Re:Monster Volume 4 Day 131- 140 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lord Grim
  • Editor : Lyle

Hari ke 131

Pagi-pagi sekali, party ekspedisi akhirnya berbaris dan berangkat dengan jadwal menaiki kereta Skeleton.

Tadi malam, aku membagikan berbagai jubah dan jas hujan kepada 66 orang yang menuju keluar kali ini. Mereka secara khusus disesuaikan dengan selera spesifik mereka. Ini adalah barang-barang yang aku suruh buat kepada Dwarf sebelumnya. Untuk diketahui, aku secara khusus membuatnya begitu baik, aku dan Kanami-chan sama-sama memiliki tipe jas hujan yang sama.

Aku membagikan sisa jas dan berbagai pakaian kepada anggota kelompok lain yang tinggal di markas. Di bagian belakang mantel ada lambang kelompok tentara bayaran Parabellum, dengan lencana lain di bahu kanan yang menunjukkan dari korps apa yang menjadi milik orang itu. Di sisi kiri dada, peringkat individu ditandai dengan benang emas.

Kamu bisa tahu korps apa yang dimiliki seseorang hanya dengan melihat sekilas. Ini juga memungkinkan anggota lain dari kelompok untuk dengan mudah menentukan peringkat seseorang. Bahannya terbuat dari kombinasi barang yang dijatuhkan oleh berbagai makhluk seperti Minotaur. Para leprechaun membuat bahan ini dengan menggabungkan benangku dengan berbagai bahan dari monster seperti Turtle Snake dan kulit Crystal Crocodile dengan menggunakan teknik spesial.

Menggabungkan barang-barang ini menciptakan benang aneh yang memberikan perlindungan dari panas dan dingin, cukup tahan air dan memiliki daya tahan yang cukup tinggi. Bahannya cukup mahal untuk diberikan karena tingkat drop mereka agak rendah, tetapi karena kelompok Minokichi-kun membunuh Minotaurs dan bos lainnya dalam jumlah besar saat mereka berada di Kota Labyrinth sebelumnya, kami telah mendapatkan jumlah yang layak dari bahan-bahan ini.

Sulaman mantel itu juga memiliki kualitas yang superior, memberikan perlindungan yang lebih besar daripada yang diberikan oleh armor baru, terutama dengan sihir yang ditambahkan ke dalamnya. Produksi massal dari mantel telah dijadwalkan dan aku sepenuhnya berencana untuk membuatnya digunakan sebagai perlengkapan standar untuk Parabellum di masa depan.

Sekarang, mari kami bicara tentang ekspedisi. Meskipun ini ekspedisi kedua dari hutan dengan menggunakan kereta kerangka, beberapa rute telah ditetapkan. Ini termasuk rute terpendek untuk keluar dari hutan dari pangkalan.

Ketika kereta skeleton melaju pada medan yang sulit dilalui seperti hutan semak belukar dan jalur pegunungan, mereka dapat mengubah bentuknya sesuai dengan rute, memungkinkan mereka untuk lebih mudah melintasi medan.

Mengingat fakta mereka secara teknis mayat hidup, mereka juga memiliki lapisan khusus yang diterapkan yang memberi mereka ketahanan terhadap sinar matahari.

Pada awalnya, kami menghabiskan banyak waktu untuk keluar dari hutan karena kami harus memastikan untuk menutup rute kami kekeluar dari hutan. Itu untuk memastikan bahwa jalan kami tidak dapat dilacak sampa ke markas kami.

Sambil mengikuti rute, ekspedisi kelompok ini berbaris panjang karena rute yang dilalui hanya cukup dilalui satu kereta sekaligus.

Tentu saja, ini hanya sampai kami keluar dari hutan.

Setelah kami keluar dari hutan, kelompok akan berpisah dan menuju ke tujuan masing-masing.

Sekarang, untuk kelompok yang aku sebutkan sebelumnya:

Kelompok pertama menuju Royal Capital Osvel yang dipimpin oleh aku.

Ada 24 anggota selain diriku termasuk Kanami-chan, Redhead , Wind Lord-chan dan Seiji-kun. Kami menggunakan empat kereta skeleton.

Kelompok kedua yang dipimpin oleh Minokichi-kun menuju Purgatory City Labyrinth di mana mereka akan melatih dan mengumpulkan lebih banyak bahan.

Ada 20 anggota dengannya termasuk Asue-chan serta beberapa Lord dan Monkeys. Mereka memiliki tiga kereta Skeleton.

Kelompok terakhir terdiri dari mereka yang telah bekerja keras di dalam kelompok dan menuju ke Kerajaan Sternbild dan Kekaisaran Kirika sehingga anggota yang terdiri dari kelompok dapat mengunjungi keluarga mereka.

Orang-orang yang menerima hadiah ini adalah mereka yang pergi dengan kelompok Minokichi-kun sebelumnya. Ini juga termasuk detail penjaga mereka, dengan jumlah total 22 orang. Mereka memiliki tiga kereta Skeleton.

Itulah situasi ketiga kelompok yang menuju keluar. Meskipun masing-masing kelompok akan memiliki kerja keras dan situasi mereka sendiri, kami tidak bisa membiarkan kesalahan apa pun terjadi. Ketika aku berpikir tentang kesalahan… Aku mendapatkan perasaan yang tidak menyenangkan. Yah, karena tidak ada gunanya khawatir tentang hal-hal ini, aku hanya perlu melanjutkan dan menangani apa pun saat itu terjadi.

Kali ini, dalam perjalanan kami menuju Royal Capital , kami tidak mengambil istirahat reguler yang kami lakukan pada perjalanan sebelumnya karena aku memutuskan bahwa kami harus menempuh jarak sejauh mungkin untuk sampai ke sana dengan cepat.

Karena kereta Skeleton bergerak sedemikian rupa sehingga para penumpang hampir tidak merasakan pergerakan apa pun, perawatan peralatan, belajar dan tugas-tugas lincah lainnya cukup mudah untuk dilakukan.

Waktu perjalanan kami harus digunakan seefisien mungkin. Dengan demikian, pada malam hari, kami telah melintasi dataran besar dan daerah perbukamin dan berhasil melewati jalan gunung yang ditinggali Falaise Eagles.

Semuanya, kami melewati jarak yang cukup jauh. Meski kebanyakan waktu yang digunakan saat kami berhenti untuk berburu monster sama seperti biasanya di berbagai area yang kami lewati saat kami melakukan perjalanan pertama kalinya, fakta bahwa kami telah melewati sejauh ini adalah catatan yang bagus. Mengingat kereta skeleton tidak bisa merasa lelah dan kami bisa melaju dengan kecepatan yang sama seperti kereta kuda biasa, kereta skeleton sepertinya bentuk tranportasi yang sangat bagus.

Di malam hari, kami memutuskan untuk berkemah di lapangan terbuka di luar jalan raya sementara aku sedang mempertimbangkan potensi besar untuk kereta Skeleton di masa depan.

Mereka bahkan bisa diubah menjadi tenda jika dibutuhankan. Mereka nyaman sekali.

Karena kami tidak melakukan banyak pelatihan hari ini, kami berlatih ekstra keras selama dua jam malam ini.

Meskipun Fire Lord-kun ada di grupku sebelumnya, ada juga Dragonewt dengan nama Ramura-san di sini kali ini.

Dia memiliki kecantikan yang luar biasa dengan kulit cerah yang memiliki rambut berwarna keemasan yang mencapai ke pinggangnya serta memiliki mata emas yang dalam.

Dia memiliki dua tanduk yang membentang dari dahinya dan melengkung ke belakang. Dari pinggulnya ekor panjang dan tipis, dia juga memiliki Orb naga kuning di tengah dahinya.

Karena pelatihan difokuskan untuk menilai kekuatan mereka, Ramura-san dan beberapa anggota lainnya akhirnya terluka parah.

Untungnya, karena Seiji-kun berada di grup kami, mereka aman karena dia mampu menyembuhkan luka serius dalam beberapa saat. Setelah itu, Kanami-chan dan Redhead, habis-habisan melakukan latih tanding.

Penampilan mereka bermandikan cahaya bulan sangat indah. Sigh, Kanami-chan dan Redhead cukup menakjubkan malam ini….

Hasil sintesis hari ini:

【Crescent Flash】 + 【Flying Slash】 = 【Flying Crescent Flash】

Hari ke 132

Hari ini, kami memulai perjalanan menggunakan kereta di jalan raya. Kami sampai ke kota benteng Trient sekamir jam 10 pagi.

Ketika saat sampai, kami tidak mempunyai masalah memasuki pintu masuknya.

Sejak aku mempunyai waktu luang, aku ingin berkunjung ditempat perjudian Deputy Manager dari perusahaan pertanian.

Disana, aku bertanya tentang harga pasar untuk membeli dan menjual material monster.

Kami berangkat dari kota kurang dari satu jam karena kami ingin untuk mencapai tempat tujuan tanpa ada halangan.

Setelah itu, kami melalui jalan raya dengan berjalan santai beberapa saat, karena kami mempunyai waktu luang lagi, kami berhenti di tempat Big Cocco untuk makan siang.

Daging mentah dari Big Cocco mirip dengan ayam besar.

Ketika memasaknya, ketika melahapnya meleleh dimulut, dagingnya terasa empuk dan lezat. Ketika menggigit dagingnya, itu membuatnya ingin makan dengan beberapa nasi.

Barbekyu ini sangatlah luar biasa meski sangat disesalkan karena kami tidak memiliki garam untuk menambahkan di daging ini.

Kemudian sirambut merah memberitahuku bahwa sehari setiap jam 2 pagi, Big Cocco bisa menelurkan tiga telur.

Jika ada seseorang mempunyai kemampuan untuk mengendalikan Big Cocco, jika efektif, monster itu bisa dijadikan hewan peliharaan.

Karena masih ada ruangan di kereta kami saat ini, aku memutuskan untuk mengambil 4 Big Cocco yang besar dan gemuk menjadikannya Familiar untuk dibawa bersama kami.

Aku ingin melihatnya besok pagi. Apa aku harus membuat telur ceplok atau telur dadar untuk makan nantinya?

Ditengah perjalanan, kami didatangi oleh beberapa orang bersenjata itu terjadi ketika kami makan siang. Dua yang mendekat agak gemuk. Armornya terlihat seperti tidak dibuat untuk bertarung karena tidak ada satupun coretan dan terlihat berkilau.

Yang satunya terlihat kurus tidak normal dan dia memakai jubah Monk dengan benang silver, tongkat sihir dengan sebuah permata ditengahnya.

Pemuda satunya terlihat seperti Knight yang berarmor lengkap, terlihat kokoh dan sangat cocok untuk bertarung, armornya tidak terlihat mencolok.

Dikelompok mereka dipimpin oleh empat orang yang berjumlah 34 orang.

Keempat orang itu mungkin semuanya bangsawan, yang lainnya terlihat memiliki perlengkapan untuk pertarungan sebenarnya.

Mereka terlihat memiliki peralatan yang telah digunakan bertahun tahun sedangkan keempat orang itu memiliki peralatan yang baru.

Meski begitu, sepertinya ada beberapa petani yang bergabung diantara 30 orang tersebut. Ada juga orang tua dengan janggut panjang yang sedang memegang tombak.

Beberapa orang berumur sekitar 30-an menggunakan armor dan pedang besar.

Mereka terlihat memiliki kemampuan yang bagus karena aku bisa mencium darah dalam jumlah besar yang menempel dalam tubuh mereka.

Aku yakin mereka telah membunuh banyak orang.

Meski beberapa orang merangsang nafsuku dan terlihat layak untuk memakan mereka. Aku berpura pura kaget dan memutuskan untuk mengamati situasi beberapa waktu sementara memperhatikan orang-orang yang ada dikelompok itu, untuk mendapatkan beberapa informasi, aku menggunakan kemampuan [Parasyte] dan Brainwash(cuci otak).

Setelah beberapa menit berlalu, aku mengetahui alasan mereka ingin bertarung melawan kami itu karena dua dari keenam kami adalah wanita cantik yang merupakan Kanami-chan dan Ramura-san, tampaknya telah menaikkan nafsu mereka setelah melihatnya.

Dari keempat bangsawan itu, salah satu dari anak bangsawan itu menggunakan koneksi ≪Antegra Lance≫ sebuah sekolah pelatihan pedang untuk mengancam kami.

Sejak pergi keluar berburu monster adalah hal yang biasa terjadi, sepertinya mereka menggunakan prajuritnya untuk menyuruh apapun yang anak bangsawan itu perintahkan.

Singkatnya, apa yang mereka katakan padaku, “Berikan gadis-gadis itu pada kami.”

Bukan hanya dua, mereka juga menginginkan sirambut merah dan Wind Lord-san.

Meski tujuan dari keempat bangsawan itu yang hanya menginginkan Kanami-chan dan Ramura-san, sepertinya mereka berencana untuk memberikan sirambut merah dan Wind Lord-san pada bawahan mereka untuk… digangbang. :v

Kebenaran yang menyedihkan ini merupakan sikap yang sangat khas dari bangsawan yang telah kehilangan rasa kemanusiaannya.

Baik, sebenarnya para bangsawan di dunia ini mendapatkan pendidikan yang tinggi, kemudian mereka berakhir melakukan hal yang sama persis dengan menggunakan kekuatan dan wewenang yang mereka miliki.

Ketika aku melihat mereka sambil merasa jijik, mereka mengepung kami, membuatnya sulit untuk bisa kabur.

Tidak ada satupun keraguan ketika mereka bergerak, meski tidak ada semangat untuk bertarung. Jelas bahwa mereka berpengalaman dengan pergerakan tertentu. Sepertinya sampai sekarang, mereka telah melakukan penyerangan dengan berbagai posisi untuk menyelesaikan pengepungan mereka.

Mereka menarik senjatanya saat ekspresi menyeringai dan senyum vulgar yang merupakan ungkapan hati sadis mereka. Mereka masuk dalam jurang nafsu dan keserakahan.

Dari yang terlihat, mereka mungkin telah menghabiskan sebagian besar uangnya untuk membeli item magic baru kepada anggota kelompoknya. Mempertimbangkan hal itu, kenyataanya bahwa mereka telah mengelilingi kami, jika itu sebuah kelompok biasa yang terdiri sub-human bertarung melawan orang orang ini, maka tentu sangat sulit jika terjadi situasi seperti ini.

Selain itu, mereka bukan hanya memiliki jumlah orang yang banyak, mereka juga memiliki keuntungan dalam hal wilayah dan posisinya.

Yang pertama, bangsawan didunia ini dan diriku sendiri memiliki sistem 【 Lineage 】, yang mana aku telah memiliki Lineage (garis keturunan) dan mengerti tentang kemampuanku.

Dalam hal ini, itu membuatku dengan mudah lebih kuat dibandingkan dengan orang-orang biasa. Jika seorang petani dan bangsawan memiliki [Job] yang sama, kemudian level yang sama juga, maka bangsawan memiliki keunggulan diatasnya.

Oleh karena itu, melihat lokasi dimana keempat bangsawan itu berada, pemuda yang kurus itu, tidak diragukan lagi dia memiliki Job sebagai [Wizard].

Dari keempat pemimpin itu, terlihat dari penampilan mereka, pemuda yang terlihat memiliki peralatan seperti Knight sepertinya memiliki Job sebagai [Knight].

Meski perlengkapan mereka tidak digunakan dan terlihat mencolok, sepertinya mereka cukup kuat untuk bertarung.

Dua orang tersisa yang merupakan orang gendut yang sepertinya setara jika bertarung dengan prajurit biasa, meski karena dia menggunakan perlengkapan dengan item magic yang mahal, memanggil mereka sebagai komandan prajurit mungkin lebih cocok.

Hmmm, sekarang, apa yang harus kulakukan? Apa aku memilih untuk menyerang mereka, atau aku membiarkan yang lain untuk membunuh mereka, atau aku sendiri yang membuat keputusan. Sambil mempertimbangkan hal itu, mereka terlihat tidak sabar dan menaikkan tangannya untuk memberi isyarat kepada orang-orangnya untuk menyerang kami. Salah satu orang gendut yang memberikan isyarat dengan dagunya, bawahan yang ada disampingku menurutinya.

Ketika dia hampir sampai Kanami-chan yang mana telah mendekati sebelumnya, dia mengulurkan tangannya.

Ketika tangannya menyentuh pundak Kanami-chan, seketika, kepala dari prajurit bawahan itu langsung terbang keatas.

Beberapa saat, dara segar keluar dari leher dimana kepala itu terpotong sebelum dia terjatuh.

Karena aku disamping Kanami-chan, kami berdua dibasahi oleh hujan darah. Makanan yang merupakan sampel kecil yang dipenuhi dengan darah manusia memberikan rasa yang agak rumit untuk dijelaskan.

Baik, itu tetap enak, tapi agak tidak masuk akal jika darah prajurit bawahan itu enak. Darah manis itu menunjukkan bahwa dia mungkin hidup dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Apa orang ini berpikir untuk membuat orang lain tidak merasa nyaman setelah kematiannya.

Ahhh, ngomong ngomong, setelah korban pertama, Kanami-chan telah kehilangan kendali dan mulai menggila. Mengingat keadaan ini kekerasan yang telah dia lakukan, entah bagaimana aku ingin membuatnya berhenti… apakah kau mengatakan bahwa perasaan dia telah melewati kemarahan yang biasa…?

Keanehan Kanami-chan yang berlebihan membuatnya tidak lagi berekspresi dan bergerak dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan pedang Claymore-nya. Tubuh manusia yang terkena pedang Claymore-nya robek seperti kertas. Pedang tersebut membuat tubuh manusia tersebut terpotong dengan mudah, dan sisa sisa tubuhnya berserakan disekitar akibat dari serangan terus menerus.

Dengan anggota tubuh yang banyak tersebar dan lautan darah, dia melakukan sihir pembekukan es dari kehampaan yang membekukan darah dan sisa-sisa anggota tubuh tersebut membentuk gunung mayat. Kemudian, sambil melakukan sedikit pembantaian yang luar biasa, seorang veteran prajurit berbalik untuk membalas serangan.

Meski begitu, karena 【Vampire Noble – Variant】mempunyai kekuatan yang sangat kuat dari 【Eyes of Bewitchment】, yang mana secara otomatis menurunkan kacamatanya, prajurit yang tersisa secara tiba tiba langsung menyerah.

Dengan kemarahan seperti itu, kekuatan dari mata Kanami-chan yang mana sangat kuat, hanya beberapa orang yang bisa bertahan.

Hanya ada dua orang yang bisa menahan tatapan Kanami-chan, meski begitu, dia berhasil mengalahkan mereka dengan mengelilinya dengan menggunakan tahanan yang telah terpancing.

Pada dasarnya ini adalah intimidasi, ini bukanlah pertarungan… pertarungan ini berada pada level pembantaian.

Meski begitu, karena membunuh mereka akan menyebabkan kehilangan material, aku memeluk Kanami-chan dari belakang, menyadarkannya kembali.

Dia tidak mudah berhenti jika aku tidak melakukan sesuatu sejauh ini dengan memeluknya, tapi mengingat kepribadiannya, mau bagaimana lagi.

Setelah itu, selain keempat orang itu yang mana bagian tubuhnya telah hancur, seperti tangan dan kakinya, mereka meninggal karena sekarat, aku mensurvey orang orang yang selamat, aku mengumpulkan mereka pada satu tempat.

Sambil memberikan mereka perawatan medis dengan menggunakan 【Blood Elixir】, aku juga memutuskan untuk menggunakan klon parasitku pada mereka semua.

Biasanya bangsawan lebih enak dibandingkan dengan orang biasa. Ini sesuatu yang aku ketahui dari banyak pengalamanku sampai sekarang, keempat dari mereka didepan mataku. Mereka cukup muda, tapi aku mungkin bisa memanfaatkan mereka.

Meski begitu, aku menahan diri untuk tidak memakan mereka saat ini.

Mereka telah kembali ke tempat asalnya sebagai mata-mata, karena mereka adalah budakku untuk mengumpulkan informasi. Alasan aku tidak memakan mereka adalah karena aku menyimpulkan bahwa mereka memiliki manfaat lebih banyak jika membiarkan mereka hidup.

Dengan semakin banyak sumber informasi, maka lebih baik. Informasi mengenai tentang organisasi <<Antegra Lance>>, tempat bepergian dari bangsawan korup dibunuh akan mudah didapat, setidaknya lebih mudah. Selain itu, ketika aku berpikir tentang aset dari keluarga keempat orang bangsawan ini, maka lebih sia sia jika memakan mereka untuk saat ini.

Dengan begitu, keempatnya berubah menjadi budakku dengan menggunakan klon parasitku. Aku berpaling melihatnya dan tersenyum, membuat mereka menjadi pucat. Lebih dari itu, ketika aku lewat didepan mereka, mereka berubah menjadi putih seperti kertas dan pingsan.

Mengapa…?

Aku penasaran apa itu ide buruk memakan mayat didepan mereka?

Setelah menempatkan klon parasit dipunggung orang-orang yang selamat, kami pergi dan melanjutkan perjalanan menuju rute tujuan kami. Itu akan menjadi masalah jika memakan mereka. Pada titik tertentu kami bertemu dengan orang lain.

Ketika itu terjadi, aku mungkin memutuskan untuk memakan mereka atau membuat mereka tetap menjadi budakku.

Hari ke 133

Setelah kejadian yang terjadi kemarin, kami dengan cepat melewati Hutan Shirisuka sebelum akhirnya tiba di Mason Village.

Kami akhirnya tiba di Mason Village sekitar pukul tiga sore.

Meskipun kami bisa dengan mudah melanjutkan tanpa harus belanja, para wanita, yang dipimpin oleh Kanami-chan dan Redhead, meyakinkan aku untuk menginap.

Apa yang bisa aku katakan… benar-benar deh… aku disuap…

Bagaimanapun, mata air panas di sini dikatakan memiliki efek peremajaan kulit seseorang dan banyak dari gadis dari berbagai kelompok sangat bahagia karena hasilnya.

Seperti yang diharapkan, masih ada banyak waktu dan kami jauh lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, jadi seharusnya tidak menjadi masalah.

Ada juga dukungan yang cukup besar dari anggota laki-laki dari kelompok ini untuk menginap pada malam ini.

Aku menemukan mereka tergantung di pohon terikat tali dipagi harinya, alasan untuk situasi mereka tentu saja tidak perlu untuk diketahui.

Secara pribadi, aku tidak keberatan untuk tetap tinggal karena efek dari sumber air panas di Desa Mason sangat jauh berbeda dengan yang ada di markas kami dan membuat kami sepenuhnya segar kembali.

Untuk sumber air panas itu sendiri, memiliki pekerjanya sendiri, sikap dan aspek lainnya dalam hal melayani tamu merupakan informasi yang sangat berguna dan sejujurnya bisa digunakan sebagai bahan referensi untuk sumber air panas kami nantinya.

Beberapa dari ini dapat langsung digunakan di mata air panas kami… jadi aku mungkin menghubungi mereka nantinya…

Mungkin sebaiknya mempertimbangkan ide-ide baru dari waktu ke waktu.

Setelah mengatakan itu, haruskah aku juga meminta leprechaun yang membuat pakaian bergaya Jepang selanjutnya?… Citra Kanami-chan dan gadis-gadis lain memakai Kimono…. Aku harus mempertimbangkan ide ini lebih lanjut…

Yah, seperti biasa, aku bangun pagi-pagi sekali, meski saat ini aku bertujuan untuk mengambil telur dari Big Cocco dan menempatkannya di mata air panas, yang mana semua orang dapat makan bersama.

Setelah sarapan, kami melakukan beberapa latihan ringan, setelah itu, aku sekali lagi memasuki pemandian air panas untuk membersihkan diri dari keringat dan kelelahanku. Saat aku berpindah tempat, aku menuju ke air terjun, salah satu pemandangan yang luar biasa di desa ini.

Aku bersantai sejenak di depan air terjun besar dan meskipun itu tetap tidak berubah, titik di mana air dingin bertemu dengan air dari sumber air panas menyebabkan kabut naik.

Ini menyebabkan suhu di sekitarnya turun dengan cepat, yang cukup bagus untuk mendinginkan tubuh yang terlalu panas.

Selain itu, jauh di dalam mata air, aku merasakan keberadaan makhluk yang sangat kuat, kemungkinan besar spesies naga, yang mungkin dianggap sebagai dewa penjaga wilayah ini yang telah diceritakan ketika kami pertama kali mengunjungi desa.

Sebelumnya ketika kami datang disini, aku masih Great Ogre, jadi ada kemungkinan kecil untuk bisa menang.

Namun, mengingat fakta bahwa aku sekarang adalah Apostle Lord, kemungkinan kemenanganku mungkin jauh lebih tinggi sekarang.

Aku benar-benar menikmati desa Mason.

Mata air panasnya bagus dan penduduknya ramah.

Jika aku melawan naga ini, maka aku yakin Desa Mason ini akan hancur dalam pertempuran.

Bahkan jika aku berhasil mengalahkannya, aku yakin daerah sekitarnya akan berubah secara dramatis karena pertempuran.

Tentu saja, aku benar-benar ingin melihat naga…

Namun, aku menekan keinginan ini karena mungkin itu yang terbaik bagiku untuk tidak menemuinya dan tergoda untuk melakukan sesuatu yang akan aku sesali nanti.

Ini juga mungkin ide yang baik untuk menunggu kesempatan yang baik untuk melihatnya, karena aku yakin itu akan mudah untuk menemuinya jika aku memasuki penjara bawah tanah, mungkin perlu bagiku untuk menantang salah satu dari mereka.

Berpikir tentang ini, aku berbalik dari air terjun dan mulai berjalan menuju desa Mason…

Ketika aku melakukannya, aku merasakan kehadiran yang kuat menatapku dari belakang, meskipun aku mengabaikannya dan terus kembali ke desa.

Kami meninggalkan Desa Mason sekitar jam 11 siang.

Setelah melintasi Pegunungan Cluster tempat Auro dan Argento lahir, kami tiba di Purgatory City Labyrinth di malam hari.

Pada malam hari, kami memutuskan untuk bermalam di Purgatory karena kami butuh persiapan untuk kedatangan kami di Ibu kota Osvel besok.

Hari ke 134

Kami meninggalkan Purgatory City Labyrinth pagi-pagi dan dengan aman tiba di Royal Capital Osvel sesaat sebelum tengah hari.

Keaktifan kota tidak berubah sejak terakhir kali kami di sini.

Jalan-jalan penuh sesak dengan orang-orang dan ada banyak rumah yang dibangun oleh bata-bata yang tersusun yang mana bisa dilihat disekeliling.

Kereta datang dan pergi melintasi trotoar batu yang menutupi permukaan setiap jalan.

Di jalan utama, berbagai toko berjejer di pinggir jalan dengan banyak kios dan pedagang yang melakukan perjalanan.

Suara-suara yang bergema dalam semangat tinggi berkibar di udara saat barang dan uang berpindah tangan dengan cepat.

Kemudian kami menyadari bahwa kami telah ditatap oleh mata yang tidak terhitung jumlahnya, tatapan yang penuh rasa takut dan rasa ingin tahu.

Petualang yang mengalihkan kerumunan yang mana sedang melihat kami sementara banyak mata-mata dari Sternbild Kingdom dan negara lainnya yang sedang memperhatikan kami dari kejauhan.

Terlepas dari kenyataan itu kesejahteraan disini sangat luar biasa, meski ada juga perasaan hitam, Ibu kota tidak berubah sama sekali.

Kemudian, maka tidak normal jika itu telah berubah dalam waktu singkat sejak kami terakhir berada disini.

Sama seperti sebelumnya ketika kami di sini, ketika kami menyeberang ke bagian kota yang ada di Istana Kerajaan, kami menerima perhatian yang lebih besar dari sebelumnya.

Dengan begitu, kami tiba dengan selamat di depan gerbang Istana Amber.

Sebelum gerbang terbuka didepannya ada Boy Knight dan Putri, yang dikawal oleh banyak penjaga perempuan yang sedang menemaninya.

Dia tersenyum riang seperti biasa yang cukup sesuai untuk usianya.

Meskipun aku memberitahu kedatangan kami melalui manset komunikasi sebelumnya, biasanya tidak akan terpikirkan bahwa Putri yang akan keluar untuk menyambut tamunya secara pribadi.

Itulah yang terjadi, meskipun mau bagaimana lagi, aku mungkin memiliki pengaruh yang sangat buruk pada Putri karna akal sehat tampaknya tidak berlaku untuknya sedikit pun.

Reuni kami dimulai dengan pertukaran salam cepat.

Setelah itu, Putri Tomboy segera menyatakan beberapa kata kepadaku, dengan beberapa perasaan, “Jangan bergerak, hanya sebentar saja, kamu harus menjadi pohon raksasa, aku akan memanjatnya.”

Aku hanya menanggapi ini dengan mengatakan, “Perhatikan langkah-mu”.

Setelah itu dia berdiri di kakiku dan mulai memanjat tubuhku.

Melihat dia memakai baju yang membuat dia bergerak lebih mudah, sepertinya dia memang ingin melakukannya sejak awal.

Selain terkagum oleh itu, aku juga menghela nafas lega. Itu mengingatkanku pada suatu masa ketika keponakanku datang untuk bermain.

Kadang-kadang, sang Putri tergelincir, jadi aku memberinya sedikit bantuan.

Saat Putri dengan selamat mencapai pundakku, dia berseru,

“Doyaaa~!”

Dengan tampang penuh kemenangan di wajahnya, dia mulai mengamati sekelilingnya. Saat dia puas, aku mempertimbangkan untuk menurunkannya kembali. Namun, aku langsung menyerah pada gagasan itu karena Putri jelas menolak. Dengan cara inilah kami menginjakkan kaki di Istana Amber dengan Putri menaiki pundakku.

Istana Amber tidak berubah dan mereka yang melihatnya untuk pertama kalinya terkagum oleh keanggunannya.

Seiji-kun memiliki reaksi yang sangat besar karena dia sepertinya tidak bisa berkata-kata. Setelah tepukan tangan, mereka tampaknya kembali ke indra mereka dengan lompatan kecil dan kami mulai bekerja. Untuk sementara waktu, kami menurunkan barang bawaan kami dari kereta dan membawanya ke kamar yang akan kami tinggali.

Setelah dengan cepat memutuskan siapa yang akan berada di ruangan mana, kami memberikan pengenalan diri yang sangat cepat.

Selama waktu ini, sang Putri sangat terkejut ketika Auro dan Argento memperkenalkan diri.

Sayangnya, karena dia masih bayi, Nicola tinggal di markas dengan Alchemist-san.

Oniwaka menjadi tertarik dengan Minokichi-kun jadi dia tidak bersama dengan kelompokku.

Auro dan Argento ingin bersama denganku.

Karena sifat spesifik ras mereka, tubuh mereka sudah tumbuh cukup besar. Meskipun aku mengatakan itu, tampaknya kecepatan pertumbuhan mereka tidak dapat dibandingkan dengan anggota normal ras mereka.

Tetap saja, Tuan Putri, yang telah memeluk kedua orang itu saat masih bayi, membuka mulutnya dengan terkejut karena fakta bahwa mereka sudah tumbuh begitu banyak dalam waktu yang singkat, mengingat biasanya sang putri sendiri yang merupakan orang yang mengejutkan, terlihat tidak biasa baginya menjadi tidak sadar dan malah terkejut.

Meskipun Knight Boy dan Pengawal Kerajaan lainnya juga terkejut, mereka melihat dengan senyum tenang.

Kemudian, untuk makan malam hari ini, Putri mengadakan pesta besar bagi kami.

Aku disuguhi berbagai jenis alkohol dan aku minum dalam jumlah besar.

Meskipun sebagian besar dari mereka tidak sebaik anggur Elven, itu masih alkohol kelas tinggi dan aku benar-benar puas dengan mereka semua.

Seperti yang diharapkan dari Keluarga Kerajaan, di antara apa yang disajikan, alkohol yang ditemukan di ruang bawah tanah itu sangat lezat.

Aku telah sepenuhnya memutuskan pada titik ini bahwa aku akan menjelajah penjara bawah tanah sendiri di beberapa titik untuk mencari alkohol dan naga.

Untungnya, karena Royal Capital berada dalam jarak satu jam terbang dari Purgatory City Labyrinth, aku pikir aku akan bisa mendapatkan hari libur diakhir pekan.

Hari ke 135

Seperti yang diputuskan kemarin, mengingat permintaan Puteri Tomboy, kali ini adalah saat untuk bertindak sebagai instruktur pelatihan bagi penjaga Istana Amber, pagi-pagi aku mulai berlatih dengan penjaga istana.

Namun, karena itu bukan ide yang baik bagiku untuk mengumpulkan semua penjaga istana sekaligus untuk pelatihan, aku memutuskan untuk menjadi yang terbaik untuk membagi mereka menjadi beberapa kelompok sebagai gantinya.

Tampaknya Putri telah membuat tempat pelatihan Istana Amber bagi kami, jadi aku mengambil inisiatif dan mulai memberikan kelompok pertama pelatihan dasar. Aku memutuskan untuk menyudutkan mereka sampai mereka mencapai batas mereka dan mengeluarkan level tingkat tertinggi suaraku yang membuat diriku seolah-olah seorang sersan.

Jadi, di malam hari, dengan semua dari 30 anggota dari kelompok penjaga istana mereka benar-benar kelelahan dan k.o, aku meminta Seiji-kun untuk mengobati mereka.

Pada awalnya, beberapa dari penjaga tidak menganggapnya serius. Sepertinya sangat menyedihkan melihat para penjaga itu mengeluh.

Setelah itu, anggota kelompok yang masih bisa bergerak meski kelelahan, aku mengadakan sesi latihan untuk membuat mereka berhenti mengeluh. Aku benar benar ingin membuat penjaga ini memaksa dirinya melakukan yang terbaik karena mereka adalah orang yang akan melindungi tuan putri nantinya.

Hari 136

Saat melatih kelompok penjaga istana kedua kalinya pagi ini, seorang utusan datang padaku sekitar tengah hari dengan pesan dari ibu Puteri Tomboy, Ratu Pertama, ini adalah ratu yang sama persis yang sangat religius yang aku khawatirkan sebelumnya…

Seperti yang aku harapkan, tidak mungkin dia tidak akan menghubungi kami selama kami tinggal di sini.

Jujur saja, aku tidak terlalu khawatir tentang masalah ini, terutama mengingat bahwa dia benar-benar mengalami kesulitan mendekati kami terlebih dahulu. aku sampai pada kesimpulan bahwa tidak mungkin untuk menolak undangannya tanpa konsekuensi.

Sepertinya aku diundang untuk makan siang bersama Ratu Pertama. Rasanya cukup masuk akal untuk dipanggil melakukan itu, jadi sejujurnya, itu benar-benar tidak bisa ditolak sama sekali. Meski sama saja, itu adalah sesuatu yang lebih ingin aku hindari.

Aku diberitahu bahwa aku diizinkan untuk membawa satu pasangan bersama, jadi aku membawa Kanami-chan untuk menemaniku.

Setelah itu, sang Putri membawa Boy Knight bersamanya yang memberinya hitungan total empat orang.

Meskipun ada banyak penjaga istana dan pelayan di daerah itu, kami ditinggalkan sendirian. Makan siang berlangsung di sebuah halaman yang sangat indah yang terletak jauh di dalam Istana Platinum di mana sang Ratu tinggal di kediamannya.

Ratu yang menjadi tuan rumah makan siang mirip dengan Putri Tomboy. Dia memiliki rambut perak panjang yang tampak bersinar indah dengan mata berwarna keemasannya yang dalam. Kulit sang Ratu dikombinasikan dengan ciri-cirinya yang lain, hanya membuatnya lebih cantik, namun kulitnya benar-benar memberinya sifat yang tampak sakit-sakitan.

Tampaknya makan siang itu tidak akan penuh dengan hidangan daging yang lezat, melainkan makanan ringan yang berpusat pada roti dan sayuran. Untuk diriku sendiri, aku ingin mengkonsumsi daging lezat dalam jumlah besar, jadi aku menemukan roti dan sayuran yang ditawarkan sangat tidak memuaskan, namun setidaknya Kanami-chan tampaknya menikmatinya… Meskipun jumlah dan jenis makanan tidak cukup untukku pribadi, aku diam-diam menahan ketidakpuasanku karena rasanya enak.

Adapun ratu, ketika kami berbicara, dia tidak memberikan kesan buruk. Ini mungkin karena dia berbicara kepadaku dengan rasa hormat yang sebenarnya, atau lebih tepatnya… dia berbicara kepadaku dengan hormat dan… kasih sayang… atau mungkin aku lebih baik mengatakan bahwa tidak ada emosi negatif dalam nada bicaranya.

Tidak ada tanda-tanda ledakan kekerasan yang akan datang, seperti mencoba membunuhku dan melahap tubuhku yang membawa god divine protection dalam upaya yang bersemangat untuk membersihkan seluruh tubuh seseorang dengan mandi darah segarku atau menggunakan tulangku sebagai perhiasan sacral…. Sementara merasa lega pada poin itu, aku memutuskan untuk mengamati sekelilingku.

Pada akhirnya, itu adalah bagian makan siang yang berharga.

Kesan pertama yang aku miliki tentang ratu telah berubah. Tampaknya dia memiliki karakter yang ramah. Mungkin saja hal ini bisa terjadi karena pertemanan ini berubah menjadi pertemanan yang baik pada waktunya.

…Atau …Setidaknya itulah yang aku pikirkan sejenak…

Setelah kami selesai makan siang dan kembali ke Istana Amber, klonku yang tersisa di Platinum Palace menyaksikan sebuah peristiwa terakhir.

Peristiwa ini khususnya, meyakinkan aku bahwa aku ingin sedikit berhubungan dengan ratu secara fisik, dan atau dalam bentuk lain, mungkin.

Untuk meringkas dengan cepat apa yang terjadi tanpa menyentuh subjek ini terlalu lama… itu menjadi seperti ini:

Tentu saja, setelah kami selesai makan dan kembali, ada peralatan makan bekas yang ditinggalkan.

Tentu saja, orang akan berharap meja untuk dibersihkan dari peralatan makan dan benar-benar dibersihkan untuk dipersiapkan untuk waktu berikutnya akan digunakan.

Namun, Ratu dengan rela memungut pisau dan garpu yang aku gunakan saat itu dan menaruhnya ke dalam trance saat dia dengan penuh semangat menjilatnya dengan bersih… dengan tampilan yang terlalu antusias di wajahnya… 

Kemudian, wanita bangsawan cantik dengan kulit cerah, rambut perak bersinar dan berwarna emas mengeluarkan suara yang sangat… memikat. Dalam hal apapun… Apakah menjilat perak yang aku gunakan itu menyenangkan…?

Para penjaga Istana Platinum di sekitar Ratu, yang tampaknya hampir semua wanita, menyaksikan ratu dengan ekspresi iri di wajah mereka.

Apa yang sedang terjadi…?

Juga, mengapa peralatan makan yang dijilat bersih ditempatkan ke dalam tempat mewah sendirian dan dimasukkan ke dalam etalase di kamar tidur Ratu? Ada banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan, namun, sejujurnya aku tidak memiliki keinginan lebih lanjut untuk menjadi lebih akrab dengan Ratu setelah rangkaian peristiwa ini.

Kisahku tentang Ratu, yang dengan mudah melampaui akal sehatku dengan berbagai cara, berakhir di sini. Aku memutuskan bahwa yang terbaik adalah secara proaktif menghindari bergaul dengan dia… menghela nafas… setidaknya untuk sementara waktu… Menghentikan adegan yang baru saja aku saksikan…

Aku memutuskan untuk mengambil semua kebingungan dan frustrasiku dalam melatih kelompok ksatria istana untuk sisa hari ini untuk melupakan peristiwa tersebut.

Hari ke 137

Pagi ini, aku memulai pelatihan kelompok ketiga penjaga istana. Sayangnya… hari ini hujan.

Kondisi lapangan pelatihan sangat mengerikan, tanah, yang telah menyerap air dalam jumlah besar menjadi sangat berlumpur dan sangat licin. Hal ini membuat sulit untuk mempertahankan pijakan dan bergerak. Kebanyakan dari semua pakaian kami menjadi kotor.

Namun, persentase yang tinggi dari pengawal Istana Amber menyuarakan keinginan untuk membatalkan sesi pelatihan, bagaimanapun, aku mendorong mereka untuk terus melanjutkan. Keberatan mereka benar-benar dibungkam dengan pelatihan keras dan usaha paksa.

Terlebih lagi, dengan tubuh mereka yang kelelahan, makanan yang mereka rasakan kemudian terasa lebih lezat. Mungkin aku harus meneruskan kebijakan wortel dan umbi untuk mendorong lebih banyak usaha.

Untuk saat ini, aku pikir penting bagi mereka untuk dapat bertarung bahkan jika cuaca buruk, itu adalah sesuatu yang tidak dapat kamu kendalikan.

Ketika saatnya tiba untuk membela [Keluarga Kerajaan], kamu tidak bisa memilih medan.

Meskipun aku tidak berpikir ingin melakukan ini setiap hari, itu ide yang baik untuk mencampurnya sesekali. Aku akan mencoba mengingat hal ini.

Hari ke 138

Aku mempercayakan pelatihan hari ini kepada Kanami-chan karena hari ini aku agak dipaksa dibawa oleh Putri Tomboy untuk bertemu dengan ayahnya, sang Raja.

Pertemuan itu, selain kami, penuh dengan banyak bangsawan yang menyuarakan keluhan mereka, banyak yang terlalu dibesar-besarkan. Aku akan meninggalkan sebagian besar percakapan panjang, tetapi tampaknya Kerajaan Sternbild telah mengakui kami sebagai prajurit pribadi Putri. Karena kami adalah tentara bayaran, begitu kami menyelesaikan pekerjaan kami dan mengambil hadiah, kami akan bebas untuk bergabung dengan faksi yang berlawanan.

Namun, tampaknya Putri telah, menyebarkan beberapa hal, bahwa kami adalah pasukan pribadinya. Ketika aku membawanya ke pertemuan di atas bahuku, dia bertindak seolah-olah dia terhubung denganku.

Untuk Kerajaan Sternbild, kami sudah menjadi bagian dari faksi yang melindungi Putri, jadi sepertinya sangat tidak mungkin kami akan dipekerjakan oleh orang lain. Mempertimbangkan tatapan bermusuhan yang mereka berikan kepada kami, aku menduga bahwa Fraksi Bangsawan, yang berpusat di sekitar Menteri, kemungkinan besar adalah faksi yang berlawanan.

Nah, selama kami dibayar, itu bukan masalah yang sangat besar, namun, aku tidak bisa menjelaskan fakta bahwa peluang kami untuk melarikan diri telah berakhir.

Dengan ekspresi menggemaskan, Putri menjalankan usahanya seperti bangsawan. Yah, karena aku juga menggunakan Putri dalam berbagai cara, aku kira ini adalah pertukaran yang adil.

Aku menghela nafas kecil. Untuk saat ini, tampaknya pasukan pribadi Putri Tomboy telah menyebabkan para petinggi Kerajaan Sternbild berhati-hati. Sepertinya orang yang takut dengan kekuatan yang dia miliki akan mencoba untuk membunuhnya.

Mempertimbangkan hal ini, aku memutuskan untuk memasang beberapa perangkap untuk menghentikan upaya pembunuhan yang akan terjadi di Istana Amber tempat kami tinggal. Tidak masalah jika mereka hanya menargetkanku, tetapi aku tidak akan mentoleransi mereka jika menargetkan Auro dan yang lainnya.

Di malam hari, karena bahuku kaku pada akhir pertemuan, aku menerima pijatan dari Kanami-chan setelah kami masuk ke kamar mandi. Cara tangannya yang cantik bergerak… mempesona.

Bagaimanapun, pada akhir hari, aku cukup lelah, jadi ini adalah kesempatan yang bagus untuk bersantai dan… melepaskan sedikit tenaga.

Hari ke 139

Pagi-pagi, tepat sebelum kami pergi, para pembunuh datang.

Sementara sebagian besar dari mereka tertangkap atau terbunuh dalam perangkap yang aku pasang tadi malam, hanya satu yang berhasil melewati mereka dan masuk ke kamar tidurku. Orang yang menginvasi mengenakan topeng dan kain hitam dan memiliki pisau yang menetes dengan cairan ungu.

Masih mengantuk, aku menghadapi pria itu dan pergi untuk menangkapnya ketika [Intuisi] dan [Release Trap] menyalakan lonceng peringatan yang sangat keras di kepalaku.

Setelah berkedip beberapa kali, aku memperhatikan alasan mengapa aku mendapatkan peringatan ini. Rupanya, sesuatu yang mirip dengan bom telah tertanam di dalam tubuhnya. Apa yang telah menyelamatkan kami adalah tampaknya bom itu tidak akan aktif dari kejauhan.

Yah, ini tentu menyebalkan …

Untuk saat ini, aku tidak bisa membunuhnya karena yang lain akan terjebak dalam serangan bunuh dirinya, aku baik-baik saja dengan mengambil sedikit kerusakan, aku akan segera sembuh, tapi aku tidak mau menempatkan yang lain dalam bahaya yang tidak perlu.

Pada akhirnya, aku hanya menggunakan [Parasit] dan dengan paksa membuatnya menjadi budakku.

Meskipun itu adalah niatku untuk melumpuhkannya dan menarik informasi dengan tanganku, tampaknya keinginan dan kenangan mereka telah dihapus bersih. Kemungkinan besar dengan menggunakan sihir atau item sihir tertentu untuk memanipulasi pikiran mereka.

Sisa dari orang-orang yang ditangkap berasal dari negara yang sama, para pembunuh itu hanya boneka daging. Aku bahkan tidak bisa memberi mereka perintah, mereka hanya cangkang kosong.

Aku bisa mengambil kebebasan fisik mereka dengan menggunakan klon parasit untuk membuat mereka menjadi budakku, tetapi pikiran mereka sudah rusak sejak awal dan aku tidak memiliki alasan untuk mencoba dan memulihkan mereka. Tidak ada gunanya, jadi aku menyerah untuk mencoba mendapatkan informasi dari para pembunuh bayaran seperti boneka ini.

Aku memasukkan klon ke dalam tubuh mereka dan mengeluarkan benda sihir di dekat jantung mereka. Dalam melakukan itu, dada pembunuh meledak dari dalam, bagian itu tidak bisa tertolong.

Tubuh para pembunuh itu dimakan secara utuh dan ketika aku berada di sana, aku juga memakan alat peledak item sihir itu.

Ability learned: [Burst]

Ability learned: [Human Bomb]

Meskipun tidak ada cara untuk melacak peralatan mereka kembali ke orang yang mengirimnya, karena aku mengambil peralatan pembunuh, aku mendapatkan sedikit keuntungan.

Setelah memakannya, aku memberi Putri laporan. Dia menjawab dengan,

“Aku mengerti, jika itu masalahnya, kita harus menemukan pelakunya segera. Ini akan menjadi cara yang baik untuk melampiaskan kemarahan dan ketidakpuasan saat kami menemukannya.”

Yah, aku pikir Putri akan dapat menemukan pelakunya segera, tapi aku kira tidak. Setelah itu, karena aku telah memahami kekuatan umum dan kebiasaan umum para penjaga istana, aku memisahkan mereka menjadi beberapa kelompok dan melakukan latihan dasar dalam shift.

Dari titik ini, aku berniat untuk memperkuat setiap bagian dengan sangat baik.

Hari 139 Sidestory

Jika aku mendapatkannya [Yatte? Dial? Andes] bahkan emas, Konasu akan dibunuh tetapi apa pun yang terjadi penyelundupkan ini akan menjadi perampokan.

Semua ini memiliki sejarah yang cukup panjang, dan tingkat penyelesaian permintaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan organisasi lain, dengan penekanan yang jauh lebih besar pada pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan penggunaan peralatan.

Untuk misi yang paling berbahaya, tingkat tambahan asuransi dengan menggunakan tiga alat yang unik untuk organisasi kami; sihir khusus untuk menghilangkan pikiran dan ego, sihir eksplosif ditanam di gigi belakang untuk memastikan kehancuran siapa saja yang ditangkap, dan menanamkan bom ajaib di dalam dada masing-masing agen untuk mengamankan penghancuran target jika semua gagal. Karena langkah-langkah ini, kami dianggap sebagai salah satu organisasi yang paling dapat diandalkan di dunia bawah, dengan ukuran rasa hormat yang diberikan kepada yang lain.

Kali ini, permintaan itu membunuh beberapa pendatang baru yang disekitar Putri Kerajaan; itu adalah permintaan yang agak tidak biasa.

Dari informasi yang terkumpul, target telah dikonfirmasi sebagai musuh yang hampir tidak kami ketahui, dan itu sangat tidak mungkin kami dapat membunuhnya dari depan. Kami hanya bisa membunuhnya jika kami mendekat dari kegelapan.

Dikatakan bahwa makhluk ini begitu kuat, ia dapat mendekati dan membunuh kami bahkan sebelum kami melihatnya datang. Dalam hal ini, kami akan menggunakan semua yang kami miliki.

Sebelum kami membentuk strategi kami, kami diberi informasi struktural dari istana di sekitar tempat sang putri akan mengindeks rute terpendek ke target kami, yang disediakan oleh klien kami.

Dibunuh pada saat run-time, pada saat yang sama ketika melakukan pekerjaan, itu telah merambah ke istana tanpa menemukan siapa pun.

Karena para penjaga yang berpatroli diarahkan untuk memberi kami kesempatan, tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitarnya.

Setelah kami mendekati di bawah penutup Usuyami menjelang fajar, satu-satunya pikiran kami adalah membunuh.

Rekan Hikirutsu yang sangat terampil juga benar-benar mempersiapkan kami dengan mengamankan barang-barang terbaik.

Pakaian hitam yang disebut “Silent Cat” untuk meningkatkan keterampilan siluman kami, sepatu kulit mematikan berkualitas tinggi yang disebut “Kaku Medallion”, dan pisau hitam matte dilapisi dengan racun “Terminate Mamba” yang bisa membunuh bahkan monster terbesar dengan satu goresan.

Dengan semua dukungan dan persiapan ini, tidak dapat dibayangkan bahwa kami akan gagal.

Meskipun melihat ke belakang, semua ini dan lebih banyak tanda-tanda bahwa ini tidak akan semudah yang kami duga. Kami terlambat menyadari bahwa kami adalah buruan, bukan pemburu.

Kami sangat terpukul.

Yang belum meninggal hanya aku.

Semua orang meninggal.

Aku tidak mengerti.

Di lorong pendek yang menuju ke kamar Putri, ada lebih dari selusin perangkap yang tersembunyi dengan sangat terampil sehingga tidak seorang pun dari kami dapat melihat mereka.

Saat kami lanjut ke bagian itu, lantai terbuka tanpa peringatan dan menelan yang pertama di garis sebelum tersegel lagi. Terjadi begitu cepat sehingga tidak ada yang bisa membantu kami, dan kami tidak akan pernah tahu nasibnya.

Kemudian saat menginjak perangkap tersembunyi semua yang berada dalam jalur langsung terpotong-potong. Investigasi yang hati-hati menunjukkan jaring besar yang terbuat dari benang yang hampir tidak terlihat-jelas; beberapa potongan wajah yang bisa kami lihat di antara potongan daging tampak terkejut.

Ketika kami dengan hati-hati melanjutkan dengan berjalan, sebagian dari dinding yang tidak ditutupi oleh potret Hentetsu tiba-tiba mengungkapkan benda seperti lendir yang menelan dan membubarkan anggota kami yang lain.

Kami bergegas melewati bagian gelap dari lorong yang mengintai dengan benda aneh seperti laba-laba yang menangkap dan memakan lebih banyak orang kami.

Perangkap tersembunyi lain mengeluarkan badai panah yang entah bagaimana dihindari oleh Tobinoki, hanya untuk menginjak sebagian lantai yang tertutup cairan yang sangat kental yang membuatnya terjebak di tempat. Tidak dapat menghindar, Tobinoki berteriak saat dia berubah menjadi landak; itu tidak berlangsung lama, karena racun aneh pada anak panah membusukkan tubuhnya yang dengan segera menjadi lumpur yang mengeluarkan bau mengerikan.

Itu adalah neraka yang tidak pernah kami alami, jauh di luar akal sehat dan logika. Jebakan jahat menunggu di kiri-kanan, produk dari penjahat gila. Hal semacam ini tidak pernah terlihat di kediaman bangsawan manapun.

Jika bukan karena topeng yang menyembunyikan wajah kami yang sebenarnya dan mengendalikan emosi kami, kami semua pasti tidak dapat bergerak.

Perangkapnya sangat ganas, dan sangat halus sehingga sudah terlambat ketika melihatnya.

Satu-satunya cara untuk maju adalah mengabaikan segalanya tetapi bergerak maju. Jika kami berpikir tentang apa yang terjadi bahkan sedikit, kami akan mati. Satu-satunya pikiran dalam pikiranku adalah untuk membunuh target, untuk mengenalkannya pada bom di dadaku.

Aku akhirnya berhasil melewati aula kematian, siap untuk mendekati target.

Aku tidak tahu apa bedanya. Tapi, saat berikutnya, aku tidak bisa bergerak – tidak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tidak bisa menggerakkan jariku.

Sepertinya aku gagal – tidak mungkin aku menikam target dengan pisau racunku. Satu-satunya pilihanku adalah meledakkan bom kembar di mulut dan dadaku.

Gigi belakang akan menghancurkan kepalaku melampaui semua harapan pemulihan, dan bom akan menyembunyikan sebagian besar sisanya. Akan lebih baik lagi jika aku bisa mengambil target denganku sebagai kerusakan tambahan.

Tetapi tidak ada yang terjadi. Kematianku benar-benar terbuang sia-sia.

Hari 140

Hari ini, penjaga istana hanya harus berlatih di pagi hari karena kami akan menuju ke kota di sekitar istana pada sekitar sore hari.

Sudah diputuskan bahwa kami akan berkeliling kota dengan Putri Tomboy sebagai penjaga nya. Karena ini adalah pertama kalinya sebagian besar grup melakukan ekspedisi, aku mengambil kesempatan ini untuk memberikan masing-masing dari mereka, termasuk Seiji-kun, hari libur.

Mereka memutuskan untuk melihat-lihat Royal Capital Osvel sendiri, namun, aku tidak tahu dari mana seorang pembunuh mungkin menyerang, jadi aku memberi mereka instruksi untuk tetap relatif dekat satu sama lain.

Untuk jaga-jaga, aku memberi mereka masing-masing klonku karena kemampuan tempur klonku cukup tinggi. Jadi jika terjadi sesuatu, kemungkinan besar mereka seharusnya baik-baik saja.

Pada dasarnya, jika ada yang mencoba untuk menculik atau membunuh mereka, klon tersebut akan menyerang musuh dengan segera sehingga seharusnya tidak masalah.

Kembali ke masalah utama mengenai detail penjaga Putri. Orang-orang dari Parabellum adalah aku sendiri, Kanami-chan, Redhead, Auro dan Argento, hanya 5 orang ini secara keseluruhan.

Selain itu, Knight Boy dan sepuluh atau lebih penjaga istana yang telah berganti pakaian normal juga akan datang.

Ini adalah grup kami saat ini. Sampai sekarang, puluhan penjaga biasanya terdiri dari penjaga kerajaan, jadi jumlah ini menurun secara signifikan. Namun, yah… seharusnya baik-baik saja.

Seperti ini, kami berjalan berkeliling dan mengunjungi beberapa tempat. Kami tidak hanya menjelajahi sepanjang jalan utama, tetapi juga di sepanjang jalan samping dan gang-gang belakang juga. Semua sesuai instruksi dari Putri Tomboy yang duduk di pundakku.

Aku mengamati TKP penculikan manusia serta menghancurkan beberapa pembunuh yang aku temui. Nah, mengingat fakta bahwa kami menemukan toko yang terkenal, aku akan mengatakan hari itu sangat berharga.

Karena aku memiliki hari libur penuh dalam dua hari, aku telah memutuskan kapan saat itu tiba, aku akan pergi ke Purgatory City Labyrinth.

Aku juga berharap menemukan beberapa alcohol didungeon serta beberapa monster yang belum aku temui untuk memakannya dan mendapatkan beberapa kemampuan baru.

Ya, aku menantikannya, aku benar-benar tidak sabar.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded