Overlord x Youjo Senki Part 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

“Dengar aba-abaku, fokuskan serangan pada iblis itu. Kita tidak boleh membiarkan mahluk seperti itu masuk ke Negara kita…. Ayo, tumbangkan dia!”

Dari dalam parit, semua anggota Kompi mengangkat kepala mereka, dan membidik ke arah pertanda kematian dengan keinginan dan keberanian terakhir mereka. Mereka menunggu aba-aba kapten mereka.

“Semoga tuhan bersama kita… tembak!”

Para prajurit menembaki hewan itu. Suara tembakkan bergema di Rhine ketika ratusan peluru melesat menuju Dark Young, tapi peluru-peluru itu nyaris tak menggores kulit tebalnya. Dia bahkan tidak merasakan apa-pun. Para prajurit terus menembak. Mereka terus menembak, sambil berdoa dengan putus asa agar lempengan daging ini entah bagaimana dapat terluka. Tapi dengan suara menjijikkan dan haus darah, mahluk itu menginjak-injak harapan mereka tanpa belas kasihan.

“Iyaaaaaaaaaaaaaaa!”
“Abbaaaaaaahhhhhh!”

Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat.

“Berhenti!”
“Selamatkan akuuuuuuuu!’

Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat.
“Tiidaaaaakkkkkkkkk!”
“Uwaaaaaaaaaaaaahh!”
Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat. Splat.

Tentara Republik dilumat oleh kuku besar Dark Young. Mereka yang bersembunyi di parit-parit dipukul oleh tentakelnya, mencipratkan darah dan isi p3rut di mana-mana.

Mereka yang sedikit lebih jauh dari monster itu mencoba untuk kabur, tapi yang lebih mengerikan, binatang itu jauh lebih cepat dari yang mereka duga.

Para tentara terjepit seperti segerombolan hewan kecil. Setiap pembunuhan berlangsung dengan cepat dan instan, penuh kemurahan hati seolah-olah memberikan kematian tanpa rasa sakit. Hal terakhir yang mereka lihat dengan mata mereka adalah bentuk mengerikan dari Dark Young.

Untuk medan perangnya sendiri, pasir sudah berubah menjadi lumpur, lubang sudah berubah menjadi kubangan, dan parit-parit sudah berubah menjadi kanal, jika sekarang hujan mungkin akan lebih mudah di mengerti, tapi yang membanjiri seluruh daerah itu adalah lapisan darah manusia yang segar dan tebal.

“Sialan, mahluk apa sebenarnya itu!?”

Seorang kesatria dengan armor gelap membawa greataxe melesat ke bawah dan memburu para penyihir dari pasukan republik.

“Me-menghindar”

Pada saat terakhir, pasukan Republik tersebar ke segala arah dan dark warrior yang menyerang sebelumnya menduduki tempat itu. Nafas lega pasukan republic yang selamat tidak berlangsung lama, musuh berbalik di udara dan meluncur kembali ke arah mereka. Dua orang yang terkena dan melepaskan napas terakhir mereka ketika kapak Albedo memotong daging mereka seperti memotong kertas.

Sebuah objek silver, lebih besar dari manusia manapun— bukan terlihat lebih seperti tank, menyerang dan menghancurkan pasukan alteri yang tersisa. Dalam beberapa detik, kehancuran total diberikan kepada pasukan darat. Cocytus meratakan medan perang lebih cepat dari yang para Mage bayangkan.

Lalu, seolah ingin menambah keputusasaan pada situasinya, seorang anak memasuki medan perang. Ke mana pun dia melihat bumi akan berguncang, lalu menelan tubuh prajurit yang mati atau sekarat. Dengan efesiensi jarak area magic Mare, tidak ada yang akan bertahan.

Bagi battalion 203, pembantaian yang mereka saksikan lebih dari cukup untuk membuat mereka gila. Kekerasan, pembantaian, dan penghinaan total terhadap umat manusia sangat parah sehingga bahkan pemimpin mereka tidak menyadari saat kekuatan yang menahan mereka muncul.

Untunglah Tanya dan bawahannya mampu menghindari kabut aneh yang membunuh orang-orang di belakangnya. Bagaimanapun, sepertinya keberuntungannya sudah habis karena yang dia temui sama berbahayanya dengan fenomena misterius yang baru saja dia saksikan.

Seakan mengejek dampak serangan yang dilakukan oleh angin puyuh, penampilan Dark Young yang menginjak-injak prajurit di sekitar mereka semakin meningkatkan adegan surealis yang disaksikannya.

Instingnya berteriak keras menyuruhnya mundur. Dia bahkan tidak membuang sedetikpun untuk memerintahkan bawahannya mundur dari pembantaian satu sisi ini.

Ini lebih dari pembantaian, penghancuran total yang telah diatur oleh seseorang. Siapa mereka?

Ini adalah kenyatan, dan kenyataan itu benar-benar kejam.

Di medan perang, seseorang berada di antara hidup dan mati, perasaan Tanya sudah diasah setajam silet sebelumnya, tapi kali ini dia mempelajari musuhnya. Waktu sepertinya melambat ketika dia mengamati segala sesuatu di sekitarnya, detail yang menyakitkan.

Tunggu, apa?!

Untuk sesaat, Tanya bertanya-tanya apakah stresnya membuatnya berhalusinasi. Kepanikan dan ketegangannya sempat terlupakan, dia mempelajari sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Dua titik merah menyala terang dalam lobang kosong dari tengkorak yang putih. Kedua titik cahaya itu dengan dingin menatap Tanya dan anak buahnya seperti pemangsa yang mengukur mangsanya. Di dalam tangannya yang tidak berdaging itu, ia menggenggam sebuah tongkat dengan dekorasi yang sangat rumit dan tampak suci, namun rasa takut yang di pancarkan juga dalam ukuran yang sama. Seperti kristalisasi semua keindahan dunia.

Dia mengenakan jubah hitam dengan detail yang sangat rumit, dan itu terlalu mirip dengan inkarnasi kematian, sesuatu yang lahir dari kegelapan dunia lain.

Dia melebarkan lengannya seperti sedang memeluk. Pada saat itu, udara tampak membeku.

Seolah-olah waktu itu sendiri membeku karna kedatangan dewa.

Tanya tahu perasaan ini. Sesuatu yang terjadi setiap kali archnemesisnya berbicara langsung padanya.

“Mahluk X,” dia mendesis, wajahnya cemberut saat dia menggertakkan giginya.

Tapi saat kemarahannya datang, realisasi baru muncul padanya.

Itu bukan mahluk X

“Hmmm … sepertinya beberapa lalat masih berterbangan,” Demiurge menyeringai saat dia menyaksikan batalion 203 melarikan diri dari medan perang.

“… Roger. Haruskah saya, memusnahkannya? “Tanya Shizu sambil membidik batalion 203.

“Tidak perlu. Bagaimanapun juga Segala sesuatu di sini akan musnah. Aura, lanjutkan seperti yang direncanakan. “
“Ya, Ainz-sama! Sesuai keinginan anda!”

Dengan senyum polos di wajahnya, Aura mengaktifkannya [World Class Item].

[Depiction of Mountains and Rivers]

Ruang di sekitar batalion 203 ditelan ke dunia lukisan. Aura, serta Guardian lain, Shizu dan Death Knight menghilang bersama mereka, tetapi Ainz tidak terpengaruh.

“Yah, itu sudah cukup — Hmm?”

Ainz menyadari dia tidak sendirian. Salah satu anggota kompi berhasil bertahan.

Mayor Tanya Degurechaff tercengang oleh perkembangan mendadak ini. Dia merasakan panggilan tidak jelas yang mencoba menariknya ke dunia lain, tetapi dia menolaknya. Sekarang, dia melayang 12 kilometer di langit sendirian. Para pengejarnya telah menghilang bersama dengan kelompoknya.

Hanya ada seorang yang tersisa: maluk X……bukan, mahluk A. pasti dia yang melakukannya.

Apakah itu sangat menyenangkan, bermain-main dengan manusia hanya karena iseng? Tapi, itu dapat diterima. Perisai Daging miliknya sudah lenyap, tapi begitu juga dengan musuh-musuhnya. Dan sejujurnya, perisai daging skeleton king itu tampaknya lebih bisa diandalkan daripada miliknya.

Yang tersisa hanyalah mahluk A. Tidak seperti mahluk X, mahluk A tampaknya dengan senang hati menghadapi Tanya di tempat terbuka bukannya bersembunyi di langit.

“Hei, gadis kecil.” Telunjuk tulangnya menunjuk Tanya. “Apa kau, mempunyai [World Class Item]?”

“Haah!? Siapa yang kau panggil loli!? Dan [World Class Item]? Apa itu? ”

“Itu adalah— tidak, bukan apa-apa. Lupakan saja. Kenyataan bahwa kau masih di sini sudah menjawab pertanyaanku, itu berarti kau harus ditangani dengan tepat. Jujur, aku merasa sedikit menyesal melakukan ini pada loli—”

“Lagipula, siapa yang kau panggil loli!?”

“—Tapi, ya…. mau bagaimana lagi. Aku tidak akan meremehkan seseorang yang menggunakan [World Class Item]. Menyerah dan bersumpah setia padaku, atau binasa. Pilihan ada padamu.”

“Bersumpah setia atau binasa, bagaimanapun caranya aku akan kehilangan kebebasanku … Seperti yang aku pikirkan, kau benar-benar bersekutu dengan mahluk X!”

“[Mahluk X]? Apa itu? Bos terakhir dari game? “

“Persiapkan dirimu, Mahluk A!”

Tanya memulai pertempuran— dengan tiba-tiba saja dia kabur. Ainz, yang bersiap untuk bertempur sampai mati, tidak menyangka hal ini. Tapi, dia tidak bisa membiarkan World Class Item menjauh darinya sekarang. Benda itu sangat penting untuk rencana keamanan Nazarick di masa depan.

“Kau tidak akan bisa kabur!” Ainz terbang mengejar. “[Triplet Maximize Magic – Magic Arrow]!”

Tiga lingkaran sihir muncul di belakangnya, masing-masing lingkaran menembakkan 30 Magic Arrow pada target loli.
Meskipun bergerak dengan cepat dan melakukan manuver tajam untuk mengelak, Magic Arrow terus-menerus berhasil menikung sembilan puluh derajat dan mengejar kemanapun dia pergi. Tanya terbang secepat yang dia bisa, tetapi Magic Arrow mengikutinya.

Merasa bahwa akhirnya akan benar-benar mengerikan, dia melepaskan optical decoys (Umpan optik) ke tanah, Magic Arrow mulai mengejarnya. Optical decoys jatuh ke tanah dan kemudian ditusuk oleh Magic Arrow, menciptakan kawah besar.

Hampir saja!

Jika Tanya tidak mengerahkan umpannya (optical decoys) untuk menarik tembakan musuh, dia pasti akan tertusuk sekarang. Tapi dia tidak menghabiskan seluruh waktunya untuk berlari. Dia berbalik melihat musuhnya.

Bagus, dia mengambil umpannya. Bahkan lebih baik, dia mengejar dengan terbang lurus!

Dia tidak akan meremehkan mahluk A. Lagipula, dia mungkin adalah seorang rekan dari si sialan yang suka mempermainkan manusia. Dia sangat benci mengakui ini, tapi apa yang disebut ‘Supreme Beings’ jelas lebih mampu darinya. Dalam hal ini, dia tidak punya pilihan.

“Oh tuhan, berkahi aku dengan kekuatan untuk membunuh musuhku. Puji tuhan, puji nama sucinya (O God, grant me the strength to slay mine enemy. Praise the Lord, praise His Holy Name).”

Ainz sedang mengejar ketika cahaya merah di matanya berkedip dalam ketidakpastian. Tongkat hitam terlepas dari gadis itu, jatuh ke arahnya.

Apa itu tadi? Ainz tergoda untuk meraih dan menyentuhnya, tapi dia segera menghentikannya.

“[Greater Teleportation]!”

Sebelum sesuatu bisa terjadi, Ainz segera melakukan teleport sejauh mungkin dari tongkat itu. Sesaat kemudian ‘boom, tongkat meledak, cahaya putih membakar segala sesuatu dalam radius 20 meter. Serangan itu bukan lelucon. Ini berada pada level [Triplet Maximize Magic: Drifting Master Mine]. Tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah—

“Perasaan ini—holy element!?”
Ainz mungkin punya magic resistance yang tinggi, tapi sebagai seorang undead, dia sangat lemah terhadap serangan holy-element. Aspek itu akan benar benar mengabaikan status magic resistance tingkat tinggi yang dia miliki.

Jika dia bisa mengganti perlengkapannya, maka dia bisa membuat dirinya kebal terhadap holy-element. Tapi dia sedang bertempur dan musuh mungkin belum mengelurkan semua kartunya. Yang dia tahu sekarang adalah jika dia tidak berhati-hati, loli terbang ini bisa menimbulkan kerusakan serius padanya. Kalau begitu-

Dia mengangkat tangan terbuka ke arah Tanya. Dia benar-benar tidak ingin menggunakan ini. Ini terlalu kejam untuk digunakan pada seorang loli.

“[Gras—hmm!?”

Sekali lagi, tubuh loli itu terpecah menjadi beberapa klon, hasil dari optical decoy magic miliknya. Mereka bergerak dalam pola acak dan membingungkan, Ainz dengan cepat kehilangan jejak yang asli. Dia tidak pernah pandai dalam shell game. Tanpa mengetahui yang mana yang asli, dia hanya akan membuang Mana-nya. Kalau begitu, dia akan menggunakan—

“[Magic Destruction]!”

Sebuah mantra yang menghapus sihir lainnya, efektivitasnya secara langsung tergantung pada perbedaan kemampuan si spellcasting/perapal mantra. Tentu saja, Ainz jauh lebih unggul dalam status itu, dan semua umpan (decoy) langsung menghilang.

Jadi begitu, semuanya adalah klon.
Dia berhasil menipuku!

Saat Ainz bingung, loli itu mungkin sudah bersembunyi di awan. Dia mulai merapalkan [Force Explosion] di sekelilingnya, menyebarkan awan untuk mencoba dan menemukan gadis itu. Setelah melakukan manuver seperti itu, dia tahu bahwa lawannya bukanlah orang yang akan melarikan diri tetapi mencoba dan melakukan serangan balik.

Saat Ainz mulai mencarinya, gadis itu muncul di belakannya.

“[Grasp Heart]!”

Ainz menduga ini, dia bergerak lebih cepat. Tanya berhenti di udara dan memuntahkan darah — tidak. Sihirnya gagal dan tubuhnya — mulai memudar.

Umpan (optical decoys) lainnya!?

Lalu Ainz menyadarinya. Di atasnya, melayang di depan matahari si Loli Mengaktifkan [Mana Essence], dia menyadari sejumlah besar mana terkumpul di atasnya.

“Tak satupun senjata yang di ciptakan untuk melawanmu akan berhasil (No weapon that is formed against thee shall prosper)

“Mustahil, mungkinkah ini—!?”

“Dan setiap lidah yang menghakimi dan melawanmu harus di kutuk. (And every tongue that shall rise against thee in judgement thou shalt condemn)

“Apa itu Super Tier Magic!?”

Ini buruk. Dia harus menghentikan loli ini sekarang.
“[Grasp Heart]!”
Gagal.

“Apa!? Mustahil… [Magic Destruction]-nya!”

Tanya sudah memposisikan sebuah clone di depannya. Target yang Ainz coba serang mungkin terlihat dan bertindak seperti Tanya, tapi sekali lagi, itu bukan Tanya. Inilah kelemahan dari mantra yang di targetkan (targeted spell).

“Sial! Aku gagal?” Ainz menampar dirinya sendiri Saat dia mencoba mengaktifkan sihir lain dan menyadari bahwa dirinya sedikit lebih lambat.

“Ini adalah warisan dari palayan para dewa, kebenaran ada padaku, puji tuhan! (This is the heritage of the servants of the Lord, and their righteousness is of me, sayeth the Lord!)

Saat ledakan besar terjadi. Ketika Mana, di kentalkan menjadi bentuk yang sangan murni lalu di padatkan, esensinya akan terpancar, jika dikumpulkan dalam jumlah yang sebesar itu bahkan debit sekecil apa-pun dapat menciptakan efek domino yang Akan menciptakan riak dengan proporsi yang tak terduga. Ketika menyentuh dunia material, udara akan memicu ledakan yang tampak akan merobek ruang-waktu, namun unsur-unsur atom yang terserap berada pada kecepatan yang luar biasa. Yang artinya setelah kejadian itu, Tanya akan dalam kondisi batuk/sakit.

“A-Apa aku berhasil?” dia tersedak.

Saat awan mulai menghilang, mahluk A sudah tidak ada.
“Ya! Aku berhasil, ini berhasil! Apa kau suka itu mahluk A!? Dan Mahluk X kau lah selanjutnya!”
Tanya berusaha merentangkan lengan untuk merayakannya, tapi dia menyadari sesuatu — dia tidak bisa. Anggota tubuhnya benar-benar kaku dan menolak untuk tunduk pada keinginannya.

“A-Apa… yang terjadi…!?”

Seluruh tubunya kaku. Mulut adalah satu-satunya yang bisa dia gerakkan. Lalu dia merasakannya, ada seseorang di belakangnya.

“Apa ini mengejutkan? Bukan apa-apa.”

“Mahluk… A… Bukankah kau sudah…!?”

“Tepat sebelum sihirmu aktif, aku menggunakan [Time Stop]. Inilah yang membuatku berhasil selamat. Tapi, ini sedikit mengejutkan. Untuk tetap menjaga kesadaranmu ketika waktu berhenti, seperti yang di harapkan dari World Items.”

Tentu saja dia bisa! Lagipula, sudah berapa kali mahluk X mengacaukannnya di saat-saat seperti ini!?

“Meskipun, akan benar-benar buruk jika kau tidak bisa bergerak sama sekali. Penanggulangan terhadap time stop benar-benar penting bahkan untuk seorang warrior, karena kau adalah seseorang yang menggunakan sihir, tindakan pencegahan diperlukan. Kau seharusnya memilikinya saat mencapai level 70, serta menyiapkan strategi untuk seseorang yang dapat menggunakan sihir penundaan. Apapun itu, kau akan mati di sini, jadi ini hanya sebagai pembelajaran. ”

“TE-TERKUKUTUK KAU! TERKUKUTUK KAU, mahluk A!”

“Mahluk A? Jahat sekali, aku punya nama tau.”

“Berisik! Aku tidak akan pernah mengakui nama seseorang yang menganggap dirinya seorang dewa!!”

“Kelihatannya ada kesalahpahaman di sini. Aku tidak pernah sekalipun menganggap diriku seorang dewa. Kau di sisi lain, jika aku tidak salah, bukankah kau menerima kekuatan dari salah satu dewa.”

“—Haah?”

“Aku bertemu seseorang yang memikirkan hal yang sama. Pada akhirnya, Aku tidak menemukan apapun yang berbeda. Aku ingin tahu apakah kau berbeda? ”

“Oi, orang jahat. Jangan salah paham. Aku tidak pernah meminta ini. Ini seusuatu yang dipaksakan padaku oleh rekanmu, mahluk X…! Ah, terserah. Aku tidak peduli lagi. Lakukan sesukamu. Ketahuilah bahwa aku tidak Akan pernah mengakuinya! Entah itu A, B, C, atau D sampai Z, aku tidak Akan pernah melihat kalian semua sebagai Dewa! ”

“Sheesh, ini sebabnya ekstrimis itu merepotkan. Mereka menyangkal semua hal yang tidak sesuai dengan keyakinan mereka. Mereka bahkan tidak pernah mempertanyakan apakah Tuhan mereka ada. Kau … Kenapa kau menatapku begitu? ”

“…”

“…A-apa? Apa ada sesuatu menyangkut di gigiku?”

“Kau. Apa kau mendengarkanku?”

“Um, tentang bagaimana kau tidak akan mengakui seorang dewa palsu, kan?

“Salah-! …Tidak. Biarkan aku memperbaikinya. Sebenarnya, kau tidak salah, tetapi konteks yang kau tafsirkan memberikan kesan berlawanan! Yang inginku katakan adalah aku sama sekali tidak percaya sama yang namanya dewa! ”

“O-Ohh … Tapi kalau begitu, kenapa kau berdoa pada para dewa?”

“Apa itu? Kurasa Mahluk X tidak mengadakan rapat koordinasi dengan rekan-rekannya. Aku dipaksa membawa barang peninggalan terkutuk yang mencuci otakku dan berdoa setiap kali aku menggunakannya, itulah alasan satu-satunya. ”

“…”

“Kenapa harus aku? Mengapa aku harus mengalami ini? Mengapa mahluk pecinta kedamaian seperitiku harus bertarung, seharusnya ada orang yang lebih cocok untuk itu! Tapi si ta!k sialan itu, Mahluk x itu menjadikanku tahanan dan melemparkanku ke dunia yang sedang dalam perang ini. Aku tidak akan menerimanya! Aku tidak akan menerimanya sampai aku dapat menghancurkan prinsip pasar bebas yang ada didalam kepalanya yang dungu itu, aku tidak akan pernah memaafkannya! Dan kau juga! Kau tirani, kau bertindak seperti Dewa yang menginginkan kepercayaan, tapi yang kau lakukan hanya mengotori ingatan kami! Berguling dan mati saja sana! ”

“…”

Tampaknya loli ini sudah memendam banyak kebencian terhadap mahluk supernatural yang misterius. Schizophrenia ? Tidak, mungkin lebih baik tidak mengatakannya.
Ainz mengira dia gila, tapi mungkin dia bisa mengubah ini menjadi keuntungannya. Dia mungkin adalah hasil dari cuci otak yang dilakukan oleh tentara untuk menciptakan tentara yang sangat setia kepada negara, tapi loli ini sepertinya bebas dari itu. Jika dia bisa meyakinkannya, pengguna [World Item] untuk menyerahkan [World Item] dan bergabung dengannya, bukankah itu lebih baik daripada membunuhnya?

Dalam hal ini, mungkin akan lebih baik untuk tidak mengatakan kalau dia juga mencuci otak seorang priest.

Ainz tiba-tiba terdiam. Ekspresinya tidak berubah, lagipula dia cuma tinggal tulang. Tapi jika dia memiliki wajah, Tanya pasti akan berpikir bahwa dia senang.

“A-Apa? Apa itu cukup lucu!?”

“… Hm? Ah, aku hanya berfikir bahwa, akhirnya aku mengerti.”

“Begitukah. Kau setuju denganku, huh? Lalu bagaimana jika kau membiarkanku pergi jadi aku bisa memukul tulang rusukmu!”

“Tidak, kau salah. Yang kumaksud adalah aku mengerti presfektifmu. Tapi bagaimanapun—!”

“…?” Mahluk A sepertinya berhenti pada saat-saat yang tidak biasa.

“—Aku juga mengerti hal lain.”

“Hooo? Lalu mengapa anda tidak mencerakan hamba, O Yang Mulia?”

“Aku berencana begitu.”

“O-Oh…” mengapa dia berhenti lagi?

“Itu, dirimu—arrogant.”

“…Hanya itu yang ingin kau katakan? Aku tidak membutuhkanmu mengataknnya. Lagipula, hakku untuk memandang rendah orang lain.”

“Tidak, bukan arogan yang semacam itu. Maksudku— arogan dalam ilmu.”

“Arogan… dalam ilmu?”

“Betul. Kurasa kau mengerti maksudku?

“…?” lagi. Ainz berhenti lagi.

Kenapa dia sering sekali berhenti? Mungkin dia sudah tua. Maksudku, Mahluk X muncul sebagai lelaki tua, dan dia setidaknya sama tuanya dengan dunia. Sekarang lihat Mahluk A, dia benar-benar tengkorak! Berapa usia yang di butuhkan untuk muncul sebagai tengkorak? Kurasa harus sedikit santai mengingat usianya.

Sementara itu, kerangka itu sendiri sedang berpikir—
Kumohon. Aku mohon. Biarkan berhenti di sini.

Tapi kenyataan tidak sebaik itu.

“Tidak. Aku tidak mengerti. Kau harus lebih spesifik.”

Kejam sekali! Loli ini benar benar kejam! Tidak bisakah kau membiarkanku menang?

Ya ampun, dia merasa seperti sedang berbicara dengan bosnya. Sejujurnya, dia baru saja mengatakan hal pertama yang terlintas dalam pikirannya dan berharap bahwa pihak lain akan menarik kesimpulan mereka sendiri. Sekarang mereka sampai ke situasi ini, pihak oposisi tidak akan puas sampai dia menunjukkan pola lengkap dari pandangannya.

Ainz mulai mendesah panjang. Mulailah dengan mengekspresikan kekecewaan pada pihak oposisi. Tentu saja, dia mengulur-ulur waktu. “Kurasa aku akan menjelaskan. Yang kumaksud dengan ‘arogansi pengetahuan’ adalah seseorang yang tidak tahu apa-apa percaya bahwa mereka mengetahui segalanya. Seseorang yang percaya bahwa mereka tau segalanya tidak akan menerima apapun. ”

“Hah hah, seperti yang diharapkan.” Seseorang, selamatkan aku. “Lagi pula, kau adalah salah satu dari mereka yang percaya bahwa mereka tahu segalanya.”

“… Apa maksudmu?”

“Artinya, kau telah menetap dan menutup pikiranmu. Melalui umpan balik positif— “Bersikaplah dengan baik. “—Kau berada di bawah kesan bahwa pandangan kemasyarakatanmu adalah fakta. Tidak peduli seberapa banyak pengetahuan yang kau kumpulkan, kau hanya akan melihat sebagian dari keseluruhan, terjebak dalam keseimbangan yang stabil. ”

Ainz melemparkan bebarapa omong kosong, berharap loli ini tidak akan mengerti maksudnya.

“Namun, manusia akan beradaptasi dengan lingkungan mereka. Mereka akan berubah agar sesuai dengan peran yang diberikan kepada mereka. Ini telah dikonfirmasi oleh bukti ilmiah. Kau sama, bukan? Meskipun, kau merasa seolah-olah menegakkan status quo, kualitas ini sebenarnya adalah kekuatan evolusi. Ketika lingkungan mereka berubah, begitu juga mereka, dan dengan demikian umat manusia terus maju. Tetapi bagimu yang tidak memiliki imajinasi, kau telah meninggalkan hak itu dan mengubah dirimu menjadi mesin dengan sempurna. ”

Dia membiarkan pikiran itu mendidih sejenak. Bagi mereka berdua.

“Namun, itu tidak apa-apa. Kenapa? Karena kau mengenali adanya hierarki. Hierarki itu disebut ‘masyarakat’, dan setiap anggota rantainya memiliki peran tersendiri untuk dimainkan. Aku sadar betul akan hal itu, dan di puncak rantai itu adalah dewa. Aku tidak pernah sekalipun menganggap diriku sebagai dewa. Namun, aku adalah seorang penguasa, dengan kekuatan dan pengaruh, tanggung jawab besar. Dan sebagai penguasa, jika pengikutku tidak memiliki keyakinan, maka ada yang salah! Dan aku akan mengubahnya! ”

Selesaikan dia!

“Kau bisa mengikutinya, kan? Dalam hal ini, aku sekali lagi akan memberimu pilihan! Serahkan [World Item] milikmu dan bergabunglah denganku! Ini bukan perintah, tapi tawaran bisnis. Kau menyebut dirimu di cuci otak, bukan? Aku bisa memperbaikinya. Aku punya teknologi. Serahkan jiwamu kepadaku, dan aku akan mengabulkan keinginan terdalammu! ”

Ya? Apa-apaan itu!?

“……”

“Aku penasaran apa yang akan kau katakan, dan kemudian kau meengucapkan hal seperti itu. Apa yang kau ketahui tentangku, huh!? ”

“… Aku akan bertanggung jawab.” Aku sangat menyesal, kau menyadarinya. Aku hanya mengatkan omong kosong, tolong maafkan aku.

“… Kalau begitu, ini adalah kekalahanku.”

Eh?

“Kata-katamu benar- benar sudah meyakinkanku. Kau bukan rekan dari mahluk X. Kau mungkin bukan manusia, tetapi seorang advokat pembebasan sipil, kau memiliki rasa hormatku… Meskipun kata-kata mu kadang-kadang membuatku jengkel.”

Ehh? Apa dia berhasil memenangkannya? Bagaimana? Kapan dia melakukannya? Dan tunggu, rasanya dia menyelipkan sesuatu diakhir kalimatnya. Yah apapun itu, ini adalah hasil yang menguntungkan. Dia akan mempertimbangkan kembali detailnya lain waktu.

“Tetapi mengingat bahwa kau akan menceramahiku terhadap eksperimen penjara Stanford bersama biaya dan manfaat eksternalnya. Seperti yang kau katakan, tampaknya dunia lebih besar dari yang kubayangkan. ”

Ainz mengagguk. Dia samar-samar ingat Punitto Moe menyebutkan mobil mewah tertentu, Mr. Stan Ford, yang melakukan eksperimen dipenjara … Hm, sekarang dia memikirkannya, mungkin dia adalah teman Mr. Nash? Mereka berdua masuk penjara.

Sisa sihir time stop berakhir. Menempatkan kepercayaan penuhnya pada Ainz, Tanya melepaskan Elinium Type 95 dari lehernya dan membiarkannya jatuh ke tanah.

“Bagus sekali. Maka seperti yang disepakati, aku akan mengabulkan keinginanmu. ”

“Aku hanya punya satu permintaan. Jika kau bisa mengabulkannya….. Satu permintaan sederhana. “

“Umu. Biarkan aku mendengarnya! ”

“Biarkan aku naik pangkat dan hidup damai!”

“—Eh?”

Dan begitulah, Mahluk A mendirikan Sorcerous Kingdom dengan The Great Tomb of Nazarick sebagai ibukotanya dan mengakhiri Perang Besar pertama di dunia. Perang lain akan pecah di masa depan. Dengan permasalahan seputar pengembangan senjata nuklir dinegara-negara Persatuan, dan mereka akan terus mengambil inisiatif dalam membangun negara-negara persatuan sesudahnya.

Melalui bekerja keras dan terus berusaha, Tanya secara bertahap naik melalui jajaran pemerintahan Overlord, akhirnya mencapai posisi Chief Market Manager. Tentu saja, Tipe 95 disita, alasan Mahluk A adalah [World Item], tapi dia mengatakan pembebasan adalah hal yang bagus dan mengucapkan selamat tinggal. Dia tidak pernah tumbuh lebih tinggi, dan dia memohon kepada Mahluk A untuk memperbaikinya, dan juga ingin makhluk A mengembalikannya menjadi seorang pria. Satu-satunya tanggapan yang dia dapatkan adalah ini:

—Umu. Aku akan mempertimbangkannya.

Dia tidak pernah membalasnya. Tanya masih memiliki keraguan tentang pencucian otak, tetapi mengingat dia berhasil mempertahankan prinsip-prinsipnya dan sekarang menjadi elit dalam menjalani hidup, dia memutuskan untuk menolak mengurusi ingatan dan menyebutnya kemenangan demokrasi.

Meskipun, dia bekerja untuk kediktatoran sekarang. Itu lucu bagaimana kehidupannya berubah.

Tanya mulai memahami prospek yang berubah menjadi keyakinan tertentu sebagai analogi dengan berganti majikan. Jika Mahluk x seharusnya belajar sesuatu dari Mahluk A, dia akan belajar cara memperluas pengikutnya.
Apakah kau melihat ini, Mahluk X!? Inilah cara meningkatkan keyakinan: manfaat nyata, kondisi kerja yang aman, dan menghargai bawahan kompeten adalah suatu keharusan. Begitulah kehidupan bekerja bagi Mahluk A.

All hail Ainz Ooal Gown!

“…Ah.”
Tanya terbangun di kamar tidurnya di Berlun, ibukota Kekaisaran. Dia melihat ke arah mejanya dan menemukan bahwa benda peninggalan terkutuk yang dipaksakan padanya oleh Mahluk X masih ada di sana.

“…Sialan!”

Itu semua mimpi! Setidaknya, itulah yang dia pikirkan, sampai dia menemukan bahwa sebuah catatan telah ditinggalkan di meja yang sama, sama seperti sebelumnya.

“Ini…!?”

Mayor Degurecheff,
Tolong melapor ke Markas Besar.

Tanya mengenakkan pakaian dengan tergesa-gesa dan berlari di lorong. Mungkinkah!? Mungkinkah Mahluk A telah mengunjunginya dalam mimpinya seperti seperti X!?

Dia membuka pintu Kantor Staf Umum. Setelah menunjukkan catatan pada resepsionis, dia dibawa ke Brigadir Jenderal Zettois.

Dia menelan ludahnya ketika akan bertemu dengan Brigadir Jendral.

“Ah, Mayor, aku sudah menunggumu.”

“Sir! Mayor Tanya Degurechaff, melapor untuk bertugas! Saya mendengar perintah Anda. “

“Ah ya. Tentang itu, aku punya kabar baik untukmu.”

T-Tidak mungkin! Apakah ini benar-benar akan terjadi!?

“Mulai hari ini, kau akan dipromosikan ke pangkat Letnan Kolonel dan dipindahkan ke War College untuk melayani sebagai Associate Professor dari Management Logistik. Aku tahu ini mendadak, tetapi Staf Umum telah meninjau kontribusimu…”

Sisa kata-kata Jenderal menghilang. Pikiran Tanya terlalu sibuk karena merayakannya.

Akhirnya! Dia akhirnya berhasil! Dia sekarang bebas dari garis depan dan akan mampu menjalani kehidupan yang nyaman! Dia ingat catatan di kamarnya, dan lagi, dia bersorak di dalam hatinya:
All hail Ainz Ooal Gown! Victory for the forces of democratic freedom!

“… Hmm? Apa ada masalah, Mayor? ”

“-Ah!”

Itu buruk, dia melamun. Dia mungkin harus mengatakan sesuatu yang berani di sini. Bagaimanapun, dia tidak ingin Brigadir Jenderal berpikir dia adalah seorang pengecut. Ketika dia pensiun, itu mungkin akan dalam satu atau dua dekade, Reich akan perlu menunjuk seorang pengganti. Pada saat itu, Tanya berharap bahwa Zettois akan merekomendasikannya untuk posisi itu. Dia berdeham dan mencoba untuk terlihat kecewa.

.“—Tidak, jika itu adalah kehendak Staf Umum, maka saya akan patuh.”

“Ah, maafkan aku. Apa ini mengejutkanmu? ”

“Yah, saya tidak bisa mengatakan tidak. Ini agak mendadak. ”

“Hah hah hah, kau terlihat agak kecewa, Mayor.”

“Saya pikir siapa pun akan sedih untuk berpisah dengan kesempatan untuk memberikan layanan langsung pada Kekaisaran.”

“Dalam hal ini, yakinlah bahwa itu tidak akan terjadi.”

—Eh?

“Oh, tapi promosinya masih ada. Aku hanya bercanda tentang pengangkatan sebagai profesor. ”

“Ma-maaf, tapi bisakah anda menjelaskan lebih lanjut?”

Dia merasakan matanya yang berkedut tanpa sadar.

“Ya, maaf karena telah membohongimu Mayor. Ah, bukan sekarang Letnan Kolonel, kan? Maafkan aku, aku salah bicara. Namun, hari ini kebetulan merupakan momen istimewa. Aku tidak bisa menahannya. Lebih penting lagi, ini surat perintah mu. ”

Dia menyelipkan map ke Letnan Kolonel Degurechaff, dengan ibu jarinya menutupi tanggal. Dia perlahan menarik tangannya ke belakang, memperlihatkan teks yang dia sembunyikan.

1 April.

“April Mop, Letnan Kolonel. Kuharap kau Akan memaafkanku karena membuatmu takut seperti itu. Sekarang, perintah untuk mu adalah menyusun kelompok tempur dalam…”

Tanya nyaris tidak mendengarkan sisa pengarahan. Ketika mereka akhirnya selesai, dia hampir tersandung keluar dari Kantor Staf Umum dan kembali kekamarnya. Menutup pintu kamarnya, dia mengunci pintu dan melemparkan dokumen di atas mejanya. Dia mengambil catatan yang tersisa di mejanya dan membacanya lagi.
Dia memegang ke dua sisi catatan, dan merobeknya menjadi dua.
“Sialan! Kau menipuku, Mahluk X!!! ”

April Mop!

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded