Overlord WN Chapter 10 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Rio Pratama]

Negosiasi

Rumah kepala desa terletak tepat disebelah alun-alun desa dan disitulah tempat bernegosiasi harga karena sudah menyelamatkan penduduk desa. Sebenarnya, apa yang Ainz cari bukanlah uang melainkan informasi. Meski begitu, meminta informasi secara langsung akan terlalu mencurigakan.

Meskipun benar bahwa menerima informasi dari desa kecil ini bukanlah sebuah masalah. Masalahnya adalah setelah itu. Selama tidak ada penyumbatan informasi, banyak orang yang akan mencari tahu tentang kejadian ini. Oleh karena itu, kemungkinan seseorang yang kuat mengetahui ini adalah 100%. Dan ketika Ainz melakukan kontak dengan orang seperti itu, dia akan tahu kebodohan Ainz, yang dapat digunakan melawannya selama negosiasi.

Apakah bodoh untuk waspada karena kemungkinan yang tidak terkendali? Tentu saja tidak. Itu seperti menyebrang jalan tanpa memeriksa terlebih dahulu. Dan begitulah kecelakaan sering terjadi.

Kuat itu relatif. Ainz adalah yang terkuat di desa ini. Bagaimanapun, tidak ada hal yang membuktikan bahwa dia adalah yang terkuat di dunia. Oleh karena itu, Ia harus berhati-hati. Mungkin ada makhluk yang bisa membunuh Ainz. Meskipun, Ainz Ooal Gown adalah guild yang tidak mengenal kekalahan. Dia tidak bisa membiarkan nama guild tercemar begitu saja.

Sinar matahari yang masuk dari jendela menciptakan bayangannya yang ada disana. Ainz menggerakkan sarung tangannya ke meja lusuh dan lengannya seolah dia menghalangi sinar matahari. Meja bergoyang, menunjukkan kualitasnya yang buruk.

Dia menempatkan tongkat di sudut ruangan agar tidak mengganggu.

Dia mengingat kembali wajah penduduk desa yang terkejut.

Dia tidak berpikir bahwa itu bagus untuk menonjol disini. Karena dia masih berpikir seperti di Yggdrasil, dia telah melakukan banyak kesalahan hari ini.

“Maaf membuat anda menunggu”

Pria itu duduk di kursi yang posisinya berhadapan. Dibelakangnya, seorang wanita berdiri.

Kepala Desa berusia sekitar 40 tahun, dia adalah pria dengan kulit keriput karena bertahun-tahun di bawah sinar matahari.

Tubuhnya sangat padat, dan terlihat jelas dari sekilas bahwa dia telah bekerja keras di ladang, dia memiliki banyak rambut yang sudah memutih, sekitar setengah bagian kepalanya berwarna putih.

Mungkin sepuluh menit terakhir telah membuatnya merasa dewasa dari sebelumnya, tapi bukan berarti itu sesuatu yang penting.

Bajunya terbuat dari kapas yang mana kotor dan lusuh, tetapi itu tidak bau.

Di belakangnya adalah seorang wanita yang seumuran dengan sang kepala desa. Dia mungkin cantik ketika dia muda, tapi bertahun-tahun yang panjang di ladang telah merusak penampilannya. Muka wajahnya menunjukkan bintik-bintik, dan dia sekarang seorang wanita setengah baya yang kurus.

Rambut hitamnya tersandar ke bahu dan terurai. Disinari oleh sinar matahari, dia memiliki suasana kelam disekelilingnya.

“Silahkan”

Sang istri menaruh cangkir lusuh di atas meja. Uap naik dari air – Dan terbang di udara, tetapi Ainz mengangkat tangannya dalam penolakan.

Dia tidak dapat mengingat rasa haus, dan tidak mungkin juga dia bisa melepas topengnya. Namun, dia masih merasa bersalah karena menolaknya. Dia ingin minta maaf karena menyebabkan dia melakukan hal yang merepotkan.

Kenapa?, itu karena proses merebus air.

Pertama, dia harus memukul batu untuk menciptakan api, dan mulai menyalakan api. Dan kemudian menumpuk potongan-potongan kayu kecil di atas api kecil, sampai tumbuh lebih besar. Dan kemudian pindahkan ke perapian, dan mulai terbentuklah api. Butuh beberapa saat hingga air masak.

“Saya minta maaf karena telah membuat Anda mempersiapkan ini.”

“I-itu bukan apa-apa. Tolong angkat kepala anda”

Terkejut pada Ainz yang menundukkan kepalanya, pasangan itu panik. Itu tidak bisa dipercaya bahwa pemilik kekuatan mengerikan seperti itu akan menundukkan kepalanya ke penduduk desa seperti mereka. Bagi Ainz, itu benar-benar alami. Meskipun benar bahwa dia kuat, mereka adalah mitra negosiasi. Dia bisa mengancam mereka, tetapi dia memutuskan yang terbaik untuk berhubungan dengan mereka.

Tentu saja, karena dia telah memperoleh informasi melalui sihir, dia telah mengeluarkan sihir manipulasi ingatan tingkat tertinggi pada dua kakak beradik sebelumnya. Namun, itu akan menjadi pilihan terakhir. Jika dia sering menggunakannya, MP-nya akan terkuras.

Jadi itu menguras MP ? Dia merasa lelah seperti kehilangan sesuatu. Bobot yang dia rasakan masih terasa berat di dadanya. Ainz meringis.

Mengubah equipmentnya dengan sarung tangan dan topeng, mengubah puluhan detik kenangan terasa seperti setengah dari MP-nya telah digunakan. Sebuah kerugian besar.

Sepertinya Aku perlu menyelidiki efek dari magic

“……Sekarang, aku minta maaf untuk tiba-tiba tetapi haruskah kita memulai negosiasi?”

“Ya”

Kepala desa menelan ludahnya. Ainz memutar otaknya dengan kecepatan tinggi.

Karena penduduk desa menyaksikan prajurit yang tidak pernah dilihatnya itu, tetapi jika tidak ada orang di sekitar, dia akan santai menggunakan sihir seperti <Charm Person> untuk menjawab pertanyaannya. Namun pada akhirnya, itu tidak mungkin. Jadi, dia perlu informasi langsung dari orang lain.

–Menyusahkan.

“…. Aku akan langsung ke intinya, berapa banyak uang yang bisa aku dapatkan ?”

“Yah, karena desa seperti ini … … Sebagian besar dari apa yang bisa kami berikan pada Anda adalah koin tembaga……”

“Koin tembaga!” Dia menaikkan suara terkejutnya. “… Itu agak sedikit”

“…….Tetapi……Jika Koin perak itu mustahil……”

Begitu.

Ainz mengangguk tanpa mengatakan apapun. Koin tembaga dan perak. Keduanya adalah fondasi ekonomi desa.

Masalahnya adalah nilai koin tembaga. Berapa nilai mereka dalam Yen Jepang ? Jika dia tidak mengetahui ini, dia akan menghadapi banyak masalah. Ketika dia pergi ke kota-kota dan semacamnya, tidak tahu ini akan terbukti menjadi masalah besar. Tetapi jika ada toko, dia bisa memeriksanya dan tidak menghadapi masalah.

Bahkan jika dia pergi ke kota, dia masih perlu mengetahui informasi dasar sebelumnya.

“Bagaimana dengan koin perak? Seharusnya ada beberapa kan?”

“T,tidak…..Kami tidak mempunyai koin perak di desa ini!”

Dia telah membimbing percakapan disini, tetapi ceritanya dengan mudah terbentang di hadapannya. Pria ini cukup pas untuk menjadi kepala desa. Atau mungkin pekerjaan seorang kepala desa tidak benar-benar ada. Citra CEO yang dibangunnya seumur hidup, baru saja hancur dalam pikiran Ainz.

“……Namun, bagaimana jika aku membeli barang darimu?”

“Tapi hanya dalam koin tembaga. Kalau koin emas dan perak……”

Kepala desa terdiam dan menggelengkan kepalanya.

“……Lalu, apa yang harus kita lakukan? Aku sama sekali bukan orang yang dermawan…..”

Sambil bertindak seperti sedang berpikir keras, Ainz membuka Item Box.

Di dalamnya ada koin-koin Yggdrasil, dan dia mengambil dua dari mereka. Koin pertama memiliki wajah seorang wanita yang terukir diatasnya, yang lain seorang pria. Yang pertama di implementasikan dengan update besar-besaran “The Loss of the Valkyria”, dan yang terakhir adalah koin dari sebelumnya.

Nilainya sama, tetapi nilai sentimental dalam setiap koin berbeda.

Yang pertama dikumpulkan sejak Ainz berada di Ainz Ooal Gown, dan cukup banyak koin yang terakumulasi. Ketika guild berada dipuncaknya, update datang dan pada saat itu, anggota guild sudah melempar koin lama mereka ke dalam item box.

Ketika dia masih seorang Skeleton Mage, beberapa kepingan koin melayang di udara setiap kali dia mengalahkan monster. Dia juga memasuki dungoen sendirian, dan diserang oleh monster aktif dan telah memperoleh segunung koin sambil mundur dengan panik.

Dia menyingkirkan nostalgianya.

Ainz selesai bermain dengan koin lama, dan mengambil yang baru

“…… Aku akan mengubah topiknya sebentar. Jika aku ingin membeli barang menggunakan koin ini, berapa yang bisa aku dapatkan? ”

Dia menaruh koin di atas meja dengan sebuah denting. Kepala desa dan istrinya melebarkan mata mereka.

“I, ini.”

“Mata uang dari masa lalu. Bisakah aku menggunakannya? “

“Tentu saja bisa, tapi …… Tolong tunggu sebentar.”

Kepala desa meninggalkan kursinya, dan masuk ke kamarnya, lalu membawa keluar sesuatu.

Jika dia bisa mengatakannya dalam satu kata, kata itu adalah timbangan uang.

Mereka mengeluarkan buku sejarah. Dari sana, mereka mencoba menebak koin apa itu. Mereka entah bagaimana membandingkan ukurannya. Puas dengan itu, mereka kemudian menempatkan koin pada timbangan, dan beratnya berada di sisi lain.

Apa lagi itu? Apakah koin itu ditimbang? Ainz memperhatikan proses yang terjadi di hadapannya.

Pertama, mereka mungkin membandingkan ukuran koinnya dengan koin kerajaan dan kemudian memeriksa beratnya.

Sambil memperhatikan, timbangan koin yang turun, dan timbangan yang naik. Pasangan itu menambah berat pada timbangan, dan kemudian kedua koin itu tampak seimbang.

“Beratnya sekitar dua kali lipat dari koin biasa …… Mu-mungkin aku menggores permukaannya sedikit …”

“Idi-, kau! Jangan mengatakan hal kasar seperti itu! Saya benar-benar minta maaf. Istri saya telah tidak hormat seperti itu …… ”

Dengan marah, sang kepala desa menegur istrinya. Ainz mengerti alasan mengapa dia mencelanya sangat kuat. Begitu, dia berpikir bahwa itu adalah lapisan emas. Dia tidak berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang penting.

“Tidak masalah. Tergantung situasinya, Aku baik-baik saja bahkan jika kau menghancurkannya …… Namun, kau harus meenggantinya. ”

Membuat kesepakatan haruslah berhati-hati. Adalah logis untuk memeriksa barang-barang yang dimaksud.

“Tidak, kami benar-benar minta maaf.”

Sang istri menundukkan kepalanya dan mengembalikan koin itu kembali ke Ainz. Dia tidak perlu meminta maaf sejauh itu, dan Ainz merasa sedikit bersalah. Dia ingat ibunya sendiri. Sedikit suram – Seorang ibu yang pendiam. Karena begitulah, pikirnya. Sehingga dia sedikit lebih baik padanya.

“Tidak apa-apa. Ini wajar ketika kau membuat kesepakatan. ”

“Tidak, tapi. Sebagai orang yang telah menyelamatkan desa kami … .. ”

“Aku bukan orang yang akan menyelamatkan desa secara gratis. Pada dasarnya, aku adalah semacam pedagang. Jadi aku tidak keberatan.”

Mata keduanya menunjukkan kelegaan mereka. Itu bukan pada tingkat kepercayaan, tetapi mereka tampaknya sudah mulai sedikit terbuka kepadanya.

“Setelah melihat koin emas, apa yang kau pikirkan tentang itu? Ini seperti sebuah karya seni bukan? ”

“Ya, ini sangat indah. Dari kerajaan mana ini? ”

“Sekarang sudah hilang —- Ya. Itu adalah kerajaan yang telah lama menghilang. ”

“Begitu……”

“Apakah tidak masalah jika aku berpikir bahwa salah satu dari ini bernilai lebih dari dua koin emasmu?”

“Mungkin begitu …… Tapi saya bukan pedagang, jadi menilai karya seni ini sedikit …”

“Ha ha ha. Ya~, itu benar.”

Sambil tertawa, dia mengembalikan koin itu kembali ke Ainz. Kepala desa dan istrinya memiliki senyum kaku yang sama yang mereka miliki sejak awal. Ainz membuat keputusan untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.

“Aku sebenarnya memiliki beberapa koin ini, dan apakah bisa aku menggunakannya seolah mereka bernilai 2 koin emas?”

Dia mengeluarkan beberapa keping koin emas dari jubahnya, dan menjatuhkannya ke atas meja, dan suara yang jelas terdengar.

Pada saat itu, Momonga tidak melihat ke meja. Sebaliknya, dari balik topengnya, dia memperhatikan ekspresi pasangan itu dengan tatapan serius.

“Aku seharusnya bisa menggunakan ini dengan segera —- Ya~ Aku hanya perlu melakukan perubahan. Membeli barang dengan koin emas cukup merepotkan. Tentu saja, jangan ragu untuk memeriksanya (sesukamu). Silahkan–“

“Tidak, terima kasih atas tawaran Anda, tapi sayangnya kami tidak mampu seperti itu …”

“…… Baiklah.”

Tatapan puasnya meninggalkan wajah bermasalah kepala desa, Ainz menaruh koin di tangannya, dan mengembalikannya ke jubahnya.

“…… Sekarang, mari kita kembali ke topik harga untuk penyelamatannya. Aku akan berbicara terus terang dan langsung ke intinya. Berapa banyak yang bisa kalian berikan kepadaku? ”

Pertanyaan yang sama seperti sebelumnya. Namun, balasan baliknya lebih lancar dari sebelumnya.

“…… Ainz-sama, sejujurnya desa ini kehilangan sebagian besar tenaga kerjanya. Meskipun benar bahwa kami dapat memberikan cukup uang untuk memuaskan Anda. Namun, kami takut mengenai perubahan musim, jadi akan sulit untuk mempersiapkan banyak hal.”

“Bagaimana dengan persediaan?”

“Persediaan juga sama. Karena populasi kami menurun, kami saat ini kekurangan tenaga. Besar kemungkinan jika kami memberi Anda persediaan sekarang, di masa depan, kami akan menjadi sangat miskin.

“Fumu……”

Ainz bertindak seperti sedang berpikir keras. Sampai disini semuanya baik-baik saja. Dia hanya bisa berdoa untuk apa yang terjadi sesudahnya. Dia terdiam beberapa saat, dan menjawab.

“Aku mengerti. Aku tidak membutuhkan imbalan. ”

“Oh ……”

Karena kepala desa dan istrinya terkejut, mata mereka melebar. Ainz mengangkat tangannya, sebagai isyarat akan melanjutkan ucapannya.

“…… Aku seorang magic caster dari Great Underground Tomb of Nazarick yang terletak sekitar 10 kilometer timur dari sini. Baru-baru ini, aku pergi keluar.”

“Oh, tempat itu? Namun, saya pikir tempat itu sebagian besar dataran?”

“Dengan sihirku.”

“Begitu…..”.

Kepala desa mengeluarkan suara kekaguman. Di sebelahnya, istrinya mengangguk. Dia membiarkan partner negosiasinya memahami ucapannya dengan meninggalkan bagian yang tidak terucapkan. Tapi, ada kemungkinan melakukan pekerjaan yang buruk dan membuatnya merepotkan, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan.

“Jadi, penampilan Anda itu adalah seorang magic caster?”

“Ya, ma~, sesuatu seperti itu.”

Sambil menyentuh Mask of Envy, Ainz berbicara dengan samar. Apakah para magic caster di dunia ini benar-benar memiliki penampilan yang mencurigakan seperti itu? Ataukah mereka berpikir demikian karena tidak tahu. Ketidaktahuan benar-benar menguntungkan. Dia mengambil keuntungan dari itu.

“Apakah kepala desa pernah melihat magic caster selain dariku?”

“Iya. Dulu, ketika saya masih kecil. Ketika desa dikunjungi oleh beberapa petualang, ada satu sosok berjubah di antara mereka. Saya yakin dia adalah seorang magic caster …… ”

“Hoo, apakah kau melihat sihir seperti milikku?”

“Tidak, meski sangat disayangkan, saya belum pernah melihatnya. Mereka segera meninggalkan desa sesudahnya. Sepertinya mereka datang untuk mengambil ramuan langka di hutan.”

“Bagaimana dengan topengku?”

Dia berbicara dengan cara yang bisa disalah artikan sebagai tawa. Kepala desa itu membuat ekspresi bahwa dia mengingat masa lalu. Itu hampir seperti dia ingin melupakan masa sekarang.

“Tidak, saya belum melihat topeng seperti itu. Namun, itu memberikan suasana yang aneh. Saya ingat merasa takut seperti ketika saya masih kecil.”

“Begitu. Ketakutan adalah sarana yang bagus. Ketika semua orang melihat bawahanku, mereka juga merasa seperti itu kan?”

Kepala desa dan istrinya mengarahkan pandangan mereka ke jendela. Ainz sedikit menempatkan penglihatannya di sana juga.

Dari celah di jendela, beberapa penduduk membuang mayat di alun-alun desa dan sosok yang sedang berdiri kokoh adalah Death Knight.

Di Yggdrasil, Death Knight akan menghilang setelah 100 menit, namun itu masih berdiri di sana, Ainz merasa sedikit ragu, tetapi dia mengesampingkannya dulu.

“Meskipun aku mengatakan bahwa aku tidak butuh hadiah—” Dia memperhatikan reaksi mereka. “—- Magic Caster menggunakan banyak macam benda sebagai alat. Ketakutan, pengetahuan. Hal ini, dapat dikatakan, alat perdagangan kita. Namun, saat ini aku kekurangan informasi. Jadi, aku ingin memperoleh informasi semacam itu .. Selanjutnya, aku ingin informasi yang aku dapatkan tetap dirahasiakan. Aku akan mengambil ini sebagai hadiah pengganti uang.”

Aku tidak butuh apapun. Tidak ada kata nyaman seperti itu. Itu artinya tidak ada sesuatu yang begitu mahal akan dia minta.

Orang takut pada hal-hal yang tidak mereka pahami. Selama negosiasi untuk hadiah karena menyelamatkan penduduk desa, uang tidak diperlukan— Bahkan orang-orang yang paling tajam pun tidak akan merasakan sesuatu tentang hal itu. Jika itu masalahnya, tidak apa-apa menjual sesuatu yang tidak bisa dilihat. Pada dasarnya mereka menjual alat perdagangannya kepada Ainz.

Jika mereka berpikir bahwa itu adalah pertukaran yang seimbang, tidak ada yang akan merasa curiga. Dan mereka akan merasa lega bahwa hal itu setara

Kepala desa dan istrinya menunjukkan ekspresi serius dan mengangguk.

“Saya mengerti, saya tidak akan pernah mengungkapkan ini kepada siapa pun.”

“Saya juga.”

“Aku akan percaya pada kalian.”

Dia mengulurkan tangannya yang terbungkus sarung tangan. Kepala desa membuat wajah terkejut, memahami maksud tersebut dan menjabat tangannya.

Ainz merasa lega karena ada jabat tangan disini. Jika dia melihat mata yang bertanya apa yang dia lakukan, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis.

Meskipun itu ada benarnya, itu bukanlah sesuatu yang serius. Jika ini adalah bisnis, informasi akan mengalir dari bisnis dan mengalir dari sifat manusia. Jika Kepala Desa memegang janjinya, maka tidak ada informasi yang akan bocor darinya. Jika itu terjadi maka dia akan melakukan ini. Kali berikutnya dia datang ke desa, dia akan membuat kartu yang efektif untuk dimainkan.

Meskipun–

Dia entah bagaimana merasa bahwa dia tidak akan dikhianati. Tentu saja ada alasannya .Jika mereka tamak, maka mereka akan melompat pada kesempatan untuk menukar barang dengan koin emas. Kedua, ketika dia menjatuhkan sejumlah besar koin asli: dua koin emas di atas meja, mereka terlihat terkejut, tetapi mata mereka tidak dibutakan oleh keserakahan.

Selain itu, istri kepala desa sangat mirip dengan ibunya yang sudah meninggal—-

“Seorang mother-con huh……”

[T/N: mother con, cari digoogle aja yak]

Bermasalah, Ainz tersenyum dari balik topengnya. Namun, tidak ada yang bisa melihat wajah tersenyumnya yang sedikit sia-sia, juga sejak dia datang ke dunia ini, dia lebih baik dari sebelumnya.

—Walaupun tulang.

“Meski begitu, agak aneh melihatmu yang masih akan memilih untuk bergaul dengan seseorang yang memiliki monster sepertiku.”

“…… Magic caster membuat ketakutan menjadi senjata. Saya telah mendengar itu sebelumnya. dan salah satu orang di antara 13 Pahlawan adalah seorang Necromancer. Orang itu benar-benar menakutkan …… ”

“Hou, 13 Pahlawan?”

Ainz membuat ekspresi mata yang membara. Dia telah mendengar sebagian informasi penting lainnya. Dia perlu mempelajarinya lebih detail. Ainz menulis itu di memo yang ada dalam hatinya, dan menutupnya.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded