Re:Zero Arc 4 Chapter 76.1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Satella, bagian 1

—Ini akan menjadi pertama kalinya bagi Subaru untuk bertemu langsung dengan “sang penyihir”.

The Witch of Envy (Penyihir Iri Hati), itu adalah julukan yang telah ia dengar berkali-kali sebelumnya. Seorang penyihir yang ancamannya pernah ia alami sendiri selama pertarungan mereka dalam lingkaran di sanctuary.

Akibat menentang aturan yang penyihir itu buat secara sepihak kepadanya, bukan hanya sekali dua kali Subaru harus merasakan sakit yang teramat sangat ketika hatinya remuk dalam genggaman si penyihir, dan juga tidak mudah baginya untuk tidak membenci seorang penyihir yang menggunakan tubuh Emilia untuk menimbulkan kehancuran di sanctuary.

Terutama sekarang, setelah percakapan terakhirnya dengan Echidona, menimbulkan kebencian dalam dirinya terhadap kata “penyihir”. Tapi,

[Subaru: Benar … yang satu ini … jauh lebih berbahaya dari penyihir lainnya]

Menghadapi tekanan aura sang penyihir yang berada di depannya—membuat Subaru ingin muntah dan melontarkan gumaman serak itu.

Penyihir itu memiliki tubuh yang ramping.

Ia berdiri lesu dengan kedua tangan menggantung di sisi tubuhnya, tatapannya terpaku pada Subaru. Sebuah gaun sehitam malam membalut tubuhnya—tidak—gaun itu menyatu dengan bayangan di kakinya, berdetak, seirama dengan detak jantungnya, seolah bernyawa. Gaun berlengan panjang itu, menutupi sebagian besar tangan sang penyihir, kecuali Jemarinya yang pucat. Kemungkinan, seperti penyihir lainnya, The Witch of Envy pasti juga luar biasa cantik.

Tapi, seperti ada sesuatu yang kurang. Seperti ada potongan yang tak lengkap.

[Subaru: Aku sudah melihatnya beberapa kali sekarang…. Tapi apa ini?]

Bayangan hitam pekat menutupi keseluruhan leher sang penyihir, membuatnya tak bisa dipastikan. Tidak seperti gaunnya, bayangan itu melayang seperti kabut, menghalangi Subaru untuk melihat wajah penyihir itu.

The Witch of Envy mengabaikan pertanyaan Subaru yang tercengang.

Didorong oleh ketakutan yang berlebihan di hatinya, ia memandang sekeliling. Keringat berceceran dari dahinya ketika dilihatnya empat penyihir lain berdiri membisu.

[Subaru: —-]

Salah seorang penyihir akhirnya menunjukkan ekspresi, dan hal itu membuat Subaru terkesiap.

Sejauh yang ia tahu, hubungan antara The Witch of Envy dan penyihir lainnya merupakan hubungan antara si pembunuh dengan korbannya. Berhadapan dengan sang pembunuh—Subaru menyadari tekanan mental yang mereka rasakan.

Tapi ternyata ekspresi para penyihir itu berbeda dari apa yang Subaru perkirakan.

Salah seorang dari mereka tersenyum lembut, yang satu lagi menatap dengan penuh kesedihan, yang lainnya terlihat sangat bosan, dan yang terakhir—

[Echidona: Jadi kau telah melanggar batasanku untuk masuk ke sini. Dengan berani masuk ke Benteng Impianku … sejak dahulu kau selalu saja egois]

Hanya dia—Echidona—menatap The Witch of Envy dengan mata penuh permusuhan.

Melihat Echidona dengan aura kebencian sejelas itu menimbulkan perasaan tidak percaya pada diri Subaru. Baru saja ia telah bersumpah pada dirinya sendiri bahwa Echidona tak mungkin bisa membenci seperti itu, namun emosi itu membuatnya mempertanyakan penilaiannya.

Bagaimanapun, keyataannya, hal itu sudah tidak penting lagi. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya menghadapi The Witch of Envy yang tidak bergerak di hadapan mereka.

[Subaru: Tapi kenapa dia ada di sini….]

[Minerva: Karena kau membuatnya marah dengan mengoceh tentang hal-hal yang seharusnya tidak kau katakan? Jujur saja aku juga tidak tahu bagaimana berhadapan dengan seseorang yang tidak bisa menjaga lidah sepertimu. Kurang lebih aku mengerti kenapa dia sangat marah]

[Subaru: Huh?! Apa? Aku tidak mengerti … maksudku … jadi kalian ada di pihaknya? Kupikir dia itu musuh kalian?]

[Minerva: Musuh…. Pertanyaan bodoh macam apa itu? Biar kutunjukkan padamu, dan mari kita lihat apakah kau benar atau salah]

Menyipitkan mata kepada Subaru, Minerva mengibaskan rambut pirangnya saat ia mulai beraksi. Sambil memutuskan pandangan The Witch of Envy yang sedari tadi terpaku pada Subaru, ia membusungkan dadanya yang besar dengan penuh kebanggan seakan-akan ia sedang menantang penyihir itu. Lalu—

[Minerva: Bisakah kau mendengarku? Ini aku, Minerva. The Witch of Warth, Minerva. Kalau kau sedang mendengarkan dan kebetulan ingat sesuatu, bisakah setidaknya katakan sesuatu?]

[Subaru: —! Tidak! T-tunggu! Sejauh yang kutahu, bicara padanya bukan ide yang bagus! Kalau kau melakukan hal-hal provokatif padanya—]

[Sekhmet: Sst! Diam dan perhatikan, haah]

Di mata Subaru, apa yang sedang Minerva lakukan sekarang adalah tindakan gegabah. Namun ketika ia berusaha mencegah, aksinya dihentikan oleh segumpal rambut yang tergeletak di tanah, Sekhmet. Subaru menoleh ke arahnya, dan Sekhmet—bola rambut berwarna magenta (percampuran warna merah dan biru menjadi satu secara sempurna) itu—berubah ukuran.

[Sekhmet: Kami menghabiskan lebih banyak waktu, huu…. dengan penyihir itu dibandingkan interaksi singkatmu dengannya, haa … wajar saja, sih, kau akan merasa khawatir, huu… tapi serahkan saja pada Minerva, haa.… Kadang-kadang dia bertindak tanpa berpikir, huu… tapi itu tidak penting sekarang, haa….]

[Minerva: Aku dapat mendengarmu, Sekhmet! Kalau kau tidak ingin aku mengacaukan percakapan ini dan membuat kita semua tertelan bulat-bulat, kusarankan, jangan mengatakan apapun yang dapat membuatku marah! Aku sudah siap mengamuk di sini!]

[Sekhmet: Kalau kau marah kepada … huu…. orang-orang—hanya karena mereka bernafas, haa… lalu aku harus apa, huu….]

Bahkan saat menerima kritik yang tidak menyenangkan itu, Minerva tetap tak mengalihkan pandangannya dari ancaman di depannya.

The Witch of Envy juga tidak bereaksi terhadap kerusuhan kecil itu. Ia masih berdiri di tempatnya, tidak bergerak, menatap melalui Witch of Wrath ke arah Subaru.

Walaupun hal itu adalah reaksi langsung dan naluriah yang ditunjukkan penyihir selama ini, tapi yang terpenting adalah bahwa sang penyihir tidak menunjukkan tanda-tanda permusuhan sejauh ini, dan apakah komunikasi dapat dilakukan adalah masalah lainnya.

Sementara itu, ketika Sekhmet akhirnya berhenti berbicara dengan Minerva, kedua penyihir lainnya—

[Camilla: Yah ku-kupikir-pikir, jika Minerva-kecil be-berusaha dengan keras… se-semuanya akan baik-baik sa-saja…. Ya kan? Ta-tapi kalau ia me-menyakiti Minerva-kecil… a-aku akan mem-membunuhnya]

[Echidona: Aku tidak meragukannya, tatapi, seperti yang kukatakan sebelumnya, kekuatannya menimbulkan efek yang sangat buruk padamu. Satu-satunya yang mungkin bisa mengimbanginya adalah Sekhmet—apa kau mengerti?]

Echidona menjaga suaranya setenang mungkin saat dia menenangkan Camilla yang gagap tapi agresif. Sementara itu, saat memperhatikan tatapan penyihir berambut putih, gumpalan rambut itu bergidik, seolah-olah ia terlalu enggan untuk menjawab.

[Sekhmet: Bahkan aku tidak bisa menahan gerakannya untuk waktu yang lama, haa…. Kau tahu bahwa kemampuanku tidak cocok untuk itu,kan? huu.…]

[Echidona: Tentu saja aku tahu itu. Itulah mengapa kau hanya perlu menghancurkan beberapa anggota tubuhnya, terutama mematahkan lehernya. Saat ia tidak bisa bergerak dan bernapas, aku dapat menghapusnya dari ruang ini dengan tanganku sendiri]

Terselip kebencian dalam kata-kata Echidona untuk membuat pernyataan Camilla terdengar lucu. Meskipun ia mengutarakannya dengan datar, kata-katanya terdengar seolah ia sedang menahan perasaan jijik yang terlihat jelas dalam intonasi suaranya, jelas bahwa ia sangat serius. Di hadapan The Witch of Envy, Echidona melontarkan hinaan itu tanpa keraguan sedikitpun.

Ketika percakapan berbahaya itu terjadi di belakangnya, Minerva melanjutkan usahanya yang buntu itu untuk melawan sang Penyihir Iri Hati. Sekarang, ia malah melangkah lebih dekat, seolah-olah sedang menghalangi sang penyihir untuk mendengar percakapan itu.

[Subaru: ——]

Napas Subaru tertahan ketika ia menyadari gerakan Minerva.

Tindakan Minerva terlihat gila di mata Subaru. Hal ini bahkan lebih tidak masuk akal karena tiba-tiba sang penyihir iri hati muncul di sini.

Kalau ia muncul karena alasan yang sama seperti sebelumnya, itu artinya Subaru telah melanggar sebuah pantangan. Tapi selama ini, sang penyihir selalu muncul dengan membuat wujud fisik dari bayangannya, lalu ia akan meremukkan jantung Subaru dan menelan semuanya ke dalam bayangan hitam itu.

Lupakan soal interaksi yang bersahabat, penyihir itu bahkan tidak pernah mengatakan tujuannya selama ini. Alasannya masih menjadi sebuah misteri, dari dulu sampai sekarang. Jadi, bagaimana The Witch of Envy akan bereaksi terhadap Minerva, Subaru sama sekali tidak tahu.

—Kalau Minerva tiba-tiba ditelan oleh bayangan, ketiga penyihir di belakangnya akan langsung beraksi.

Kalau rencana Echidona tepat sasaran, Sekhmet—The Witch of Sloth—harus dapat menghancurkan The Witch of Envy dengan kekuatannya, dan Echidona akan menghapus penyihir itu ketika ia dalam keadaan lemah. Tapi kalau begitu—

Subaru tidak mengerti kenapa mereka tidak melakukannya sekarang saja.

[Subaru: —-]

Berbicara tentang hal itu, ada yang aneh, fakta bahwa Minerva ditugaskan untuk menghadapi sang Penyihir Iri Hati pada awalnya juga tidak masuk akal. Camilla hanya akan beraksi apabila sesuatu yang buruk terjadi, Sekhmet malah menunjukkan ketidaktertarikan mutlak, dan Echidona, yang jelas-jelas membenci sang penyihir, bahkan tidak mencegah Minerva dengan melakukan serangan langsung. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?

[Echidona: Sepertinya kau sibuk sekali berusaha menebak-nebak pikiran kami para penyihir sekarang]

[Subaru: ….]

[Echidona: Meskipun, jika kami … maksudku, jika pikiran kami dapat dilihat dengan begitu mudah, kami tidak akan disebut Penyihir. Aku akan sangat tidak suka jika kau menganggap enteng kami] (Dona mulai menggunakan “boku” untuk menyebut dirinya lagi, maksudnya adalah Echidona menggunakan penekanan pada kata-kata tertentu yang seolah-olah merendahkan lawan bicaranya tapi dia tetap tidak meninggalkan kesan maskulin)

[Subaru: Cukup sudah dengan bokukko palsu itu! Aku hanya berpikir kalau kau ingin menyingkirkan The Witch of Envy, inilah kesempatan terbaik untuk melakukannya! Lihat, dia diam saja dari tadi!]

[Echidona: Begitu ya. Begitukah caramu menilai situasi ini? Oh, astaga…. Benarkah begitu? Aku sendiri sangat setuju dengan pernyataanmu. Tidak ada yang membuatku lebih senang selain melenyapkan penyihir itu dengan seluruh kekuatanku sampai tidak ada setitik debu pun yang tersisa dari dirinya di dunia ini, tapi…]

Kata-kata Echidona terhenti, dan ia menyipitkan matanya. Sikap itu benar-benar tidak seperti Echidona. Meskipun Subaru tidak bisa mengatakan bahwa ia mengerti Echidona, tapi Subaru dapat merasakan hal yang aneh dan keengganan untuk mendengar kelanjutannya. Setelah keheningan sesaat, Echidona melanjutkan,

[Echidona: Membunuh penyihir itu dengan seluruh kekuatanku akan membuatku dimusuhi penyihir lainnya. Lupakan soal Minerva, tapi membuat Sekhmet dan Typhon menjadi musuhku terdengar seperti taruhan yang buruk]

[Subaru: Aku tidak mengerti. Kenapa membunuh The Witch of Envy membuat mereka memusuhimu? Dia musuhmu, dan harusnya musuh kalian semua juga…]

[Camilla: Tidak seperti itu … itu.…?]

Camilla, yang tetap diam sampai sekarang, tiba-tiba menyela pertanyaan Subaru. Tanpa melihat Subaru yang terkejut, Camilla, yang terus menonton kebuntuan Minerva melawan The Witch of Envy, mulai berbicara dengan pelan dan tergagap.

[Camilla: ‘Envy’ adalah musuh…. Semua orang … itu benar … tapi ‘Envy’ dan dia … adalah dua hal yang berbeda tahu?]

[Subaru: ….Apa maksud kalimat itu? Apa yang kalian—]

[Sekhmet: Selama kita tidak tahu … siapa yang ada di sana, huu … bukan hanya kita tidak mau … itu juga tidak masuk akal … haa….]

[Subaru: Si—apa….?]

Sekhmet melanjutkan penjelasannya. Tapi mendengarnya hanya membuat Subaru makin kebingungan. Apa yang mereka bicarakan? Namun, jawabannya ternyata datang dari arah yang berbeda.

Mengambil langkah ke depan, Minerva bergerak mendekati Witch of Envy.

Dia merentangkan kedua lengannya dengan tidak sabar, dan bertanya kepada sang penyihir yang masih mematung.

[Minerva: Apakah kau The Witch of Envy? Atau apakah kau Satella? Yang mana?]

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded