Overlord WN Chapter 11 Bahasa Indonesia

Chapter Sebelumnya
Chapter Selanjutnya

[Translator : Kureshima Rio]

Pengetahuan

“Apa-apaan itu?!”

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?”

“Ah, tidak, sesuatu yang pribadi, maaf membuatmu terganggu.”

Dengan langsung, Ainz yang tiba-tiba membuat reaksi itu, kembali bersikap normal. Jika dia mempunyai tubuh manusia, dia pasti sedang berkeringat sekarang. 

Sang  kepala desa terlihat kebingungan, tapi dengan segera bersikap normal.

Didalam pikiran kepala desa, penyihir adalah orang yang aneh—–atau mungkin dia sedikit berbeda dari orang lain. Apakah ini yang disebut keberuntungan yang tidak terduga? Ainz memikirkan tentang itu.

“Haruskah saya siapkan lagi minumanya?”

“Ah, tidak, aku baik-baik saja.”

Dia mengangkat tangannya untuk menolak tawaran Kepala Desa.

Tidak ada lagi uap yg keluar dari segelas air panas yang disiapkan Istri Kepala Desa tadi. Ainz tidak menyentuhnya dengan mulut ataupun tangannya sama sekali, jika ia harus menyiapkannya lagi maka dia akan merasa bersalah.

Si Istri tidak lagi berada didalam ruangan. Ia harus bekerja diluar—— ada beberapa tugas membersihkan yang harus dilakukannya dan pergi.

Disana hanya ada Kepala Desa dan Ainz didalam ruangan ini.

Setelah meletakan tongkat Ainz Ooal Gown didalam Item-box, hal pertama yang didengarnya adalah tentang Kerajaan sekitar.

Dan jawaban yang diterimanya adalah nama-nama Kerajaan yang tidak pernah dia dengar sama sekali.

Pertama kalinya, Ainz merasakan perasaan yang tidak nyaman, seperti biasa dia masih memakai sesuatu yang berasal dari Yggdrasil.

Karna dia hanya bisa menggunakan sihir Yggdrasil, itu adalah hal yang wajar.

Namun, dia mempelajari tentang tempat yang tidak pernah dia dengar sebelumnya.

Nama seperti Baharuth Empire dan Re-Estize Kingdom tidak ditemukan diMitologi Norwegia yang digunakan dalam game Yggdrasil.

Pengelihatannya menjadi buram, dia memegang meja dengan tanganya untuk menahan tubuhnya yang mungkin saja akan terjatuh. Itu masih bisa dipahami, tetapi agak sulit.

Dan itu membuatnya lebih syok dari yang dipikirkannya.

Ainz menenangkan dirinya, dan mulai mengingat kerajaan dan geografi sekitar yang sudah dipelajarinya

Pertama Baharuth Empire dan Re-Estize Kingdom. Mereka dipisah oleh pegunungan yang ada disekitar sana. Di Selatan terdapat hutan lebat disepanjang pergunungan itu. Dan berakhir di pedesaan ini dan Kota Benteng, yang dibangun untuk menahan serangan. Sebenarnya, Empire terlihat sudah melakukan beberapa kali percobaan untuk mengambil alih.

Sebenarnya, posisi bangunan Empire dekat dengan Kota Benteng. Ada rumor yang mengakatan bahwa akan terjadi perang lagi.

Jauh diselatan dari Kota Benteng terdapat kerajaan lainnya.

Slane Theocracy. Dari penjelasan mengenai wilayah kerajaan, jika harus digambarkan, mereka akan berbentuk huruf T terbalik. dikiri adalah Re-Estize Kingdom, dan dikanan Baharuth Empire, dan dibawahnya Slane Theocracy. Disana juga terdapat Kerajaan lain, tapi, pengetahuan kepala desa terbatas.

Lagipula, kepala desa dari desa kecil seperti ini pasti tidak akan tahu tentang hal yang berbau militer.

Pada dasarnya, ini adalah—

 

“kegagalan.”

 

—Disana mungkin ada para kesatria yang datang dari Slane Theocracy. Itu bisa jadi strategi mereka untuk melakukan peperangan Kingdom dengan membuat masalah didesa yang dibatasi hutan.

Dia ternyata salah membiarkan para kesatria itu untuk pergi. Dia seharusnya menangkap beberapa dari mereka untuk di introgasi. Dia menenangkan dirinya tapi tidak memikirkan sejauh itu adalah sebuah kebodohan.

Sambil memikirkan Slane Theocracy, dia juga harus melakukan sesuatu terhadap Empire.

Ainz berpikir.

Apa yang terjadi jika hanya dia sendiri yang datang ke dunia ini.

Jika ada satu atau dua pemain, itu tidak masalah. Great Underground Tomb of Nazarick memiliki kekuatan tempur yang mampu menyaingi 30 pemain berlevel 100. Jika memasukkan cash itemnya, Ainz mungkin akan bertarung dua kali atau malah lebih kuat dari biasanya.

Pertama, itu sah-sah saja berpikir bahwa bertarung bisa membahayakan. Namun, Ainz tidak kekanak-kanakan yang bertindak tanpa memikirkan hal terburuknya, memikirkan masalah dan solusi di awal adalah hal yang terbaik.

Jika hubungan mereka berjalan lancar maka dia tidak perlu memikirkan cara untuk mencegah ini. Dia lebih baik memikirkan tindakan balasan ketika waktunya tiba.

Masalah semacam itu pernah terjadi dengan guild Istana Terbang Asgard, guild Istana Es yang berada dibagian terdalam dari Helheim, dan guild yang areanya bisa memunculkan Fire Giants di Muspelheim. Ketika guild tersebut adalah saingan Ainz Ooal Gown.

Jika Guild ini datang, maka akan menguntungkan jika mereka mempunyai hubungan yang baik.

Namun, jika tidak seperti itu?

Dia tidak tahu seberapa banyak anggota Guild yang tersisa. Dan mungkin saja ada beberapa orang yang mampu menyainginya disana. Ini sangat penting untuk mencegah agar tidak terjadi hal yang buruk nantinya. Di sisi lain, pengetahuan adalah potensi perang mereka yang perlu diasah.

 

Jika disana ada para pemain Yggdrasil dalam jumlah banyak, entah mereka saling bekerja sama, atau terpisah karena mereka tidak tertarik sama sekali. Padahal itu akan menjadi sangat bagus jika dia bisa berdampingan dengan para pemain jepang lainnya. Pada waktu itu, dia juga ingin bergabung dengan mereka. Jika mereka tidak terbatasi dengan hubungan “Ainz Ooal Gown”, dia bisa saja membantu mereka tanpa adanya batas.

 

Masalahnya jika kelompok itu menganggapnya sebagai musuh. Sambil dia memikirkan itu hal yang tidak mungkin, namun dia tidak bisa bilang bahwa kemungkinan itu tidak ada.

Pertama-tama, mereka akan menjadi target dari pemain lain yang memiliki rasa keadilan atau kebenaran. Untuk menghindari ini, Momonga sendiri perlu menghidari tidakkan layaknya tokoh antagonis— Contohnya, menyerang area disekitar. Jika dia membuat orang-orang takut atau membuat pilihan yang salah, disana pasti ada kesempatan untuk membuat pemain lain jadi marah. Tentu saja, disana ada alasan lain untuk membentuk aliansi. Contohnya saja seperti membantu penduduk desa sekarang ini.

Sebenarnya, selama tindakan mereka seperti sekarang yang bertujuan baik, itu tidak akan jadi masalah. Pada dasarnya “Meskipun aku tidak ingin melakukan itu, tapi aku tidak punya pilihan”.

Kemungkinan berikutnya mereka akan menyimpan dendam terhadap Ainz Ooal Gown. Mereka tidak mungkin bisa untuk menghindari pertarungan. Maka langkah-langkah pertahanan adalah perlu. Itu adalah permasalahan untuk nanti.

Dan dia juga bisa memilih untuk menutup diri bersama Great Underground Tomb of Nazarick. Dan betapa bodohnya jika mereka tidak melakukan penguatan sebelum terjadinya pengepungan.

 

“……Jadi aku tidak salah, huh.”

“Apa terjadi sesuatu sebelumnya?”

“Tidak, tidak ada apa-apa, aku hanya berpikir bahwa hal itu sedikit berbeda. Maafkan aku. Lebih penting lagi, bisakah kau memberi tahuku tentang koin ini?”

“Iya, saya mengerti.”

Kepala Desa meletakan beberapa koin tembaga dimeja.

“Kurs mata uang— dalam Perdagangan, simbol dari dewa bisnis adalah roda, jadi disatu sisi terdapat simbol roda. Sisi lainnya terukir simbol Guild pedagang.”

 

Sepertinya mereka tidak memiliki koin emas, ia mempersilahkan Ainz untuk melihat koin tembaga itu. Ainz membalikan koin itu untuk melihat apakah ada ukiran.

 

Kembali ke topik utama, bicara mengenai nilai coin ini.

Singkat saja, sebut saja koin emas. Ini dipercaya sebagai nilai yang mahal dari Guild pedagang.

Yang beratnya 10 gram. Untuk menentukan nilainya, berat lebih berpengaruh dibandingkan ukuran, tapi ini berdiameter 30mm.

 

Koin terdiri dari tembaga, perak, emas, dan platinum, sekitar seperempat koin tembaga terbuat dari kuningan. Koin platinum sangat jarang digunakan. Kepala Desa dan Istrinya tidak pernah melihatnya selama hidup mereka. Sepertinya hanya pedagang dan para bangsawan yang menggunakannya.

 

Nilai tukar dari koin ini adalah 1000 tembaga = 100 perak = 10 emas = 1 platinum

Jika nilai koin tembaga di tukar dengan mata uang jepang, itu sekitar 1000 yen. Satu koin emas setara dengan 100,000 yen.

Itu disesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari bagi yang bekerja sebagai Tukang, bayarannya sekitar 1 koin perak. Dan  Petani akan mendapat bayaran lebih sedikit, sekitar 6 koin tembaga.

Dengan kata lain, nilainya cukup mahal, gelas yang terbuat dari keramik seharga 2 koin tembaga. Di sisi lain, makanan lebih murah.

Harga kebutuhan pokok lebih murah, dan harga perlengkapan rumah tangga lebih mahal.

 

Ainz cukup lega. Ia lega dengan kekhawatirannya mengenai keuangan.

Mata uang Yggdrasil yang sekarang sepertinya 1G itu sekitar 1,000,000,000. Itu artinya dia tidak perlu menyentuh harta yang ditinggalkan oleh teman-temannya.

 

Nilai 1 emas itu layaknya uang yang banyak, senjata kelas atas para pemain di toko Yggdrasil setidaknya seharga 100 juta. Dan jika ada data enchantnya, bahkan 1 emas pun tidak akan bisa membeli apa-apa. Beberapa Item yang digunakan Ainz harganya lebih dari 1 emas.

 

Ada juga Monster. Banyak hewan buas di daerah pusat Great Forest, seperti manusia setengah elf, dan goblin. Para makhluk setengah manusia juga membuat Kerajaan mereka sendiri.

Mereka dikenal Petualang yang memusnahkan Monster. Kelihatannya beberapa dari mereka adalah Magic Caster. Tentu saja, Kepala Desa tidak pernah melihat mereka secara langsung, ia hanya mendengarnya dari para pedagang yang singgah. Namun, jika Momonga sendiri yang pergi ke kota, dia mungkin bisa menemukan mereka di Guild Petualang.

 

Lagi pula dia juga ingin mengetahui lebih jauh tentang Benteng Kota.

Benteng Kota ini. Kelihatannya Kepala Desa tidak tahu seperti peraturannya, dan sepertinya populasi yang ada di dalam Tembok Kota cukup padat. Karna Kota ini memiliki area yang dibatasi oleh Tiga Kerajaan, dan dibangun untuk menahan serangan, Kota ini belum ada perubahan sampai pada hari ini.

Jika ingin mencari informasi, ini mungkin yang terbaik. Ainz sudah memutuskan itu.

 

Terakhir, meskipun ini sesuatu yang bisa ditertawakan—

Jika ini dunia Yggdrasil, itu bukan lah sesuatu yang aneh jika Jepang ada. Karna game ini buatan Jepang. Ini juga benar-benar dunia yang asing, karna ini sangat aneh Bahasa Jepang bisa dimengerti dengan mudah,

Dan juga, Ainz melihat dari pergerakkan mulut Kepala Desa, tapi itu hal yang lucu dia tidak berbicara mengunakan Bahasa Jepang sama sekali.

 

Pergerakan mulutnya, tidak sesuai dengan suara yang keluar dari mulutnya.

Dia ingin melakukan beberapa percobaan. Pertama membuat Kepala Desa membuat wajah yang meragukan, tapi ketika dibilang bahwa percobaan ini sihir tidak membahayakan, ia setuju.

Lagipula,

Dunia ini sepertinya telah memakan Penerjemahan Konnyaku. Tidak satupun yang tahu siapa yang memberikan itu ke mereka.

 

Dari pada menggunakan Bahasa, itu akan diterjemahkan dengan mengunakan kata-kata mereka sendiri secara otomatis.

Contohnya di Net Terminology, ada kata-kata seperti wktk*. Orang tua yang tidak memakai Internet pasti tidak akan mengerti ya kan? Tidak mungkin mereka bisa. Namun, didunia ini mereka bisa.

Itu karna disampaikan dalam bentuk kata-kata, itu bukanlah sesuatu yang perlu dibesar- besarkan itu hanya perkataan yang disampaikan. Ini rasanya seperti mulut yang berbicara, dan artinya disampaikan melalui telepati.

Jika perkataan diketahui sebagai kata-kata, maka manusia akan bisa berbicara dengan hewan. Contohnya, Anjing dan Kucing.

Masalahnya kenapa itu bisa terjadi.

 

Dan juga itu bukan sesuatu yang aneh bagi Kepala Desa.

Itu seperti biasanya.

Pada dasarnya ini seperti peraturan di dunia ini. Jika ia memikirkannya dengan tenang, sihir—Hukum Entropi—benar-benar tidak ada didunia ini. Faktanya, itu bukanlah sesuatu yang aneh jika dunia ini diatur dengan Hukum yang berbeda.

Masalahnya hanya Ainz sendiri yang tidak tahu banyak tentang Hukum yang ada didunia ini.

 

Contohnya.

Di hari yang panas, kamu masuk ke dalam McDonald, ada pria didepanmu membeli minuman bersoda. Dan setelah itu dia pergi. Es milikmu mencair, apakah kamu menyadarinya?

Tentu saja tidak menyadari itu. Itu adalah kejadian alami yang di atur oleh alam itu sendiri.

 

Dan jika penyihir pergi dari dunia dan menyembunyikan kemampuannya selama sebulan, dan Ainz pergi keluar, siapa yang bakal memperhatikan? Tidak akan ada, ya, kan? Kenapa? Itu sesuatu yang alami.

Itu mungkin alasan yang bodoh, tapi mudah dimengerti.

Lagipula hal yang terpenting adalah jika tidak adanya akal sehat, maka kesalahan pasti akan terjadi.

Saat ini Ainz menyadari kekurangannya itu. Dia harus melakukan sesuatu. Namun, ia tidak punya ide sama sekali. Haruskah ia membawa seseorang dan meminta pendapatnya? Terlalu gegabah.

Tapi hanya itu satu-satunya cara.

“…… Sepetinya aku memang harus pergi ke kota.”

 

Dia memerlukan contoh yang bagus untuk mempelajari akal sehat. Ketika di Roma, lakukan seperti para Romans lainnya. Karena itu adalah sesuatu yang manusia bisa hargai sepenuhnya.

Dia juga perlu mengetahui tentang hubungan dunia ini dengan sihir.

 

Ada banyak hal yang masih ingin ia cari tahu.

Ketika Ainz sedang memikirkan sesuatu, suara injakan kaki terdengar mendekati ke arah pintu kayu yang tipis ini. Itu sepertinya tidak terlalu jauh. Pria ini mungkin tidak sedang terburu-buru.

 

Disaat bersamaan Ainz mengahadap ke pintu itu, ketukan menggema diruangan itu. Kepala Desa melihat Ainz untuk responnya. Dia tidak punya alasan untuk menolaknya.

 

“Aku tidak keberatan sama sekali.”

“Maafkan aku.”

 

Kepala Desa dengan pelan menundukkan kepalanya, berdiri tegap, dan berjalan ke pintu. Ketika pintunya terbuka, seorang penduduk sedang berdiri disitu. Dia pertama melihat Kepala Desa, setelah itu Ainz.

 

“Kepala Desa. saya mengerti bahwa anda sedang kedatangan tamu, tapi persiapan untuk pemakaman sudah selesai…..”

“Oh…..”

Kepala Desa menunduk kepada Ainz meminta izin untuk permisi. Seperti biasa, Ainz tidak ada rencana untuk menghentikannya.

 

“Aku tidak keberatan.”

“Terima kasih banyak, beri tahu semuanya bahwa aku akan segera kesana.”

“Siap.”

 

Penduduk itu pergi dan menutup pintu, Kepala Desa menghadap Ainz dan menundukan kepalanya.

 

“Saya benar-benar minta maaf. Saya harus mengurus pemakaman. Jadi tolong berikan saya waktu sebentar.”

“Aku mengerti…..Aku punya sebuah permintaan. Tapi akan lebih baik jika aku bisa berdiskusi dengan semua orang didesa ini.”

Pada akhirnya, dia tidak mempelajari apa-apa tentang hal yang bersangkutan dengan ke 13 Pahlawan.

Chapter Sebelumnya
Chapter Selanjutnya