Overlord WN Chapter 12 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Translator : Kureshima Rio
Editor : Scraba

Keberangkatan

Pengubururan massal itu berada di pemakaman yang ada di luar Desa. Disana tidak ada batu nisan. Hanya ada batu besar dengan goresan nama-nama almarhum.

Kepala Desa memimpin pelaksanaan penguburan dan mendoakan mereka yang telah meninggal. Ia berdoa atas nama tuhan yang tidak ada di Game Yggdrasil, mendoakan mereka agar beristirahat dengan tenang.

Karena kekurangannya tenaga, tidak semua mayat bisa dikuburkan. Ini adalah bagian pertama dari penguburan.

Ainz yang berdiri jauh dari desa dan melihat. Di antara para Biawarati ada dua orang kakak beradik yang ia selamatkan— Enri dan Nemu Emmott. Dari wajah mereka terlihat tenang dan lega di saat terakhir, mereka mungkin mengingat wajah orang tua mereka

 

Pria itu huh—

 

Ainz memegang tongkat sepanjang 30cm yang berada dibawah jubahnya. Tongkat yang terbuat dari tanduk gajah dan diujung tongkat itu dilapisi emas. Bagian yang tersisa hanya pegangan dan itu dihiasi dengan beberapa Runes. Jadi, tongkat itu mengeluarkan aura Artefact Suci.

 

—-<Wand of Resurrection>

Tongkat ini adalah Item yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan mereka yang sudah meninggal. Biasanya Ainz tidak hanya memiliki satu. Bahkan setelah membangkitkan seluruh Desa, dia masih mempunyai banyak tongkat yang tersisa.

Namun, Kepala Desa bilang tidak ada sihir yang bisa membangkitkan orang yang sudah meninggal dunia, itu akan menjadi sebuah keajaiban.

Penguburan pun akhirnya sampai pada bagian terakhir dan Ainz dengan pelan mengembalikan tongkatnya kedalam Item Box.

 

Ainz bisa dengan mudahnya membangkitkan mereka yang sudah meninggal, tapi ia tidak melakukannya. Itu bukan karna simpati keagamaan. Tapi karna ia pikir tidak ada keuntungannya.

 

Seorang Magic Caster yang bisa membawa kematian dan memberi kehidupan. Tidak sulit untuk membayangkan yang mana yang lebih memberi masalah kepadanya. Mungkin ia bisa meminta kepada Desa untuk merahasiakan kekuatannya sebagai syarat untuk kebangkitan, ia ragu karena rahasia itu tidak akan bertahan cukup lama.

Kekuatan yang mampu membangkitkan. Itu sesuatu yang semua orang inginkan.

Jika situasinya berbeda, dia mungkin akan melakukan itu tapi sekarang ini sangat sedikit informasi yang dia punya.

 

Sepertinya ia akan melihat kehidupan yang ia selamatkan terbuang begitu saja hanya untuk kepentingannya.

 

Dibalik topengnya, Ainz menunjukan senyuman mengejek. Ia melihat Nemu dan Enri menangis dengan keras.

Ainz berjalan dengan pelan kearah luar Desa. Death Knight mengikutinnya dari belakang.

 

Sepetinya ia tergangu dengan upacara penguburan, ini akan memakan sedikit waktu untuk mempelajari lebih jauh tentang dunia ini dan berita yang terjadi disekitarnya. Pada saat ia pergi. Langit sudah gelap

 

“Aku akan pergi sekarang.”

“Ainz-sama. Tolong datang kembali ke Desa ini. Kali ini kami akan berterima kasih dengan benar.”

“Tidak, itu akan menjadi hal yang tidak perlu. Jika Kepala desa mempunyai beberapa barang yang berguna bawalah itu ketempatku, aku akan merasa terbantu. Biasanya, itu akan jadi uang.”

“Saya mengerti. Sampai nanti.”

 

Wajah tersenyum Kepala Desa yang melambaikan tangannya kepada Ainz yang sedang mengepalkan tangannya yang terbungkus sarung tangan besi. Sepertinya ia sudah memberikan kehangatan kepadanya. Ainz yang disambut oleh Kepala Desa dengan aura kehangatan dan mulai berjalan.

Meninggalkan rumah Kepala Desa, disitu ada penduduk dengan wajah tabahnya. Mata Ainz menatap tajam dari balik topengnya. Dia tidak berpikir bahwa gadis itu akan datang lagi.

Disitu ada Enri Emmott

 

“….. Apa itu baik-baik saja?”

“Tidak apa.”

“Apakah kau sudah pernah mengendarai Kuda sebelumnya?”

“Iya pernah.”

 

Disudut Desa ada dua ekor kuda yang sudah diambil dari Prajurit sebelumnya. Salah satu Kuda membawa barang dan dilengkapi dengan Armor.

 

“……Namun, kenapa orang-orang didesa ini memiliki kemampuan mengendarai Kuda?”

“Dulu, seseorang dari Desa ini ikut serta dalam peperangan. Sebagai imbalan untuk pelayanan yang baik, banyak kebutuhan pokok yang masuk. Diantaranya adalah Kuda. Ia mengajari anak-anak bagaimana cara mengendarainya. Jadi kebanyakan anak-anak dari Desa ini bisa mengendarai Kuda.”

 

Ketika ia bertanya ke Kepala Desa. Ia langsung meresponnya.

Begitu. Dari beberapa orang yang berkumpul. Dia memilih gadis itu.

Mungkin ini sedikit kasar untuk dikatakan, ia memilih gadis itu karna kematiannya tidak akan berpengaruh kepada Desa ini. Pria bisa digunakan untuk membangun ulang Desa, Jika dibandingkan dengan gadis muda yang kehilangan kedua orang tuanya, itu sesuatu yang berbeda

 

“Sesuai janji, ini 200 Koin emas.”

 

Ainz memberikan kantong kulit, untuk diberikan kepada Kepala Desa, kantong itu berisikan Koin emas dan diberikan kepada Enri. Kantung itu seberat 4 kilo. Enri membuka kantung itu untuk memastikan isinya sebelum memberikan kepada Kepala Desa.

 

“Tolong lakukan.”

“Iya.”

 

Kepala Desa yang menganggukan kepalanya dengan sungguh-sungguh dan Ainz membuka mulutnya dan melanjutkan pembicaraan.

 

“Tolong lakukan sisanya. Jika kau tidak ada rencana untuk kembali, aku berjanji akan membawamu untuk melihat adikmu satu kali dalam setahun. Kepala desa—-Itu bisa diterimakan.”

“Iya. Saya mengerti.”

 

200 Keping emas. Itu akan menjadi jumlah yang besar didesa jika mencapai 400 Keping emas. Untuk menghidupi kakak beradik Yatim Piatu itu jumlah yang cukup, jumlah itu diperlukan untuk jangka waktu yang panjang demi kebutuhan hidup mereka. Tentu saja jumlah itu sedikit kebanyakan jika kakak tertuanya meninggal. Ini membuat Ainz gelisah, untuk menyapa mereka. Ia bernafas lega dan Enri pun juga menjadi tenang.

Ainz meletakan kulit kambing yang telah ditulis oleh Kepala Desa ke dalam Scroll Case.

 

“Aku akan bertanggung jawab atas keselamatanmu.”

“Iya.”

 

Enri menerima Scroll Case dan meletakannya di pinggang.

 

“Baiklah, aku akan pergi.”

“Terima kasih banyak atas beberapa hal, Kepala Desa.”

“Tidak, saya juga, terima kasih banyak. Ainz-sama. Tidak seorang pun didesa ini akan melupakan apa yang telah anda lakukan didesa ini.”

 

Kepala desa menundukkan kepalanya dan melambaikan tangannya, dan Ainz merespon. Enri juga menundukan kepalanya dengan panik.

Enri berjalan kearah kedua kuda itu.

 

“Itu tidak ma~, tidak perlu sebanyak ini untuk itu.”

 

Mereka berdua berada didepan kuda, Ainz mengeluarkan dua trompet kecil dari Infinity Haversacknya. Ini adalah Magic Item yang sebelumnya sudah dipersiapkan saat kembali dari pemakaman.

Itu tidak ada hal yang khusus, hanya trompet biasa.

Namun, setiap trompet memiliki Sihir yang dapat memanggil pasukan Goblin.

 

Item itu dapat memanggil 12 Goblin berlevel 8, 10 Goblin Archers berlevel 10, 1 Goblin Mage berlevel 10, 1 Goblin Cleric berlevel 10, 2 Goblin Rider dan Wolves berlevel 10, dan 1 Goblin Leader berlevel 12, terompet itu biasanya untuk dijual.

Karna mereka lemah mesikipun banyak, mereka akan menggangu ketika sedang berburu, dan itu tidak akan digunakan. Karna berbahaya, itu dimasukan ke list Item yang berbahaya.

 

“Item ini, ketika ditiup, akan memanggil monster dan akan memakan waktu satu jam. Jika sesuatu terjadi, kau bisa memberikan perintah kepada monster yang terpanggil dari trompet ini. Jika pekerjaanmu selesai dan kau masih belum menggunakannya, kau bisa menyimpannya jika kau menyukainya.”

“Terima kasih banyak.”

 

Enri menganalisa Item ini beberapa kali, Ketika meletakannya di kantong. Kemudian ia melihat Ainz dengan expresi yang aneh.

 

“…..Ada apa?”

“A, Anda orang yang datang menyelamatkan kami, kan?”

“……Apa maksudmu?”

“U, Um……”

“Itu bisa saja orang lain dengan topeng yang sama.”

 

Ainz hanya mengubah ingatan mereka tentang kedatangnya yang menggunakan topeng dan Sarung tangan. Bagian lainnya tidak ia sentuh sama sekali, tapi…..

Ainz membuat gerakan aneh dengan Sihirnya, dan membuat ekspresinya seperti ia melupakan sesuatu. Namun, ia merasa lemas ketika mendengar kata-katanya.

 

“Nada suara itu….”

“…..Hah. itu hal dasar untuk mengubah cara bicaramu ketika berbicara dengan orang lain, biasanya.”

Ia menggunakan suara yang sama pada awalnya dan Enri pun terkejut.

 

“S, Saya benar-benar minta maaf!”

“Ah, tidak apa-apa. Aku tidak marah kok.”

 

Ainz memegang Enri yang menunduk dan memaksanya untuk tegak. Banyak penduduk Desa yang dimana mereka berharap Ainz akan memaafkan Enri.

Genggaman tangan dengan sarung tangan itu pasti sakit. Enri menggosokan bagian tangannya yang digenggam Ainz tadi.

 

“Aku akan mendoakanmu kembali dengan selamat.”

“Iya.”

 

Ia mengarah ke salah satu wilayah Empire. Kepala Desa mengatakan bahwa Empire terus menerus menyerang Desa. Alasan Enri menuju kesana tentunya untuk menghentikan tindakan bodoh Empire dan memberitahu pembantaian prajurit yang dilakukan oleh Ainz.

Itu untuk memberitahu Empire tentang keberadaan Ainz.

 

Itu salah satu alasan dia membebaskan Prajurit sebelumnya.

Itu karena pilihannya sendiri, berita mengenai dirinya tidak diragukan lagi akan menyebar di area sekitar. Namun, ia merasa itu lebih baik baginya jika berita tentangnya disebarkan. Sejak ia membiarkan kabur beberapa Prajurit, ia mungkin mendapat kesan baik. Namun, itu tidak sepenuhnya benar mengenai asal usul Prajurit itu datang.

 

Kenapa jadi seperti ini? Itu karna akan menyusahkan untuk menyebar informasi tentangnya.

 

Tanpa adanya informasi tentang dunia ini, itu akan sangat berbahaya jika bertindak gegabah. Mungkin ada taktik yang lebih baik untuk menyembunyikan dirinya dan secara diam-diam mengumpulkan informasi.

Namun, dia telah menyelamatkan Desa, dan ia tidak bisa melakukan itu.

 

Bahkan jika aku membunuh Prajurit yang menyerang sebelumnya, Kerajaan yang mengirimkan mereka pasti akan mengirim seseorang untuk menyelidikinya. Seperti ilmuan dari duniaku, mereka mungkin menggunakan Sihir untuk penyelidikan.

Meskipun begitu disana pasti ada mereka yang tidak menggunakan Sihir untuk penyelidikan lebih kepada menanyakan penduduk yang selamat dan bertanya tentang apa yang terjadi. Ketika itu, bagaimana pendapat Kingdom mengenai dirinya?

Dari pada berasumsi lebih baik mengurangi kebocoran informasi, itu mungkin ide bagus membawa semua penduduk ke Nazarick. Tapi dari sisi Kingdom, ini bisa dibilang menculik.

 

Bagaimana jika diselamatkan oleh Magic Caster yang sedang berjalan-jalan? …..Magic Caster yang sangat mudah membunuh para Prajurit. Apa evaluasi yang bakal dilakukan oleh setiap Kerajaan nantinya?

Tidak peduli dari sisi mana, jika mereka menyelidiki Ainz, mereka mungkin akan mengurangi hukumannya jika ia menyerahkan dirinya secara sukarela.

 

Dari ketiga Kerajaan, Kingdom, Empire, Theocracy, mana yang akan Ainz pilih untuk menyembunyikan dirinya?

 

Jika pemain Yggdrasil muncul, informasi mengenai mereka juga akan ikut muncul. Ainz membutuhkan sesuatu untuk mencari informasi. Tentu saja, jika dia ingin pergi ke Kota, mereka perlu mengubah ingatan orang-orang sehingga mereka berpikir bahwa Demiurge itu pedagang…..Namun, resikonya besar. Disitu pasti ada kesempatan untuk membuat musuh yang tidak perlu. Dan bergabung dengan kerajaan adalah hal yang paling mudah untuk mendapatkan informasi.

 

Dan untuk kepentingan otonomi Great Underground Tomb of Nazarick, itu akan menjadi pelindung yang bagus untuk menyembunyikan pengaruh mereka dari belakang layar. Ainz tidak mengaggap remeh terhadap kekuatan Kerajaan. Ini akan dipicu oleh fakta bahwa mereka tidak tahu batas kekuatan setiap individu. Disitu mungkin saja ada kesempatan bahwa ada orang yang lebih kuat dari Ainz di antara ketiga Kerajaan itu.

Jika ada sebuah peperangan dan kedua sisi memiliki kekuatan yang tidak begitu jauh, ia tidak akan bisa menghentikannya. Jika disitu ada keberadaan level 10,000 di satu kerajaan, kemudian di Kerajaan lain pasti ada seorangnya yang bisa menjadi saingannya.

 

Kerajaan mana yang bakal ia pilih? Pilihan itu akan memberi banyak kerugian dan keuntungan. Masalahnya posisi apa yang bakal dia ambil.

Dia akan mengilangkan posisi seperti budak jika ada. Dan juga perusahaan yang berhati kotor jika ada.

Dan juga ia lebih suka berada dibawah orang yang memiliki pengaruh. Dia akan mendukung orang yang tepat.

Ini adalah pengetahuan dasar yang bekerja di dunia ini.

 

Biasanya Ainz pergi kesana sendiri akan lebih cepat.

Namun, tidak tahu bakal seperti apa pembicaraan ini nantinya. Dan potensi peperangan masih tidak diketahui.

Bagi siapa yang menerima pekerjaan itu pasti tahu resiko dari perkerjaannya yang sulit. Mereka harus menyiapkan dirinya untuk menghadapi kematiannya.

 

Itu adalah pekerjaan Enri.

Dengan 200 keping emas, dia telah membeli kehidupan Enri

 

“Ainz-sama, terima kasih telah menyelamatkan kami.”

“…..n”

 

Enri menundukan kepalanya dengan hormat ke Ainz.

Ainz ingin muntah karna ia jijik dengan perjudian nyawa seorang gadis yang imut. Jika itu Ainz, ia pasti menggunakan Sihir Teleportasi untuk melarikan diri tapi cara lain mungkin akan lebih efektif. Kembali ke Great Underground Tomb of Nazarick dan mengeluarkan para Monster.

 

Namun, itu jika lawannya tidak berhati-hati. Hanya satu alasan kenapa dia mengirimkan gadis ini karna akan lebih mudah untuk membaca pergerakan musuh.

 

“……Apa kau….Benar baik-baik saja?”

“?”

“Jika kau pergi, kau mungkin tidak akan bisa untuk kembali. Kau mengerti itu kan?”

“…..Disana ada pilihan untuk tidak membiarkan seorangpun pergi. Aku tidak begitu memaksa, jadi kenapa?”

“Tanpa adanya uang tidak mungkin untuk bisa hidup.”

Enri membalas dengan tenang. Ainz berusaha keras untuk tidak mengeluarkan air mata tidak terlihatnya yang ingin keluar dari samping matanya.

 “……n”

 “Karna kedua orang tua saya telah meninggal, dan keadaan Desa saat ini. Itu buruk jika anda melihat kami sebagai pembawa masalah. Dan kata-kata Ainz-sama….. telah memberikan berkah kepada kami.”

“Saya mungkin tidak harus melakukan ini, tapi saya tidak akan bisa hidup hanya menggunakan apa yang ditinggalkan orang tua kami.”

“Itu bisa saja. Atau mungkin tidak sama sekali.”

 

Jika kau punya uang sebanyak 200 koin emas, maka kau akan baik-baik saja kan?, orang luar mungkin akan mengatakan itu. Ainz mungkin akan melakukan hal yang sama. Namun, melihat mata gadis ini, seorang manusia mungkin akan mengatakan kata-kata itu.

Ainz mengerti bahwa bagi gadis ini, setiap koin yang ia bayarkan sangatlah berharga. Ini bukan permainan. Seseorang tidak bisa lagi melihat emas hanya sebagai mata uang Game. Orang-orang mempertaruhkan nyawanya hanya demi sejumlah emas yang sedikit.

 

Merasakan cahaya didepannya, Ainz berdiri dengan tegap.

 

Ia mengerti bahwa hidupnya tidak begitu berarti.

Ainz mengingatkan dirinya sendiri disamping keraguannya. Pilihannya untuk memberikan bantuan kepada seorang gadis yang manis adalah pilihan yang tepat.

 

Ainz mengingatkan dirinya untuk menyingkirkan keraguan itu. Dibawah bayangan disalah satu rumah yang ada di Desa adalah Adiknya Enri—-Nemu.

Perpisahan telah selesai tapi ia melihat ke Kakaknya dengan ekspresi yang kesepian. Ini bisa saja menjadi perpisahan terakhir kepada Kakaknya. Dibawah pengawasan Ainz, dia tahu bahwa ia mencoba dengan keras untuk mengukir ingatan hari ini di pikirannya.

 

Kenapa ia tidak menangis? Kenapa mereka tidak mengucapkan selamat tinggal dengan jarak yang dekat? Kenapa ia tidak membenci Ainz karna telah mengirimkan Kakaknya ke perkerjaan berbahaya.

 

Ainz tidak tahu.

Tapi—-

 

“…..Bawa ini bersamamu.”

 

Ainz mengeluarkan Scroll dari Infinity Haversack.

 

“Apa ini?”

“ini adalah Scroll yang dapat membuatmu kembali ke lokasi tertentu. Sekali dibuka, kau bisa lansung kembali kesini. Namun, kegunaannya harus dipastikan dulu. Itu mungkin tidak bekerja sama sekali. Jika kau menghadapi kesulitan yang tidak bisa diatasi dengan terompet itu, maka gunakan lah Scroll ini.”

“Terima kasih banyak!”

“Setelah menyelesaikan pekerjaan ini, datanglah kerumahku, aku akan menyiapkan perayaan untukmu.”

“Iya. Tidak apa-apa kan jika saya membawa Adik saya juga??”

“Tentu saja, aku akan menunggu kedatangan kalian.”

 

Aku yakin teman-teman ku akan mengerti.

Great Underground Tomb of Nazarick. Adalah tempat yang terlarang bagi orang luar. Ainz melihat keberangkatan Enri. Dia diam-diam berharap bahwa ia akan menjadi orang pertama yang menjadi tamu di Nazarick.

 

Disaat bersamaan, hatinya memikirkan sesuatu yang bodoh.

Apa yang paling penting baginya adalah, tidak membuat kesalahan. Berpikir, berpikir dengan matang.

Ini seperti kutukan.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded