Overlord WN Chapter 8 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Pecahnya Perang Bagian 2

Sambil duduk di kursi yang megah, Momonga menyaksikan cermin setinggi satu meter. Namun, itu tidak memantulkan cerminan dirinya.
Sebuah dataran. Cermin itu seperti televisi, menunjukkan pemandangan yang berbeda.
Dia mengulurkan tangannya, dan menggesernya ke kanan.
Seperti kamera, tayangan itu meluncur bersamaan dengan jarinya. Membawa tongkat akan merepotkan, jadi dia mengembalikannya ke dalam item box.

Mirror of Remote Viewing.
Di Yggdrasil, item ini digunakan untuk mengintip area-area yang penuh sesak dengan orang-orang, seperti istana dan kota, item yang memungkinkan pengguna untuk memilih waktu terbaik untuk berbelanja. Namun, sekarang sudah berubah menjadi item yang bisa memantulkan sebuah pemandangan.

Melihat ke bawah pada pemandangan yang sepertinya datang langsung dari sebuah televisi, pemandangan itu meluas di hadapannya.
Saat ini adalah pagi hari. Embun pagi di rumput yang indah berkilauan oleh cahaya pagi.

“Fumu”

Momonga menggambar lingkaran di udara, menyebabkan pemandangan berubah.
Sudah satu jam sejak dia menyadari fungsi item magic ini telah berubah. Dia harus menguji banyak hal, tetapi tidak mungkin seorang manusia bisa melakukannya sendiri.
Jujur, dia muak dengan itu.

Karena dia sudah menjadi seperti ini, dia tidak memiliki keinginan untuk tidur. Dan dia terus-menerus menemukan dataran, tetapi itu terlihat aneh bagaimana pemandangan itu hanya terdapat dataran saja.
Bagaimana caranya merubah jarak tampilan. Sambil berpikir tentang betapa hebatnya memiliki instruksi manual, Momonga mengulangi tindakannya.

“Oh!”

Setelah sedikit bereksperimen, akhirnya dia berhasil. Kebahagiaan yang dia rasakan adalah seperti seorang programmer yang baru saja bekerja 8 jam lembur dan akhirnya selesai. Dengan mengulangi hal itu beberapa kali, ia akhirnya berhasil mencapai puncaknya.

“Haa, aku lelah.”

Sambil bergumam dengan dirinya sendiri, dia menoleh.

“Oke, selanjutnya.”

Seolah-olah mendapatkan mainan baru, Momonga bergerak ke dalam pandangan dari mata burung. Dia mencoba memperluasnya seluas mungkin.

Pertama dia akan mencoba untuk melihat markasnya sendiri, Great Underground Tomb of Nazarick.
Di Yggdrasil, mereka berada di tengah rawa, tetapi Sebas mengatakan bahwa mereka dikelilingi oleh padang rumput.

Great Underground Tomb of Nazarick berada 300 meter dari keempat arah tersebut.
Itu tertutup oleh dinding yang melingkar setinggi 6 meter, dengan dua pintu gerbang masuk, depan dan belakang.
Tanahnya tetap bersih, dan cukup indah, tetapi pohon raksasa di kuburan itu memberi suasana yang suram.
Tidak ada pola pada batu nisan itu, dan kombinasi dari kekacauan dan permukaan yang hancur itu memberi perasaan tidak menyenangkan. Ada banyak patung dewi dan malaikat menghiasi kuburan, beberapa di antaranya bisa dianggap sebagai seni.
Dan kemudian ada 4 makam di 4 arah mata angin dengan mausoleum besar di tengahnya.
Daerah sekitar makam pusat, yang berfungsi sebagai pintu masuk ke Great Underground Tomb of Nazarick, terdapat 8 hingga 10 meter sosok yang mengenakan armor.

Itu adalah pemandangan yang biasa dia saksikan. Tapi melihatnya dari atas membuatnya terasa lebih nyaman.
Awalnya, mereka adalah pasukan skeleton sama seperti Older Guards, tapi mungkin saja mereka sedang mundur dan dia tidak dapat melihat mereka.

Merasa puas dengan apa yang dilihatnya, dan Momonga mulai mencari tempat yang terdapat manusia.

Sudah beberapa saat berlalu, dan sebuah desa tercermin didalam cermin.
Itu sekitar 2 kilometer barat daya dari Nazarick. Desa itu dekat dengan hutan, dan ladang gandum yang menghiasi sekitarnya. Mungkin kata Pastoral akan cocok dengan itu.

Momonga memperbesar area desa dan merasa tidak nyaman.

“……Perayaan?”

Itu masih pagi, namun orang-orang memasuki dan meninggalkan rumah mereka, dan berlarian. Mereka semua bergegas kesana kemari.
Memperluas pandangannya, Momonga keheranan.
Orang-orang yang dia pikir adalah penduduk desa berpakaian lusuh dan ada orang-orang berpakaian seperti prajurit melambai-lambaikan pedang mereka.
Adegan yang “biasa”. Setiap kali para prajurit mengayunkan pedang mereka, seorang penduduk akan jatuh. Penduduk desa tidak bisa melakukan perlawanan. Mereka dengan putus asa melarikan diri. Dan kemudian para prajurit akan mengejar mereka dan membunuh mereka. Kuda-kuda yang biasa mereka kendarai ada di ladang, sedang memakan rumput.
Ini adalah pembantaian.
Momonga merasa ingin muntah.

“Tch!”

Meludahkan rasa jijiknya, dia akan mengganti adegan itu. Desa itu tidak memiliki nilai. Jika dia pergi, dia hanya akan melihat mayat. Maka tidak ada gunanya mengawasi lebih jauh. Dia tidak mendapatkan kesenangan apapun dari menyaksikan pembunuhan.

Momonga bukanlah sekutu keadilan.
Levelnya adalah 100, tetapi mungkin saja tingkat normal didunia ini 10.000, sama seperti apa yang dia katakan kepada Demiurge. Dia tidak bisa dengan ceroboh menilai situasi seperti itu. Jika Sebas atau Demiurge ada di sini, dia bisa mengirimnya, tetapi satu-satunya di ruangan ini adalah Momonga.
Selain itu, prajurit mungkin memiliki beberapa alasan untuk membunuh penduduk desa. Penyakit, ataupun kejahatan misalnya. Dia bisa memikirkan banyak alasan lainnya. Jika dia memusnahkan mereka, dia mungkin akan menjadi musuh dari kerajaaan tempat para prajurit itu berasal.
Ada terlalu sedikit informasi. Jikapun ada, mungkin ada baiknya untuk pergi dan menyelamatkan mereka.
Namun, tidak ada gunanya menyelamatkan desa itu.

Harga sebuah kehidupan bervariasi sesuai dengan lokasinya. Di Jepang saat ini contohnya, harga sebuah kehidupan disana tinggi. Namun, jika kau pergi ke Afrika, itu akan turun secara signifikan.
Bagi mereka yang tidak tahu dunia di mana mereka menganggap semua kehidupan adalah sama, hanya ada satu kalimat yang dapat dikatakan. Antara orang penting dan orang asing, siapa yang akan kau selamatkan?
Sangat mudah bagi hidupmu untuk dicuri. Ini harus diingat setiap saat.

Benar–

—Momonga bukanlah sekutu keadilan.

Meskipun dia telah mempertahankan rasa tenangnya, dia sebenarnya sangat marah. Dia menggerakkan tangannya, dan bagian lain dari desa lalu menunjuknya.

Di sana, 2 prajurit berusaha memisahkan seorang prajurit dan seorang warga desa. Dia dengan paksa ditarik dan dibuat berdiri dengan tangan tertahan. Di depan Momonga, penduduk desa ditikam dengan pedang. Sekali, dua kali, tiga kali—- Dia ditikam berulang kali oleh prajurit yang marah.
Kemudian, dia ditendang dan terpelanting. Darah mengocor ke mana-mana saat dia berguling-guling di tanah.

Itu tentu saja, suatu kebetulan.
Meskipun di Yggdrasil, tidak ada yang bisa mendeteksi pengguna cermin.

—Tatapan antara penduduk desa dan Momonga bertemu. Itu mungkin hanya dia tapi—-.
Sementara darah mengisi mulutnya, dia memaksa mulutnya bergerak. Penglihatannya kabur dan dia mungkin tidak tahu apa yang dilihatnya. Tapi dia masih bertahan hidup, dan memaksakan kata-kata itu keluar dari mulutnya.

– Tolong selamatkan anak-anakku.

Sekali lagi, Momonga bukanlah sekutu keadilan. Dia tidak akan mendapatkan apa pun dari ini, dia tidak akan membantu mereka yang bahkan bukan kenalannya. Manfaat bukanlah segalanya, tetapi itu juga penting.

Namun, walaupun begitu—

Jika ada manfaatnya sekalipun- Itu adalah karena menyelamatkan mereka.

“Aku harus menyelidiki kemampuan bertarung mereka.”

Ditunjukan kepada siapa kata-kata itu?
Sambil bergumam, Momonga menggunakan pandangan burung untuk melihat situasi. Dia mencari tempat-tempat di mana beberapa penduduk desa masih hidup.
Ketika dia menemukan satu, seorang gadis muda baru saja memukul mundur seorang prajurit. Dan dia mengambil sebuah tangan, tangan yang lebih kecil, mungkin adik perempuannya, dan akan segera kabur.
Dia membuka Item boxnya, dan mengambil Tongkat Ainz Ooal Gown.
Pada periode itu, punggung gadis itu sudah terluka. Wajah Momonga bercampur dengan rasa jijik. Momonga langsung melafalkan mantranya.

<—- Greater Teleportation>

Pandangan, dan tempatnya berdiri telah berubah ketempat di mana dia melihat sebelumnya.

Ada 2 gadis muda.
Yang terlihat seperti Kakak, yang lebih tua memiliki rambut yang memanjang sampai ke dadanya. Kulitnya yang kecokelatan dan sehat, pucat karena ketakutan. Mata hitamnya meneteskan air mata, dan jika wajahnya sedang tidak takut, dia mungkin cukup imut.
Wajah Adiknya dibenamkan kedada kakaknya, tubuhnya yang ketakutan gemetar. Dia mungkin ketakutan. – Tidak, itu wajar. Akan aneh jika dia tidak ketakutan.

Melewati kedua gadis itu, dia mengirim tatapannya ke arah prajurit di belakang mereka.
Dia mungkin terkejut dengan teleportasi Momonga yang mendadak. Tangannya gemetar.

Momonga telah menjalani kehidupan yang jauh dari kekerasan. Paling-paling hanya bertempur di Yggdrasil.
Meskipun dia tidak pernah mengalami situasi hidup dan mati, dia saat ini sangat tenang.

Tangan kosongnya yang diulurkan—- Dan merapalkan mantra.

<—- Grasph Heart>

Itu adalah sihir Tingkat 9. Sebuah sihir di mana kau menggenggam dan menghancurkan jantung lawan. Jika lawan menahan serangan itu, lawan akan terkena efek stunned untuk sementara waktu.
Itu adalah salah satu mantra kematian instan yang dapat digunakan Momonga dengan baik. Terutama karena akan ada mayat– sampel yang didapatkan.

Prajurit itu roboh. Perlawanannya terlalu lemah. Jadi dia mati.
Momonga menatap dingin pada prajurit yang roboh itu.

Hal yang tidak terduga adalah – Dia tidak merasakan apapun ketika membunuh manusia.

Apa itu efek dari tubuh undead? Atau mungkin kemarahan saat melawan prajurit itu?
—Tidak, itu adalah sesuatu yang berbeda. Momonga tidak tahu apa itu. Sampai sejauh ini dan belum bisa mengambil langkah terakhir, dia merasa frustrasi.

Momonga mulai berjalan. Karena dia telah membunuh prajurit itu, gadis-gadis itu pasti merasa takut. Jadi dia pergi tepat ke sebelah mereka. Pada saat itu, sang kakak mengeluarkan suara bingung. Momonga tidak tahu apa artinya, tapi dia merasa tidak perlu mencari tahu. Bagaimanapun, ia harus terlebih dahulu memastikan keamanan tempat ini.

Dia melihat punggung si kakak itu yang pakaiannya robek, dan melihat darah mengalir di punggungnya. Ketika saat-saat itu, dia menyembunyikannya di belakang dirinya. Dan kemudian dia menatap seorang prajurit yang baru saja berada di sisi sebuah rumah.
Prajurit itu juga memperhatikannya. Ketakutan, dia mundur satu langkah.

“…… Kau bisa mengejar para gadis tapi apa kau tidak bisa melawan lawan yang lain?”

Sambil bergumam, Momonga memikirkan mantra berikutnya yang harus dia gunakan.
Yang sebelumnya adalah mantra tingkat tinggi. Dan dengan demikian dia tidak bisa memastikan seberapa kuat para prajurit itu. Efek seperti apa yang dimiliki sihirnya terhadap para prajurit.
Kekuatan dunia ini – Ini adalah kesempatan bagus baginya untuk mencari tahu.

“—- Akhirnya, meski aku merasa tidak enak memaksakan eksperimen ini padamu, bukankah menurutmu lebih baik bagi kita untuk bermain bersama?”

<Magic Arrow>

Terciptalah 10 bola cahaya, dengan melesat menuju prajurit itu, sihir yang cukup nyaman. Yang pertama adalah membuatnya melayang, yang kedua mengangkatnya ke udara. Lalu terbang kearah prajurit yang sedang terangkat itu. Dan kemudian, seperti dalam sebuah game fighting, melakukan Combo.
Seperti boneka rusak yang talinya putus, prajurit itu jatuh ke tanah. Tentu saja dia tidak bergerak.

Momonga telah mempersiapkan diri untuk ronde berikutnya, tetapi dia bingung.
Magic Arrow adalah sihir tingkat 1 – Tingkat terendah. Meskipun fakta bahwa jumlah panahnya meningkat sesuai dengan level, dan sihirnya cukup nyaman, tetapi sulit untuk menyerang satu monster dengan level 10.

Kalau begitu, prajurit itu berada di bawah level 10 di Yggdrasil ……

…… Dia tidak bisa memikirkan hal lain.

Tubuhnya terasa lemas. Itu terlalu lemah.
Tentu saja, ada kemungkianan bahwa hanya 2 dari mereka yang lemah. Namun, masih sulit untuk mendapatkan kembali kekhawatiran seperti yang sebelumnya.
Bagaimanapun, jika situasi itu menjadi berbahaya, dia akan segera menggunakan transfer magic. Dan juga ada kemungkinan bahwa pertahanan dan kekuatan tubuh mereka memang tidak ada tetapi kekuatan serangan mereka sangat tinggi. Momonga mungkin bisa langsung terbunuh. Pikiran-pikiran itu membanjiri kepalanya.
Di Yggdrasil, jika kau memukul leher, itu akan dihitung sebagai critical hit, dan kerusakan yang diterima juga akan sangat meningkat, jika itu adalah dunia nyata, kau sudah pasti mati.
Kekhawatiran Momonga yang hilang telah berubah menjadi kewaspadaan. Jika dia ceroboh, dia akan mati seperti orang bodoh.
[T/N: Critical Hit, Pukulan telak. Setiap game action biasanya ada istilah seperti ini]
Pertama, dia harus menyelidiki kemampuan mereka.

Momonga menggunakan kemampuan spesialnya.

—Penciptaan Undead Tingkat Tinggi: Death Knight—-

Momonga menciptakan satu monster undead dengan special skillnya. Itu mungkin baginya untuk menciptakan undead yang kuat, tetapi dia menciptakan undead yang dapat digunakan sebagai tameng setiap kali dia bermain solo.
Death Knight adalah yang terbaik dari semua monster undead yang bisa dia gunakan sebagai tameng.
Levelnya adalah 35, tetapi pertahanannya setara dengan monster level 40. Namun, serangannya sama seperti monster level 25. Ketika Momonga bertualang, itu akan langsung terbunuh oleh monster yang kuat, tetapi fakta bahwa ia bisa menahan satu serangan sudah cukup untuk seorang magic caster seperti dirinya.

Dan monster yang akan dia gunakan adalah itu— Momonga memutuskan.

Di Yggdrasil, saat dia memanggil monster, itu akan menyebabkan udara di sekitarnya mendidih dan kemudian muncul.
Tapi, sepertinya berbeda di dunia ini.

Kabut hitam mengalir keluar dari langit, lalu jatuh dan melilit prajurit yang jantungnya sudah hancur.
Kabutnya membesar —- Dan menelan prajurit itu. Dan kemudian si prajurit, yang tidak bisa lagi dianggap sebagai manusia, tersentak, dan sambil terhuyung-huyung, berdiri.
Itu membuat suara “gobori”, dan cairan hitam mengalir keluar dari celah antara helm prajurit itu. Mungkin saja itu berasal dari mulutnya.

Cairan lengket mengalir, membungkus dan menutupi seluruh tubuhnya. Itu akan membuat orang berpikir tentang manusia yang dimakan oleh lendir.

Setelah prajurit itu benar-benar tertutup dalam kegelapan, bentuknya mulai berubah.

Setelah beberapa saat, kegelapan itu mengalir ke tanah, di sana berdiri eksistensi yang disebut roh seorang kesatria.

Tingginya 2,3 meter. Sama seperti tinggi badannya, tubuhnya pun juga lebar. Itu lebih mirip dengan binatang daripada manusia.
Perisai besar di lengan kirinya menutupi ¾ tubuhnya – Sebuah perisai yang menjulang, dan tangan kanannya memegang flamberge. Awalnya, kedua tangannya memegang pedang sepanjang 1,3 meter, tetapi raksasa ini bisa menggunakannya dengan mudah hanya dengan satu tangan. Pedang itu memiliki aura hitam kemerahan yang memancar keluar darinya, dan berdenyut seperti jantung.
Dan yang menutupi tubuh raksasa itu adalah full-body armor yang hitam. Pembuluh darah seperti pola merah menjalar di atasnya. Selain itu, tidak seperti armor sebelumnya yang dirancang karena fungsinya, yang satu ini adalah perwujudan dari kekejaman, dan duri tumbuh dari seluruh tubuhnya.
Helm itu seperti iblis, wajahnya bisa terlihat. Di dalamnya ada mayat busuk seseorang. Di dalam rongga mata yang menganga itu adalah kebencian terhadap kehidupan dan keinginan serta harapan akan pembantaian.
Dengan jubah hitam legamnya berkibar tertiup angin, Death Knight menunggu perintahnya. Sikapnya yang mengesankan sepertinya cocok untuk seorang ksatria undead.

“Prajurit di desa—” Momonga menunjuk mayat ksatria pertama yang telah dia bunuh dengan Magic Arrow. “Bunuh mereka.”
“OooaaaAaaaaa—– !!”

Sebuah raungan –
Siapapun yang mendengar, seluruh tubuhnya akan merinding. Rasa hausnya akan darah mencekik, dan udara yang bergelombang.

Itu adalah sinyal awal dari pembantaian yang tidak biasa.
Para pemangsa berubah – Mereka telah menjadi buruan.

Death Knight mulai berlari. Hanya berlari. Tanpa ragu, itu seperti anjing pelacak yang telah menemukan mangsanya. Sebuah emosi yang tidak bisa dipahami oleh manusia — Kebencian atas kehidupan membuatnya lebih kuat.

Momonga memperhatikan saat Death Knight tampak lebih kecil dari kejauhan, dan membandingkan perbedaanya dengan saat di Yggdrasil.

Jika dia bisa menentukannya, itu akan membuatnya merasa terbebas.

Biasanya, Death Knight seharusnya berada di sisi summoner-nya, dan menerima damage dari monster. Mereka akan menerima perintah dengan cara itu dan tidak akan bergerak atas kemauan sendiri. Karena begitulah cara AI dibangun.

Akan lebih baik jika itu tidak menghalanginya tapi …… Ketika dia berpikir bahwa dia tahu sesuatu, dia telah membuat kesalahan besar. Kesalahan yang lahir dari anggapan sebelumnya. Setiap orang membuat kesalahan, tetapi situasi saat ini dapat mengakibatkan konsekuensi yang fatal bagi Momonga.
Momonga menyipitkan matanya, dan menggunakan sihir yang dia simpan di gelang pada lengan kanannya.
Sihir yang telah dia aktifkan adalah <Sense Enemy>. Tidak ada musuh di sekitarnya.

“Sekarang……”

Momonga berbalik dan melihat ke belakang. Dua gadis sebelumnya memperhatikan tatapan Momonga dan mencoba menutup tubuh mereka, bahkan berusaha menyembunyikan diri. Alasannya mungkin adalah sosok Death Knight yang muncul. Atau mungkin itu karena raungannya.

Itu wajar …….. sebagai orang yang telah membunuh para prajurit di depan mata mereka, dia bisa memahami ketakutan mereka.
Dengan anggapan seperti itu, Momonga menghadapi kakaknya dan mengulurkan tangannya. Aku akan menyembuhkan lukamu. Suatu tindakan yang tampak seolah begitu.

…… Sebagai orang yang akrab dengan game Yggdrasil, Momonga tidak terkejut dengan penampilan seorang Overlord. Bahkan jika dia berdiri di depan pemain lain tidak ada yang akan takut juga.
Itu karena semua orang tahu bahwa itu adalah permainan, dan mereka memiliki informasi bahwa penampilan dan monster seperti itu ada.

Namun. Bisa dibayangkan. Apa yang akan terjadi jika orang itu tidak tahu? Bagaimana jika itu adalah dunia nyata? Apa yang akan terjadi jika monster yang bisa dengan mudah membunuh manusia mengulurkan tangannya ke arahmu?

Hanya ada satu reaksi.
Ruang di antara kedua kaki kakak itu basah. Dan adiknya juga——

“……”

Ada bau amonia yang menyengat di sekitarnya. Gelombang kelelahan, yang seharusnya tidak mempengaruhinya, menimpa dirinya. Momonga tidak tahu harus berbuat apa.

“…… Tapi mereka sepertinya terluka.”

Namun, sebagai anggota dari serikatnya, Momonga menggunakan kemampuan yang telah dia asah. Sambil berpura-pura tidak melihat apapun, dia membuka Item Box-nya, dan mengeluarkan tas. Tas itu bernama Infinity Haversack —- Bisa membawa hingga 500 kilogram berat badan.
Meskipun Item Box memungkinkanmu untuk menyimpan jumlah item yang tak terbatas, ketika item ditempatkan di dalam tas ini, sebuah shortcut dapat digunakan untuk mengaktifkan item. Namun, Item Box tidak mengijinkan itu.
Letakkan item-item yang ingin kau gunakan secara instan di dalam tas ini. Itu adalah fakta yang bahkan seorang newbie di Yggdrasil pun tahu.

Momonga memegang salah satu dari Haversack Infinity. Terdapat ramuan di dalam sana.

Dia meletakkan tangannya di dalam dan tanpa ragu mengeluarkan ramuan merah.
Minor Healing Potion.
Memulihkan 50HP, itu adalah obat yang sering digunakan pada awal-awal Yggdrasil. Namun, item ini tidak berguna bagi Momonga. Alasannya karena, ramuan pemulihan ini memiliki energi positif, dan akan memberikan kerusakan pada undead seperti Momonga. Sebuah racun.
Satu-satunya alasan mengapa ia tetap menyimpan hal seperti itu adalah ketika ia pergi bertualang bersama teman-temannya, anggota partynya akan menggunakannya.

“Minum.”

Momonga mengulurkan obat merah, menyebabkan wajah sang kakak dipenuhi rasa takut.

“Saya, saya akan meminumnya. Jadi biarkan adik saya—- ”
” Onee-chan!

Sang adik hampir menangis dan mencoba menghentikan sang kakak. Si Kakak meminta maaf dan mencoba mengambil ramuan itu.
Apakah mereka mengira itu racun atau darah manusia atau semacamnya?

“……Apa ini?”

Meskipun banyak orang-orang yang masih sekarat dan terbunuh. Meskipun Momonga adalah orang yang mudah mengerti, lelucon macam apa ini. Kemarahan mendidih di dalam dirinya.

“Cepat dan minum. Kau tahu, ketika aku bermain-main di sini, penduduk desa lainnya sedang sekarat, ”

Sebagai tanggapan terhadap kata-kata itu, sang kakak membelalakkan matanya, dan meminumnya dalam satu tegukan.
Dan kemudian, dia menunjukkan ekspresi terkejut.
Dia menyentuh tangan kanannya, dan kemudian punggungnya. Dia terkejut oleh kurangnya rasa sakit.

“Tidak mungkin……”

Dia mungkin tidak bisa percaya, dia menyentuh lengan kanannya berulang kali.

Jika ramuan penyembuhan telah diminum, efek akan muncul, Momonga mengukir informasi itu ke dalam ingatannya. Maka pertanyaan berikutnya pun muncul. Apa yang akan terjadi jika digunakan langsung ke luka? Pengujian lebih lanjut perlu dilakukan.

“Apakah rasa sakitnya hilang?”
“Iy, iya.”

Sang kakak itu membuat wajah kosong.
Jika hanya tingkat luka seperti ini, maka ramuan Minor Healing akan berhasil, ya. Momonga beralih ke pertanyaan berikutnya. Ini pertanyaan yang tidak bisa dihindari. Tergantung jawabannya, semuanya bisa berubah.

“Apakah kau tahu tentang sihir?
“Eh?”
“Apa kau sudah pernah melihat manusia yang bisa menggunakan sihir? Aku bertanya padamu. ”
“Tidak, saya belum pernah melihat …”

Momonga mendecakkan lidahnya dan menahan kekesalannya. Itu tidak masalah jika sihir tetap menjadi rahasia. Namun, jangan salah. Jika Momonga dan yang lainnya adalah satu-satunya yang bisa menggunakan sihir, maka itu akan merepotkan.
Jika itu yang terjadi maka dia harus membatasi penggunaan sihirnya. Karena harus menekan keuntungan, dia merasa tidak nyaman.
Sang kakak tampak seperti dia akan mengatakan sesuatu, dan Momonga menggunakan rahangnya untuk memberi isyarat padanya untuk melanjutkan.

“……Tapi.”
“Apa?”
“Saya pernah mendengar bahwa ada orang-orang seperti itu di kota ……”
“…… Begitukah, kalau begitu ini akan lebih cepat. Aku adalah seorang magic caster. ”

Merasa lega, Momonga menggunakan sihir.

<Anti-life Cocoon>
<Wall of Protection from Arrows>

Seperti jaring laba-laba, dengan benang kristal, dengan kedua kakak beradik itu berada di tengahnya, membentuk kubah 2 meter di sekeliling mereka. Selanjutnya, meski tak terlihat, aliran udara berubah. Awalnya, sihir ini akan sempurna jika dia merapalnya. Namun, bagaimana sihir bekerja di dunia ini tidak jelas, dia tidak melakukannya. Jika ada seorang magic caster, itu akan sangat disayangkan.

“Sebuah sihir yang menghalangi makhluk hidup, dan sihir yang menghalangi panah. Kecuali musuh menggunakan gas beracun atau sihir, kalian seharusnya akan baik-baik saja. – Namun, mudah untuk keluar dari sana. Tapi, jika kalian melakukan hal bodoh itu, ketahuilah bahwa aku tidak akan menyelamatkan kalian untuk kedua kalinya. ”

Setelah menjelaskan sihir kepada kakak beradik itu yang terkejut, Momonga mulai berjalan pergi. Dia mulai mengingat bentuk keseluruhan desa itu.

“Um, permisi—”
“—Ada apa lagi?”

– Ketika dia hendak pergi, dia dihentikan oleh si kakak. Momonga menelan hasratnya untuk berteriak. Mereka adalah korban. Mereka mungkin kehilangan keluarga mereka. Mungkin kenalan mereka juga. Bagaimana dia bisa melampiaskan rasa frustrasinya pada mereka.

“Na, nama anda ……” Gadis itu menelan ludahnya dan bertanya. “Tolong beri tahu kami nama anda?”

Dia hendak memperkenalkan dirinya tetapi kemudian menutup mulutnya.
Bagaimana dia harus memperkenalkan dirinya? Momonga adalah Guildmaster dari Ainz Ooal Gown. Sekarang, siapa dia? Nama Tuan dari Great Underground Tomb of Nazarick adalah ……

Momonga berpikir.

Teman temanku–
Apa yang dipikirkan mereka semua tentang menggunakan nama itu? Apakah mereka akan merasa senang? Atau apakah mereka akan marah?
Sejak dia datang ke sini, dia ingin mengatakannya. Nama itu tidak dapat digunakan untuk seseorang. Dia segera menenangkan diri.
Nama itu mencerminkan keberadaan di puncak tertinggi. Jika pergi ke reruntuhan, maka dia akan membuatnya lagi menjadi sebuah legenda.
Aku akan mengembalikan lagi guild kami menjadi sebuah legenda.

“—-Aku adalah penguasa dari Great Underground Tomb of Nazarick, Ainz Ooal Gown.”

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded