Re:Zero Arc 4 Chapter 86.3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Menentang Semua Peluang, bagian 3

[Subaru: Jadi, yah… Roswaal menyewa pembunuh untuk menyerang mansion… untuk memojokkanku dan Emilia sehingga kita tidak punya tempat untuk kabur … … kira-kira begitu]

Berhati-hati mengawasi setiap keanehan yang mungkin muncul, Subaru dengan hati-hati mengakhiri penjelasannya.

Sementara itu, Otto mendengar dalam diam, meskipun alisnya berkerut.

[Subaru: Dan hanya itu informasi yang kumiliki saat ini … mungkin tidak cukup tepat, tapi–itu intinya begitu. Tidak ada yang kusembunyikan, itulah semuanya]

Tentu saja, bagian yang tak terkatakan tentang Return by Death dan pesta teh para penyihir adalah cerita yang berbeda.

Dengan menutupi bagian-bagian yang tidak bisa ia katakan, ceritanya benar-benar semakin tidak masuk akal. Bahkan Subaru sendiri merasa bahwa hubungan antara semuanya terlalu samar.

Jadi dia sangat cemas untuk melihat apa reaksi Otto nantinya. Meskipun Otto berjanji untuk mengatakan “Aku percaya padamu!” pada akhirnya, apa yang sebenarnya dia pikirkan tentang semua omong kosongnya barusan?

[Otto: Natsuki….]

[Subaru: … …]

Setelah keheningan yang mendebarkan, Otto menjatuhkan lengannya yang terlipat dan menatap Subaru. Melihat dirinya tercermin dalam kedua mata hijau Otto, Subaru tanpa sadar menahan napas.

“Apa yang akan dia katakan?”  Subaru bahkan bisa mendengar detak jantungnya yang tak karuan.

Dan, pada Subaru yang kaku ini,

[Otto: Tidak mungkin aku bisa berpura-pura aku tidak mendengarkan dan berlari menjauh, benar, ‘kan?]

[Subaru: A—paa!?]

Subaru berseru, terlempar karena jawaban tidak menyenangkan itu. Tapi Otto berteriak tepat di setelah keluhan Subaru dengan, [Lagi pula!],

[Otto: Kita terjebak di tempat ini dengan Kelinci Besar bersiap membantai kita, satu-satunya cara untuk keluar adalah jika Nona Emilia menyelesaikan ujian makam, jika kita mencoba pergi dengan orang-orang yang tidak terpengaruh oleh pembatas itu, kita akan dihentikan oleh Tuan Tidak Tahu Apa Pun (Garfiel) di sana, dan bahkan jika kita berhasil kembali ke mansion kita akan dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran yang disewa oleh pemilik mansion…. Situasi macam apa ini?!]

[Subaru: Aku juga ingin tahu! Kenapa aku harus digiring masuk ke dalam situasi yang konyolnya minta ampun seperti ini?!  Maksudku, aku tahu Tuhan membenciku, tapi sebesar inikah kebencian itu?! Yah, kalau begitu aku juga benci pada-Nya!]

Jika memang ada yang namanya Tuhan dan takdir, tidak ada keraguan bahwa Tuhan benar-benar membenci Subaru. Dan karena Subaru tidak berpikir dirinya pernah melakukan sesuatu yang mengerikan untuk benar-benar layak mendapatkan ini, Subaru merasa ini sama sekali tidak adil.

Tetapi mengutuk Tuhan sepanjang hari tidak akan memindahkan situasi ini ke mana pun atau membuat segalanya lebih mudah. Dan, bahkan sebelum itu,

[Subaru: Tunggu, Otto. Aku bisa mengerti mengapa kau ingin keluar sekarang, tapi … maksudmu kau benar-benar percaya semua hal gila yang barusan kukatakan?]

[Otto: —–]

[Subaru: Bahwa monster yang haus darah ini akan datang, bahkan jika kita ingin menyelamatkan diri kita, kita bahkan tak tahu apakah Emilia akan berhasil atau tidak, kau tahu, ‘ kan, Garfiel akan menghalangi kita, dan bahwa Roswaal sudah mengkhianati kita karena idealisme gilanya itu… kau benar-benar percaya semua ini?]

Subaru merangkum ceritanya dengan detail, terdengar seperti daftar situasi buruk yang dikumpulkan menjadi satu.

Secara khusus, kedatangan Kelinci Besar dan keterlibatan Roswaal pada penyerangan di mansion tidak memiliki bukti apa pun. Kedua hal itu adalah bagian terpenting, dan Subaru tidak punya apa pun untuk meyakinkan siapa pun.

Untuk Kelinci Besar, bagaimana Subaru bisa memprediksi pergerakan Mabeasts ketika hampir semua orang di dunia ini sudah mencoba dan gagal?

Lalu Roswaal, mengapa dia ingin melawan Emilia, kandidat yang ia dukung di seleksi kerajaan?

Tak satu pun dari hal itu yang dapat Subaru jelaskan.

[Otto: Natsuki]

Otto menutup matanya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Subaru.

Ia mengangkat satu jari, dan,

[Otto: Aku sudah bepergian ke banyak tempat hingga saat ini, dan aku mungkin tidak terlihat meyakinkan, tetapi aku sudah berinteraksi dengan berbagai macam orang di jalan]

[Subaru: …. Kecuali, kau bisa tahu apakah seseorang bisa dipercaya hanya dengan melihatnya?]

[Otto: Tidak, aku tsk percaya pada takhayul semacam itu. Saat kau menjadi seorang pedagang, kau akan menemui dengan sangat cepat bahwa ada orang yang bisa berbohong kepada siapa pun tanpa ada kepalsuan di mata mereka. Aku sudah sangat sering menjumpai hal itu]

Dia membual tentang hal itu, tetapi bukankah itu berarti Otto telah terlalu sering ditipu sehingga ia mendapat pelajarannya?

Namun, memutuskan bahwa ini adalah percakapan yang terlalu penting untuk mengambil keputusan sindiran, Subaru tutup mulut dan membiarkan Otto melanjutkan,

[Otto: Yah, setelah bertemu semua orang itu, aku juga belajar melakukan bisnis dengan caraku sendiri. Sudah empat tahun sejak aku meninggalkan rumah, dan baik atau buruk, aku masih hidup sampai sekarang]

Otto membuatnya terdengar sederhana, tetapi mungkin itu bukan perjalanan yang mudah.

Dia juga pasti pernah dilemparkan ke dalam situasi hidup atau mati lebih dari satu kali.

Di dunia ini, di mana seseorang bisa bertemu dengan Paus Putih hanya dengan melintasi ladang, tidak sulit untuk membayangkan jenis bahaya yang harus dihadapi oleh pedagang keliling. Anjing-anjing liar, pencuri, hal-hal semacam itu.

[Otto: Maka, setelah semua yang berlalu, aku telah berhasil menjadi seorang pedagang… dan aku dapat dengan yakin mengatakan bahwa, hingga sekarang, aku selalu memilih sisi yang berpeluang. Meskipun pada akhirnya semuanya tidak selalu berakhir seperti yang kuharapkan… kadang kala ada saat-saat di mana pihak yang kurasa akan menang berubah menjadi bencana besar dan lalu hilang begitu saja…]

[Subaru: Oy, oy, oy–]

[Otto: Tapi, terlepas dari hasilnya, aku selalu mencoba membuat pilihan yang tak akan kusesali sampai akhir. Ketika aku menempatkan diriku dalam bahaya, kurasa sudah jelas mengapa hal itu diperlukan]

Subaru masih tidak bisa mengatakan dengan pasti apa yang menjadi kriteria Otto dalam hal ini, tetapi sepertinya dia selalu memilih sisi dengan peluang terbaik.

Berharap untuk membangun hubungan baik dengan Roswaal, Otto menemani Subaru ke sanctuary dengan tujuan pribadinya. Dalam pengertian itu, Otto berperilaku seperti seorang realis, terus menerus.

Itu sebabnya Subaru menduga bahwa Otto tidak punya alasan untuk mendengarkan kata-katanya yang tidak masuk akal dan tanpa harapan sedikit pun—

[Otto: Jadi, ini yang pertama, Natsuki]

[Subaru: —Huh?!]

Tidak yakin apa yang Otto katakan, Subaru hanya menatap Otto dengan mulut ternganga.

Dan, melihat ini, dengan ekspresi ceria yang bodoh,

[Otto: Menentang semua peluang dan bergabung dengan tim tanpa peluang berhasilan yang jelas—ini pengalaman pertama bagiku!]

Otto baru saja memperjelas keputusannya.

 

※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※

 

Berlari secepat kaki-kakinya mampu membawanya. Tersengal-sengal.

Mengejar hatinya yang melesat melintasi padang rumput, tanpa membuang sedetik pun, tubuh Subaru diselimuti angin.

Mengiris melalui udara pagi yang segar, membuat ayunan tangannya yang besar, dia berlari, langkah demi langkah melompat.

Menendang tanah, menginjak-injak bebatuan, dia berlari lurus di sepanjang jalanan yang rusak.

Akhirnya, bangunan yang ditakdirkan itu terlihat olehnya.

Pipinya kaku oleh kegembiraan tanpa sadar, Subaru memamerkan giginya. Terengah-engah seperti anjing dengan lidah menjulur keluar, ia menuju pintu masuk gedung, meraih pintu.

Dan,

[Subaru: —Roswaal…!!]

Membuka pintu itu dengan keras, Subaru jatuh ke dalam gedung. Melalui pintu masuk dan melewati ruang tamu yang berdekatan, ia mendobrak, membuka pintu tipis itu dengan kekuatan yang hampir cukup untuk memecahkannya.

Roswaal ada di balik pintu itu, duduk di atas ranjangnya, dan Ram, yang sedang sibuk merawatnya. Keterkejutan terlihat pada wajah mereka.

Sangat jarang mendapat reaksi yang terkejut dari Roswaal yang biasanya tanpa beban dan Ram yang tidak pernah menunjukkan emosi.

Dan, karena Subaru akan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, itu akan menjadi pertanda baik.

Mengandalkan keterkejutan mereka sebagai hembusan nasib baik, Subaru menunjuk dengan telunjuknya pada tuan dan pelayan yang masih tercengang itu, dan,

[Subaru: —Ayo bertaruh. Dengan keinginanmu dan keinginanku yang menjadi taruhannya!]

 

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded