Overlord Volume 14 Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Translator : Eliane 

Chapter 1 Part 1

Segelas besar bir yang tertuang di cangkir yang hampir penuh.

Dulu dia tak pernah mendapatkan kesempatan untuk memiliki hak atas minuman mewah seperti ini, namun sekarang rasa dari minuman Kelas Atas yang mengalir di tenggorokannya terasa sangat biasa.

Aroma manis semerbak dari minuman itu keluar dari sendawa-nya ketika dia meletakkan gelas besar, kembali ke atas meja, dengan setengah dari isinya masih tersisa. Jika ini adalah salah satu dari gelas kayu yang biasa ia gunakan, tanpa ragu ia akan menghempaskannya ke meja, tetapi dia akan berpikir dua kali jika itu adalah barang-barang keramik.

Bagaimanapun juga, dia tidak perlu membayarnya meskipun ia memecahkan cangkir-cangkir itu, lagipula, bar ini telah disediakan khusus oleh sponsor rahasianya, Hilma Cygnaeus. Semuanya gratis bagi para bangsawan yang akan dia kirim ke tempat ini, bahkan hingga tamu-tamu mereka.

Investasi hubungan semacam ini adalah hal yang sudah seharusnya untuk seseorang yang ditakdirkan menjadi seorang bangsawan yang berpengaruh seperti, Baron Philip Dayton L’Eyre Montserrat.

Hal yang harus ia lakukan adalah menunjukkan rasa terimakasihnya dan membalas kebaikan ini nanti, unuk sekarang semuanya tersimpan dalam bentuk tagihan.

Seperti yang terjadi, bahkan Hilma, yang kekayaannya melebihi Philip, dia masih merupakan rakyat biasa dan harus tunduk di hadapan hukum. Mungkin itulah alasan mengapa ia begitu keras untuk berkenalan dengan seorang bangsawan seperti Philip dengan mendukung fraksinya di semua bidang.

Inilah dinding pemisah antara yang kuat dan yang lemah di dunia ini – Perbedaan Status. Bagaimanapun juga, dia berhutang padanya (Hilma) atas semua usahanya.

Sebagai seorang Pria yang menganggap dirinya sebagai seorang yang bertanggung jawab atas utangnya, Philip berharap untuk meningkatkan derajat sosialnya secepat mungkin. Hilma juga menaruh harapan kepadanya untuk mendapatkan otoritas yang lebih, paling tidak di atas Baron.

Dengan demikian dia bisa membayar apa yang menjadi kewajibannya.

Jika kebaikan tersebut tidak dibalasnya sesegera mungkin, dia akan kesulitan membuat konsesi(suatu pemberian hak, izin, atau tanah oleh pemerintah), harus memiliki izin bahkan untuk melakukan hal-hal yang bersifat pribadi.

Memiliki hak untuk melakukan apa pun yang ia inginkan dan hak untuk menggunakan otoritas sesuai keinginannya, adalah keinginan Philip.

Tapi-

“Mengapa tak pernah terjadi padaku!”

Dia bisa menahan lama perasaannya yang sebenarnya. Philip mengamati sekelilingnya. Bar ini bukanlah bar biasa. Hilma telah merombak salah satu rumah mewahnya menjadi bar sehingga suara bising tidak terdengar dari dalam. Meskipun suaranya tidak terlalu keras, mungkin saja ada seseorang di sekitar mereka yang mendengarnya.

Setelah memastikan bahwa tidak ada yang melihat ke arahnya, Philip pun merasa tenang.

Membiarkan orang lain mengetahui kegagalannya akan sangat memalukan
Ya, benar – Dia Gagal

            {Mati saja kalian semua bajingan!}

            Philip menenggak bir seolah-olah itu dapat meredakan emosi yang meledak-ledak dalam hatinya. Ini hanya membuatnya semakin gelisah, tetesan bir tumpah dari ujung bibirnya, mengakibatkan kulit dan pakaiannya terasa lengket.

Ekspresi Philip campur aduk dalam kemarahannya.

Jika semua berjalan sesuai rencananya, hasil dari hak kepemilikannya akan berlipat ganda dan ia seharusnya telah dikelilingi oleh orang-orang yang berterimakasih karna dialah penguasa baru mereka. Namanya seharusnya diketahui oleh semua orang setelah para bangsawan lainnya mendengar pencapaiannya.

Lalu, mengapa berakhir seperti ini?

Tidak hanya daya produksi gandum dari tanahnya yang mulai merosot, ia juga merasa seolah-olah penduduk desa yang dia kunjungi menatapnya dengan tatapan hina.

{Bajingan sialan!}

Akhirnya dia menjadi Kepala Keluarga kediaman Montserrat, sebuah keluarga dengan sejarah dan cerita yang panjang, para penduduk desa itu seharusnya tahu betul bagaimana caranya berterimakasih. Apakah ini adalah sebuah langkah penduduk desa untuk melemahkan posisinya?

Mungkin saja itu yang terjadi.

Bagaimanapun juga dunia ini dipenuhi dengan orang bodoh yang akan iri dengan bakat orang lain. Mereka bahkan tidak memahami bakat mereka dan bahkan mengejeknya dan iri pada orang-orang yang memiliki bakat. Dengan demikian secara tidak langsung mereka telah menciptakan ilusi megalomania.

(TL note : Megalomania adalah gangguan mental yang dimana penderitanya merasa seperti orang yang sangat penting, singkatnya HALU GAN)

Tidak, itu bukanlah satu-satunya tipikal orang di dunia ini. Ada begitu banyak penduduk desa, pasti ada alasan lain untuk menjelaskan semua ini. Misalnya, ada seorang bangsawan yang mungkin saja membayar mereka untuk menyabotase jalan politik Philip.

Tentu saja itu bukanlah sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Secara umum, jika kau memfokuskan produksi-mu pada barang yang lebih bernilai, pendapatan akan secara alami meningkat dengan proposi yang sangat besar. Semua orang tau itu. Bukankah sangat masuk akal apabila kita memfokuskan semua lahan pertanian yang tersedia untuk tanaman yang lebih menguntungkan dan membeli gandum dari pedagang?

Sudah sangat jelas orang yang tidak setuju dengannya tak terhitung lagi jumlahnya.

{Benar-benar Sampah! Bagaimana kalau aku menanyakan pada Hilma tentang cara apa aku harus menghukum para sialan ini? Jika aku melakukan hal itu, mereka pasti akan mulai bekerja keras lagi untukku! Aku masih perlu menyelidiki apakah mereka berkonspirasi melawanku, Tuan mereka sendiri! . . . tunggu sebentar. Jika ini sesuatu yang sederhana seperti memberikan hukuman, bukankah tidak apa-apa jika aku sendiri yang menyetujuinya bukan?}

Secara teori, ini sama saja seperti mencambuk sapi dan kuda agar mereka mematuhimu.

{Ya benar, Hilma tak perlu tau akan hal ini. Jika akhirnya aku berhutang budi padanya lagi … Ehem, Hilma sangat baik padaku selama ini, saatnya waktuku untuk membalas kemurahan hatinya …}

            Untuk seorang-yang-kelak-akan-menjadi-bangsawan, hutang pada seorang rakyat biasa seperti Hilma bisa di siasati, itu adalah situasi yang sangat mudah dieksploitasi. Namun sayang, melakukan hal seperti itu akan menjadikannya tak jauh berbeda seperti pencuri. Sebagai bangsawan yang mulia, tindakan seperti itu benar-benar hina, cara terbaik adalah dengan membalasnya secepat mungkin.

Akan menjadi masalah besar jika ia membiarkan Hilma mengancamnya karena kemurahan hatinya. Jika itu terjadi, Hilma selalu bisa melakukan sesuatu untuk membungkam Philip dengan caranya sendiri.

{Pertanyaannya adalah, apa bentuk bayaran terbaik untuknya dalam kasus ini…?}

            Jika berdasarkan perjainjian mereka sebelumnya, dia harus membayarnya dengan emas yang terkumpul dari peningkatan pendapatan lahannya, tetapi itu jelas tidak mungkin – neigh, akan sangat sulit untuk melakukannya pada saat ini.

Jadi apa yang bisa dia lakukan untuk menunjukkan kecemerlangannya dan memanfaatkan kekuatan fraksi yang baru dibentuk untuk memberi manfaat bagi Hilma?

{Aku memang mekatakan hal demikian tapi aku masih belum memiliki kendali penuh atas fraksi ini ….}

            Sebagai anggota fraksi, Philip berkesempatan untuk berhubungan dengan semua jenis orang.

Meskipun jumlah anggota yang mendukung gagasan bahwa Philip harus menjadi pemimpin fraksi terus meningkat, ia belum mendapatkan dukungan dari seluruh aristrokrat.

 

Hilma telah membantunya dalam pencapaian tersebut, tetapi mengingat usia, status sosial, dan faktor lainnya, masih ada beberapa rintangan besar yang harus ia lalui. Jika Philip berada di posisi mereka, dia akan cenderung setuju dengan keputusan mereka.

Pidato yang sama dari seorang Earl senior dan Baron junior dari manapun juga bukanlah sesuatu yang bisa disamakan. {Tapi bukankah itu terdengar seperti mereka hanya akan menyesuaikan diri dengan tradisi fraksi yang lebih mapan?} pikir Philip.

Menjadi anggota sebuah fraksi baru, mereka tidak bergerak seperti organisasi jadul melainkan merujuk kepada perubahan radikal di dalam sistem. Sebagai seorang pria dengan keberanian untuk bereksperimen dan berinovasi, Philip sangat cocok untuk peran pemimpin dalam fraksi ini.

{Anggota lainnya sangatlah tidak fleksibel.}

            Buyar akan perasaan jengkelnya, Philip tidak menyadari bahwa cangkirnya yang entah bagaimana menjadi kosong.

“Woi! Tambah Birnya!”

“Baiklah tuanku”

Beberapa pelayan yang terlihat dipekerjakan baru-baru ini lalu-lalang, jadi dia membentak perintahnya pada mereka.

Setelah membungkuk, dia berjalan dengan sikap yang aneh, seolah seperti berpose, Philip tidak bisa mengalihkan pandangan darinya. Apakah itu karena seragamnya yang terlalu tipis? Seseorang bisa saja menatap bentuk pantatnya.

“Wadidaw.”

Postur yang menarik jelas merupakan kualitas yang sangat perlu untuk ditonjolkan, apa yang telah pelayan ini perlihatkan sangat jelas merupakan interaksi yang dapat dimaklumi antara atasan dan bawahan mereka melalui etika bekerja. Ini sangat memuaskan Philip.

Philip sudah meminjam dua pelayan Hilma yang tidak jauh berbeda dengan yang dia lihat.

Wanita-wanita ini akan melakukan apapun yang kau katakan pada mereka, kau bahkan bisa membuat pembekuan pada gaji mereka. Setiap urusan rumah Philip telah ditangani oleh mereka. Hilma juga merekomendasikan orang-orang seperti Kepala Pelayan dan juga pedagang eksklusif.

Meskipun Philip ingin memecat mereka yang telah lama melayani keluarganya, dan hanya menyisakan bawahannya, penolakan keras ayahnya akan keputusan itu membuatnya menyerah. Bagaimanapun, jika dia adalah orang yang membayar para pelayan itu maka dia jugalah yang pasti akan memecat mereka untuk menghemat biaya.

Ketika Philip samar-samar memikirkan hal ini, seseorang tiba-tiba berbicara kepadanya.

“Oh, hai, Baron Montserrat. Apa yang sedang terjadi? Kau sepertinya dalam masalah”

Dia menoleh kearah suara tersebut untuk melihat dua bangsawan di depannya.

Mereka mewarisi gelar Baron mereka pada saat yang sama, teman yang berasal dari fraksi yang sama. Salah satu dari mereka membawa cangkir besar berisikan bir sementara satunya lagi memegang sepiring penuh kacang.

“Oh! Baron Delvin dan Baron Rokerson!”

Baron Delvin adalah seorang pria yang tidak memiliki status dan martabat yang seharusnya dimiliki oleh seorang bangsawan, karena kedudukannya yang terbilang pendek dan kebijakan konstitusinya yang lemah. Satu-satunya aspek dari dirinya yang sesuai dengan status sosialnya adalah pakaiannya, jadi jika dia memakai pakaian rakyat biasa, seseorang tidak akan mengenali bahwa dirinya adalah salah satu bagian dari kalangan aristokrasi. Dan bahkan, kau dapat meyakinkan sekelompok besar orang untuk percaya bahwa dia hanyalah seorang aktor yang berpura-pura menjadi bangsawan di sebuah drama komedi.

Sebaliknya, Baron Rokerson adalah sosok yang mengesankan dan gagah. Pria yang memiliki porsi di segala aspek. Meskipun dia adalah pria dengan postur badan yang mengancam, dia tidak bisa memegang pendiriannya sendiri tanpa dorongan dari orang lain. Di mata Philip, Rokerson adalah sosok yang diperintah daripada sosok yang memerintah orang lain.

Kepemilikan mereka saling berdekatan satu sama lain dan itu adalah sebuah alasan bagi mereka untuk bekerja sama. Philip mengingat mereka berdua dengan mental notenya ketika mereka pertama kali bertemu, kurang lebih demikian {mengapa tidak bekerja sendiri sepertiku?}


(TL Note : Mental note adalah ingatan passive seseorang yang dengan sekilas dapat mengenali suatu objek)

“Apakah kursi ini kosong?”

“Oh, silahkan, duduklah”

Rokerson mengangguk dengan kalem dan duduk di samping Delvin. Pelayan itu tampaknya telah mengatur waktunya dengan sempurna saat dia berjalan dengan bir di genggamannya.

“Ini, Mari bersulang!”

Menurut legenda, tindakan mendentingkan gelas bersama saat bersulang berasal dari sebuah cara untuk mencampur isi kedua cangkir bersamaan, membuktikan bahwa didalamnya tidak ada racun yang disembunyikan. Philip mengetahui fakta ini dan menggunakan kekuatan yang harusnya tak diperlukan.

Bir mereka tumpah ke atas meja.

“Oh!”

Sebagian birnya mendarat ke pakaian Baron Delvin.

Tidak sopan mengatakan bahwa pakaiannya akhirnya cocok dengan sifatnya, tetapi garmentnya, meskipun tampak mewah, terlihat tak jernih dan bersih. Tidak, akan lebih tepat untuk mengatakan ikatan itu adalah gaya tradisional, sesuatu yang Philip kenakan dulu, seperti warisan dari para tetua.
(TL Note : Garment disini bentuknya luas, kadang brooch, lencana ato lain-lain, pokoknya suatu benda yg mengikat jubah bangsawan)

            Philip merasa sayang.

Apa yang ia kenakan saat ini adalah kain kelas atas yang telah ia perintahkan agar Hilma menyiapkannya untuknya. Dengan kata lain, keduanya tidak cukup berharga untuk menjamin investasi Hilma.

Philip merenungkan kemungkinan-kemungkinan tragedi perbedaan di masa depan dari sudut pandang mereka sembari bertanya, “Jadi kalian kesini untuk minum-minum juga?

“Ho’oh, benar, benar. Kami disini hanya untuk minum-minum dan tak menyangka bahwa Baron Montserrat juga ada disini, jadi kami datang untuk mengucapkan salam! Bukankah begitu?!

“Seperti yang kau katakan, Baron Rokerson”

“Bukan, Bukan, Bukan, omong kosong macam apa ini memberi salam? Bukankah kita sederajat? Kawan-kawan yang saling mendukung?”

“Oh! Aku tidak pernah tau bahwa orang sehebat Baron Montserrat memandang orang-orang seperti kami ini sederajat dengannya! Itu sangat membuat kami tersanjung! Benarkan?!”

“Seperti yang kau katakan. Sekarang, jika kau berkenan, cobalah cicipi di antaranya.”

Lelaki di seberang meja menyuguhkan Hors D’oeuvres.

(TL Note again, bosan? Ya demi pengetahuan gan : Hors D’oeuvres ini semacam hidangan simple berisi sayuran yang dibalut dengan bacon atau strip daging babi yang dikukus, makanan para bangsawan coy)

            “Terimakasih banyak , Baron Rokerson.”

“Astaga! Kita bukanlah orang asing, Baron Montserrat. Jangan ragu untuk memanggilku Wyne dan dia Igthorn.”

“Baiklah. Kalau begitu aku akan menuntut hal yang sama dari kalian berdua panggil saja aku Philip!”

Mereka bertiga berbagi dalam tawa yang hangat saat mereka menenggak bir mereka.

“Tapi bagaimanapun juga Tuan Philip, apa yang sebenarnya mengganggumu? Kau tampak cukup kesulitan tadi”

“Tadi?” Pada titik ini alkoholnya terbilang cukup ringan – ya, hanya sedikit saja pikirannya membuyar, amarahnya kembali bergejolak.

“Ahhhh, para sialan tak berguna itu membuatku sakit kepala. Oh, aku sedang membicarakan tentang sampah masyarakat yang tinggal di lahan kekuasaanku”

“Jadi itu sebabnya, aku sangat mengerti! Ini benar-benar dapat dimengerti bagi seorang bijaksana seperti Tuan Philip untuk marah kepada mereka yang tidak pernah bisa memahami jalan pikiran anda. Orang biasa seperti kami bukanlah level yang seimbang dengan anda bukan?”

“Tepat sekali, benar-benar masuk akal bagi seorang yang sepadan kepintarannya dengan Tuan Philip untuk marah terhadap hal-hal semacam itu.”

Philip tersentuh oleh mereka yang sependapat dengannya.

Mereka adalah bangsawan sepertinya, jadi bukankah wajar jika mereka bisa memahami masalahnya? Mereka juga seharusnya terganggu oleh kebodohan rakyatnya sendiri.

“Kalian berdua mengerti bukan apa yang kurasakan?!”

“Ho’oh, ya, ya. Meskipun aku tidak sebanding dengan Tuan Philip, aku juga memiliki pengalaman yang sama seperti masalah yang anda hadapi.”

“Tepat sekali – sepertinya kita kehabisan bir – Woi! Apa yang kau lakukan hingga tak menuangkan bir untuk Tuan Philip!”

Pelayan yang dipanggil segera membawa beberapa gelas bir langsung ke arah Philip. Dia mengangkat cangkirnya, yang sekarang penuh dengan bir.

“Ini, mari bersulang sekali lagi!”

Gelas-gelas itu membentur satu sama lain.

Philip menurunkan bir-nya.

Sedap.

Dia merasa seolah-olah bir yang pernah ia rasakan tak seenak bir yang dia rasakan saat ini, mungkin itu karena dia berbagi minuman dengan para pendukungnya.

Sebagian besar anggota fraksi baru memilih untuk menjauhkan diri dari Philip, salah satu alasannya adalah karena Philip adalah pimpinan teratas fraksi; akibatnya, dia tidak bisa mendapatkan teman. Itulah sebabnya Philip dalam suasana hati yang bagus, kedua orang yang mendekatinya memberinya penghiburan. Dia sangat senang sampai ingin saling merangkul bahu bersama mereka.

“Ah, Tuan Philip! Aku merasa terhormat bahwa anda merangkul bahu ku, tetapi bir anda mungkin akan tumpah. Bagaimana kalau anda menurunkannya dulu dan kemudian . . . Oh”

Dia menumpahkan bir lagi. Meskipun itu gratis, membuang buang sesuatu seperti itu akan menghina Hilma.

Philip melepaskan tangannya dari bangsawan lain dan minum dengan etika yang tak seharusnya.

“Woah! Itulah yang aku harapkan dari seorang Tuan Philip, anda tentu bisa memegang bir anda sendiri, benarkan?”

“Itu benar, seperti yang diharapkan dari Tuan Philip”

“Hush! Tidak tidak, itu tidak benar. Hanya saja bir ini terasa lebih enak dari biasanya ketika dinikmati bersama bangsawan hebat seperti kalian”

“Luar biasa! Benar-benar luar biasa! Tuan mengucapkan kata-kata seperti itu telah mengisi hatiku dengan sukacita. Karena kami berdua tidak terlalu tahan terhadap alkohol, kami tak dapat hindari itu tetapi kami kagum dengan posisi anda.”

“Hah? Kalian berdua tidak kuat minum banyak?”

Mereka berdua masih pada gelas pertama mereka dan pengaruh birnya belum turun semua.

“Memang memalukan untuk mengakuinya, tapi jujur saja, tidak ada di antara kita yang kuat terhadap alkohol, bukan?”

“Itu benar, tetapi karena kita berada dalam ruang lingkup yang sama, akan terasa canggung untuk tidak minum sama sekali, jadi kami hanya minum sedikit.”

“Karena kami tidak tahan dengan alkohol, kami cukup iri pada orang-orang  yang tahan, seperti Tuan Philip. Silahkan, silahkan, minumlah untuk bagian kami juga.”

Philip pun mengikuti saran mereka dan minum cangkir demi cangkir. Semakin banyak dia minum, kepalanya terasa semakin terasa ringan. Dan pada saat ini wajahnya mulai memerah.

“Jadi kesampingkan hal itu dulu. Aku ingat Tuan Philip menyebut orang-orang di negeri anda dengan sebutan tolol, jadi apa yang sebenarnya terjadi?”

“Hah? Oh, tentang apa tadi, apa aku pernah mengatakannya?”

“Ya, anda menyebutkannya hampir di setiap kalimat . . . sepertinya anda terlalu banyak minum, haruskah aku membawakan minuman ringan? Sepertinya perlu demikian?”

“Benar juga. Tuan Philip, apakah anda ingin segelas air? Air yang mereka suguhkan di sini tidak berbau seperti lumut”

“Ehhh-, tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja, aku baik-baik saja.” Panas menyebar di wajahnya, dia bahkan tak perlu cermin untuk mengetahui wajahnya yang memerah. “. . . . Ahh, aku membicarakan tentang kesengsaraanku. Aku hancur, benar-benar hancur.”

“Kita berada dalam situasi yang sama, benar begitu bukan?”

“Ya benar, kebijakan kita juga tidak berjalan seperti yang seharusnya”

“Bukan, bukan. Ini tidak seperti apa yang kau pikirkan. Jika para rakyat tak berguna itu melakukan apa yang kuperintahkan, emas-emas itu pasti sudah membanjiri kantongku sekarang. Tetapi mereka tidak bekerja dengan keras bahkan tak mendengarkanku. Ini semua salah mereka. Tiap-tiap dari mereka semuanya tidak becus.”

“Oooooh! Tuan Philip sangat benar sekali. Dunia ini dipenuhi dengan sampah yang tak berharga. Aku mengerti perasaan anda! Ngomong-ngomong, apa hasil dari tanah anda, Tuan Philip?”

“Tidak jauh-jauh dari agrikultural saat ini. Sialan.”

(TL note again vroh : Agrikultural, proses memproduksi makanan, panganan, serat, dan banyak hasil-hasil kebutuhan lain di sektor pertanian tanaman-tanaman tertentu dan pertambahan hewan ternak, atau singkatnya babang philip salah prediksi pasar)

Banyak uji coba yang dijalankan pada aspek produksi, tetapi tak ada satupun yang membuahkan hasil.

“Hasil panen ya . . . Akan sangat bagus jika memiliki beberapa jenis produk unik tertentu, atau mungkin . . .”

“Agrikultural tertentu tidak banyak menguntungkan, tapi hanya itu yang bisa diharapkan.”

Kedua bangsawan itu banyak berbicara tentang pendapat mereka.

Mereka benar, itulah sebabnya alasan untuk menanam tanaman yang bernilai lebih tinggi. Memang beresiko karena kemungkinan mereka tidak akan dapat memanen tanaman dalam jangka pendek, fakta apakah suatu tanaman dapat diolah atau tidak sama sekali juga harus diselidiki. Meski begitu, ini adalah bentuk investasi yang diperlukan untuk kedepannya, tetapi para petani sialan itu selalu mengatakan “Kami tidak dapat melakukannya” sebagai alasan mereka bahkan saat menerima perintah langsung.

“Mengingat situasi saat ini, jika tidak ada yang berubah maka aku hanya bisa menunggu gagal panen dan membiarkan harga gandum melambung naik!”

“Bagaimana dengan wila-“

Wayne menyikut Igthorn di tengah kalimatnya dan kemudian mendekati Philip lalu berbisik.

“Anda benar, tetapi bahkan jika gagal panen terjadi, harganya tidak akan melonjak drastis. Tahukah anda bahwa ada gandum murah dengan jumlah besar yang diangkut dari Sorcerous Kingdom ke kerajaan? Jadi harga produk reguler tidak mungkin menjadi tak stabil dan akan sama seperti barang non profit lainnya yang sebelumnya sudah memiliki harga tinggi.”

“Benarkah!?”

“Duh, Tuan Philip, anda terlalu heboh.”

Philip mengamati sekelilingnya yang gaduh, mengecilkan suaranya, dan kemudian berkata kepada Wayne, “apakah itu benar?”

“Hooh, informasi ini diperoleh dari sumber terpercaya, kabar ini sudah beredar di antara beberapa pedagang di ibukota. Rupanya Sorcerous Kingdom menyimpan gandum dalam jumlah yang besar di gudang-gudang milik pedagang di ibukota. Dikatakan bahwa mereka bahkan diizinkan untuk menjualnya, tetapi Sorcerous Kingdom pasti memiliki pemasukan setara dengan jumlah pengeluaran mereka.”

“Hm? Jadi bukan para pedagang yang mengimpor barang-barang dari Sorcerous Kingdom untuk dijual kesini, melainkan, Sorcerous Kingdom-lah yang mengirim bahan pangan ke kerajaan?”

“Betul sekali. Aku tidak tahu banyak mengenai detail persisnya selain fakta bahwa disana hanyalah gudang penyimpanan dan Sorcerous Kingdom telah membayar pajak untuk itu . . . atau mungkin itu adalah uang sewa untuk gudang? Bagaimanapun, para pedagang menghasilkan uang dari kesepakatan itu. Jumlahnya memang sedikit, tapi itu tetaplah menguntungkan.”

“…Apakah orang-orang menyewakan gudang mereka secara sukarela?”

“Biasanya akan sulit untuk menjaga ruang penyimpanan. Tapi bukankah itu kawasan gudang yang diserang oleh Iblis? Aku mendengar banyak gudang-gudang yang kosong sehingga pemiliknya dengan senang hati menyewakannya. Karena itu, selama gandum masih berada di sana, para pedagang tidak mungkin menaikkan harga pangan. Dapat dibayangkan orang-orang mengatakan hal seperti ‘jika harganya semakin mahal, aku akan lebih memilih membelinya dari Sorcerous Kingdom’ jika harganya naik. Oh ya, apa anda tahu tentang gudang gandum besar kepunyaan E-Rantel?”

“Tidak, tidak. Memangnya kenapa?”

“Di dalam gudang besar yang diperkuat dengan mantra [Preserve] ini, ada tempat dimana makanan tidak akan bisa membusuk, ada magic item didalamnya. Baru-baru ini juga, jatah militer untuk lebih dari seratus ribu tentara dikumpulkan dengan susah payah dari lahan tetangga sebagai persiapan untuk berperang dengan Empire tiap tahunnya. Memanen bahan makanan membutuhkan waktu sehingga bisa saja membusuk saat proses pengumpulannya, belum lagi mendapatkan bahan makanan lebih sulit di musim tertentu. Gudang besar itu dibangun untuk mengatasi masalah ini. Tampaknya Magic item itu bukanlah sesuatu yang dapat dipindahkan ke tempat lain, jadi item itu secara resmi diberikan kepada Sorcerous Kingdom. Itu berarti kelebihan panen gandum milik Sorcerous Kingdom bisa disimpan disana selama bertahun-tahun.”

“Bahkan jika makanan itu bertahan selama bertahun-tahun, Sorcerous Kingdom adalah kerajaan yang hanya memiliki satu kota, E-Rantel. Bagaimana mungkin mereka menghasilkan pasokan sebanyak itu?”

Bahkan jika gosip itu menyebar ke seluruh Kingdom, harga gandum seharusnya hanya turun sedikit mengingat populasi Kingdom yang besar.

“Oh, mengenai hal itu. Menurut beberapa rumor yang kredibel, Sorcerous Kingdom menggunakan Undead untuk bekerja di sebagian besar lahan pertanian; sebagai hasilnya, mereka melihat peningkatan yang luar biasa di hasil produksi gandum mereka. Dengan cara itu bahkan wilayah sekecil itu bisa mencukupi kebutuhan seluruh kerajaan. Jika anda memikirkannya, kita berbicara tentang Undead yang tidak bisa lelah. Tapi. Ya, jika anda memikirkan sumber pangan yang dihasilkan oleh Undead, sulit untuk tidak merasa jijik.”

“Apa-apaan? Itu curang namanya!”

Philip tak bisa menahan teriakkannya. Sang Sorcerer King dapat dengan mudah mencapai apa yang rakyatnya tidak bisa capai tidak peduli seberapa keraspun ia berusaha. Semua derita yang dia hadapi, Sorcerer King juga layak merasakannya.

Atau, mungkin dia juga harus menggunakan Undead untuk bertani?

“Begitulah keadaannya, bukan berarti tidak ada sesuatu yang mencurigakan tentang itu. Lagipula, meskipun Undead bekerja tanpa lelah sepanjang waktu, untuk mencukupi seluruh kebutuhan kerajaan itu terlalu … Tetap saja, hasil panen mereka cukup tinggi, hal itu tidak dapat dipungkiri. Saat ini, Sorcerous Kingdom mengirimkan bantuan pangan ke Holy Kingdom.”

“Bantuan pangan?”

“Yap. Jaldabaoth, Iblis yang membawa kekacauan ke ibukota kerajaan kita, terlihat di Holy Kingdom. Sepertinya amukkannya telah menyebabkan beberapa masalah kelangkaan dan Sorcerous Kingdom menanggapi ini dengan mengirimkan bahan pangan yang dibeli dari kerajaan sebagai bantuan. Sebuah karavan dengan kereta penuh gandum melewati wilayahku tempo hari, maka rumor itu pasti benar.”

“Pasti ada barang pangan yang tersisa di gudang para pedagang jika bahan pangan itu digunakan untuk membantu Holy Kingdom kan?”

“Tepat sekali. Namun, mereka pasti menimbun bahan pakan itu untuk berjaga-jaga saat mereka gagal panen. Ditambah lagi, kurasa Sorcerous Kingdom tidak menggunakan semua gandum mereka yang mereka beli untuk bantuan.”

Itu masuk akal. Jika Philip adalah Sorcerer King, ia juga akan menggunakan kelebihan pangan, yang sudah lama tersimpan di gudang, sebagai bantuan.

“Tepat sekali. Yah, gagal panen tidak semudah itu terjadi, bukan-“

“Itu sebabnya sangat beresiko menunggu iklim mempengaruhi situasi. Diperlukan solusi yang lebih dari itu. Misalnya, jika pasokan gandum Sorcerous Kingdom tiba-tiba menghilang, maka makanan yang diproduksi Tuan Philip harusnya terjual dengan harga tinggi. Dengan kata lain, anda tidak bisa melakukan hal-hal seperti menyulut peperangan dengan cara memaksa musuh untuk membakar pasokan gandum mereka”

Pada saat itu juga terbentuk ide di kepala Philip secara spontan.

Jika fakta bahwa gandum tidak banyak dijual bahkan selama masa gagal panen dan bereka bergantung kepada keberadaan dari pasokan gandum milik Sorcerous Kingdom, apa yang akan terjadi jika pasokan gandum mereka lenyap?

Hanya satu jawabannya.

Harga gandum akan melonjak naik.

Pertanyaan berikutnya : suatu hal apa dapat membuat cadangan gandum Sorcerous Kingdom tiba-tiba menghilang?

Petunjuknya terdapat pada perkataan Wayne. Produksi gandum Sorcerous Kingdom harus jatuh. Tetapi, ini bukan tugas yang mudah. Lagipula, Philip tidak bisa hanya menyelinap kedalam Sorcerous Kingdom dan membakar semua ladang mereka bukan?

Bagaimana dengan cara mencurinya?

 

Saat Philip terpikir akan solusi ini, dirinya seperti tersambar petir di sekujur tubuhnya.

Untuk merampas kekayaan kerajaan asing dengan paksa, umumnya, adalah suatu tindakan yang sangat berbahaya. Bahkan tanpa memperhitungkan konsekuensinya, Philip sama sekali tidak mempunyai kekuatan militer untuk menghadapi seluruh kerajaan pada saat ini. Tetapi, kerajaan seharusnya memandang Sorcerous Kingdom sebagai musuhnya. Bagaimanapun, sebagian besar warganya sendiri terbunuh dalam perang. Akan sangat aneh jika tidak memandang mereka sebagai musuh. Maka dari itu, bukankah itu adalah langkah yang sempurna untuk mencuri sesuatu dari musuh?

Dengan begitu, Philip akan mendapat dukungan dari penguasa kerajaan dan bahkan mungkin akan ada peluang baginya untuk dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi atas kontribusinya itu.

{Ga buruk juga. Bukankah ini ide yang cemerlang?}

            Layaknya ceri di atas hidangan penutup, ia juga bisa menjual gandum-gandum hasil rampasan dari Sorcerer Kingdom itu.

(TL note : gw gatau ceri ini merujuk kepada kiasan ato bukan, yang pasti jika benar kiasan maksudnya adalah gandum rampasan ini sangat berharga kaya ceri kalo di kue yg pasti dimakan terakhir)

{Ini seperti membunuh tiga burung dengan sebuah batu. Sebuah rencana yang begitu sempurna hingga tak ada lagi celah yang dapat ditutupi. Tapi, bagaimana caraku untuk merampok gandum-gandum itu? Haruskah aku membahas masalah ini dengan Hilma dan menyewa orang bayaran? Tidak, itu bukan ide bagus. Orang bayaran tidak memiliki rasa kesetiaan. Mereka hanyalah orang-orang tolol yang akan meninggalkan jejak yang bisa dilacak dan menggunakannya untuk mengancam balik.}

            Dari logika tersebut, hanya tentaranya sajalah yang dapat diandalkan. Dia menyebut mereka sebagai tentara, pada kenyataannya, mereka hanyalah sekelompok penduduk desa yang bersenjata. Ia mempertimbangkan untuk membentuk sebuah pasukan dengan tentara yang terlatih didalamnya daripada sekelompok orang desa yang hanya bisa bertani. Membayar pasukan tersebut dengan gandum hasil rampasan adalah pilihan terbaik.

{Tapi tetap saja, berjalan lurus menuju wilayah Sorcerous Kingdom akan sangat berbahaya.}

            Wilayah kekuasaan Philip agak jauh dari Sorcerous Kingdom sehingga biaya untuk persiapan pasukan bukanlah suatu hal yang bisa dia abaikan begitu saja.

            {Tidak, sebentar, bukankah dia tadi membicarakan tentang karavan Sorcerous Kingdom yang melewati wilayahnya? Bagaimana jika aku menyerang mereka saja?}

Apakah Philip sendiri cukup untuk mengambil alih karavan sebesar itu? Hanya sedikit penduduk desa yang dapat ia kerahkan, tetapi jumlah banyak adalah keunggulan yang luar biasa, cukup untuk membuat musuh menyerah tanpa perlawanan, ini sangat diperlukan.

“Apakah kalian berdua memiliki waktu? Aku punya sesuatu untuk di diskusikan pada kalian.”

“Ya kami punya, jadi apa ‘sesuatu’ ini?”

“Mhm, pastilah sesuatu yang menarik.”

Philip menghampiri mereka berdua dan dengan bangganya menjelaskan rencananya yang Mantap Jiwa itu.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded