Overlord x Youjo Senki Part 1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Pertempuran Rhine, biasanya disebut ‘Rhine tempat dimana Iblis berdiam’, berfungsi sebagai perbatasan antara Kekaisaran dan Republik. Dalam satu saat, Guntur dari tembakan artileri akan meledak, dan berikutnya, satu regu prajurit akan menjadi daging cincang. Ledakan menerobos langit ketika para penyihir berdengung melewati tembakan Mana-infused rounds. Meskipun kalah jumlah dan dalam dua perang terakhir, Kekaisaran berjuang melawan Republik sampai akhir.

Sampai, itu muncul.
Gempa yang memekakkan telinga mengguncang tanah di antara parit-parit. Kedua sisi membalikkan kepala mereka ke belakang. Mungkinkah dampaknya telah mengungkap parit-parit mereka? Tetapi yang mengejutkan mereka, tidak ada kerusakan yang terjadi. Sebaliknya, di jantung Rhine, makam besar muncul tiba-tiba.

Mereka yang saat ini berada di Medan perang tercengang oleh kejadian mendadak ini. Keagungan makam itu Akan jelas bagi setiap penonton seolah-olah situs warisan kuno yang hilang, telah muncul dalam semalam. Namun, itu hanya jika mereka benar-benar memperhatikan makam itu.

Itu — Makam Besar Nazarick. Sebuah dungeon level 80+ di DMMORPG [Yggdrasil], dan markas guild Ainz Ooal Gown. Meskipun Nazarick disebut sebagai makam, dia tidak menunjukkan sedikitpun rasa reruntuhan yang biasanya disertai bau kematian. Pembangunannya telah selesai dalam waktu yang lama, tetapi dinding batu putihnya tetap halus dan utuh. Di pusatnya terletak sebuah kuburan dengan proporsi yang megah, keindahannya begitu tenang sehingga hampir tampak baru. Di sekitar katakombe besar tergeletak dua pasang crypt yang lebih kecil. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka digambarkan lebih kecil, crypt tanah itu sama sekali tidak dalam skala kecil. Jika ada, masing-masing dari crypt begitu mengesankan dan monumental sehingga para penonton Rhine Akan menganggap mereka adalah kediaman raja-raja dari masa lalu.

[T/N : [1] Katakomba adalah sebuah ruangan atau jalan di bawah tanah yang biasanya digunakan untuk keperluan religius. Biasanya merupakan kuburan bawah tanah yang terletak di berbagai kota Kekaisaran Roma, khususnya di Kota Roma sendiri.

[2] Hapir sama, tapi crypts ini adalah bagian rahasia atau lebih seperti lorong katakomba]

Di lantai sepuluh Nazarick di dalam Ruang Singgasana, Guildmaster Ainz Ooal Gown yang telah mengambil Nama guildnya untuk dirinya sendiri saat ini sedang mengamati Rhine melalui [Mirror of Remote Viewing]. Di sebelah kirinya adalah Pengawas dari Guardian, Albedo. Di sebelah kanannya adalah salah satu dari dua makhluk cerdas yang bisa menyaingi kecerdasan Albedo di Nazarick, Demiurge. Keduanya berdiri diam ketika mereka menyaksikan Tuan mereka memandang cermin. Makam yang telah dipindahkan ke dunia lain lagi, sekarang berada dalam siaga penuh. Tetapi seperti biasanya, Albedo yakin bahwa yang mereka puja sebagai Supreme Being sudah menyusun rencana dalam waktu singkat sejak mereka dipindahkan.

Supreme Being yang dimaksud sedang memikirkan ini:

—Eh? Bukankah ini buruk?

Apakah itu parit-parit? Dan apa para tentara itu memegang senapan mesin? Apa yang di belakang itu meriam? Dari kelihatannya, itu bukan meriam abad pertengahan lagi, itu adalah blown artillery batteries!

Kelihatannya mereka terperangkap di Era perang Industri.

Ini benar-benar buruk!

Ini yang Terburuk, setelah memastikan bahwa tidak ada pihak yang terluka karna gempa, mereka segera memulai pertempuran. Tentu saja, itu karena mantra ilusi yang menyembunyikan sebagian besar Nazarick, bahkan Ainz tidak bisa menunggu sampai Sebas menyelesaikan kepanikan di permukaan. Dia harus bertindak sekarang.

“Demiurge.” Ainz berseru.

“Ya! Apa perintah anda, Yang Mulia? ”

“Kirim Mare untuk melindungi makam secepatnya. Jika salah satu dari peluru artileri itu menyerang Makam Besar Nazarick, ini tidak Akan berakhir dengan hanya permintaan ‘maaf’! ”

“[Shell Artileri]? Tidak, maafkan saya, saya akan segera melakukannya! ”

Dengan [Ring of Ainz Ooal Gown], Demiurge diteleport ke lantai 6th untuk menghubungi Mare dan Aura. Jika Mare, dia harus dapat membentuk kembali dataran dan mengurangi kerusakan fisik pada makam. Sementara itu, Ainz harus berpikir cepat.
Persisnya perang yang mana ini? Jika itu selama sejarah kelamnya, maka dia mungkin bisa mengetahuinya. Selama waktu itu, dia terobsesi dengan sejarah militer Neo-Nazi Jerman dan mempelajari sejarah militer, bahkan jika dia tidak benar-benar memahami nuansa halus/licik di belakang peristiwa tersebut.

Tapi sekarang, dia tidak bisa mengingat apa-pun. Dia melihat ke medan perang dan hampir tidak mengenali pasukan Jerman di timur, yang berarti bahwa pasukan yang di barat mungkin adalah Prancis. Itu hanya berdasarkan geografi, dia masih tidak dapat mengingat dengan tepat di perang mana kedua bangsa itu saling bertarung.
Mau bagaimana lagi, Ainz telah mengubur kenangan itu di dalam lubuk hatinya yang terdalam.

Tapi tunggu, selama waktu itu, bukankah dia—

Sebuah lampu menyala di kepalanya.

“Albedo.” Dia memanggil.

“Ya, Ainz-sama. Bagaimana saya bisa melayani anda? “

“Pergi ke perbendaharaan dan panggil Pandora’s Actor. Aku ingin berkonsultasi dengannya tentang dunia ini. “

“Maafkan saya karena tidak dapat memahaminya dengan segera, tapi apakah ada alasan mengapa Pandora’s Actor akan mengetahi sesuatu?”

“Umu. Kau tahu … Aku mungkin pernah mengunjungi dunia ini di masa lalu. ”

“A-Ainz-sama sendiri telah mengunjungi dimensi lain sebelumnya?” Albedo bertanya dengan ekspresi kaget dan memuji, “Seperti yang diharapkan dari Supreme being, telah melampaui batas ruang-waktu itu sendiri!”

“U-Unn … Pokoknya, itu sudah lama sekali, dan aku mungkin kesulitan mengingatnya. Itu sebabnya aku ingin kau bertanya kepada Pandora’s Actor, karena aku, uh … mengajaknya, saat itu…”

“Saya mengerti. Kalau di pikir-pikir, seragam Pandora’s Actor memiliki kemiripan dengan yang dikenakan oleh belatung yang meringkuk di timur itu. Tentu saja, dia jauh lebih hebat dari—”

“Batuk, batuk! Batuk! ”

“A- ada apa, Ainz-sama!?”

“Ti-Tidak, tidak ada apa-apa! Bagaimanapun, kau harus bergegas kesana! ”

“Sa-saya mengerti, saya akan segera kesana!”

Albedo menghilang, berangkat menuju perbendaharaan. Beberapa saat kemudian, dia teleport kembali dengan seorang lelaki berseragam di sampingnya.

“Ainz-sama, saya sudah membawa Pandora’s Actor, seperti yang anda minta.”

“Oooh! Dipanggil secara pribadi oleh yang menciptakan saya, saya benar-benar—”

“Sudah cukup.” Ainz menyela Pandora’s Actor, di tengah percakapan. “Mari kita lewati formalitas, waktu adalah esensi. Alasan ku memanggil mu— adalah ini. ”

Ainz membalikkan cermin sehingga Albedo dan Pandora bisa melihat.

“Oooh!” Pandora’s Actor berteriak. “Mungkinkah ini, Benar-benar!?”

“Apa sebenarnya ini, Pandora’s Actor?” Tanya Albedo.

“Tidak salah lagi, ini – [Perang Dunia]!”

—Eh?

Apakah dia mendengarnya dengan benar? Apakah dia baru saja mengatakan [Perang Dunia]!? Lubang telinganya tidak rusak, Kan!?

“[Perang Dunia]?” Albedo mengulangi.

“Ya! Konflik global yang menelan setiap negara di Bumi kedalam perang! Itu adalah, [Perang Dunia]! ”

“T-Tunggu!” Ainz menyela. “Maksudmu ini adalah [Perang Dunia], tapi, jika aku ingat dengan benar, ada tiga, kan? Perang Dunia 1, 2, atau 3 — yang mana sekarang? ”

Arcology War, atau yang dikenal sebagai Perang Dunia 3. Pada tahun 2118, perang ini pecah di Eropa setelah pembubaran Uni Eropa dan kebangkitan fasisme neo-Nazi. Hasilnya adalah Negara-negara adidaya dunia saling berbenturan dengan kekuatan penuh dan teknologi militer modern. Dari yang di lihatnya sejauh ini, Ainz tidak berpikir bahwa mereka sedang dalam perang semacam itu, tapi sudah terlalu lama. Dia tidak yakin.

“Dengan kelihatannya, mein F ü hrer-!”

“Hentikan! Jerman sudah Tidak ada! Cepat dan langsung ke intinya! ”

“Y-Ya … Dari kelihatannya, kita berada di Perang Dunia 1 atau 2, saya tidak begitu yakin …”

“Bagus.” Ainz menarik nafas lega. “Jika itu adalah Perang Dunia 3, kita harus berurusan dengan hal-hal seperti stealth bombing dan pengawasan satelit …”

“[Stealth bombing] …? [Pengawasan Satelit]…? ”Albedo bergumam pada dirinya sendiri.

“Itu mengingatkan saya, otou-sama.”

“Oi, bukankah aku memberitahumu untuk tidak — tidak, tidak apa-apa, lanjutkan.”

“Ya, otou-sama! Karena kita tidak bisa mengatakan apakah ini Perang Dunia pertama atau yang kedua, kita harus waspada terhadap senjata nuklir! ”

“[Senjata Nuklir]?” Albedo mengulangi.

… Hmm? Senjata nuklir?

“Ya, [Senjata Nuklir]! Mereka besar, alat peledak yang mampu melenyapkan seluruh Kota! ”

Eh? Hah? Apa?

“Kedengarannya bisa merepotkan. Ainz-sama, saya usulkan agar kita segera meluncurkan investigasi terhadap [Senjata Nuklir] ini demi keamanan Nazarick. Kita harus memusnahkan siapa saja yang memilikinya dan mengambil senjata ini untuk diri kita sendiri. ”

—Eh? Bukankah ini … sangat buruk?

“Otou-sama, saya setuju dengan—”

“Itu — tidak baik!”

“E-Eh? Mengapa?”

“I-Ini masalah serius! Aku belum bisa mengatakannya! Kalian teruslah bicara sendiri! ”

Albedo dan Pandora’s Actor menaattinya dan tidak bertanya lebih lanjut. Perubahan emosi Ainz dipicu beberapa kali lagi sebelum Ainz bisa memaksa otaknya yang tidak ada menjadi overdrive.

Prospek senjata nuklir telah benar-benar muncul di pikiran Ainz, sebuah kemalangan yang disebabkan oleh fakta bahwa hampir dua abad telah berlalu sejak penggunaan terakhir mereka. PBB sudah sejak lama menyegel persenjataan itu karena ancaman yang mereka ajukan pada umat manusia secara keseluruhan. Tapi sebagai warga Jepang, satu-satunya negara yang pernah merasakan nuklir secara langsung, Suzuki Satoru masih memiliki pengetahuan tentang kemampuan perusak mereka. Faktanya, Ainz ingat bahwa bom mematikan ini tidak hanya menghancurkan satu, tapi dua Kota Jepang. Akibat adalah meninggalkan banyak kisah gelap dalam buku-buku sejarah bangsa.

Dalam tubuh baru ini, apakah mungkin baginya untuk menahan kekuatan ledakan nuklir? Tentu saja, dia bisa mem-buff dirinya dengan mantra, atau dia mungkin bisa Menggunakan [Black Hole] untuk menyedot bom di udara. Jika bisa berakhir dengan begitu, dia akan menari dengan gembira.

Eh? Apakah nuklir dianggap sebagai magic atau physical? Mungkin itu akan memberikan efek kerusakan? Hmm, ini pertanyaan yang sulit. Aku tidak ingin mencobanya. Tapi bagaimana dengan Nazarick? Dan bagaimana nasib NPC di dalamnya? Bisakah mereka menahan ledakan itu?

Para homunculi maid pasti Akan mati jika mereka berada di radius ledakan atau bahkan dari kejauhan yang pasti akan menyebabkan keracunan radiasi. Tapi mereka seharusnya baik-baik saja selama mereka tetap berada didalam tembok Nazarick. Dalam banyak hal, makam itu menyerupai tempat perlindungan dari bom. Dalam skenario terburuk, hanya tiga lantai pertama yang mungkin akan terpengaruh berkat pekerjaan yang telah diberikan Ainz dan guildnya ketika merestrukturisasi Nazarick. Makam asli sudah cukup tahan lama, tetapi excess data crystals yang mereka gunakan semakin meningkatkan titik pertahanan dari dungeon.

Tapi permukaannya pasti tidak bisa dihuni. Tidak hanya itu, tetapi jatuhnya nuklir akan mencemari tanah di sekitarnya. Temannya, Blue Planet, selalu menyesali bagaimana manusia telah menghancurkan Bumi melalui perang dan polusi. Menurutnya, dua hal yang paling buruk bagi Bumi adalah senjata nuklir dan pemanasan global.

Ainz Ooal Gown pernah melakukan quest yang membawa mereka jauh ke dalam mythical forest, di mana sisa-sisa peradaban tua berada. Kelompok itu telah bertempur dengan seorang Mini Bos yang akan menciptakan ulang dengan membakar pohon untuk bahan bakar dan akan menggunakan serangan itu berdasarkan nuklir yang ada dalam peperangan, yang tampaknya tidak cocok untuk pengaturan tersebut. Meskipun itu memberikan salah satu anggota guild inspirasi untuk merancang seorang battle maid tertentu. Hari itu Blue Planet telah berjuang ekstra keras, dia berteriak keras ketika bos itu mati yang  merupakan gairah dan tak akan terlupakan.

Saat Ainz menikmati ingatannya, perasaan yang menyenangkan bertahan di dalam hatinya yang tidak ada. Nostalgia-nya tidak berlangsung lama karena Demiurge segera kembali, membungkuk dalam-dalam sebelum berbicara.

“Ainz-sama, saya sudah mengirim Mare. Nazarick seharusnya dilindungi dari semua bentuk serangan yang diantisipasi. Saya juga sudah menempatkan semua Guardian Area dengan waspada tinggi. “

“Terima kasih, Demiurge.” Ainz berbicara, “Beritahu kami apa yang kau katakan kepada yang lain, aku ingin kau memastikan bahwa mereka di sini dengan cepat bersama dengan rencanamu.”

Membuatnya terdengar seperti demi bawahannya. Dengan begini, Ainz bisa berpura-pura dia sudah mengatahui rencananya ketika dia benar-benar mendengar tentang hal itu untuk pertama kalinya.Kekurangannya adalah bahwa persetujuannya sudah tersirat, tetapi karena itu Demiurge, maka seharusnya tidak perlu khawatir.

“Pertama, saya mengusulkan Shizu memimpin serangan pada kekuatan eksternal.”

Pleiades Battle Maid CZ2128 Delta, atau ‘Shizu’ singkatnya. Dia adalah makhluk heteromorfik, dari jenis yang dikenal sebagai Automatons, dan memegang kelas [Gunner] yang menyerang dari jarak jauh. Atas panggilan Demiurge, Shizu memasuki ruang tahta dan membungkuk sebelum mengambil tempatnya di samping Pandora’s Actor.

Oh Itu bukan ide yang buruk, lagi pula dia mengkhususkan diri dalam pertempuran jarak jauh dan peralatannya mirip dengan yang digunakan oleh para tentara. Meskipun itu Akan merepotkan jika sesuatu terjadi padanya karena dia akrab dengan mekanisme pembukaan kunci Nazarick …… tapi itu seharusnya bukan masalah.

“Sekarang, saya harap anda akan melaksanakan rencana saya untuk sedikit penyesuaian,” Demiurge mengangguk sekali lagi ke arah Ainz. “Tapi saya menyarankan agar kita langsung ke intinya dan mengambil inisiatif.”

Hingga beberapa abad yang lalu, orang-orang seperti mereka disebut Reivers, orang-orang keras yang menjarah sebuah pemukiman tanpa pertahanan dengan menunggangi kuda-kuda, di selimuti kegelapan, menjarah dan merampok sebelum meninggalkan rumah korban, sambil diwarnai darah mantan penghuninya.

Di masa-masa yang lebih tercerahkan ini, mereka malah disebut Batalyon Penyihir Aerial ke-203. Modus operandi mereka tidak berubah lebih dari tiga abad; mereka keluar dari bayang-bayang, mengambil semua yang berharga, dan meninggalkan kehancuran di belakang mereka.

Reivers terdahulu Akan mengagumi alat-alat yang digunakan para Penyihir Aerial untuk melapisi perdagangan mematikan mereka. Alih-alih berkuda di perbatasan, mereka menggunakan unit mana-powered flight, magic barriers bukannya jaket kulit, dan Tipe 98 Mage Rifle yang beramunisikan dengan spell-shots yang seperti kilat dan meledak seperti guntur sebagai pengganti senapan pompa yang kuno dari masa lalu.

Namun, mereka mungkin akan menolak apa yang dilakukan para Mage saat ini. Lagipula, seluruh tujuan reiving adalah untuk mencuri sesuatu, dan para penyihir hanya menabur teror dan kehancuran di belakang mereka.

Meski begitu, para penyihir telah dilatih untuk perang jenis baru, sehingga mereka tidak bisa disalahkan jika metode mereka berbeda dari pendahulu mereka yang serakah.

Api menyala dari bagian bawah tubuh mereka saat Pixie Skuadron terbang menjauh dari target mereka, apa yang terlihat hanya pantulan cahaya oranye dibawah langit.

“Pixie 01 ke semua penerbangan, lapor.”

“Dua di sini, sasaran dibungkam.”

“Tiga, target ditekan.”

“Empat, beberapa perlawanan, tapi sudah dikepung.”

“Bagus,” kata Mayor Tanya Degurechaff saat dia melintasi target masing-masing dari mental list.

Setelah diminta untuk bertarung di Rhine sekali lagi, Tanya segera dengan paksa menenangkan tingkat stresnya. Seperti biasa, Kekaisaran berkumpul untuk menyerang di sektor ini, tetapi mereka belum memiliki pasukan yang cukup di daerah ini untuk menyerang lebih dalam. Selama hampir satu tahun ini merupakan jalan buntu, negara hanya mampu membiayai perang ini sedikit lebih lama lagi. Tentu saja, Tanya secara pribadi tidak berencana untuk berpartisipasi dalam setiap pertempuran besar yang menarik peperangan menuju kesimpulan akhirnya, tetapi masalahnya adalah bahwa ke-203 telah lama diklasifikasikan sebagai unit yang diberi nama, sebuah fakta yang sering kali mengarahkan mereka terlibat dalam api peperangan ketika pertempuran dimulai.

Dia harus keluar dari teater, tetapi permintaan sederhana ke belakang akan memotongnya. Jika ada, mengajukan permintaan seperti itu lebih berbahaya daripada menguntungkan. Seorang penakut sering memimpin jalan tak peduli apakah mereka ingin atau tidak, dan menjadi yang pertama menerobos merupakan hal yang hampir tidak kondusif bagi kelangsungan hidup seseorang.

Solusinya kemudian memakai unitnya. Dengan melakukan operasi intensif dan mendapatkan pencapaian yang signifikan, ia akan membangun itikad baik dan mengakumulasi unit yang kelelahan, cukup bagi mereka untuk diturunkan ke garis belakang untuk R & R. Secara teknis tidak akan mengendur, karena pekerjaan mereka adalah melunakkan bagian depan untuk sisa pasukan.

“Mayor, kita punya masalah.”

Tanya melihat kembali pada Visha, yang memiliki ekspresi khawatir di wajahnya. Dia mengangkat dagunya, menunjukkan bahwa wanita lain harus melanjutkan.

“Ada gelombang besar mana statis barusan. Kita kehilangan semua deteksi jarak jauh. “

Mata Tanya menyipit. Penglihatan mereka sangat terbatas. Apakah ini awal dari serangan?

“Tingkatkan ketinggian untuk berjaga-jaga. kita tidak perlu terlibat saat kehabisan MP dan amunisi. ”

Bahkan saat dia mengatakan itu, dia tahu itu tidak ada gunanya. Awan terlalu tipis untuk menyembunyikannya, dan jika mereka terdeteksi pada jarak ini dan menekan serangan, maka—

“Apakah komunikasi masih berfungsi?”

“Ya, tidak ada masalah.”

“Bagus.”

Tanya mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri sebelum memulai panggilan. Dalam skenario seperti itu, lebih baik untuk mendapatkan perintah dari para petinggi daripada bertindak secara individual.

“Pixie 01 kepada komando, kami sudah—”

Sebelum dia bahkan bisa menyelesaikannya, sesuatu menarik perhatiannya.

Beberapa peluru bersiul melewatinya dari bawah. Tanya tidak terlalu khawatir tentang itu. Bahkan naval 3 inch caliber guns hanya meninggalkan kerusakan yang tidak berarti pada barriers dengan serangan langsung, yang hampir tidak mungkin lebih dari satu mil ke udara melawan target berbentuk manusia bergerak dengan kecepatan yang relatif tinggi. Fragmentasi dari rentetan artileri terkonsentrasi mungkin berhasil, tetapi sebagian besar emplasemen pertahanan udara tidak memasang senjata yang hampir cukup untuk menjenuhkan area ruang dengan banyak baja.

Itu mengerikan, tetapi akhirnya tidak berbahaya. Peluru Akan menyapu mereka, pecahan peluru akan turun, dan mereka akan relatif tidak terluka—

Tunggu.

Ada yang aneh di sini.

Dia mengadah, dan melihat Peluru meledak di udara. Dia sudah sangat mengharapkannya. Bagaimanapun, dia tidak menduga ledakan itu sangat…… lemah. Itu bukan muatan yang dirancang untuk mengubah casing shell menjadi badai pisau, tapi lebih lembut, seolah-olah itu hanya hancur dan menghilang……

Kemudian, dia melihat sesuatu.

Dalam sekejap, ia melihat pita kuning di sekitar Peluru saat terbuka dan mengaktifkan mantra.

Lalu, salah satu anak buahnya mulai berteriak.

“Abbbbahh!”

Dia adalah yang tertinggi, Tanya sendiri berada di dalam formasi. Jadi, dia adalah orang pertama yang bertemu … baik, apa pun.

“Matakuuu…!”

Kata-katanya pecah menjadi setengah meraung dan putus asa saat dia jatuh dari langit, terlalu kesakitan untuk berkonsentrasi dengan benar pada mantranya.

“Jemput dia!”

Teman-temannya bergerak tanpa ragu-ragu dan memegang lengannya sebelum dia jatuh dan keluar dari formasi. Ketika mereka melihatnya, mereka tersentak. Kelopak matanya ditutupi lecet yang membengkak dengan cepat yang Cukup untuk membutakannya, dan bibirnya juga membengkak. Dia terbatuk, dan suara yang dihasilkannya adalah retakan basah, muntah-muntah, reaksi berantai yang membuat tubuhnya bergetar dan bergidik di tangan penyelamatnya.

Semua orang tercengang. Apa yang terjadi padanya?

Hanya Tanya yang mengetahuinya, dan itu disebabkan oleh aroma horseradish pada udara.

Dalam Perang dunia di dunianya, Sekutu dan Blok Sentral telah merancang kelas senjata baru yang begitu menakutkan sehingga mereka dijuluki ‘Bentuk pembunuhan yang lebih tinggi’. Dia bukan penggemar militer, dan pengalamannya dengan hal-hal semacam itu terbatas, tapi dia ingat artikel internet yang menggambarkan beberapa senjata paling mengerikan dan ikonik.

“Gas mustard ! Menurun! Menurun sekarang! ”

[T/N : Yperit (gas mustard) adalah senyawa kimia yang memiliki rumus kimia C4H8Cl2S. Gas mustard adalah senjata kimia yang menyebabkan luka pada kulit dan saluran pernapasan. Senjata kimia ini lazim digunakan selama Perang Dunia I, sebelum akhirnya dilarang penggunaannya oleh Protokol Jenewa pada tahun 1925]

Semakin banyak Peluru meledak di udara saat dia mengatakannya, dan rasa takut bertemu dengan nasib yang sama dengan bawahannya yang malang, mereka bergerak lebih cepat dari apa pun yang bisa dia teriakkan.

Senjata kimia telah menjadi bagian utama dari Perang Dunia I di dunia Tanya, dan ada banyak cara untuk mengirimkannya karena ada senjata lain di medan perang. Namun, penggunaan khusus ini adalah hal baru. Dia belum pernah mendengar ada orang yang menggunakan gas beracun sebagai senjata anti-udara … meskipun dalam kasus ini, itu masuk akal. Mage barriers menahan hampir segala sesuatu kecuali udara, tetapi senjata gas tidak hanya melewati mereka, gas juga tidak terlihat. Aerial mages tidak terbang cukup cepat untuk menghindar dan menerima dosis efektif, dan jika mereka lumpuh, mereka tidak dapat berkonsentrasi pada mantra terbang mereka dan mereka akan tertarik kebawah oleh gravitasi. Dengan menggiring mereka ke meriam anti-aircraft dan membawa mereka ke sekitar mage, mereka bisa mengatasi kurangnya radius efektif meriam anti udara dan melewati magic barrier para mage, memberikan metode yang efektif untuk menjatuhkan mereka.

Jadi beginilah medan perang yang berubah karena sihir! Jenius aneh mana yang muncul dengan taktik ini?

Kalau begitu, mereka tidak punya cara untuk mengetahui seberapa jauh gas menyebar atau berapa banyak Peluru yang dapat mereka kirim, yang berarti mereka secara efektif dicegah untuk naik. Ditambah lagi, gas itu lebih berat daripada udara dengan demikian akan perlahan turun. Secara alami ini memaksa mereka juga ikut turun.

Taruhan terbaik mereka adalah untuk menurun dari ketinggian secepat mungkin dan mudah-mudahan lebih cepat dari awan gas. Itu sedikit berisiko, tapi taruhannya adalah menabrak dinding aerosol yang menyebabkan wajah mereka akan bengkak ketika jatuh.

Tanya memimpin jalan ketika dia melesat ke bawah seperti halilintar, sementara sisa kelompoknya turun secepat yang mereka bisa……

“Ainz-sama, tidak ada lagi pasukan musuh di udara berkat serangan Shizu.”

Ainz mengangguk setelah mendengar laporan Demiurge. Meskipun Shizu diciptakan dengan pengetahuan assasint dalam pikirannya, ia memiliki beberapa kemampuan yang di buat berdasarkan taktik Perang Dunia termasuk serangan AOE yang menyebabkan debuff tembakan kimia pada setiap serangan. Sejak tembakan pembuka sudah dilontarkan, Ainz memiliki sedikit kesempatan untuk menguji kemampuan Shizu pada target langsung. Dan, ini juga menegaskan satu fakta penting bagi mereka.

Musuh tidak lebih dari Level 20.

“Ayo pergi, aku ingin menuju lapangan secara langsung.”

“Tentu saja, biarkan saya menemani anda. Saya rasa Albedo sudah mempersiapkan armornya untuk berperang. ”

Tanpa membuang waktu sedetikpun, keduanya pergi.

“Pak, lonjakan mana yang terjadi secara tiba-tiba mengganggu sinyal. Kita masih bisa memantau Pasukan Iblis. Para Iblis nampaknya di paksa mendarat dengan serangan anti-udara.”

“Lonjakkan Mana, darimana sumbernya?”

“Saya tidak yakin, Pak. Meskipun saya mendapatkan laporan yang mengatakan semacam gas kuning telah dilemparkan.”

Kolonel akan meminta lebih banyak rincian, tetapi kemudian dia menghentikannya. Apa yang bisa dia lakukan bahkan jika dia tahu asalnya? Dia masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, dan jika dia beruntung, gas akan sangat mempengaruhi sayap para Iblis.

Rencana awalnya adalah menunggu Iblis memasuki zona anti-udara sebelum menembak, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan sekarang. Iblis hanya berada dalam jangkauan efektif setengah senjata mereka sebelum tiba-tiba bangkit. Apakah dia mendeteksi mereka yang bersembunyi di bawah, meskipun mereka menggunakan kamuflase? Atau apakah itu sebagai respon terhadap lonjakan mana?

Bagaimanapun, dia bisa memilih antara penyergapan gagal atau tidak ada penyergapan sama sekali.

Dia memberi perintah.

“Semua tentara HS, tembak ruang udara hingga 5’000. Tim aerial mages, bersiap untuk penyergapan. “

Ketika Ainz melangkah keluar dari Nazarick, dia bertemu dengan beberapa orang yang terlibat. Menggunakan mantra [Fly], Ainz dengan pelan melayang di udara dan mendarat di gundukan tanah yang diciptakan Mare. Shizu berada dalam posisi sniper di kejauhan, dikelilingi oleh 3 Death Knights.

“A-Ainz-sama! K-Kenapa anda ada di sini ……. bukankah ini berbahaya? ”

Sebelum Ainz bisa merespon, Demiurge muncul di sampingnya dan tersenyum, mengakui kekhawatiran yang dimiliki Mare terhadap Supreme Ruler mereka.

“Ainz-sama sudah menganggap bahwa musuh terlalu lemah untuk dianggap sebagai ancaman. Dan bahkan jika tidak begitu, kami telah sepenuhnya siap untuk menjaga tubuhnya dengan resiko apapun. ”

“Aku kira itu benar.”

“Jujur, lihatlah manusia itu. Mereka terlalu sibuk berkelahi di antara mereka sendiri. Di hadapan pemimpin kita yang mulia. Makhluk yang tidak penting itu. “

“Tapi bukankah itu karena kita masih menyembunyikan Nazarick dengan sihir ilusi?”

“Tentu saja, bagaimanapun itu menunjukkan bahwa level para manusia sangat rendah. Melihat melalui ilusi seharusnya adalah sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah bahkan oleh mahluk yang lebih rendah dari belatung. ”

“Ahh … Seperti yang diharapkan dari Demiurge. Kau memikirkan itu juga. “

“Namun bukankah sudah saatnya kita menunjukkan kepada manusia kehadiran kita? Sebuah kehormatan bagi makhluk-mahluk rendahan itu untuk menghormati yang mulia. ”

“Aku setuju. Tidak menghormati Ainz-sama berarti mati. ”

Albedo berbicara, dia mengenakan full armor dan memegang greataxe. Dia diikuti oleh Cocytus dan Aura yang diberitahu sebelumnya bahwa kehadiran mereka di sini adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam pertempuran skala besar.

“Ainz-sama,” Albedo membungkuk dengan hormat, “Shalltear saat ini mengelola pertahanan internal kita dan Pandora’s Actor telah dikirim kembali untuk menjaga area kubah.”

“Kerja bagus.”

Ainz akhirnya berbicara setelah memperhatikan kelompok di sekelilingnya.

“Sepertinya ini waktunya untuk memulai.”

Dengan lambaian tangannya, ilusi yang menyelimuti Nazarick dari pandangan manusia lenyap.

Para Guardians, dan juga tiga Death Knight yang diciptakan Ainz, sedikit tegang, waspada terhadap kemungkinan serangan musuh yang kuat. Shizu di sisi lain terus mengamati mereka di kejauhan dengan tatapan dingin.

Untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara. Kenyataannya, situasi itu cukup memberatkan untuk sesaat membungkam semua guardians.

“Mereka masih bertarung.”

“Bagaimana bisa!?”

“Bu-bukankah mereka melihat keberadaan agung Ainz-sama!”

“Aku akan memotong belatung itu!”

“Cukup!”

Semuanya langsung tenang saat Ainz menaikkan suaranya. Tanpa menunggu instruksi lebih lanjut, Demiurge melangkah ke depan untuk merasakan niat tuannya.

“[Voice Magnify]!”

“Hentikan tembakan!” Demiurge berteriak. “Kalian akan memberikan penghormatan kalian kepada yang paling penting, Supreme One, Ainz Ooal Gown!”

Sama seperti ucapan itu, perhatian dua faksi yang berseteru akhirnya menyadari keberadaan Ainz, Guardians, serta Makam Besar Nazarick.
Sekelompok aerial mages, mungkin lebih disiplin dari yang lain, dengan cepat bergerak maju menuju Ainz. Pemimpin mereka, sosok kecil bergerak lebih cepat daripada yang lain, dengan cepat mendekati posisi mereka. Tentu saja Demiurge yang sudah memperkirakan ini, berurusan dengan gangguan seperti manusia sama sekali tidak merepotkan.

“Berhenti!”

“Hah!?”

Kelompok yang telah beberapa detik mulai akan menyerang satu sama lain membeku di udara. Tidak peduli seberapa banyak mereka mencoba untuk bergerak, itu tampak mustahil.

“Ainz-sama, saya percaya target mereka sekarang adalah anda.”
“Terima kasih Demiurge, mungkin aku akan bereksperimen dengan kelompok di sana.”

Ainz melambaikan tangannya dan lingkaran sihir yang berbentuk seperti kubah dengan radius sekitar sepuluh meter. Lampu-lampu merah di dalam rongga matanya bersinar cemerlang saat sihirnya meningkat. Sigil dan simbol tembus berubah dengan cepat pada lingkaran sihir, menggambarkan sebuah sihir yang bisa menelan seluruh medan perang. Ini adalah [Super Tier Magic], dan setiap pemain Yggdrasil yang melihatnya akan segera mencoba untuk mengganggu mantranya. Untuk mencegah itu, Albedo, Demiurge, Mare, dan Shizu berdiri dengan siap untuk bereaksi.
Meskipun tidak mengetahui skala sihir yang Ainz gunakan, para tentara memahami satu hal yang pasti, mereka harus menghentikan sihir itu sebelum terlambat. Para penyihir menembak dengan harapan mengganggu tetapi mereka dihalangi oleh kapak Albedo.

“Albedo. Haruskah aku mengulanginya lagi? Serangan seperti itu tidak dapat menyakitiku. Tidak perlu bagimu untuk membuang kekuatanmu. ”Ainz berkata.
“Maaf, Ainz-sama. Tidak peduli berapa kali itu terjadi, masih ada batas minimal yang harus dipenuhi untuk bertarung dengan anda, Supreme being,” jawab Albedo dengan hormat. “Membuang kerikil sepele seperti itu pada anda …”
“Jika kau mengatakan itu, maka lagi-lagi serangga ini gagal.” Ainz tertawa kecil dengan nostalgia.
Para penyihir terus menembak ke atas dengan harapan untuk menggangu si magic caster. Itu hanyalah upaya sia-sia. Dengan mantera yang dekat dengan tangannya, Ainz mulai berpikir keras.

Setelah hidup sebagai undead selama lebih dari setahun, Ainz telah mendapatkan beberapa wawasan tentang sifat sejati Manusia. Mereka adalah ras bodoh yang menghantamkan pikiran-pikiran menjijikkan terhadap apa pun yang bahkan menimbulkan ancaman kecil bagi mereka, Theocracy adalah contoh utama dari mentalitas ini. Orang-orang dengan cepat mengintimidasi, mudah menyuap dan tidak mencari apa pun kecuali keuntungan pribadi mereka sendiri. Tentu saja ada pengecualian, misalnya Warrior-Captain yang telah mati dengan caranya sendiri, atau teman baiknya, Jircniv. Ada juga yang lain di Kerajaan yang dapat dianggap sebagai spesimen yang unik, tetapi sekarang bukan waktu untuk masuk ke masalah itu. Jika manusia tidak bertindak begitu bodoh dan mencoba menjadi sedikit lebih cerdas. Lalu, dia akan berurusan dengan mereka secara normal, tetapi jika mereka menjadi ancaman bagi Nazarick … Ini tidak dapat dihindari.

“[Ia Shub-Niggurath]!”

Daerah yang berisi sejumlah besar pasukan Republik dipenuhi dengan teriakan – yang memudar segera setelah mereka mulai. Kabut hitam muncul dari udara tipis dan berjalan melalui medan perang, menelan setiap makhluk hidup di belakangnya. Bergerak tanpa ampun untuk menemukan jalannya melalui celah-celah armor, tank, dan parit, memberi mereka pertemuan dengan pelukan kematian. Bagi mereka yang bertahan hidup secara kebetulan, sekarang diam seperti mayat. Mereka yang belum terperangkap dalam angin puyuh kematian ini menggigil sampai ke tulang. ketika mereka menemukan teman-teman dan musuh mereka tergeletak di tanah, seperti boneka yang talinya putus.

“A-Apa-apaan dengan sihir barusan?” Seorang Mayor Republik tergagap.

Di belakang, seorang letnan yang bertanggung jawab atas komunikasi berusaha untuk melakukan kontak dengan HQ.

“HQ, ini Rhine Front, copy? HQ! ”

“Komandan, kita tidak bisa terhubung!”

Komandan merasa terkesima, tetapi dia tetap tenang.

“Si–, apakah kabut itu juga mengganggu sinyal?” Dia mempertimbangkannya dengan cepat. “Pertemuan darurat! Mintalah semua letnan pertama di sekitar untuk berkumpul dalam waktu lima menit!

Tidak lama kemudian, semua petugas yang bisa datang tiba. Beberapa terlihat bingung, dan orang-orang yang tidak bisa melakukannya adalah katatonik.

“Laporakan keadaanya.” Kata Mayor.

“… Tiga batalyon jatuh ke dalam kabut.” Seorang letnan menjawab setelah beberapa saat. “Kami mencoba membangunkan mereka tetapi … Mereka tidak bernapas. Saya pikir aman untuk mengasumsikan… bahwa mereka sudah mati. ”
“…” Sang Mayor meletakkan tangannya di atas mulutnya. “…Lanjutkan.”
“Semua operator artileri kita tumbang.” Letnan lain melanjutkan. “Markas besar … sangat sunyi.”

Berita itu sangat membebani sampai seorang pengamat melaporkan.

“Tuan, laporan dari observatorium!”
“Tolong, lanjutkan.”
“Se- sesuatu yang sangat jahat baru saja telihat di area yang tetutupi kabut!”
“Sesuatu yang sangat jahat?”

Geraman keras bergema di Rhine. Tempat di mana kabut itu menyelimuti, makhluk tak dikenal muncul dari esensi yang dikumpulkan dari mayat prajurit. Seekor binatang berkaki empat menyeramkan yang ditutupi tentakel dengan jumlah yang tak terhitung. Tentakel-tentakelnya terbuat dari daging orang-orang mati. Mahkluk itu memiliki beberapa mulut yang secara acak terletak di tubuhnya — Seeokor Dark Young.

Bahkan tanpa melihatnya dari dekat, tentara Republik tahu dari rasa gemetar di punggung mereka: ini adalah akhirnya. Mereka, berdoa kepada dewa apa pun yang bisa mereka sebutkan, berharap akan terhindar dari pertemuan yang mengerikan. Siapa yang bisa membayangkan angin puyuh bencana telah dilemparkan ke sini? Itu saja telah membunuh lebih dari 14.000 orang dalam hitungan detik.

Mereka berharap bahwa mereka berada di rumah dengan keluarga mereka
Mereka berharap, mereka tidak pernah berpartisipasi dalam perang ini.
Mereka berharap mereka bisa hidup besok.
Tentu saja semua itu hanya doa yang mereka panjatkan pada beberapa dewa ataupun supreme being lainnya.

Dari posisi mereka berdiri, mereka menyaksikan munculnya Dark Young — entitas yang tidak mereka kenal. Binatang seperti gumpalan itu memiliki lima hingga enam kali lebih tinggi dari rata-rata manusia dan tentakel membuatnya terlihat lebih besar. Makhluk itu terlihat lesu dan lambat, hingga— Supreme One pun memerintahkan:

“Ratakan mereka.”
Dark Young dengan tubuhnya yang besar bergerak lincah dalam menanggapi perintah, menerjang dalam formasi tentara Republik. Tanah berguncang saat binatang itu mengaduk medan perang.

Tentara yang sudah ketakutan mulai panik, tanpa tau apa yang harus di lakukan pada kematian yang semakin mendekat. Para penyihir yang terbang di atas medan perang, tidak peduli bahkan jika mereka akan di hukum, hanya peduli untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Tentara angkatan darat bagaimanapun tidak seberuntung itu.

“Para penyihir, kemana kalian pergi!?” seorang kapten infantri berteriak.

Tak satu pun dari mereka menjawab, berlari melintasi langit dan meninggalkan sekutu mereka di daratan. Dia kemudian mengutuk mereka, para pengecut itu. Dia juga gemetar. Dia juga takut. Tapi dia tahu tidak melakukan apa-apa hanya seperti meminta kematian. Dia mengumpulkan sedikit keberanian yang dia tinggalkan dan berdiri teguh di depan anak buahnya.

“Semuanya, mundur! Di sana, adalah iblis dari neraka. Iblis, aku pernah melihatnya. Tetapi — itulah sebabnya kita harus berdiri teguh! Jika hal yang disana itu adalah bukti iblis, maka di suatu tempat di luar sana pasti ada Tuhan. Mari kita berdoa hari ini, dia memimpin kita, dan memberi kita berkat-Nya. ”

Rombongannya kembali tenang. Itu benar, bagaimana mereka bisa kalah tanpa bertarung? Untuk apa mereka kesini kalau begitu? Sejak awal, mereka sudah di persiapakan untuk mengorbakan diri mereka demi Negara mereka. Itu benar, tak peduli dengan siapa mereka bertarung, terserah apakah itu kekaisaran ataupun iblis dari neraka.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded