Re:Zero Arc 4 Chapter 62 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Tragedi di Mansion Roswaal

Melihat wanita yang berdiri di ambang pintu itu, rasa menggigil menembus seluruh tubuh Subaru.
Bahkan bagi Subaru, yang seringkali merasakan harapan dan kematian sejak kedatangannya di Dunia Paralel ini, itu adalah sebuah keberadaan yang membangkitkan sejenis ketakutan yang aneh.

Dengan mengenakan jubah berbulu hitam, lekuk tubuhnya begitu indah yang dibalut dalam pakaian hitam legam. Warna yang sama dengan Subaru, rambut hitamnya, yang sangat langka di dunia ini, dijalin dalam bentuk kepangan Prancis. Matanya mengarah ke bawah, sementara senyumannya menggoda menghiasi wajahnya yang lembut.
Jika bukan karena pisau yang bermandikan darah yang teruntai dari tangannya, dia mungkin akan disangka sebagai wanita yang keluar dari lukisan daripada monster pembunuh yang merupakan mimpi terburuk Subaru. Orang yang membunuhnya pertama kali. Si Pemburu Usus: Elsa Granhiert. 

[Subaru: Bagaimana …… kau bisa kesini!?]

[Elsa: ――Oh, aku penasaran di mana aku mencium bau ini sebelumnya? Apa ada yang salah dengan faringmu sejak terakhir kali kita bertemu? Apa kau sudah merawat ususmu dengan baik untukku?]
(T/N: Faring adalah tabung fibromuskular yang terdapat persis didepan tulang leher yang berhubungan dengan rongga hidung, rongga telinga tengah, dan laring.]

Seakan menyadari lidah Subaru yang kaku, Elsa mengangkat alisnya dan sedikit memiringkan kepalanya.
Hanya dari jawabannya atas pertanyaan Subaru, sudah jelas bahwa tidak ada percakapan di antara mereka. Merawat usus seseorang adalah sesuatu yang orang normal akan pertimbangkan saat memberi saran. Mendengar permintaan seperti itu, tidak diragukan lagi, pikirannya sudah gila.
Terlebih lagi, dia orang gila dengan jenis yang benar-benar berbeda dari Petelgeuse Romanee-Conti.

Merasa semua otot di tubuhnya berkontraksi, Subaru menekan kegelisahannya mengawasi setiap gerakan Elsa.
Namun kekuatan tempur dari pisau itu merupakan kekuatan pedang yang berasal dari pedang Suci, Reinhardt, dan Kehidupan. Tidak peduli seberapa keras Subaru menekan kegelisahannya, kemungkinan besar dia bisa menjatuhkan Subaru sebelum dia sempat bereaksi.

[Beatrice: ho, Siapa yang memberimu izin untuk berada di sini]

Tiba-tiba, sebuah suara datang dari belakang Subaru, berbicara kepada Elsa.
Orang yang mengajukan pertanyaan tanpa ekspresi ini adalah Beatrice. Dia masih seperti sebelumnya, menghadap Subaru, kecuali air matanya, yang mana sudah hilang dari wajahnya.
Mendengar pertanyaan gadis itu, Elsa menyentuh rambutnya yang panjang dan gelap.

[Elsa: Itu tidak terkunci, yang aku lakukan hanya membuka pintu dan masuk? Jika kau sedang melakukan percakapan yang penting, lain kali kau tidak boleh lupa untuk mengunci waktu]

[Beatrice: Bukan itu maksudku. Ini adalah Perpustakaan Terlarang Betty, dan kau telah masuk tanpa izin dariku …… Selain pria ini, tidak banyak orang lain yang boleh melakukannya. Bagaimana kau akan mempertanggung jawabkan ini]

[Elsa: Ah, itu sederhana]

Saat Beatrice melirik ke arah pengecualian lain dari pintu penyebrangan, Subaru, Elsa mengangguk seolah memahami pertanyaannya. Kemudian, dia menunjuk ke arah pintu yang terbuka,

[Elsa: sihir Ruang Isolasi mu …… menggunakan pintu sebagai medianya, kan? Mantra penghubung pintu yang saling menghubungkan pintu tertutup dengan pintu tertutup lainnya?]

[Beatrice: Ya. Perpustakaan Terlarang berpotensi terhubung ke setiap pintu di Mansion. Kecuali Betty mengizinkannya, seharusnya tidak mungkin untuk menemukannya. Jadi bagaimana bisa kau ……]

[Elsa: Itu Mudah. Melihat penggunaan pintu tertutup sebagai perantaranya …… jika aku baru saja membuka setiap pintu, itu akan menghilangkan semua kemungkinan lainnya, kan?]

[Beatrice: ――――!]

Elsa langsung mengucapkan cara yang dapat digunakan terhadap Pintu Penyebrangan Beatrice.
Memang persis seperti yang dikatakannya. Pintu Penyebrangan Beatrice adalah sihir Pengalihan Ruang yang menghubungkan pintu tertutup dengan pintu tertutup lainnya. Artinya, itu tidak bisa menghubungkan ke pintu yang sudah terbuka. Karena ada sejumlah pintu di Mansion, begitu pintu-pintu lainnya dibuka, yang tersisa hanyalah pintu menuju ke Perpustakaan Terlarang. Namun, untuk melakukan ini,

[Subaru: Kau harus membuka setiap pintu di Mansion …… dan tidak ada yang mencoba menghentikanmu ……?]

Tapi begitu dia berbicara, Subaru menyadari sepenuhnya kebodohannya.
Atau lebih tepatnya, bahwa dia telah mengalihkan pandangannya dari kebenaran yang tidak ingin dia lihat.

[Subaru: Di … pisaumu …… darah siapa itu?]

Bilah pisau Kukri Elsa dilapisi dengan darah yang mengering. Dilihat dari tetesan yang masih menetes dari ujung pisau itu, bisa dibayangkan bahwa pisau itu baru saja membelah mangsa mereka. Dengan menggabungkan asumsinya, memberi Subaru alasan yang lebih dari cukup untuk membayangkan hal terburuk.
Menyaksikan bibir Subaru yang memucat, Elsa menyentuh pisau itu dengan jari-jarinya, dan kemudian menjilat jarinya yang berlumuran darah.

[Elsa: Aku juga penasaran siapa ya?]

[Subaru: Kau ……]

[Elsa: Aku akan memberimu petunjuk. Dia berpakaian seperti pelayan]

Ada tiga orang di Mansion. Mereka semua mengenakan pakaian pelayan. Atau tidak, Rem tertidur mengenakan pakaian tidurnya. Jadi dia bukanlah orangnya. Yang tersisa tinggal dua orang.

[Elsa: Petunjuk nomor dua. Rambutnya tidak panjang]

Rambut Petra sebahu. Rambut Frederica panjang.
Tenggorokan Subaru menghirup udara dalam-dalam untuk menyiapkan jeritan yang akan datang.

[Elsa: Petunjuk nomor tiga―― “Subaru, Subaru!” Serunya saat dia mati]

[Subaru: ELSAAAAAAA ―― !!!!]

Menampakkan giginya saat dia merubah sikapnya, Subaru menyerang ke arah Elsa.
Elsa dengan santai berdiri tegap menghadapi serangan itu, menunjukkan ujung pisau yang ada ditangan kanannya kearah Subaru—

[Elsa: ――Ara?]

[Subaru: Kau pikir akan ada orang yang menyerang monster sepertimu dari depan!]

Elsa merintih seolah dia terkejut.
Di depannya, Subaru menundukkan tubuhnya, menggoreskan tangannya ke lantai sebelum mengayunkannya keatas. Terperangkap dalam arah serangan tangannya, setumpuk halaman Kitab berterbangan ke atas.
Dalam sekejap, puluhan halaman putih menghalangi pandangan Elsa untuk melihat Subaru. Segera menarik napas, Subaru mengkonsentrasikan setiap inci dari mana-nya ke pusat perutnya, dan,

[Subaru: ――SHAMAC !!!!]

Asap hitam yang mengepul, benar-benar mengaburkan ruang antara Elsa dan Subaru.
Meskipun itu kecil jika dibandingkan dengan Shamac yang dia gunakan untuk melawan Julius, dia tahu dari pengalaman bahwa itu akan efektif melawan Elsa. Tidak seperti terakhir kali, ketika dia benar-benar membuang semua Mana di dalam tubuhnya, kali ini, hanya meninggalkan rasa lelah yang biasa, sebuah indikasi bahwa ia semakin baik dalam memanfaatkan Mana miliknya.

[Subaru: Beatrice!]

Dengan cepat berbalik, Subaru meraih Beatrice yang terlihat dengan tangannya. Meskipun untuk sesaat, dia berusaha melawan, dia berhasil ditangkap oleh Subaru.
Dengan paksa menarik tubuhnya yang hampir tidak memiliki bobot, Subaru memeluk gadis kecil itu ke dalam pelukannya dan kembali menuju Shamac.

–Kebingungan. Tidak bisa melihat, bersuara, merasakan, dan yang tersisa hanyalah kegelapan.

Suara langkah kaki menjadi satu-satunya yang ada pada Subaru, berada didunianya sendiri.
Jarak antara satu kaki ketika terangkat dan kaki lainnya mendarat, Subaru benar-benar tertinggal oleh Dunianya. Kaki kirinya mendarat. Dia terhubung dengan dunia. Kaki kirinya terangkat. Dia sendirian. Kaki kanannya mendarat. Dia terhubung. Dia sendirian. Dia terhubung. Dia sendirian. Dia merasakan sesuatu yang meronta dalam pelukannya. Tapi dia tidak melepaskannya. Dia tidak boleh meninggalkannya sendirian. Dia terhubung. Dia terhubung. Dia terhubung.

[Subaru: ――Phaa!]

Segera setelah itu, seolah memunculkan kepalanya keluar dari permukaan air, kegelapan itu tiba-tiba menghilang.
Dalam penglihatannya yang jelas, Subaru sadar bahwa dirinya sudah berada di lorong Mansion. Karpet merah yang melapisi aula mengartikan bahwa mereka telah keluar dari Perpustakaan.
Mereka telah melewati Elsa yang ada di pintu dan melarikan diri.

[Subaru: Sepertinya itu berhasil――!]

Dia tahu bahwa ketika menggunakan Shamac dari depan, Elsa yang bertempur dengan brutal akan mencoba menyerang Subaru kearah berlawanan dari kepulan asap itu, mengira bahwa Subaru akan melarikan diri. Dengan melawan ekspektasinya dan berlari ke arahnya, Subaru melewati Elsa melalui pintu yang dibiarkannya terbuka.

[Subaru: Aku ingin mengatakan “Makan tuh!”, Tapi … …]

Ini bukan waktunya untuk memberi selamat pada dirinya sendiri.
Dia tidak tahu berapa lama Shamac akan bertahan, tetapi begitu Elsa menyadari bahwa Subaru tidak ada di depannya, dia akan segera kembali mengejar.
Dengan brutal menendang pintu di belakangnya, Pintu Penyebrangan telah terputus. Tapi, tergantung pada Beatrice, Subaru tidak yakin apakah Perpustakaan Terlarang masih terhubung dengan lingkungan terdekatnya.

[Subaru: Beatrice! Hubungkan pintunya ke ruang lain yang ada di rumah ini……]

[Beatrice: Aku akan melakukannya tanpa kau beritahu sekalipun. Tutup juga beberapa pintu di sekitar kita, itu akan memberi kita waktu.]

[Subaru: Sial, benar juga!]

Menjawab ucapan yang meremehkan dari gadis yang ada di pelukannya, Subaru bergegas untuk menutup pintu terdekat yang ada di sekitarnya. Sambil menutup setiap pintu, dia mengintip ke dalam, tetapi tidak menemukan apa pun.
Dia tidak tahu berapa banyak kata-kata Elsa yang bisa dipercaya, tapi――

[Subaru: Apa yang harus dilakukan … apa yang harus dilakukan apa yang harus dilakukan apa yang harus dilakukan apa yang harus dilakukan apa yang harus dilakukan――]

Pertanyaannya yang tak ada habisnya.
Mengapa Elsa ada di sini? Dari semua putaran kematian, ini adalah yang paling awal dia muncul di Mansion. Hari keenam, lalu hari keempat, dan sekarang hari kedua―― tidak peduli kapan, Elsa selalu menyerang pada hari yang sama ketika Subaru tiba di Mansion.
Dia sudah menduga ini sebelumnya. Tetapi sekarang, setelah mendengar pernyataan Elsa di Perpustakaan, kecurigaan itu berubah menjadi keyakinan.
Tetapi jika itu masalahnya, lalu kenapa?

[Subaru: Kenapa tidak menunggu satu hari lagi …… atau beberapa jam lagi!]

Malam itu, Petra akan dibawa kembali ke desa.
Subaru sudah setengah yakin pada kenyataan bahwa Elsa akan menyerang Mansion. Melihat mayat Petra yang tak bernyawa tetap berada di belakang matanya. Jadi kali ini dia memutuskan untuk menempatkannya jauh dari pembantaian. Namun, meskipun demikian, kejahatan tiba lebih cepat daripada tindakan pembalasan yang dapat dia lakukan, dan gadis itu tidak dapat melarikan diri dari takdirnya.

[Subaru: Ini belum berakhir. Tidak perlu menyerah sekarang. Bahkan jika dia memiliki beberapa situasi yang membuatnya tak terkalahkan, masih ada peluang. Pasti ada. Bagaimana mungkin aku bisa kehilangan harapan sekarang ……!]

[Beatrice: Itu bukan harapan selama itu mudah untuk dilepaskan, kurasa … …]

[Subaru: Diam! Diamlah dan biarkan aku membawamu! Orang gila itu ingin membunuhmu juga, kau tahu. Dia adalah orang mesum yang akan membuka isi perutmu dengan pisaunya dan menatap apa yang ada di dalamnya!]

[Beatrice: Ingin melihat usus seorang roh … selera yang buruk]

Sementara Subaru bergumam setuju, Breathrice tiba-tiba terlepas dari lengannya dan mendarat di lantai lorong. Dia dengan lembut menepuk-nepuk gaunnya, dan,

[Beatrice: Jadi, apa yang kau rencanakan sekarang, Nanokashira~?]
[T/N : Nanokashira, sebenarnya ini logat ngomong si Beatrice, karena di english logatnya ditulis dengan kata “I suppose” jadi saya jadikan seperti itu aja, biar lebih meresapi ya, kalau gak setuju komen ya]

[Subaru: Ini bukan tentang apa yang aku rencanakan. Prioritas sekarang adalah untuk memeriksa apakah Petra dan Rem selamat. Dan kemudian …… bagaimanapun, kita akan melarikan diri dari Mansion bersama. Kecuali, jika kau ingin mencoba dan melawannya?]

[Beatrice: … … Jika dia datang untuk membunuh Betty, jika aku membiarkannya, maka aku akan mendapatkan keinginanku …]

[Subaru: Aku tahu kau akan mengatakan itu, itu sebabnya aku menyeretmu keluar … Jika kau masih tidak menyerah dengan pikiran yang seperti itu, aku hanya perlu membawamu keluar dari sini. Jadi yang mana dari kedua hal itu?]

Memandang ke bawah kearah Beatrice yang tingginya hampir setengah dari tinggi Subaru, Subaru bertanya dengan nada keras menyuruhnya untuk memilih. Bisa dibilang, dia tidak benar-benar menawarkannya pilihan. Bahkan jika dia memutuskan untuk tetap disana, dia masih akan menyeretnya keluar dengan paksa.
Seolah telah menangkap niat Subaru, Beatrice menghembuskan nafas,

[Beatrice: Bahkan jika aku tidak dapat memilih tempat kematianku, setidaknya aku dapat memilih siapa yang akan membunuhku, Nanokashira~]

[Subaru: Bagaimana kalau kita diskusikan setelah kita berada di tempat yang aman. Ayo pergi!]

Melihat Beatrice bersedia mengikutinya, Subaru memegang tangannya dan mulai berlari. Tertinggal di belakangnya dengan pakaiannya yang terlihat rumit itu, Beatrice berjuang mengikutinya dengan langkah kecilnya yang pendek. Belum sampai kaki itu melangkah 10 langkah,

[Subaru: Aaaah, ayo! Akan aku gendong kau!]

Dia menggendongnya dengan tangan dan membawanya ke pelukannya.
Beatrice jauh lebih ringan daripada yang dilihatnya. Dia tidak tahu apakah ini karena dia adalah roh, atau apakah itu hanya karena pertumbuhannya yang terhambat.

[Beatrice: … … lepaskan, Nanokashira~]

[Subaru: Jika kita pergi mengikuti kecepatanmu itu dia akan langsung menangkap kita! Lebih cepat jika aku hanya menggendongmu! Selain–]

Bahkan ketika Beatrice menyuarakan penolakan di pelukannya, tangannya mencengkeram bagian depan jaket Subaru seolah mencari sesuatu untuk berpegang. Menyadari hal ini, Subaru terdiam, dan tidak menegur atau membantah atau bahkan mengomentari masalah itu.
Itu sudah cukup, pikirnya saat ini.

[Subaru: Pokoknya, sebelum Elsa muncul …… kita lebih baik menemukan Petra dan Rem!]

[Beatrice: Aku pikir ada seorang pelayan lagi di Mansion ini]

[Subaru: Frederica …… lebih baik jika kita tidak bertemu dengannya sekarang … Kurasa …]

Kata-kata terakhir Subaru itu di ikuti dengan pikirannya yang tiba-tiba teringat sosok pelayan berambut pirang . Beatrice berkerut alis karena reaksinya, tetapi tidak mengatakan apa-apa pada akhirnya.
Saat ini, dia ingin menghindari pertemuan dengan Frederica. Begitu dia telah memastikan bahwa dua gadis lainnya aman, dia akan pergi menemukannya, dan kemudian barulah bertanya padanya.

Jika apa yang Subaru bayangkan adalah benar, maka dia yakin akan hal itu――

――Petra ada di meja makan, berbaris di samping peralatan makan.

Taplak meja yang putih telah diwarnai oleh warna merah tua dengan Petra di tengahnya. Beberapa waktu telah berlalu, dan darah yang tumpah mulai berubah menjadi kehitaman, yang hanya memberikan sebuah pemandangan mengerikan.

[Subaru: Petr … a ……]

Dengan langkah yang goyah dan gemetar, Subaru perlahan mendekati meja.
Terbaring di tengah meja adalah Petra. Ekspresi kesakitan dan kengerian yang berurai air mata terpaku di wajahnya yang cantik, dan matanya terbuka seolah sedang mencari sesuatu di saat-saat terakhir. Terdapat darah yang keluar dari sudut bibirnya yang setengah terbuka, dan luka fatal itu tentu saja luka dalam yang dapat dilihat di pinggangnya.
Pakaian pelayannya yang telah menghiasinya begitu manis dan seperti seorang peri ketika dia berputar di depan Subaru―― terpotong hingga ter nganga dari dada ke perut bagian bawah, sementara darah dan usu5 yang tumpah dari perutnya membuat tubuh gadis itu semakin terasa ringan.

[Subaru: ―――― ug]

Sesuatu muncul di dalam tenggorokannya. Bukan karena ingin muntah, tetapi ingin menangis.
Dia merasakan panas yang membakar di bagian belakang matanya, dan sebelum itu bisa meluap, dia mengulurkan tangannya ke wajah Petra. Ekspresinya tetap kusut dan terdiam karena ketakutan. Setidaknya yang bisa dia lakukan adalah menutup matanya, dan kemudian, seperti yang dia lakukan sebelumnya, Subaru melepaskan jaketnya dan meletakkannya di atas tubuhnya.
Berapa kali dia gagal menyelamatkannya, dan pada akhirnya selalu berakhir seperti ini?

Sudah berapa kali dia tahu itu akan terjadi dan tetap membiarkan anak ini mati?
Dan berapa kali gadis ini harus menderita hanya karena gadis itu menyukainya?

[Subaru: Maafkan aku …… maafkan aku, maafkan aku …… Petra ……]

Bahkan permintaan maafnya yang berkali-kali terasa hampa.
Dengan tidak ada yang melindunginya, dia bertemu pembunuh menyeramkan di sini, dan tanpa ampun dibunuh sambil memanggil-manggil nama Subaru.
Hatinya mungkin hancur karena kesedihan. Tubuhnya mungkin dipenuhi ledakan api yang membara.

Jika seandainya kebencian bisa membunuh seseorang, Subaru bisa membunuh Elsa jutaan kali sebelum kebenciannya habis.
Sedalam itulah dosa yang dia lakukan. Dan dia akan membuatnya menyadari itu, bagaimanapun caranya.

[Subaru: Untuk itu, aku tidak bisa membiarkan lingkaran kematian ini berakhir begini saja ……]

[Beatrice: Lingkaran kematian……?]

[Subaru: Aku Cuma bicara sendiri. Aku tidak ingin meninggalkan Petra seperti ini …… tapi tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang. Mari kita cari Rem dulu. Kita akan membawanya dan meninggalkan Mansion. Apa kau masih belum bisa menggunakan Pintu Penyeberangan?]

[Beatrice: Untuk melakukan hal itu, kita harus melewati Perpustakaan Terlarang. Aku menduga bahwa pintu saat ini sedang terbuka, Nanokashira~]

[Subaru: ――Begitu ya …]

Cara untuk menutup Pintu Penyebrangan cukup sederhana.
Pertama, buka semua pintu di Mansion untuk menghilangkan sebanyak mungkin opsi. Kemudian, cukup biarkan pintu Perpustakaan Terlarang terbuka, dan dengan demikian akan mencegah pintu-pintu potensial lain terhubung dengannya.
Bahkan jika hanya sebuah tongkat ditinggalkan untuk menjaga agar pintu tidak tertutup, Beatrice tidak akan pernah bisa memanggil Perpustakaan kepadanya.

[Subaru: Apa kau tahu di mana Perpustakaan Terlarang terhubung sekarang?]

[Beatrice: Tentu saja. ――Saat ini berada di bagian barat, ruang tamu di lantai tiga, Nanokashira~]

Jika pintunya berada di bagian barat, terdapat jarak yang jauh antara sana dan ruang makan di Gedung Utama. Tapi karena pintunya terbuka, itu berarti Elsa sudah meninggalkan Perpustakaan Terlarang.
Dengan hidung dari seorang pembunuh seperti itu, itu tidak akan lama sebelum dia dapat menemukan Subaru.
Tidak ada waktu lagi.

[Subaru: Kita tidak punya waktu untuk panik sekarang. Kalau begitu, ayo cepat dan temukan Rem ……]

Menyeka air mata yang mengalir dari kedua matanya dengan punggung tangannya, Subaru melihat ke arah tujuannya. Rem tertidur di kamarnya di ruang para pelayan di bagian timur. Jika Elsa memulai pencariannya di bagian barat, seharusnya dia belum sampai di sana.
Tapi itu adalah Elsa,

[Subaru: Kemungkinan besar Frederica ada di sana ……]

Mengingat berapa banyak kebaikan Rem yang dirasakan oleh Subaru, Frederica akan berpikir bahwa Subaru akan pergi ke tempat Rem setelah menjauh dari Elsa. Dalam hal itu, sangat mungkin dia sudah ada di sana lebih dulu.
Melihat Subaru memegangi dagunya, Beatrice menyipitkan matanya.

[Beatrice: Ini agak menggangguku tapi,. … … Apakah kau mencurigai pelayan itu, Nanokashira~?]

[Subaru: … … aku tidak ingin mencurigainya, tapi …]

Subaru menjawab pertanyaan Beatrice dengan anggukan kecil.
Serangan Elsa ke Mansion Roswaal mungkin karena pengkhianatan Frederica: mengenai itu, Subaru hanya setengah yakin.

Ini adalah ketiga kalinya Subaru bertemu dengan Elsa di Rumah Roswaal.
Dua pertemuan terakhir terjadi pada hari keenam dan keempat, keduanya setelah beberapa hari berlalu sejak kepergiannya. Namun, kali ini, dia baru kembali setelah dua hari, namun dia muncul lagi.
Setiap kali, Elsa muncul seolah menunggu kedatangan Subaru. Adapun cara dia berhasil melakukan ini, Subaru hanya bisa mencurigai keberadaan seorang informan.

[Subaru: Pada hari yang sama ketika aku kembali ke Mansion, Elsa juga masuk ke dalam … Aku berpikir bahwa perjalanan ke rumah di pegunungan akan menjadi bagian dari itu, tapi ……]

Subaru telah menduga sejak awal bahwa Elsa bersembunyi di rumah dekat pegunungan dan dibawa masuk ke dalam oleh Frederica. Jadi kali ini, ketika dia kembali, Subaru bertanya apakah dia akan “menuju rumah di pegunungan”.
Tetapi dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan tentang jawaban atau sikap Frederica, jadi dia mengabaikannya untuk sementara, berpikir bahwa dia terlalu memikirkan itu.

[Subaru: Tapi ada lebih dari satu cara yang bisa dia lakukan … dan bukan berarti aku bisa membaca pikirannya. Aku mungkin telah ditipu dan belum menyadarinya]

Subaru berpikir bahwa dia telah menyembunyikan kecurigaan terhadapnya. Tapi sebaliknya, dia pasti merasakan kecurigaan itu dan bertindak dengan ekstra hati-hati.
Itu adalah kesalahan Subaru, dan hasilnya adalah kehidupan gadis itu diambil darinya untuk yang kedua kalinya.
Kematian Petra sepenuhnya merupakan kesalahan Subaru karena gagal membawanya pergi dari sini. Itu sama saja dengan Subaru yang membunuhnya.

[Subaru: Tapi … Petra menatap ke arahmu ……!]

“Kakak Frederica”, dia bisa ingat ketika Petra memanggil orang yang mengajarinya.
Bukankah itu menyakitkan baginya mengetahui bahwa Petra, yang begitu memujanya, dibunuh oleh si pembunuh itu?
Apa yang dia pikirkan ketika dia ikut andil dalam pembunuhan ini?

[Subaru: Lebih dari … cara dia melumpuhkan Pintu Penyebrangan milik Beatrice. Jujur saja, aku terkejut bagaimana dia berhasil membobolnya seolah itu hanya mainan anak-anak]

[Beatrice: … … Betty tidak berpikir itu bisa dengan mudah dirusak. Itu bukanlah metode yang dapat dipikirkan oleh seseorang, Nanokashira~]

[Subaru: Diberikan waktu yang cukup, aku mungkin sudah memikirkan itu …… tapi masalahnya adalah waktu tersebut. Dia tidak akan bisa masuk kecuali dia tahu tentang dirimu dan mekanisme di balik Pintu Penyeberangan sebelumnya. Tidak mungkin Elsa memikirkannya saat itu dan ketika itu saja. Jadi dia pasti mengetahuinya dari seseorang yang ada di dalam rumah juga]

[Beatrice: Sepertinya kau kenal baik dengan wanita gila itu. Di mana kalian bertemu, Nanokashira~?]

[Subaru: Dia sedikit memotong bagian perutku ketika di Ibukota. … … Benar, itu adalah luka pertama yang kau sembuhkan untukku, ingat?]

Mengingat kembali, Elsa adalah alasan utama kenapa Subaru harus memasuki Mansion Roswaal. [Ah], Beatrice mengangguk seolah mengerti.
Bagaimanapun juga, ini bukan waktunya untuk mengenang masa lalu.

[Subaru: Ngomong-ngomong, kita harus pergi ke tempat Rem. Jika Frederica ada di sana …… bisakah aku mengandalkan bantuanmu?]

[Beatrice: Kau bahkan tidak mempunya kemampuan untuk melindungi gadis yang kau cintai, Nanokashira~? Di cintai oleh pria yang seperti itu … Memikirkannya saja sudah membuatku ngeri]

[Subaru: Jika perasaan dapat menjatuhkan paus yang ada di langit, aku akan menjatuhkannya sebanyak yang kau mau, tetapi dunia tidak begitu baik padaku, Kau tahu]
[T/N: Perasaan jadi tolak ukur]

Meskipun komentarnya meremehkan, Beatrice sepertinya menerima permintaan Subaru. Bahkan pertengkaran ini mungkin sebuah perhatian dari Beatrice kepada Subaru. Kemungkinan besar, dia melakukan ini untuk menenangkan pikirannya dari Petra.
Tidak seperti Subaru, yang tidak menyadari kesedihan Beatrice dan bahkan sekarang tidak bisa menawarkan satu solusi pun kepadanya, Beatrice jauh lebih cerdas. Dan itulah kenapa dia selalu mengandalkannya.

[Subaru: Ayo pergi]

[Beatrice: Mm, baiklah, Nanokashira~]

Tentu saja, Beatrice yang mengulurkan tangannya, dan disambut oleh Subaru tanpa keberatan. Mengangkat gadis kecil yang ringan itu, Subaru mulai berlari seperti yang dia lakukan sebelumnya.
Berdekatan dengan bagian timur, Subaru mencoba yang terbaik untuk mempercepat langkahnya, meskipun ia tahu bahwa itu mungkin tidak ada gunanya. Karena Elsa tidak tampak datang mengejarnya saat dia menaiki tangga ke lantai dua, dan kemudian yang ketiga. Dengan ragu-ragu dia memunculkan kepalanya ke lorong, dia memeriksa bayangan apa pun yang ada disekitarnya――

[Subaru: ――――]

Melihat sosok di luar ruangan, Subaru dengan cepat menundukkan kepalanya.
Melihat Beatrice yang diam-diam menatapnya dalam pelukan, Subaru mengangguk, dan menjulurkan kepalanya sekali lagi— sepertinya ada orang yang tinggi sedang bersandar di pintu.
Bahkan dari jauh, tidak akan salah mengira bahwa itu adalah rambut emas dan seragam pelayan.
Itu adalah Frederica. Tepat saat dia berpikir, dia berdiri di luar kamar tidur Rem, menunggu kedatangan Subaru.

[Subaru: Apa yang akan kita lakukan ……? Pura-pura tidak ada yang terjadi lalu menyapanya? Jika dia belum bertemu dengan Elsa, dia mungkin tidak tahu jika kita mencarinya……]

[Beatrice: Jika prediksimu benar, maka saat pelayan itu mengundang musuh ke Mansion, dia sudah tidak peduli tentang perasaan kita. Selain itu, ketika kau terakhir berpisah dengan pelayan itu, kau memasuki Perpustakaan Terlarang, Nanokashira~. Saat kau melangkah keluar, kau sudah tidak punya alasan lagi]

[Subaru: Kalau begitu, kita harus menerobos dari depan]

Senjata pilihan Frederica adalah sesuatu yang tampat seperti sepasang sarung tangan dengan cakar. Baik dari kepeduliannya dan fakta bahwa dia adalah kakak dari Garfiel, bahkan jika Subaru tidak pernah melihatnya bertarung, dia bisa membayangkan betapa kuatnya dia. Kemungkinan keberhasilan mereka menerobos dari depan hampir tidak ada.

[Subaru: Aku akan segera melepaskan Shamac, dan jika kita berhasil membuatnya terkejut, bisakah kau menyerangnya dengan beberapa serangan sihir jarak jauh …? Bahkan jika kita tidak bisa melawannya, membuatnya mundur saja sudah cukup ……]

[Beatrice: Itu terlalu ringan bagi seorang pengkhianat, Nanokashira~. Kau tidak akan bisa menghadapi lawan dengan niat membunuh tanpa niat yang sama pula.]

Mendengarkan ucapan Beatrice yang dingin, meskipun dia tahu bahwa dia benar, Subaru masih enggan mengikuti sarannya. Bahkan setelah mengetahui orang tersebut adalah pengkhianat, dia masih lah orang yang pernah memperlakukannya sebagai seorang teman. Selama Subaru bisa mengingat masa-masa itu, dia akan merasa sulit melakukannya.
Bahkan jika, secara alami dari segi konsekuensinya, Frederica sangat bertanggung jawab atas kematian Petra.

[Subaru: Beatrice. Aku akan mengacaukan pandangannya dengan Shamac. Aku akan mengandalkanmu untuk menyerangnya dengan serangan biasa]

[Beatrice: ――Kau sadar kan kalau sesuatu bisa berjalan buruk jika kita terlalu lunak kepadanya, Nanokashira~?]

[Subaru: Ada beberapa hal yang masih ingin aku tanyakan padanya. Jangan terlalu memikirkan itu]

“Bukankah itu sudah sedikit terlambat untuk itu?”, Ekspresi Beatrice sepertinya mengatakan begitu, tapi, melihat Subaru menundukkan kepalanya, dia menghela nafas melalui lubang hidungnya dan tidak mengatakan apa-apa.
Mengingatkan padanya untuk tidak memikirkan itu, Subaru mengambil napas dalam-dalam, dan membuka dan menutup telapak tangannya. Tubuhnya masih agak lelah, tapi sepertinya dia masih bisa menggunakan satu Shamac lagi ――

[Subaru: Berpeganganlah padaku. ――SHAMAC!]

Bergegas masuk ke lorong, sebelum Frederica bisa berbalik, asap hitam melesat keluar dari telapak tangan Subaru yang terulur.
Dengan sempurna, itu menutupi ruang antara Subaru dan Frederica seperti yang telah dilakukan di Perpustakaan. Tapi, di sepanjang jalan, merasa kepalanya semakin berat karena kehilangan Mana yang berlebihan, Subaru jatuh berlutut dan pingsan ke lantai.
Melangkah keluar dari sampingnya, Beatrice memegang tangannya di depan saat dia maju. Meneriakkan sesuatu di bawah napasnya, sebuah lubang hampa yang melengkung di atmosfer, dari sana munculah tombak yang diselimuti oleh api berwarna ungu.
Ujungnya yang terbakar menyebabkan atmosfer bergetar, tombak dengan batu permata itu melayang di udara. ――Mengabaikan keluhan Subaru sebelumnya, sihir itu jelas mematikan, Beatrice menembakkan tombak itu ke arah bayangan――

[Beatrice: … ..ada sesuatu yang aneh]

Beatrice bergumam dengan memiringkan kepalanya.
Subaru tidak mengerti dengan reaksinya, tetapi tombak itu berhenti di tengah udara, dan lalu dia mengulurkan jarinya, Beatrice membuat tombak tergeser ke kiri dan kanan.
Dengan gerakan sederhana ini, kegelapan dari Shamac Subaru pun terhalau. Itu karena, dirinya juga sebagai pengguna Sihir Kegelapan, pengaruh Beatrice jauh lebih besar daripada Subaru.
Melihat buah dari usahanya yang melelahkan itu dengan mudah tersapu, Subaru hanya bisa memandang dengan cara yang bodoh. Namun perasaan itu segera menghilang.
Ketika dia menyadari alasan Beatrice menghentikan serangannya.

[Subaru: ――――]

Dengan kegelapan yang sudah menghilang dari lorong itu, Subaru maju lurus ke arah Frederica.

Dengan tubuh yang sangat kelelahan dan Mana yang sudah habis, merangkak dengan kecepatan yang seperti kura-kura, Subaru merangkak menuju kakinya. Tidak perlu lagi berhati-hati. Karena dia tidak bereaksi terhadap tindakannya. Tidak sama sekali.

――Dia tidak akan pernah bereaksi lagi.

[Subaru: ……kenapa]

Frederica sudah mati, berjaga di depan kamar Rem.
Perutnya ditusuk oleh pisau Kukri, membuatnya tersandar dan terpaku di pintu. Di tangannya yang pucat tergantung sarung tangannya. Sebagai bukti bahwa itu adalah pertarungan yang sulit, pakaiannya penuh dengan luka.
Tubuh Frederica dingin, dan ekspresinya menunjukkan bahwa dia sudah lama mati. Wajahnya yang kaku mengungkapkan kepahitan dan penyesalan, dan Subaru tahu bahwa dia sudah menjaga pintu itu dengan hidupnya.
Dengan kata lain, Frederica telah berjuang sampai akhir hingga penyerang tidak akan memasuki ruangan ini.

Dia tidak akan punya alasan untuk melakukan ini jika dia adalah orang yang membawa masuk si pembunuh itu kemari.

[Subaru: Aku benar-benar mencurigaimu …… ketika kau …]

Menutupi wajahnya sendiri dengan telapak tangan, Subaru melakukan yang terbaik untuk menerima kenyataan yang ada di depan matanya.
Frederica mati dengan luka pisau di sekujur tubuhnya. Sekarang dia telah melihatnya seperti ini, bagaimana mungkin dia bisa mengatakan Frederica adalah seorang informan atau pengkhianat?
Apakah ini buah dari ketidakpercayaannya? Dia sangat ingin menuduh Frederica, padahal sebenarnya, dia hanya ingin alasan untuk mengurangi kesalahannya sendiri.
Dia harus mengakui itu.

[Subaru: ――Aku sudah salah … … aku tidak bermaksud]

Frederica bukan pengkhianat.
Dia berjuang sampai mati, menjaga Rem sampai akhir. Dilihat dari seberapa dingin tubuhnya, dia mungkin mati lebih dulu dari Petra yang ada di ruang makan.
Dia tidak akan punya waktu untuk membawa Elsa ke Perpustakaan Terlarang.

[Subaru: … … Rem]

Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
Menenangkan pikirannya yang kacau, hal pertama yang terlintas dalam kepalanya adalah gadis cantik yang sedang tidur di dalam ruangan yang dijaga oleh Frederica.

Tubuh kaku Frederica terasa sangat berat, dan menyingkirkannya dari pintu itu akan sangat sulit. Subaru harus sangat berhati-hati agar tidak melukai dirinya lebih jauh lagi. Meskipun jari-jarinya tidak sabar seperti hatinya.
Tapi, dugaan Subaru terhadap pengkhianatan,

[???: –Akhirnya aku menemukanmu]

Di ujung lorong, tampak bayangan hitam.
Elsa membungkuk rendah dengan kepangan gaya Prancisnya yang berayun, meletakkan telapak tangannya ke lantai, mengawasi mereka dengan mata yang haus akan pembunuhan. Tatapannya melihat ke atas dan ke bawah tubuhnya, Subaru terdiam di tempatnya. Tidak membiarkan kesempatan ini hilang, bayangan Elsa melesat di koridor.
Maju tanpa bersuara, tidak lain adalah “Kematian” yang mendekat.

[Beatrice: Kau akan membuat kesalahan besar jika kau pikir kita akan menyerah begitu saja]

Tapi ada seseorang yang menghalangi Elsa.
Beatrice dengan ringan mengangkat tangannya ke arah tombak berlian yang sedang menunggu dengan sasarannya adalah Elsa.
Tombak yang telah mengunci targetnya itu melejit dalam suara kemenangan terhadap target baru yang akan dihancurkan.

[Elsa: Itu mainan yang sangat berbahaya untuk anak kecil]

[Beatrice: Apakah itu mainan anak kecil atau bukan, kita bisa mencobanya ke tubuhmu]

Elsa tersenyum di hadapan sihir yang mengerikan itu. Dan, seolah untuk menghapus senyum itu dari wajahnya, tombak permata milik Beatrice melesat kedepan.
Kecepatan tombak itu jauh melampaui Serangan es milik Emilia yang pernah Subaru lihat. Meskipun hanya ada satu, itu tepat mengarah ke Elsa saat dia melesat ke depan dengan momentum yang sama―― tapi, sambil membungkuk dengan dadanya yang hampir menyentuh lantai, Elsa menghindari serangan itu.

[Elsa: Sayang sekali. Bidikan dan kecepatanmu masih belum cukup]

Merasa senjata itu melewati kepalanya, Elsa bergumam tanpa ada rasa takut ketika dia mengarahkan pisau Kukri miliknya ke arah Beatrice.
Kilauan kusam dari pisau itu mendekati tubuh Beatrice, mengancam untuk membelah sosok mungilnya menjadi dua――

[Beatrice: Kau adalah satu-satunya yang berpikir kalau itu meleset, Manusia]

Lalu, Beatrice mengepalkan telapak tangannya yang terbuka, dan tombak permatanya membengkak. Melanjutkan jalannya setelah meleset dari sasaran, tombak tiba-tiba membesar di ujung lorong dan meledak seperti balon yang pecah di belakang Elsa yang terkejut.

[Elsa: ――Ini!]

Serpihan tombak yang meledak itu berubah menjadi tombak yang lebih kecil, mengelilingi Elsa dari segala arah.
Meskipun mereka disebut tombak kecil, besarnya tidak lebih dari jari telunjuk Subaru. Banyaknya jumlah tombak itu yang tak terhitung, mengambang di udara, setiap ujung tombaknya mengarah ke Elsa.
Lalu,

[Beatrice: Ini akan menjadi hukumanmu karena masuk tanpa izin ke Perpustakaan Terlarang Betty, Nanokashira~. ――Diseret dan di cincang, akan menjadi akhir yang pas]

Mengatakan kalimat tanpa ampun ini, dia menembakkan tombak permata itu.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded