Re:Monster Volume 3 Day 101-110 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

 

  • Translator : Lord Grim
  • Editor : Scraba

Hari ke 101

Kami berangkat pagi ini seperti yang direncanakan, meskipun menjaga Putri Tomboy adalah sebuah masalah. Monster besar berwarna abu-abu yang disebut ” Big Cocco ” telah membuat sarang di sekitar jalan utama. Monster itu tidak dapat membahayakan kuda Skeleton yang menarik kereta, jadi kami membiarkannya saja.

Tuan Putri telah menyebabkan beberapa masalah dengan para Sister dan Blackmith-san baru – baru ini. Sejauh ini hanya gangguan seperti “Kau harus tunduk padaku” baik pada Blacksmith-san atau aku sendiri. Tentu saja, ini merupakan hal biasa untuk seseorang yang dibesarkan dengan cara seperti anggota keluarga kerajaan. Fakta bahwa dia adalah klien kami, bagaimanapun, mencegahku untuk menghukumnya langsung.

Kembali ke monster itu.

Big Cocco, yang lebih dikenal sebagai Misutenddo, adalah monster kecil yang para petualang pemula cenderung buru untuk experiance tingkat awal. Namun, monster adalah monster. Jika seorang gadis muda yang tidak bersenjata bertemu dengannya, monster itu tidak akan bisa dikalahkan.

Aku biasanya mengancam sang putri dengan menyebarkan salah satu Misutenddo untuk mengalihkan perhatiannya padaku, tapi aku tertantang dengan keuletannya.

Pada akhirnya, aku mulai mempertimbangkan untuk mengirimnya ke dalam beberapa bentuk pelatihan untuk mengalihkan perhatiannya dari upaya konstannya untuk menggangguku. Jika aku menggunakan kemampuan tak terlihatku, aku mungkin bisa memastikan bahwa dia tidak akan cedera jika itu hanya Misutenddo.

Kemudian, sebuah insiden di mana dia mencoba membunuh Misutenddo dengan pisau dapur terjadi, sampai aku harus turun tangan.

Perilaku sang Putri sangat merepotkan, meskipun itu tidak benar-benar mempengaruhiku secara pribadi.

Tapi, ini menjadi tanggung jawab orang dewasa untuk memarahi anak-anak setelah mereka melakukan sesuatu yang berbahaya.

Dia mencoba menggunakan statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan untuk menghindari agar tidak dimarahi. Aku dengan cepat menekan rencana itu dengan menyatakan bahwa statusnya tidak berpengaruh padaku. Setelah menjelaskannya, aku mulai mengajarinya tentang bagaimana menjadi anggota kerajaan, dia harus memiliki tingkat disiplin yang bagus.

Aku mengatakan, perilaku buruk akan dihukum dengan dipukul bagi anak-anak dan perilaku baik dihargai dengan elusan di kepala.

Satu satunya orang yang mungkin aku pertimbangkan untuk menggunakan sikap itu adalah Red head-san, meski ide dari memukul baginya tidak terlihat sebagai hukuman.

Bagaimanapun, informasi yang aku terima dari Bocah Ksatria yang berkaitan dengan sang putri adalah dia cukup lambat, aku merasa aman untuk berasumsi bahwa dia mungkin memiliki beberapa bentuk kekuatan misterius atau rahasia penting.

Hampir tidak bisa dibayangkan, karena orang tidak akan pernah berpikir bahwa keluarga kerajaan akan membesarkan anak yang memiliki begitu sedikit pengetahuan tentang dunia ini.

Sang Putri memiliki pemahaman yang samar tentang orang-orang, meskipun akal sehatnya kurang. Dia jelas tidak terbiasa dengan risiko yang terlibat dengan melawan monster dan dia biasanya hanya mendekatinya.Ini mirip dengan seorang anak kecil yang melihat anjing yang mereka lihat di buku, berpikir bahwa itu aman untuk dijadikan hewan peliharaan karena tidak ada yang mengatakan itu berbahaya.

Ketika berdebat tentang apakah akan melindungi dia sampai kami tiba di kastil, aku memutuskan bahwa akan lebih baik jika dia dapat menikmati dunia luar secara maksimal. Itu mungkin sesuatu yang dia tidak bisa lagi lakukan di masa depannya, karena statusnya sebagai seorang putri.

Saat pikiran itu terlintas dalam benakku, aku segera membuang pikiran burukku dalam sekejap. Bahkan secara teknis dia jauh lebih tua dariku, dia adalah sesuatu hal yang tidak bagus untuk disentuh sampai dia menjadi seorang wanita diumurnya.

Meski ketika dia tersenyum, yang sepertinya dia menyuruhku untuk tersenyum kembali dan seterusnya, aku menghiburnya, membuatnya lebih dekat denganku.

Setiap kali dia lelah, dia akan datang ke tempatku, naik ke punggungku, dan menunggu sampai aku menempatkannya di pundakku. Aku sudah menyerah, setidaknya sejauh ini. Bahuku tampaknya telah menjadi kursi khusus untuk putri ini. Itu bukan sesuatu yang benar-benar kupikirkan, dia hanya diam saja, mengotak-atik rambutku dan mencoba bersikap manis. Setidaknya aku mengakui bahwa dia bisa menjadi anak yang baik ketika dia tidak keluar untuk menimbulkan masalah.

Astaga, aku harus hati-hati, cewek kecil sering membintangi pria kuat … Berbahaya …

Aku akan membiarkan dia naik di bahuku untuk saat ini. Terlepas dari gambaran kami berdua yang terlalu terlihat mencolok. Berbagai petualang dan pedagang dari berbagai suku yang melewati konvoi kami di jalan raya selalu menatapku, atau lebih tepatnya kami, dengan tatapan terkejut. Karena sang Putri cukup muda, kebutuhan untuk menyediakan hiburan seperti menyanyikan lagu perjalanan diperlukan untuk mencegahnya dari bosan dan supaya tidak keluyuran. Suka atau tidak, jumlah masalah yang dia buat pada saat di pundakku lebih sedikit dibandingkan jika dia sendirian…

Bagaimanapun, lokasi dari Boy Knigt, Alchemist-san dan Dhammi-chan telah menggoda anak malang itu dengan berbagai gerak gerik. Mengingat bahwa para gadis mengenakan kacamata, anak tersebut dijadikan mainan mereka kurang lebih seharian. Mereka bersenang-senang dengan bocah malang itu, bukan berarti aku iri pada suatu hal yang seperti itu.

Hari ini kami berkemah di sisi jalan raya. 

Hari ke 102


Yah, masalah dimulai dipagi hari.

Putri Tomboy dan Boy Knight berusaha berpartisipasi dalam pelatihan pagi hari. Aku tidak akan memiliki banyak masalah jika hanya dengan Boy Knight yang mencoba untuk berpartisipasi, tetapi sang putri juga menuntut untuk berpartisipasi. Sungguh menyebalkan. Tuntutan mereka seperti, “Kami juga ingin belajar cara bertempur” atau “Cobalah melawan kami.” Aku melakukan yang terbaik untuk mengabaikan ini, tetapi tetap saja ada batasnya.

Karena tidak ada jalan untuk menghindarinya, aku berpikir sesuatu agar, sang klien untuk tidak membuatnya terluka. Maksudku, dengan satu jari aku bisa menyebabkan kematian langsung baginya, meski aku tidak berkeinginan melakukannya.

Suka atau tidak, aku sudah memperkirakan ini mungkin terjadi dan telah membuat permintaan kepada para sister untuk membuat beberapa pakaian pelatihan wanita untuk Putri Tomboy.

Aku memastikan untuk memberikan pakaiannya dengan ketahanan fisik yang kuat. Bahkan jika aku menamparnya dengan ringan, seharusnya tidak ada cedera bahkan dengan tubuhnya yang lemah. Dengan itu, aku memberitahukan pada Boy Knight dan sang putri Tomboy untuk saling bertarung satu sama lain. Aku sudah tahu kalau Boy Knight akan menahan dirinya sebisa mungkin untuk sang Tuan Putri, jadi risiko terhadapnya lebih rendah dari apapun. Meskipun sang Putri mungkin sedang menggunakan pedang kayu, dia memiliki disiplin yang rendah. Ini benar-benar masalah besar yang mungkin tidak disadarinya.

Setelah sparing dimulai, mungkin butuh beberapa saat, tapi Boy Knight mulai membalas sedikit. Setelah melihat pergerakannya, jelas sekali bahwa dia terlalu bergantung pada [Job]nya.

Tentu saja, dengan mengikuti dasar [Job] nya akan meningkatkan kemampuan nya.

Meningkatkan level dengan membunuh monster dan tumbuh lebih kuat adalah hal yang biasa.

Meski begitu, berdasarkan gerakannya, bocah ini adalah tipe barisan depan, yang bisa melakukan pergerakan yang berbeda-beda. Dia pasti memiliki kemampuan untuk bertarung secara seimbang dengan Ogre normal, meski tidak ada satupun Ogre yang normal disini.

Akhirnya, ada seseorang yang memiliki kemampuan untuk menggunakan pedang yang berhubungan dengan [Arts] dan [Profession]seseorang.

Secara alami, seseorang dapat dengan mudah menjadi egois jika kau hanya berpikir untuk menjadi lebih kuat melalui pengalaman, dan dengan cara itu banyak orang yang memilikinya. Tapi bocah ini nampaknya terlalu muda untuk dipengaruhi dan sepertinya dia menjadi guru pribadi sang putri, tentu saja ayunan dia sedikit lebih lambat untuk membuat sang putri dengan mudah menahannya.

Meski begitu, bisa dilihat bahwa Boy Knight melakukan [Job]nya dengan serius. Aku terkejut betapa kerasnya dia meyerang sang Putri, sang putri dipenuhi keringat dan terengah-engah. Sepertinya dia menikmatinya, jadi aku pikir itu mungkin hal yang baik dalam jangka panjang.

Pikiran itu menyadarkanku bahwa alasan atas usahanya adalah untuk memastikan keselamatan Putri di masa depan.

Nah, latihan pagi sudah berakhir. Dhammi-chan , Redhead , Wind Lord -chan dan Putri pergi berenang dan mandi di sungai terdekat. Untuk saat ini, para lelaki bisa dengan mudah menghapus keringatnya sampai tiba giliran mereka, meskipun sang Putri sepertinya ingin aku mengantarnya ke sungai dan berjaga-jaga. Mau bagaimana lagi , tidak bisa dihindari. Paling tidak, tak satu pun dari gadis-gadis lain yang memiliki masalah dengan kehadiranku.

Sungai itu jernih dan memantulkan langit sebagai bayangan di permukaan air. Pemandangan dari seluruh lokasi cukup bagus juga, meskipun jalan dan dataran Kerajaan Sternbild jauh lebih berbahaya daripada Hutan. Namun, belum ada monster yang lebih kuat dari Hind Bears selama perjalanan kami, jadi tidak perlu khawatir.

Kami telah sepakat bahwa jalan raya adalah rute terpendek yang harus diambil untuk melakukan perjalanan ke Ibu Kota. .

Menurut peta rinci yang dimiliki Boy Knight , hutan kami agak kecil, tanda dari peta adalah Shirisuka Forest “Dihuni oleh berbagai monster; ini terkenal dengan air terjun dan mata air panasnya yang besar”. Peta rincian lokasi seperti lokasi suku Fomor , spesies Raksasa, rincian tentang desa pengrajin yang kami lalui dalam perjalanan kami menuju Benteng Kota Trient , dan beberapa gunung berapi. Banyak ruang bawah tanah yang juga terdaftar di peta. Ruang bawah tanah ini rupanya juga menyebabkan banyak masalah bagi daerah sekitarnya, meski itu bukan masalahku kecuali jika seseorang ingin memperkerjakanku, tentu saja aku akan melayaninya.

Aku mulai mengkategorikan lokasi peta saat kami maju. Ada beberapa Boruforu , meskipun karena tidak cukup untuk seluruh kelompok, aku tidak mengganggu dan membiarkan para familiar mengisi perutnya . Sambil melihat peta, aku menyadari bahwa kami telah menempuh Rute 13 untuk sampai ke Benteng Kota Trient dan saat ini Rute 7 adalah jalur terpendek menuju Ibukota Osvel .

Sejak aku menerima misi ini, aku mulai membuat rencana untuk melarikan diri dari Ibukota jika ada yang salah. Skenario terburuk adalah hanya diriku dan Ogakichi-kun yang bisa bertahan. Dhammi dan anggota kelas Lord akan memiliki kesempatan, tetapi dengan kekuatan penuh [Royal Army], kami mungkin kehilangan beberapa anggota dalam pelarian. Dengan demikian, aku perlu tetap waspada dan bersiap untuk apa pun.

Tapi untuk saat ini, kami adalah tim pendamping yang dipekerjakan oleh Putri untuk mengawalnya ke Ibukota . Selama kami memegang gelar ini, seharusnya tidak ada risiko untuk diserang lebih lanjut dari para petualang. Aku yakin didalam bayanganku, ini akan menjadi liar dan berisiko tapi seseorang tidak akan pernah terlalu waspada ketika mendekati sesuatu yang tidak diketahui..

Bagaimanapun, aku mencoba berbicara dengan Boy Knight untuk sementara, tapi dia tidak terlalu tertarik untuk berbicara denganku. Mungkin ada hubungannya dengan Puteri yang saat ini telah naik kembali ke pundakku lagi.

Bagaimanapun, kami membuat kemajuan yang baik untuk menuju tujuan kami. Meskipun jalan di depan cukup usang dan menunjukkan tanda-tanda dimakan usia. Itu benar-benar bukan masalah pada khususnya. 

Hari ke 103


Kami tiba di Hutan Shirisuka pagi ini. Di tempat ini, ada hewan yang belum pernah aku makan. Prospek ini membuatku sangat bersemangat.

Ada beberapa spesies binatang dan spesies serangga di sekitar danau besar dan saluran sungai jauh di dalam hutan. Dari sini, banyak sekali spesies dari hutan ini yang merupaan spesies amfibi.

Dari spesies yang aku dengar dari hutan ini, ada beberapa yaitu;:

Red Lizard yang memiliki cakar merah dan sisik yang terbakar seperti api.

Guriforundo seperti makhluk Cheetah yang bisa menembakkan api merah dari kedua ekor dan cakarnya.

Kelpie makhluk kuda yang berlendir sepert kodok dengan sisik biru muda yang memiliki kaki belakang dan sebuah ekor yang tebal – makhluk yang cukup menarik.

Crystal Crocodile, sebuah makhluk hidup yang panjangnya sekitar 8 meter dengan kulit dan taringnya terbuat dari kristal.

Ness Frog spesies kodok kuning yang memiliki racun yang memiliki nuansa berwarna ungu.

Rock Turtle Frog, makhluk yang memiliki kepala dengan cangkang kura kura yang terlihat seperti batu.

Silent Mosquito, nyamuk yang tidak bersuara yang bertipe menyedot darah, yang berukuran sekitar 10cm.

Shell Grasshopper, seekor makhluk serangga yang berkecepatan tinggi yang menyerang secara acak tanpa banyak alasan.

Kali ini, aku berencana untuk melihat mereka secara langsung. Aku ingin ini secepatnya, jadi aku melepaskan Kumajiro dan Kurosaburo sambil mengirim beberapa orang keluar juga. Selagi kami maju, ada beberapa kali kami menangkap makhluk baru, meskipun memakannya tidak memberiku kemampuan baru apa pun.

Berikutnya adalah Silent Mosquito dan beberapa Shell Grasshopper,diikuti oleh seekor Ness Frog yang semuanya menyerang kami. Itu adalah kawanan dari beberapa spesies hewan,karena itu, aku bisa membunuh mereka semua dan memakannya. Harus aku akui, aku sedikit serakah dan memakan seluruh bagian tubuh mereka, tidak menyisakan sedikitpun.

Itu hanya seperti lapisan gula yang ada di kue, tapi yang paling menyulitkan dari semua monster, yang mengejutkan yaitu serangga Shell Grasshopper.

Dapat dikatakan, satu-satunya cara nyata untuk menangkap mereka adalah menyambut mereka secara langsung dengan memperkuat tubuhku dengan beberapa kemampuan atau menghindari mereka dan menyuruh seseorang yang memiliki mata tajam untuk menangkap mereka ditengah mereka terbang, seperti Dhammi-chan. Ada beberapa serangga yang mencoba mendekat dan menyerang pada orang-orang yang tidak bisa bertarung seperti Blacksmith-san dan sang putri tomboy , meskipun begitu kecepatan serangan tidak ada apa-apanya jika aku serius. Namun, walaupun begitu, masih cukup merepotkan.

Kali ini, Shell Grasshoppers berukuran sangat kecil dan jumlahnya sedikit. Mereka juga mulai menyerang kuda Skeleton, spesifik kekerasan kuda Skeletons ada ditingkat yang tidak dapat dihancurkan oleh Shell Grasshoppers. Konon katanya, setelah bertubrukan, kerasnya dari serangga Grasshopper bisa bertahan dengan sendirinya dari akibat kecepatan tinggi tersebut, itu menarik sekali. Aku ingin menggunakan makhluk ini sebagai semacam amunisi.

Bahkan, mereka cukup berguna untuk digunakan. Jika kau memiliki sejumlah besar belalang ini sebagai amunisi, maka bisa menembus tembok dan jika penggunaannya terlalu banyak, bahkan tembok pun bisa hancur. Dengan hancurnya tembok. Dengan dinding yang hancur, kota bisa dihancurkan dan berubah menjadi kota api dengan mudah. Meskipun untuk saat ini, minatku terletak pada membesarkan generasi baru dan mendapatkan ikatan dengan Keluarga Kerajaan dari Sternbild Kingdom.

Monster yang kami tangkap menjadi makan siang yang lezat. Kami juga menangkap seekor Ness Frog, tetapi karena tingkat racunnya mungkin tinggi, hanya aku yang bisa memakannya. Meskipun ada kemungkinan bahwa Redhead bisa sedikit memakannya, karena [Job – Noir Soldier].

Meski, bukanlah hal yang mustahil karena aku bisa menetralkan racun dari Ness Frog, jadi aku mengizinkan Redhead untuk memakannya sedikit.

Dengan itu, aku makan sejumlah besar bahan yang telah kami kumpulkan selama beberapa jam terakhir.

Ability unlocked [Epidemic Scatter]

Ability unlocked [Disease Carrier]

Ability unlocked [Burning Claw]

Ability unlocked [Refractory Mucus Secretion]

Ability unlocked [Plague Infection]

Ability unlocked [Hard-Head]

Ability unlocked [Head-Butt]

Ability unlocked [Silent Flight]

Ability unlocked [Weak Intimidation]

Ability unlocked [Variable Temperature Weakness]

Daging dari Ness Frog begitu lembut sehingga secara praktis meleleh dengan kelembutan di mulutku. Bahkan rasa dari Shell Grasshopper tidak disangka ternyata lezat, dan kerenyahan mereka yang maknyos.

Meskipun manusia seperti Blacksmith-san mengklaim bahwa sangat sulit untuk memakan makhluk tertentu, terutama serangga, Melihat diriku makan cukup banyak, tidak peduli kekerasannya bukanlah sesuatu yang bisa mereka lakukan. Berpikir tentang itu, aku hanya menyeringai.

Sungguh maknyos. Mencampurkan beberapa daging ini dengan nasi pasti luar biasa. lemak makhluk-makhluk ini mengalir keluar dari daging, membuatnya tambah maknyos.

Daging Kelpie sangat mirip dengan daging kuda, tetapi ada perbedaan rasa yang tipis. Meski agak berbeda, perubahan kecil dalam rasa tidaklah buruk, rasanya lezat.

Selama makan, kami saling berbagi cerita.

Di tengah-tengah diskusi kami, tiba-tiba seekor Crystal Crocodile keluar dari sungai di belakangku.

Dia bukan hewan bodoh dan memahami bahaya mangsanya, sehingga menunggu saat di mana ia percaya kita dalam keadaan sangat lengah. Dia sudah pasti raja air di dalam hutan ini.

Mulut yang terbuka sangat besar bahkan seorang Ogre tidak bisa melawannya.  Crystal Crocodile memiliki kekuatan yang lebih tinggi daripada Ogre normal, dan ada beberapa kasus dimana Crystal Crocodile telah berhasil membunuh beberapa Ogres sekaligus.

Namun, serangan mendadak ini gagal karena aku menyadari kehadirannya sepanjang waktu.

Tanpa sedikitpun kepanikan, dengan [Presence Sensor], aku bahkan tidak perlu melihat ke belakang untuk mengukur lawanku. Aku meraih tombakku. Dalam sekejap, tembus didalam mulut makhluk tersebut dan kemampuan [Triple Strike] yang aktif. Lebih cepat dari kilat, seolah-olah aku telah menggunakan pisau yang tidak terlihat, monster itu jadi berlubang dan langsung terbunuh. Pada saat itu, aku mulai mengumpulkan bahan-bahannya dan mulai perlahan-lahan memakan dagingnya; bau dagingnya cukup untuk membuat seseorang jadi lapar. Dengan daging yang sudah setengah matang dari kilat tombakku, jadi dagingnya cepat masak..

Karena materi Crystal Crocodile dapat dijual dengan harga yang cukup mahal, aku memutuskan untuk menyimpannya dalam jumlah besar untuk dijual nanti. Meskipun, baru-baru ini, aku telah membiarkan Dhammi-chan dan Redhead mengaturnya sehingga mereka dapat meningkatkan kemempuan mereka dalam menyamar. Setelah aku mengumpulkan beberapa materi untuk diriku sendiri, aku menyerahkan sisanya kepada mereka. Daging yang aku ambil berasal dari ekor, karena banyak daging reptil yang paling berharga ada di ekornya.

Ya, itu luar biasa. lemak dari daging yang berair mengisi mulutku, dengan ini nafsu makanku tumbuh jadi beberapa kali lebih besar, tubuhku juga terasa luar biasa dari energi yang didapat dari daging tersebut.

Kemampuan Dipelajari: [Crystal Crocodile’s Armored Hide]

Kemampuan Dipelajari: [Crystal Crocodile’s Sharp Fangs]

Kemampuan Dipelajari: [Predator of the Water]

Tubuh dan kemampuan ditingkatkan sekaligus, ini adalah sesuatu yang paling aku senangi.

Aku puas dan tersenyum.

Dalam keadaan ini, Putri menatapku dengan wajah bingung.

Itu adalah sesuatu yang disebabkan mengapa aku begitu tertarik memburu begitu banyak spesies yang berbeda, dan mengapa kebanyakan dari mereka menargetkanku secara khusus.

Jawabanku adalah karena aku ingin membunuh mereka, mereka ingin membunuhku. Atau semacam itu.

Untuk membunuh dan dibunuh, yang lebih kuat bertahan dan tumbuh lebih kuat. Jika ada musuh yang kuat, lawan dan bunuh musuh itu untuk tumbuh lebih kuat. Aku memakannya karena aku lapar, dan dengan memakannya, aku tumbuh lebih kuat. Ini adalah hukum alam, yang sepenuhnya aku patuhi.

Aku menghindari menyebutkan fakta bahwa aku memakan segalanya untuk mendapatkan kemampuan baru. Dalam arti, itu adalah tanggung jawabku setelah membunuh mereka untuk mengambil kemampuan mereka. Sepertinya hampir seperti ritualku pada saat ini, tidak ada salah satu dari kelompok yang memikirkannya sekarang. Meski berpikir tentang itu, memakan kulit dari mangsaku terlihat aneh jika dari sudut pandang orang normal.

Setelah mendengar penjelasanku, Putri terdiam seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu; dia bahkan mengintip dengan ekspresi wajah yang takjub. Aku telah menyebutkan bahwa kita semua berubah saat kita tumbuh semakin kuat. Sepertinya pikirannya bingung di sekitar titik itu.

Yah, itu mungkin bukanlah suatu hal ketika dia mulai curiga padaku karena dia masih senang naik di pundakku.

Untuk saat ini, kami membunuh monster yang mendekati kami dan melanjutkan melalui hutan.

Hasil sintesis hari ini:

[Dissonance] + [Panic Voice] = [Death Voice]

[Shell Defense] + [Shell Retreat] + [Adamantine Spider’s Strong Carapace] = [Indestructible Castle Shell]

[Conceal Presence] + [Recognition Obstruction] + [Sneaking] = [Recognition Difficulty]

[Surging Combat Instinct] + [Survival Instinct] = [Berserker Mode]
Hari ke-103 Sidestory: POV Kumajiro

Kumajirou .

Kuma ~ pergi berburu makanan bersama tuan.

Kuma ~ sangat bersemangat. Seperti pergi ke hutan untuk pertama kalinya.

Ini adalah pertama kalinya Kuma untuk menangkap begitu banyak mangsa.

Kuma ~ pulang membawa red lizards di punggungku seperti kuda, dan kemudian tuan memberikan pujian kepada Kuma ~.

Kurosaburou dan Kuma ~ berburu lebih banyak ketika kami bersama, Kurosaburo dan Kuma ~ mendapat lebih banyak pujian.

Kurosaburo dan Kuma ~ melakukan yang terbaik hari ini.

Master memberi Kuma banyak pujian.

Kuma ~ diberii dengan makanan lezat.

Sejak Kuma ~ menjadi mengantuk, Kuma ~ tidur di rumah tulang.

Ketika aku sedang tidur, itu menjadi hangat. Kuma ~ terasa panas.

Kuma ~

[Level Kumajiro Meningkat]

[Kolaborasi Kumajiro dengan Kurosaburo menjadi lebih baik]

[Kumajiro dengan kuat tumbuh lebih besar dan lebih kuat] 

Hari ke 104


Pada saat matahari pertama kali menembus cakrawala, tak lama setelah melewati hutan kami sudah tiba di Desa Mason. Yah, karena aku seorang Ogre , biasanya akan ada tingkat kejijikan dan kebencian yang besar karena desa ini terutama terdiri dari manusia . Meskipun dengan Putri Tomboy duduk di pundakku, perhatiannya sedikit mereda. Mereka mungkin mengira aku adalah hewan peliharaan atau semacamnya.

Putri memiliki cincin ajaib dengan segel berukir yang pernah dia katakan padaku adalah simbol Keluarga Kerajaan. Juga tidak mungkin untuk digunakan oleh siapa pun di luar Keluarga Kerajaan. Itu tidak bisa dilepaskan begitu saja, dan diperlengkapi dengan kutukan yang kuat pada musuh yang memakainya itu jika anggota Keluarga Kerajaan dibunuh.

Karena cincin ini, dia bisa memberi perintah kepada penduduk desa.

Yang mengejutkanku, itu adalah desa yang luar biasa yang memiliki banyak penduduk dan pendatang.

Mereka semua menundukkan kepala saat kami berjalan untuk menghormati Putri.

Tradisi ini tampaknya kembali ke tradisi yang mirip dengan Samurai dalam hal menghormati tuan mereka.

Saat itulah aku diundang ke rumah Kepala Desa, di desa tempatku memutuskan untuk bermalam. Kepala Desa dan istrinya masih memiliki ekspresi ketakutan Karena penampilanku, jadi aku mengambil beberapa buah dan jamur dari << Shirisuka Forest >> dan menawarkannya sebagai hadiah.

Aku mencoba berbicara dengan mereka dengan santai saat aku bermain dengan Kumajirou dan Kurosaburou .

Bagaimanapun, butuh beberapa waktu, tetapi aku berhasil meredakan ketegangan dan mulai mendiskusikan hal-hal kecil dari desa dengan dia.

Setelah semua ini percakapan seperti ini sangat penting untuk mengembangkan citra publik,.

Setelah melakukan ini selama sekitar dua jam, mereka akhirnya santai di hadapanku. Aku mengundang Kepala Desa untuk memungkinkan dia menjadi pemanduku ke air terjun, yang merupakan ciri khusus desa.

Sejujurnya, itu adalah rencana awalku, jadi aku senang dia membimbingku ke sana.

Karena aku tidak terburu-buru mandi di pemandian air panas, aku pertama-tama akan mengunjungi air terjun.

Itu terletak di jalan kecil yang tidak terlalu jauh dari desa. Air terjun itu sendiri sangat besar, seolah air jatuh dari surga. Di depan adegan ini, kami menatap pemandangan tanpa sadar. Air terjun besar yang mengalir turun dari atas hampir dua ratus meter di atas bumi. Kepala Desa memberi tahu kami tentang detailnya. Meskipun untuk sebagian besar, aku menggunakan waktuku untuk menikmati pemandangan keindahan alam yang luar biasa ini.

Meski begitu, dengan [Presence Sensor] aku mendeteksi beberapa makhluk besar dan kuat berdiam di dalam air terjun, tapi aku tidak yakin dengan sifat mereka.

Aku memutuskan yang terbaik adalah bertanya kepada kepala desa tentang apa yang telah aku lihat.

Ternyata makhluk-makhluk yang aku lihat adalah semacam penjaga, spesies bos Big Coccos . Itu umumnya ramah jika kau tidak menyerangnya. Ada juga monster kelas naga di dalam sana, tetapi biasanya tidur dengan tenang.

Meskipun aku merasa sangat tergoda untuk melawan monster-monster ini, aku menahan perasaan-perasaan ini di dalam pikiranku. Lebih jauh lagi, bahkan jika aku menggunakan semua kemampuanku saat ini, tampaknya sangat tidak mungkin untuk mengatasi makhluk-makhluk ini disaat ini.

Sementara aku masih berpikir untuk kembali bertarung dengan makhluk-makhluk ini suatu hari, jadi saat ini aku memutuskan untuk membenamkan diri di mata air panas yang terkenal.

Pesta itu dirayakan atas nama Keluarga Kerajaan.

Aku meminta baik Dhammi-chan dan Kazeoni-san (Wind Lord-san) untuk mengawal Putri ke pemandian air panas. Oleh karena itu, bahkan jika para pembunuh mengelilingi mereka, mereka akan menghilangkan semua ancaman atau bertahan cukup lama sampai saat bagiku untuk datang membantu mereka.

Dengan keselamatan Putri yang sudah ditangani, aku bisa menikmati pemandian air panas tanpa beban pikiran. Mata air panas desa Mason, seperti yang kami miliki di pemukiman kami, memiliki air panas yang sangat menyenangkan.

Karena aku merindukan sumber air panas di pemukiman kami, aku akan benar-benar kembali ke sana begitu misi ini selesai.

Ada juga berbagai perubahan dan perbaikan yang ingin aku buat begitu aku kembali. Masih ada banyak hal yang perlu dilakukan.

Aku keluar dari mata air panas setelah satu jam atau lebih dan kembali ke rumah Kepala Desa.

Ketika aku keluar, Kurosaburo dan Kumajiro telah mengumpulkan sejumlah besar Kelpie, Boruforu, Blade Rabbits, dan Horn Rabbits. Mereka sibuk bekerja mencari mangsa jadi para penduduk bisa memasak untuk mereka.

Aku pasti akan memuji mereka dan bermain dengan mereka atas usaha mereka. Mereka akan menerima banyak daging juga.

Karena ada daging yang dalam jumlah besar, aku memberi tahu Kepala Desa untuk membagikan daging ke seluruh desa untuk dimakan. Akibatnya, seluruh penduduk desa berkumpul di aula perjamuan malam ini untuk mengadakan pesta. Kegelapan segera memudar dalam kilauan api unggun yang terbentuk di seluruh desa.

Penduduk desa duduk dan makan daging dengan para wisatawan, berbagi dan minum minuman keras setempat tanpa ragu-ragu. Segera, semua orang menjadi bersemangat dan mulai menari dan bernyanyi.

Redhead , Dhammi-chan dan Blacksmith-san dan semuanya memutuskan untuk membangkitkan suasana dengan mengajak para pria desa untuk menari. Aku menyaksikan mereka menari dengan senang. Aku bukan orang yang mudah cemburu, tapi sedikit rasa cemburu kurasa akan baik-baik saja untuk saat ini. Itu tidak terlalu menggangguku karena itu lebih dari bentuk ucapan daripada hal lain.

Bahkan sekarang, pada usia 60, Kepala Desa masih berpartisipasi dalam kontes minum didesa, menyatakan bahwa dia menolak untuk kalah dengan salah satu anak muda terutama ketika meminum minuman keras tersebut yang merupakan dari desanya sendiri. Minuman ini kualitasnya lebih bawah dibandingkan dengan anggur Elf, tapi tetap saja rasanya nikmat.

Aku memberi Kepala Desa sampel kecil anggur Elf dan dia tersentak dengan suara takjub. Anggur Elf adalah yang  terbaik. Sang Kepala Desa terus bersaing dengan para penduduk desa yang lebih muda dengan senyum lebar, menghabiskan beberapa tong minuman keras.

Sekitar dua jam setelah perjamuan dimulai ketika salah seorang penduduk desa yang lebih mabuk yang tidak bisa berpikir lurus, pergi kearah Dhammi-chan dan mencengkeram lengannya. Untungnya aku bisa sampai tepat waktu sebelum Dhammi-chan menggila menghabisi orang tersebut sampai mati. Aku memberinya beberapa perawatan untuk memastikan dia tidak akan mati karena luka-lukanya, tetapi masih meninggalkannya beberapa bekas tertentu sebagai hukuman.

Luka yang ada di perutnya tidak terlalu besar sehingga tidak cukup membuat organ dalamnya keluar, tetapi kekuatannya cukup kuat.

Lain kali insiden seperti ini terjadi, dia mungkin akan merobek kepala seseorang, jadi aku benar-benar harus menenangkannya. Aku memeluknya untuk menenangkannya. Bagaimanapun, itu cukup memalukan bagi Dhammi-chan untuk sepenuhnya disentuh di wilayah sensitif seperti itu oleh lelaki lain. Membunuh dia akan memuaskan amarahnya dengan cepat, tetapi dalam situasi sekarang, tidak bijaksana membiarkan hal itu terjadi.

Aku membisik di telinganya bahwa dia tidak perlu membunuh orang tersebut. Katanya, jika kejadian ini terjadi oleh orang yang sama, aku sendiri akan membuat org*n tubuhnya keluar, tapi sekarang, situasi sudah mereda.

Tiba-tiba, aku menyadari bahwa seluruh penduduk desa telah dipenuhi keheningan. Redhead yang memegang kepalanya itu jatuh berlutut dengan suara “Fuee”.

Untuk mengubah atmosfer tegang ini, aku mengeluarkan beberapa barel minuman keras dan menantang penduduk desa untuk kontes minum. Jika ada yang berhasil mengalahkanku, aku akan memberikan pemenang empat piring perak, sekitar empat puluh ribu koin emas jika dikonversi.

Semua penduduk desa muncul dengan penuh percaya diri setelah mendengar berita tentang hadiah itu.

Suasana desa tiba-tiba berubah secara keseluruhan, dengan kejadian yang sebelumnya yang benar-benar terlupakan.

Apa yang bisa aku katakan, ketika berbicara tentang empat puluh ribu koin emas, itu adalah jumlah kekayaan yang sangat besar untuk desa tingkat ini. Untuk menempatkannya ke dalam perspektif, untuk desa sebesar ini, bisa menopang kehidupan setiap anggota desa selama lebih dari dua minggu.

Itu mungkin mengapa mata mereka berubah. Mereka mungkin mengira diriku akan dikalahkan melalui kekuatan jumlah belaka. Mereka sudah melihatku minum dengan Kepala Desa, berpikir bahwa mereka dapat membuatku menjadi mabuk.

Sementara itu, Putri duduk di pundakku sepanjang waktu, diam-diam dan menikmati perayaan. Bahkan dengan dia di sana, aku minum dengan tidak hanya penduduk desa tetapi para turis dan pengunjung. Sang Putri memerintahkan semua orang untuk bersenang-senang serta bagiku untuk tidak kalah dengan siapa pun. Yah, bahkan tanpa itu, aku mungkin sedikit berlebihan.

Hasilnya, aku mengalahkan semua penduduk desa laki laki dan beberapa perempuan dan beberapa turis yang tidak pernah kalah sebelumnya. Aku mungkin sudah tumbuh … Hanya sedikit mabuk, tapi aku belum pingsan karena aku masih seorang Ogre. Bisa dikatakan aku sedikit diuntungkan, pada tingkat ini kemenangan selalu menyenangkan sekali.

Saat mengemil beberapa makanan, aku berhasil mendapatkan beberapa kemampuan baru,

Ability unlocked [Water Battle Formation]

Ability unlocked [Blade Bone Generation]

Ability unlocked [Tough Skin]

 Ability unlocked [Sharp Horn Generation]

Setelah beberapa jam perayaan, segala sesuatunya mulai mereda.

Aku bisa tidur cukup nyenyak malam ini. Aku juga menemukan alasan yang bagus untuk minum alkohol untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama.

Gadis-gadis juga ikut kontes minum, jadi kami semua berdengkur sebelum tidur. Aku ragu siapa yang akan keberatan … 

Hari ke 105


Kami meninggalkan Desa Mason di pagi hari.

Aku ingin melanjutkan menuju sarang klan Fomor sesegera mungkin.

Fomors adalah monster kelas raksasa.

Tidak ada yang istimewa yang terjadi dalam perjalanan kami. Kami baru saja bepergian, dan setelah beberapa pelatihan ringan di sore hari, kami tidur.

Kami akan menjejakkan kaki di Gunung Fomor besok pagi.

Semoga… 

Hari ke 106


Pagi ini, para sister mulai menunjukkan tanda-tanda kehamilan mereka.

Tidak seperti anak manusia, anak-anak yang lahir dengan darah seorang Ogre memiliki tingkat pertumbuhan yang jauh lebih cepat daripada manusia. Kemungkinan bayi menjadi manusia, bagaimanapun, sangat tidak mungkin, tetapi itu pernah terjadi sebelumnya.

Kedua perut mereka tiba-tiba membengkak pagi ini. Itu sangat jelas.

Aku langsung menghubungi Gobujii di pemukiman.

Ketika aku bertanya apa yang harus dilakukan, dia berkata, “ketika ibu dengan seorang anak Goblin yang ada diperutnya yang sudah membesar, itu artinya, pada waktu singkat, bayi itu akan tumbuh besar dan siap untuk dilahirkan. Dalam kasus anak Ogre, kebanyakan lahir seperti bayi manusia tapi, bayi Ogre ukurannya dua kali lebih besar dibandingkan bayi manusia. Jika tubuh manusia itu terlalu kecil, maka bayi tersebut memaksakan diri keluar melalui perut”

Mendengar ini, wajahku mendadak menjadi pucat. Aku dengan cepat mengirim beberapa Skeleton dengan terburu-buru untuk mencari tempat yang ideal bagi para sister untuk beristirahat. Karena ini darurat. Aku menolak untuk peduli tentang Putri dan meninggalkannya dengan Boy Knight. Meskipun sang Putri masih muda, dia tampaknya memahami situasi dan sangat tenang.

Dhammi-chan, Redhead, Alchemist-san dan Blacksmith-san cukup sulit untuk memberi semangat ketika mereka melihat para sister kesakitan seperti ini. Selama beraktivitas, para sister dengan cepat menjadi kurus dan lemah karena nutrisi mereka disedot oleh anak-anak di dalam Rahim mereka. Aku dengan cepat memberi mereka Blood Elixir ku untuk minum dan memberi mereka bagian dari dagingku. Sementara mereka enggan memakan dagingku, aku memaksa mereka untuk memakannya. Itu memiliki efek luar biasa dan tentu saja memberi kami waktu.

Setelah kira-kira tiga puluh menit, Skeleton sampai pada lokasi yang kami butuhkan. Sambil memberikan perawatan darurat, kami mengikuti Skeleton ke dalam gua di dalam Pegunungan. Kami bergegas masuk.

Dalam sekejap, aku membunuh makhluk-makhluk didalam gua, membunuh tanpa berpikir.

Karena aroma darah segar diudara, Fire Lord dan Illusion Lord menjaga ditempat masuk sementara Wind Lord-chan memeriksa goa untuk memastikan tidak ada yang mengintai didalamnya.

Semua orang sangat tenang karena situasi ini.Bahkan Kumajiro atau Kurosaburo tidak membuat satu suara pun.

Aku membaringkan para Sister, yang kesakitan karena kehamilan mereka, di tempat tidur yang aku bangun. Aku kemudian fokus pada pengisian energi yang langsung diserap oleh anak-anak di perut mereka.

Redhead dan gadis-gadis lain tidak bisa melakukan apa-apa selain menonton. Mereka tidak bisa berkata-kata.

Kedua gadis itu dengan cepat mulai tumbuh sangat berat karena anak-anak tumbuh di dalam mereka.

Rasa sakit itu disebabkan oleh perubahan cepat di tubuh mereka, perut mereka telah menjadi begitu bengkak sehingga kulit mereka tampak seolah-olah akan robek jika menjadi lebih besar.

Aku mencoba menyembuhkan mereka dengan setiap kemampuan yang aku miliki, aku sepenuhnya berkomitmen untuk mencegah perut mereka meledak.

Rasa sakit yang dirasakan kedua perasaan ini ditekan sampai batas tertentu dengan memasukkan darah Elixir ku dengan anestesi, meski begitu hanya itu yang bisa dilakukan. Mereka berdua masih merasa kesakitan yang luar biasa. Karena ini adalah pertama kalinya aku berurusan dengan situasi seperti ini, terutama karena ini adalah anak-anakku sendiri, terdapat manik-manik keringat di dahiku dan mengalir tanpa henti.

Waktu melambat di sekitarku; Aku tidak tahu berapa banyak waktu yang bisa dilewati. Satu jam? Sepuluh jam atau lebih mungkin berlalu dan aku tidak akan tahu. Berapa lama kehamilan mereka akan bertahan? Aku tidak tahu dan yang aku inginkan adalah membantu mereka bertahan hidup.

Aku berhasil menyelesaikan pengembangan janin, segera, anak-anak kami mulai berjuang untuk dilahirkan dan kedua Sister tersiksa tanpa alasan.

Jeritan mereka menjadi sangat keras, menyebabkan gadis-gadis lainnya menjadi sangat pucat.

Aku menundukkan Sister yang Sulung dengan anestesi yang sangat kuat. Aku kemudian memotong perutnya dengan pisau bedah yang ditutupi dengan efek bakterisida yang dibuat dengan [Top Brace Embodied] dan mengaktifkan [Soul Fixture].

Melihat apa yang aku lakukan, mereka menjerit sangat pendek “Hiii” tetapi dengan cepat menutup mulut mereka untuk menghindari agar tidak menggangguku.

Bedah Sesar.

Aku bertanya kepada Dhammi-chan yang datang di sampingku dan bersiap untuk mengeluarkan gadis kecil yang berlumuran darah dari perutnya. Ketika proses ini berlanjut, aku menuangkan banyak sekali darahku ke para sister itu sambil menggunakan kemampuan penyembuhan untuk memperbaiki semua kerusakan. Sejumlah besar darah terbentuk di tanah. Kemampuan pemulihan dikeluarkan satu demi satu, segera luka itu sembuh tanpa meninggalkan bekas luka di perut kakak tertua.

Anakku … Dhammi-chan menyerahkannya padaku dan aku cepat memandikannya. Teriakan ceria menggema melalui gua. Saat aku mengambil napas lega pertama, Adik dari Sister mulai sangat menderita. Aku mengulang proses yang sama lagi, dan dengan aman mengeluarkan seorang anak laki-laki dari sang Adik Sister.

Suara raungan dari seorang bocah jantan dan perempuan mungil bergema di seluruh gua, dan penglihatanku tiba-tiba mulai kabur.

Semua orang sangat lega bahwa kedua sister itu selamat. Kedua tanganku dan Dhammi-chan gemetar hebat setelah pengalaman seperti itu.

Aku hampir tidak memiliki kekuatan fisik yang tersisa untuk menahan anak-anakku yang baru lahir di dalam pelukanku. Setelah beberapa saat, aku menyerahkan keduanya kepada masing-masing sister. Setelah beberapa menit, anak-anak sudah mulai menginginkan ASI.

Aku merasa seperti langit itu tinggi. Aku, Ogarou, setelah hidup selama seratus enam hari, baru saja menjadi ayah dari dua anak. Itu mungkin terlalu dini, mengingat betapa mudanya diriku, bahkan bagi seorang Ogre. Oh, aku terkadang lupa, 107 hari yang lalu aku berusia dua puluh lima tahun dan seorang manusia. Itu benar-benar menempatkanku pada usia yang cocok untuk seorang ayah.

Meskipun untuk anak-anakku, keduanya setengah Ogre setengah Manusia, atau [Ogre Mix-blood].

Jika induk manusia secara genetik kuat, ada kemungkinan seorang [High-Ogre] atau seorang anak yang dilahirkan dengan karakteristik manusia. Mereka akan sedikit lebih lemah daripada anak Ogre dan tampak seperti manusia, tetapi gen untuk anak dibagi rata, dan hanya jatuh pada karakteristik manusia. Mereka cukup kuat dan memiliki kecerdasan yang lebih besar daripada kebanyakan Ogres.

Namun, ada kasus langka satu dari sejuta di mana suku langka dilahirkan. Perrubahan ini disebut [Spesies Chaos].

Bagiku, aku mewarisi kekuatan Ogre dan pikiran manusiaku, jadi aku seorang Ogre, tetapi bukan hanya Ogre, itulah yang mungkin aku pikirkan.

Untuk meringkas informasi dari Gobujii dan yang lainnya, anak ini dapat memperoleh [Jobs] dan [Rank-up] sebanyak yang aku bisa. Berarti mereka memiliki akses ke hampir semua manfaat dari diriku. Mereka akan benar-benar menjadi kuat ketika mereka tumbuh dewasa.

Menurut Gobujii, mereka juga memiliki akses ke [Evolution Rank Up], ini tampaknya merupakan kejadian yang sangat kuat dan langka yang akan memberi mereka akses ke cabang-cabang pangkat pohon Goblin Rank yang sudah punah.

Ini adalah hal yang sangat kuat jika kau pernah mengaksesnya. Mendengar ini aku menjadi sangat bersemangat.

Tapi karena mereka bukanlah manusia dan bukan juga Ogre, maka ada resiko besar bahwa mereka bisa dibunuh jika mereka ditemukan, pada masalalu, ketika kelahiran Human Ogre bayi tersebut dicari, kelompok itu membantai makhluk tersebut sebelum bisa tumbuh.

Keturunan yang setengah-setengah dengan ras monster adalah tabu, sepertinya.

Ada juga risiko bahwa bagian manusianya dikonsumsi oleh setengah bagian dari Ogre, tetapi itu hanya terjadi dalam kasus yang jarang terjadi.

Dalam skenario terburuk dan jika aku harus dibunuh, anak-anak ini dapat bertahan hidup di masyarakat manusia karena mereka setengah manusia. Begitu mereka lahir dan mampu membela diri, itu membuktikan bahwa mereka bukanlah keturunan Chaos, maka itu bukanlah resiko yang tinggi untuk bisa diserang.

Ada raja dan panglima perang di masa lalu yang dalam masyarakat manusia bisa dengan mudah menjadi setengah keturunan. Makhluk kuat dari masa lalu yang menggunakan kekuatan mereka untuk mengukir alam mereka sendiri, dan masa lalu mereka tersapu oleh waktu. Raja-raja ini bisa menjadi produk dari Evolusi-up.

Sesuatu yang sedikit bisa diharapkan untuk tercapainya didalam kehidupan mereka.

Hal ini berputar didalam pikiranku karena kekuatan dan energi yang dihasilkan dari sebuah Rank-Up.

Kekuatan yang luar biasa menakutkan.

Ngomong-ngomong, kami semua mulai keluar sebagai Goblin dan kemudian menjadi seperti kami saat ini melalui banyak Rank-Up. Gagasan bahwa anak-anak ini sebagaimana adanya sangat tidak normal.

Itu adalah sesuatu yang diluar pengetahuan kami, jadi aku bertanya pada Gobujii tentang hal itu.

Ketika kembali ke percakapan, akan terlihat bahwa Gobujii juga tidak terlalu yakin mengapa ini adalah alasannya, membuat lelucon bahwa kami harus membunuh mereka sebelum bencana melanda atau sesuatu dari alam. Seperti bahwa dari pengetahuan yang dia dapatkan dari Goblin yang lahir dari manusia yang memiliki kemampuan. Seperti seorang anak yang Rank-up dari kelahiran, hal itu tidak pernah dia lihat sebelumnya, setidaknya selama ini.

Bahkan tidak ada setitik pun pikiran dalam diriku akan mempertimbangkan untuk membunuh anak-anakku. Mereka adalah makhluk luar biasa yang telah dilahirkan untukku. Aku sepenuhnya berencana untuk membesarkan mereka sebaik mungkin. Aku tidak berencana untuk memanjakan mereka sedikit pun. Mereka akan diberikan pelatihan keras di luar apa pun yang bahkan belum pernah aku ajarkan kepada Ogakichi-kun setelah mereka tumbuh dalam beberapa hari. Mereka adalah anak-anakku, karena itu, mereka akan diperlakukan seperti itu, dengan perjuangan yang keras untuk bertahan hidup.

Untuk kedepannya, aku bahkan mungkin mempertimbangkan membagi kelompok menjadi kelompok campuran darah yang memiliki kemampuan khusus. Mungkin berguna nantinya untuk Kelompok pasukan bayaran kami, suatu hari, akan bercabang ke berbagai bidang, jadi persiapan dan rencana selalu diperlukan. Padahal, untuk saat ini, aku hanya menempatkan pikiran-pikiran ini di dalam pikiranku.

Aku seorang ayah. Aku hanya berdiri di sana ketika anak-anakku duduk dengan menyusu pada ibu mereka.

Di dahi mereka ada beberapa kulit coklat kehitaman di mana tato merah dalam pola yang sama persis dengan punyaku.

Di belakang tangan kanan putriku adalah [Ogre Orb] emas sementara di punggung tangan kiri anakku adalah [Ogre Orb] Silver. Karena aku juga seorang ogre campuran manusia dan darah Ogre, aku penasaran apakah orb akan berkembang atau tidak.

Topik ini, aku akan periksa nanti.

Anak-anakku akan menjadi indah dan cantik, penuh kekuatan dan keagungan. Anak-anakku tak akan kenal takut, kuat dan bijaksana. Aku akan memainkan peran sebagai ayah yang perkasa namun menyayanginya. Ah, punya anak pasti akan menarik.

Aku mulai mengukur anak-anakku. Putriku kira-kira tujuh puluh sentimeter, sementara putraku jelas lebih besar dari delapan puluh sentimeter. Dengan ukuran ini, risiko mereka meledak keluar dari perut Sister bukanlah lelucon belaka.

Jika aku tidak di sini, para sister akan mati dan dimakan oleh anak-anak.

Padahal, pembicaraan seperti itu sebaiknya dihindari karena mereka tidak mati dan masih bersama kami.

Para gadis yang memuji para sister yang kelelahan setelah mereka melewati kejadian seperti itu.

Meskipun anak-anak ini dikatakan sebagai anak-anak yang tabu, aku menyatakan di sana bahwa anak-anak ini akan diizinkan untuk tumbuh dan berkembang, untuk menjadi kuat dan mengikuti ayah mereka dalam banyak petualangan dan pertempuran untuk bertahan hidup.

Dengan itu, para Sister mendesah lega.

Meskipun masih ada sedikit kecemasan, para sister masih memiliki pemikiran yang rumit tentang memiliki anak Ogre. Aku bersumpah dengan masing-masing dari mereka bahwa aku akan terus tumbuh lebih kuat dan membela anak-anakku.

Ya ampun, aku terdengar seperti tokoh heroik …

Setelah anak-anak selesai makan, aku akan memeluk mereka lagi dengan semua kepedulianku. Selanjutnya dalam urutan penahanan, adalah Dhammi-chan. Biasanya tidak bijaksana memeluk anak-anak segera setelah mereka lahir, tetapi anak-anak ini adalah milikku sendiri, dan darahku mengalir melalui mereka.

Ras mereka melampaui manusia.

Tidak ada masalah ketika sedikit memeluk mereka saat pertama kali lahir.

Aku membungkusnya dengan selimut yang terbuat dari benangku dan memberikannya kepada para gadis.

Mereka menangis ketika jauh dari ibu mereka, tetapi mereka dengan cepat menjadi tenang.

Yang terakhir untuk menggendong anak-anak adalah Tuan Putri, yang sampai sekarang, diam-diam memandangi situasi dari dinding gua.

Setelah aku melihat ke arahnya, dia datang dan naik ke pundakku.

Sang Putri sekarang memegang salah satu anak dengan kedua tangannya. Untuk pertama kalinya, kegugupan anak-anak perlahan tertidur di pelukan Putri.

Itu kecil, tapi aku yakin melihat sebuah senyum untuk sesaat.

Seluruh peristiwa ini mungkin merupakan pengalaman yang baik untuk sang Putri.

Setelah semua kegembiraan itu, aku pikir kami semua bisa mengatasi sisanya.

Menghabiskan hari pertama, anak-anak tidur di gua adalah bagaimana aku menghabiskan hari pertamaku.

Saat aku memikirkan itu, hujan mulai turun di luar, jadi ada baiknya untuk tetap tinggal sementara.

Hari ini aku tertidur di antara para sister, anak-anak kami tidur di antara kami.

Untuk saat ini, putriku akan diberi nama Auro , dan putraku akan dinamai Argento .

Campuran warna mereka cukup menarik.

Aku bertanya-tanya apa penyebabnya.

Saat aku memikirkan itu, aku pun tertidur.

Hari ke 107

 

Bahkan setelah aku bangun, hujan masih turun dengan deras.

Karena itu, kami tidak punya pilihan selain menghabiskan hari-hari di gua.

Untungnya bagi kami, gua itu cukup lebar dan luas. Setelah aku meluangkan waktu untuk mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan kami, tidak ada masalah sama sekali.

Karena aku juga memiliki cukup makanan di Item Boxku untuk memberi makan seluruh pemukiman selama seminggu, makanan tidak akan menjadi masalah.

Hujan berhenti sekitar sore hari, tetapi tak lama kemudian, salju mulai turun. Angin cukup kencang, dan karena hujan sebelumnya, berjalan dalam kondisi buruk ini akan menjadi ide yang buruk.

Katanya, mungkin lebih baik bagi para sister untuk menghabiskan satu hari lagi untuk penyembuhannya dan menghabiskan waktunya dengan anak-anak mereka.

Besok, cuaca seharusnya akan lebih baik.

Setelah membuat keputusan itu, Blacksmith-san dan aku memutuskan untuk menghabiskan waktu luang kami dalam berbagai kegiatan …

Dhammi-chan mulai membacakan beberapa novelnya kepada Putri Tomboy.

Redhead mulai berlatih dengan Fire Lord-kun dan Boy Knight . Sesekali, sang Putri beristirahat dari sesi bacaannya untuk berpartisipasi juga.

Blacksmith-san mengambil perkakasnya dan mulai bekerja dengan beberapa batu roh. Dia berkedipan kepadaku, yang aku piker itu sangat lucu.

Alchemist-san mengambil peralatannya sendiri dan mulai mengembangkan beberapa obat baru untuk digunakan.

Para sister dengan Auro dan Argento , masih tertidur lelap, yang juga aku tidak akan menyalahkan mereka.

Sementara aku sendiri, aku menuju keluar dari gua, sendirian …

Aku meninggalkan dua pria Lords bertugas mengawasi pintu masuk gua dengan satu perempuan untuk membantu Dhammi-chan dan para sister jika mereka membutuhkan sesuatu.

Aku telah memutuskan untuk berburu, karena tidak ada yang lebih baik untuk dapat aku lakukan.

Lokasi yang aku putuskan untuk berburu monster adalah << Cluster Mountains >>

Karena ini juga tidak pertama kalinya, yaitu ketika sebagai pengintai area sebelum kami maju, tidak ada masalah dengan melakukannya.

Aku maju dalam badai salju tanpa banyak kesulitan.

Aku mengenakan jas hujan dan celana panjang yang terbuat dari kulit Cuckoo yang dibeli dari Fortress City Trient yang memiliki ketahanan air yang sangat tinggi. Aku menggabungkannya dengan [Null Cold Damage], [Aqua Resistance] dan [Complete Wind Resistance].

Cuaca hampir tidak mempengaruhiku sama sekali. Dikombinasikan dengan diriku sebagai seorang Ogre , aku kira itu tidak akan menjadi masalah lagi.

Biasanya, menemukan mangsa akan sulit di lingkungan semacam ini. Namun, dengan menggunakan [Presence Sensor] aku dapat mendeteksi tanda dan trek untuk melacak.Aku memutuskan untuk melacak hewan yang bersembunyi dariku terlebih dahulu.

Jejak pertama yang aku temukan berasal dari beruang yang aku kalahkan sebelumnya di gua tempat semua orang tinggal.

Beruang itu tidak bisa dimakan, meski spesies itu tidak memiliki kemampuan apapun yang aku belum dapatkan.

Setelah itu, ada sepasang jejak menuju ke gua di dekatnya.

Di dalam gua ada sepasang beruang, satu jantan dan satu betina, dan si betina itu jelas hamil.

Jantan itu mengeluarkan taringnya ke arahku dalam upaya untuk mempertahankan pasangan dan anaknya. Biasanya aku akan membunuh mereka semua dan memakannya, tetapi karena aku baru saja menjadi ayah, aku ragu-ragu untuk membunuh si betina yang sedang hamil. Betina itu tidak akan lari jika aku membunuh jantan juga.

Karena aku benar-benar tidak mood, aku pura-pura tidak melihat gua. Karena aku dapat dengan mudah melacak beruang ini, tidak akan sulit untuk menemukan beberapa lagi. Meski harus aku akui, aku memang mencoba menghasut beruang jantan untuk menyerangku. Itu bukan salahku jika jantan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya untuk mencoba menyerangku. Namun, ketika mulai menyerangku, aku secara tidak sadar menggunakan [Hard Intimidation].

Jantan itu berhenti dan mundur ke gua.

Sial, aku kira kau akan benar-benar harus menghargai kehidupan yang aku berikan.

Setelah mencari di salju untuk beberapa saat, aku menemukan beruang lain – sekarang hanya seekor jantan. Tidak akan ada belas kasihan. Aku memutuskan untuk tidak akan menggunakan kemampuanku dan menyiapkan tombakku.

Meskipun lebih rendah dari Lord of the Forest, keempat lengannya cukup mengganggu dan kuat, membuatnya menjadi lawan yang pas.

Pada akhirnya, aku memotong lengannya satu demi satu, lalu memotong kepalanya dan memakannya dengan utuh.

Abillity Unlocked [Bristle Guard]

Aku berjalan lebih jauh ke pegunungan, mencari mangsa berikutnya. Hal berikutnya yang aku temui adalah sesuatu seperti rusa, monster dengan tinggi sekitar lima meter.

Binatang itu putih bersih dengan otot-otot yang cukup berkembang seperti macan tutul. Meskipun terlihat seperti rusa, itu jelas seekor karnivora. Ia berdiri tegak dan mengeluarkan aura seorang juara.

Adapun sisa karakteristiknya, itu sangat besar, mirip dengan raksasa. ditutupi bulu putih yang memancarkan cahaya samar dari salju dan sedikit sinar matahari yang menimpanya.

Seolah-olah surga sendiri menyatakan bahwa binatang ini adalah dewa.

Seolah-olah itu adalah lukisan roh agung.

Tanpa harus melihat bagian depan binatang itu, aku bisa dengan mudah mengatakan ini adalah bos dari << Cluster Mountains >>. Itu adalah raksasa dari ras Giant [Fomori], perwujudan hidup dari bumi. Telah diceritakan kepadaku bahwa Fomorian adalah eksistensi yang lebih kuat daripada monster bos normal dari hutan atau pegunungan, dan yang satu ini berdiri di puncak semua dari mereka.

Menemukan binatang besar ini, aku tahu bahwa aku harus melawannya tidak peduli akibatnya. Sekarang, aku mulai memilih dari hampir tiga ratus kemampuanku.

Indera dan tubuhku meningkat, aku membungkus diriku dengan [Red Bear Beast King’s Prestige]. Aku menggunakan tombakku dan Shuyari. Dengan ini telah siap, aku berbalik untuk menghadapi binatang besar ini.

Makhluk buas ini mungkin bisa dibunuh secara seketika tapi kenyataannya tidak bisa, aku harus menggunakan semua apa yang kumiliki untuk bertahan hidup. Dengan melawan makhluk buas ini aku tidak mempunyai harapan menang melawannya. Dengan hawa keberadaan yang tipis itu.

Aku menempatkan peluangku untuk menang pada 30 persen. Dengan kata lain, aku menempatkan peluangku untuk dibunuh pada 70 persen.

Peluangku untuk menang melawan Lord of the Forest ketika aku masih hobgoblin lebih dari dua kali peluang sekarang. Aku dipenuhi dengan keringat dingin, firasat kematian menyapu seluruh tubuhku. Tetapi ini adalah sesuatu yang harus aku lakukan.

Binatang putih itu melihatku di sudut matanya. Sambil menggelengkan kepala ke samping, kedua tanduknya jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk. Aksi itu membingungkanku, dan pada saat itu, kefokusanku memudar, sebuah kesalahan besar.

Kemudian, sebelum aku bahkan bisa menyadari kesalahanku, Binatang Besar tiba-tiba menghantam tanah, menyebabkan tanah beriak, dan aku sendiri jatuh ke tanah. Dalam sekejap, Binatang Besar itu menjulang di atasku. jantungku berhenti berdetak.

Dia menatapku selama beberapa saat. Kemudian, dalam sekejap, ia mulai bergerak dengan cepat.

Aku tidak mengerti mengapa, tetapi aku diberi kesempatan kedua, aku perlu lebih memperkuat kewaspadaanku.

Setelah itu, inderaku meningkat hingga ketingkat maksimum. Aku bergerak secepat yang aku bisa, tetapi dalam sekali lompatan, tanah bergetar dan makhluk buas itu terlempar beberapa meter jauhnya.

Kecepatan luar biasa. Pengejaran ini berlanjut untuk beberapa waktu tanpa akhir yang terlihat, tetapi seolah-olah semakin lelah mengejarku, binatang itu tampaknya mengaktifkan kemampuan.

Tidak ada satupun pendeteksi jebakan yang bekerja kecuali kemampuan [Intuition] yang aktif, memperingatkanku bahwa aku akan mati. Seketika, aku tidak mempunyai pilihan selain “Lari”.

Aku melarikan diri.

Tapi pada akhirnya binatang itu tidak lagi mengejarku, aku berbalik melihat makhluk buas itu yang sedang menatapku dari kejauhan.

Kekalahan total. Aku kalah tanpa memberi satu pukulan pun.

Paling tidak, aku dapat kembali ke anak-anakku.

Dengan itu, aku mulai berjalan di gunung untuk menemukan sesuatu yang lain untuk ditargetkan.

Saat aku berjalan, aku menemukan Slime putih bersembunyi di salju.

Dengan penampilan seperti lender yang agak kelabu. Sistem sihir itu tampaknya meningkatkan kekerasannya dan membuatnya sulit dipukul. Ia juga memiliki ketahanan terhadap serangan fisik.

Aku penasaran jenis resistensi apa yang dimiliki spesies ini.

Memikirkan itu, aku melihat lagi.

Aku bahkan tidak mencoba membunuhnya. Aku hanya membungkuk dan menghirupnya seperti jeli.

Satu satunya yang bisa kudapatkan hanya meningkatkan keefektivitas dari ketahananku. Sayang sekali.

Waktunya pulang.

Dalam perjalanan kembali, aku mendengar suara samar bercampur dengan suara badai salju. Aku juga bisa mendeteksi getaran kecil di tanah. Dari kejauhan, dampak ini cukup kuat.

Setelah menajamkan inderaku, aku memutuskan untuk menuju ke arah suara dan getaran.

Aku cukup penasaran.

Setelah mendekati asalnya, getarannya meningkat, dan aku bisa dengan jelas melihat suara pertempuran. Rupanya, seseorang berkelahi dengan sesuatu. Dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, aku memutuskan untuk mendekat. Aku perlu berhati-hati jika aku harus mundur. Karena aku tidak tahu bentuk pertempuran apa ini, jika itu adalah medan perang antara dua pihak, aku tidak dapat terlibat, atau berisiko memiliki beberapa lusinan musuh yang akan menyerangku dari kedua sisi.

Dengan rasa penasaranku, aku melanjutkan perjalanan menuruni jalan gunung. Salju tampaknya semakin intens, tetapi aku tetap melanjutkannya.

Aku melakukan perjalanan selama beberapa menit. Tiba-tiba, beberapa objek memasuki [Presence Sensor], empat titik biru kecil dan dua titik kuning.Di dekat mereka ada satu titik merah besar, empat titik perak besar dan satu titik yang tidak dapat aku identifikasi dengan jelas.

Itu campur aduk dan cukup sulit untuk dilihat.

Saat aku mendekati lokasi, terdengar suara pertempuran mematikan di udara. Suara gemuruh hampir seolah-olah dunia terus-menerus terjadi gempa bumi, gemetar hebat.

Aku terus maju sampai aku mencapai tempat terbuka di tepi tebing. Di sana, pertempuran telah berlangsung. Seperti yang aku bayangkan, pertempuran sengit telah terjadi.

Ketika aku mendekat, aku melihat satu kelompok yang berjumlah enam, empat manusia, dan dua demi-human. Di lapangan juga ada beberapa raksasa, yang satu lebih besar dari yang lain dan memiliki aura seorang pemimpin yang hebat.

Terlihat, makhluk buas lainnya seperti Fomorian yang biasa. Kepala mereka mirip seperti kambing. Mereka memiliki mata yang berapi-api dan tubuh bagian atasnya tegak dengan sebuah ekor mirip dengan ular. Tubuh bagian bawahnya seperti kambing, yang tertutup dengan bulu hitam. Disetiap tangan mereka mempunyai pentungan batu tajam yang cocok dengan ukuran mereka.

Orang-orang Fomoria adalah yang membuat titik perak. Tampaknya titik Merah adalah pemimpin kelompok. Aku memutuskan untuk memanggilnya Raja Raksasa.

Seperti yang aku bilang, Party yang berjumlah empat manusia dan dua demihuman. Untuk menggambarkan mereka. Manusia yang pertama berambut pirang, seorang pemakai pedang (Swordsman) yang bermata biru, cukup muda. Satunya bersenjata berat dan memakai pelindung baja, seorang pendeta wanita cantik dengan tangannya memegang Bible (Clergywoman) dan satunya magician cantik yang mengeluarkan mantra. Ada juga gadis yang menarik dengan dada yang besar memegang tombak besar(spearwoman). Beberapa saat, aku terpikat dengan kecantikannya. Dia memiliki telinga kucing dan ekor yang panjang. Yang terakhir gadis yang cantik dengan dua telingan dan ekor, memegang sebuah busur besar (archer).

Hanya ada dua pria dan empat wanita. Bagi para lelaki, peluang mereka baik dan terencana dengan sempurna. Sementara komposisi pertarungan mereka juga bagus, pilihan mereka dalam anggota tim sangat bagus, pendapatku tentang mereka cukup tinggi.

Swordsman dan Spearwoman bertanggung jawab sebagai garda depan saat dijaga dengan mantra pertahanan dari pendeta dan Penyihir menutup sisi mereka dengan bantuan magis dan sihir pemulihan, sementara Archer bergerak di seluruh medan perang yang memberikan tembakan.

Seluruh pertempuran itu menakjubkan.

Manusia ini sepenuhnya terlibat dengan beberapa binatang, termasuk binatang unik yang memiliki aura kuat.

Melihat lebih dekat, manusia memaksa raksasa mundur, meski perlahan.

Formasi mereka sangat maju dan memiliki pola yang baik. Orang-orang ini jelas elit.

Sejujurnya, tidak sulit untuk mengakui bahwa orang-orang ini bertempur dengan sangat baik. Di medan perang, mereka hampir tidak bergantung pada level mereka, [Arts] atau [Job] mereka, menggunakan kemampuan bertarung alami mereka untuk bertarung. Khususnya, gerakan Swordsman itu luar biasa. Di antara party, kelincahan dan keberaniannya menonjol sebagai pemimpin.

Untuk mencoba dan menempatkan mereka dalam urutan, pemimpin mereka berdiri jauh di luar sisa kelompok. Di belakangnya adalah dua binatang buas. Tiga lainnya cukup bagus, tetapi tingkat kemampuannya hampir tidak sama.

Kemudian, mereka bisa membuat pingsan salah satu Fomorian dan membuat terluka sebelum bala bantuan datang dari kedua Fomorian tersebut. Fomorian itu mungkin tidak bisa selamat dengan luka seperti itu tapi membutuhkan beberapa waktu sebelum dia mati. Jika kedua sisi tidak saling menyerah satu sama lain, maka aku menunggu kesempatan untuk membantai Formorian dan menyimpannya didalam Item Boxku kemudian memakannya nanti.

Sama seperti kelihatannya manusia sedang membuat kemajuan, Raja Raksasa melangkah masuk dan memberi gelombang kejut yang membuat manusia kehilangan keseimbangan. Seketika, para manusia itu jatuh ketanah tapi dengan kejelian dari Swordsman, mereka bisa bangkit. Meskipun mereka dipaksa kembali sekarang, Raja Raksasa sepertinya tidak lagi memiliki kesabaran untuk manusia ini dan mencoba untuk menyelesaikannya.

Menurutku, jika hanya Fomoria, manusia ini akan memiliki kesempatan yang baik, tetapi dalam situasi ini dengan kehadiran Raja Raksasa, itu mungkin misi bunuh diri.

Karena ini adalah kasusnya, aku memutuskan untuk menunggu dan mengamati situasinya.

Pertempuran berlangsung cukup lama. Aku akan memperkirakan waktu yang aku habiskan untuk mengamati situasi ini kira-kira dua jam.

Empat penyerang utama menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang jelas, meskipun korban untuk Fomorian jauh lebih parah. Kerja tim yang sangat baik dari pihak manusia telah berhasil menebas Fomoria biasa, dengan hanya Raja Raksasa yang tersisa.

Swordsman muda secara pribadi telah mengalahkan dua dari mereka, mengiris leher mereka setelah beberapa dukungan dari Magician dan Archer. Dalam situasi lain, Spearwoman berhasil menembus tengkorak Fomorian lain setelah memotong kakinya. Meskipun dalam situasi ini, Spearwoman terluka parah dalam prosesnya. Fomorian terakhir telah dikalahkan setelah pertempuran yang panjang. Pada akhirnya sang Penyihir dan Archer telah membunuh semua Fomorian.

Tanah itu ternoda oleh genangan darah merah dengan tebing meluap dari sejumlah besar darah dari mayat-mayat.

Saat itu, kabut racun mulai terbentuk. Pohon-pohon di daerah sekitarnya mulai layu dengan cepat. Aku lebih suka racun yang kuat.

Tampaknya kabut itu berasal dari Cleric, jadi ada kemungkinan besar itu bukan racun biasa.

Seperti yang diduga, dengan level mereka, tapi kelompok manusia tentu tidak lengkap.

Shield Warrior rusak setelah menerima beberapa serangan dari Club Rock Fomorian. Dia diselamatkan dengan adanya campur tangan dari Spearwoman, dengan mengorbankan dia menerima luka berat juga. Karena pertarungan yang panjang, baik Cleric dan Magician akan kehilangan Mana pada titik waktu ini. Magician telah terdiam dari kelelahan Mana dan harus diselamatkan oleh Archer dua kali.

Archer harus mengumpulkan panahnya dari mayat di sekitar medan perang untuk menggunakannya kembali, karena lamanya pertarungan. Saat itu, Archer dikirim terbang. Untungnya dia ditangkap oleh Spearwoman, tetapi lukanya parah.

Dengan luka parahnya kedua anggota, ini telah menjadi pertempuran yang tidak mungkin.

Jika tidak diobati, setidaknya tiga dari mereka mungkin akan mati.

Karena itu, baik prajurit Archer dan Shield hampir mati.

Setelah beberapa pertempuran ringan, Spearwoman itu terjatuh karena luka-lukanya, meninggalkan Swordsman satu-satunya pejuang garis depan yang tersisa.

Cleric itu dengan putus asa mencoba menyembuhkan luka swordsman itu. Dia tampaknya menggunakan sejumlah besar Mana saat dia melakukan penyembuhan cepat dan pembedahan ke tubuh Swordsman. Hanya ada tiga yang tersisa.

Sejujurnya, beberapa orang ini telah berjuang dengan cukup baik. Bayangkan sosok kurcaci dari pertempuran manusia melawan Fomorian yang menjulang tinggi yang beberapa kali lebih besar dari dirinya sendiri. Faktanya adalah bahwa seluruh pertarungan ini adalah sesuatu yang di luar pikiran.

Pertempuran masih berlansung selama beberapa waktu, Pemuda Swordsman manusia terus bertempur, menunjukkan disiplin yang sangat besar dan tubuh yang terlatih dengan banyak [Art ] dan peralatan yang sangat baik. Meski begitu, berapa lama pun dia berjuang, raja raksasa tetap bisa menahannya dengan mudah, pertarungan tanpa batas merupakan hal yang bagus untuk dilihat..

Namun menjelang akhir, kedua pihak masih berdiri. Sementara Raja Raksasa terluka sampai titik tertentu, Pemuda Pendekar ditutupi dengan luka parah yang tidak bisa ditangani oleh Cleric.

Pemenangnya sudah dapat ditentukan pada titik ini.

Saat itu, udara di daerah itu berubah.

Aku bisa mendengar Raja Raksasa memulai membaca mantera.

Meskipun hasil dari sihir kelas tinggi ini hanya luka ringan, ekspresi manusia berubah menjadi rasa takut dan frustasi.

Ekspresi semua wanita berubah menjadi wajah putus asa saat mereka melihat apa yang mereka pikir adalah malapetaka bagi mereka.

Satu-satunya yang masih memegang tekad dalam ekspresi mereka adalah sang pemuda Swordsman. Ketika aku melihat itu, aku membuat keputusan.

Aku mengeluarkan salah satu senjata jarak jauhku yang lebih besar dan dengan cepat mengatur untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang menyerupai senapan sniper. Tong yang besar akan membuat akurasi tembakan lebih akurat. Pada akhirnya tong tersebut dua kali lebih besar dibandingkan dengan tubuhku. Aku memutuskan menamai item baru ini [Ginude]. Aku bergerak cepat, karena Aku tahu bahwa kelompok itu hanya memiliki waktu kurang dari sepuluh menit sebelum pemuda Swordsman itu pingsan dan kelompok itu akan dibantai.

Aku menambahkan beberapa kemampuan ke [Ginude] dan kemudian memasukkan panah hitam besar. Panah ini memiliki lebih dari lima kali kekuatan biasa. dan juga atribut dari Origin magic yang aku tambahkan untuk meningkatkan kekuatannya.

Bahkan tembakan ini bisa menghancurkan dinding kastil, mungkin itu tidak cukup untuk membunuh Raja Raksasa. Makhluk ini memiliki lusinan tahun pengalaman dan pertahanan yang jauh lebih kuat daripada diriku sendiri, aku bahkan tidak yakin apakah serangan ini akan berhasil atau tidak.

Dengan hal itu dalam pikiranku, aku pergi ke depan untuk melapisi kemampuanku lebih jauh.

Aku ingin meningkatkan peluangku untuk membunuh hingga batas tertinggi. Apakah aku membunuhnya atau tidak, jika aku gagal, maka cerita ini mungkin bukan cerita lucu. Sudah hampir satu menit sejak Raja Raksasa mulai mempersiapkan beberapa bentuk serangan. Yang harus aku lakukan adalah menunggu ketika dia mau membunuhnya. Pada saat itu aku akan menyerang dengan semua yang aku miliki.

Dan kemudian itu datang.Sang Raja Raksasa mengeluarkan tawa kemenangan dan melepaskan luapan kehancuran dan sihir yang mulai menghancurkan seluruh pemandangan.

Aku menjadi penembak jitu di bukit, bersiap untuk membunuh target, dan ini adalah kesempatanku.

[Gunide] yang telah siap dan diisi dengan gas hydrogen bertekanan tinggi. Ledakan tembakan dari peluru yang keluar dengan kecepatan yang luar biasa. Hasil dari penggabungan kemampuanku dengan senjata api yang merupakan perwujudan dari sebuah senjata yang lebih hebat dibandingkan dengan senjata lain. Senjata ini adalah senapan-rel yang mampu menembakkan proyektil begitu cepat sehingga target akan dihantam sebelum gravitasi memiliki kesempatan untuk mempengaruhi amunisi.

Udara terputus begitu cepat sehingga riak dan gelombang kejut dari baut terlihat jelas.

Sang Raja Raksasa yang hebat hanya berjarak beberapa meter dari pesta membunuh manusia ketika aku melepaskan tembakan.

Efek serangan itu memekakkan telinga, gelombang kejut meluncurkan tsunami darah.

Baut menembus ke tebing, menyebabkan ledakan besar yang menyebabkan sebagian besar tebing runtuh. Beberapa Fomoria yang tewas jatuh dalam insiden itu. Hasil tes pertama senjata ini berhasil.

Kepala Raja Raksasa telah bocor dan mulai roboh ke tanah.

Tubuh Raja Raksasa mulai runtuh, jatuh tepat dihadapan party Manusia.

Aku sudah mempertimbangkan situasi ini, dan pada saat tembakan ditembakkan, aku sudah melompat dengan kecepatan yang tinggi. Dalam sepersekian detik yang dilepaskan oleh baut, aku sudah menutup jarak penuh dan siap untuk menindak lanjuti serangan kejutanku untuk menyelesaikan serangan. Ketika Raja Raksasa mati, aku menggunakan kecepatanku untuk menjaga agar manusia itu tidak hancur.

Saat itu, seluruh tebing mulai runtuh. Dengan demikian, aku memastikan bahwa manusia tidak akan hancur karena dijatuhi batu. Karena mereka memberiku pertunjukan yang sangat bagus untuk jangka waktu yang lama, aku akan menganggap itu sebagai bayaran.

Aku memang pria yang baik.

Meskipun untuk menambahkan alasan lebih lanjut, itu bukanlah tambangku, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan manusia yang secara substansial lemah diratakan oleh batu yang jatuh.

Kemudian, aku membawa perhatianku pada Raja Raksasa, tubuhnya yang remuk dan kepala yang terpisah jatuh bersama kami. Untuk beberapa saat aku tersenyum. Di sini sang Raja Raksasa sudah akan melepaskan gelombang besar kehancuran, hanya untuk menghancurkan dirinya sendiri. Dia hancur dalam sekejap, tidak dapat mengenali bahwa hidupnya telah berakhir, bingung mengapa tubuhnya sendiri roboh saat dia akan mati.

Sementara berada dalam kemenangan, aku berangkat untuk mengambil mayat Raja Raksasa dan Fomorian lainnya. Aku tidak membiarkan satu bagian pun lolos dari koleksiku, menempatkan semuanya dalam ruang besar di Item Boxku.

Aku tidak yakin apakah sesuatu yang besar akan muat di Item Boxku, tapi aku cukup yakin, itu masuk tanpa masalah.

Setelah aku menyelesaikan itu, aku harus mempertanyakan apakah aku juga akan membunuh pihak manusia untuk mengumpulkan peralatan dan kemampuan mereka. Itu adalah pilihan yang sulit. Kemungkinan menambahkan mereka ke kelompok pasukan bayaranku mungkin akan rendah.

Wah.Itu adalah perburuan yang baik, pada awalnya, aku yakin bahwa aku akan membunuh semuanya di sini jika kedua belah pihak sudah cukup lelah, meskipun sekarang aku mempertanyakan keputusan itu.

Cleric tidak bisa memahami situasi ini sama sekali. Dia takut dan panik. Tepat ketika mereka akan dibunuh oleh Raja Raksasa, lehernya meledak menjadi genangan darah, menutupi mereka. Kemudian, mereka hanyut dan diselamatkan sebelum dihancurkan oleh bebatuan yang jatuh. Ini tentu saja situasi yang akan membuat kebanyakan orang terdiam.

Dalam keadaan ini, aku bisa membunuh mereka semua tanpa masalah.

Aku mendekati mereka dalam keadaan di mana kemampuanku yang aktif, niat membunuhku sangat tinggi.

Saat itu, Shieldman dan Spearwoman yang terluka sangat memposisikan diri di depan Cleric, meskipun luka mereka sangat berat. Peralatan mereka sebagian besar rusak, pakaian mereka compang-camping, dan mereka semua berlumuran darah. Mereka berdua memiliki banyak tulang yang patah karena luka-luka mereka.

Mata mereka berkobar. Melihat itu, aku tersadar dari nafsu darahku, sesuatu yang sepertinya terdeteksi oleh keduanya. Meskipun mereka tidak menurunkan kewaspadaan mereka, hembusan napas mereka yang terhuyung-huyung tidak lepas dariku.

Kemudian aku benar-benar mulai berpikir. Aku tidak bisa mengatakan alasan mengapa mereka dikalahkan olehku adalah karena mereka lemah. Aku telah menyaksikan mereka bertempur dan beralih ke keadaan yang menyedihkan ini setelah pertempuran besar melawan lawan-lawan yang kuat. Tiba-tiba, aku muncul dan mengganggu pertempuran mereka dan mengumpulkan semua hadiah.

Kemudian, aku berbalik dan menghadapi Swordsman. Aku berjalan ke arahnya dan menatap matanya. Matanya lelah, tetapi dia memiliki kobaran dalam rohnya, sesuatu yang sangat aku sukai. Membunuh orang ini yang tidak menunjukkan rasa takut kepadaku akan sia-sia. Makan daging dan darahnya ketika aku belum bisa melawannya akan sia-sia. Membunuhnya akan sia-sia. 

Aku memutuskan bahwa aku akan menangkap mereka dan membawanya bersamaku. Aku menyatakan bahwa aku tidak akan membunuh mereka, tetapi dengan syarat mereka ikut denganku. Mendengar ini, Swordsman melihat ke mataku selama beberapa menit, lalu setuju.

Aku bisa mendapatkan beberapa tubuh Fomoria, serta Daging Raja Raksasa hari ini. Selanjutnya, aku berhasil mengumpulkan beberapa manusia yang kuat juga. Bonusnya adalah bahwa ada beberapa wanita cantik bergabung dengan kelompok.

Setelah pemuda Swordsman menyetujui permintaanku, dia tidak menunjukkan tanda-tanda permusuhan, meskipun yang lain sangat berhati-hati. Aku mulai menyembuhkan mereka satu demi satu. Pertama, aku mulai untuk menyembuhkan Shield Warrior, karena dia bisa mati setiap saat. Aku memberinya salah satu ramuan penyehat Alchemist-san untuk menstabilkan kondisinya sementara aku juga menyembuhkan dua orang Beast.

Cleric and Magician akan bisa pulih secara alami, tetapi meskipun demikian, aku memaksa mereka untuk meminum ramuan pemulihan Mana, milik karya Alchemist-san.

Selama pertempuran, mereka sangat menguras Mana mereka. Dalam kasus di mana itu kering terlalu cepat, itu dapat memiliki efek negatif pada tubuh, sesuatu yang ingin aku hindari.

Aku bisa menggunakan [Blood Elixir]ku untuk mengobati mereka dengan penyembuhan total, tetapi aku berpikir untuk yang lebih baik. Besar resikonya jika informasi itu diketahui banyak pihak. Semua luka mereka distabilkan dan akan sembuh secara alami jika dibiarkan sendiri.

Mereka perlahan mulai mengurangi kewaspadaan mereka ketika aku terus menyembuhkan mereka. Mereka mungkin berasumsi bahwa aku adalah seorang Ogre Mage, entitas yang dikenal karena kekuatan besar mereka tetapi hampir tidak pernah menyerang manusia.

Sebenarnya niat membunuhku sangat kuat, namun aku dapat mencegah menyerang mereka.

Aku ditanya apa yang terjadi pada mayat-mayat itu, dan aku hanya memberi mereka kebohongan bahwa aku telah menggunakan magic item untuk menyimpannya.

Dalam keadaan itu, masih ada risiko terhadap keberlangsungan hidupku sendiri, meskipun party nya masih lemah, faktanya tetap ada bahwa pemuda Swordsman masih bisa bertarung denganku secara merata. Aku tidak mau menjadi serakah hanya untuk beberapa item dengan mengorbankan hidupku, jadi pilihan terbaik berikutnya adalah memenangkannya ke pihakku. Beberapa dari mereka masih belum sepenuhnya yakin, tetapi untuk saat ini, mereka tidak membuat gerakan apa pun padaku. Ketegangan perlahan-lahan menurun.

Aku juga tergoda untuk mengambil wanita itu untuk diriku sendiri, tetapi aku dengan cepat menolak pikiran itu karena risiko yang terkait dengan menangkap para wanita cantik. Itu pasti akan membuatku bermusuhan dengan Pemuda Swordsman. Setelah aku selesai menyembuhkan mereka, aku ditanya mengapa aku membantu mereka. Tanggapanku adalah bahwa aku berada di daerah tersebut dan tertarik untuk mengumpulkan materi. Karena mereka akan dibant*i, aku membuat keputusan untuk berhenti menunggu dan mengambil peluangku.

Kelompok itu cukup mencurigai ceritaku, ada beberapa poin yang aku curigai jika aku berada di pihak penerima. Meskipun semua yang aku katakan kurang lebih benar, aku memang menginginkan materi, dan hanya bertindak begitu mereka akan dihabisi. Satu-satunya pihak yang bisa menerima ini adalah Pemuda Swordsman yang menundukkan kepalanya dan memberiku ucapan terima kasih.

Penumpukan ketegangan yang hebat dipatahkan dengan tanda niat baik dari Pemuda Swordsman. Aku belum mengumpulkan semua materi dari Fomoria, jadi aku mulai mengurusnya juga.

Ketika aku melakukan itu, aku memutuskan bahwa karena kami berada di misi, tidak akan bagus untuk membawa lebih banyak manusia bisa menempatkan risiko pada kelompok kami. Jadi pada akhirnya, kami berpisah, aku melewati beberapa bagian mengenai Fomorian dan itu adalah akhirnya.

Aku dengan cepat berjalan dari daerah itu karena waktu hampir habis untuk memakan hadiahku. Kecemasanku masih ada karena ketika aku mulai makan, aku akan menjadi terbuka dan akan mengambil risiko kehilangan hadiahku dalam situasi yang buruk.

Aku menghabiskan sekitar sepuluh menit dengan kecepatan penuh untuk menemukan tempat yang aman untuk mulai makan hasil rampasanku.

Meskipun kepalanya sudah hilang, tubuh binatang itu cukup besar. Butuh waktu terlalu lama untuk mencerna semuanya, jadi aku memutuskan sudah waktunya untuk menguji salah satu teoriku. Dengan itu aku mengubah tubuhku menjadi lendir besar menggunakan [Metamorphosis]. Aku membungkus seluruh tubuh Raja Raksasa di lapisan tubuhku untuk menyerap materi. Tubuh itu gede amat, dan itu akan memakan waktu berjam-jam untuk makan dengan normal, tetapi cara ini terbukti sempurna untuk eksperimen.

Pada akhirnya, tidak ada masalah dan aku menyerap mayat itu dengan mudah:

Kemampuan Dipelajari: 【Deadly Evil Eye】

Kemampuan Dipelajari: 【Overkill】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant King’s Supreme Strike】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant King’s Dignity】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant King’s Wisdom】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant King’s Flesh and Blood】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant King’s Body】

Kemampuan Dipelajari: 【Vitality of the Mysterious Giant】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant’s Iron Hammer】

Kemampuan Dipelajari: 【Giant Killing】

Kemampuan Dipelajari: 【Aspect of the Giants】

Kemampuan Dipelajari: 【Left Arm of Penetrating Rain (Parjanya)】

Kemampuan Dipelajari: 【Right Arm of Roaring Thunder (Illatici)】

Kemampuan Dipelajari: 【Complete Aqua Resistance】

Kemampuan Dipelajari: 【Complete Lightning Resistance】

Kemampuan Dipelajari: 【Complete Evil Eye Resistance】

Kemampuan Dipelajari: 【Complete Earth Resistance】

Kemampuan Dipelajari: 【Region Ruler】

Kemampuan Dipelajari: 【Tyranny of the King】

Kemampuan Dipelajari: 【Lesser Summoning: Giant】

Kemampuan Dipelajari: 【Language of the Giants】

Belum pernah sebelumnya, aku mendapatkan begitu banyak kemampuan dari satu spesies; lebih dari dua puluh kemampuan diperoleh sekaligus.

Aku tidak bisa mengatakan bahwa diriku dapat menyembunyikan kekagetanku bahkan jika aku menginginkannya.

Membayangkan bahwa makhluk ini sangat kuat, tetapi untuk sekarang, aku harus menenangkan diri dan kembali.

Aku ingin menghabiskan waktu bersama anak-anakku, jadi aku mengakhiri perburuanku di sini.

Dalam perjalanan, aku memutuskan untuk menguji beberapa kemampuanku ketika aku berjalan. Suatu kali, muncul seekor kelinci salju dan aku memilih [Giant King’s Iron Hammer] untuk melawannya. Dalam sekejap, ada ilusi sesuatu yang besar di lenganku. Ketika aku berayun, kelinci itu membentuk bunga darah merah dan menghilang. Senjata yang cukup menakutkan, tetapi cukup bermanfaat.

Setelah itu, tidak ada lagi hal menarik yang terjadi, dan aku pun kembali ke gua. Aku memeluk anak-anakku tanpa sadar.

Saat itu, aku mendengar “Papa.” Rupanya, para sister telah mengajarkan beberapa kata kepada anak-anak saat aku pergi. Orang yang mengatakan ini adalah putraku Argento. Ah, ini terlalu bagus, aku ingin kamera merekam adegan ini. Aku akan mengingat kenangan ini selama bertahun-tahun yang akan datang.

Bagaimanapun, aku menghubungi para Dwarf dan Elf kembali untuk melaporkan pertumbuhan yang dialami oleh anak-anak. Secara umum diasumsikan bahwa karena diriku sangat abnormal, anak-anakku juga akan demikian.

Setelah aku bermain dengan Auro dan Argento untuk beberapa waktu, aku menggiling bagian tanduk White Stag ke dalam bentuk bubuk dan memasukkannya ke dalam ASI dari para sister. Kedua tubuh Auro dan Argento mulai bersinar sedikit dan bola Ogre mereka mulai bersinar. Sangat mungkin bahwa mereka mungkin memang memiliki kemampuan yang serupa dengan kemampuanku sendiri, mereka memang akan menjadi prajurit hebat di masa depan.

[T/N : Kemungkinan anaknya punya kemampuan kaya bapaknya, Ability Learned]

White Stag sangat kuat. Dengan ukuran yang besar dari tanduk ini, ini akan bertahan cukup lama untuk menambah pertumbuhan anak-anakku. Ini akan cukup dalam jumlah kecil. Mengingat kekuatan binatang itu, melakukan ini pasti akan meningkatkan potensi daya mereka saat mereka tumbuh dewasa.

Setelah berpikir sebentar, aku mengoper sepotong kecil ke Redhead, yang setelah hanya gigitan kecil matanya bersinar merah dan seluruh tubuhnya mulai bergetar karena kekuatan mentah yang tertanam dalam tanduk.

Melihat ini aku tergoda dan mengambil sebagian kecil untuk diriku sendiri:

Ability unlocked [Protection of the ■ Beast]

Ability unlocked [Beloved child of ■■■]

Melihat ini, sudah jelas bahwa aku telah salah menilai binatang ini sepenuhnya. Binatang ini bisa setara dengan dewa-dewa kuno. Kekuatannya begitu besar, sehingga aku sombong untuk berpikir bahwa diriku bahkan memiliki beberapa kesempatan untuk mengalahkan makhluk ini. Kenyataannya, ada peluang nol persen aku akan selamat.

Fakta bahwa aku belum terbunuh adalah berkat belas kasihan White Stag.

Aku sudah terlalu dewasa dan terburu-buru. Dari sana, aku bersumpah pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh lebih kuat daripada White Stag.

Nah, jika aku bertemu lagi, aku akan sangat berhati-hati dan menghargai kekuatannya.

White Stag mungkin sangat lezat, aku tidak akan pernah bisa memahami rasanya.

Pikiranku kemudian kembali ke anak-anakku, aku penasaran apakah mereka telah memperoleh beberapa kemampuanku, atau lebih tepatnya jika mereka telah mendapatkan kemampuanku untuk menyerap kemampuan. Entah akan sangat berguna dalam jangka panjang.

Pada pemikiran yang sama, aku ingin tahu apakah ada makhluk lain selain diriku, yang memiliki kemampuan untuk menyerap kemampuan mangsa mereka.

Ngomong-ngomong, Redhead mendapat job baru [Job-Sacred Beast Eater]. Melihat kejadian serupa terjadi pada anak-anakku, mereka mungkin memilih profesi yang sama, atau mereka mungkin juga mendapatkan [Protection of the Beast]

Nah, anak-anak masih terlalu muda untuk memahami situasinya. Lagipula, aku lelah hari ini.

Dengan itu, aku menyerah lalu tidur.

[Level telah melampaui nilai yang ditentukan]

[Kondisi spesial sudah terpenuhi «  Army  Massacre  »«  Pseudo  Divinity  »«  Landlord Killing »« Giant King Killing »« ■■ Declaration» kemampuan terbuka [Apostle Lord Extinct Species] memungkinkan [Rank-Up].

[Apa anda mau [Rank-Up]? [«Ya» «Tidak»]

Aku memilih «Ya» dengan kesadaran yang tinggal sedikit sebelum aku tidur

[Ogarou sudah naik tingkat ke tingkat yang di inginkan]

[Nama asli diberikan oleh ※※※sekarang tersedia]

[Ogarou mendapatkan nama asli {Yatendouji}]

[Yatendoji mendapatkan kemampuan yang unik]

[Yatendouji’s Unique Skills:]

[Kemampuan didapatkan {Leader of the Demon’s Gathering} ]

[Kemampuan didapatkan {Acceptance of the Demon’s Gathering} ]

[Yatendouji telah menerima kondisi khusus dari para dewa]

[Kondisi tertentu dibutuhkan, seperti yang ditentukan oleh ※※※, Yatendouji akan menerima kemampuan spesial yang diberikan oleh ※※※]

[Error terdeteksi]

[Diantara kemampuan spesial yang diberikan, ada dua kemampuan yang dilepaskan karena tidak memenuhi standar] (motor :v)

[Melepaskan kemampuan tersebut yang mana kondisinya sudah terpenuhi]

[Yatendouji akan mendapatkan kemampuan sebagai berikut]

[Wrath of Heaven]

 [Fate Stealer]

 [Destiny of a great Mythological Figure {Black Eclipse Demon} ]

 [Special ability ■■■■] remains locked {Conditions not met} ]

[Special ability ■■■■] remains locked {Conditions not met} ]

Hari ke 108

Ketika aku bangun, ada berbagai perubahan. Harus aku akui, aku agak bingung pada awalnya karena tingkat perubahan yang sangat besar pada tubuh dan kekuatanku, tetapi kupikir aku akan berhasil.  

Pertama, tubuhku.

Rank-Up, mengubah tubuhku menjadi Dewa Apostle {Extinct Species}

Tanggapan pertamaku adalah pertanyaan, spesies apaan nih ?.

Kemungkinan besar mereka adalah ras yang kuat di masa lalu, meskipun sangat sedikit jumlahnya, yang akhirnya mati.

Tinggiku awalnya sekitar dua setengah meter, meskipun sekarang aku berdiri di sekitar hanya dua meter. Kurang lebih, tubuhku telah menjadi seorang lelaki jangkung.

Untuk membandingkan, otot dan tanganku mungkin lebih kecil, tetapi lebih padat daripada sebelumnya. Aku harus mengatakan bahwa aku lebih dari selusin kali lebih kuat daripada ketika aku adalah seorang Ogre , setidaknya. Tubuhku sekarang membuat kekuatan yang aku rasakan ketika aku adalah seorang Ogre merasa mirip dengan ketika aku menjadi Goblin ketika aku menjadi seorang Ogre. Perbedaan kekuatan yang sangat besar.

Itu karena Rank-up, atau karena tubuh dan kekuatanku telah berubah secara signifikan, tapi sekarang, Silver Arm telah mengubah bentuknya agar pas dengan tubuhku dengan sempurna.

Aku yakin bahwa jika aku berhasil Rank-up di masa depan, lenganku akan berubah dengan lebih hebat.

Kulitku masih hitam, tetapi tato kemerahanku telah berubah menjadi warna keemasan yang dalam. Selain itu, aku mengembangkan tanduk ekstra di tengah dahiku. Ini menunjuk langsung ke atas. Tandukku lebih tebal dan jauh lebih tajam daripada sebelumnya. Aku mencoba menyeruduk dinding dengan kepalaku untuk mengujinya, hampir menyebabkan gua hancur karena kekuatanku yang sangat meningkat.

Rambutku telah tumbuh sampai ke pinggangku.

Aku akan memotongnya, terutama karena aku tidak suka rambut panjang, ketika Alchemist-san ikut campur. Sepertinya dia sangat menyukai penampilan baruku dan tidak ingin aku mengubahnya. Ketika dia mulai cemberut, itu adalah akhir dari diriku yang mencoba untuk memendekkan rambutku. Aku mengikatnya dengan benang emas menjadi kuncir kuda. Aku memiliki firasat bahwa rambutku akan menjadi mainan Alchemist-san untuk beberapa waktu.

Mataku berubah warna menjadi merah darah, warna yang sama dengan Dhammi-chan . Penglihatanku juga menjadi begitu tajam sehingga aku dapat membaca dari sebuah buku yang berjarak hampir lima belas meter. Sepertinya Dhammi-chan juga memiliki tingkat penglihatan ini dan dapat menggunakannya untuk melihat jarak yang jauh. Aku harus bereksperimen dengan itu nanti.

Mengenai masalah Ogre Orbs yang diterima oleh spesies Dewa, aku memiliki lima dari mereka. Yang pertama ditanamkan di dadaku. Dua lagi di masing-masing siku, dan dua lainnya di kedua lututku. Warna-warna ini adalah campuran warna hitam, merah, dan emas. Aku tidak tahu kekuatan macam apa yang dimiliki Orb ini, tapi yang aku tahu adalah aku belum melepaskan semua kekuatan tubuh ini. Aku harus mengambil kesempatan untuk menguji tubuh ini sepenuhnya nanti.

Bentukku saat ini sebagai Apostle Lord tampaknya memiliki semacam baju zirah bi*logis. Ini mirip dengan apa yang Dodome-chan dapat ciptakan, sejenis medan energi iblis yang melekat pada dagingku. Anehnya, tubuhku telah dilengkapi dengan celana dalam beserta celana.

Celana itu unik, dan ketika aku menguji celana untuk melihatnya, mereka tahan terhadap pemotongan dan yang lainnya. Tampaknya celana ini sangat unik, tampaknya celana ini memiliki ketahanan tertinggi terhadap pisau. Tidak peduli berapa banyak tekanan yang aku letakkan langsung di kakiku, pisau itu tidak akan pernah tembus. Aku akhirnya mematahkan bilahnya sebelum melakukan kerusakan pada kain, sebagian besar karena kekuatanku yang berlebihan.

Sepertinya karena peralatan ini adalah armor, aku tidak akan bisa berubah karena itu menjadi bagian dari tubuhku. Tentu saja itu bisa dihilangkan, tapi aku memiliki ketidakcocokan dengan pakaian lain untuk sebagian besar.

Satu-satunya hal yang nyata aku tidak senang adalah memiliki baju zirah biol*gis ini adalah itu membuatku setengah telanjang, membuatku hanya memakai celana. Aku benar-benar terbuka.

Redhead menganggapnya menarik dan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap tubuh baruku … Aku tidak suka untuk pamer, meskipun aku juga tidak kedinginan, dan aku juga tidak malu karena aku terekspos.

Karena sosokku tidak terlalu mengintimidasi, sangat sedikit orang yang akan merasa takut dengan wujudku saat ini. Aku mungkin bahkan tidak perlu mengenakan jubah di kota. Selain itu, semua itu adalah perubahan fisikku.

Kemudian, kedua Sister mendapatkan [Job] baru setelah mereka bangun hari ini. Mereka mendapatkan [Job-Demon Child’s Holy Mother], Yang mana tubuh mereka sedikit mengalami perubahan untuk mengetahui bahwa mereka adalah ibu dari anak-anakku. Itu diperoleh karena menjadi ibu dari anak keturunan Demon.

Meski itu memiliki arti yang negatif karena menjadi ibu dari anak Demon, itu tanda Simbol antara kedua orang tua dan anak mereka. Mendengar hal tersebut, aku tidak tahan dan langsung memeluk mereka berempat.

Auro dan Argento mengenakan baju anak kecil yang dibuat oleh para sister dan aku sendiri. Sekarang anak-anak mulai bisa mengucapkan kalimat. Ketika aku mendengar “Papa, Papa I Love” hatiku meleleh. Tidak ada yang lebih baik selain ini.

Hari ini. Ketika aku bangun, orang pertama yang melihatku adalah sang putri, yang terlihat cukup terkejut sehingga membuatnya berteriak. Boy Knight yang langsung datang menyelidiki apa yang terjadi dan diikuti oleh semua orang. Meski beberapa detik dari ketakutannya, sebenarnya tubuhku masih berwarna sama seperti yang dulu yang memberitahu mereka siapa yang mereka lihat. Mengingat bahwa rambut masih berwarna sama, sang putri yang pertama kali mengetahui bahwa siapa diriku, menaiki pundakku. Melakukan hal itu, semua orang menyadari bahwa itu adalah aku.

Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku terlihat terlalu berbeda, tapi aku semakin dan memiliki tato yang berbeda, dan juga memberikan aura yang lebih kuat pada tubuhku, aku tidak ingin menyalahkan mereka atas sifat kewaspadaan mereka.

Ohh hampir aku lupa, aku sebelumnya menyembunyikan warnaku untuk mencegah sang putri dan manusia lainnya untuk mencari Blessing (perlindungan) dari Greater Fod. Itu akan menjadi masalah jika aku diserang karena hal tersebut.

Jadi, tidak masalah jika kedua orang ini (Sang putri dan Boy Knight) mengetahuinya, bukan berarti jika mereka akan menyerangku karena aku memiliki Blessing dari Greater God.

Aku mulai mencoba mengembalikan warnanya tapi sepertinya warna dasar dari Spesies ini merupakan kulit hitam, jadi aku tidak menemukan alasan apapun untuk mengubahnya.

Dengan persetujuan gadis gadis lain, aku tidak mengubah penampilan baruku ini.

Aku masih penasaran mengapa aku mendapatkan Blessing yang kuat dari Greater God, tapi pertanyaan itu akan terjawab seiring berjalannya waktu, jadi aku yakin. Untuk sekarang, sang putri mengatakan bahwa dia akan merahasiakan Blessing (Perlindungan)ku.

tubuhku cukup sulit untuk digerakkan. Karena semuanya terlihat lebih kecil dibandingkan sebelumnya, dengan kekuatan yang lebih kuat, tidak merusak apapun dan menyesuaikan cengkraman sepertinya cukup membuatku jengkel. Akhirnya aku menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk terbiasa bergerak dengan bentuk dan penampilan baruku.

Catatan terakhir itu membuatku penasaran karena dua kemampuan terakhir itu terkunci. Aku merasa tertekan dengan kondisi tersebut jadi aku ingin mendapatkannya.

Jadi, setelah beberapa saat, kami sarapan. Aku merasa lebih lapar dibandingkan yang biasanya dan aku makan tiga kali lipat dibandingkan yang biasanya.

Setelah itu, kami berangkat. Sang putri yang melanjutkan perjalanan dengan menaiki pundakku dan kami maju menuju pegunungan sejauh mungkin yang kami bisa hari ini. Pemandangan membuatku merasa terpesona. 

Hari ke 109


Hari ini, setelah para sister, kedua perut dari Blacksmith-san dan Alchemist-san mulai membengkak.

Sekarang ini, aku tidak terlalu panik dan melakukan proses yang seperti kemarin. Aku memberikan Energi sambil mencari lokasi untuk beristirahat.

Sejak kami meninggalkan pegunungan yang kemarin itu, tidak ada goa yang pantas untuk ditempati. Setelah beberapa saat kami mencari, kami tidak mempunyai pilihan selain berhenti.

Aku bertanya pada Fire Lord-kun dan sang putri untuk turun pada kereta. Aku tidak mempunyai pilihan selain melahirkan anak anakku didalam kereta.

Tanpa sengaja membiarkan sang putri melihatku membuka perut Blacksmith-san dan semua darah yang keluar saat prosesnya. Setidaknya, aku menggunakan kemampuan penyembuhanku setelah itu, jadi sang putri seharusnya tidak melihat efek dari darahku.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk tidak khawatir tentang masalah itu. Berdiskusi tentang topik itu padaku, aku merasa menginjak ranjau darat.

Kembali kecerita, Blacksmith-san melahirkan seorang anak laki-laki. Dia lebih besar dibandingkan dengan Argento dan Auro, dan spesiesnya adalah [High Ogre].  Putri Alchemist-san memiliki mata biru, rambut pirang, seorang anak manusia dengan tato hitam di tubuhnya. Dia lahir dengan beberaa [Job] rupanya. Aku berpendapat bahwa dia memiliki gen darahku, jadi dia akan tumbuh berkembang dengan cepat seperti anak-anakku yang lainnya.

Sangat jarang sekali seorang anak lahir sebagai manusia. Meski menebak dari tato dia dari lahir, aku berharap dia menjadi kuat seperti yang lainnya. Itu tidak mengubah faktanya bahwa aku menyayangi sekali gadis kecil yang imut ini.

Karena aku lebih bersiap dibandingkan dengan yang terakhir kalinya, tidak seperti situasi dengan para Sister, Blacksmith-san dan Alchemist-san hanya menderita luka ringan.

Kelelahan yang dialami oleh keduanya tidak sama seperti yang terakhirnya.

Bahkan, semua anak anakku yang lahir berurutan dengan cepat. Aku penasaran jika itu karena tubuh mereka bertambah kuat.

Pikiran yang mengganjalku adalah, mengapa mereka lahir dengan hanya beberapa hari satu sama lain, dan juga itu membuat mereka penasaran tentang pembuahan mereka, tapi itu dibahas lain kali aja.

Jadi, disamping itu, aku menamai Anak Ogre “Oniwaka” bercerita tentang seorang Warrior (Pejuang) dan putri Alchemist-san bernama “Nikola”

Ketika aku memberi makan beberapa bubuk Antler dari White Stag pada kedua anakku yang baru, kemampuan mereka terlihat meningkat drastis, seperti dengan anak-anakku yang lain.

Dengan penghargaan kerja keras dari keempat wanita yang menjadi ibu dari anak-anaku, aku meminta semua orang untuk naik ke kereta. Aku menempatkan anak-anak baru lahir pada tempat tidur spesial yang telah kusiapkan sebelumnya, kami berangkat setelah anak-anak ini lahir.

Sekitar sore harinya, kami tiba di Labyrinth City Purgatory.

Tidak seperti ketika aku masih Ogre, sekarang aku Lord Spesial atau seperti itu, keadaan mulai lancar ketika kami melakukan perjalanan.

Sedikit usaha untuk masuk kedalam kota.

Kota ini dikelilingi dengan dinding yang melingkar yang terbuat dari beberaoa bahan besi spesial.

Sepertinya ada peraturan khusus yang melarang pemindahan item Magic yang memiliki kekuatan yang besar yang ditemukan didalam Labyrinth diluar dinding. Hal tersebut tidak berlaku denganku, karena aku bisa menempatkan apapun yang kudapatkan didalam Item Boxku. Meski pada awalnya aku tidak berencana untuk memasuki labirin.

Seakan membaca pikiranku, aku diberitahu bahwa aku tidak bisa mengakses item box ku didalam Labyrinth

Karena hanya kebutuhan seperti makanan yang bisa diijinkan, tas sangat diperiksa dengan teliti dengan jangka waktu yang cukup lama sebelum di kembalikan pada pemiliknya.

Untuk sekarang, kami mencari tempat yang bagus untuk beristirahat. 

Hari ke 110


Ini memang Labyrinth City Purgatory, harta karun emas dan perak terlihat sepanjang mata memandang, petualang dan penipu mencari ketenaran, ada beberapa kota yang tumbuh cepat seperti ini. Beberapa party terbentuk dari mayoritas Yara Beastmen yang mondar-mandir didalam keramaian kota.

Para warrior dan orang-orang kaya mendapatkanya dari Labyrinth dengan godaan yang sangat besar bagi kebanyakan orang

Saat itu masih pagi. Matahari belum terbit. Aku berjalan melewati bangunan Guild yang ada didalam kota [Purgatory] Guild Branch.

Disana ada tempat lapangan latihan yang terbuka untuk semua petualang, gratis. Disana juga, kau bisa melihat banyaknya spesies yang berbeda, seorang Yara Beastmen dengan rambut yang lebat dengan dilengkapi Full Armor, seorang nenek dengan tongkat mengenakan jubah, seorang anak muda dan gadis kucing Warrior yang memegang pedang, seorang wanita manusia yang sedang mempraktikan pelemparan pisau.

Aku selalu belajar cara bertarung dengan gaya berbeda, katanya, didalam kota labirin, banyak penggemar dengan gaya bertarung seperti itu.

Bahkan jika kau bisa menebaknya dengan sekilas, ada sekitar 60 lebih orang yang berkumpul di tempat lapangan pelatihan.

Sepertinya mereka semua harus datang untuk menerima sebuah permintaan dari Guild untuk menantang Labyrinth. Ketika aku berbicara dengan salah satu petualang, aku menerima undangan untuk berpastisipasi. Rupanya, beberapa petualang yang ada disini telah melihat sesi pelatihan kami di hari sebelumnya ketika kami tiba dikota ini dan kami menerima undangan resmi untuk menggunakan lapangan pelatihan.

Ketika aku berpikir tentang itu, aku kira itu mungkin.

Bagaimanapun, melihat dari Party kami, karena aku spesies [Extinct](punah), aku masuk didalam grup bersama dengan para [Lords]. Bagaimanapun, kekuatan bertarung pada kelompok kami sekarang ini sangat tinggi, bahkan jika aku hanyalah seorang Ogre, faktanya akan tetap seperti itu.

Saat ini Dhammi-chan memiliki kekuatan, dia memiliki kekuatan yang mirip dengan si Red Head dan keduanya mampu mempertahankan diri dengan baik. Masalahnya terletak pada kecepatan yang Dhammi-chan miliki sekarang.

Jadi, sementara aku melakukan beberapa latihan didalam lapangan dengan kelompok, beberapa petualang berhenti melakukan latihan mereka dan mengamati. Setelah beberapa menit, beberapa dari mereka datang untuk meminta Sparing dengan kami. Setelah merenung sejenak, aku pikir itu ide yang bagus untuk mengizinkan beberapa dari kelompok kami untuk berlatih melawan para petualang, sambil membangun reputasi kami. Karena aku seorang Apostle Lord, spesies yang punah, kebanyakan dari mereka melihatku sebagai seorang yang memiliki kekuatan berkelas Lord karena itu aku mendapatkan beberapa penantang.

Setelah beberapa saat berpikir, aku pikir untuk membuat game menjadi suasana unik. Meski aku mengeluarkan Dhammi-chan disana karena tidak ada seseorang yang bisa melawan kecantikannnya bahkan gadis-gadis lain merasa terintimidasi.

Jadi, seharusnya itu tidak apa-apa untuk sekarang, tapi Dhammi-chan tidak akan mendapatkan EXP apapun dari situasi ini. Aku akan mengatur sesuatu untuknya nanti.

Karena kami melawan banyak musuh dengan perbedaan yang mencolok maka ini adalah kesempatan yang bagus, ini akan menjadi hal yang bagus untuk mendapatkan beberapa EXP untuk kedepannya. Aku memutuskan untuk membuatnya semakin menarik dan menyiapkan sistem penghadiahan.

Jika berhasil mengalahan Wind Lord-chan, atau  Fire Lord-kun, maka imbalannya akan mendapatkan 1000 koin emas. Jika bisa berhasil mengalahkan Illusion Lord-kun, maka akan mendapatkan Silver Plate yang dihargai dengan 10.000 ribu koin emas.

Ketika aku mengatakan hal itu, keramaian mulai meriah. Mata dari para petualang berubah dan semuanya termotivasi penuh oleh uang.

Meski aku tahu bagaimana memanipulasi orang dengan mudahnya menggunakan uang, ada rasanya ketika semua lebih mudah.

Aku kenakan biaya setiap orang yang mau menantang.

Aku juga menambah hadiah spesial yang jika mana seseorang bisa mengalahkan ketiganya, mereka akan mendapatkan hadiah 100.000 koin emas.

Jadi, untuk membuat cerita panjang ini menjadi pendek, meski ketiga yang aku ikutkan berpartisipasi di pihak kami menjadi kelelahan, mereka tidak sekalipun mendapatkan kekalahan. Metode latihan kami terbayarkan, tidak peduli siapapn lawannya, setiap dari mereka tahu bagaimana cara mengetahui pergerakan lawan dan mengalahkan mereka.

Setelah pertarungan kecil, beberapa petualang yang berperingkat tinggi berpikir lucu untuk menantangku. Aku mengenakan biaya tiga kali lipat dan membiarkan mereka semua maju sekaligus. Itu langsung berakhir seketika.

Ini usaha yang cukup menguntungkan, bukan hanya kami bisa berlatih di pagi hari seperti biasa, tapi kami juga bisa mendapatkan beberapa uang juga. Itu seperti membunuh dua burung dengan satu batu.

Latihan selesai ketika saat siang harinya.

Setelah pertarungan, aku mendapatkan banyak undangan dari berbagai Klan dan Organisasi tapi karena aku seoarang pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran, aku menolak mereka semua.

Sekarang, aku memutuskan untuk menghentikan imbalan itu, karena kami berada dalam misi dan tidak ada untung yang jelas bagi pekerjaan itu. Kami kembali ke penginapan dan menggunakan tempat ruangan mandi disana.

Setelah itu, aku mengecek beberapa item dan menghitung uang yang didapatkan dari peristiwa yang sebelumnya.

Setelah menghitung uang itu, aku memberikan setiap dari Lord untuk menghabiskan uang itu, mereka mendapatkan imbalan yang seimbang karena kerja keras mereka.

Aku ingin melihat kota dan mengizinkan semuanya untuk melakukan apa yang mereka lakukan untuk hari ini.

Kebetulan, aku pergi dan mengecek labirin. Meskipun, aku tidak benar-benar masuk kedalam, bangunan itu sangat besar dan menjulang tinggi ke langit. Itu sangat menakjubkan.

Pariwisata merupakan hal yang cukup besar didalam kota ini.

 Dibelakang gang sering terjadi kejahatan. Ada beberapa orang yang menghilang dan tidak ada satupun orang yang benar-benar peduli tentang itu. Meski kebanyakan orang menghindari sudut gang dari kota setelah mendengar hal itu, aku mencobanya dan memancing beberapa orang bodoh untuk menyerangku. Karena aku terlihat seperti manusia, maka akan ada lebih banyak orang untuk mencoba menyerangku

Seakan diberi isyarat, beberapa preman melompat didepanku, kemampuan mereka sangat rendah dan bahkan tidak bisa melukai kulitku.

Aku menarik salah satunya dan memutuskan kepalanya, sedangkan yang lainnya berada dikeadaan kebingungan. Dengan beberapa saat, mereka semua mati. Aku mengumpulkan barang-barang mereka dan memakan tubuhnya sebagai peringatan.

Setelah itu, aku menggunakan beberapa cairan asam untuk tidak meninggalkan bukti apapun bahwa tidak ada yang terjadi disana.

Beberapa item preman itu cukup bagus, tapi aku tidak mendapatkan kemampuan apapun darinya. Aku mendapatkan sebuah cincin Magic, sebuah Potion Magic dan beberapa beludru dan lain-lainnya.

Disisi baiknya, mereka mempunyai banyak uang. Meski rasanya dari tubuh mereka tidak enak, aku memutuskan untuk memaafkan mereka karena banyak uang yang mereka punya. Dengan memakan lima orang, itu membuatku meresa senang.

Setelah berburu preman di kegelapan kota, aku melihat di area sekitar untuk mendapatkan barang-barang bagus di toko. Pertama, aku menuju ke toko yang berhubungan dengan barang-barang Magic yang berasal dari Labyrinth.

Setelah itu, datanglah beberapa pemasok barang untuk para petualang dan aku membeli beberapa item berharga dengan harga yang cukup terjangkau.

Sementara aku melakukan hal ini, beberapa toko mempunyai barang yang terlihat bisa mengganggu Item Box ku, meski aku hanya butuh beberapa langkah ke belakang sebelum aku bisa memasukkannya lebih dalam lagi.

Dengan aksesoris yang sudah didapatkan ,aku menuju ke beberapa toko bahan untuk membeli obat magic, bahan-bahan, dan besi logam.

Aku berhasil membeli beberapa batang logam besi magic selain Mithril sebagai survenir bagi para Dwarf saat kembali ke pemukiman.

Kebetulan, akhirnya aku mengumpulkan banyak barang, tentu saja dari bahan yang berbeda untuk Alchemist-san.

Aku menghabiskan barang-barang yang ada di Magical Shop dan membuatnya tutup untuk sementara waktu untuk mendapatkan persediaan. Jadi, ketika belanja sudah selesai, aku kembali ke penginapan.

Auro dan Argento tumbuh berkembang ketika aku keluar. Mereka menghabiskan waktu bermain. Aku memberikan mereka mainan baru untuk menemani mereka bermain, karena mereka bermain dengan kasar, jadi itu tidak akan tahan lama.

Setelah itu, aku mencoba untuk mengetes beberapa kemampuanku secara pribadi. Aku menghabiskan waktu mencoba kemampuan untuk melihat apa aku bisa menggunakannnya dan bagaimana aku menggunakan Item Box ku secara sembunyi-sembunyi jika aku pergi ke Labirin.

Meski, setelah beberapa menit, sang putri tomboy kembali masuk dengan menyerbu dan aku harus mengakhiri percobaanku saat itu.

Malamnya serasa cepat. Malam itu cukup menegangkan, karena Dhammi-chan dan si Red Head belum hamil juga, mereka cukup frustasi dan bersikeras pada masalah tersebut. Meski aku tidak mengatakan bahwa aku merasa kesusahan. Karena aku sudah mendapatkan empat anak, aku kira dua anak lagi tidak akan menyusahkan.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded