Overlord WN Chapter 9 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Keputusasaan

Di sana, orang yang memburu sekarang menjadi buruan.
“Ooooaaa AAAA !!”

Suasana yang menegangkan. Sama hal nya dengan itu, monster yang ada didepan mataku – Death Knight bergerak maju.
Tanpa sadar aku mundur dua langkah.

Armorku gemetar, dan suara gemerincing keras bisa terdengar oleh telingaku.
Ujung pedang yang kupegang gemetar. Tentu saja, aku tidak sendirian. Mengelilingi Death Knight itu, ada 18 orang yang melakukannya.
Tidak ada yang mencoba melarikan diri. Apakah karena keberanian mereka?
Tidak, bukan itu. Mereka takut untuk mengalihkan pandangan mereka meski hanya sedetik saja. Saat mata mereka teralihkan, monster itu akan mengayunkan pedangnya. Itu dapat dipahami oleh intuisi yang dimiliki setiap makhluk hidup.

Suara-suara gigi yang menggeram bisa terdengar.

Londes Di Granp mengutuk takdirnya yang diberikan Tuhan. Dia mungkin telah mengutuknya berkali-kali dalam beberapa menit terakhir, itu adalah pertama kalinya yang pernah dia lakukan di masa hidupnya. Jika Tuhan benar-benar ada, dia mungkin akan turun dan menghabisi kejahatan ini. Kenapa dia harus mengabaikan orang yang sangat beriman seperti Londes?

Tidak ada yang namanya Tuhan.
Hanya orang bodoh yang akan memuja-muja hal bodoh seperti itu, tapi Londes bukanlah orang yang bodoh, kan?

“HaiAAAA!”

Jeritan yang nyaring bergema di sekelilingnya. Salah satu prajurit yang sedang mengepung menyerah pada ketakutannya, melarikan diri sambil menunjukkan punggungnya pada musuh.
Jarak antara mereka dekat dengan seketika, seolah seperti busur yang tegang tersentak dengan sangat cepat. Jeritan itu seharusnya telah menghancurkan mental mereka. Biasanya, itulah yang akan terjadi. Namun, di antara orang-orang yang mengepung, tidak ada yang berani melarikan diri.

Angin hitam menyapu pandangan Londes.
Ketika prajurit yang sedang melarikan diri itu hendak melakukan langkah ketiga nya, saat itulah dia membuat suara yang mengerikan ketika tubuhnya terbelah menjadi dua.
Sisi kanan dan kirinya terpisah, dan jatuh ke tanah. Sosok yang membelah prajurit itu menjadi dua bermandikan darah. Bau busuk dari isi p3rut menyebar ke sekitarnya, dan organ-organ merah yang tercecer ketanah.

“Kuuuh.”

Flamberge itu diayunkan ke bawah. Death Knight yang bermandikan darah dan menatap dengan tajam, menggeram dengan keras. 
[T/N : Flamberge, Pedang berbilah api atau pedang berayun gelombang memiliki gaya pisau yang khas. Gelombang di pisau sering dianggap menyumbang kualitas seperti api pada penampilan pedang. Sementara sebagian besar dekoratif, beberapa atribut dari pisau yang melambai berguna dalam pertempuran. Wikipedia (Inggris). Jadi Flamberge itu senjatanya Death Knight ya]

Suara kegembiraan—-
Dia sedang menikmati prosesnya. Membunuh komplotan Londes, mandi dengan darah mereka——
Meskipun wajahnya membusuk, ekspresinya masih bisa dibaca layaknya manusia. Death Knight sedang bersenang-senang.

Keberadaan yang mutlak yang melebihi mereka – Sang Algojo berdiri di sana.

Mencari bantuan, Londes mengubah arah pandangnya.
Mereka berada di tengah-tengah desa. Sebuah ruang terbuka, di mana 40 penduduk desa yang lemah meringkuk ketakutan ketika menyaksikan Londes dan para komplotannya. Anak-anak bersembunyi di balik balok kayu, yang sedikit lebih tinggi dari tubuh mereka.
Beberapa memegang tongkat kayu, tetapi tidak bergerak. Mereka tidak bisa memegang senjata mereka dengan benar karena ketakutan.

Ketika Londes dan yang lainnya menyerang desa, mereka mengumpulkan penduduk desa ke tengah-tengah desa.
Setelah rumah-rumah dikosongkan, mereka dibakar dengan minyak kimia. Lagipula, ruang bawah tanah yang tersembunyi adalah hal umum di desa semacam ini.
Di sekitar desa ada empat prajurit yang menggunakan busur, berpatroli. Jika ada yang melarikan diri ke pinggiran desa, mereka akan membunuhnya. Tentu saja, akan ada penduduk desa yang berpikir untuk melarikan diri ke hutan yang membuatnya merepotkan, jadi dua prajurit juga ditempatkan di sana.
Meskipun pembantaian itu mengalami sedikit masalah, namun semuanya berjalan lancar dan mereka berhasil mengumpulkan semua penduduk desa di satu tempat.

Mengumpulkan mereka, membunuh mereka dan membiarkan beberapa orang melarikan diri – begitulah seharusnya.

Londes ingat momen itu.
Adegan itu yang masih membekas dalam pikirannya.

Ketika salah satu penduduk desa akan melarikan diri, lalu prajurit yang hendak menebasnya dari belakang —- Elion — Melayang di udara. Apa yang terjadi? Situasi yang gila seperti itu mustahil untuk memahaminya.
Armor yang menutupi seluruh tubuh, bahkan dengan bantuan sihir, beratnya masih sekitar 10 kilogram. Seorang prajurit yang merupakan laki-laki dewasa akan memiliki berat 80 kilogram. Jadi total berat prajurit itu sekitar 90 kilogram terlempar di udara seperti bola.
Elion terbang 7 meter ke udara, jatuh ke tanah, dan tidak dapat menggerakan tubuhnya.

 Di tempat Elion berada, terdapat raksasa hitam. Perisai raksasa yang telah menerbangkan Elion secara perlahan diturunkan.

Itu adalah awal keputusasaan.

Pada awalnya seseorang menebasnya sambil panik
Namun karena armor yang menutupi tubuhnya, bahkan jika prajurit itu berhasil melewati perisainya, tidak akan ada satupun goresan yang bisa dibuatnya.
Selain itu, Death Knight tidak menggunakan pedangnya, dan monster itu hanya melambaikan perisainya seperti sedang bermain – Tidak, ketika bermain seperti itu, prajurit-prajurit itu diterbangkan olehnya. Menggunakan tingkat kekuatan sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan mati.
Londes, juga, diterbangkan dengan satu serangan. Setiap kali dia bernapas, rasa sakit menembus perutnya.

Death Knight mengayunkan pedangnya untuk kedua kalinya.
Di lokasi tempat seorang prajurit berusaha melarikan diri.
Orang yang mencoba melarikan diri adalah Rilick. Pria yang baik hati – Tapi ketika mabuk, dia adalah pria yang buruk. Anggota tubuhnya dan kemudian kepalanya terlempar dari tubuhnya.
Angin kencang menemani serangan hebat itu, dan mereka mengerti. Bukan dengan akal mereka, tetapi dengan hati mereka.
Jika Death Knight itu serius, dia bisa saja mengejar dan membunuh semua orang.

Mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain mati.
Meskipun bagian dalam helm mereka tidak terlihat, semua orang memikirkan hal yang sama.

Suara tangisan bergema di sekelilingnya. Orang dewasa yang terisak-isak seperti anak kecil yang ketakutan.

“Ya Tuhan, tolong selamatkan kami …”
“Ya Tuhan……”

Dia bisa mendengar tangisan dari beberapa orang lainnya. Jika dia lengah, dia merasa ingin berlutut dan mengirim doa kepada Tuhan.

“K, Kalian semua! Tahan monster itu !! ”

Suara panik bisa terdengar. Itu adalah suara yang keras, yang dipenuhi oleh kegilaan.
Itu datang dari sebelah kanan prajurit yang terbelah dua – Dari seorang prajurit yang berdiri di samping Death Knight. Dia awalnya tidak bisa membedakan identitas seorang prajurit dari suaranya, tetapi tidak ada orang lain yang akan mengatakan kalimat seperti itu.

…… Kapten Belius.
Londes merasa agak kesal.

Jika dia bisa menggambarkannya dengan satu kata, kata itu adalah sampah.
Ketika seorang gadis mencoba melarikan diri, dia mengejarnya dengan perasaan nafsu bejatnya. Ayahnya berusaha menyelamatkan gadis itu. Ketika mereka ditarik hingga terpisah, dia menikamnya tanpa ampun dengan perasaan marah. – Tipe pria semacam itulah dia.
Namun, sebagai orang yang kaya di kerajaan itu, dia baru saja dimasukkan kedalam unit prajurit, namun kata kapten tidak cocok untuknya. Dia dibenci di dalam unit.

“Aku akan kabur! Aku bukanlah orang yang akan mati di sini! Kalian, ulur waktu untukku! Ulur waktu agar aku dapat kabur! ”

Tidak mungkin ada orang yang akan bergerak. Itu wajar, mereka akan melakukan apa pun agar tidak menjadi target Death Knight itu, dan mereka terus menunduk seperti sedang menghindari badai. Terutama karena dia adalah pria yang tidak disukai oleh siapapun.

“Haiiii!”

Death Knight perlahan berbalik menghadap Belius.
Itu wajar karena dia berdiri cukup dekat. Apakah dia sebenarnya memiliki nyali? Londes menganggap itu pemikiran yang tidak tepat.

“Uang, aku akan memberimu uang. 200 koin emas! Tidak, 500 koin emas! ”

Itu adalah jumlah uang yang banyak. Namun, melakukan hal itu sama dengan jatuh dari tebing setinggi 500 meter untuk mendapatkan uang.
Tidak ada yang bergerak.
Tidak, ada satu orang. Sebagian orang bergerak.

“Ovovooooooo ……”

Sisi kanan dari prajurit itu yang terbelah dalam dua gerakan, sambil menyemburkan darah, dan meraih pergelangan kaki Belius.

“—OgyaAaaa !!”

Belius berteriak. Para prajurit yang ada di sekitarnya, dan penduduk desa yang melihat ini, tubuh mereka menjadi kaku.

Jika itu Momonga —- Ainz, dia tidak akan terkejut.
<Squire Zombie>

Mati ditangan Death Knight akan membuatmu menjadi pelayan abadinya. Di Yggdrasil, saat Death Knight membunuh monster, seorang Undead dengan level yang sama akan muncul di tempat yang sama.
Mereka yang mengenal game Yggdrasil, tidak akan terkejut. Tetapi bagi mereka yang tidak mengenal Yggdrasil, itu akan terlihat seperti perbuatan iblis.

Jeritan Belius berhenti, dan runtuh seperti boneka yang talinya putus. Dia mungkin telah kehilangan kesadaran. Death Knight mendekatinya, dan menginjak dadanya.
Kau bisa memahami kekuatan di balik kaki itu hanya dengan melihat. Sebuah penjepit terputus, dan logam itu berderak.

“—-O, OoaaAaaaaa!”

Jeritan Belius yang baru saja sadar karena rasa sakit.

“Salhamatkhan, shelamatkan avu! Vumohon! Akhu Avan lakukan avapun! “

Kedua tangannya berusaha mati-matian menyingkirkan kaki itu, tapi tidak mau bergerak dari dadanya.

“Uang, Oaaa, aku akan bheri Ouang, Oeeee, shelamat shela—-“

Suaran keras dari logam itu berhenti, dan suara retak bergema, lalu darah pun terbang ke udara. Jeritan Belius, tentu saja, berhenti—-.

“……Tidak tidak Tidak.”
“Tuhan!”

Tangisan para prajurit, yang sebelumnya sudah berhenti, sekarang mulai terdengar lagi. Saat kau mencoba melarikan diri, kau akan terbunuh. Itu adalah nasib yang lebih buruk daripada kematian. Pemikiran seperti itu mulai mereka rasakan, dan tubuh mereka tidak dapat bergerak.

“–Tenang!!”

Teriakan Londes menembus tangisan mereka. Keheningan menimpa mereka seolah waktu telah berhenti.

“–Mundur! Kirim sinyal kepada para prajurit dan pemanah yang berkuda! Sisanya akan mengulur waktu bagi mereka untuk meniup terompet! Bagi mereka yang akan mati, aku minta maaf. Operasi dimulai! “

Prajurit itu bergerak bersamaan. Tergantung pada apakah perintah itu masuk ke pikiran mereka yang sedang kosong, apakah mereka dapat bertindak dan melakukannya dengan sempurna. Mereka tidak akan bisa mengulangi jika mereka gagal.
Awalnya, jumlah prajurit yang memegang terompet untuk menghubungi yang lain berjumlah tiga. Saat ini, hanya ada satu yang tersisa. Mereka harus melindunginya.
Prajurit itu menjauh lalu melemparkan pedangnya, dan mulai mengambil terompet dari ransel yang dibawanya.

“OoooaaaAaaa !!”

Death Knight mulai berlari seolah menanggapi. —- Sasarannya adalah prajurit dengan terompet. Ia mengerti apa yang mereka lakukan, suatu tindakan yang menunjukkan kecerdasannya.

Peluru hitam yang mendekat seolah itu terbang. Itu adalah peluru yang akan membunuh mereka yang berani menghalangi jalannya. Itu tercermin di mata setiap orang. Namun, para prajurit masih berusaha untuk menghadangnya. Perasaan yang lebih kuat dari rasa takut memaksa mereka untuk bergerak.

Dengan hantaman dari perisai, seorang prajurit diterbangkan.
Sebuah pedang melintas dengan cepat, dan bagian atas dan bawah dari prajurit lainnya pun terpotong.

“Dezun! Mollet! Cepat dan potong leher orang-orang yang terbunuh oleh pedangnya! Jika tidak mereka akan berubah menjadi monster! “

Para prajruit yang namanya disebut dengan panik menuju mayat itu.

Sekali lagi, perisai itu diayunkan, dan prajurit lainnya pun di terbangkan, dan pedang yang di ayunkan dari atas membelah prajurit menjadi dua.
Londes menunggu badai hitam itu untuk mengakhiri hidupnya sebagai seorang martir.
[T/N : Martir adalah sebuah kata yang berasal dari Bahasa Yunani, yaitu μαρτυρ, artinya “saksi” atau “orang yang memberikan kesaksian”. Kata ini umumnya dipakai untuk orang-orang yang berkorban, seringkali sampai mati, demi kepercayaannya. Wikipedia]

“Ooooh !!!”

Dan kemudian, flamberge itu diayunkan, dan dunia Londes pun berputar——
Dia kehilangan kepalanya, dan tubuhnya pun roboh—

Pada saat yang sama, suara terompet bergema——

Di sudut desa, Ainz mendengar suara terompet itu dan mengangkat kepalanya.
Dia asyik dengan eksperimennya. Sambil berpikir, Ainz melepaskan pedang yang bersarang di perutnya. Dia tidak merasakan sakit.
Bagian tubuhnya yang memegang pedang tidak memiliki darah. Tidak terpengaruh sama sekali.
Itu adalah penetral kerusakan tingkat tinggi – Ketika diserang oleh senjata dengan sedikit data atau monster peringkat rendah, kerusakan yang seharusnya dia terima akan menghilang. Di Yggdrasil, itu hanya berlaku untuk monster level 40 atau di bawahnya, dan karenanya itu adalah kemampuan yang tidak berguna, tapi beda ceritanya jika di dunia ini.

“Aku dulu mengatakan bahwa aku iri dengan kemampuan itu yang dapat mengurangi kerusakan sebanyak 10 poin.”

Itu adalah Cash Item. Maa ~, bisa dikatakan bahwa dia juga tipe orang seperti itu.

Ainz menatap tangan tulangnya yang masih memiliki sedikit kulit, dan memasukkannya ke dalam Item Box. Dia kemudian mengambil topeng. Itu adalah tipe topeng yang menutupi seluruh wajah.
Topeng itu tampak seperti sedang menangis, atau mungkin marah, itu memiliki banyak hiasan. Itu tampak seperti topeng Bali atau mungkin topeng baron.

Meskipun penampilannya aneh, item ini tidak memiliki kekuatan sihir. Sebaliknya, itu adalah item dari sebuah Event yang mana kau tidak dapat memasukkan data apa pun. Event apa itu? Hari Natal? Hari Valentine?
Nama topeng itu adalah Mask of Envy.
Apakah yang membuatnya sudah gila? Seluruh artikel telah menjelaskan tentang itu di Yggdrasil didalam 2 lembar. Dia memakainya.

Berikutnya adalah sarung tangan. Mereka cukup berat dan kasar, dan tidak begitu bernilai.
Namanya adalah Iron Graber. Seorang anggota Ainz Ooal Gown membuatnya sambil bermain. Itu adalah sepasang sarung tangan sederhana yang meningkatkan kekuatan fisik.
Tidak ada alasan khusus mengapa dia memilih item-item ini. Itu hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk menyembunyikan tangan tulangnya.

Awalnya, dia bisa menggunakan sihir ilusi namun dia memilih untuk menyembunyikannya menggunakan item, tetapi karena mereka yang dapat menggunakan sihir ilusi bisa melihat melalui itu, tidak ada jaminan mereka akan terkecoh, sehingga metode yang lebih sederhana digunakan. Jika itu terjadi dan mereka melihat penampilan aslinya, dia harus memberikan alasan.
Tentu saja, trik semacam ini tidak lebih dari sofisme. Mereka yang ditipu dan mereka yang tidak memiliki keyakinan mereka sendiri, dengan sudut pandang pribadi yang berbeda-beda. Namun kadang-kadang, sofisme semacam itu dapat melindungimu… meskipun banyak orang akan membencimu karenanya.
[T/N : Sofisme, Sofisme suatu sikap yang berpendapat bahwa kebenaran itu relatif adanya. Disebut demikian karena yang pertama-tama mempraktikkannya adalah kaum sofis, nama suatu kelompok cendekiawan yang mahir berpidato pada zaman Yunani kuno. Wikipedia]

Bagaimanapun, dengan ini, tingkatnya akan menurun dari monster jahat menjadi seorang magic caster jahat. –Mungkin.
Dia bingung apa yang harus dilakukan dengan tongkatnya, jadi dia biarkan begitu saja. Itu tidak terlalu mengganggu.

Sekarang, bagaimana dia harus menyembunyikan sosoknya?
Cara berpikir Ainz salah.
Bagi Ainz yang sudah terbiasa dengan game Yggdrasil, sosoknya tidak menyeramkan. Namun, bagi penduduk dunia ini, dia adalah perwujudan rasa takut.
Karena dia sudah terbiasa dan dia tidak memperhatikan hal semacam itu, merupakan kesalahan besar. Jujur, dia pasti seorang idiot. Kenapa dia tidak menyadari itu.
Untung hanya para gadis yang melihatnya.

“Jika kau berdoa kepada Tuhan, maka seharusnya kau tidak membunuh orang.”

Dia hanya bisa mengucapkan hal seperti itu karena dia adalah seorang ateis, dan melihat mayat yang sedang berdoa.

<Fly>

Ainz dengan ringan terbang di udara. Lalu—

—Death Knight, jika ada prajurit yang masih hidup, jangan bunuh mereka. Aku ingin memanfaatkan mereka.
Dia mengirimkan pesan itu.

Dia mampu memerintah undead yang dibuatnya sendiri.

Dia terbang dengan kecepatan tinggi ke tempat terompet itu ditiup. Angin menekan tubuhnya. Dia mungkin bergerak sekitar 90km / jam? Kecepatan yang tidak mungkin di Yggdrasil. Jubah itu menempel di tubuhnya.

Dia melihat ke arah desa dari udara, dan melihat sebagian besar ruang terbuka itu berubah menjadi hitam, seperti air yang diserap oleh tanah. Ada beberapa mayat terbaring di sana. Bersama dengan beberapa prajurit yang gemetar ketakutan. Dan terakhir, Death Knight yang masih berdiri.
Ainz menghirup dan menghembuskan nafas, lalu menghitung jumlah prajurit yang masih hidup meski mereka sulit bergerak. Mereka berjumlah empat. Lebih dari yang diperlukan, maa ~ itu tidak masalah.

“—Death Knight. Itu cukup.”

Suara yang terdengar di tempat itu, benar-benar terlalu santai. Sikap santai seperti mengunjungi toko, dan meminta petugas untuk hal yang kau inginkan. Tidak, Ainz tidak bisa melakukan hal lain selain itu ..
Dia telah memerintahkannya untuk membunuh mereka, tetapi beberapa di antaranya tidak mati. Jika itu hanya untuk membunuh mereka, Ainz bisa melakukannya dengan mudah. Ucapan adalah pemicunya.

Ainz yang mulai lepas dari hukum gravitasi, perlahan mendarat di tanah.
Dia melihat prajurit yang masih hidup. Hidup mereka terhindar dari situasi berbahaya – Tapi mereka tidak mengerti, bahkan tidak mengerti alasannya. Mereka cukup bingung.

“Halo Tuan-tuan. Aku adalah Ainz Ooal Gown. Penguasa dari Great Underground Tomb of Nazarick. ”

Tidak ada yang menjawab. Mereka tidak memiliki energi atau keberanian untuk melakukannya. Ainz menunggu sesaat, dan terus berbicara.

“Aku akan menjamin hidup kalian jika kalian menyerah. Jika kalian masih ingin bertarung—- ”

Sebuah pedang langsung terjatuh ke tanah. Lalu yang lain mengikuti, dan tak lama, empat pedang dengan cepat juga ikut jatuh ke tanah.

“…… Hm, kalian terlihat lelah. Namun, di depan penguasa Great Underground Tomb of Nazarick, kalian terlalu tidak sopan. ”

Para prajurit tidak memiliki energi untuk menolak ucapannya. Mereka langsung berlutut dan menundukkan kepala. Itu bukanlah penundukkan, tetapi mereka tahanan.

“Aku akan mengizinkan kalian untuk kembali. Dan kemudian, beri tahu ini kepada atasan kalian- Tuan kalian. ”

Ainz berjalan, dan menggunakan tangan yang tidak memegang tongkat itu, mengetuk salah satu helm dari prajurit, dan dengan tajam memandangi wajahnya yang lelah. Sambil memperhatikan sedemikian rupa sehingga tidak ada orang lain yang bisa melihat, dia memindahkan topengnya sedikit, sehingga wajah tulangnya bisa terlihat.
Mata prajurit itu kecut karena kelelahan dan mereka bertanya-tanya apa yang mereka lihat pada awalnya. Lalu mereka berbalik kaget.

“Dua kilometer sebelah timur dari desa ini adalah dataran, ada tempat yang disebut Great Underground Tomb of Nazarick di sana. Aku adalah tuannya. Oleh karena itu, daerah sekitarnya menjadi milikku. Jika kalian membuat lebih banyak masalah, aku akan membantai semua orang di kerajaan keparat milik kalian itu …….. Paham? ”

Kepala para prajruit itu mengangguk berulang kali.

“Pergilah. Dan ingat untuk memberi tahu tuan kalian. ”

Para prajurit itu dengan cepat kabur dan melarikan diri. Bahkan jika itu hanya sedetik, mereka ingin pergi dari sana, pikiran mereka sangat jelas.

“…… Haa ~ Akting itu melelahkan.”

Ainz berkata sambil memperhatikan sosok prajurit yang semakin mengecil di kejauhan.
Jika penduduk desa tidak menyaksikannya, dia akan melepaskan beban stresnya. Pertunjukan seperti itu cukup merepotkan bagi orang biasa seperti Ainz. Terutama karena dia tidak terlalu bermartabat, dia tidak punya pilihan selain berpura-pura. Termasuk juga menatap wajah prajurit sebelumnya.
Dengan kepribadiannya itu tidak mungkin.
Namun, penampilannya belum berakhir, dan dia harus mengenakan topengnya lagi. Ainz mulai berjalan menuju penduduk desa sambil menghela nafas.
Dia ingin menolak berdiri di tempat yang penuh darah seperti itu, aromanya mungkin akan menempel. Meskipun dia tidak merasakan apapun ketika membunuh orang, dia masih membenci baunya.
Yang membuatnya beruntung adalah penduduk desa yang tidak keberatan membiarkan prajurit itu melarikan diri.

——Singkirkan Squire Zombies.

Sambil memerintahkan Death Knight dalam pikirannya, Ainz mendekati para penduduk desa.

 Mendekati mereka, wajah penduduk desa menjadi bingung dan ketakutan. Mata mereka yang takut itu merasa khawatir, dan juga menatap kearah Death Knight.

Alasan mereka tidak mengajukan keberatan adalah karena keberadaan yang menakutkan, Huh …… Dan bergerak lebih dekat tampaknya memiliki efek sebaliknya.
Memikirkan itu, Ainz berhenti, membuka mulutnya dan berbicara dengan nada ramah.

“Sekarang, apa kalian baik-baik saja?”
“Anda ……”

Seorang manusia yang tampaknya menjadi perwakilan desa membuka mulutnya. Di tengah-tengah itu, Death Knight di belakangnya tidak berhenti ditatap olehnya. Itu adalah adegan yang cukup mengherankan. Ainz tertawa di balik topengnya dan menjawab.

“Desa ini sepertinya sedang diserang, jadi aku datang untuk membantu.”
“Oh ……”

Berbising. Namun, masih ada orang yang masih menyimpan kecurigaan.

“…… Tapi, itu tidak gratis. Aku menginginkan uang darisetiap penduduk yang diselamatkan. ”

Para penduduk desa saling memandang. Mereka miskin, itu tampak dari wajah mereka. Namun, kecurigaan mereka telah mereda. Tujuan sebenarnya dari meminta uang karena sudah menyelamatkan mereka, itu menghilangkan keraguan. Itu karena orang akan dapat membuka hati mereka atas sesuatu yang dapat mereka pahami.

“K, karena desa ada dalam situasi ini—”

Ainz mengangkat tangannya untuk memotong ucapan itu.

“Bisakah kita membicarakannya nanti? Ketika pertama aku datang, aku menemukan dan menyelamatkan dua orang bersaudara. Aku akan membawa mereka kesini jadi tunggu, oke? ”

Keduanya tidak ingin menutup mulut mereka.
Tanpa menunggu jawaban dari penduduk desa, Ainz mulai berjalan perlahan.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded