Re:Zero Arc 4 Chapter 80.2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Lidah yang Kasar, bagian 2

Otto memiliki kekuatan suci Bisikan Anima (Anima Whispering), yang memungkinkannya untuk berbicara dengan binatang, serangga, dan berbagai bentuk kehidupan lainnya. Secara alami, itu berarti ia dapat berkomunikasi dengan Patrasche.

Apa yang dipikirkan Patrasche ketika dia menarik Subaru ke luar terlepas dari lukanya?—Apa yang menjadi dasar dari tindakannya menimbulkan kegelisahan yang tidak berujung dalam diri Subaru.

Terlihat enggan,Otto mengerutkan kening sebagai tanggapan atas permintaan Subaru.

[Otto: Jujur saja, Natsuki, aku rasa sebaiknya jangan.]

[Subaru: Jangan membantah, tolonglah]

[Otto: Dari apa yang bisa kutebak dari gumamanmu pada Patrasche kecil … Natsuki, kau baru saja berada di dalam pemakaman untuk mengambil ujian itu, kan? Pagi ini aku sudah menebak-nebak bahwa kau akan memenuhi syarat, tapi, dari kelihatannya… sepertinya kau gagal?]

[Subaru: Ya… kurang-lebih]

Meskipun interaksi menegangkan yang terjadi antara dirinya dan para penyihir telah mengacaukan ingatannya, dalam perulangan ini (translation note: perulangan disini kata aslinya loop, menurut saya merujuk kepada perulangan hidup Subaru ketika dia mati), Subaru belum mengatakan kepada yang lain tentang keputusannya mengambil ujian pertama. Setelah mengungkapkannya hanya kepada Garfiel, ia kembali memasuki makam ke pengadilan kedua dan pesta teh para penyihir.

Pengadilan bukan satu-satunya alasan dia begitu putus asa, tetapi Subaru merasa tidak perlu meluruskan kesalahpahaman Otto dan menganggukkan kepalanya.

Mendengar ini, Otto merendahkan bahunya dan menghela napas heran.

[Otto: Aku bisa membayangkan kenapa kau melakukannya…. Tapi apa yang kau lakukan itu bodoh, Natsuki. Kau melukai dirimu sendiri di dalam sana, dan membuat nagamu khawatir dan dari sinilah kita sekarang. Patrasche kecil punya insting yang tajam, dia pasti merasakan sesuatu telah terjadi kepadamu. Itulah mengapa dia menendangku dan berlari ke sini… dan lukanya pasti berhubungan dengan hal itu]

[Subaru: —-]

Otto mengikuti arah pikiran yang sama dan mendapat kesimpulan yang sama.

Subaru sudah tahu soal hal itu. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa Patrasche bertindak sejauh ini untuknya? Itulah yang dia ingin Otto tanyakan kepada si naga.

[Otto: Apa? Apa-apaan tatapanmu itu? Kau sungguh-sungguh serius ingin melakukannya?]

[Subaru: Bagaimana kalau kita balik pertanyaannya. Apakah aku terlihat seperti bercanda sekarang?]

[Otto: Aku yakin kau akan menemukan cara untuk membuat lelucon mengerikan bahkan ketika kau babak belur dan terkoyak, Natsuki. Sekarang ini, aku benar-benar berharap kau sedang bercanda. “Kau sungguh tidak tahu?”]

Sebelum Subaru bisa membantah pertanyaan tenang itu, ia mendapati dirinya kewalahan oleh tatapan serius Otto.

Tatapannya menunjukkan ketidakpercayaan mutlak, seolah-olah Otto sedang menatap langsung kepada kebodohan Subaru. Jadi, apakah ada sesuatu yang terlewat oleh Subaru, atau apa?

Subaru tidak dapat menemukan jawabannya, balik menatap Otto dengan gelisah. Alisnya berkedut, dan keringat menetes di dahinya, namun tetap saja tidak ada apapun yang terlintas di pikirannya.

Melihat hal ini, Otto menghela nafas sekali lagi,

[Otto: Kekuatan suciku tidak sekuat yang kau pikirkan, Subaru. Aku memang dapat mengkomunikasikan gagasan, tapi aku tidak dapat menerjemahkannya. Bahkan kalau yang kau katakan masuk akal untukku, aku tidak bisa bertindak sebagai perantara dan menyampaikannya kepada orang lain, ini masalah yang cukup rumit]

[Subaru: —-]

[Otto: Kau seperti sedang berkata “sudahlah lakukan saja”. Yah, aku bisa melakukannya, tapi… aku benar-benar merasa… itu tak akan ada artinya]

Menggerakkan kepalanya, bergumam tidak puas, Otto tetap menyerah pada permintaan Subaru.

Otto mendekati Patrasche, yang masih menggesek-gesekkan moncongnya ke punggung Subaru, dan dengan lembut membelai punggungnya yang hitam legam,

{Otto: —-}

Lengkingan keras dan kasar keluar dari mulut Otto.

Suara itu sama sekali tidak mirip dengan bahasa manusia, itu adalah kekuatan sucinya, yang dapat mengubah kata-katanya agar dapat dipahami oleh si naga.

Patrasche mengangkat kepalanya dan menjawab dengan pekikan yang sama. Mendengar ini, Otto membuka mulutnya lagi, dan mereka terus bertukar pekikan ini, sampai,

[Otto: Ini tentang itu, tapi… ummm… agak sulit mengatakannya. Cara naga mengekspresikan emosinya juga berbeda dari manusia, jadi… bagaimana caraku menjelaskan ini.…]

[Subaru: Berhenti bermain-main! Jelaskan saja kepadaku….Tolonglah]

[Otto: Bukannya aku bermain-main … ya—hanya saja, ini benar-benar merepotkan! Maksudku, butuh sejumlah pertimbangan gila untuk mengatakannya dengan benar]

Sambil menggaruk kepalanya, Otto mendongak beberapa kali saat dia berunding, hanya untuk menurunkan kepalanya lagi untuk terus berpikir sementara kegelisahan Subaru semakin memuncak, membuatnya tidak sabar. Lalu, Otto menghela nafas, dan,

[Otto: Baiklah, ini dia. Aku telah memilih kata-kata yang … mungkin akan menjadi yang paling dekat yang bisa kuperkirakan]

[Subaru: Baiklah… jadi apa yang Patrasche katakan?]

[Subaru: Hmmm… kira-kira sesuatu seperti “Jangan membuatku mengatakannya terang-terangan, dong!”]

[Subaru: —Hah?]

Mata Subaru melebar ketika Otto dengan malu-malu menggaruk pipinya.

Subaru menunggu sedikit lebih lama untuk melihat apakah Otto memiliki hal lain untuk dikatakan, tetapi sepertinya tidak ada lagi kata-kata yang keluar. Melihat Subaru yang tercengang, Otto melanjutkan,

[Otto: Yah, Patrasche kecil mengatakan “Jangan membuatku mengatakannya terang-terangan, dong!”, dan menurutku, itu terdengar seperti jawaban yang tepat]

[Subaru: Jangan membuatku mengatakan …. Apa…?]

[Otto: Bagaimanapun kau menangkapnya, itulah artinya. Kalau aku harus menambahkannya dengan pendapatku sendiri, mungkin akan menjadi “Apakah aku benar-benar harus memberitahumu agar kau memahami hal sesederhana ini?”. Begitulah]

Melihat kebingungan Subaru semakin dalam, Otto mengacungkan jari, bertanya apakah Subaru mendengarkan penjelasannya.

[Otto: Ketika kau tak tahu apakah seseorang itu baik-baik saja atau tidak, dan kau tak tahan dan akhirnya memutuskan untuk berlari keluar, tidak mempedulikan cideramu sendiri ketika kau membantu orang itu, dan kau menjaganya dan memberikan senyuman lega ketika ia akhirnya terbangun. Menurutku baik manusia maupun naga, ketika mereka melakukan hal-hal seperti itu untuk orang lain, cukup mudah untuk menebak alasan mereka]

[Subaru: A—]

[Otto: jadi bahkan ketika kau bukan Patrasche kecil, kau harusnya tahu maksud kalimat itu. Kalau kau masih tidak tahu dari sikapnya, kau benar-benar bodoh. Kau beruntung, bukan?]

Mendengar pertanyaan jengkel Otto, Subaru menyadari betapa bodohnya dia.

Dia memandang Patrasche, masih duduk di sampingnya, dan mendapati naga tanah itu menatapnya dengan tatapan lega yang sama. Seolah memperhatikan perubahan dalam benaknya, Patrasche mengibaskan ekornya yang panjang dan berdiri,

[Patrasche: —-]

Sekali lagi, dia menggesekkan moncongnya, dan tangan Subaru secara alami bergerak untuk menepuknya.

Membelai kulit naga yang keras dan kasar di bawah telapak tangannya, suara Subaru bergetar,

[Subaru: Jadi, umm…. Kau menyukaiku, kan]

[Patrasche: —-]

[Subaru: Kau menyayangiku… itulah kenapa kau datang untukku, kan]

[Patrasche: —-]

Sesuatu yang membebani dada Subaru tiba-tiba hancur dan jatuh dengan suara berat. Patrasche menggeram sebagai jawaban, lalu dengan kasar mengusap moncongnya ke dalam telapak tangannya seolah-olah menyembunyikan rasa malunya. Dahi Subaru mengerut ketika ia merasakan goresan pada telapak tangannya, dan ketika ia membuka mulutnya,

[Subaru: Ou… a.…]

[Otto: Natsuki—]

Tetesan yang hangat melewati pipi Subaru.

Itu adalah air mata. Sebelum ia menyadarinya, air matanya berlinang semakin banyak. Subaru buru-buru hendak menyekanya, namun terlambat, Otto sudah melihatnya.

[Otto: Apakah kau… menangis karena kau menyadari naga tanahmu menyukaimu… Natsuki….]

[Subaru: Tidak, tentu saja tidak… Bukan itu… Hanya saja waktunya sangat tepat… uh, tepat ketika kupikir semua itu tidak nyata, jawaban itu dijejalkan kedalam kepalaku sebelum aku sempat bersiap-siap…]

Waktu yang tidak adil dari pemahaman ini menyebabkan semakin banyak emosi yang datang bahkan ketika Subaru berusaha keras menahannya.

Beberapa saat yang lalu di pesta teh para penyihir, Subaru menyadari bahwa dia tidak ingin mati. Perasaan itu sama kuatnya seperti keinginannya untuk melindungi mereka yang dia cintai, dia juga ingin berada di sana bersama mereka.

Pada akhirnya apakah dia cukup layak untuk menerima kepedulian mereka, itu lebih sulit untuk dikatakan, jadi dia bersumpah bahwa dia akan mengetahuinya.

Dan sekarang, Patrasche menunjukkan kesetiaannya yang tanpa syarat.

Dihantam oleh sesuatu seperti ini sebelum dia sempat melakukan sesuatu, dia harus bagaimana?

Jawaban dari pertanyaan yang berputar tanpa henti di dalam kepala Subaru, Patrasche baru saja memberitahunya, bersamaan dengan kebangkitannya.

Setidaknya bagi Patrasche, Subaru cukup berharga sehingga, ketika dia merasakan Subaru berada dalam mimpi buruk, si naga bergegas ke sana untuk menariknya keluar meskipun itu berarti melukai dirinya sendiri untuk melakukannya.

[Subaru: Tak kusangka kau yang akan mengajariku. ―Terima kasih, Patrasche]

Menjawab kesetiaan yang diberikan padanya, Subaru mengelus Patrasche dengan penuh perasaan. Dan, sambil berdiri diam, Patrasche dengan tegas mengulurkan lehernya untuk menikmati sentuhannya. Ekor si naga terayun-ayun senang.

[Otto: Sekarang setelah kau mengkonfirmasi kembali ikatanmu dengan Patrasche, apakah kau akan baik-baik saja, Natsuki?]

[Subaru: Iya, itu sangat membantu, terimakasih… apakah aku baik-baik saja?]

[Otto: Maksudku secara lahir dan batin. Ujiannya pasti sangat sulit buatmu, kan? Kau terlihat seperti kau akan menangis karena kesepian, aku rasa, Nona Emilia juga sama]

Tepat ketika Subaru hendak menyangkal pengamatan Otto, dia menyadari betapa lemahnya dia, dan tidak mengatakan apa-apa. Sebaliknya, pikirannya beralih ke Emilia,

[Subaru: Tidak mudah, tentu saja. Tapi sepertinya prosesku lebih mudah daripada proses Emilia. Daripada itu, karena kau khawatir juga kepadaku… apakah itu artinya kau juga menyayangiku?]

[Otto: Bisakah kau menahan dirimu dari kesalahpahaman seperti itu?! Ada batasan yang tidak boleh kau lewati meskipun kau kesepian! Apakah Patrasche kecil tidak cukup untukmu sehingga kau harus mengajukan pertanyaan itu kepada siapa pun yang kau temui?]

[Subaru: Aku tak bisa? Jujur saja, sekarang ini aku sedang bingung apakah harus percaya atau tidak pada diriku. Jadi, aku ingin mendengar satu lagi pesan yang menyenangkan]

[Otto: Iya, iya, senang melihatmu kembali ke dirimu yang biasa… Kekhawatiranku padamu semata-mata karena pertimbangan untuk kerja kita di masa depan, aku harap kau tidak salah paham]

Merengut melihat tanda-tanda peringatan bahwa sifat eksentrik Subaru akan kembali, Otto mengangkat tangannya, mengatakan hal itu.

“Kerja sama di masa depan” adalah cara yang agak sok untuk mengatakannya, tetapi bagi Otto, yang ingin dengan jelas mempertahankan posisinya sebagai pedagang, ini adalah hal yang perlu untuk dikatakan.

[Otto: Hubunganku denganmu, Natsuki, semata-mata untuk menjaga hubungan baik dengan Margrave Mathers. Kalau ada masalah di depan, atau kalau hidupku dalam bahaya, aku akan berlari menjauh secepat kaki-kakiku bisa membawaku. Aku ingin kau mengingat hal itu]

Membuat pernyataan yang agak tidak menyenangkan itu, apa yang dikatakan Otto tidak terdengar begitu kejam, seperti sudah menjadi pemahaman tersirat di antara mereka. Fakta bahwa Otto terus berusaha mengatakan itu hanya menunjukkan bahwa ia adalah orang yang baik hati, terlambat untuk mengakuinya sendiri.

[Subaru: Benar, yah. Kau akan… sebenarnya, tidak]

Tepat ketika Subaru hendak menyetujui komentar realistis Otto dengan anggukan, ia berhenti.

Mendengarkan kalimat barusan, perasaan serba salah menyelimuti dadanya.

Kemudian, ketika jawaban mendatangi pemahamannya, Subaru menghela napas.

[Otto: ….Kenapa?]

[Subaru: Aku baru saja ingat. Iya, ingat… aku ingat]

Mengangguk beberapa kali di depan Otto yang tampak bingung, Subaru memegang tangannya ke kepalanya dan memiringkan lehernya.

Subaru dan Otto telah beroperasi bersama berkali-kali dalam perulangan hidupnya di sanctuary. Setiap kali, Subaru melihatnya.

Dan karena Subaru telah melihatnya,

[Subaru: Kau akan segera pergi saat melihat bahaya…. Ya]

[Otto: Benar. Taruhan deh. Sudah jelas kan? Tidak ada alasan bagiku untuk peduli dengan berlebihan kepadamu, atau siapapun. Dimana ada hidup, disitu ada harapan, begitulah yang mereka katakana…]

[Subaru: Kau tidak akan lari]

[Otto: —hah?]

Otto pernah menyelinap ke sebuah bangunan tersembunyi yang dijaga oleh Garfiel yang siap mengamuk untuk membantu Subaru.

Dan dia telah melawan Garfiel yang dihabisi bersama para penduduk desa untuk menghentikannya melahap Subaru.

Bahkan ketika dia melontarkan kata-kata tidak berperasaan dan berpura-pura menjadi orang jahat, Subaru tahu bahwa dia tidak.

Itu karena,

[Subaru: Otto—kau adalah temanku]

***

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded