Re:Zero Arc 4 Chapter 75 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Orang Itu

Tersentak disebabkan ledakan sebelumnya seolah seperti karpet yang diinjaknya ditarik dengan kencang, Subaru membelalakkan matanya pada gadis berambut pirang itu yang melotot padanya.
Matanya yang biru penuh dengan amarah yang sangat hebat dan wajahnya yang cantik diwarnai rona merah, itu adalah Penyihir―― Minerva.

Melihat Subaru yang membatu karena melihat tatapannya, dia berbalik kearah Echidona yang sama sekali tidak terpengaruh, berdiri di hadapannya.

[Minerva: Akan aku katakan lagi, ini dihentikan. Aku tidak akan membiarkan kontrak semacam ini]

[Echidona: …… Hm. Sekarang… perkembangan situasinya benar-benar tidak terduga]

Itu adalah perasaan yang dekat dengan permusuhan, dan terlalu kasar untuk disebut kemarahan. Berdiri di dalam kawah yang dia ciptakan, dengan fokus mengarahkan ini pada Echidona, Minerva melipat tangannya, mengangkat dadanya yang besar sambil menggigit bibirnya.

[Echidona: Tentu saja―― kau pasti memahami arti dari membuat kontrak dengan seorang Penyihir. Kenyataan bahwa kau memilih untuk ikut campur … apa mungkin, kau juga ingin menyegel kontrak dengannya? Atau mungkinkah kau sebenarnya mau hanya saja tidak ingin mengatakannya?]

[Minerva: Apa kau tidak bisa melihat dari amarahku saat ini yang tidak bisa tenang? Aku sedang marah. Aku sangat marah. Aku sangat kesal, kesal sekali.]

Dihadapan Echidona yang berusaha untuk menyindirnya, Minerva membalas dengan pipinya yang semakin memerah. Air mata menggenang di matanya disebabkan intensitas emosinya, sementara wajahnya cemberut seperti anak kecil yang merajuk.
Wajah kekanak-kanakannya sangat bertentangan dengan sosoknya yang aduhai―― Subaru tidak bisa menahan diri dari melihat karakter yang semacam ini.
Lagipula,

[Subaru: Apa … yang kau lakukan di sini?]

[Minerva: Apa. Apa aku tidak diijinkan berada di sini?]

[Subaru: Baik, bukan. Bukan begitu … tapi …… Maksudku, Echidona ada disini]

Mengatakan ini, Subaru menunjuk pada Echidona saat Minerva menggembungkan pipinya karena ketidaksenangan. Tidak mengerti maksudnya, Minerva memiringkan kepalanya, sementara Echidona, tampak mengerti itu, dengan ringan menggenggam tangannya dan mengangguk,

[Echidona: Ah, aku rasa aku mengerti kenapa kau bingung. ―― Kau pasti terkejut melihat Penyihir lain bermanifestasi saat aku masih di sini, benar?]

[Subaru: Y-ya. Maksudku, karena aku selalu bertemu dengan Penyihir hanya satu persatu…. Aku pikir mereka akan mengambil posisimu ketika mereka muncul. Tapi……]

[Minerva: Aku rasa dia tidak pernah bilang kalau kami tidak dapat muncul secara bersamaan. Itu terdengar seperti lelucon, seperti yang barusan dilakukan oleh Penyihir kejam ini!]

Dengan terengah-engah karena amarahya, Minerva dengan mudah menepis protes Subaru. Bergumam [Serius …?] di bawah napasnya, Subaru menatap Echidona. Tetapi, di depan tatapan Subaru dan Minerva, Echidona tidak berusaha untuk menyangkalnya.

[Echidona: Aku tidak ingin kau salah paham. Memanggil Penyihir lain kesini adalah tindakan yang berat dan berisiko untuk dilakukan. Ada kemungkinan mereka bahkan dapat merebut kendaliku atas tempat ini, atau, bahkan jika mereka tidak dapat melakukannya, itu masih sangat melelahkan untuk memanifestasikan makhluk sekuat mereka]

[Subaru: Jadi… itu sebabnya? …… Tidak, tapi, kau ……]

[Echidona: Aku tidak pernah berbohong tentang hal ini. Aku bisa meyakinkanmu]

Dengan satu pernyataan tajam itu, Echidona mengiris kata-kata Subaru yang terdengar ragu.
Itu benar. Subaru mencoba untuk mengingatnya, Echidona tidak pernah mengatakan apapun tentang situasi sekarang ini yang bisa disebut kebohongan.
Imajinasi Subaru sendirilah yang membayangkannya begitu ketika dia disajikan dengan fenomena ini.
Jadi, pada akhirnya, secara teknis, Echidona tidak membohonginya, tapi,

[Echidona: Aku hanya tidak ingin kau tahu bahwa Penyihir lainnya dapat bermanifestasi sesuai keinginan mereka, dan membuat mereka mengambilmu dariku]

[Subaru: H, uh?]

[Echidona: Bagiku, kau adalah tamu pertama yang aku miliki setelah sekian lama. Mengobrol denganmu telah menggetarkan hatiku yang jarang merasakan hal seperti ini, baik itu sebelum atau sesudah kematianku. Jika aku mengatakan kepadamu bahwa aku hanya ingin kau di sini, hanya untuk diriku, apa kau akan mencaci-makiku karena kedangkalanku ini?]

[Subaru: ――――]

[Echidona: Aku tahu aku selalu mengatakan ini, tapi aku sangat menyukaimu. Jadi, aku tidak ingin kau tertarik pada Penyihir lain yang lebih mempesona dan lebih berguna daripada diriku. ――Silahkan saja, kau bisa menertawakanku jika kau mau]

Jadi keinginan yang ekstrem dan mengerikan untuk memiliki ini adalah alasannya untuk menyembunyikan hal itu darinya.
Mendengarkan alasan Echidona dalam diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Subaru bertanya-tanya kenapa dia terlalu terobsesi padanya—bagaimana caranya Subaru menjamin perasaan semacam ini?
Sama seperti Penyihir Kecemburuan, dan sekarang Echidona juga. Kenapa mereka seperti itu――

[Minerva: Apa segitu mudahnya kau dibohongi!?]

[Subaru: ――Ddgah!?]

Saat pikirannya hanyut dalam perkataan itu, kepala Subaru dipukul dengan lembut dari belakang.
Dia berbalik memegang kepalanya, dan melihat Minerva tepat ada di belakangnya. Minerva mengambil tangan Subaru yang ada dibelakang kepalanya, dan, dalam satu gerakan yang mulus, dia memutar lengannya dan membalikkannya ke tanah.

[Subaru: Oa, aah! Tung-, sakit sakit, sakit …… atau … tidak sakit?]

[Minerva: Ketika aku secara langsung menyentuh apapun yang hidup, tidak peduli apapun yang aku lakukan, itu akan mengubahnya menjadi penyembuhan. Aku bisa memukul dengan segenap kekuatanku dan itu akan menutup sebuah luka, aku bisa menjatuhkanmu ke tanah dan itu akan menyembuhkan rasa sakitnya, aku bisa menguncimu dan itu akan menyembuhkan rasa sakit di pundakmu …!]

[Subaru: Jadi …… itu sebabnya tubuhku tidak sakit, tapi]

Sementara tubuhnya sedang menikmati kekuatan penuh dari Penyihir Kemarahan, Subaru dengan panik memutar lehernya untuk melihat ke arah Minerva saat dia menguncinya.
Meskipun tulang-tulangnya berderak dan kepalanya yang memutar tampak tidak wajar, persendiannya yang sedang berpilin, bukannya merasa sakit, tapi yang ia rasakan adalah kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Penyihir ini, memiliki Otoritas yang aneh untuk memberikan penyembuhan di setiap tindakannya. Setelah dipikir-pikir, Subaru tidak memiliki satu pun kesan buruk tentang dirinya hingga saat ini, tapi,

[Subaru: Apa yang ingin kau lakukan ……?]

[Minerva: Jika aku tidak melakukan ini, kau akan dengan senang hati dibujuk agar mau menandatangani kontrak dengan Echidona. Sikap yang ceroboh dan otakmu yang sangat bodoh ini benar-benar membuatku kesal!]

[Echidona: Membujuk, membuatnya terdengar buruk. Aku hanya menjelaskan manfaat dari menyegel kontrak denganku dan dapat mencapai saling pengertian……]

[Minerva: Bagiku, itu cuma caramu membuatnya terdengar seolah kau telah memenuhi tanggung jawabmu. Kau menjelaskan manfaatnya dengan baik. Kau benar-benar melakukannya dengan baik …… tapi ketika itu adalah dampak kerugian dari melakukan kontrak kau tidak mengatakan apa-apa!]

Dengan amarahnya, Minerva menghentakkan kakinya kebawah. Tempat di mana tumitnya mendarat tepat di pantat Subaru, saat dia merasakan sensasi tumit yang tak dapat dijelaskan itu berada dibelakangnya ketika kekuatan itu tidak dapat dirasakannya, namun membuat tanah itu hancur.
Sementara merasakan fungsi pencernaan perutnya yang semakin baik disebabkan serangan tadi, hingga Subaru terkejut, ia mulai menyadari arti kata-kata Minerva.

―― Memang benar, bahwa percakapannya dengan Echidona tadi tidak membahas mengenai dampak kerugian melakukan kontrak sama sekali. Bagaimana mungkin dia sampai tidak menyadari itu?

[Subaru: Tidak, tapi …… menyebutnya dengan dampak kerugian …… ini tidak seserius itu, kan?]

[Minerva: “Tidak akan seburuk itu”, apakah itu yang kau pikirkan? Kau terlalu mudah menerima kontrak. Terutama ketika orang itu adalah seorang Penyihir―― salah satu orang yang menyandang nama-nama dosa dari tujuh penyihir, yang telah membuat kontrak terbanyak, yang paling banyak berinteraksi dengan manusia, dan yang paling banyak terlibat disetiap sejarah: sang Penyihir Keserakahan]

[Echidona: Semua itu adalah pencapaian selama hidupku …… meskipun tidak semua dari mereka akan menjadi sesuatu yang kau sebut terhormat. Dan, memang benar bahwa menyegel kontrak denganku tidak selalu dapat menyelamatkan mereka semua]

Apa yang dikatakan Minerva adalah sesuatu yang tidak pernah diketahui oleh Subaru. Mendengar ucapan Minerva, Echidona bersikeras bahwa dia tidak memiliki niat buruk terhadap Subaru.
Terjebak di antara keduanya saat mereka saling menegaskan sikap mereka, kepala Subaru berada di puncak kekacauan.

Dia tidak tahu kata-kata siapa yang harus dipercaya.

Sejak Subaru terlibat dalam Ujian di dalam Makam, beberapa pertemuannya dengan Echidona dan sepanjang waktu yang mereka habiskan bersama dengan mengobrol mengenai kekhawatirannya telah membuatnya menganggap Echidona sebagai seorang rekan seperjuangan.
Maka, ketika ia mengusulkan untuk menjalin kontrak yang sah atas kerja sama mereka, sebagian dari diri Subaru bahkan merasa lega.

Di sisi lain, dibandingkan dengan waktu yang dihabiskannya bersama Echidona, ia hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berbicara dengan Minerva. Namun setiap kali, ketika dia berada di ambang kehancuran, dia dengan penuh belas kasih menyelamatkannya dengan tangannya yang kuat sebelum dia pergi layaknya badai tanpa menuntut rasa “Terima kasih” sebagai balasannya.
Minerva tidak memiliki alasan untuk berbohong pada Subaru, jadi jika itu adalah masalah yang penting baginya sehingga membuatnya harus menampakkan diri sebagai penengah, maka mungkin ada alasan bagi Subaru untuk mempertimbangkannya kembali dengan hati-hati.

Atau, sebenarnya, daripada merenung seperti ini, dia seharusnya menanyakan pertanyaan ini terlebih dahulu.
Itu adalah–

[Subaru: Echidona. Jika kita menyegel kontrak ini … kau harus mendapatkan sesuatu sebagai gantinya, bukan?]

[Echidona: …… Mn, itu benar. Kontrak membutuhkan kompensasi. Sama seperti aku yang akan menawarkan kepadamu pengetahuan yang kau cari, Kau juga akan memberiku kompensasi yang aku inginkan]

[Subaru: Tentu saja. Benar juga. –Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku? Jika aku menyegel kontrak denganmu, apa yang harus aku berikan kepadamu?]

Mulai saat ini, kapan pun dia terjebak dalam keputusasaan dan membutuhkan bantuan Echidona, apa yang harus dia bayarkan untuk bantuan itu?
Karena pertanyaan itu, pipi Echidona membentuk senyuman.

[Echidona: Kau tidak perlu khawatir. Apa yang aku inginkan darimu tidak begitu sulit untuk diberikan. Sebenarnya, kompensasi yang aku cari bukan dalam bentuk material, atau sesuatu yang sangat berharga, bisa dibilang permintaanku ini adalah tawaran yang adil]

[Subaru: ――Jadi … apa yang kau inginkan?]

[Echidona: Itu sederhana. ――Apa yang kau rasakan, apa yang kau pikirkan, apa yang tersisa di hatimu, apa yang kau ketahui, apa yang kau lakukan, apa yang kau ciptakan, dan semua buah yang disebut “Tidak Diketahui” yang lahir dari keberadaanmu, aku ingin selalu… menikmati itu]

Wajah Echidona memerah, seperti gadis muda yang dilanda jatuh cinta.
Buah yang disebut “Tidak Diketahui” ―― kalimat puitis itu membuat Subaru mengerutkan alisnya.

[Subaru: Apa-apaan … itu? Kau ingin aku menyerahkan perasaanku, ingatanku, kenanganku, apa itu yang kau maksud? Kalau begitu……]

[Echidona: Bukankah aku sudah memberitahumu? Tidak akan begitu masalah. Aku hanya ingin menyaksikan pemandangan yang kau lihat, melodi yang kau dengar, kisah-kisah yang kau ikat, semuanya dari panggung dan tempat duduk yang spesial. Yang aku inginkan adalah untuk mengalaminya. Untuk berada dalam posisi yang dapat memahami “Tidak Diketahui” yang kau ciptakan itu. Cuma itu, hanya dengan itu saja, aku akan puas]

Untuk menghilangkan kekhawatiran Subaru, Echidona dengan jelas menyatakan keinginannya.
Keinginannya hanya untuk menyaksikan Subaru menjalani kisahnya. Untuk melihat pemandangan yang sama dengan yang dia lihat. Untuk mengetahui perasaannya, mengetahui apa yang dia tahu, dan menyaksikan hasil dari tindakannya.
Inkarnasi dari Kehausan akan Pengetahuan, sang Penyihir dengan mahkota Keserakahan, hanya menginginkan itu.

[Subaru: Kau tidak, berbohong padaku, kan?]

[Echidona: Berbohong mengenai persyaratan kontrak itu terlalu konyol. Dan untuk diriku, aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah melakukan apa pun untuk mengkhianati ucapan itu. Aku bersumpah atas hidupku]

Menempatkan tangannya di dada, [Meskipun, aku sudah mati], Echidona mengakhiri kata-katanya dengan sedikit candaan.
Subaru tidak bisa merasakan kebohongan baik itu dari kata-kata maupun tingkah lakunya. Atau mungkin, itu hanya karena dia ingin mempercayainya.

[Subaru: Minerva. Karena Echidona sudah mengatakan itu … aku pikir aku akan ……]

[???: I-itu semua …… benar, tapi …… dia belum, memberitahumu setiap, halnya, kan?]

Tepat saat Subaru meminta Minerva untuk melepaskannya dari pegangannya, kali ini, dia mendengar suara orang lain yang memanggilnya. Itu adalah suara yang dia dengar sebelumnya dari sepuluh menit yang lalu―― suara yang benar-benar tidak memiliki perasaan positif bagi Subaru.

[Subaru: Camilla …… Penyihir Nafsu!]

[Camilla: Ja-jangan … lihat aku … dengan mata seram itu. A, aku …… tidak melakukan hal apapun…… yang me, mengerikan ……]

[Subaru: Mata yang menakutkan ini merupakan bawaan lahir. Aku tidak mencoba untuk menakut-nakutimu atau semacamnya]

Dengan Subaru yang masih tertindih di tanah, dihadapannya berdiri Echidona dan di belakangnya ada Minerva, ketiganya membentuk garis lurus, sementara, seseorang yang duduk di rumput tak jauh darinya, adalah seorang gadis berambut merah muda— Camilla.
Dia dengan takut menyembunyikan wajahnya dari tatapan Subaru, dan kemudian sedikit mengintip. Sikapnya menjengkelkan seperti biasanya, tapi Subaru tetap berhati-hati untuk tidak terpengaruh karena tatapannya, agar terhidar dari “Pikatan yang dapat mengancam jiwa”.
Kemudian, dia bertanya lagi,

[Subaru: Tapi, apa yang sebenarnya kau bicarakan? Aku tidak akan protes tentang banyaknya Penyihir yang muncul pada saat ini, tetapi jika ada se…]

[Camilla: E-Echidona-chan …… menyembunyikan banyak, banyak sekali hal, apa kau tahu itu……? Dia, tidak berbohong, tapi …… dia menyembunyikan banyak, sangat banyak ……]

[Subaru: Menyembunyikan .. menyembunyikan apa ……?]

Merenungkan kata-kata Camilla, Subaru memandang dengan memohon ke arah Echidona. Sementara Echidona berpaling ke Camilla yang muncul tiba-tiba dan menyipitkan salah satu matanya,

[Echidona: Aku bingung kenapa kau tiba-tiba muncul, jadi apa itu untuk menjelek-jelekkanku? Beneran deh, bagaimana mungkin dia sampai memikatmu? Tidak seperti Minerva, aku tidak melihat alasan mengapa kau merasa nyaman dengannya. Padahal aku pikir kau tidak menyukainya]

[Camilla: A-alasan, seperti …… Minerva-chan? Tidak, aku tidak punya…… hal seperti itu. Tapi, Echidona-chan, kau …… menipuku…… bukan?]

Berbicara dengan suara yang lemah dan gagap, Camilla menunduk ketika dia menanggapi pernyataan Echidona. Namun, tidak seperti suaranya yang lemah, isi sebenarnya dari kata-kata itu tidak menyiratkan adanya kelemahan.
Camilla melihat dengan gelisah kesekitarnya, dengan melirik beberapa kali pada Echidona,

[Camilla: A-aku tidak menyukainya……, tapi, kau telah menipuku…… E-Echidona-chan, jadi aku, tidak, berada di sisimu, lagi. Orang, yang m-menipuku, m-membenciku…… melakukan sesuatu, p-padaku…… aku tidak akan pernah memaafkannya]

―― Hanya ucapan terakhir yang dikatakan dengan jelas.
Karena ucapan itu, untuk sesaat, Subaru sulit percaya bahwa kata-kata itu berasal dari gadis yang ada di sampingnya.
Suara itu benar-benar terlepas dari kesannya terhadap gadis itu selama ini.
Kecuali,

[Camilla: ――――]

Masih terdiam, namun tetap teguh dan tak tergoyahkan, Camilla menatap pada Echidona.
Di matanya ada emosi yang tak terlukiskan — campuran dari sesuatu yang kelam dan muram, tak kenal ampun terhadap orang yang telah menyinggung perasaannya karena kesalahan mereka.
Itu murni kepercayaan diri ―― deskripsi itu tiba-tiba tergores kedalam pikiran Subaru.

[Echidona: Meskipun itu hal yang perlu dipertimbangkan, melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan Camilla adalah kesalahanku. Tidak ada yang lebih buruk daripada menciptakan musuhmu sendiri, Camilla]

[Camilla: S-semua orang, ada di pihakku …… jadi, itu, tidak akan menyenangkan, jika orang sepertiku, membenci,mu …… kau tahu? Kau bisa, meminta maaf, tapi, aku tidak akan, memaafkan,mu……]

Camilla sangat tidak seimbang dalam hal memberontak dan malu-malu
Kepribadiannya begitu tertutup sehingga dia terlalu takut untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan baik – tetapi itu sangat sedikit hubungannya dengan tekadnya yang kuat dalam membalas orang yang telah melukai hatinya.

[Subaru: Apa yang kalian …… apa yang kalian semua bicarakan !?]

Akhirnya, Subaru mengganggu suasana mencekam diantara kedua penyihir itu, memecah keheningan dengan berseru.
Merasa tatapan ketiga Penyihir jatuh padanya, Subaru dengan panik memutar lehernya, dan,

[Subaru: Berapa lama lagi kalian akan mengabaikanku !? Aku, aku lah yang harus memilih di sini! Katakan dengan cara yang bisa aku mengerti! Echidona, apa yang kau sembunyikan !? Dan kalian berdua, apa yang kalian tahu yang membuat diri kalian ingin menghentikanku !?]

[Minerva: Memanfaatkan kondisi mentalmu yang lemah saat ini sehingga membuatmu harus menerima bantuan yang ditawarkan tanpa pikir panjang …… ini semua perencanaannya yang matang untuk memikatmu di sini!]

[Echidona: Kau membuatku terdengar seperti penjahat. Bukankah itu akan membuatnya salah paham? Jika kita menyegel kontrak ini, aku pasti akan membantunya, dan membimbingnya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Permintaanku hanyalah untuk melihat apa yang dilihatnya, mendengar apa yang dia dengar, dan mempelajari apa yang dia pelajari dalam proses itu. Tidak satu pun dari hal yang aku katakan salah]

Minerva mengecam Subaru yang memprotes, suaranya gemetar karena marah. Sementara itu, Echidona tetap tenang seperti biasa.
Mendengarkan penjelasan Echidona, Subaru mulai merasakan bahwa ada sesuatu yang salah. Setelah mengatasi keadaan yang penuh kegilaan sampai sekarang, dia mencoba untuk meneliti ucapan Echidona. Atas sikapnya, dan mengapa dua Penyihir lainnya mencoba menghentikannya.
Apa yang sebenarnya kurang? Dia tidak mengatakan hal aneh. Kedua Penyihir lainnya mengakui bahwa dia tidak berbohong. Jadi, di mana masalahnya――?

[Echidona: Akan aku ulangi, Natsuki Subaru. Jika kau memilihku, memilih untuk menyegel kontrak ini denganku―― Aku tidak akan gagal menuntunmu menuju tempat yang kau inginkan …]

[????: ―― “Hingga akhir”, adalah sesuatu yang diperlukan untuk menolak janji ini, bukan? Haa …]

Ketika Echidona mengulurkan tangannya kepada Subaru, suara yang lesu mengakhiri kata-katanya.
Melihat ke atas, dia melihat monster yang memiliki rambut keunguan yang muncul di depan Camilla―― yang duduk di tanah, terkubur oleh rambutnya yang panjang, itu adalah Penyihir Kemalasan.
Bertambahnya jumlah Penyihir tidak mengejutkan Subaru lagi. Tapi, apa yang Subaru lakukan adalah,

[Subaru: Hingga, akhir……?]

[Sekhmet: Aku yakin Echidona, huu… pasti akan memenuhi kontrak, haa. Tapi, selama dia menyembunyikan kebenaran, huuu … bahwa dia bermaksud untuk memenuhi kontrak, haa. Dia mungkin bisa melakukan apa pun yang dia suka dalam prosesnya, huu]

[Subaru: Melakukan, apa yang dinginkannya――]

Mencoba untuk menghubungkan kata-kata Sekhmet yang terengah-engah dengan sesuatu yang dia rasakan sebelumnya, satu penjelasan muncul di pikiran Subaru.
Tetapi penjelasan itu terlalu sulit untuk diterima. Wajahnya menegang karena terkejut, Subaru memandang ke arah Echidona, yang telah menutup matanya, dan,

[Subaru: Echidona, jika aku mengikat kontrak denganmu …… kau pasti akan membawaku menuju masa depan yang cerah, apa itu yang kau katakan?]

[Echidona: Ya, benar. Begitulah. Tidak diragukan lagi, aku akan memenuhi kontrak ini hingga akhir. Dengan pengetahuan dan kemampuanku, kita pasti dapat mencapainya]

Ya, tentu saja, kontraknya akan dipenuhi.
Tidak ada kebohongan dalam kata-kata Echidona. Jika Subaru bekerja sama dengannya, mereka pasti akan dapat menyelamatkan semua orang dan mencapai masa depan yang sempurna. Namun,

[Subaru: Saat kau membimbingku menuju masa depan yang sempurna, apakah kita juga akan mengambil jalan yang sempurna?]

[Echidona: ――――]

[Subaru: Apa kau akan benar-benar melakukan segalanya dengan kekuatanmu untuk membawaku ke tempat yang aku inginkan?]

[Echidona: ――――]

[Subaru: Kenapa … kenapa kau diam saja ?!. Jawab aku, Echidona …… tidak …… Penyihir Keserakahan!]

Mengangkat kepalanya, Subaru berteriak dengan seluruh nafasnya.

Meskipun masih tertahan di tanah dengan persendiannya terkunci, Subaru tidak menghiraukannya sembari dia melotot pada Echidona.

Disisi lain, Echidona menghela nafas pelan.

[Echidona: ――Jika kau ingin mencapai masa depan yang sempurna, kau harus mengizinkan pengorbanan tertentu selama prosesnya. Apa kau memiliki tekad untuk itu, Natsuki Subaru?]

[Subaru: ―――― gh]

Jawabannya tidak menegaskan atau membantah apa yang diminta Subaru padanya.
Tapi, Subaru telah menyadari itu:

Kata-kata Echidona sekarang tidak dimaksudkan untuk menghilangkan keraguannya.
Sebaliknya, seakan ingin membuat Subaru memahaminya, dia merentangkan lengannya,

[Echidona: Kemampuan luar biasa yang kau miliki, Otoritas atas Mengulang dengan Kematian: Kegunaannya adalah sesuatu yang belum kau pahami sepenuhnya. Dengan menolak akhir yang bertentangan dengan keinginanmu, kau berulang kali mencoba untuk kembali dari kematian, dan berulang kali mencoba meraih masa depan – itu adalah kondisi yang sangat ideal bagi seorang peneliti sepertiku. Tapi, hal yang pertama, setelah suatu peristiwa mencapai hasilnya, itu berarti tidak ada hasil lain yang bisa menggantikannya. Sementara dalam proses mencapai hasil, adalah mungkin untuk berhipotesis tentang berbagai kemungkinan dari apa yang mungkin akan terjadi. Pendekatan dengan kondisi seperti itu dapat berfungsi untuk memverifikasi berbagai hipotesis tersebut. Tetapi ketika ada hasil nyata yang ingin kau capai, hasil dari setiap eksperimen dan hipotesis yang diverifikasi akan selalu bagus. Sementara itu, untuk benar-benar mereproduksi kondisi yang sama persis adalah hal yang tidak mungkin. Tidak peduli seberapa teliti persiapannya, penyimpangan dari kondisi titik utama tidak dapat dihindari. Dan akan muncul pertanyaan: “Apa hasilnya jika aku melakukan sesuatu yang berbeda?” ―― selamanya akan berada diluar jangkauan seorang peneliti sepertiku, malah bisa menjadi sesuatu yang kau sebut mimpi yang melebihi mimpi. Memiliki “Kenangan Dunia”, mungkin dapat membuatku bisa “Mengetahui” jawabannya. Tetapi selama mereka ada, aku tidak memiliki keinginan untuk menggunakan atau mengandalkan metode seperti itu. “Keingintahuanku” bukan hanya “Keinginan untuk Memiliki Pengetahuan”. Bahkan bagiku, perbedaannya sangat kontradiktif dan menjijikkan. Sepertinya aku terlalu terbawa, mari kita kembali ke topik utama…… bagi orang sepertiku, tidak ada pilihan selain menerima keanehan yang seperti itu, memiliki salah satu cara observasi, eksistensimu dan Otoritas yang kau miliki merupakan sebuah rahmat .
Menggunakan “Kondisi yang Sama” untuk melakukan “Tes yang Berbeda”, dan melihat “Hasil yang Berbeda” dari “Apa yang biasanya terjadi” ―― siapa yang tidak menginginkan Otoritas tertinggi seperti itu? Melihat itu berada di depan mata seseorang, siapa yang bisa pergi begitu saja tanpa benar-benar mencoba segalanya terlebih dahulu? Tentu saja, aku tidak berniat mengambilnya dengan paksa. Pada akhirnya, kau akan memanfaatkan sepenuhnya Return by Death untuk tujuanmu sendiri. Aku akan memastikan bahwa kau akan mencapai masa depan yang kau inginkan dengan segenap kemampuanku. Dan, dalam prosesnya, jika mungkin, aku ingin memuaskan keingintahuanku semaksimal mungkin. Tentunya, kau tidak akan menyalahkanku untuk permintaan yang sangat sedikit ini? Kau akan mendapatkan jawabanmu. Sementara aku akan memuaskan rasa ingin tahuku. Kepentingan kita sangat selaras. Karena aku sendiri tidak tahu jawabannya, aku pasti tidak akan memperdaya pikiranmu dengan sengaja ke arah akhir yang paling buruk.
Ketika pertama kali menghadapi masalah, aku berada pada posisi sama bodohnya denganmu dalam menentukan solusi yang sempurna. Jadi bersama-sama, kita akan merenungkan, menderita dan menemukan jawabannya bersama-sama sebagai rekan. Aku bisa mengatakan ini tanpa sedikitpun rasa malu. Aku sangat menyukaimu, yaitu, karena kemampuanmu untuk meningkatkan sarana penelitianku, dan aku bersumpah tidak akan pernah melakukan apa pun untuk menghalangimu. Tentu saja, ketika pada awalnya tidak memiliki jawaban, aku tidak bisa menjamin penyelesaian yang mulus untuk setiap masalah bahkan dengan bantuanku. Meskipun aku dapat membantumu dengan kekuatan pengetahuanku, aku tidak dapat secara langsung ikut campur dalam dunia nyata.
Ketika menemukan hambatan yang membutuhkan kekuatan fisik, kekuatan material, aku tidak dapat membantumu. Dari waktu ke waktu, mungkin sekitar ratusan atau ribuan tahun, pikiran dan tubuhmu mungkin hancur dan robek. Tetapi jika dan kapan itu, aku akan dengan setia untuk tetap pada hatimu. Aku harus mengakui bahwa tidak ingin kehilangan sesuatu yang berguna seperti dirimu yang memiliki bagian untuk melakukannya. Tapi, kesukaanku padamu, dan niatku untuk meminjamimu kekuatanku adalah nyata. Aku harap kau tidak akan berpikir buruk tentangku. Meskipun aku telah mengatakan ini berulang kali, aku yakin bahwa aku akan terbukti berharga untuk mencapai tujuanmu. Memang, seperti yang aku katakan, artinya, aku menggunakanmu untuk memuaskan Keserakahan atas rasa ingin tahuku, kau juga dapat menggunakanku untuk “Mencapai Masa Depanmu yang Sempurna”. Itu adalah keinginanku sendiri untuk menjadi gadis penurut yang selalu dapat kau hubungi. Jika itu dapat mendorongmu untuk terus maju, maka aku akan dengan senang hati menawarkan bantuanku. Meskipun, ini agak sepele, melihat bagaimana aku yang sudah mati, apakah kau akan memilikiku adalah pertanyaan lain. Ah, aku rasa itu tidak adil bagi gadis-gadis yang ada di dalam pikiranmu.
Subjek dari kerinduanmu―― Half-Elf berambut perak, dan Iblis berambut biru: gadis-gadis yang hatimu bersumpah untuk menyelamatkan dan melindungi mereka. Aku tidak akan membahas apa yang aku pikirkan tentang perasaan kuat yang kau rasakan terhadap mereka, tetapi aku hanya akan mengatakan ini: Penghalang yang berdiri dihadapanmu jauh lebih besar daripada yang kau bayangkan. Hanya dengan kendala yang kau sadari sekarang saja sudah membuatmu berjuang mati-matian. Meskipun tekadmu yang ingin mengatasinya sendiri adalah hal yang mengagumkan, tapi itu akan sangat membutuhkan perjuangan. Tidak ada sedikit pun kebohongan dalam keinginanku untuk meminjamkanmu bantuanku. Dan kau memiliki setiap alasan untuk memanfaatkan keinginanku. Kau harus menggunakan semua yang kau miliki, menggunakan semua yang kau bisa, dan hanya dengan begitu kau dapat menyelamatkan sesuatu yang kau sayangi. Bukankah itu adalah sumpahmu, dan keyakinanmu dalam mengambil jalan yang menyakitkan, bukankah itu pilihanmu? Itulah sebabnya aku menantangmu, mengulanginya bersama, dan merasakannya dengamu. Jalan yang mengharuskanmu untuk mengorbankan nyawa untuk menempanya, sangat ironis, kini telah divalidasi dalam bentuk Ujian Kedua.
Kemungkinan, Ujian lah yang memberikan ilusi untuk membuatmu memahami seperti apa jalan yang telah kau ambil, dan mungkin, itu sesuatu yang diperlukan. Namun kebenaran itu tidak diperlukan, dan adegan-adegan itu sebenarnya hanya berfungsi untuk melemahkan hatimu. Namun, antara keadaan mengetahui dan tidak mengetahui, tidak peduli betapa mengerikan kebenarannya, aku akan selalu menghargai yang pertama. Kau akan, dan selalu menggunakan nyawamu sebagai harga untuk mengaktifkan kemampuan Mengulang dengan Kematian dan untuk beringsut lebih dekat ke masa depan. Ketika kau melakukannya, kau akan terus memikirkan kembali kemungkinan bahwa pengorbanan yang kau buat dan dunia-dunia itu sendiri “Masih tetap Ada” dalam bentuk yang berbeda. Sampai suatu hari, kau akan berhenti untuk berpikir membayarnya dengan nyawamu, emosi manusiamu akan memudar, kematian dari orang-orang yang berharga bagimu tidak akan lagi menyakiti hatimu, dan menenggelamkan hari-harimu kedalam ketidakberdayaan,sikap apatis, bahkan jika kau akhirnya mencapai masa depan yang sempurna itu, tidak akan ada yang tersisa dari dirimu untuk menahannya – oleh karena itu, untuk menghindari masa depan yang penuh dengan kebosanan,hal ini diperlukan.

Memang, tidak ada satu pun hal yang tidak berguna di dunia ini, setiap jalan yang dilalui itu berguna, semuanya adalah bagian yang tak tergantikan dari teka-teki: Itu perlu bagimu untuk memahami wujud Ujian itu. Jika kau perlu memahami alasan mengapa kau sekarang berhenti, maka kau bisa memikirkannya dengan cara ini. Dan aku akan menegaskan pemikiranmu. Jika kata-kataku dapat memberimu kekuatan untuk terus maju, maka aku akan berusaha semampuku. Baik itu untuk menghibur, pendorong, tentang cinta, atau bahkan untuk menimbulkan penghinaan, jika itu bisa menjadi kekuatan bagimu maka aku tidak akan ragu untuk melakukannya. Kau mungkin membencinya, tetapi kau pasti membutuhkan aku untuk berada di sisimu. Jika kau terus melanjutkan jalan yang dipenuhi rasa sakit dan kesendirian ini, maka kau akan membutuhkan seseorang untuk berjalan bersamamu yang tidak akan pernah mengalihkan pandangannya dari jalan itu. Jika kau mempercayakan peran ini kepadaku dan bukan pada orang lain, maka aku tidak akan ragu untuk bersedia berjalan di jalan ini bersamamu. Aku akan mengulanginya, aku akan menyatakannya kembali, aku akan menyampaikannya sebanyak yang diperlukan hingga mencapai dirimu. –Kau membutuhkanku. Dan aku membutuhkanmu. Aku sangat membutuhkanmu.
Rasa ingin tahuku tidak bisa lagi dipadamkan oleh apa pun kecuali dirimu. Kau adalah satu-satunya yang bisa memuaskan itu. Keserakahanku yang tak terpuaskan akan terpenuhi olehmu. Keberadaanmu sangat dibutuhkan di dunia yang terisolasi ini. Jika kau ingin menjadi harapan bagi orang lain dan menggunakan kekuatanmu untuk membuka dunia mereka, bisakah kau tidak mengasihani diriku yang menyedihkan ini sehingga aku dapat mengambil bagian dalam hal ini? Jika kau memberikan kebaikan itu padaku, maka tanpa ragu sedikitpun, aku akan mempersembahkan tubuh, pengetahuan, dan jiwaku ini. Dan aku mohon padamu. Percayalah padaku. Bahwa aku tidak memberi tahumu perasaanku yang sebenarnya sampai saat ini bukan karena aku ingin membohongimu. Aku hanya menunggu saat yang tepat untuk melakukannya. Pada tahap ini, ketika aku memohon padamu bahkan dengan menyertakan niatku yang sebenarnya, kau pasti akan meninggalkanku.
Itu akan menjadi kehilangan yang luar biasa bagiku. Dan tentu saja, bagimu juga, kehilangan dalam arti dirimu yang menjauh dari masa depan yang kau cari. Meskipun, dengan kekuatan Mengulang dengan Kematian, kau pasti akan mencapai masa depan yang kau inginkan. Meskipun begitu, tentu akan lebih baik untuk mencapai masa depan itu sambil membayar kompensasi sesedikit mungkin. Dengan diriku, dengan diriku kau dapat meringankan harga itu. Aku tidak ingin kau salah berpikir bahwa ini artinya selama kau dapat mencapai masa depan yang dikehendaki, kebaikan yang lebih besar dapat menggeser yang lebih rendah dan sisanya bisa dipikirkan nanti. Memang, jatuh ke dalam rayuan dan gagal menasihatimu tentang jalan yang sempurna hanya agar aku dapat melihat ujung benangnya―― itu bukan sesuatu yang dapat aku jamin untuk tidak akan pernah terjadi.

Aku akui itu. Tapi, aku tidak akan pernah memperdayamu. Jika pada kesempatan itu aku mengkhianati kepercayaanmu, aku tidak akan berusaha menyembunyikannya darimu. Aku pasti akan mengungkapkannya. Kemudian, lakukan segalanya dalam kapasitas kemampuanku untuk memperbaiki kepercayaan yang rusak itu. Apapun yang terjadi, aku akan mengantarkanmu ke masa depan yang kau inginkan. Itu pasi, sudah pasti. Dan sekarang, jika kau setuju bahwa ini diperlukan, maka apa kau akan memilihku? Yang aku inginkan darimu, yang aku minta darimu adalah seperti yang aku sebutkan dalam kontrak. Setelah itu, tidak peduli berapa banyak masalah dan penderitaan yang kau tanggung untuk memenuhi keinginanmu. Aku telah mengatakan kepadamu tekadku.

Sekarang aku ingin mendengarmu. Buktikan kepadaku, dengan menyegel kontrak ini denganku, meminta bantuanku, dan mengumpulkan tekad untuk mencapai masa depan yang kau inginkan. Lakukan itu, dan kau mungkin untuk pertama kalinya dapat membanggakan dirimu yang telah menaklukkan Ujian Kedua. Dari sana, lanjut ke Ujian Ketiga, dan menaklukannya itu, bebaskan Tempat Suci. Kemudian, mempertimbangkan bencana yang akan menimpa Tempat Suci, orang-orang yang kau cintai, dan orang-orang yang kau sayangi, itu akan menjadi Ujian terbesar dari seluruh Ujian. Tunjukkan padaku bahwa kau memiliki kekuatan dan tekad untuk mengatasinya. Setelah kau melakukannya, gunakan aku, gunakan pengetahuanku, dan raihlah masa depan. Apa yang aku inginkan darimu, apa yang aku minta darimu, dan apa yang aku tawarkan sebagai imbalan adalah seperti yang telah aku nyatakan. Semua itu dengan tulus, jujur, dan dengan senang hati mengakuinya. Jadi sekarang, aku ingin kau memberi tahuku- apa keputusanmu? Hal itu, dengan sendirinya, akan memuaskan sebagian dari rasa ingin tahuku]

―― Senyum indah muncul di wajah Echidona.

Dengan rambut putihnya yang seperti salju berterbangan dan pipinya yang memerah karena gairah, dia mengarahkan matanya pada Subaru, menunggu jawabannya.

===

Bulu matanya yang bergetar saat menunggu jawaban Subaru, sambil memegang dadanya dengan gelisah. Bibirnya mencoba beberapa kali untuk berbicara, tetapi ragu, dia hanya membasahinya dengan lidah.

Subaru mendongak kearah orang yang menahannya, Minerva.
Untuk sementara, mereka saling tatap, sampai Minerva menghela nafas kecil dan akhirnya melepaskan lengan Subaru. Terbebas dari pegangannya, Subaru pun berdiri.
Seperti yang dijanjikan Minerva, rasa sakit di pundaknya telah hilang. Bahkan, dia bisa merasakan pinggangnya yang terasa kaku dan bagian lain dari tubuhnya terbebas dari rasa penat. Itu adalah penyembuhan yang mengerikan dari Otoritas yang dimiliki oleh Penyihir Kemarahan.

[Subaru: ――――]

Meregangkan tubuhnya, Subaru memeriksa sensasi dari anggota tubuhnya saat dia mencoba menjernihkan pikirannya:
Tentang apa yang baru saja dia dengar, dari ucapan Echidona, mengenai niat dia yang sebenarnya.

[Subaru: Echidona]

[Echidona: Ya?]

[Subaru: Apa kau…… akan memanfaatkanku?]

Untuk dimanfaatkan, dan memanfaatkan. Itulah yang telah disampaikan oleh Echidona dalam pidato sebelumnya. Mendengar itu, Echidona mengangguk tanpa ragu.

[Echidona: Aku. Sama seperti kau yang memanfaatkanku. Kontrak itu hanya sebagai jaminan, agar salah satu dari kita tidak menyimpang dari perjanjian itu. Jika kau ingin menghukumku karena ingin melakukan segalanya dengan kekuatanku untuk menahanmu, maka aku hanya bisa menerimanya]

[Subaru: Seperti yang aku pikirkan… Pada akhirnya, seperti itulah artinya kerja sama, aku juga memahami itu. Seperti yang aku pikirkan bahwa kau membantuku memang dari lubuk hatimu…… aku tidak masalah jika bukan begitu. Tapi…]

Di hadapan Echidona, Subaru menutupi wajahnya dengan tangan dan menyandarkan kepalanya.

[Subaru: Hanya saja, tidak ada lagi ……]

[Echidona: Apa … maksudnya?]

[Subaru: Semua yang kau lakukan sampai titik ini … terlihat pudar bagiku sekarang. Setiap kehangatan yang telah kau tunjukkan padaku, semua yang membuatku ingin memercayaimu, dengan meyakini bahwa kau mungkin bukanlah orang yang jahat … semuanya telah memudar]

Segala sesuatu dari pertemuan pertama mereka hingga saat ini tiba-tiba runtuh begitu saja.
Pesta teh pertama mereka, adegan setelah Ujian, dan waktu-waktu yang tak terhitung lamanya, yang terhalang oleh kenyataan, dia telah membebankan itu pada pengetahuannya: Ketika dia berpikir bahwa dia tidak akan menyesal menyegel kontrak dengannya.
―― Semua itu sekarang mengejek kebodohan Natsuki Subaru.

[Subaru: Apakah ini niatmu dari awal?]

[Echidona: Aku tidak mengerti masalahnya denganmu? Jika itu berarti meraih masa depan yang sempurna, kau pasti tidak akan ragu untuk mengambil jalan apa pun untuk dapat menuju ke sana – bukankah itu adalah penyelesaian yang ingin kau buat? Kau sendiri telah menegaskannya, dan aku hanya setuju dan memberikanmu dorongan dari belakang ……]

[Subaru: Itu jika aku sudah memutuskannya …… ketika aku belum memutuskannya, dan kau mencoba untuk membimbingku ke jalan itu, apakah itu semua bagian dari rencanamu? …… Apa itu yang ingin kau katakan padaku?]

[Echidona: Aku tidak ingin kau salah paham. Itu hanya kesimpulanmu sendiri. Semua yang aku lakukan adalah memberimu sedikit dorongan. Menyalahkan keputusanmu sendiri pada orang lain adalah sesuatu yang tidak dapat aku terima. Aku tidak setuju dengan itu, dan aku bukan orang yang patuh sehingga hanya duduk dan menerimanya begitu saja]

Bibirnya cemberut, wajah Echidona merajuk sebagai protes. Adegan emosi itu begitu kekanak-kanakan dan tidak pada tempatnya sehingga semakin kuatnya perasaan jengkel Subaru.
Entah bagaimana――seperti ada yang ganjil dari aktingnya.

Tidak ada yang salah dengan tempat Echidona mengekspresikan emosinya. Dia akan marah ketika merasa ragu, tersenyum ketika ada sesuatu yang membahagiakan, dan membiarkan secercah kesedihan ketika ada alasan untuk bersedih. Semua itu benar, tidak ada yang salah.
Namun rasa keganjilan dan rasa ketidakpercayaan ini, adalah karena――

[Subaru: Semua emosimu itu palsu … dan tidak mendalami]

[Echidona: ――――]

[Subaru: Entah itu senang, atau marah, emosimu terlalu kekanak-kanakan dan dibuat-buat. Barusan, ketika kau marah, yang kau lakukan hanyalah merengut. Itu tidak ada hubungannya dengan kemurahan hati. Reaksimu…… semua reaksimu terasa aneh. Sebelumnya … aku berpikir … kau hanyalah orang yang santai dan berpikiran terbuka, tapi ……]

[Echidona: ――――]

[Subaru: Faktanya berbeda. Kau adalah seseorang yang tidak dapat memahami emosi orang lain sama sekali]

Mengingat semua perilaku Echidona hingga sekarang, seolah semuanya memudar.
Apa yang dia bayangkan sebelumnya adalah sifat baik Echidona karena kedangkalan emosinya. Ketika dia melihat melalui ini, semua itu memudar.

Dan, bahkan ketika dihujani oleh kata-kata ini, ekspresi cemberut Echidona tetap tidak berubah dari sebelumnya: Seakan dia tidak tahu cara untuk mengekspresikan kegelisahannya.

[Subaru: Disanalah kau harus marah]

[Echidona: …… Begitukah. Jadi disanalah aku harus meninggikan nada suaraku, dan menghujanimu dengan caci-maki? Aku mengerti, sekarang aku mempelajari sesuatu. Aku akan memastikan melakukan itu saat mendapat kesempatan berikutnya]

Atas kata-kata Subaru, ekspresi Echidona pun lenyap.
Dengan ekspresi yang kosong―― itu adalah sesuatu yang belum pernah dilihat Subaru dari Echidona yang dia tahu: tapi itulah wajah sebenarnya dari Penyihir Keserakahan.

Di hadapan Subaru, yang terdiam, Echidona menjentikkan jarinya. Dalam sekejap, bukit yang hancur dikembalikan ke bentuk aslinya, dan meja yang hancur serta kursi yang tersebar tersusun kembali.
Echidona duduk di salah satu kursi, dan menunjuk salah satu kursi yang ada di depannya,

[Echidona: Apa kau mau duduk? Aku ingin kita mengakhiri mengenai rincian kontraknya]

[Subaru: …… Dengan semua yang telah terjadi, apa kau masih berpikir bahwa aku akan dengan senang hati menjalin kontrak denganmu?]

[Echidona: Kalau tidak, apa kau benar-benar akan menolakku karena perselisihan kecil seperti itu? Apa gunanya itu? Didorong oleh keinginan sesaat untuk membuang pilihan yang benar tidaklah bijaksana. Aku sarankan padamu untuk melihat kenyataan dengan benar, dan memilih tindakan yang paling rasional]

Dihadapkan dengan kata-kata Echidona dengan emosi cemas, Subaru menutup matanya dan menahan napas.
Echidona benar. Subaru adalah orang yang merasa bimbang karena dorongan: tidak ada jalan lain. Apa yang dikatakannya masuk akal. Ia juga tidak berbohong.
Apa yang dilakukan Echidona adalah menyembunyikan niatnya yang sebenarnya dari Subaru. Dia hanya diam tidak mengatakan apa-apa mengenai dirinya yang mendapat manfaat dari mengamati kisah Subaru.
Jika dia menyegel kontrak ini, kemungkinan besar, dia akan mendapatkan solusi yang tepat. Dan Echidona yang bekerja sama dengannya tanpa pamrih juga merupakan fakta yang tak terbantahkan.

[Subaru: Ada satu hal … yang ingin aku tanyakan padamu]

[Echidona: ――Hm, apa itu?]

[Subaru: Setelah aku mendengar jawabannya, aku akan siap untuk memilih]

Echidona menunggu pertanyaan Subaru.
Subaru akan mengajukan pertanyaan ini sebagai ujiannya: pertanyaan yang belum dapat dia temukan jawabannya sejak putaran kematian di Tempat Suci di mulai. Sebuah pertanyaan yang pasti ada hubungannya dengan dia.

[Subaru: ――Kau tahu tentang Beatrice, kan, Echidona]

[Echidona: …… Ya, aku tahu. Pada kenyataannya, akulah yang terlibat dalam penciptaannya. Apa sesuatu terjadi padanya?]

Echidona melontarkan jawaban polos ini, yang tampaknya tidak memiliki makna tersembunyi, namun penuh dengan tanda tanya.
Subaru sekali lagi, memejamkan matanya, dan melihat gadis berambut ikal itu dalam pikirannya.

Di saat-saat terakhirnya, dengan punggung yang tertembus, tepat sebelum dia menghilang.
Akhir dari kesendiriannya yang panjang, bayangan Beatrice terasa berat di dalam hatinya.
Dengan mendorong Subaru, untuk melindunginya dari pisau pembunuh itu, ekspresi terakhir yang dia tunjukkan padanya— bahkan hingga sekarang, masih dapat dirasakannya, menolak untuk hilang. Maka,

[Subaru: Dikarenakan kontraknya, Beatrice telah menunggu “Orang Itu” untuk datang. Apakah kau orang yang menjalin kontrak itu dengannya? Apakah kau orang yang mengikatnya di Mansion?]

[Echidona: Aku tidak ingat menetapkan lokasinya …… tapi aku adalah orang yang menerima janji Beatrice untuk menjaga Perpustakaan Terlarang dan menunggu seseorang untuk datang]

[Subaru: Lalu … siapa “Orang Itu”? Apa yang harus aku lakukan untuk membebaskannya?]

Selama empat ratus tahun kesendiriannya, Beatrice telah menunggu “Seseorang”.
Namun, bahkan Beatrice sendiri tidak tahu siapa “Orang” itu. Subaru juga tidak memiliki petunjuk sedikit pun.
Tetapi jika dia bertanya pada Echidona, orang yang telah mengatur janji itu――

[Echidona: Siapa orang itu, aku juga penasaran?]

[Subaru ――H, uh?]

[Echidona: Tidak tidak, aku tidak bercanda, aku benar-benar tidak tahu. Menurutmu, siapakah “Seseorang” yang ditunggu Beatrice?]

Echidona balik bertanya, karena dia dihadapkan dengan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawabannya. Tertegun oleh jawaban itu, Subaru menggelengkan kepalanya,

[Subaru: Bahkan kau … tidak tahu siapa yang ditunggu oleh Beatrice?]

[Echidona: Tidak, aku tidak tahu. Aku tidak tahu siapa kemungkinan“Orang” yang ditunggu oleh Beatrice]

[Subaru: Tapi … bagaimana mungkin? Bukankah kau yang menyuruhnya untuk menunggu di Perpustakaan Terlarang? Jika kau tidak tahu, maka …… tidak ada lagi yang tahu …]

Orang yang menginstruksikan Beatrice untuk menunggu di Perpustakaan Terlarang adalah Echidona, tetapi bisa saja orang lain yang mengatur kondisi untuknya agar menunggu kedatangan “Orang Itu”.
Jika demikian, maka orang yang mengetahui jawabannya adalah orang lain――

[Echidona: Tidak, kau keliru]

[Subaru: ――――]

[Echidona: Akulah yang menginstruksikan Beatrice untuk menunggu “Orang itu”. Kau tidak salah tentang itu. Yang salah adalah sesuatu yang lebih penting]

[Subaru: Lebih..penting?]

[Echidona: Kenapa aku menyegel kontrak itu dengan Beatrice? Di situlah kesalah pahamanmu. Aku membuat Beatrice menjaga Perpustakaan Terlarang agar dia bisa memberikan isinya kepada “Orang Itu”, apa itu yang kau pikirkan?]

Dia tidak mengerti apa yang dikatakan Echidona.
Itu hanya asumsi. Ketika menginstruksikan seseorang untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, Tentu saja, tujuannya adalah agar hal itu dapat berakhir di tangan orang yang tepat.

Tetapi, dihadapan interpretasi Subaru, Echidona menggelengkan kepalanya, dan berkata,

[Echidona: Itu bukan inti dari instruksiku untuk Beatrice. Aku menyegel kontrak dengannya, meminta dia untuk menunggu “Orang itu” …… tetapi aku juga menunggu untuk melihat siapa “Orang” yang akan dia pilih]

[Subaru: ――――

――――

――――――

――――――――――――

——————–apa?]

[Echidona: Kau lihat, anak itu diciptakan untuk tujuan tertentu. Tapi muncul kebutuhan baginya untuk hidup dengan cara yang berbeda dari tujuan aslinya …… untuk itu, dia harus melangkah lebih jauh, dia perlu diberikan tujuan yang baru. Bagi anak itu, yang sekarang tidak memiliki apa-apa, perlu memberinya alasan untuk hidup. Untuk itulah, aku menyegel kontrak dengannya]

[Subaru: ――Itu]

[Echidona: Menjaga Perpustakaan Terlarang, dan akhirnya menyerahkan itu secara keseluruhan kepada “Orang Itu” yang ditakdirkan untuk datang. Aku tidak menempatkan batasan, karena, sebenarnya, tidak ada jawaban yang benar untuk itu. Dia tetap hidup seperti yang direncanakan, dan aku mengharapkan hasil yang berbeda. Itu cukup logis, bukankah begitu?]

[Subaru: ――――]

[Echidona: Tentu saja, menjalani empat ratus tahun tanpa memilih siapa pun merupakan hasil itu sendiri. Begitu juga fakta bahwa dia tidak memilih satu orang pun yang ditemuinya untuk menjadi “Orang Itu”. Dan secara potensial, pertimbangannya tentang apakah akan menghancurkan kontrak dan menginginkan kematiannya sendiri, juga merupakan hasil itu sendiri]

[Subaru: Dan … apa yang kau rasakan tentang itu?]

[Echidona: ――? Aku rasa, itu menakjubkan?]

Seolah dia baru saja ditanya sesuatu yang sulit dimengerti, Echidona dengan polos memiringkan kepalanya.
Jawaban itu, sikap itu, dan ekspresi gadis yang terlihat didalam benaknya, semua itu menuntunnya pada jawaban.

Itu sangat jelas.Mudah dipahami. Sangat dimengerti.
―― Kesalahpahamannya tentang siapa orang yang sedang dihadapinya, telah diperbarui.

[Subaru: Echidona …… kau benar-benar, Penyihir]

[Echidona: ――――]

[Subaru: Monster yang sulit dipahami dan tidak dapat diduga]

[Echidona: ――――]

Dia memberitahunya. Jawaban yang ada di dalam hatinya.
Dia hampir saja menerima uluran tangannya, dan siapa yang akan dijangkaunya sekarang, dia sudah memutuskan.

[Subaru: Aku …… aku tidak bisa menerima tawaranmu. Aku sudah memutuskan tangan siapa yang akan aku raih]

[Echidona: ――――]

[Subaru: Dengan kata-kata yang tidak berperasaan dan mengikat, tanpa adanya rasa bersalah, kau mencuri empat ratus tahun dari gadis itu. ――Aku sudah memutuskan. Aku akan meraih tangan gadis itu. Bukan kau]

Itu perpisahan mereka.
Dengan itu, dia membuang tangan orang yang menawarkan bantuannya.

Dia mengangkat wajahnya. Dan melihat ke depan.
Didalam pikirannya, dia melihat ekspresi terakhir gadis itu.

――Lenyap, sekarat, takut, ekpsresinya berubah seolah hendak menangis, namun tetap merasa lega karena dia telah melindungi Subaru.

Dia akan meraih tangan gadis yang berduka atas “Kematian” -nya, itu sudah diputuskan.

[Echidona: ――――]

Echidona menyipitkan matanya.
Berkedip sambil merenungkan ucapan apa yang harus dia katakan kepada Subaru.

Namun sebelum dia dapat menemukannya, muncul perubahan.

[Minerva: ―――― dia datang]

[Camilla: Oh, tidak, aku …… aku tidak mau, melakukan apapun, yang berhubungan, dengan …… ini, lagi]

[Sekhmet: Disaat-saat yang merepotkan, orang yang paling merepotkan, yang paling banyak menyebabkan masalah, haa …]

Tiga orang Penyihir yang menyaksikan, semuanya memberikan reaksi mereka masing-masing.
Dia merasakan tekanan yang luar biasa di punggungnya.
Sementara orang yang ada didepannya, menatap apa yang ada di belakang Subaru, mata Echidona sedikit melebar. Mengikuti tatapannya yang tercengang, Subaru berbalik, dan melihatnya—

[???: ――――]

――Semua yang ada dari leher hingga keatas kepalanya diselimuti kegelapan yang pekat, di sana berdiri Penyihir Kecemburuan.

Gambar ini saya ambil dari LN nya, jadi mungkin situasinya agak berbeda dari WN

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded