Mulia memiliki kekuatan luar biasa. Seperti yang kupikir … kekuatan adalah yang terpenting, huh.

“Baiklah, kalau begitu, aku akan memberikan makanan yang kalian butuhkan sampai kalian bisa kembali ke desa kalian. Selain itu, aku akan menyediakan prajurit untuk melindungi kalian. Kembali ke rumah dengan aman dengan tubuh kalian akan memerlukan banyak waktu dan usaha.”

“Anda akan melakukan sejauh itu hanya untuk kami?”

“Tentu saja aku akan. Pikirkan dan tangisilah selama mungkin tentang kemurahan hati dan kasih sayang dari Sorcerous Kingdom dan sebarkan namaku. Setelah ini, Baraja-san, bisakah saya merepotkanmu untuk meninggalkan ruangan? Saya akan menggunakan harta rahasia nasional Sorcerer Kingdom yang tidak ingin saya perlihatkan kepada negara lain.”

“Dimengerti.”

Neia keluar dari ruangan setelah menjawab, dan dia merasa sedikit kesepian. Kata-kata Sorcerer King masuk akal, dan meskipun dia bisa memahaminya, dia tidak dapat menerimanya. Saat dia berdiri di luar pintu yang rusak, suara napas Orc dari dalam ruangan mulai berkurang. Sepertinya mereka menghilang dari ruangan, tapi sebenarnya mungkin begitu. Sorcerer King pernah mengatakan bahwa selama dia mengingat sebuah lokasi, dia bisa berpindah ke sana. Dia pasti telah menggunakan mantra semacam itu pada mereka. Segera, ruangan itu sunyi. Sesaat kemudian, suara langkah kaki mendekati Neia. Saat pikirannya mencatat fakta itu, dia melihat bahwa satu-satunya orang di sisi lain pintu adalah Sorcerer King.

“Maafkan saya atas lama menunggu.”

“Tidak, tidak sama sekali.”

Ruangan itu kosong. Dia pasti menggunakan magic yang hebat melampaui kemampuan Neia untuk membayangkannya untuk memindahkan semua Orc. Atau mungkin dia telah menggunakan cara lain – dia telah memindahkan mereka dengan magic item.

“Kalau begitu, ayo bertemu dengan Kapten Custodio dan dengarkan rencana kita selanjutnya darinya.”

“Siap! Hamba mengerti!”

♦ ♦ ♦

Setelah keluar dari kamp tahanan Orc, mereka berdua bertanya kepada seorang paladin yang mereka temui di jalan tentang lokasi Remedios. Tidak ada tanda-tanda dia di banguan yang mereka tuju, tapi Gustav ada di sana.

“Ohhhh! Yang Mulia! Kami baru saja akan mengundang Anda ke sana!”

Gustav tampak berbeda dari saat mereka bertemu dengannya. Dia tampak hidup, seolah cahaya harapan tumpah keluar darinya, dan suaranya juga tampak senang. Apakah ada sesuatu yang telah mengubah situasi saat ini? Mungkin Sorcerer King memiliki pertanyaan yang sama di dalam hatinya, jadi dia bertanya:

“Apa yang terjadi? Apakah kamu menerima kabar baik?”

“Iya! Ada orang yang sangat penting yang harus Anda lihat. Ayo, lewat sini.”

Jika mereka ingin menunjukkan kepadanya seseorang, dia pasti seorang bangsawan yang hebat, atau seseorang yang berhubungan dengan keluarga kerajaan. Sorcerer King – yang diikuti oleh Neia karena alasan tertentu – dipandu ke suatu ruangan oleh Gustav. Terdiri beberapa kursi kayu sederhana. Remedios duduk di sana, seperti manusia yang kurus.

Mereka berdua berpaling untuk melihat Sorcerer King saat dia masuk, dan mereka berdua menyambutnya.

“Ini adalah saudara bangsawan yang di tubuhnya mengalir darah Holy King kami, Caspondsama.”

Memang, wajahnya mirip dengan wajah Holy Queen kedua yang menghiasi koin emas Holy Kingdom. Neia terkejut pada fakta bahwa seseorang seperti dia benar-benar dipenjara di sini.

“Caspond-sama. Inilah raja dari Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown, Yang Mulia Ainz Ooal Gown, yang telah datang untuk membantu bangsa kita.”

“Ohhh! Kata-kata tidak bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya, Yang Mulia. Saya merasa terhormat bertemu dengan Anda. Seperti yang dikatakan orang, saya adalah saudara laki-laki yang dikalahkan oleh saudara perempuan saya yang luar biasa.”

Ketika saudara laki-laki tersebut mengatakan sesuatu yang sangat sulit untuk ditanggapi, Remedios memperhatikan wajahnya dan sepertinya berkata, apakah Anda sedang mengejek Holy Queen? Tetapi, dia adalah penerus berikutnya untuk posisi Holy Queen, jadi dia tidak bisa menerapkan sikap yang sama seperti yang dia lakukan selama ini. Dengan demikian, Remedios hanya mengarahkan pandangannya ke bawah.

“Ahhh, memang begitu. Suatu kehormatan bertemu dengan Anda, Royal Brother-dono.”

Kemudian, mata mereka bertemu lagi. Neia melihat dan bertanya-tanya apa yang sedang mereka lakukan, dan sesaat kemudian Sorcerer King mengulurkan tangannya, yang disambut oleh Caspond. Berjabat tangan adalah kebiasaan yang muncul di antara mereka yang memiliki status lebih tinggi.

Ketika seseorang membandingkan seorang pria yang hanya berada di garis suksesi takhta kepada seseorang yang memerintah negara sendiri, betapapun kecilnya, yang terakhir akan memiliki status yang lebih tinggi. Fakta bahwa yang terakhir ini juga adalah membantu negara tadi yang hanya berusaha meningkatkan kepentingannya.

Fakta bahwa Sorcerer King tidak segera mengulurkan tangannya mungkin merupakan tanda penghormatan ke pihak lain.

Sungguh, dia pria yang bijaksana dan murah hati.

Itu meyakinkan Neia. Dari sudut matanya, dia melihat Caspond juga mengangguk dan memberi suara persetujuan.

“Yang Mulia, saya minta maaf karena telah menyapa Anda dengan pakaian lusuh ini. Akan lebih baik lagi jika saya bisa menggantinya sebelum kedatangan Anda, tapi …”

“Tidak ada yang perlu dipermalukan. Pakaian lusuh tidak bisa menurunkan kelas seseorang. Anda pasti kelelahan karena telah ditahan dalam waktu yang lama. Maukah Anda duduk sebelum berbicara?”

“Saya bersyukur atas kebaikan Anda. Kalau begitu, tolong ijinkan saya memanfaatkan niat baik Anda.”

Sorcerer King adalah orang pertama yang melepaskan jabat tangan mereka, dan Caspond duduk setelah dia melakukannya.

“Saya senang melihat Yang Mulia aman dan sehat. Tetap saja, bagaimana Anda bisa ditahan di sini?” “Itu karena kebetulan saya kabur ke sini. Baron Bagnen merawat saya dengan sangat baik.

“Bagaimana dengan dia? Kapten Custodio Saya percaya kamu membawanya pergi setelah dia berbicara dengan saya.”

“Luka-luka Baron Bagnen tidak parah, dan hidupnya tidak dalam bahaya. Tetapi, karena kondisi fisiknya yang buruk dan kelelahan yang hebat, dia masih tidur nyenyak.”

“Tidak bisakah para priest menggunakan magic mereka untuk menyembuhkannya? Saat ini akan menjadi waktu yang tepat untuk memanfaatkan kecerdasannya, kan?”

“Para priest telah menghabiskan mana mereka yang tersisa untuk menyembuhkan yang terluka, dan mereka saat ini sedang beristirahat. Saya dengan tulus meminta maaf, tapi jika situasinya tidak terlalu penting, saya merasa lebih baik membiarkan mereka menyimpannya.”

“Kalau begitu, maka mau bagaimana lagi, Kapten. Tetapi, dialah yang membawaku ke sini dan berjuang keras untuk melindungiku. Jika mungkin, tolong – kamu mengerti apa yang saya katakan, kan?”

Bukan Remedios, tapi Gustav yang mengangguk dalam.

“Baiklah, maka ada satu hal yang harus saya buktikan dulu. Apakah ada orang di negara ini yang bisa memahami bentuk asli dari shapeshifting atau ilusi?”

“Mengapa Anda bertanya, Yang Mulia?”

“Itu karena saya mewaspadai demon menggunakan magic untuk menyembunyikan diri di antara orang-orang yang dipenjara.” Caspond menatap Remedios.

“Kapten, bisakah kamu menjawab pertanyaan Yang Mulia?”

“Ah, maafkan saya. Tolong jawab atas nama saya, Wakil Kapten. Saya tidak ingat orang seperti itu.”

Sorcerer King berkata “Mm -” dan tenggelam dalam renungannya. Caspond kemudian bertanya kepada Remedios tentang pertanyaan lain.

“Jika itu mengganggu Sorcerer King, itu jelas menunjukkan bahwa ini pasti merupakan pertanyaan penting. Saya akan bertanya lagi. Bisakah kamu bersumpah kepada para dewa bahwa kamu tidak tahu?”

Kedua paladin itu mengangguk, lalu tatapan mata Caspond beralih ke Neia. Tentunya dia tidak akan mengenal squire seperti dirinya, kan? Seperti yang Neia pikirkan, dia buru-buru mengangguk juga.

“Jadi bahkan Squire Baraja tidak tahu … ada masalah? Kamu terlihat bingung. Saya pernah mendengar namamu dari Kapten. Saya sangat bersyukur kamu bisa melayani di sisi Yang Mulia.”

“Saya sangat berterima kasih!”

Neia dengan cepat berlutut pada Caspond.

“Tepat. Dia luar biasa. Saya ingin pengikut seperti itu.”

“Apa, sungguh, Anda pasti bercanda …” Suara Neia gemetar.

Saat melihatnya di situasi seperti itu, Sorcerer King dan Caspond tertawa senang. Kemudian, mereka melanjutkannya – meskipun Sorcerer King tidak memiliki ekspresi wajah, tentu saja – dengan wajah yang serius.

“Meskipun saya malu mengakui ketidaktahuan saya, apakah demon memiliki kekuatan untuk berubah menjadi orang lain?”

“Demon bisa mengambil bentuk manusia untuk membuat orang mati, tapi itu tidak berarti mereka bisa berubah menjadi orang lain. Hanya saja mereka bisa mengambil bentuk manusia, bukan berarti mereka bisa meniru penampilan siapa pun. Oleh karena itu … jika orang-orang yang dipenjara semuanya tidak dikenal … kita perlu waspada.”

“Kalau begitu, kita perlu orang-orang yang ditahan menjamin satu sama lain…”

“Sekarang, ilusi lebih merepotkan. Dengan ilusi, seseorang dapat mengambil wajah orang lain. Misalnya…”

Sorcerer King melepaskan mantra, dan wajahnya yang hanya tengkorak berubah menjadi sosok seperti Caspond.

“Ini adalah ilusi. Tetapi, ilusi tingkat rendah seperti ini mungkin bisa mengubah pakaian seseorang, tapi bukan suara seseorang. Selain itu, mereka tidak bisa meniru ingatan dan pikiran, tentu saja. Oleh karena itu, mereka akan segera ketahuan jika seseorang yang dekat dengan orang yang ditiru wajahnya berbicara kepada mereka.”

Wajah Sorcerer King berubah kembali ke bentuk semula.

“Ada banyak cara untuk menyamarkan pakaian dan suara seseorang. Oleh karena itu, cara terbaik adalah berbicara dengan mereka dan memeriksa tentang kesalahannya. “

Pertanyaannya pada Orc pastilah dimaksudkan untuk menjaga dari hal tersebut, pikir Neia. Seperti yang diduga dari Yang Mulia. Pertimbangannya sangat mengejutkan.

“Saya mengerti … yah, kamu dengar itu, kan? Segera periksa dulu.”

“Sebentar. Anda juga harus mempertimbangkan kemungkinan demon mengamuk saat mereka ketahuan. Apa Anda tidak berpikir bahwa membiarkan orang yang kuat seperti Kapten Custodio berada di sisi Anda untuk melindungi Anda, akankah lebih baik?”

“Saya mengerti. Saya akan melakukan penyelidikan dengan Kapten sebagai saksi.”

Caspond menunduk.

“Royal Brother-dono. Hanya itu yang ingin saya buktikan. Jika Anda ingin berbicara lebih banyak, maka boleh saja.”

“Kalau begitu – Yang Mulia. Adapun rencana kita selanjutnya, saya merasa perlu bagi kita untuk menuju ke selatan, terhubung dengan pasukan disana dan kemudian melancarkan serangan dengan skala penuh. Itu karena ada beberapa bangsawan yang dipenjara bersama saya, dan saya ingin meminta mereka untuk melihat siapa yang bisa memberi kekuatan kepada kami. Itulah rencana yang ingin saya gunakan.

“Mm. Saya tidak mengerti bangsawan negara ini, jadi jika Anda merasa itu yang terbaik, maka tentu saja … Apakah Anda tidak akan menyerang kamp-kamp penjara lainnya dan menyelamatkan para tahanan di sana?”

“Belum waktunya untuk itu. Memimpin banyak orang ke daerah yang dikuasai Jaldabaoth sangat mencolok, dan tingkat kemajuan kita akan menjadi sangat lambat. Saya ingin menghindari hasil di mana kita kehilangan lebih banyak daripada yang kita dapatkan dengan membantu orang lain.”

“… Lalu mengapa tidak membiarkan warga sipil melarikan diri ke selatan sementara kita sendiri menyerang kamp penjara?”

“Kapten Custodio. Anda dibolehkan untuk berada disini, tapi saya tidak meminta pendapatmu.”

Caspond berbicara dengan nada yang sangat berbeda dari bagaimana dia berbicara dengan Sorcerer King. Remedios mengertakkan giginya ketika komentar itu memicu darahnya, menyalakan api amarahnya.

“Saya juga menyetujui pendapat Royal Brother – tidak, Caspond-dono. Bagaimanapun, Anda telah merebut dua kamp penjara, termasuk tempat ini. Saya menganggap Anda bisa terus menerapkan pengalaman yang didapat di sini, kan? “

“Kita tidak akan melakukan apapun,”

Caspond mengangkat bahu.

“Saya tidak merasa kita bisa merebut tanah ini kembali tanpa kematian atau luka-luka. Jumlah korban akan bertambah dari puluhan, hingga ratusan, sampai ribuan. Ada hal lain yang lebih penting dari ini.”

Ketika mereka mendengar kata-katanya, yang tidak mempedulikan warga, Neia melihat ekspresi marah di wajah Remedios dan Gustav.

Sedangkan bagi Neia, yang dia pikirkan adalah begitulah bangsawan.

“Caspond-sama, kamu sudah berubah. Dulu, Anda adalah orang hebat yang sama baiknya dengan masyarakat seperti Yang Mulia Holy Queen.”

“Apa, Kapten Custodio? Apakah kamu kecewa? Huh!”

Wajah Caspond menjadi tidak karuan. Bibirnya mengkerut, memamerkan giginya.

Tatapan tajamnya penuh dengan hinaan.

“Hatimu akan seperti berubah seperti diriku jika kamu merasakan hal yang sama sepertiku. Aku tidak bisa mengucapkan omong kosong lagi, huh. Sangat menjijikkan … apa yang mereka lakukan terhadap kita … aku kira kamu belum pernah mendengarnya. Lalu carilah seseorang dan bertanya kepada mereka. Dengan begitu, kamu akan tahu persis bagaimana jahat dan tidak beradabnya demon itu.”

Dia seperti orang yang sama sekali berbeda, atau mungkin akan lebih tepat untuk mengatakan bahwa suatu noda hitam di dalam kepribadiannya yang ditutupi secara paksa telah muncul lagi.

“Jika mungkin, saya ingin membunuh semua demihuman itu …”

Dia melirik Sorcerer King, yang mengangkat bahu dan menjawab:

“Anda bisa melakukan apa yang Anda inginkan setelah Anda menanyakannya kepada mereka. Saya sudah membebaskan Orc.”

“Yah, mau bagaimana lagi, kalau begitu. Sayang sekali. Jadi, para Orc merasakan kesengsaraan di sampingku … meskipun, bisakah Anda menyerahkan mereka kepada saya dengan imbalan pedang suci?”

“Saya adalah seorang magic caster. Apa yang akan saya lakukan dengan pedang bahkan jika Anda memberikannya kepada saya?”

Caspond tertawa mendengar jawaban Sorcerer King. Di sisi lain, wajah hampa Remedios tampak jauh berbeda dengan wajah Gustav yang pucat. Kedengarannya seperti lelucon, tapi Caspond mungkin serius. Tubuh Neia bergetar.

Pikiran bahwa dia membenci demihuman yang dipenjara itu cukup pantas bahwa dia bersedia menyerahkan harta nasional hanya untuk mengembalikan mereka ke tangannya … apa yang telah terjadi padanya?

“Jadi Anda akan meninggalkan kota ini?”

“Saya ingin jika saya bisa. Tapi sebelum itu, saya ingin bertanya ke beberapa tahanan dan mengirim utusan ke selatan. Saya pikir itu akan memakan waktu seminggu paling cepat. Ketika kita merebut tanah ini kembali, saya akan menawarkan sejumlah penghargaan kepada Anda sesuai dengan kebaikan Anda yang telah diatur oleh Kapten Custodio.”

“Saya menantikannya.”

♦ ♦ ♦

Sorcerer King pergi bersama Neia sesaat kemudian. Caspond lalu berkata,

“Baiklah. Karena Sorcerer King sudah pergi, ayo kita ke acara utama.”

“Siap. Melindungi banyak orang sekaligus akan sangat sulit. Jika mungkin, saya yakin kita perlu meminjam bala bantuan dari selatan, atau mungkin mendapatkan semacam transportasi seperti kuda dan kereta.”

Caspond tersenyum dingin saat mendengar saran Gustav.

“Omong kosong apa yang kamu katakan? Siapa bilang kita membicarakan itu?”

“Apa kita tidak perlu mempertimbangkan bagaimana caranya memindahkan diri kita ke selatan?”

“Biarkan saya berbicara dengan jelas. Kita tidak akan lari ke selatan sekarang juga. Kita akan bertempur dengan prajurit Jaldabaoth di sini.”

“Itu terlalu gegabah!”

Saat mendengar kata-kata Gustav, Remedios terus berbicara.

“Meskipun kita memiliki tembok kota, kita akan tamat begitu kita dikepung dan makanan habis. Ketika dikepung akan menjadi hal yang sangat bodoh bagi kita tanpa bala bantuan untuk bergantung.”

Meskipun Remedios mungkin tidak pandai dalam berpikir, dia sangat bisa diandalkan saat menghadapi pertempuran. Gustav mengangguk saat mendengar kata-kata kaptennya yang percaya diri.

“Meski begitu, kita harus bertarung di sini.”

Saat mereka berdua berbalik dan menatap dirinya, Caspond tersenyum dingin dan menjelaskannya sendiri.

“Kalian juga mendengarnya, kan? Sorcerer King sedang menyimpan mananya untuk pertempuran dengan Jaldabaoth …”

Setelah melihat Gustav mengangguk, Caspond melanjutkan.

“Itu akan merepotkan. Setelah mengalahkan Jaldabaoth dan mengambil demon maid, Sorcerer King akan kembali ke Sorcerous Kingdom. Sebelum itu, kita perlu membuatnya mengurangi jumlah demihuman yang telah menyerang negara ini. Karena itu, kita harus menempatkan diri kita dalam kesulitan.”

“Tapi kesepakatan kita Sorcerer King ..”

“Setiap kali Sorcerer King membunuh beberapa demihuman dengan magicnya, lebih sedikit orang dari Holy Kingdom yang akan mati, kan? Yang akan kamu pilih Perjanjian kamu dengan undead, atau kehidupan warga Holy Kingdom yang tidak berdosa?”

Wajah Gustav tampak tidak senang, sementara Remedios yang berwajah kaku segera menjawab:

“Orang-orang tak berdosa dari Holy Kingdom, tentu saja.”

“Begitulah, Kapten. Karena itu, kamu harus membuat pertarungan Sorcerer KIng. Karena kita telah membuat kesepakatan, pasti ada alasan bagus untuk melanggarnya.”

“Jadi kita harus melawan prajurit Jaldabaoth untuk itu?”

“Benar. Atau lebih tepatnya – kita memulai pekerjaan kita untuk melarikan diri ke selatan, tapi karena kita membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang kita harapkan, kita dikepung oleh pasukan Jaldabaoth. Tanpa pilihan yang tersisa, kita tidak punya pilihan selain meminta kekuatan Sorcerer King. Bagaimana menurutmu?”

Mata Remedios dan Gustav sepertinya saling berkata dia benar. Tetapi—

“Saya punya pertanyaan. Bagaimana jika mana yang dihabiskan oleh Sorcerer King menjadi tidak menguntungkan selama pertempuran dengan Jaldabaoth?”

“Kudengar mana bisa dipulihkan dengan cepat, kan?”

“Adikku juga bilang begitu.”

Adik remedios adalah seorang priest. Jika dia berkata, “Saya mendengarnya dari dia”, tidak ada yang bisa membantahnya.

“Kita akan membebaskan beberapa demihuman dengan sengaja dan memancing pasukan Jaldabaoth ke sini. Kita perlu melakukannya sebelum kita kehabisan makanan, ingat”

“… Tapi berapa banyak pasukan Jaldabaoth yang akan datang?”

Ketiganya sudah menceritakan apa yang mereka ketahui. Setelah serangkaian pertempuran, kekuatan pasukan Jaldabaoth kurang dari seratus ribu orang. Prajurit tersebut dibentuk dari dua belas jenis demihuman, serta enam jenis lain yang tidak cukup banyak untuk memenuhi syarat sebagai pasukan, dengan total delapan belas jenis.

Dua belas ras itu adalah:

Snakemen – demihuman berkepala ular, dianggap kerabat dekat Lizardmen.

Armatts – ras seperti tikus yang berjalan tegak dengan bulu seperti besi. Mereka dianggap sebagai keluarga dekat Quagoa.

Cabens – mereka menyerupai kera yang sedikit lebih besar dari manusia, yang matanya tidak ada.

Zerns – spesies berlendir dengan tubuh bagian atasnya seperti belut dengan lengan dan tubuh bawahnya berlendir seperti ulat berwarna biru. Beberapa orang bertanya-tanya, “apakah kalian yakin mereka bukan heteromorph?” Tapi mereka terpengaruh terhadap mantra yang bekerja pada demihuman, jadi mereka digolongkan sebagai demihuman.

Blader – spesies serangga yang kuku jarinya tumbuh seperti pisau dan tubuhnya dilindungi oleh eksoskeleton seperti armor. Sama seperti Zerns, mereka juga terpengaruh oleh mantra yang bekerja pada demihumans, jadi mereka digolongkan sebagai demihuman.

Horuners – demihuman dengan kaki seperti kuda yang mahir berlari kencang. Mereka bisa berlari dalam waktu lama tanpa istirahat dan memiliki gerakan yang mengejutkan.

Spidans – demihuman seperti laba-laba dengan empat lengan panjang dan ramping dan kaki yang menyerupai laba-laba. Mereka bisa mengeluarkan semua jenis benang sutra dari mulut mereka dan membuat segala macam pakaian dan barang dengan sutra itu.

Pakaian sutra yang mereka buat dengan cara ini sama kerasnya dengan baja.

Stone Eaters – dipersenjatai dengan senjata sederhana, ciri mereka yang paling menakutkan adalah kemampuan mereka untuk mengeluarkan bebatuan yang mereka makan. Pecahan batu yang bisa mereka keluarkan dengan mudah dalam jangkauan lebih dari seratus meter bisa membuat armor rusak dengan mudah. Tetapi, mereka hanya bisa melakukannya dalam jumlah terbatas, jadi jika seseorang bisa bertahan melewati itu, tidak ada yang perlu ditakuti.

Orthrous – mereka adalah versi Centaurus yang tubuh bawahnya digantikan oleh binatang buas. Mereka memiliki kekuatan tempur yang lebih baik daripada Centaurus, tapi sebaliknya mereka kurang gesit.

Magilos – lahir dengan kemampuan untuk menggunakan mantra sampai tingkat empat. Mantra yang bisa mereka gunakan ternyata tampak di tubuh mereka seperti tato. Anggota mereka yang lebih kuat ditutpi banyak tato. Terkadang ada individu yang bisa mengembangkan skill menjafi magic caster, dan mereka dikabarkan mampu melepaskan mantra sampai tingkat kelima. Mereka mungkin adalah makhluk setingkat orang yang hebat.

Pteropos – spesies yang hidup di tebing, yang sangat mahir terbang dalam jarak jauh. Meskipun mereka bisa terbang, sepertinya membutuhkan banyak kekuatan, sehingga mereka hanya bisa terbang untuk sementara waktu setiap hari, dan setelah itu mereka bahkan tidak bisa terbang. Jika mereka tidak terbang, mereka bisa membelah armor dengan angin, sehingga bertahan melawannya sangat sulit. Mereka adalah spesies yang kuat saat mereka tidak bisa terbang.

Dan kemudian, ada Bafolk. Sisa enam ras lainnya tidak terlalu banyak, tapi masing-masing cukup kuat. Para Ogre.

Buri Uns – ras Ogre dengan kekuatan untuk mengendalikan tanah yang bisa dianggap sebagai spesies unggulan. Mereka memiliki kemampuan khusus yang terkait dengan tanah.

Vah Uns – Serupa dengan Buri Uns, mereka adalah makhluk pengendali air. Mereka memiliki kemampuan khusus terkait air.

Nagarajas – mereka tampak seperti ular dengan tubuh bersisik dan lengan. Mereka adalah spesies yang sama sekali berbeda dari Naga yang sama namanya, dan mereka tidak cocok dengan yang terakhir. Mereka terlahir dengan kemampuan untuk melepaskan banyak mantra, dan terkadang mereka bahkan membekali diri dengan pedang dan armor.

Spriggans – spesies yang bisa dengan bebas mengubah ukurannya dari kecil ke besar. Mereka pada dasarnya spesies yang baik dan Spriggans yang jahat sangat langka. Konon, baik Spriggans yang baik maupun yang buruk tidak terkendali saat mereka mengamuk.

Zoastia – karnivora dengan tubuh bagian atas dari binatang buas. Mereka adalah keluarga Centaurus dan Orthrous. Mereka memakai plate armor dan membawa perisai bundar. Mereka tidak memiliki kemampuan khusus, tapi mereka memiliki kavaleri berat dengan kekejaman dan kekuatan binatang buas. Salah satunya sangat kuat, dan Orthrous sering mengandalkannya. Tampaknya hubungan itu seperti hubungan antara Goblin dan Hobgoblin. Tetapi, karena kurangnya kemampuan khusus mereka, mereka bukanlah musuh yang sangat kuat melawan petualang yang bisa melepaskan mantra [Fly]. Meski begitu, dalam pertarungan satu lawan satu, petualang orichalcum pun akan mengalami kesulitan.

♦ ♦ ♦

“Menurut Sorcerer King, markas Anda mungkin sedang diawasi, kan? Kemudian jika mereka tahu berapa banyak pasukan yang kita miliki, mereka mungkin tidak akan mengirim terlalu banyak pasukan. Itu bekerja untuk keuntungan kita. Tetapi, ada masalah.”

“Makanan”

“Iya. Meskipun para priest bisa membuat makanan, mereka hanya bisa menghasilkan sedikit bahkan setelah menghabiskan mana. Mereka juga tidak bisa makan seperti demihuman.”

Remedios dan Gustav tampak ketidaksenangan di wajah mereka. Ketiganya tahu bahwa demihuman memangsa manusia. Oleh karena itu, bahkan jika mereka mencoba untuk kelaparan yang menyerang demihuman, mereka semua tahu mereka akan kalah pada akhirnya.

Itu karena kamp penjara demihuman bisa dianggap sebagai makanan pembuka untuk mereka.

“Coba periksa berapa lama makanan kita bisa bertahan -”

“Kami sudah memeriksanya. Kami juga mencari pandai besi yang mungkin bisa memodifikasi peralatan demihuman untuk digunakan oleh manusia.”

“Aku mengandalkanmu, Kapten.”

Ketiganya terus mendiskusikan persiapan mereka untuk pengepungan. Setelah beberapa jam kemudian, mereka mencapai kesimpulan yang bisa mereka terima, dan ketiganya tersenyum. “Baiklah, kalau begitu mari bersiap untuk pengepungan.”

♦ ♦ ♦

Satu minggu kemudian, saat persediaan makanan mereka menyusut dan sudah saatnya mereka bergerak, pasukan demihuman muncul dari cakrawala. Tetapi, itu adalah pasukan besar yang jauh melebihi dari dugaan mereka.

♦ ♦ ♦

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded