Re:Zero Arc 4 Chapter 59 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Yusril 
  • Editor : Scraba 

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

[Kue yang manis dan Kisah yang pahit Bagian 1] 

[Frederica: …… Sepertinya anda sudah kembali lebih awal dari yang saya kira]
Berdiri di ambang pintu yang akan terbuka dengan mata yang tajam dan melebar, Pelayan yang tinggi itu menyambut kembalinya Subaru dengan bisikan lembut.

[Subaru: Ya, kami mendapatkan masalah jadi aku harus kembali. Hanya dua … tidak, tiga hari, benar? Maaf, aku tidak bisa memberikan kepastian kapan akan kembali, tapi bisakah aku masuk sekarang?]

Terengah-engah di punggung Patrasche, Subaru menjawab dengan rasa lelah dari setengah hari perjalanannya. Melihat Subaru masih bercanda dengan penampilannya yang berantakan, si Pelayan Frederica meletakkan tangan di atas bibirnya untuk menutupi taring yang menunjukkan senyumnya,

[Frederica: Tentu saja. Ini akan menjadi penghinaan terhadap tugas saya sebagai Master’s servant yang gagal untuk melayani tamu dengan keramahan tertinggi. Saya akan membawa Ground Dragon ke kandang, Subaru-sama, silakan masuk. Petra akan memenuhi apa yang anda butuhkan]

[Subaru: Oh kamu tidak perlu …… tidak, maksudku silahkan, terima kasih]

Hopping down dari Patrasche, akan memberi jalan saat pendaratan. Meskipun dia akan berhasil mencegah jatuh dengan bergantung pada kendali, tampaknya dia lebih kelelahan daripada yang ia pikirkan.
[T/N : Hopping down, tangga turun dari kuda atau semacamnya]

Itu hal yang wajar – bergegas dari tempat Sanctuary tanpa istirahat, setelah terjaga sepanjang malam.
Meskipun Perlindungan dari Wind Evasion dan perawatan Patrasche tidak menambah beban pengendaranya, perjalanan enam jam telah membebani subaru.

Menyadari bahwa tubuhnya sudah bertahan lebih dari yang ia sadari, Subaru dengan cepat menerima tawaran Frederica. Menyerahkan kendali ke Frederica, lalu menepuk punggung Patrasche yang sedang khawatir,

[Subaru: jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku harus berterima kasih kepadamu karena telah membantuku selama ini. Sudah waktunya untuk menuju ke kandang dan membersihkannya , ok?]

Tidak seperti kuda, tubuh Ground Dragon tidak dilapisi bulu, tetapi mereka terlihat menikmati ketika sisik mereka yang keras dibersihkan dengan sikat. Patrasche tidak mempunyai hal seperti itu, dan dengan semangat menyikut Subaru dengan moncongnya karena janjinya. Diperlakukan dari depan seperti itu, Subaru berteriak [Uwa!] dan kembali kekeadaan semula.

[Frederica: wah, anda sangat menyukai hal itu. Ikut denganku, Patrasche-chan. Aku akan membuatkanmu jerami baru.]

[Subaru: Aku akan meninggalkannya bersamamu. ――Hei, Frederica]

[Frederica: Ya?]

Sambil membawa Patrasche dengan tali kekangnya, Frederica berjalan ke kandang ketika Subaru memanggil dari belakang. Setelah berhenti di tangga, Frederica melihat ke belakang.

Dengan rambut panjang yang berwarna emas, wajahnya yang tampak ganas itu memberikan kehangatan tertentu kepada mereka. Subaru sampai membuat tulang lehernya retak, dan,

[Subaru: ―― Apa kamu punya rencana untuk pergi ke kabin di pegunungan hari ini?

[Frederica: ……? Tidak, Saya tidak punya rencana kesana, apa ada masalah?]

Mendengar pertanyaan itu, Frederica menjawab dengan nada meragukan. Melihat cara dia menjawab, tentang ekspresinya, dan tatapannya, Subaru menggelengkan kepalanya yang mengartikan [Tidak],

[Subaru: Kalau tidak, lupakan saja. Dan juga, maaf untuk menanyakan ini, tetapi, setelah kamu selesai dengan Patrasche, bisakah kamu kembali ke dalam sesegera mungkin? Ada beberapa hal tentang Sanctuary yang perlu aku bicarakan denganmu,
[Frederica: Saya mengerti. Saya akan segera kembali]

Setelah pergi dengan membungkuk, Frederica membawa Patrasche pergi.
Mengawasinya dari tangga Mansion, Subaru meregangkan tubuhnya di tempat dan menatap pada Mansion itu yang tidak berubah. Ini adalah yang tercepat selama ketika dia kembali kesana.

Terakhir kali adalah enam malam, dan sekarang hanya empat malam.
Lewat satu atau beberapa cara, pedang yang menandai akhir itu akan datang.
Tapi sebelum itu–

[Subaru: Sebelum itu berakhir, aku akan menemukan cara untuk menghentikannya]
Sudah terlalu banyak pengorbanan dalam lingkaran ini.

Meskipun ia berduka untuk dunia yang akan hilang, Subaru harus berusaha mendapatkan sesuatu yang bernilai setimpal sebagai balasannya.
Untuk Garfiel, dan untuk kesedihan yang dialami Emilia,

Natsuki Subaru telah mendapatkan tekad untuk melanjutkan pertarungan, dan mengalihkan pandangannya dari rasa sakit.

※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※

[Petra: Waa! anda kembali dengan cepat!]
Itu adalah kata yang muncul pertama kali menyambut Subaru saat memasuki Mansion, Petra yang menyapanya dengan berani.

Meskipun kata yang ia ucapkan kurang lebih sama dengan Frederica, jumlah kasih sayang yang terkandung di dalamnya sama sekali berbeda.
[Petra: Kau terlihat lelah, apa kau baik-baik saja? Maksud saya, apa anda merasa baik-baik saja? Saya akan menyiapkan kamar mandi segera, jika anda mau….. ada apa?]

[Subaru: Tidak tidak, aku baik-baik saja ketika melihatmu Petra. Aku pikir, kamulah satu-satunya yang bisa kukatakan persis yang dapat menenangkanku tanpa harus khawatir tentang apapun]

Dengan perasaan yang campur aduk, Petra dengan semangatnya mengelilingi Subaru.
Subaru mengulurkan tanganya dan mengelus rambutnya yang berwarna coklat, dan dia membuat suara yang menggemaskan. Sepertinya, inilah penyembuhan sebenarnya.

Namun, hampir bersamaan, kejadian terakhir kali saat Subaru ke Mansion terlintas di benaknya, bersama dengan nasib mengerikan Petra di akhir kejadian itu.

[Subaru: Petra, ini sedikit mendadak,tapi…… bisakah kamu mendengarkan permintaanku?]
[Petra: ……? Hmm, Okay. Saya akan melakukan apapun yang anda minta Subaru-sama, apapun itu]
[Subaru: T’haha, baiklah. Itu sesuatu yang penting. Frederica akan segera kembali, jadi mari kita berbicara di ruang tunggu. Bisakah kamu menyiapkan teh?]

[Petra: Frederica-onechan akan ada disana?

[Subaru: Ya, dia akan menentukan apa yang akan terjadi, dan itu tidak ada kaitannya dengan Petra. Jadi aku ingin kamu berada disana]

Menutupi bibirnya, Petra tampak seperti tenggelam dalam pikirannya. Kemudian, seolah tiba-tiba menyadari sesuatu, dan wajahnya memerah
[Petra: Jadi, itu sesuatu yang sangat penting melibatkan saya dan Subaru-sama?]

[Subaru: Ummm, kamu bisa katakan seperti itu? ini pastinya sangat penting antara Petra denganku. Selain itu, ini bukan sesuatu yang bisa kita putuskan hanya dengan sendiri-sendiri]

[Petra: Tapi, perasaan orang-orang yang terlibat sangat penting, kan?]
[Subaru: Perasaan? Perasaan? Perasaan itu ….. baik, juga sangat penting? Memang benar itu tidak akan berhasil jika semua orang memiliki perasaan yang berbeda, jadi ….. ya itu juga, aku kira?]

Melihat Subaru mengangguk atas pertanyaannya, wajah Petra berseri saat dia berputar. Kemudian, berlari ke Mension dengan menari.
[Petra: Tunggu saya! Saya akan segera kembali! Jangan kemana-mana!]

[Subaru: Aku tidak akan kemana-mana … Petra, jika kamu pergi terlalu cepat kamu nanti terjatuh]

Melihat Petra menaiki tangga, Subaru teringat sesuatu dan memanggilnya dari belakang, [Petra!],

[Subaru: Petra, makasih atas saputangannya. Itu mungkin tidak sesuai keinginanmu, tapi itu sangat membantu]
[Petra: Benarkah? Saya membantu Subaru-sama]

[Subaru: Yah, menyelamatkan nyawaku …. baik, tidak persis, tapi terasa seperti itu]

Subaru mengeluarkan saputangan berwarna putih yang diberikan Petra sebagai hadiah.

Itu merupakan senjata yang ia gunakan untuk membunuh dirinya sendiri di kejadian sebelumnya di akhir pertarungannya dengan penyihir Envy, beberapa saat sebelum dia ditelan. Perbuatan itu tidak diragukan lagi adalah perbuatan Echidona, Tapi itu dimulai dengan perasaan Petra terhadapnya.

Kalau dipikir-pikir, jika Echidona mau melakukannya, sapu tangan itu mungkin masih menjadi senjata sampai sekarang. Mungkin bisa diaktifkan ketika kondisinya telah terpenuhi, ketika kehidupan Subaru dalam bahaya, atau ketika beberapa mantra sihir mengenainya dengan Mana. Sepertinya, yang terakhir agak sulit bagi Subaru.

[Subaru: Tetap saja, itu semua berkatmu. Aku harus membalasnya dengan sebuah hadiah]

[Petra: Kalau begitu, Kencan! Sebuah kencan!]

[Subaru: Um, apakah kamu mendengarnya dari Emilia?]

Kencan pertama bersama Emilia di desa Arlam adalah hadiah ketika mengatasi Wolgarms di hutan.
Saat itu, para penduduk desa dan anak-anak yang perseptif telah memutuskan untuk meninggalkan Subaru dan Emilia agar berduaan, dan tampaknya Petra masih mengingatnya.

[Subaru: Aku paham. Kalau begitu izinkan aku untuk menjadi pengawalmu. Itu akan menjadi kehormatan dan hak istimewa menjadi pasangan kencan pertama Petra]

[Petra: Anda janji yah?]

[Subaru: Ya, aku berjanji!]

Dengan senang memegang tangannya dengan senyuman, Petra menuju ke lorong.

Melihatnya dari belakang, Petra menuju ke aula, Subaru berpikir apa yang akan terjadi di masa depan. Gadis cantik dengan masa depan yang cerah di depannya. Dalam waktu lima … tidak, tiga tahun, dia akan tumbuh menjadi gadis cantik.

Pada saat itu, dia mungkin akan melupakan perasaannya kepadanya. Tapi faktanya gadis itu memilih Subaru sebagai kencan pertamanya yang membuat Subaru merasa puas namun juga penuh dosa. Lalu,

[Subaru: Aku akan menepati janji itu, Petra!]

Dia akan mengingat janji yang mereka buat di dunia yang runtuh ini.
Tapi Subaru akan selalu membawa fakta tentang kematiannya. Ketika dia akhirnya memilih masa depan yang cerah, dia akan membuat janji itu lagi padanya.

Dengan memikirkan sosok Petra yang tersenyum dalam pikirannya, Subaru melangkah ke ruang tunggu.

Duduk di sofa dalam ruang tunggu, Subaru tersenyum masam pada Petra, duduk di hadapannya dengan wajah cemberut dan memerah.

Mengayunkan kakinya dari tepi sofa, Petra tidak bermaksud untuk menyembunyikan ketidaksenangannya saat pelayan itu mendekatinya. Melihat Subaru tersenyum pada kelakuan gadis itu, pelayan yang lebih tua duduk di sampingnya mengatakan beberapa patah kata,

[Frederica: Kenapa kau membuat wajah seperti itu, Petra? Tidak sopan melakukannya di depan Subaru-sama]

[Petra: Tapi, tapi, Kak Frederica ……]

[Frederica: Tidak ada tapi. Bahkan jika kalian saling mengenal satu sama lain, tidak ada alasan untuk bersikap tidak sopan. Jika kau tidak mengingatnya setiap hari, bagaimana kau akan mengingatnya pada acara-acara penting? Kau anak yang pintar, tapi kau harus lebih berhati-hati dengan hal-hal seperti ini]

[Petra: Uuuu ~~]

Petra dengan sedih menggigit bibirnya dan menundukkan kepalanya. Agak sulit membujuknya ketika gadis itu sedang dimarahi , Subaru mencoba untuk menenangkannya dengan [Itu tidak apa-apa, itu tidak apa-apa ……], tapi langsung menyerah ketika Frederica melihatnya dengan tatapan tajam.

Setelah bergabung dengan Frederica, yang kembali dari kandang, dan Petra, ketika dia selesai mambuat teh, mereka bertiga duduk di kursi dan memulai percakapan penting.

Dan sekarang, Petra sedang merajuk karena ucapan pembuka Subaru. Kontennya adalah,

[Petra: Kenapa aku harus meninggalkan Mansion? Aku baru di sini selama seminggu dan ……]

Melihat mata Petra yang berkaca-kaca seperti dia akan menangis, Subaru merasa bersalah. Namun, mengingat malapetaka yang akan menimpa Mansion, dia tidak bisa menjaganya dari rasa bersalah.

Karena itu Subaru menguatkan hatinya dan menggelengkan kepalanya,

[Subaru: Aku tidak bermaksud menyuruhmu meninggalkan Mansion selamanya. Kami tidak menyuruhmu pergi, hanya menyuruhmu untuk tinggal di desa selama seminggu …… Aku hanya ingin kau tinggal di rumah sampai saat itu]

[Frederica: Dan anda tidak bisa mengatakan alasannya, itu benar?]

[Subaru: …… Tidak dengan detailnya. Tapi, faktanya bahwa ada bahaya yang akan datang ke Mansion. Frederica, kau tahu tentang serangan para Pemuja penyihir belum lama ini, kan?]

Pemuja penyihir. Ekspresi Frederica semakin gelap ketika dia mendengar kata-kata itu.

Ketika dia pergi, Para Pemuja penyihir yang dipimpin oleh Petelgeuse telah menyerang Mansion dan desa Arlam. Itu baru dua minggu yang lalu.

Dibesarkan di Tempat Suci, Fredica pasti menyadari perhatian yang tidak diinginkan bahwa identitas Emilia sebagai setengah elf diketahui.

Tepat seperti yang diharapkan Subaru, wajah Frederica membuat ekspresi yang rumit saat dia mengangguk,

[Frederica: Jika itu benar, maka keputusan Subaru-sama yang paling tepat. Bagaimanapun, kau masih tidak memiliki cara untuk melindungi dirimu sendiri, Petra]

[Petra: Tapi tidak apa-apa! Subaru akan melindungiku!]

[Subaru: Bahkan jika aku berpikir untuk mengatakan “Serahkan padaku!” Seperti seorang pria, tapi aku sadar betapa lemah dan konyolnya aku, jadi aku tidak akan mengatakan hal seperti itu]

Bahkan ketika Petra berdiri untuk menolak, keberatannya yang kekanak-kanakan segera dirusak oleh ketidakmampuan Subaru yang tidak dapat diterima. Petra dengan sedih merendahkan bahunya terhadap respon Subaru, sementara Frederica dengan lembut menepuk kepalanya seolah seperti menghiburnya,

[Frederica: Petra, jangan sedih. Tidak bisakah kau melihat betapa Subaru-sama menyesal karena ketidakberdayaannya sendiri?]

[Petra: …… Uunn, kakak Frederica]

[Frederica: Semua orang memiliki keraguan tentang ketidakmampuan mereka sendiri. Itu juga berlaku bagi Subaru-sama, dan juga dirimu. Dengan mengakui itu, Subaru-sama tetap mencari cara untuk mengatasinya. Jadi bagaimana denganmu?]

[Petra: Uu ~]

Mengusap air matanya sekali lagi, Petra melihat ke arah Subaru,

[Petra: Apakah, apakah benar-benar …. tidak ada yang bisa aku lakukan di Mansion?]

[Subaru: …… Mn, maaf. Tidak ada yang bisa kau lakukan untuk membantuku kali ini. Dan aku tidak cukup kuat untuk menjagamu. Maafkan aku]

Melihat Subaru menundukkan kepalanya, Petra memejam, menutup matanya dan membersihkannya dengan lengan bajunya.

Ketika dia melihat lagi, tidak ada lagi bekas air matanya. Dengan samar-samar, yang tak hilang kemerahan di sudut matanya, dia mengambil ujuang gaunnya dengan luwes.

[Petra: Saya mengerti, Subaru-sama. Mulai malam ini dan seterusnya, saya akan mengambil cuti. Setelah semuanya beres, pastikan untuk memanggil saya]

[Subaru: Ya, tentu saja. saat semuanya sudah beres ……]

Ketika semua orang di Mansion dan semua orang di Tempat Suci aman, dan wajah mereka dihiasi dengan senyuman.

Petra menerima permintaan Subaru, dan dengan ini menandai akhir dari fase pertama dari pembicaraan mereka.

――Mengambil cangkir kosong dan membersihkannya, Petra pergi dari ruang tunggu, dan hanya Subaru dan Frederica yang tinggal diruangan itu.

Dengan suara pintu tertutup, dan merasakan langkah Petra semakin menjauh dan lebih jauh dari lorong, Subaru mengambil sepotong kue manis dan mencobanya,

[Subaru: Apa kau keberatan jika aku menanyakan beberapa pertanyaan?]

[Frederica: Tergantung dari pertanyaannya, Subaru-sama]

Mendengar dia memberikan jawaban seperti itu seolah-olah itu adalah hal yang biasa, Subaru tersenyum masam. Meski begitu, Frederica mempertahankan ketenangannya, menunggu pertanyaan pertama Subaru.

[Subaru: Apa yang sebenarnya Garfiel inginkan di Tempat Suci?]

[Frederica: ――Apakah terjadi sesuatu antara anda dan saudara saya yang tidak sopan itu?]

[Subaru: Berbagai hal, sebetulnya. Mengenai perbedaan pendapat kami sepenuhnya yang tidak dapat didamaikan, atau jika itu bisa diselesaikan melalui kata-kata … itulah yang aku coba cari tahu]

Tergantung pada jawabannya, Subaru harus menyesuaikan rencananya.

Apakah akan memperlakukan Garfiel sebagai musuh yang harus dihancurkan, atau sekutu yang layak dibawa ke sisinya.

[Frederica: Karena anda tidak terdengar terkejut, saudaraku pasti sudah memberitahu anda tentang hubungan saya denganya?]

[Subaru: Lewes-san juga tidak menyangkalnya. Kau tahu Lewes-san, kan?]

[Frederica: Tentu saja. Ketika saya masih tinggal di dalam Tempat Suci, dia adalah orang yang membesarkan kami seperti keluarga kami sendiri …… Mengingat waktu kami hidup bersama, dia seperti ibu, atau nenek bagi kami]

[Subaru: Itu menjelaskan mengapa Garfiel terus memanggil neneknya]

Subaru masih bisa mendengar jeritan “nenek” -nya ketika dia meninggalkannya.

Mungkin itu cara Garfiel gunakan untuk memanggilnya, sebelum ia menggunakan panggilan kasar “Nenek”. Jika itu yang ia rasakan,

[Subaru: Apakah Garfiel adalah cucu asli nenek ketika dia masih kecil?]

[Frederica: Jika maksud anda hubungannya dengan nenek …… itu benar. Meski penampilan, saudara saya sangat sentimental, dan saya percaya bahwa ia sangat menyukai nenek kami … walaupun ia mencoba untuk menyembunyikannya]

Di mata saudarinya, keterikatan Garfiel yang mendalam pada Lewes sangat jelas.

Tetapi Subaru masih tidak mengerti apa yang salah sehingga membuat dirinya sendiri menyatakan sebagai pelindung Tempat Suci dengan kebrutalan seperti itu.

[Subaru: Kecenderungan berprilaku itu hal yang wajar, apakah aku akan memaafkannya, itu hal yang berbeda…]

[Frederica: Subaru-sama?]

[Subaru: Tidak ada. Aku baru mengingat sesuatu yang membuat sedikit permusuhan meningkat. Meskipun aku mencoba untuk tidak membiarkan prasangka mengaburkan penilaianku jika aku bisa menanganinya …]

Apa yang dipikirkan Garfiel sehingga mendorongnya untuk membantai penduduk desa? Bahkan sekarang, Subaru tidak bisa menduga apa yang sedang terjadi di dalam dirinya.

Namun, sebagai hasil dari eksperimen keabadian Tempat Suci, hak komando untuk mengendalikan Lewes Meyers dan hak dari fasilitas itu pasti ada di tangan Garfiel.

Lalu mengapa dia menghancurkan fasilitas itu? Dan sebelum itu, bagaimana mungkin dia menerima hak komando di tempat pertama? Masih ada banyak hal yang Subaru tidak pahami――

[Subaru: Frederica. Aku sudah tahu bahwa kau pernah menjadi penduduk Tempat Suci. Dan, memiliki seperempat darah, kau dapat melalui penghalang tanpa hambatan]

[Frederica: Bagaimana anda ……]

[Subaru: Dan Garfield juga sama. Tetapi meskipun dia bisa pergi, dia memilih tetap di belakang. Frederica. Apakah kau …… tahu kenapa Tempat Suci dibuat pertama kali?]

Itu baru hari keempat sejak Subaru pergi ke Tempat Suci. Jumlah informasi yang tidak benar yang dia kumpulkan dalam waktu yang sangat singkat itu mengejutkan, tetapi mata Frederica semakin melebar ketika dia mendengar pertanyaan Subaru.

[Frederica: Tidak, saya tidak tahu detailnya. Saya mengerti bahwa Tempat Suci diciptakan oleh Penyihir Keserakahan yang terlambat untuk melakukan semacam eksperimen, tapi ……]

[Subaru: Kau tidak tahu? Benarkah? Kau yakin tidak ingin mengubah jawabanmu?]

[Frederica: saya tidak tahu apa yang anda curigai dari saya, tetapi jawaban saya tidak akan berubah. Tempat Suci telah menjadi tempat eksperimen sang Penyihir dan Batas yang ditarik oleh Penyihir masih berdiri, untuk tidak terhalau sampai Ujian diselesaikan. Itulah yang saya tahu]

Sebagai penutup, Frederica perlahan menggelengkan kepalanya. Subaru tidak memiliki cara untuk memverifikasi apakah dia mengatakan yang sebenarnya, tetapi dia tampaknya tidak berbohong.

Dengan kata lain, Frederica tampaknya tidak mengetahui kebenaran tentang eksperimen keabadian. Itu juga berarti bahwa dia tidak tahu tentang hasil sampingan dari eksperimen tersebut,

[Subaru: Tunggu. Kalau begitu, Frederica …… kau tidak tahu apa-apa mengenai otoritas komando yang digunakan untuk mengontrol para pengganda?]

[Frederica: Peng……ganda ? Tidak, saya tidak pernah mendengar hal semacam itu]

Penyangkalannya sama seperti sebelumnya.

Mendengar jawabannya, Subaru tak bisa berkata apa-apa saat dia melepaskan bebannya ke sofa.

[Frederica: Maafkan saya. Sepertinya jawaban saya tidak memenuhi harapa anda]

Memikirkan hal itu, Subaru tiba-tiba menyadari bagian penting yang telah dia abaikan. Saat dia menyadari hal itu, dia tidak bisa percaya kebodohannya sendiri.

[Subaru: Jika orang itu memegang otoritas komando atas para pengganda, maka bukankah itu berarti dia memenuhi kondisi yang sama dengan yang aku lakukan? Itu berarti, pria itu juga dianggap sebagai Penyihir Keserakahan, bukankah itu ……]

Artinya, tidak perlu ada bukti yang lebih baik bahwa Garfiel telah bertemu dengan Penyihir Keserakahan, Echidona.

Subaru memeluk kepalanya, membenci kenyataan bahwa dia tidak menyadari hal ini sebelumnya. Jika Garfiel bertemu dengan Echidona, itu akan menjelaskan mengapa dia yang memegang otoritas komando. Apakah itu prasangka terhadap Ujian atau empatinya terhadap kegagalan Emilia, itu akan menjelaskan semuanya.

[Subaru: Frederica. ――Garfiel menantang Ujian sebelumnya, bukan?]

[Frederica: ――! Bagaimana anda-]

[Subaru: Itu karena semua petunjuk menunjukkan bahwa aku berhasil sampai di sana. Meskipun tentu saja, aku menebak dia akan gagal …… tapi apa yang sebenarnya terjadi?]

Suatu penegasan dari Frederica sama bagusnya dengan Subaru yang membungkus kepalan tangannya di sekitar potongan utama teka-teki itu.

Sambil mendesah di depan penjelasan Subaru yang bersemangat, Frederica memejamkan mata seolah ingin menarik dari dalam ingatannya.

[Frederica: …… saya bukan satu-satunya yang berharap agar Tempat Suci dibebaskan. Ada suatu masa ketika saudara saya juga berusaha agar nenek dan lelaki itu serta yang lain bisa melihat dunia luar. Saudara saya masih sangat muda pada waktu itu, ketika dia menyelinap ke dalam Makam untuk menantang Ujian. Dan saya ingat betapa cemburunya saya atas kecerobohannya]

[Subaru: Frederica … apakah kau pernah pergi kesana?]

[Frederica: saya sendiri tidak pernah punya keberanian untuk melakukannya. Meskipun saya tahu bahwa melewati Ujian akan berarti pembebasan Tempat Suci, saya selalu diberitahu bahwa saya tidak bisa masuk ke sana. Itu sebabnya saya sangat iri pada saudara saya ketika dia berlari lurus ke dalam]

Dia hampir bisa melihatnya.

Bahkan lebih ceroboh daripada dia yang sekarang, Garfiel muda pasti pergi ke Makam penuh percaya diri hanya karena keinginan sederhana untuk membiarkan orang-orang yang ia sayangi merasakan dunia luar.

Tapi,

[Frederica: Ketika adik laki-laki saya tidak keluar, saya sangat menyesal karena saya tidak menghentikannya sehingga sayapun pergi mencari nenek … dan meskipun nenek juga ragu untuk sesaat, dia memutuskan untuk mengejarnya. Saya duduk di sana berdoa, dan, setelah beberapa saat, dia membawa adik laki-laki saya kembali kepada saya Tapi…]

――Jangan pergi ke Makam lagi. Lupakan semua yang kau lihat hari ini dan jangan pernah membicarakannya kepada siapa pun.

Pasti itulah yang diberitahukan Lewes padanya.

Mendengarkan cerita ini, Subaru mengingat kembali pertentangan dalam kata-kata Lewes dari sebelumnya. Ada Lewes yang mengaku telah memasuki Makam, dan Lewes yang mengaku tidak pernah melakukannya.

Ketika ia mengetahui keberadaan beberapa Leweses, ditambah dengan kendala bahwa mereka tidak dapat berbohong, pertentangan itu wajar. Dan, setelah percakapan ini, dia menyadari,

[Subaru: Garfiel telah menantang Ujian. Dan di sana, ia pasti telah bertemu dengan Penyihir Keserakahan. Akhirnya semua mulai masuk akal …]

Mengapa Garfiel merasakan apa yang dilakukannya terhadap Ujian, dan mengapa otoritas komando ada di tangannya.

Pertanyaannya sekarang adalah apa yang ia lihat di “Masa Lalu”, mengapa ia ingin menghentikan Subaru dari membebaskan Tempat Suci, dan mengapa Echidona tidak pernah memberi tahu Subaru tentang Garfiel. Jawaban atas itu semua terletak di dalam Makam.

[Subaru: Aku perlu melihat Echidona setidaknya sekali lagi …]

Dan membeberkan setiap rahasia yang diketahui Penyihir yang serba tahu yang berusaha menyembunyikannya.

Subaru diam-diam mengambil keputusan ketika Frederica memperhatikannya dalam diam.

Merasakan tatapannya, Subaru menggaruk pipinya dan bergumam [Maaf],

[Subaru: Untuk semua hal. Dan untuk menanyakan pertanyaan yang tidak ingin ditanyakan]

[Frederica: Tidak apa-apa. saya tahu itu perlu. saya telah menerima perintah seperti itu dari Master juga. Jika mengatakan ini …… bisa membantu Emilia-sama membebaskan Tempat Suci, maka saya tidak keberatan sama sekali]

[Subaru: Tempat Suci pasti akan terbebas. Ada alasan mengapa aku harus memastikan bahwa itu terjadi, dan aku akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk melakukannya. Tapi berapa banyak hal itu yang cocok dengan rencana Garfiel, aku harus meletakkannya kedalam catatan]

[Frederica: …………]

[Subaru: aku tidak tahu apa yang dipikirkan Garfiel. Dalam kasus terburuk, dia akan melawanku di setiap kesempatan, tetapi aku tidak akan berkompromi. Selama aku harus meminta maaf, itu untuk kebaikan yang lebih besar]

Untuk mencegah bencana yang mendekati Mansion dan Tempat Suci, Subaru harus menyingkirkan setiap rintangan yang ada dihadapannya.

Mendengarkan jawaban Subaru, Frederica sekali lagi menutup matanya,

[Frederica: Tolong jaga adik saya yang tidak sopan itu]

――Dia menundukkan kepalanya dan menjawab.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded