Overlord Volume 14 Chapter 1 Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Translator : Eliane 

Chapter 1 Part 3

         

Philip akhirnya tiba di tujuan, sepetak jalan di wilayah kekuasaan Baron Delvin. Dia mempin barisan pasukannya, mulai dari hari sebelumnya dan berkemah, hingga ke lokasi penyerangan. Menurut jaringan informasinya, karavan Sorcerous Kingdom akan melewati tempat ini.

Philip sedang menunggangi kudanya, memandangi prajurit-prajuritnya yang berbaris.

Mereka adalah prajurit, atau lebih tepatnya penduduk desa yang berada di bawah komandonya.

Total ada limapuluh yang terkumpul.

Dia telah mengirimkan draft perintah ke seluruh wilayahnya, tetapi tidak banyak orang yang menanggapinya dengan serius. Tanggapan yang paling umum adalah mereka telah melakukan hal-hal yang diwajibkan kepada mereka.

Kenyataannya, Philip terlihat sangat kesal.

Rencana tersebut dirancang untuk kemakmuran wilayah mereka di masa depan, untuk kebaikan semua orang yang tinggal di sana. Adapun potensi yang melimpah dari rampasan perang, yang telah Philip pikirkan dan mengusulkan untuk membagikan hasil rampasan itu kepada semua orang. Tetap saja, tidak ada satupun yang datang membantu.

Mereka begitu tolol.

Sekelompok orang-orang idiot yang tidak tau sesuatu mana yang bermanfaat atau tidak bagi mereka. Tidak, inilah alasan yang tepat mengapa mereka harus dipimpin dan dikuasai oleh seorang jenius seperti dirinya.

Meskipun ia berusaha keras untuk meyakinkan dirinya, kemarahannya berkobar terhadap orang-orang yang tidak mengerti akan dirinya. Dia telah memikirkan tentang wajib militer, tetapi itu pasti akan membuat marah kedua orang tuanya, yang telah menginjak pintu kematian. Pada akhirnya, dia membayar mereka di muka dengan uang yang ia pinjam dari Hilma.

Setelah semua kerja kerasnya, ia hanya berhasil mengumpulkan lima puluh orang, tetapi mereka adalah orang-orang tua yang telah melewati masa muda mereka, pemuda yang memiliki tubuh lemah dan sakit-sakitan, atau lelaki dengan ego yang selalu mencari perkelahian di desa dan juga mereka yang memiliki kegelisahan.

Terus terang saja, mereka adalah sampah masyarakat dan tidak ada satupun dari mereka yang berharga. Meski begitu, Philip merasakan kegembiraan yang tak terlukiskan di tatapan para prajuritnya.

Dia memiliki firasat bahwa kisah kepahlawanannya segera dimulai dan akan beredar luas. Tidak, itu sudah dimulai.

Karena wilayahnya pasti akan meluas, demikian pula dengan statusnya. Dia akan segera bergabung dengan panggung dunia di bawah sorotan cemerlang.

Dia akan menjadi satu-satunya orang yang melancarkan serangan ke Sorcerous Kingdom untuk yang pertama kalinya, sebuah prestasi yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Karena hal ini berkaitan dengan Sorcerous Kingdom, pasti akan memungkinkan Philip untuk menerima pujian besar dari keluarga kerajaan dan juga posisi yang sesuai atas pencapaian ini. Bahkan, mungkin saja dia bisa menikahi putri canti itu-

“-Jadi, tuanku, apakah kita benar-benar bisa menyerang mereka?”

Philip, yang hanyut di dalam mimpinya, diseret kembali kepada kenyataan seolah-olah se-ember air dingin baru saja mengguyurnya.

Dia kembali sadar dan melihat prajurit yang bertanya tersebut.

Prajurit itu adalah pria biasa, sekitar 30 tahunan. Dia mengenakan pakaian compang-camping, dan untuk beberapa alasan, memegang sekop kayu. Meskipun sebuah gada lebih baik dibandingkan sekop, bahkan beberapa tongkat kayu yang berserakan akan bekerja dengan baik. Philip ingin mengatakan hal tersebut, tetapi sekop itu mungkin adalah hasil dari perintahnya agar mereka membawa senjata mereka sendiri.

Terus terang saja, melihat beberapa penduduk desa tanpa senjata membuat Philip merasa sedikit sakit kepala. Terlepas dari itu, bagaimanapun juga, gerombolan yang hadir ini seolah-olah mereka seperti bandit yang melarat. Mungkin itu bahkan bisa mengelabui lawan mereka untuk mempercayai hal tersebut.

Para prajurit di sekitar mereka rupanya setuju dengan keraguan pria itu, karena semua orang yang ada di depan mereka memalingkan kepala ke arahnya seolah-olah mengatakan “ya, aku juga sedang memikirkan hal yang sama”.
TL note : biar ga salah faham, “pria’ di sini konteksnya adalah pria 30 tahunan yg nanya philip di awal

“Kita akan baik-baik saja, ini adalah langkah untuk menyelamatkan Kingdom.”

“Anu, tuan, kami benar-benar tidak begitu mengerti tentang Kingdom, itu terlalu rumit bagi kami. Kepala kami tidak akan terpenggal ataupun terpasung, bukan?” Tanya pria lainnya, dan segera yang lain mulai bergumam “ya”.

Philip sangat terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan kurangnya pemahaman tentang keadilan.

{-Justru karena begitu banyaknya orang-orang seperti mereka, seseorang yang berbakat sepertiku harus memimpin mereka. Tidak ada satupun yang menuruti rencana manajemen pertanianku karena orang-orang ini hanya bisa berpikir pendek…}

“Aku bilang tidak ada yang perlu di khawatirkan, apa kalian semua tuli?”

“…Tidak, kami tidak tuli.”

Para prajurit tidak merasa yakin, mereka terlihat tidak senang.

Mungkin dia seharusnya mengeksekusi seseorang sebagai peringatan kepada yang lain, tapi itu akan membuatnya tampak seperti seseorang yang tidak bisa memimpin sama sekali. Dia akan kehilangan martabatnya jika ia tidak bisa membuat mereka bekerja meskipun tau bahwa ada resiko yang menanti.

Saat Philip panik dan tidak tau harus berbuat apa, dia mendengar suara tapak kuda yang menepak tanah. Dia menoleh untuk melihat dua penunggang kuda berlari mendekatinya. Wajah mereka berdua tertutup kecuali mata, tetapi ia masih mengenali siapa mereka.

Keduanya berhenti di kejauhan dan melambai kearahnya.

{Mengapa mereka tidak datang kesini? Bukankah seharusnya mereka yang mendatangiku dan bukan sebaliknya?} Philip berpikir mungkin mereka punya sesuatu rahasia yang perlu dikatakan.

“Hm, ku rasa aku harus kesana.”

Dia akhirnya bisa merasa sedikit lebih baik dengan mengatakan hal-hal yang congkak dan mengubah ekspresinya menjadi seseorang yang kurang ajar untuk mencocokkan suasana.

Philip bergerak ke arah mereka dengan menunggang kuda. Dia telah berlatih menunggang kuda, jadi menunggang kuda di jalan lurus bukanlah masalah.

“Baron, bagaimana persiapanmu?”

Wajah pria itu tertutupi sehingga sulit untuk mengenali dirinya, namun jika dilihat dari suara dan tubuhnya, pria itu dapat diperkirakan adalah Baron Delvin, atau Wayne.

Pakaiannya juga, bagaimanapun, tidak selayaknya seperti seorang Baron.

Armor kulit yang agak kotor dan pedang yang tergantung di pinggangnya. Kudanya tampak bosan dan tak bernyawa, seperti kuda pertanian, bukan kuda perang. Di sebelahnya adalah Baron Rokerson, atau Igthorn, yang tampak mirip. Penampilan mereka sangat mirip bahkan kuda mereka pun terlihat sama.

Tidak seperti Philip yang mendapatkan dukungan finansial, mereka pasti cukup miskin. Philip berpikir tentang saat dia melihat mereka mengenakan pakaian lusuh, dan mencoba yang terbaik untuk menyembunyikan rasa superior yang terpancar dari wajahnya.

{Ya, sekarang aku tidak bisa menunjukan rasa kesal karena moral rendah dari para prajuritku pada duo tolol ini, bukan? Ini sangat merepotkan.}

Dia, sebagai seseorang dengan status yang lebih tinggi, harus menunjukkan kepada orang-orang di bawahnya apa yang sebenarnya membuatnya lebih unggul dari yang lainya. Philip harus bertindak sebagai panutan bagi masyarakat, dan bagi mereka yang berkasta rendah harus mengikuti Philip. Dengan begitu, dunia bisa berjalan dengan mulus.

“Hanya kalian berdua? Dimana orang-orangmu?”

“Kita sudah menyiapkannya, kan?”

“Tepat sekali, prajurit kami akan mendampingi Philip-kakka dan membentuk formasi Sayap Bangau.”

“Oh! Formasi Sayap Bangau!”

Bahkan Philip tau mengenai formasi tersebut. Menyiapkan formasi terkenal seperti itu adalah hal yang cukup memuaskan; seolah-olah dia telah menjadi protagonis dari suatu dongeng.

“Jadi, jika musuh menyerang dari arah selatan, tolong menyebar ke kiri dan kanan. Musuh tidak akan tersebar jika kita hanya menuju pada satu arah. Ingatlah untuk menyebar sejauh mungkin saat pasukan mundur.”

“Aku tau itu. Tenang saja, kau tidak perlu mengingatkannya-“

“-Tidakah akan lebih baik untuk memutuskan terlebih dahulu siapa yang harus pergi ke arah mana? Penarikan pasukan akan sulit di tengah sengitnya pertempuran. Ini juga berlaku untuk Philip-kakka. Ke arah mana anda akan mundur?”

Mereka berbicara seolah-olah mereka telah memperkirakan kekalahannya, ini membuat Philip sangat kesal.

“Jadi, kau yakin aku akan kalah?”

“Tidak, tidak, bukan seperti itu Philip-kakka. Pernahkah anda mendengar taktik berpura-pura mundur untuk membasmi semua musuh yang mengejar dalam sekali jalan?”

“-ah, aha, ya aku pernah.”

{Oh begitu}, Philip menerima penjelasan mereka, tetapi karena tidak menyenangkan untuk mengakui ketidaktahuannya, dia bertindak seolah-olah dia sudah mengetahui taktik itu.

“Sudah kuduga, anda pasti tau tentang itu. Jadi kurang lebih begitulah, strateginya, ini juga termasuk strategi-tarik-mundur.”

{Kalau begitu…} Ketika Philip bersiap untuk mendiskusikan ke mana harus mundur, dia menyadari bahwa ada informasi penting yang hilang.

“Sebelum aku menjawab, aku punya pertanyaan. Kalian berdua belum memberitahu ku tentang jumlah pasukan kalian. Berapa banyak orang yang kalian bawa?”

“Masing-masing 75 orang”

Philip sangat terkejut mengetahui fakta bahwa mereka bisa mengumpulkan lebih banyak orang daripada dia sehingga pemikiran bahwa {dengan jumlah sebanyak ini, melarikan diri ke arah manapun akan sama saja} tidak pernah terlintas di dalam benaknya. Philip berpikir rasional, karena ini memang wilayah kekuasaan mereka, masuk akal bahwa tidak akan sulit bagi mereka untuk melakukannya. Jika ini hanya masalah kuantitas, sesuatunya akan jauh lebih mudah, masalahnya terletak pada pertimbangan mereka sebelumnya. Philip memperkirakan bahwa ia bisa mengerahkan setidaknya dua kali lipat jumlah orang seandainya ini adalah wilayahnya.

“….Jika kita memiliki kekuatan sebanyak ini, bukankah lebih masuk akal bagi kita untuk menyerang pada saat yang bersamaan? Lagipula, kita memiliki sekitar 200 orang di sini.”

“Meskipun itu menjadi pilihan yang bagus, itu bukanlah formasi Sayap Bangau. Untuk dapat dikatakan sebagai formasi Sayap Bangau, Philip-kakka harus maju terlebih dahulu dengan pasukan kami yang menutupi sisi samping.”

“Ahh, itu sebabnya!”

Yap, itu sebabnya. Dia sepenuhnya lupa akan hal itu.

Wayne menghela nafas. Karena wajahnya tertutup, tidak ada yang bisa melihat ekspresinya saat ini.

“Aku senang anda bisa mengerti. Sekarang, ke arah mana kita akan mundur?”

“Ah, ya, Kita akan mundur ke arah Igthorn-kakka kalau begitu.”

“Jadi ke arah sayap kiri, baiklah. Maka aku akan meminta anda untuk tetap pada rencana pertempuran yang telah kita diskusikan sebelumnya. Tolong juga waspada terhadap para pemanah, tak jarang bagi kuda untuk membunuh penunggangnya dalam penyerbuan begitu mereka terkena anak panah.”

“Selama aku memiliki armor ini, aku akan baik-baik saja bahkan jika seekor kuda menginjakku. Ini adalah item kelas atas yang dibuat oleh pandai besi terkenal dan ditingkatkan oleh para magic caster.”

Armor Philip adalah pemberian dari Hilma. Armor itu telah ditingkatkan dengan sihir yang meningkatkan pertahanan, memungkinkannya untuk mengungguli armor set pusaka yang telah diwariskan oleh keluarganya. Meskipun dia telah menerima pemberian ini beberapa waktu lalu, dia belum pernah memiliki kesempatan untuk mencobanya. Ini akan menjadi debut armor itu.

Baron yang di sana itu tentu saja tidak memiliki sesuatu yang berkualitas tinggi. Philip berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan rasa pengen show-off armor sultan muncul dalam suaranya.

“Meskipun begitu, kehati-hatian adalah yang terbaik. Semuanya akan sia-sia jika kakka terbunuh dalam pertempuran. Faktanya demikian.”

“Itu benar, karena Philip-kakka adalah jenderal kami.”

“Bahkan jika anda mengenakan armor yang sangat bagus, masih ada titik lemah di mana panah dapat menancap. Selain itu, tidak peduli seberapa kuat armor itu, itu tidak dapat bertahan melawan beberapa spell. Tolong jangan longgarkan pertahanan anda karena armor itu, bagaimanapun juga, Philip-kakka adalah jenderal kami.”

Peringatan mereka yang berulang-ulang sangat membuat Philip jengkel, tetapi ia mengerti darimana itu berasal. Jika seorang jenderal terbunuh, maka pertempuran akan berakhir, itu adalah pengetahuan umum.

Mengetahui bahwa keduanya melihatnya sebagai pemimpin mereka, Philip tidak bisa menahan senyumnya.

“Tentu saja, aku faham.”

“…Dan juga, di manakah Philip-kakka akan menempatkan formasi kami? Terlalu berbahaya untuk ditempatkan di jalan. Aku percaya akan lebih baik untuk tetap di belakang, dengan begitu kami bisa bergegas membantu anda jika kita harus mundur. Ini akan membantu jika anda dapat memberi tau kami posisi anda.”

{Ho’oh, ho’oh} Philip setuju.

Ketika sang jenderal berada dalam bahaya, adalah tugas bawahannya untuk bergegas membantunya. Meskipun ini adalah pengetahuan umum, Philip kaget karena bukan dia yang mengusulkan hal ini sejak awal.

{Aku yang biasanya akan menyadari hal-hal seperti ini  … saat ini aku hanya terlalu bersemangat. Ini adalah pertama kalinya aku mengatur pertempuran dengan skala ini.}

Philip sedikit meneguk liurnya dan menarik nafas panjang.

“Apa-, apa yang salah?”

“Ah, tidak ada apa-apa, Aku hanya mencoba untuk melunakkan hasrat berapi-api di hatiku untuk pertempuran ini.”

“…oh-, begitu. Apakah begitu…? Umm, lalu di manakah Philip-kakka ingin menunggu karavan?”

“Pertama-tama-“

Philip melihat ke kiri dan kanan.

Jalan tapak itu cukup lebar, cukup ruang untuk dua gerbong melewatinya secara berdampingan. Jalan ini tampaknya menjadi sumber pendapatan utama bagi Baron Delvin.

Ada hutan subur di sisi jalan tetapi tempat terdekat ke jalan di mana bandit biasanya akan bersembunyi, telah sepenuhnya terbuka, hanya menjadi tanah lapang dengan rumput pendek.

Hutan berada di bawah kendali manusia, kelihatannya memungkinkan babi mencari makanan biji-bijian dari pohon ek dan sejenisnya, jadi mereka tidak perlu waspada terhadap monster atau binatang buas.

Jika begitu-

“Kita akan menyiapkan penyergapan di hutan.”

“Baiklah. Jika begitu, aku tau tempat yang cocok. Ada sepetak hutan tempat ranting, gulma, dan yang lainnya sudah ditebangi, yang memungkinkan kita untuk mundur dengan menunggang kuda. Bagaimana pendapat anda tentang itu?”##TL note : Gulma adalah tanaman parasit merambat, mengakar atau berbentuk rerumputan

                “Ada tempat seperti itu?”

“Yap. Ketika Philip-kakka memutuskan untuk meluncurkan penyergapan di tanah ini kami tau sesuatu hal seperti itu akan diperlukan, jadi kami meluangkan waktu untuk menyiapkan tempat itu”

Philip telah berulang kali memilih petak tanah ini untuk penyergapan di pertemuan mereka sebelumnya. Meskipun dia telah meminta pendapat Wayne dan Igthorn, keduanya tunduk pada Philip. Pasti cukup merepotkan bagi mereka untuk membuat persiapan setelah itu.

“Jika begitu aku benar-benar berterimakasih padamu.”

“Itu berlebihan, karena anda harus mengambil resiko memimpin serangan pertama, apa yang kami lakukan hanyalah bagian adil kita, kan?”

“Seperti dugaan Wayne-kakka!”

Keduanya menuntun Philip ke lokasi dan tepat seperti yang mereka gambarkan. Seharusnya tidak ada masalah bagi kuda untuk berlari kencang jika lahannya dalam kondisi seperti ini.

Saat ia selesai berdiskusi dengan keduanya, Philip kembali ke pasukannya.

Keringat Philip tak bisa berhenti karena armor full-platenya, dan karena mereka berada di tanah yang tidak rata, helmnya dapat menyebabkan dia kehilangan keseimbangan dan memudahkannya jatuh.

“Whooo, whooo”

Philip ter-engah berat ketika ia melepas helmnya untuk menaruhnya di pinggang. Dia mengambil saputangan dan mulai dengan amarah mengusap dahinya.

Philip merasa kalau armor itu adalah produk gagal. Meskipun kualitas terpenting sebuah armor adalah pertahanannya, mobilitas juga tak kalah pentingnya. Dia sepertinya ingat bahwa ada enchantment yang dapat meringankan armor, dia harus memintanya satu di masa depan.

Dia harus berbicara dengan Hilma tentang hal ini di ibukota lain kali.

Setelah membuat catatan mental tentang hal itu, dia berjalan kembali ke posisi di mana ia melihat tentaranya dengan pikiran bosan mereka karena tidak melakukan apapun.

“Maaf menunggu”

“-tuan. Siapa pria yang menutupi wajahnya itu? Penampilannya seperti bandit. Apakah kita sedang dimanfaatkan?”

“Itu tidak mungkin, pria itu jelas adalah seorang bangsawan Kingdom yang terhormat. Berbicara tentang penampilan, jangan berbicara demikian. Bukannya seolah-olah setiap bangsawan mampu membeli armor full-plate”

Ditambah lagi, selama pertempuran di dataran Katze, keluarga-keluarga yang kehilangan penerusnya juga kehilangan banyak senjata dan armor. Keluarga Philip juga berada di situasi ini, jika ia kehilangan set armor ini, akan sulit untuk mendapatkannya lagi.

Meskipun tampaknya para prajurit tidak percaya akan alasannya, tidak perlu memaksa mereka untuk menerimanya.

“Baik! Mari kita tunggu hingga karavan tiba! Setelah itu, kita akan segera menyerang!”

Philip tidak mendengar jawaban dan menaikan suaranya.

“Kalian mengerti!!?”

“Mengerti….”

Meskipun semua orang menjawab dengan enggan, suara mereka serempak masih cukup keras untuk didengar.

Philip tidak puas dengan tanggapan mereka, tetapi dia harus membiarkannya begitu saja. Bagaimanapun, ini adalah pertempuran pertama mereka, tidak perlu bagi mereka untuk memenuhi semua harapan.

Agar mereka berkembang menjadi prajurit yang unggul, mereka harus fokus pada masalah yang mendesak.

Ketika Philip memikirkan pemikiran ini, dia duduk di tanah seolah-olah tubuhnya menyerah pada keinginan untuk beristirahat.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded